Dampak Menahan Kencing, Risiko Infeksi dan Batu Kandung Kemih

SEPUCUKJAMBI.ID – Menahan kencing sering dianggap sepele. Banyak orang melakukannya karena kesibukan, pekerjaan yang tidak memungkinkan, atau sekadar menunda karena merasa “masih bisa ditahan”.

Padahal, kebiasaan ini berisiko serius bagi kesehatan, terutama jika dilakukan berulang dan dalam jangka panjang.

Kandung kemih berfungsi sebagai tempat penampungan urine sementara sebelum dikeluarkan dari tubuh.

Saat kandung kemih penuh, tubuh mengirimkan sinyal untuk segera buang air kecil.

Jika sinyal ini diabaikan terus-menerus, kandung kemih akan mengalami tekanan berlebih dan fungsi normalnya terganggu.

Dampak paling umum akibat menahan kencing adalah infeksi saluran kemih (ISK). Urine yang tertahan terlalu lama menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri.

Gejala yang muncul meliputi rasa perih saat kencing, sering ingin buang air kecil tapi sedikit keluar, hingga urine berbau tidak sedap.

Selain itu, menahan kencing juga bisa melemahkan otot kandung kemih. Otot yang terus menahan beban kehilangan elastisitas, sehingga kandung kemih kurang optimal dalam mengosongkan urine.

Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan saluran kemih di kemudian hari.

Tekanan berlebih pada kandung kemih juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut bawah, seperti nyeri, kram, atau sensasi penuh yang mengganggu aktivitas.

Jika terus terjadi, ketidaknyamanan ini bisa berkembang menjadi masalah kesehatan serius.

Dalam jangka panjang, urine yang tertahan dapat menyebabkan pengendapan mineral di kandung kemih, berpotensi menjadi batu kandung kemih, terutama jika asupan cairan kurang.

Tekanan dari kandung kemih yang terlalu penuh bahkan bisa memengaruhi fungsi ginjal.

Kebiasaan menahan kencing umum terjadi pada pekerja dengan mobilitas tinggi, pengemudi jarak jauh, pelajar, atau orang yang enggan menggunakan toilet umum.

Beberapa orang juga sengaja mengurangi minum untuk mengurangi frekuensi buang air kecil, padahal hal ini justru memperburuk kondisi tubuh.

Untuk menjaga kesehatan saluran kemih, segera ke toilet saat dorongan buang air kecil muncul.

Asupan cairan yang cukup dan tidak menunda kencing adalah langkah sederhana namun penting untuk melindungi kesehatan kandung kemih dan ginjal dalam jangka panjang.(*)




Risiko Mikroplastik dari Kebiasaan Ngopi, Ini Solusinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, melainkan ritual wajib untuk memulai hari.

Dari kopi instan di rumah hingga kopi takeaway dalam perjalanan, kebiasaan ngopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern.

Namun di balik kenikmatan itu, ada risiko yang jarang disadari: mikroplastik bisa ikut masuk ke tubuh melalui cara kita menikmati kopi.

Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil yang berasal dari penguraian plastik besar atau pelepasan dari produk berbahan plastik.

Partikel ini tidak terlihat mata, tetapi bisa tertelan melalui makanan dan minuman, termasuk kopi.

Salah satu sumber utamanya adalah wadah minuman sekali pakai, seperti gelas plastik atau gelas kertas yang dilapisi plastik tipis.

Saat kopi panas dituangkan ke dalam wadah tersebut, suhu tinggi dapat memicu pelepasan partikel mikroplastik ke minuman. Semakin panas kopi, semakin besar potensi partikel plastik ikut terlepas.

Hal yang sama juga bisa terjadi pada tutup gelas plastik, sedotan, hingga kantong kopi celup atau drip bag yang mengandung plastik.

Paparan mikroplastik sehari-hari memang terlihat sepele, tetapi bisa terakumulasi jika dilakukan terus-menerus.

Sejumlah penelitian bahkan menemukan mikroplastik di darah dan jaringan manusia.

Meski dampak jangka panjangnya masih diteliti, ahli menduga paparan kronis dapat memicu peradangan, stres oksidatif, dan gangguan fungsi sel.

Mengurangi risiko mikroplastik dari kopi tidak sulit. Langkah paling sederhana adalah beralih ke wadah nonplastik, seperti cangkir atau tumbler berbahan kaca, keramik, atau stainless steel.

Membawa tumbler sendiri saat membeli kopi di luar juga membantu menekan paparan sekaligus ramah lingkungan.

