120 Siswa, Guru, dan Orang Tua di Sekernan Keracunan Makanan MBG

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sekitar 120 orang di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026, dan mayoritas korban merupakan anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA, termasuk balita dan sejumlah orang tua siswa.

Direktur RSUD Ahmad Ripin Sengeti, Agus Subekti, mengatakan seluruh korban telah mendapat penanganan medis.

Berdasarkan data sementara, sebagian besar pasien mengalami gejala ringan hingga sedang.

“Data sementara yang masuk sekitar 120 orang, terdiri dari anak-anak, guru, dan balita,” ujar Agus saat dikonfirmasi Jumat malam.

Dua orang pasien yang kondisinya memerlukan penanganan lebih lanjut dirujuk ke RSUD Raden Mattaher, Kota Jambi.

Sementara 106 pasien menjalani perawatan inap di RSUD Ahmad Ripin Sengeti, dan 12 lainnya menjalani rawat jalan serta diperbolehkan pulang.

Agus memastikan kondisi rumah sakit masih terkendali, dengan kapasitas ruangan dan stok obat-obatan yang memadai untuk menangani pasien.

“Untuk saat ini, kapasitas ruangan dan stok obat-obatan masih memadai,” tambah Agus.

Pemerintah daerah dan Satgas MBG Muaro Jambi telah menghentikan sementara distribusi makanan dari dapur Sengeti.

Sementara sampel makanan sedang diperiksa laboratorium. Investigasi juga dilakukan di lapangan untuk memastikan penyebab keracunan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.(*)




Satgas MBG Hentikan Operasional Dapur Sengeti, Sampel Makanan Diperiksa Laboratorium

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemkab Muaro Jambi menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kelurahan Sengeti menyusul dugaan permasalahan pada makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.

Saat ini, sampel makanan tengah diperiksa laboratorium, disertai investigasi lapangan oleh pihak terkait.

Sekretaris Daerah (Sekda) Muaro Jambi yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG, menegaskan bahwa penghentian sementara dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk menjamin keselamatan masyarakat.

“Sampel makanan MBG sedang diperiksa di laboratorium. Badan Gizi Nasional bersama Satgas Pemda juga turun langsung ke lapangan untuk melakukan penelusuran,” ujar Sekda, Jumat (30/1/2026).

Hasil investigasi awal mengungkap dugaan kelalaian Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) dalam penerapan standar kebersihan, higienitas, dan sterilisasi bahan makanan.

Sekda menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas, yang jika dijalankan konsisten, seharusnya mencegah kejadian seperti ini.

Sebagai langkah antisipasi, Satgas MBG telah mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh SPPG.

Khususnya yang berada di Sengeti, agar mematuhi SOP mulai dari pengolahan, penggunaan bahan baku, hingga penyajian makanan.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan dan kualitas gizi penerima manfaat menjadi prioritas utama.

Hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi lapangan akan dilaporkan kepada pemerintah pusat, yang nantinya akan menentukan apakah program MBG di Sengeti dapat dijalankan kembali.

Evaluasi menyeluruh juga dijadwalkan untuk memastikan program MBG ke depan berjalan sesuai standar dan mencegah terulangnya masalah serupa.(*)




Bupati Muaro Jambi Pastikan Pengobatan Gratis untuk Korban Keracunan MBG

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bergerak cepat menangani insiden keracunan yang menimpa lebih dari 40 murid sekolah.

Seluruh biaya pengobatan korban dipastikan ditanggung oleh pemerintah daerah.

Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, didampingi Wakil Bupati Junaidi H Mahir dan Sekretaris Daerah Budhi Hartono, meninjau langsung kondisi para siswa yang dirawat di RSUD Ahmad Ripin, Jumat (30/1/2026).

“Kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama kami saat ini. Untuk sementara, pengobatan akan diberikan secara gratis kepada seluruh korban,” ujar Bambang saat ditemui di rumah sakit.

Kasus keracunan ini diduga terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di sejumlah sekolah.

Para siswa menunjukkan gejala muntah, diare, tubuh lemas, hingga gemetar setelah mengonsumsi makanan di sekolah.

