Pelabuhan Talang Duku Kini Layani Cargo Curah Kering, Pelindo Regional 2 Jambi Tancap Gas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Jambi memastikan kesiapan fasilitas Terminal Curah Kering di Pelabuhan Talang Duku untuk melayani kebutuhan angkutan cargo curah kering.

Kesiapan tersebut mencakup Dermaga Curah Kering I, Dermaga Curah Kering II, dan Dermaga Curah Kering III.

Kesiapan pengoperasian dermaga tersebut diperkuat dengan terbitnya penetapan peningkatan kemampuan pengoperasian fasilitas pelabuhan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Talang Duku.

Penetapan ini mengubah fungsi layanan dermaga yang sebelumnya melayani barang umum (general cargo/multipurpose), menjadi khusus untuk pelayanan cargo curah kering.

Kepala KSOP Kelas III Talang Duku, Prihartanta Eka Budi Jatmika, menjelaskan bahwa penetapan tersebut diberikan setelah seluruh persyaratan teknis dan administrasi dinyatakan terpenuhi.

“Dengan terpenuhinya seluruh ketentuan yang berlaku, Dermaga Curah Kering I, II, dan III dapat dimanfaatkan untuk pelayanan cargo curah kering secara resmi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda rapat sekaligus penyerahan Surat Keputusan yang berlangsung di Yogyakarta, Senin (19/1/2026).

Menindaklanjuti penetapan tersebut, Pelindo Regional 2 Jambi menyatakan kesiapan penuh untuk mengoperasikan fasilitas dermaga, dengan dukungan PT Pelindo PTP Nonpetikemas Area Jambi sebagai operator.

Fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pengguna jasa, khususnya pelaku usaha dan industri yang membutuhkan layanan bongkar muat cargo curah kering, baik untuk komoditas hasil industri maupun bahan baku.

Keberadaan Terminal Curah Kering Pelabuhan Talang Duku dinilai menjadi solusi alternatif layanan kepelabuhanan yang lebih sesuai dengan karakteristik muatan curah kering.

Selain itu, fasilitas ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus logistik dan distribusi komoditas di wilayah Jambi dan sekitarnya.

Pelindo Regional 2 Jambi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Perseroan juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pemanfaatan fasilitas Terminal Curah Kering di Pelabuhan Talang Duku.(*)




DPRD Muaro Jambi Terima Lima Ranperda, Ketua Aidi Hatta Tegaskan Fungsi Legislasi

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.IDDPRD Kabupaten Muaro Jambi kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga legislatif strategis melalui Rapat Paripurna di ruang utama Gedung DPRD, yang digelar untuk menerima penyampaian lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dari Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta, dan dihadiri seluruh anggota dewan, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Wakil Bupati Junaidi H. Mahir, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis 23 Januari 2026.

Kehadiran unsur eksekutif menegaskan sinergi kuat antara DPRD dan Pemkab dalam mengawal arah kebijakan pembangunan daerah.

Dalam rapat tersebut, DPRD secara resmi menerima lima Ranperda yang mencakup berbagai aspek strategis sebagai fondasi penting tata kelola pemerintahan dan pembangunan.

Ketua DPRD Aidi Hatta menegaskan bahwa setiap Ranperda akan dibahas secara cermat sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan, dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

“DPRD berkomitmen mengawal proses pembahasan Ranperda agar benar-benar berkualitas dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks,” ujar Aidi Hatta.

Selain itu, DPRD menekankan pentingnya partisipasi publik dalam setiap tahapan pembahasan Ranperda sebagai wujud keterbukaan dan akuntabilitas lembaga legislatif kepada masyarakat.

Rapat Paripurna ini menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Muaro Jambi dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran secara profesional.

DPRD juga berperan memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Bumi Sailun Salimbai.(*)




Sering Mengalami Mood Swing? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Mood swing adalah perubahan suasana hati yang terjadi secara wajar dan dapat dialami oleh siapa saja.

Perubahan emosi ini umumnya muncul sebagai respons terhadap situasi tertentu dan tidak menandakan adanya gangguan kesehatan.

Pada anak-anak, mood swing kerap terlihat dalam bentuk tantrum, sementara pada orang dewasa dapat berupa perasaan yang tiba-tiba senang, sedih, atau marah yang silih berganti dalam waktu singkat.

