Bupati Merangin Usulkan Pemberdayaan Ekonomi SAD melalui Budidaya Ikan

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M Syukur, mengajukan program pemberdayaan warga Suku Anak Dalam (SAD) kepada Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT).

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan kunjungan kerja (Kunker) Kemensos di Rumah Dinas Bupati, Senin (26/1), kepada Direktur PKAT, I Ketut Supena.

Bupati mengusulkan agar 15 Tumenggung SAD di Kabupaten Merangin difasilitasi budidaya ikan sistem keramba di kawasan Dam Betuk, Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas.

Program ini ditujukan untuk menarik warga SAD keluar dari aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) dan memberi sumber ekonomi yang berkelanjutan.

“Baru-baru ini, warga SAD sempat dimanfaatkan untuk menjadi penjaga keamanan di lokasi PETI. Dengan pendekatan persuasif, mereka akhirnya keluar dari aktivitas ilegal. Dam Betuk memiliki potensi besar untuk perikanan, jadi setiap Tumenggung akan memiliki perwakilan keramba di sana,” jelas M. Syukur.

Bupati menekankan pentingnya pola pendampingan spesifik bagi warga SAD. Bantuan diberikan tidak berupa uang tunai, melainkan modal kerja dan sarana produksi yang dikelola dengan pengawasan dinas terkait.

Hasil dari keramba akan dibeli kembali untuk menjaga perputaran ekonomi di kelompok Tumenggung.

Menurut Bupati, warga SAD adalah pencinta alam yang patuh hukum adat, namun modernisasi membuat mereka mulai mengenal nilai uang.

Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif mata pencaharian ramah lingkungan agar tetap menjaga identitas budaya.

“Pendekatan kami tidak kaku. Kami ingin mereka hidup sejahtera berdampingan dengan masyarakat luas tanpa kehilangan identitas dan budaya asli mereka,” tambah Bupati M Syukur.

Melalui program ini, Pemkab Merangin berharap Kemensos memberikan dukungan penuh, baik dari segi pendanaan maupun tenaga ahli pendamping.

Sehingga ekosistem ekonomi di Dam Betuk mampu mensejahterakan 15 kelompok Tumenggung SAD secara berkelanjutan.(*)




Bupati Merangin Siapkan Kunjungan Kemensos untuk Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Merangin, M Syukur, menerima kunjungan jajaran Kementerian Sosial melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) di Rumah Dinas Bupati, Senin (26/1/2026).

Kunjungan ini menjadi tindak lanjut pertemuan Bupati Merangin dengan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf di Jakarta pada 22 Januari lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur PKAT Kemensos RI, I Ketut Supena, bersama timnya dijadwalkan meninjau langsung Desa Tambang Baru di Kecamatan Tabir Lintas dan Desa Tanjung Lamin di Kecamatan Pamenang Barat pada Selasa (27/1/2026).

Untuk memastikan semua berjalan lancar, Bupati M Syukur memimpin rapat koordinasi dengan Direktur PKAT dan jajaran pemerintah Kabupaten Merangin.

Fokus utama rapat adalah kesiapan teknis lapangan, optimalisasi potensi lokal, serta pemberdayaan masyarakat adat terpencil.

“Semua sarana dan prasarana harus siap agar kunjungan besok berdampak nyata bagi pemberdayaan komunitas adat,” ujar Bupati M Syukur.

Selama kunjungan, Direktur PKAT dijadwalkan meninjau fasilitas pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Tanjung Lamin, serta memantau rencana pembangunan keramba ikan di Dam Betuk, Desa Tambang Baru.

Selain itu, evaluasi potensi ekonomi lokal melalui sektor perikanan juga menjadi agenda utama.

Rapat pematangan kunjungan ini dihadiri sejumlah pejabat dari Kemensos RI, Forkopimda, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Merangin, termasuk Kadis Perikanan Dedy Darmantias, Sekdin Dinas Sosial Mas’ud, Kabag SDA Haidir, serta Kabag Prokompim Antin.