Metode seduh kopi juga penting. Alat seduh yang minim kontak dengan plastik, seperti French press kaca atau saringan logam, bisa menjadi pilihan.

Jika tetap menggunakan kopi celup atau drip bag, pilih produk bebas plastik atau berbahan alami.

Dengan kesadaran dan sedikit perubahan, kebiasaan ngopi tetap bisa dinikmati tanpa rasa khawatir berlebihan. Kopi tidak hanya memberi energi, tetapi juga lebih aman bagi kesehatan jangka panjang.(*)




Mindful Eating, Solusi Makan Tenang di Tengah Kesibukan

SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah rutinitas padat, banyak orang makan sambil lalu sarapan sambil cek ponsel, makan siang di depan laptop, atau ngemil saat menonton.

Padahal, cara kita makan sangat memengaruhi kesehatan tubuh dan hubungan dengan makanan. Dari sinilah konsep mindful eating mulai populer.

Mindful eating adalah kebiasaan makan dengan penuh kesadaran, fokus pada pengalaman makan itu sendiri: rasa, tekstur, aroma, dan sinyal tubuh.

Tujuannya sederhana membantu kita lebih peka terhadap rasa lapar dan kenyang, sekaligus menikmati makanan tanpa rasa bersalah.

Berbeda dengan makan terburu-buru, mindful eating mengajak kita memperlambat ritme. Saat makan dengan tenang, otak memiliki waktu menerima sinyal kenyang dari tubuh.

Hasilnya, banyak orang merasa lebih mudah mengontrol porsi makan tanpa harus menghitung kalori.

Manfaat mindful eating bukan hanya soal berat badan. Kebiasaan ini juga memperbaiki hubungan emosional dengan makanan, membantu membedakan lapar fisik dan lapar emosional akibat stres, bosan, atau emosi tertentu.

Dengan cara ini, keputusan makan menjadi lebih sehat.

Selain itu, mindful eating bermanfaat bagi pencernaan. Mengunyah perlahan dan fokus saat makan membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

Risiko kembung atau begah dapat berkurang karena tubuh tidak “dipaksa” mencerna makanan secara terburu-buru.

Penerapan mindful eating tidak sulit. Bisa dimulai dari hal sederhana: makan tanpa distraksi layar, memperhatikan rasa setiap suapan, atau berhenti sejenak sebelum mengambil tambahan porsi.

Konsistensi dan kesadaran adalah kuncinya.

Di era media sosial, mindful eating juga menjadi bentuk perlawanan terhadap budaya serba instan.

Alih-alih mengejar tren makanan viral, mindful eating mengajak kita kembali pada fungsi dasar makanan: memberi energi dan merawat tubuh.

Pada akhirnya, mindful eating bukan soal membatasi diri, melainkan menghargai apa yang kita makan.

Dengan perhatian penuh, makanan terasa lebih nikmat, tubuh lebih dihargai, dan hubungan kita dengan makanan menjadi lebih sehat dan seimbang.(*)




Longsor di Lokasi PETI Sarolangun Tewaskan 8 Orang dan Lukai 4 Warga

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Longsor di lokasi PETI di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, menewaskan delapan orang dan menyebabkan empat orang lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa (20/1/2026) dan sempat membuat proses evakuasi berlangsung dramatis.

Para korban meninggal dunia diketahui merupakan warga Dusun Mengkadai serta seorang warga Desa Lubuk Sayak bernama Airil Anuar.

Sementara korban luka-luka telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sebagian besar korban luka juga berasal dari Desa Lubuk Sayak.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan terhadap identitas seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang selamat.

Tim gabungan terus memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun material longsoran.

Peristiwa tersebut terjadi akibat longsornya tebing tanah galian yang menimbun para warga di lokasi. Longsor diduga dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil hingga akhirnya runtuh.

Lokasi kejadian berada di lahan milik seorang warga berinisial I, yang berdomisili di Dusun Kait-Kait, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja yang diduga kuat terjadi akibat faktor alam.

“Peristiwa ini diduga akibat longsornya tebing galian yang dipicu hujan deras, sehingga tanah menjadi labil dan runtuh menimpa para pekerja. Saat ini situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol Erlan Munaji.

Pasca kejadian, Polda Jambi langsung mengerahkan unit SAR Brimob dan unit K-9 Ditsamapta untuk membantu pencarian dan evakuasi korban. Selain itu, tim evakuasi gabungan sebanyak 123 personel turut diterjunkan.