Namun, mood swing perlu diwaspadai apabila terjadi secara drastis, sering, dan berlangsung lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini bisa membuat seseorang sulit mengontrol emosi, mudah tersinggung, impulsif, serta mengalami gangguan tidur.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, mood swing dapat merusak hubungan sosial dan menurunkan kualitas hidup.

Apabila perubahan suasana hati disertai gejala yang lebih serius, seperti perasaan sangat sedih atau sangat gembira secara berlebihan, rasa putus asa, hingga keinginan untuk melukai diri sendiri atau mengakhiri hidup, maka mood swing seperti ini patut dicurigai sebagai adanya kemungkinan kondisi gangguan kesehatan mental.

Ada berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya mood swing yaitu.

1. Kondisi hormon

Remaja, wanita hamil, dan wanita menopause adalah kelompok yang memiliki kemungkinan besar mengalami mood swing terkait perubahan hormon.

2. Ketidakseimbangan kimia otak

Mood swing bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan zat kimia otak yang mengatur suasana hati.

Beberapa contoh zat kimia otak ini adalah serotonin dan dopamin.

3. Menderita penyakit tertentu

Penyakit yang diderita juga dapat menjadi faktor yang mendasari kemunculan mood swing.

Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan gangguan mood adalah kerusakan paru-paru, ginjal, atau jantung, penyakit tiroid, dan kelainan pada otak.

4. Gangguan mental

Ada beberapa gangguan mental yang sering kali dikaitkan dengan keluhan mood swing, seperti depresi, gangguan bipolar, gangguan kepribadian ambang, skizofrenia, dan ADHD.

Selain beberapa penyebab di atas, kecanduan atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras, serta efek samping obat-obatan tertentu juga bisa menimbulkan mood swing.

Jika perubahan emosi ini tidak sampai mengganggu kehidupan sehari-hari, mood swing biasanya bisa mereda sendiri tanpa perawatan khusus.

Meski begitu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi perubahan mood dan mencegahnya, yaitu:

1. Menjalani gaya hidup sehat

Menerapkan pola hidup yang sehat, termasuk olahraga teratur, tidur yang cukup, konsumsi makanan sehat, dan mengelola stres, dapat membantu menjaga mood tetap stabil.

2. Membuat mood diary

Jika mood swing sering dirasakan, amati tiap kali perubahan suasana hati ini terjadi, kapan waktunya dan apa alasannya.

Kemudian, catatlah semua  perasaan yang dirasakan dalam buku catatan pribadi.

Dengan memperhatikan pola-pola tersebut, faktor pemicu mood swing dapat lebih mudah dikenali, sehingga bisa dihindari.

3. Berkonsultasi ke psikiater atau psikolog

Untuk mood swing yang parah atau sangat sering terjadi hingga menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari, sebaiknya dikonsultasikan pada pskiater atau psikolog.

Psikiater atau psikolog dapat membantu  mengindentifikasi penyebab mood swing sekaligus memberikan penanganan yang tepat.




Cahaya dari Pintu Musala

Cerpen oleh: Salsabiilatul Fitri

 

Langit sore di sekitar kampus itu tampak kelabu.

Hujan baru saja reda, tapi genangan masih menutupi jalan setapak menuju gerbang.

Rafi berjalan pelan, menunduk, menatap bayangan wajahnya di air.

Di tangannya tergenggam selembar kertas pengumuman beasiswa, namanya tidak ada di sana.

Lagi-lagi gagal.

“Ya Allah… kenapa harus aku lagi?” bisiknya lirih, hampir tak terdengar di tengah suara gerimis.

Sudah tiga kali Rafi mencoba mengajukan beasiswa prestasi, dan tiga kali pula ia harus menelan kecewa.

Padahal ia sudah belajar keras, berdoa tiap malam, dan menahan diri dari semua kesenangan duniawi.

Tapi hasilnya tetap sama. Ia merasa doanya tak sampai ke langit.

Di kamar kos kecilnya, Rafi duduk lama di depan meja belajar.

Foto almarhum ayahnya terpajang di dinding, senyumnya menenangkan tapi sekaligus menyesakkan.

Sejak ayahnya meninggal dua tahun lalu, ibunya bekerja sebagai penjahit di kampung.