Dengan persiapan matang ini, diharapkan kunjungan Kemensos dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat adat di Merangin.(*)




Noel Tantang KPK dan Sindir Purbaya, Ini Respons Tenang Menteri Keuangan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan atau yang akrab disapa Noel, kembali menjadi sorotan publik setelah membuat komentar kontroversial menjelang sidang dakwaan kasus dugaan pemerasan sertifikat K3.

Komentar tersebut disampaikan Noel saat hadir di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026), di mana ia menyinggung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Noel menggunakan istilah “di-Noel-kan”, sebagai sindiran terkait kasus hukum yang menjerat dirinya.

“Pesan nih buat Pak Purbaya, modusnya hampir sama semua. Hati-hati, Pak Purbaya. Sejengkal lagi, nih. Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan ‘di-Noel-kan’. Hati-hati tuh, Pak Purbaya,” ujar Noel sebelum sidang dakwaan.

Selain itu, Noel menyindir cara kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mempertanyakan apakah lembaga itu benar-benar menegakkan hukum atau hanya membangun narasi kontroversial.

Ia bahkan menyatakan siap dihukum mati jika terbukti melakukan korupsi, pernyataan yang langsung menyita perhatian publik.

Menanggapi sindiran tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap tenang.

Ia menegaskan bahwa risiko terseret kasus hukum hanya terjadi jika menerima uang di luar ketentuan sebagai pejabat negara.

“Oh biar saja, yang penting gua enggak terima duit. Noel kan terima (duit), kan gue enggak terima duit, gaji gue gede di sini, cukup. Case seperti itu di saya mungkin amat kecil kemungkinannya terjadi, kecuali saya mulai terima uang,” kata Purbaya saat ditemui awak media di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat.

Kasus yang menjerat Noel bermula dari OTT KPK pada Agustus 2025, ketika ia masih menjabat Wamenaker.

Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama 10 orang lain terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 dengan nilai dugaan mencapai ratusan miliar rupiah.

Noel juga menyebut keterlibatan satu partai politik dan satu organisasi kemasyarakatan, meski tidak mengungkap identitas kedua pihak tersebut secara langsung.

Pernyataan Noel memicu beragam komentar publik.

Sebagian menilai sikapnya sebagai bentuk perlawanan terhadap proses hukum, sementara sebagian lain melihatnya sebagai dramatisasi yang memperburuk citra terdakwa.

Di sisi lain, Purbaya tetap menjaga integritas dan menanggapi sindiran dengan tenang.

Persidangan kasus dugaan pemerasan ini masih berlangsung dan menjadi sorotan utama pemberitaan hukum nasional, menyoroti kontras antara kontroversi Noel dan ketenangan pejabat yang disindir.(*)




BGN Tegaskan Warga Boleh Unggah Menu MBG di Media Sosial

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa masyarakat tidak dilarang mengunggah menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial.

Pernyataan ini disampaikan menyusul sorotan publik terkait sikap seorang kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lampung yang disebut menyayangkan warga membagikan menu MBG ke ruang publik.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa partisipasi masyarakat justru dibutuhkan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan.

Unggahan menu MBG, menurut Nanik, bisa menjadi bagian dari pengawasan bersama.

“Saya tidak pernah melarang orang tua siswa, guru, atau siapa pun untuk mengunggah menu MBG,” ujar Nanik dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Bondowoso dan Situbondo, Senin (26/1/2026).

Meski demikian, Nanik mengingatkan agar unggahan dilengkapi dengan informasi yang jelas, termasuk waktu, alamat sekolah penerima manfaat, dan nama serta alamat SPPG yang mendistribusikan hidangan MBG.

Kelengkapan data ini memudahkan BGN dan lembaga terkait menindaklanjuti temuan di lapangan.

“Keterangan yang detil sangat penting, agar BGN bekerja sama dengan lembaga dan kementerian lain bisa segera melacak dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nanik menekankan bahwa kritik dan masukan dari masyarakat bukan gangguan, melainkan bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

Ia menyebut keterlibatan orang tua, guru, dan warga menjadi elemen penting dalam menjaga kualitas program MBG.