Tim gabungan tersebut terdiri dari 12 personel Sat Brimob Polda Jambi, 58 personel Polres Sarolangun, 10 personel Polsek Limun, 15 personel BPBD, 15 personel Satpol PP, serta 13 personel Damkar.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan maksimal dan tidak ada korban lain yang tertinggal. Selain itu, kami akan melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Polda Jambi juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali melakukan aktivitas di lokasi rawan longsor yang dapat membahayakan keselamatan jiwa serta berpotensi menimbulkan dampak hukum dan lingkungan.(*)




Tebing Galian Longsor di Limun Sarolangun, Polda Jambi Lakukan Evakuasi

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Kecelakaan kerja akibat longsor kembali terjadi di Kabupaten Sarolangun.

Insiden tanah longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, pada Selasa (20/1/2026). Peristiwa ini menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.

Berdasarkan informasi awal, longsor diduga dipicu oleh runtuhnya tebing tanah galian akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.

Kondisi tanah yang labil menyebabkan struktur galian tidak mampu menahan beban hingga akhirnya ambruk dan menimbun warga yang berada di bawahnya.

Lokasi kecelakaan kerja diketahui berada di lahan milik seorang warga berinisial I, yang berdomisili di Dusun Kait-Kait, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.

Akibat peristiwa tersebut, tercatat delapan orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal dunia berasal dari Dusun Mengkadai serta seorang warga bernama Airil Anuar dari Desa Lubuk Sayak.

Sementara itu, beberapa korban lainnya masih dalam proses pendataan identitas oleh petugas di lapangan.

Adapun korban luka-luka telah mendapatkan penanganan medis dan sebagian besar merupakan warga Desa Lubuk Sayak.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja yang diduga kuat dipicu oleh faktor alam.

“Kejadian ini diduga akibat longsornya tebing galian yang dipicu hujan deras sehingga tanah menjadi labil dan runtuh menimpa para pekerja. Hingga saat ini situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol Erlan Munaji.

Pasca kejadian, Polda Jambi langsung menerjunkan unit SAR Brimob dan unit K-9 Ditsamapta untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban yang diduga masih tertimbun material longsor.

Selain itu, tim evakuasi gabungan sebanyak 123 personel turut dikerahkan, terdiri dari personel Sat Brimob Polda Jambi, Polres Sarolangun, Polsek Limun, BPBD, Satpol PP, serta petugas pemadam kebakaran.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal dan tidak ada korban lain yang tertinggal. Kami juga akan melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Polda Jambi juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali melakukan aktivitas di lokasi rawan longsor yang dapat membahayakan keselamatan jiwa serta berpotensi menimbulkan dampak hukum dan lingkungan.(*)




Pulau Lengkuas, Ikon Wisata Belitung dengan Mercusuar Tua Bersejarah

BELITUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Pulau Lengkuas menjadi salah satu ikon wisata Belitung yang paling mudah dikenali dan selalu masuk dalam daftar destinasi favorit wisatawan.

Pulau kecil tak berpenghuni ini terletak di lepas Pantai Tanjung Kelayang dan terkenal dengan mercusuar tua peninggalan kolonial Belanda yang berdiri kokoh di tengah pulau.

Meski berukuran kecil, Pulau Lengkuas menawarkan perpaduan panorama laut yang jernih, nilai sejarah, serta suasana tenang yang membuat wisatawan betah berlama-lama.

Daya tarik utamanya adalah mercusuar setinggi sekitar 50 meter yang dibangun pada era penjajahan Belanda dan hingga kini masih berfungsi sebagai penanda pelayaran di perairan Belitung.

Pengunjung dapat menaiki mercusuar melalui tangga sempit di bagian dalam. Dari puncaknya, tersaji pemandangan laut lepas yang luas dengan gugusan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Saat cuaca cerah, warna biru laut tampak kontras dan memanjakan mata.

Di sekeliling pulau, hamparan pasir putih berpadu dengan bebatuan granit khas Belitung yang tersusun alami.

Air laut yang jernih berwarna biru kehijauan menjadikan Pulau Lengkuas sebagai lokasi favorit untuk snorkeling.

Terumbu karang dan ikan-ikan kecil dapat dilihat dengan jelas, bahkan di perairan dangkal di sekitar pantai.

Karena tidak berpenghuni, suasana Pulau Lengkuas terasa tenang dan jauh dari hiruk-pikuk. Tidak ada bangunan permanen maupun kendaraan bermotor.