Harapan mereka hanya satu: Rafi bisa lulus kuliah dan jadi guru.

Tapi kini semangatnya menurun.

Ia merasa letih menjadi “baik” tanpa hasil.

Pukul lima sore, adzan maghrib berkumandang dari mushala kecil di ujung gang kos.

Suaranya lembut, tapi entah kenapa terasa jauh.

Rafi menatap ke arah jendela, lalu memutuskan untuk tidak berangkat.

“Shalat nanti saja,” gumamnya.

Namun, semakin lama, hatinya justru semakin gelisah.

Hujan berhenti, dan dari balik kaca, ia melihat cahaya kuning dari pintu mushala yang terbuka.

Hanya ada satu orang di sana, seorang pria tua yang sedang menyapu lantai, sesekali berhenti dan tersenyum sendiri.

Ada ketenangan aneh dari pemandangan itu.

Pertemuan di Mushala Esok harinya, setelah kuliah selesai, Rafi akhirnya melangkah ke mushala itu.

Ia berniat shalat Zuhur, meski dengan hati yang masih berat.

Ketika membuka sandal, suara lembut menyapanya.

“Assalamu’alaikum, Nak. Jarang lihat kamu ke sini,” kata pria tua itu sambil tersenyum.

“Wa’alaikumussalam, Pak. Iya, biasanya saya shalat di kampus.”

Pria itu mengangguk.

“Bagus. Tapi jangan lupa, kadang mushala kecil seperti ini juga bisa menenangkan.

Di sini tak ada suara ramai, hanya kamu dan Allah.”

Ucapan itu singkat, tapi seolah mengetuk pintu hati Rafi. Setelah shalat, mereka duduk di teras mushala.

Angin sore membawa aroma tanah basah.

“Namamu siapa, Nak?” tanya sang pria.

“Rafi, Pak. Mahasiswa semester lima.”

“Oh, mahasiswa ya. Dulu saya juga pernah jadi penjaga kampus,” katanya sambil tertawa kecil.

“Sampai akhirnya saya sadar, rezeki yang paling besar bukan dari gaji atau jabatan, tapi dari ketenangan hati.”

Rafi menatapnya heran.

“Ketenangan hati?”

“Iya,” jawab pria itu.

“Kalau kamu sibuk mengejar sesuatu tapi hatimu kosong dari rasa syukur, kamu akan terus merasa gagal, meskipun berhasil sekalipun.”

Ucapan itu terus terngiang hingga malam tiba.

Ujian yang Menyadarkan Beberapa hari kemudian, ibunya menelepon.

Suaranya bergetar, terdengar letih.

“Fi, uang jahitan ibu belum dibayar pelanggan. Mungkin kiriman bulan ini agak terlambat ya, Nak.”

Rafi diam, menatap dompetnya yang hampir kosong. Ia hanya menjawab pelan,

“Iya, Bu… tidak apa-apa.”

Setelah telepon ditutup, ia terisak pelan. Ini bukan hanya soal uang.

Ia merasa gagal menjadi anak yang bisa meringankan beban ibunya.

Malam itu, tanpa sadar, ia berjalan ke mushala. Pintu masih terbuka, cahaya kuningnya sama seperti malam pertama ia melihatnya.

Pria tua itu masih di sana, sedang menata sajadah.

“Datang lagi, Nak Rafi?”

“Iya, Pak. Entah kenapa saya ingin ke sini saja malam ini.”

Pria itu tersenyum.

“Mungkin karena hatimu sedang dipanggil. Kadang Allah tidak memberi apa yang kita minta, tapi memberi yang kita butuh.”

Rafi tertegun. Ia duduk di saf belakang, menunduk lama.

Dalam sujudnya malam itu, ia menangis sejadi-jadinya, bukan lagi karena kecewa, tapi karena sadar selama ini ia berdoa hanya untuk mendapatkan hasil, bukan untuk mendekat pada Allah.

Hari-hari berikutnya terasa lebih damai. Setiap sore, Rafi datang ke mushala kecil itu, membantu Pak Rahman membersihkan sajadah, mengisi air wudhu, atau sekadar duduk berbincang tentang kehidupan.