“Jadi kami justru sangat berterima kasih jika ada banyak saran, masukan, dan pengawasan dari orang tua murid, guru, maupun warga masyarakat lainnya,” ujar Nanik.

Pernyataan ini sekaligus meluruskan persepsi publik bahwa unggahan menu MBG dilarang.

Pemerintah berharap keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat dapat memperkuat pelaksanaan program MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan para penerima.(*)




Kapolri Tolak Usulan Polri Jadi Kementerian, Pilih Jadi Petani Daripada Menteri

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan penolakannya terhadap wacana menempatkan Polri di bawah kementerian khusus.

Pernyataan ini disampaikan secara terbuka, menanggapi isu yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan ruang publik.

Menurut Sigit, Polri sebagai lembaga penegak hukum harus tetap independen sesuai amanat reformasi dan konstitusi.

Menurutnya, gagasan menempatkan Polri di bawah kementerian berpotensi mengganggu prinsip profesionalitas, netralitas, serta independensi kepolisian dalam menjalankan tugasnya.

“Saya menolak kalau sampai ada usulan bahwa Polri berada di bawah kementerian khusus. Kalau saya harus memilih, kemarin sudah saya sampaikan, bahkan ada yang menanyakan lewat WA, ‘mau ndak Pak Kapolri jadi Menteri Kepolisian?’’ujar Sigit.

Kapolri menegaskan, penolakan ini bukan soal jabatan pribadi, melainkan menyangkut prinsip kelembagaan dan masa depan Polri sebagai institusi negara.

Ia menegaskan kepolisian harus tetap berada langsung di bawah Presiden agar dapat menjalankan fungsi penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat secara objektif.

“Kalau pun saya harus menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” tegas Sigit.

Pernyataan ini menegaskan komitmen pribadinya terhadap independensi Polri.

Sikap tegas Kapolri ini mendapat perhatian publik dan memicu beragam respons.

Banyak pihak menilai pernyataan tersebut sebagai bukti konsistensi Polri dalam menjaga semangat reformasi sektor keamanan sejak pasca-reformasi 1998.

Sementara wacana menempatkan Polri di bawah kementerian memang pernah muncul dalam diskursus kelembagaan negara, namun belum pernah diwujudkan.

Dengan pernyataan ini, sinyal penolakan dari pucuk pimpinan Polri terhadap wacana tersebut semakin jelas.

Posisi Polri tetap sebagai lembaga negara independen yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.(*)




Handgrip, Alat Fitness Kecil dengan Efek Besar bagi Kesehatan

SEPUCUKJAMBI.ID – Meski terlihat sederhana, latihan menggunakan handgrip menawarkan manfaat kesehatan yang luas, tidak hanya untuk memperkuat tangan.

Alat kecil ini, yang terdiri dari dua pegangan dan pegas, bekerja dengan cara digenggam dan ditekan berulang kali.

Latihan handgrip secara rutin meningkatkan kekuatan otot pergelangan tangan dan lengan bawah, yang penting untuk aktivitas sehari-hari seperti membuka botol, membawa barang belanjaan, atau menjaga keseimbangan.

Selain itu, latihan ini juga dapat meningkatkan kepadatan tulang, mencegah osteoporosis, dan mengurangi risiko cedera seperti keseleo, tendinitis, atau sindrom carpal tunnel.

Penelitian awal menunjukkan bahwa latihan handgrip isometrik menahan tekanan tanpa gerakan panjang otot berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada orang dengan hipertensi ringan.

Latihan ini juga mendukung sirkulasi darah, meningkatkan pasokan oksigen dan nutrisi, serta mempercepat pembuangan limbah metabolik.

Selain manfaat fisik, handgrip juga memberi efek positif pada kesehatan mental.

Progres genggaman yang terasa setiap hari dapat meningkatkan rasa percaya diri, meredakan stres, dan memberi fokus yang menenangkan, terutama bagi lansia.