Salah satu orang tua murid, Fitriani, mengungkapkan kondisi anaknya setelah makan di sekolah.

“Sekitar jam sebelas siang masih normal. Setelah pulang, anak saya muntah-muntah. Bibirnya sampai biru dan badannya gemetaran,” kata Fitriani.

Pemerintah daerah menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan tenaga medis agar proses pemulihan para korban berjalan optimal.

Selain itu, Pemkab Muaro Jambi tengah menyiapkan mekanisme penanganan lanjutan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti keracunan serta merumuskan langkah pencegahan agar kasus seperti ini tidak terulang.(*)




Jokowi Klarifikasi Isu Keterkaitan Dirinya dalam Penyidikan Kuota Haji

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait namanya yang kembali dikaitkan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024.

Isu tersebut mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi, termasuk mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.

Jokowi menyampaikan klarifikasinya saat ditemui awak media di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).

Ia menilai penyebutan nama presiden dalam berbagai perkara hukum yang melibatkan menteri merupakan hal yang kerap terjadi, mengingat seluruh kebijakan kementerian berada dalam kerangka kebijakan dan arahan presiden.

Menurut Jokowi, setiap program kerja menteri secara prinsip berasal dari keputusan dan kebijakan presiden.

Namun, ia menegaskan adanya perbedaan tegas antara kebijakan pemerintahan yang sah dengan praktik korupsi yang melanggar hukum.

“Di setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya. Karena apa pun program kerja menteri pasti dari kebijakan Presiden, dari arahan Presiden, dan dari perintah-perintah Presiden. Tetapi tidak ada yang namanya perintah atau arahan untuk korupsi. Enggak ada,” ujar Jokowi.

Jokowi menegaskan bahwa selama menjabat sebagai presiden, ia tidak pernah memberikan instruksi, arahan, maupun perintah yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi, termasuk dalam perkara dugaan penyalahgunaan kuota haji tambahan tahun 2024.

Nama Jokowi sebelumnya disebut dalam sebuah siniar yang tayang di YouTube pada 15 Januari 2026.

Dalam tayangan tersebut, Gus Yaqut menyebut bahwa tambahan 20 ribu kuota haji untuk Indonesia pada 2024 diterima langsung oleh Jokowi bersama sejumlah menteri terkait.

Menanggapi hal itu, Jokowi menyatakan bahwa permintaan tambahan kuota tersebut memang merupakan kebijakan pemerintah saat itu, namun pengelolaan dan pelaksanaannya sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kementerian Agama.

Saat ini, kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 tengah ditangani KPK.

Penyidik telah menetapkan Gus Yaqut dan mantan stafnya sebagai tersangka, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami peran berbagai pihak dalam perkara tersebut.

Jokowi pun meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Ia menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti bersalah harus bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(*)




Lebih Mendesak Ketimbang Lapangan Pekerjaan, Pernyataan Kepala Bappenas soal MBG Picu Perdebatan Publik

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy terkait prioritas program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik.

Dalam sebuah forum diskusi kebijakan, Rachmat menyebut bahwa MBG dinilai lebih mendesak dibandingkan penciptaan lapangan kerja, meskipun keduanya tetap menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat saat merespons pertanyaan peserta diskusi mengenai arah prioritas pembangunan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait gizi, harus ditempatkan sebagai fondasi utama sebelum membahas persoalan pembangunan lain yang bersifat struktural.

“Ketika saya ditanya apakah MBG penting, saya jawab sangat penting. Lalu ditanya apakah MBG lebih penting dibandingkan lapangan kerja, saya katakan MBG lebih mendesak,” ujar Rachmat dalam forum tersebut.

Menurut Rachmat, program Makan Bergizi Gratis menyasar kelompok paling rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan keluarga kurang mampu

Ia menilai kecukupan gizi menjadi prasyarat utama dalam pembangunan sumber daya manusia.

Anak-anak yang mengalami kekurangan gizi saat ini, kata dia, berisiko menghadapi masalah kesehatan dan produktivitas di masa depan.

Meski demikian, Rachmat menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja tetap menjadi fokus pemerintah.

Namun, dampak program ketenagakerjaan umumnya bersifat jangka menengah hingga panjang.