Di antara percakapan sederhana mereka, Rafi mulai belajar arti sabar dari cara Pak Rahman menjalani hidup.

“Pak Rahman, kenapa Bapak tetap semangat datang ke mushala setiap hari? Padahal tidak ada yang mengharuskan, kan?”

Pak Rahman tersenyum, garis keriput di wajahnya semakin jelas diterpa sinar matahari senja.

“Karena aku tahu, Nak, manusia itu sering lupa. Kalau tidak dipanggil adzan, mungkin kita tak akan ingat pada Pencipta kita. Maka aku datang agar hatiku selalu diingatkan.”

Rafi mengangguk pelan. Ia merasa seperti sedang diajari sesuatu yang jauh lebih dalam daripada teori-teori kuliah yang biasa ia pelajari.

Setiap kata dari Pak Rahman seperti nasihat seorang ayah yang lama dirindukan.

Suatu sore, hujan turun deras.

Petir menyambar, dan listrik padam. Mushala kecil itu gelap gulita, hanya diterangi cahaya lilin kecil di dekat mimbar.

Rafi membantu Pak Rahman menutup jendela dan mengeringkan lantai yang tergenang air.

“Bapak, tidak takut mushalanya bocor atau rusak?” tanya Rafi sambil memegangi ember air.

Pak Rahman tertawa lirih.

“Yang penting hatinya jangan bocor, Nak. Kalau hati bocor, iman cepat hanyut.”

Rafi tertegun, kalimat itu menancap di dadanya.

Malam itu mereka shalat berjamaah berdua, di tengah suara hujan dan cahaya lilin.

Dan entah kenapa, untuk pertama kalinya dalam waktu lama, Rafi merasa benar-benar tenang dalam sujudnya.

Beberapa hari kemudian, Rafi datang lebih awal dan mendapati Pak Rahman duduk di serambi sambil menatap halaman.

Di tangannya ada sebuah kotak kayu kecil.

“Ini apa, Pak?” tanya Rafi penasaran.

“Isinya surat-surat dan catatan lama,” jawab Pak Rahman lembut.

“Dulu aku punya anak laki-laki seumuran kamu. Namanya Arfan. Dia juga kuliah di sini, tapi Allah lebih dulu memanggilnya. Sejak itu, aku memutuskan menjaga mushala ini. Rasanya seperti menjaga sesuatu yang dulu pernah aku cintai.”

Rafi terdiam, tiba-tiba ia merasa semua kebersamaan mereka selama ini lebih bermakna.

Ia seolah menemukan sosok ayah yang hilang.

“Maaf, Pak. Saya tidak tahu kalau Bapak pernah kehilangan anak.”

Pak Rahman tersenyum, matanya basah.

“Tidak apa, Nak. Allah tidak pernah mengambil sesuatu tanpa menggantinya dengan yang lebih baik. Mungkin sekarang gantinya kamu.”

Rafi tak sanggup menjawab. Ia hanya menunduk dan mencium tangan Pak Rahman dengan haru.

Saat Ujian Akhir Semester tiba, Rafi tetap menyempatkan diri datang ke mushala.

Tapi sore itu, ia mendapati mushala sepi, Pak Rahman tidak di sana.

Beberapa hari kemudian, kabar duka datang, Pak Rahman meninggal dunia karena sakit jantung di rumahnya.

Rafi lemas mendengar berita itu.

Ia berlari ke mushala dan duduk lama di lantai tempat biasa mereka berbincang. Udara sore terasa berat, dan cahaya kuning di pintu mushala seolah lebih redup dari biasanya.

Rafi membuka kotak kayu peninggalan Pak Rahman yang diberikan pengurus kampung.

Di dalamnya ada sajadah tua, tasbih, dan sepucuk surat.

“Untuk Rafi,

Jika suatu hari kamu merasa gagal, ingatlah! Kegagalan bukan tanda Allah membencimu, tapi cara-Nya memelukmu lebih erat.

Mushala ini mungkin kecil, tapi semoga bisa jadi saksi bahwa kita pernah sama-sama belajar ikhlas.

Jaga ia, bukan karena aku, tapi karena Allah.” – Pak Rahman

Rafi menangis lama malam itu.

Tapi air mata yang keluar bukan lagi karena kehilangan, melainkan karena rasa syukur.