Dengan biaya murah dan fleksibilitas tinggi, handgrip bisa digunakan di rumah atau di kantor sebagai latihan singkat setiap hari.

Latihan sederhana ini membuktikan bahwa alat kecil bisa memberi dampak besar bagi kebugaran dan kesehatan secara menyeluruh.(*)




Transaksi Digital Meningkat, OJK Sebut Mesin ATM Kian Berkurang

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan jumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Indonesia akan terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun ke depan.

Tren tersebut dinilai sebagai dampak langsung dari pesatnya digitalisasi layanan perbankan serta perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin beralih ke kanal digital.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa perkembangan teknologi informasi di sektor jasa keuangan telah menggeser peran mesin ATM dalam aktivitas perbankan sehari-hari.

“Tren penurunan jumlah ATM sangat mungkin berlanjut, seiring dengan semakin masifnya adopsi teknologi informasi di bidang keuangan,” ujar Dian dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Menurut OJK, dalam beberapa tahun terakhir transaksi melalui mobile banking, internet banking, dan sistem pembayaran non-tunai terus mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Kondisi ini membuat kebutuhan masyarakat untuk menarik uang tunai melalui ATM semakin berkurang.

Selain perubahan perilaku nasabah, faktor efisiensi operasional juga menjadi pertimbangan utama perbankan dalam menata ulang infrastruktur fisik.

Bank dinilai mulai lebih selektif dalam mempertahankan jaringan ATM, khususnya di wilayah dengan tingkat transaksi tunai yang menurun.

“Perbankan saat ini fokus pada efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan. Digitalisasi menjadi solusi utama untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kecepatan dan kemudahan layanan,” jelas Dian.

Ia menambahkan, optimalisasi layanan digital memungkinkan bank mengurangi beban biaya infrastruktur fisik, termasuk pemeliharaan mesin ATM, serta menyederhanakan proses pelayanan kepada nasabah.

Meski demikian, OJK menegaskan bahwa keberadaan ATM belum sepenuhnya dapat ditinggalkan.

Mesin ATM masih dibutuhkan, terutama di wilayah tertentu dan bagi kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan digital.

“Oleh karena itu, transformasi digital harus tetap berjalan seimbang dan inklusif, agar seluruh lapisan masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan keuangan,” ujarnya.

Ke depan, OJK memastikan akan terus memantau perkembangan digitalisasi perbankan agar peralihan menuju layanan digital dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan kesenjangan akses keuangan di masyarakat.(*)




Lama Tidak Olahraga, Ini Cara Bangkitkan Kebiasaan Sehat

SEPUCUKJAMBI.ID – Berhenti berolahraga dalam waktu lama sering kali terjadi tanpa disadari.

Rutinitas kerja yang padat, perubahan gaya hidup, hingga rasa malas membuat aktivitas fisik perlahan tersingkir.

Saat keinginan untuk kembali aktif muncul, tak sedikit orang justru merasa ragu takut cepat lelah, cedera, atau tidak mampu seperti dulu.

Kabar baiknya, kembali berolahraga setelah lama vakum bisa dilakukan dengan aman asalkan dilakukan secara bertahap dan realistis.

Berikut langkah-langkah yang dapat membantu tubuh kembali beradaptasi.

1. Mulai dengan target yang realistis

Langkah awal yang penting adalah menetapkan tujuan yang masuk akal. Tidak perlu langsung menargetkan berat badan ideal atau stamina tinggi.

Cukup fokus pada tujuan sederhana seperti ingin lebih bugar, tidak mudah pegal, atau rutin bergerak setiap minggu.

2. Pilih aktivitas ringan terlebih dahulu

Tubuh yang lama tidak aktif memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri. Aktivitas ringan seperti jalan kaki, peregangan, yoga ringan, atau bersepeda santai bisa menjadi pilihan awal.

Mulailah dengan durasi singkat, sekitar 15–20 menit per sesi.