Sementara itu, MBG dinilai memberikan manfaat langsung yang dapat dirasakan masyarakat setiap hari, terutama dalam menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

Ia juga menekankan bahwa persoalan makan tidak bisa ditunda.

Menurutnya, masyarakat yang lapar atau kekurangan gizi akan kesulitan memanfaatkan peluang ekonomi, sebaik apa pun lapangan kerja yang tersedia.

Lebih jauh, Rachmat menilai program MBG bukan sekadar bantuan sosial.

Program ini dinilai memiliki efek berganda terhadap perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja di dapur umum, keterlibatan petani dan peternak lokal, hingga penguatan rantai pasok pangan nasional.

Di akhir pemaparannya, Rachmat mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh dimaknai secara sempit hanya sebagai pembangunan fisik.

Ia menekankan pentingnya pembangunan manusia dan sosial sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.

“Makan bergizi adalah bagian dari pembangunan yang harus diselesaikan. Infrastruktur itu bukan hanya jalan dan gedung, tapi juga infrastruktur sosial yang menyentuh persoalan dasar masyarakat,” pungkas Rachmat.

Pernyataan tersebut memicu diskusi luas di ruang publik. Sebagian pihak mempertanyakan prioritas yang disampaikan, sementara lainnya menilai pandangan Rachmat relevan dengan tantangan pembangunan sumber daya manusia yang masih dihadapi Indonesia.(*)




Indonesia Gabung Board of Peace, PBNU Nilai Langkah Strategis dan Tepat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang membawa Indonesia menjadi anggota Board of Peace atau Dewan Perdamaian, sebuah forum internasional yang berfokus pada upaya perdamaian dan pemulihan di Gaza, Palestina.

Keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut ditandai dengan penandatanganan piagam Board of Peace oleh Presiden Prabowo dalam pertemuan internasional beberapa waktu lalu.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen diplomasi aktif Indonesia dalam mendukung penyelesaian konflik berkepanjangan yang dialami rakyat Palestina.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menilai keputusan tersebut sebagai langkah yang tepat dan strategis.

Menurutnya, Indonesia perlu terus memperluas peran dan kehadirannya di berbagai forum global agar kontribusinya bagi perdamaian Palestina tidak berhenti pada pernyataan moral semata.

“Keputusan Presiden untuk bergabung di dalam Board of Peace ini, saya kira adalah keputusan yang tepat berdasarkan komitmen yang abadi untuk membantu Palestina,” ujar Gus Yahya kepada wartawan di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026).

Gus Yahya menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa bersikap pasif jika benar-benar ingin membantu Palestina keluar dari konflik yang telah berlangsung lama.

Ia menilai kehadiran Indonesia di berbagai platform internasional justru penting agar suara yang memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina tetap terdengar.

Menurutnya, meskipun keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace menuai perdebatan dan dianggap kontroversial oleh sebagian pihak, langkah tersebut harus dilihat sebagai bagian dari strategi jangka panjang diplomasi perdamaian.

“Kalau kita memang sungguh ingin berbuat sesuatu untuk membantu Palestina menemukan jalan keluar dari masalahnya, maka kita harus hadir di semua arena, apa pun arenanya dan apa pun platform-nya,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers.

Respons PBNU ini muncul di tengah diskusi publik terkait efektivitas Board of Peace serta implikasi diplomatik dari keanggotaan Indonesia.

Namun PBNU menilai langkah tersebut justru memperluas ruang gerak Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendorong perdamaian global, khususnya di kawasan Gaza.(*)




Usai IHSG Anjlok, Tiga Petinggi OJK Lepas Jabatan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengumumkan pengunduran diri tiga pejabat puncaknya pada Jumat (30/1/2026).

Langkah ini diambil menyusul gejolak tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dua hari sebelumnya dan menjadi sorotan luas di pasar keuangan nasional maupun global.

Pengunduran diri tersebut terjadi tidak lama setelah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengambil keputusan serupa.

Situasi ini memperkuat sinyal adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan stabilitas pasar modal Indonesia.

Tiga pejabat OJK yang mengajukan pengunduran diri adalah Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon I.B. Aditya Jayaantara.

