Ledakan Dapur Catering Jamtos, Kapolresta Jambi Pastikan Evakuasi Korban

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Ledakan terjadi di sebuah bangunan yang digunakan sebagai dapur catering di kawasan Mall Jamtos, Kota Jambi, Selasa 22 September 2026 malam.
Peristiwa tersebut menyebabkan enam orang mengalami luka bakar.
Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.18 WIB. Sebelum kejadian, karyawan di sekitar lokasi disebut sempat mendengar suara ledakan dan mencium bau gas yang menyengat dari dalam ruangan.
Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada petugas keamanan.
Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. langsung mendatangi lokasi bersama Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Husni Abda Kapolsek Kotabaru, AKP Riko Saputra S., S.H., M.H., serta sejumlah personel kepolisian.
Dua unit pemadam kebakaran Kota Jambi juga dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan dan situasi di sekitar lokasi kemudian dinyatakan kondusif.
Bau Gas Tercium Sebelum Ledakan
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, petugas keamanan bersama teknisi sempat masuk ke dalam dapur untuk melakukan pengecekan setelah mencium aroma gas.
Namun, beberapa saat kemudian terjadi ledakan susulan yang disertai semburan api.
“Berawal dari saksi mendengar ledakan dan mencium bau gas dari dalam gudang. Saksi melapor ke sekuriti, kemudian sekuriti bersama teknisi masuk untuk cek. Selang beberapa menit terjadi ledakan susulan yang menyemburkan api,” ujar Kapolresta Jambi di lokasi.
Kapolsek Kotabaru, AKP Riko Saputra mengatakan bangunan tersebut digunakan sebagai dapur catering dan berada di luar area parkir Mall Jamtos.
Menurut keterangan awal yang diterima polisi, diduga terdapat gas yang menumpuk di dalam ruangan sebelum ledakan terjadi.
Security disebut sempat keluar dari ruangan sebelum ledakan.
“Diduga gas sudah menumpuk di dalam ruangan. Security sempat keluar dari ruangan, kemudian terjadi ledakan. Kemungkinan dipicu oleh aliran listrik,” kata Riko.
Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan penyebab kejadian.
Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber ledakan dan faktor yang memicunya.
Enam Orang Mengalami Luka Bakar
Enam orang mengalami luka bakar akibat kejadian tersebut. Para korban langsung dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
Berikut data korban yang disampaikan kepolisian:
-
BS (49) — luka bakar pada kaki kiri dan kanan, dirawat di RS Abdul Manap.
-
AB (38) — luka bakar pada bagian perut dan kaki, dirawat di RS Abdul Manap.
-
DE (28) — luka bakar pada tangan dan wajah, dirawat di RS Kambang.
-
RS (25) — luka bakar pada tangan kanan dan kiri, dirawat di RS Kambang.
-
PP (34) — luka bakar pada wajah, tangan dan kaki, dirawat di RS Kambang.
-
MAA (33) — luka bakar pada wajah, tangan dan kaki, dirawat di RS Raden Mattaher.
Kepolisian masih melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi para korban.
Polisi Pasang Garis Polisi
Setelah menerima laporan, personel Polresta Jambi dan Polsek Kotabaru langsung mendatangi lokasi.
Polisi memasang garis polisi, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta mengecek kondisi korban di rumah sakit.
Kapolresta Jambi mengatakan penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga akan melakukan olah tempat kejadian perkara secara lebih mendalam bersama Tim Identifikasi Polresta Jambi.
“Rencana tindak lanjut membuat laporan polisi dan olah TKP mendalam bersama Tim Identifikasi Polresta Jambi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” tegasnya.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan apakah kejadian berkaitan dengan dugaan kebocoran atau penumpukan gas, instalasi listrik, maupun faktor lain.
Polisi juga masih memeriksa kondisi sumber gas dan instalasi di area dapur.
Aktivitas di Sekitar Jamtos Kembali Normal
Pasca kejadian, api telah berhasil dipadamkan. Aktivitas masyarakat di sekitar Mall Jamtos juga kembali berjalan normal.
Polisi meminta masyarakat tidak mendekati area yang menjadi lokasi kejadian selama proses penyelidikan berlangsung.
Kapolresta Jambi turut mengimbau pengelola pusat perbelanjaan, restoran, dan tempat usaha untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi gas dan listrik.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi kejadian serupa.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab pasti ledakan yang melukai enam orang tersebut.(*)