Ia sadar, Allah telah mengirim seseorang untuk membimbingnya kembali kepada cahaya.

Setahun berlalu. Rafi kini menjadi lulusan terbaik di fakultasnya.

Beasiswa yang dulu gagal kini datang dengan sendirinya, ia bahkan ditawari mengajar di kampus.

Namun di balik kesuksesan itu, hatinya tetap sederhana.

Ia masih rutin datang ke mushala kecil itu setiap sore, mengajar anak-anak mengaji dan membimbing mahasiswa baru yang kadang tersesat arah.

Suatu sore, setelah adzan Maghrib, ia duduk di serambi mushala. Seorang anak kecil mendekat, membawa buku Iqra’.

“Kak Rafi, kenapa kakak tidak pernah marah kalau kami ribut waktu belajar?”

Rafi tersenyum.

“Karena dahulu aku juga belajar dari seseorang yang sangat sabar. Beliau pernah berkata, jika kita ingin mengubah orang lain, kita harus terlebih dahulu menenangkan diri.”

Anak kecil itu mengangguk polos.

Dari kejauhan, cahaya matahari senja menembus pintu mushala, sama seperti cahaya yang dulu dilihat Rafi di hari paling gelap dalam hidupnya.

Epilog: Cahaya yang Tak Pernah Padam

Beberapa bulan kemudian, Rafi pulang ke kampung halamannya.

Ibunya kini sudah memiliki kios kecil hasil usahanya menjahit.

Di halaman belakang rumah, Rafi membangun mushala sederhana dan menamainya “Mushala Ar-Rahman”, sebagai penghormatan untuk sosok yang telah mengubah hidupnya.

Pada malam peresmian mushala itu, Rafi berdiri di depan jamaah dan berkata dengan suara bergetar,

“Dulu saya datang ke mushala karena merasa hidup saya gelap. Tapi Allah menuntun saya dengan cara yang lembut, melalui seseorang yang tidak pernah lelah berbuat baik.

Maka jika hari ini kita berdiri di tempat ini, ingatlah! Tidak ada kebaikan yang kecil di mata Allah.

Bahkan sekadar membuka pintu mushala dan tersenyum bisa jadi cahaya bagi orang lain.”

Hening sejenak.

Lalu semua jamaah mengucap aamiin.

Rafi menatap pintu mushala barunya yang kini terbuka, cahaya lampu temaram memantul di wajahnya.

Dalam hati, ia berbisik,

“Cahaya itu tak lagi hanya dari pintu mushala, tapi dari hati yang belajar ikhlas.”




TP PKK Provinsi Jambi Gelar Jumat Berkah, Masyarakat Antusias Nikmati Sarapan Sehat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terlihat di Pojok Berkah Sekretariat TP PKK Provinsi Jambi, Jumat pagi, saat program Jumat Berkah digelar.

Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris), membagikan sarapan pagi yang bersih, sehat, dan bergizi untuk masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian TP PKK Provinsi Jambi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan bergizi di pagi hari, khususnya bagi warga sekitar dan para pengemudi ojek daring yang rutin singgah.

Hj. Hesnidar Haris menyatakan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat yang semakin meningkat.

“Alhamdulillah, tadi sudah sama-sama menikmati nasi kuning di Halaman Rumah Berkah PKK Provinsi Jambi. Suasananya ramai, bahkan hari ini sarapannya habis lebih cepat, baru pukul 09.00 WIB sudah habis, padahal biasanya keramaian mulai terlihat sejak pukul 08.00 WIB,” ungkapnya.

Ia menambahkan, menu sarapan yang disajikan bukan sekadar makanan sederhana. Setiap sajian dirancang dengan gizi seimbang, terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, serta pelengkap khas Jambi.

“Makanan yang kita siapkan sudah memperhatikan unsur gizi lengkap. Dan tentu, bagi masyarakat Jambi, harus ada sambal. Kalau sudah ada sambal, makannya jadi lebih bahagia,” tambahnya sambil tersenyum.

Lebih jauh, Hj. Hesnidar menegaskan bahwa Jumat Berkah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi program berkelanjutan yang direncanakan hingga akhir masa kepengurusan TP PKK periode 2025–2029, bahkan diteruskan oleh kepengurusan berikutnya.