Dalam pernyataan resminya, OJK menyebutkan bahwa proses pengunduran diri telah disampaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan akan diproses berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, sebagaimana diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023.

Mahendra Siregar menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral, bukan sekadar pergantian jabatan.

“Pengunduran diri ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan, khususnya di sektor pasar modal yang sedang menghadapi tekanan besar,” ujar Mahendra dalam keterangan resmi OJK.

Meski terjadi perubahan pada jajaran pimpinan, OJK memastikan bahwa fungsi pengaturan, pengawasan, serta penjagaan stabilitas sektor jasa keuangan tetap berjalan normal.

Lembaga tersebut menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan kebijakan, pengawasan industri, serta pelayanan kepada masyarakat dan pelaku jasa keuangan.

Pengunduran diri para pejabat OJK ini berlangsung di tengah meningkatnya perhatian global terhadap kondisi pasar modal Indonesia.

Sejumlah isu seperti persepsi investor internasional, evaluasi indeks global termasuk MSCI, serta upaya penguatan transparansi dan likuiditas pasar menjadi tantangan yang tengah dihadapi regulator dan otoritas bursa.(*)




Masih Sering Dikonsumsi, 5 Makanan Ini Berpotensi Picu Sel Kanker

SEPUCUKJAMBI.ID – Pola makan sehari-hari memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jenis makanan tertentu dapat memengaruhi kondisi sel di dalam tubuh, termasuk sel kanker.

Meski kanker tidak muncul akibat satu faktor tunggal, pola konsumsi yang tidak seimbang dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sel abnormal.

Ahli gizi masyarakat, Dr. Rina Kartika, menjelaskan bahwa risiko kanker tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimakan, tetapi juga seberapa sering dan seberapa banyak.

“Masalahnya bukan pada satu jenis makanan saja, melainkan pola makan jangka panjang yang tinggi gula, lemak tidak sehat, dan makanan olahan,” ujarnya.

Berikut lima jenis makanan yang kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko pertumbuhan sel kanker dan masih banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia:

1. Makanan tinggi gula tambahan

Asupan gula berlebih tidak secara langsung menyebabkan kanker, namun dapat memicu obesitas dan resistensi insulin.

Kedua kondisi ini diketahui berhubungan dengan meningkatnya risiko beberapa jenis kanker.

Selain itu, sel kanker memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi utama untuk berkembang.

2. Karbohidrat olahan

Karbohidrat olahan seperti nasi putih, roti putih, dan produk tepung olahan memiliki indeks glikemik tinggi.

Konsumsi berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah berulang, yang dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan peradangan dan gangguan metabolisme.

3. Daging olahan

Sosis, nugget, kornet, dan daging asap telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, khususnya kanker kolorektal.

Proses pengawetan, penggunaan nitrit, serta pemanasan suhu tinggi diduga menghasilkan senyawa yang berbahaya bagi tubuh.

4. Makanan tinggi lemak trans

Lemak trans banyak ditemukan pada gorengan, makanan cepat saji, dan produk kemasan tertentu.

Lemak jenis ini dapat memicu peradangan kronis, kondisi yang diketahui dapat mendukung perkembangan sel kanker.

5. Makanan dan minuman ultra-proses

Produk ultra-proses umumnya tinggi gula, garam, dan lemak tidak sehat, namun rendah serat dan zat gizi penting.

Konsumsi berlebihan dapat mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh dan dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa tidak ada satu makanan pun yang secara langsung menyebabkan kanker.

Risiko penyakit ini muncul dari kombinasi berbagai faktor, seperti pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, faktor genetik, dan lingkungan.

Karena itu, menerapkan pola makan seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh.

Serta membatasi makanan olahan menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan kanker dan menjaga kesehatan jangka panjang.(*)




Terlalu Banyak Garam Bisa Berbahaya, Kenali Gejalanya Sejak Dini

SEPUCUKJAMBI.ID – Garam memang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dan fungsi saraf.

Namun, jika dikonsumsi berlebihan, natrium justru dapat memicu gangguan kesehatan secara perlahan tanpa disadari.