Hanya suara ombak, angin laut, serta burung-burung yang sesekali melintas. Beberapa gazebo sederhana tersedia sebagai tempat beristirahat sambil menikmati pemandangan alam.

Pulau Lengkuas umumnya dikunjungi melalui paket wisata island hopping dari Pantai Tanjung Kelayang.

Perjalanan menggunakan perahu motor memakan waktu singkat dan menjadi bagian dari pengalaman wisata laut Belitung.

Sepanjang perjalanan, wisatawan disuguhi panorama laut yang luas dan bersih dengan pulau-pulau kecil di kejauhan.

Waktu terbaik mengunjungi Pulau Lengkuas adalah pagi hingga siang hari, saat cuaca cerah dan ombak relatif tenang.

Kondisi tersebut ideal untuk snorkeling dan menikmati keindahan laut.

Pengunjung juga diimbau untuk menjaga kebersihan serta tidak merusak ekosistem laut agar keindahan Pulau Lengkuas tetap lestari.

Pulau Lengkuas bukan destinasi dengan atraksi buatan yang berlebihan.

Pesonanya justru terletak pada keaslian alam, kejernihan laut, serta keberadaan mercusuar tua yang ikonik

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Belitung, Pulau Lengkuas menjadi persinggahan singkat yang meninggalkan kesan mendalam.(*)




Gerakan Tulus Hati, Upaya PKK Kota Jambi Dukung Tumbuh Kembang Anak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Tim Penggerak PKK Kota Jambi menggelar kegiatan edukasi kesehatan melalui Gerakan Tulus Hati (Timbang, Usap, Elus, dan Hangatkan Buah Hati), Rabu (21/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dan kader posyandu mengenai pentingnya sentuhan serta stimulasi dini dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Ketua TP PKK Kota Jambi, dr. Nadiya Maulana, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama TP PKK Kota Jambi dengan para kader posyandu, khususnya melalui pelatihan praktik pijat bayi.

Menurutnya, pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi yang terbukti memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan perkembangan anak.

“Melalui Gerakan Tulus Hati, kader posyandu kami latih untuk melakukan pijat bayi. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi membuat anak lebih tenang, membantu tumbuh kembang, serta berkontribusi dalam pencegahan stunting,” ujar dr. Nadiya.

Ia menyebutkan, program tersebut sejalan dengan tren penurunan angka stunting di Kota Jambi.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Kota Jambi mengalami penurunan dari 13,5 persen pada 2023 menjadi 10,3 persen.

Meski demikian, dr. Nadiya menegaskan bahwa upaya penanganan stunting harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat.

“Alhamdulillah angka stunting di Kota Jambi menurun, tetapi kita tidak boleh berpuas diri. Upaya harus terus dilakukan agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelasnya.

Selain stunting, TP PKK Kota Jambi juga menyoroti cakupan ASI eksklusif. Berdasarkan data kesehatan anak dari Susenas 2024, cakupan ASI eksklusif di Kota Jambi baru mencapai 74,73 persen.

Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan edukasi kesehatan keluarga melalui posyandu.

dr. Nadiya menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan tumbuh kembang yang optimal, baik secara fisik maupun mental.

Proses tersebut, menurutnya, harus dimulai dari keluarga dengan memberikan kasih sayang, sentuhan, serta stimulasi yang tepat sejak dini.

“Pijatan yang dilakukan dengan penuh kasih sayang terbukti mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus anak usia 3 hingga 24 bulan,” sebutnya.

“Ini merupakan bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.

Sebagai mitra strategis pemerintah, PKK melalui 10 Program Pokok PKK terus mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga, termasuk di bidang kesehatan ibu dan anak.

dr. Nadiya berharap para kader posyandu dapat menerapkan ilmu yang diperoleh serta menyebarkannya kepada para orang tua balita di wilayah masing-masing.

“Kami berharap pengetahuan ini bisa diterapkan di keluarga dan disebarluaskan melalui posyandu. Dengan kader yang terampil, tumbuh kembang anak di Kota Jambi akan semakin optimal,” pungkasnya. (*)




Bahagia Berbudaya, Strategi Pemkot Jambi Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat pelestarian budaya dan sejarah daerah melalui program unggulan Wali Kota Jambi Bahagia Berbudaya.

Program ini menjadi komitmen Pemkot Jambi dalam menjaga aset budaya sekaligus mendorong budaya lokal sebagai daya tarik pariwisata dan penggerak ekonomi kreatif.