“Program ini sangat bermanfaat dan menyentuh langsung masyarakat. InsyaAllah siapapun Ketua TP PKK berikutnya dapat melanjutkan kegiatan ini,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan kali ini, TP PKK Provinsi Jambi berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jambi, untuk memperkuat sinergi dalam kegiatan sosial.

Selain itu, Hj. Hesnidar Haris membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin bersedekah makanan dan minuman bagi masyarakat. “Silakan berkoordinasi langsung dengan Sekretariat TP PKK Provinsi Jambi,” jelasnya.

Melalui Jumat Berkah, TP PKK Provinsi Jambi berharap menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan pangan sehat dan bergizi.(*)




Program Makan Bergizi Gratis, Prabowo Sebut Dampak Ekonomi Luas bagi UMKM

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menyoroti salah satu program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), dalam forum internasional World Economic Forum (WEF) 2026.

Ia memaparkan bahwa produksi makanan dari program ini kini mencapai skala besar dan berpotensi melampaui jumlah porsi harian jaringan restoran global McDonald’s.

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia, akademisi, dan pelaku ekonomi internasional, Prabowo menekankan pertumbuhan MBG yang luar biasa sejak program dimulai pada 6 Januari 2025.

“Awalnya kami memiliki 190 dapur yang menghasilkan sekitar 570.000 porsi per hari. Saat ini, jumlah dapur telah meningkat menjadi lebih dari 21.000 unit yang melayani masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Prabowo, Kamis (22/1/2026).

Jumlah Porsi Makanan Capai 59,8 Juta per Hari

“Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta porsi makanan untuk 58,9 juta anak-anak, ibu hamil dan menyusui, serta lansia yang hidup sendiri. Dalam waktu sekitar sebulan lagi, kami akan melampaui McDonald’s dengan 68 juta porsi per hari,” kata Prabowo.

Ia menekankan bahwa pencapaian ini hanya membutuhkan waktu satu tahun lebih, sementara McDonald’s membutuhkan lebih dari lima dekade untuk mencapai kapasitas produksi serupa.

Target 2026 dan Dampak Ekonomi

Prabowo juga menyebut target pemerintah untuk meningkatkan kapasitas MBG hingga 82,9 juta porsi per hari pada akhir 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan gizi nasional bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.

Selain itu, program MBG membantu mengintegrasikan puluhan ribu UMKM ke dalam rantai pasok makanan bergizi, sekaligus menciptakan peluang kerja di berbagai daerah di Indonesia.

“MBG bukan hanya soal jumlah porsi makanan, tetapi juga tentang dampak ekonomi dan sosial yang luas. Ini bagian dari strategi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif,” tambah Prabowo.

Pernyataan ini mendapat sorotan global karena disampaikan di panggung internasional yang prestisius, menegaskan komitmen Indonesia dalam menjadikan program gizi nasional sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.(*)




Beasiswa Bundling LPDP 2026: Kesempatan Ganda Kuliah S2 dan S3 di Luar Negeri

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka jalur Beasiswa Bundling sebagai bagian dari program beasiswa luar negeri untuk jenjang Master (S2) dan Doktor (S3).

Skema ini berbeda dari jalur LPDP reguler karena memungkinkan pendaftar mengikuti dua program beasiswa sekaligus dalam satu periode seleksi.

Direktur Program LPDP, Rina Handayani, menjelaskan bahwa tujuan skema ini adalah memperluas peluang mahasiswa Indonesia untuk meraih pendanaan studi di luar negeri.

“Dengan Beasiswa Bundling, pelamar bisa mendaftar pada program prioritas LPDP yang bekerja sama dengan universitas mitra sekaligus mengikuti jalur alternatif seperti beasiswa afirmasi, targeted, atau umum. Jadi jika satu jalur belum berhasil, masih ada kesempatan di jalur lain,” ujar Rina, Kamis (23/1/2026).