3. Bangun kebiasaan lewat jadwal rutin

Kunci keberhasilan bukan pada beratnya latihan, melainkan konsistensi. Tentukan jadwal yang realistis dan mudah dijalani, misalnya tiga hingga lima kali dalam seminggu.

Latihan ringan tapi rutin jauh lebih efektif dibanding latihan berat yang hanya bertahan sebentar.

4. Jangan abaikan pemanasan dan pendinginan

Pemanasan membantu mengurangi risiko cedera dengan menyiapkan otot dan sendi sebelum bergerak.

Sementara pendinginan membantu tubuh kembali ke kondisi normal. Dua tahap ini sangat penting, terutama bagi yang baru kembali berolahraga.

5. Naikkan intensitas secara perlahan

Jika tubuh sudah mulai terbiasa, intensitas atau durasi latihan bisa ditingkatkan sedikit demi sedikit.

Hindari membandingkan kemampuan sekarang dengan kondisi sebelum vakum olahraga.

Progres perlahan justru lebih aman dan berkelanjutan.

6. Peka terhadap sinyal tubuh

Pegal ringan setelah olahraga merupakan hal wajar. Namun jika muncul nyeri tajam, pusing, atau kelelahan berlebihan, sebaiknya hentikan latihan dan beri tubuh waktu untuk pulih.

Mendengarkan tubuh adalah bagian penting dari proses kembali bugar.

7. Perhatikan pemulihan dan pola hidup

Olahraga akan lebih efektif jika dibarengi dengan istirahat cukup, asupan cairan yang memadai, serta makanan bergizi.

Tanpa pemulihan yang baik, tubuh lebih mudah lelah dan motivasi berolahraga bisa menurun.

Kembali aktif setelah lama berhenti bukan tentang seberapa cepat hasil terlihat, melainkan seberapa konsisten kamu menjalaninya.

Dengan pendekatan yang santai dan bertahap, tubuh akan kembali terbiasa bergerak dan kebugaran pun meningkat secara alami.(*)




Mengenal Jenis Biji Kopi dan Karakter Rasanya, Mana Favoritmu?

SEPUCUKJAMBI.ID – Bagi banyak orang, kopi adalah teman setia di pagi hari atau penutup lelah setelah beraktivitas.

Namun, kopi bukan sekadar minuman penahan kantuk.

Di balik setiap cangkir, tersimpan cerita tentang jenis biji kopi yang menentukan rasa, aroma, hingga sensasi yang dirasakan saat diminum.

Mengenal jenis biji kopi akan membantumu menemukan karakter kopi yang paling sesuai dengan selera apakah kamu penyuka kopi hitam yang ringan, atau kopi kuat yang memberi dorongan energi ekstra.

Secara umum, ada empat jenis biji kopi yang paling dikenal dan beredar luas di pasaran.

1. Arabika, lembut dan aromatik

Arabika merupakan jenis biji kopi yang paling populer di dunia. Kopi ini tumbuh optimal di dataran tinggi dengan suhu sejuk.

Karakter rasanya cenderung ringan dengan tingkat keasaman yang seimbang.

Aroma Arabika dikenal kompleks, mulai dari floral, fruity, hingga manis alami.

Karena cita rasanya yang halus, Arabika sering dipilih untuk metode seduh manual seperti V60, pour over, atau French press, yang mampu menonjolkan aroma dan karakter alaminya.

2. Robusta, pahit kuat dan berkafein tinggi

Robusta memiliki karakter yang sangat berbeda dari Arabika. Rasanya lebih pahit, bold, dan cenderung earthy.

Kandungan kafeinnya juga jauh lebih tinggi, menjadikannya favorit bagi penikmat kopi yang menginginkan efek segar lebih kuat.

Jenis kopi ini banyak digunakan untuk kopi tubruk, kopi instan, serta campuran espresso karena mampu menghasilkan crema yang tebal dan konsisten.

3. Liberika, cita rasa unik yang jarang

Liberika termasuk jenis kopi yang tidak banyak dibudidayakan. Ukuran bijinya lebih besar dengan aroma yang cukup mencolok.