Program Bahagia Berbudaya diarahkan untuk melindungi potensi budaya dan sejarah daerah, sekaligus membuka ruang bagi tumbuh dan berkembangnya budaya Nusantara hingga budaya dunia di Kota Jambi.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat identitas kota sekaligus meningkatkan kunjungan wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariyani Yanti, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 berbagai kegiatan budaya telah dilaksanakan untuk mendukung program tersebut.

Kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga melibatkan komunitas budaya serta pelaku ekonomi kreatif.

“Sepanjang 2025, kami telah melaksanakan sejumlah kegiatan, bahkan ada yang non-budgetering dengan melibatkan komunitas. Ini menjadi stimulan agar komunitas budaya dan ekonomi kreatif ikut bergerak dan merasa memiliki,” ujar Mariyani.

Memasuki tahun 2026, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi menyiapkan agenda budaya yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Berbagai event budaya direncanakan digelar hampir setiap bulan dan dikolaborasikan dengan destinasi budaya di Kota Jambi.

“Ke depan, setiap bulan akan ada event. Agenda terdekat adalah kegiatan Haul, kemudian disusul berbagai event budaya lain yang dikemas dengan konsep kolaborasi destinasi budaya dan pariwisata,” jelasnya.

Menurut Mariyani, program Bahagia Berbudaya tidak hanya bertujuan melestarikan warisan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

Budaya tidak hanya dipahami sebagai tradisi, melainkan sebagai potensi ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Ia mengakui, tantangan utama saat ini adalah masih rendahnya kesadaran dan antusiasme sebagian masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal.

Karena itu, pemerintah berperan sebagai pendorong dan fasilitator agar budaya semakin dikenal dan dicintai.

“Masih banyak masyarakat yang belum menyadari potensi budaya yang kita miliki. Tugas kami mendorong, memfasilitasi, dan membuka ruang agar budaya itu hidup di tengah masyarakat,” katanya.

Melalui program Wali Kota Jambi Bahagia Berbudaya, Pemkot Jambi berharap budaya lokal tidak hanya lestari, tetapi juga menjadi identitas kota serta magnet wisata yang berkelanjutan.

Sebelumnya, dalam rangka pengembangan adat dan budaya di Tanah Pilih Pusako Betuah, Pemkot Jambi juga akan mengoptimalkan kawasan tematik berbasis Melayu Kuno di Kampung Batik, Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk.

Hal tersebut ditegaskan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Selasa (20/01/2026) di Ruang Rapat Wali Kota Jambi.

FGD dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, dan diikuti jajaran terkait di lingkungan Pemkot Jambi, Baznas Kota Jambi, ketua RT, serta tokoh masyarakat dan agama.

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pengembangan Kampung Batik akan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal serta diintegrasikan dengan pengembangan kawasan Danau Teluk secara tradisional.

“Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi kunci. Jika masyarakat tidak dilibatkan dan tidak merasakan manfaat langsung, maka program ini tidak akan berjalan optimal,” tegasnya. (*)




Cara Membuat Terong Balado, Jadi Lauk Andalan di Rumah

SEPUCUKJAMBI.ID – Terong balado menjadi salah satu olahan sayur yang banyak digemari karena rasanya yang pedas segar dan mudah dibuat.

Meski tampil sederhana, perpaduan cabai, bawang, dan sedikit rasa asam membuat lauk ini mampu meningkatkan selera makan.

Terong sendiri memiliki beragam jenis yang kerap diolah menjadi masakan rumahan, seperti terong hijau dan terong ungu berukuran besar maupun kecil.

Selain mudah diolah, sayuran ini juga mengandung berbagai mineral dan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh.

Dalam penyajian nya, terong biasanya dijadikan pelengkap lauk utama.

Terong ungu yang panjang dan segar menjadi pilihan karena teksturnya lembut setelah digoreng.

Jika ingin menikmati olahan sayuran yang pedas dan mudah dibuat di rumah, terong balado bisa menjadi pilihan tepat.