9 Kemitraan Beasiswa Bundling LPDP Tahun 2026

Program Beasiswa Bundling LPDP menyediakan 9 jenis kemitraan dengan institusi pendidikan ternama, di antaranya:

  1. LPDP–NTU Program Doktor

  2. LPDP–UNSW Doktor

  3. LPDP–University of Dundee UK Program Doktor

  4. LPDP–NUS Business School Program Master

  5. LPDP–France Program Master

  6. LPDP–NUS Master in Venture Creation (MSVC)

  7. LPDP–Tsinghua Master of Finance

  8. LPDP–UST Korea Program Master Doktor

  9. LPDP–NTU Program MBA

Pendaftar wajib melakukan dua pendaftaran paralel: satu ke situs universitas mitra yang dituju dan satu lagi ke portal resmi LPDP.

Misalnya, untuk Beasiswa Bundling ke National University of Singapore (NUS), pendaftaran dilakukan melalui situs NUS dan portal LPDP secara bersamaan.

Memperluas Peluang Mahasiswa Indonesia

Skema Beasiswa Bundling dirancang untuk memberikan opsi cadangan dalam satu periode seleksi, sehingga mahasiswa Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pendanaan studi luar negeri.

“LPDP berkomitmen mendukung mahasiswa berprestasi agar bisa mengakses pendidikan internasional tanpa kehilangan kesempatan jika satu jalur belum berhasil,” tambah Rina.

Program ini diharapkan meningkatkan jumlah penerima beasiswa LPDP yang menempuh pendidikan di universitas top dunia, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di kancah global.(*)




Prabowo: Indonesia Siap Berperan Aktif di Dewan Perdamaian Gaza

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah Indonesia kini resmi menjadi anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace) Gaza, sebuah badan internasional yang bertujuan mendukung penghentian konflik, stabilisasi, dan pemulihan pascakonflik di Jalur Gaza.

Keputusan ini diumumkan setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri peluncuran Dewan Perdamaian di sela-sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Kamis (22/1/2026).

Indonesia bergabung dengan sejumlah negara lain yang memiliki komitmen sama, termasuk Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian menandai resmi keanggotaan Indonesia dalam inisiatif tersebut.

Peluang Bersejarah untuk Perdamaian

Usai acara, Presiden Prabowo menyampaikan makna keikutsertaan Indonesia.

Ia menekankan momentum ini sebagai peluang penting untuk mendorong upaya perdamaian yang telah lama dinantikan di wilayah konflik.

“Saya kira ini kesempatan bersejarah, ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ujar Prabowo kepada wartawan di Davos.

Presiden juga menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza yang mulai membaik berkat aliran bantuan internasional.

Ia menegaskan bahwa Indonesia siap berperan aktif, baik dalam bantuan kemanusiaan maupun mendukung upaya perdamaian yang lebih luas.

“Negara-negara yang tergabung di Dewan Perdamaian memiliki visi bersama untuk menghentikan kekerasan dan mendukung rakyat Palestina,” tambah Prabowo.

Diplomasi Perdamaian Indonesia di Sorotan Global

Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian muncul di tengah sorotan global terkait konflik Palestina–Israel yang berlangsung lama.

Dukungan ini menegaskan posisi aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian internasional dan diharapkan memperkuat peran negarawan Indonesia dalam meredakan konflik secara konstruktif.

Presiden Prabowo menekankan bahwa kerja sama internasional semacam ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat penghentian kekerasan dan memperluas akses bantuan bagi masyarakat Gaza yang terdampak.

“Ini bukan hanya soal diplomasi, tetapi juga komitmen kemanusiaan kita untuk membantu mereka yang terdampak konflik,” pungkas Prabowo.(*)




OJK Tegaskan Siap Tindak WNI Terlibat Scam di Kamboja

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan kesiapan untuk mengambil tindakan hukum terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam jaringan penipuan daring (scam) di Kamboja.

Pernyataan ini muncul menyusul gelombang WNI yang meninggalkan sindikat scam setelah pemerintah Kamboja memperketat operasi pemberantasan kriminal lintas negara tersebut.

Menurut Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK, aktivitas para WNI dalam sindikat scam bukan sekadar kesalahan kecil, melainkan kejahatan keuangan lintas negara yang merugikan masyarakat di Indonesia.

“Apa yang mereka lakukan di sana adalah bagian dari kegiatan scam yang menyasar masyarakat di Indonesia. Semua pelaku akan diproses secara hukum dan dibuktikan dalam peradilan,” jelas Mahendra saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

WNI Kembali ke Tanah Air, Tapi Perlu Diwaspadai

Mahendra menyoroti fenomena WNI yang kembali ke Indonesia pasca meninggalkan sindikat penipuan di Kamboja.