Banyak orang tidak menyadari tubuhnya kelebihan garam karena gejalanya muncul ringan, tetapi konsisten.

Dokter gizi klinis, dr. Maya Putri, menjelaskan bahwa kelebihan natrium sering berasal dari pola makan tinggi makanan olahan.

“Sebagian besar asupan garam harian justru datang dari makanan kemasan dan siap saji, bukan dari garam dapur yang kita tambahkan sendiri,” ujarnya.

Berikut sejumlah tanda tubuh kelebihan garam yang perlu diwaspadai:

1. Rasa haus berlebihan

Asupan natrium yang tinggi menarik cairan keluar dari sel tubuh. Akibatnya, tubuh terus memberi sinyal haus meski sudah cukup minum.

2. Wajah, tangan, atau kaki terlihat bengkak

Retensi cairan menjadi respons umum saat tubuh kelebihan garam. Pembengkakan ringan biasanya terlihat di wajah, jari tangan, dan pergelangan kaki.

3. Tekanan darah cenderung naik

Kadar natrium yang berlebih meningkatkan volume darah, sehingga tekanan pada pembuluh darah ikut meningkat tanpa gejala yang jelas.

4. Sering sakit kepala atau pusing

Perubahan tekanan darah dan keseimbangan cairan dapat memicu sakit kepala, terutama setelah mengonsumsi makanan asin.

5. Perut terasa kembung dan tidak nyaman

Penumpukan cairan di sistem pencernaan membuat perut terasa penuh, kencang, dan kurang nyaman.

6. Perubahan frekuensi buang air kecil

Ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan natrium, sehingga seseorang bisa lebih sering buang air kecil.

7. Tubuh mudah lelah

Ketidakseimbangan elektrolit dapat memengaruhi kerja otot dan saraf, membuat tubuh terasa lemas meski tidak beraktivitas berat.

8. Kram otot lebih sering terjadi

Kelebihan natrium dapat mengganggu keseimbangan mineral lain seperti kalium, yang berperan penting dalam fungsi otot.

9. Mulut terasa kering

Kadar garam yang tinggi bisa menurunkan produksi air liur, menyebabkan mulut terasa kering dan lengket.

Jika kondisi ini berlangsung lama, risiko gangguan kesehatan serius seperti hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan ginjal dapat meningkat.

Karena itu, membatasi konsumsi makanan tinggi garam dan lebih cermat membaca label nutrisi menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.(*)




Emas Antam Turun Drastis Hari Ini, Investor Perlu Waspada

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Sabtu.

Berdasarkan pantauan di laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp260.000 dari sebelumnya Rp3.120.000 menjadi Rp2.860.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada harga jual kembali atau buyback. Saat ini, harga buyback emas Antam berada di level Rp2.654.000 per gram, turun cukup dalam dari harga sebelumnya yang masih berada di Rp2.939.000 per gram.

Analis pasar komoditas, Andi Prasetyo, menilai koreksi harga emas ini tidak lepas dari sentimen global.

“Tekanan dari penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga global membuat harga emas mengalami koreksi tajam dalam jangka pendek,” ujarnya.

Dalam setiap transaksi penjualan emas batangan, konsumen dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.

Aturan ini berlaku untuk seluruh jenis emas batangan dengan gramasi mulai dari 1 gram hingga 1.000 gram.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi non-NPWP.

Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback yang diterima.

Berikut daftar harga emas batangan Antam terbaru yang tercatat di laman Logam Mulia:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1.480.000

  • Harga emas 1 gram: Rp2.860.000

  • Harga emas 2 gram: Rp5.660.000

  • Harga emas 3 gram: Rp8.465.000

  • Harga emas 5 gram: Rp14.075.000

  • Harga emas 10 gram: Rp28.095.000

  • Harga emas 25 gram: Rp70.112.000

  • Harga emas 50 gram: Rp140.145.000

  • Harga emas 100 gram: Rp280.212.000

  • Harga emas 250 gram: Rp700.265.000

  • Harga emas 500 gram: Rp1.400.320.000

  • Harga emas 1.000 gram: Rp2.800.600.000

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembeli dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP.

Setiap transaksi pembelian emas disertai dengan bukti potong PPh 22.(*)