Bahan – bahan

  • 4 buah terong ungu
  • Minyak goreng secukupnya
  • 2 lembar daun jeruk
  • 2 sdm air jeruk nipis
  • 1 sdm kaldu ayam bubuk

Bumbu Halus:

  • 5 buah cabai merah besar
  • 12 buah cabai rawit merah
  • 8 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 buah tomat merah
  • 1 sdt gula pasir
  • 2 sdt garam

Cara Membuat:

  1. Belah terong menjadi dua, lalu potong kembali sesuai selera. Rendam dalam air yang diberi sedikit garam agar tidak menghitam.
  2. Tiriskan terong, kemudian lap hingga kering.
  3. Panaskan minyak, goreng terong sebentar hingga layu lalu angkat dan tiriskan.
  4. Haluskan semua bahan seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih, dll
  5. Panaskan sekitar 100 ml minyak dalam wajan, tumis bumbu halus bersama daun jeruk, dan kaldu bubuk hingga harum.
  6. Kecilkan api, masak bumbu sambil diaduk hingga benar-benar matang, berbutir halus, dan minyak tampak kemerahan.
  7. Masukkan terong goreng dan air jeruk nipis, aduk rata lalu biarkan mendidih sebentar, lalu angkat.

Terong balado siap disajikan sebagai lauk pendamping nasi putih hangat. Rasanya yang pedas segar  membuat makan makin lahap dan menggungah selera.




Selalu Terlihat Kuat? Ini Tips Menghadapi Tekanan Emosional

SEPUCUKJAMBI.ID – Sejak kecil, banyak orang terbiasa mendengar larangan sederhana seperti, “Jangan menangis.”

Ungkapan ini lebih sering diarahkan kepada anak laki-laki, kerap disertai kalimat lanjutan seperti, “Kamu kan laki-laki, harus kuat,” atau “Jangan cengeng.”

Kalimat-kalimat sederhana tersebut kerap dianggap sebagai bentuk pendidikan agar anak menjadi kuat.

Namun tanpa disadari, pesan itu meninggalkan dampak jangka panjang.

Banyak laki-laki tumbuh dengan keyakinan bahwa menangis adalah tanda kelemahan, bahwa perasaan harus dipendam, dan bahwa laki-laki yang baik adalah yang kuat, diam, serta tidak banyak mengeluh.

Pola pikir ini sering terbawa hingga dewasa.

Akibatnya, tidak sedikit laki-laki dewasa yang jarang atau bahkan tidak pernah menangis bukan karena mereka tidak stres, tidak sedih, atau tidak lelah, melainkan karena tidak terbiasa mengekspresikan perasaan mereka sendiri.

Padahal, tubuh dan pikiran manusia tidak bekerja seperti mesin.

Menahan emosi terus-menerus bukan berarti masalah hilang justru sebaliknya, perasaan yang dipendam bisa menumpuk dan muncul dalam bentuk lain.

Banyak orang terlihat baik-baik saja dari luar, tetap bekerja, tetap menjalankan tanggung jawab, dan tetap tersenyum. Namun di dalam dirinya, ada kelelahan mental yang perlahan menggerogoti.

Di lingkungan sosial, tidak menangis sering dianggap sebagai simbol ketangguhan.

Selama seseorang masih terlihat “normal” dan berfungsi sebagaimana mestinya, ia dianggap aman.

Padahal, di balik itu bisa saja tersimpan tekanan besar, mulai dari masalah pekerjaan, tuntutan keluarga, beban ekonomi, hingga ekspektasi sosial yang seakan tidak pernah berhenti.

Ketika stres mulai terasa berat, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar kesehatan mental tetap aman

1. Mengakui bahwa diri sendiri sedang tidak baik-baik saja, ini bukan tanda kegagalan, melainkan bentuk kesadaran bahwa tubuh dan pikiran sedang lelah.

2. Memberi jeda, tidak semua masalah harus diselesaikan dalam satu hari. Berhenti sejenak dapat membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.

Melakukan aktivitas atau hobi yang disukai, seperti melukis, memancing, atau berolahraga, bisa menjadi cara sederhana untuk melepas penat.

3. Mencari orang yang bisa dipercaya untuk bercerita. Tidak harus banyak, cukup satu atau dua orang yang mau mendengar tanpa menghakimi, seperti orang tua, pasangan, atau teman dekat.

Jika merasa belum nyaman bercerita kepada orang lain, teknologi juga bisa menjadi alternatif seperti platform ai atau menulis dapat menjadi langkah awal untuk meluapkan perasaan.

4. Memperhatikan sinyal dari tubuh. Gangguan tidur, emosi yang mudah meledak, atau keluhan fisik yang muncul berulang bisa menjadi tanda peringatan. Jika hal ini sering terjadi, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Sudah saatnya kita berhenti mengajarkan bahwa tidak menangis adalah ukuran kekuatan.

Menjadi dewasa bukan soal seberapa lama seseorang mampu menahan beban, melainkan seberapa berani ia menjaga diri agar tetap bertahan.