Banyak dari mereka dianggap sebagai korban, padahal sebagian justru ikut berperan sebagai pelaku kriminal. Pernyataan ini disampaikannya saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh mencatat ribuan WNI melapor untuk meminta bantuan pulang setelah meninggalkan lokasi sindikat scam.

“Kami mencatat arus pelaporan meningkat seiring intensifikasi penindakan oleh aparat Kamboja. Banyak WNI yang datang ke pos pelayanan tanpa dokumen imigrasi sah,” ungkap perwakilan KBRI Phnom Penh.

OJK Dukung Penindakan Lintas Negara

OJK menegaskan dukungannya terhadap langkah pemerintah dan aparat hukum lintas negara untuk menindak sindikat scam secara efektif.

Menurut Mahendra, meskipun proses hukum lintas batas memerlukan koordinasi dan prosedur kompleks, hal ini penting agar pelaku scam tidak bebas beroperasi dan terus merugikan masyarakat Indonesia.

Selain upaya hukum, OJK juga menekankan pentingnya pendekatan preventif, termasuk edukasi literasi investasi dan literasi digital, agar masyarakat lebih waspada terhadap modus penipuan daring yang semakin canggih.

“Edukasi masyarakat adalah kunci mencegah kerugian lebih lanjut akibat scam daring. Kita harus memastikan masyarakat Indonesia lebih siap dan waspada,” tegas Mahendra.(*)




Rutin Duduk Terlalu Lama Bisa Bikin Cepat Capek, Simak Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID– Pernah merasa cepat lelah padahal aktivitas harian cenderung santai dan lebih banyak duduk? Ternyata, rasa lelah ini bisa menjadi tanda tubuh kurang bergerak.

Menurut dr. Andi Prasetyo, SpKO, ahli kesehatan olahraga, Gaya hidup sedentari membuat otot jarang digunakan dan aliran darah melambat.

Padahal, tubuh membutuhkan gerakan rutin untuk menjaga metabolisme, energi, dan kesehatan mental.

Mengapa Tubuh Cepat Lelah Meski Minim Aktivitas?

  1. Kurangnya Aktivitas Fisik
    Duduk terlalu lama membuat sirkulasi darah kurang optimal, sehingga pasokan oksigen dan energi ke seluruh tubuh menurun, menimbulkan rasa lemas.

  2. Pengaruh terhadap Metabolisme
    Tubuh yang jarang bergerak membakar kalori lebih sedikit dan cenderung menyimpan energi sebagai lemak, membuat seseorang mudah mengantuk dan merasa berat.

  3. Dampak pada Kesehatan Mental
    Aktivitas fisik memicu pelepasan hormon endorfin, yang membantu menjaga suasana hati. Minim gerak dapat menyebabkan stres, cemas, atau kehilangan motivasi.

  4. Risiko Jangka Panjang
    Kebiasaan duduk terlalu lama berisiko menyebabkan nyeri otot dan sendi, gangguan metabolik, serta masalah postur dan tulang belakang.

Cara Mengatasi Tubuh Cepat Lelah Karena Jarang Bergerak

  • Gerakan Ringan Rutin: Berdiri atau berjalan singkat setiap jam, melakukan peregangan sederhana, atau naik tangga daripada lift.

  • Aktivitas Harian Sederhana: Berjalan kaki 15–30 menit, bersepeda santai, atau latihan ringan di rumah.

  • Integrasi Gerak dalam Rutinitas: Selipkan aktivitas fisik kecil di sela pekerjaan, seperti melakukan stretching saat istirahat.

“Tubuh yang aktif secara fisik tidak hanya terasa lebih bertenaga, tetapi juga menjaga kesehatan jangka panjang, mulai dari metabolisme yang lebih lancar hingga mood yang lebih stabil,” tambah dr Andi Prasetyo.

Kesimpulan

Rasa lelah yang muncul meski tidak banyak bergerak adalah sinyal tubuh membutuhkan aktivitas fisik

Dengan membiasakan diri aktif, tubuh lebih segar, fokus meningkat, dan risiko masalah kesehatan jangka panjang bisa ditekan.(*)