Rasa Liberika sering digambarkan memiliki sentuhan kayu, smoky, hingga fruity yang tidak biasa.

Karena karakternya yang khas, Liberika umumnya digemari oleh penikmat kopi yang senang bereksperimen dan mencari pengalaman rasa yang berbeda dari kopi pada umumnya.

4. Excelsa, segar dan kompleks

Excelsa masih satu keluarga dengan Liberika, tetapi memiliki profil rasa yang unik. Kopi ini dikenal dengan tingkat keasaman yang lebih tajam serta aroma buah yang kuat.

Excelsa jarang dikonsumsi sebagai single origin dan lebih sering digunakan sebagai campuran (blend) untuk menambah kedalaman dan kompleksitas rasa.

Selain jenis biji, cita rasa kopi juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti metode pengolahan, tingkat sangrai, hingga daerah asal penanaman.

Inilah yang membuat satu jenis biji kopi bisa menghadirkan pengalaman rasa yang berbeda-beda.

Dengan memahami jenis biji kopi, kamu bisa lebih mudah memilih kopi sesuai selera.

Apakah kamu lebih cocok dengan Arabika yang ringan dan aromatik, Robusta yang kuat dan penuh energi, atau justru tertarik menjelajahi karakter unik Liberika dan Excelsa semuanya kembali pada preferensi masing-masing penikmat kopi.(*)




Kampung Naga Tasikmalaya, Warisan Budaya Sunda yang Tetap Lestari

SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah derasnya arus modernisasi, Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tetap berdiri sebagai simbol keteguhan masyarakat adat dalam menjaga warisan leluhur.

Desa adat ini menawarkan pengalaman berbeda bagi siapa pun yang berkunjung tenang, sederhana, dan sarat makna.

Perjalanan menuju Kampung Naga menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri.

Dari jalan utama, pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga yang membelah perbukitan.

Setiap langkah seolah membawa wisatawan menjauh dari kebisingan dunia luar dan mendekat ke kehidupan yang berjalan lebih perlahan.

Sesampainya di bawah, deretan rumah panggung tampak tersusun rapi.

Atap ijuk, dinding anyaman bambu, serta orientasi rumah yang seragam mencerminkan filosofi keteraturan dan kebersamaan yang dipegang masyarakat Kampung Naga sejak turun-temurun.

Masyarakat Kampung Naga masih memegang teguh aturan adat dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaan listrik dan berbagai peralatan modern dibatasi secara ketat sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Aktivitas bertani, menenun, hingga mengolah hasil alam dilakukan dengan cara-cara tradisional yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Hal paling mencolok saat berada di Kampung Naga adalah suasananya yang hening. Tidak terdengar deru mesin, kendaraan, atau suara gawai.

Yang hadir hanyalah bunyi alam gemericik air sungai, desir angin, dan aktivitas warga.

Keheningan ini memberi ruang bagi pengunjung untuk benar-benar berhenti sejenak dari ritme hidup modern yang serba cepat.

Sebagai desa adat, Kampung Naga juga menerapkan aturan khusus bagi wisatawan.

Pengunjung diminta berpakaian sopan, menjaga tutur kata, serta menghormati batas-batas adat yang berlaku.

Aturan tersebut bukan untuk membatasi, melainkan menjaga keseimbangan antara manusia, budaya, dan alam.

Meski terbuka untuk umum, Kampung Naga bukanlah destinasi wisata hiburan.

Tidak ada atraksi buatan atau pertunjukan budaya yang dipentaskan secara khusus. Justru keaslian kehidupan sehari-hari masyarakatnya menjadi daya tarik utama.

Kampung Naga menghadirkan pesan kuat bahwa kemajuan tidak selalu berarti meninggalkan tradisi.

Di tempat ini, budaya, alam, dan manusia hidup berdampingan secara harmonis.

Bagi pencari ketenangan dan penikmat wisata budaya autentik, Kampung Naga menawarkan pengalaman sederhana yang membekas dalam ingatan.(*)