Dua Remaja Tertangkap Curi HP Jemaah di Masjid Sarolangun

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Aksi pencurian yang terjadi di Masjid Nurul Iman berhasil diungkap aparat kepolisian setelah dua pelaku diamankan usai mencuri handphone milik jemaah yang tengah beristirahat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 17 April 2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, korban sedang tertidur di dalam masjid usai melakukan perjalanan, dengan barang berharga disimpan di dalam jaket.

Memanfaatkan situasi sepi dan kelengahan korban, pelaku diduga membuka resleting jaket secara perlahan dan mengambil tas yang berisi beberapa unit telepon genggam tanpa disadari.

Setelah menerima laporan, jajaran Polsek Sarolangun segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua pelaku berinisial R.A. (17) dan A.C. (22), yang diketahui merupakan warga Desa Lubuk Sepuh, Kecamatan Pelawan. Salah satu pelaku masih berstatus pelajar.

Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit iPhone XR warna merah dan satu unit iPhone 13 warna biru. Sementara satu unit handphone lainnya masih dalam proses pencarian.

Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah melalui Kapolsek Sarolangun, IPTU Rozalia Saputra, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap barang berharga, terutama saat berada di tempat umum.

“Handphone sering menjadi target kejahatan karena mudah dibawa dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat beristirahat,” ujarnya.

Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Mapolsek Sarolangun untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga masih melakukan pengembangan guna menemukan barang bukti yang belum ditemukan.(*)




Kejati Jambi Terapkan RJ, 6 Perkara Diselesaikan Tanpa Persidangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kejaksaan Agung RI menyetujui penghentian penuntutan satu perkara tindak pidana umum di wilayah Jambi melalui mekanisme keadilan restoratif (restorative justice).

Persetujuan tersebut disampaikan dalam ekspose perkara yang digelar pada Senin, 4 Mei 2026, melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum yang diwakili Direktur A Jampidum, Hari Wibowo, kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Sugeng Hariadi, secara virtual.

Ekspose tersebut turut dihadiri jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi, para kepala kejaksaan negeri se-wilayah Jambi, serta pejabat struktural bidang tindak pidana umum.

Sugeng Hariadi menjelaskan, perkara yang disetujui untuk dihentikan penuntutannya berasal dari Kejaksaan Negeri Tebo dengan tersangka berinisial M Sarnubi.

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Ia menegaskan bahwa penerapan restorative justice merupakan upaya menghadirkan keadilan yang tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga pemulihan kondisi sosial.

“Pendekatan ini bertujuan memulihkan keadaan dan menjaga keharmonisan masyarakat melalui kesepakatan para pihak,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa implementasi mekanisme ini harus mengacu pada ketentuan hukum terbaru, termasuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP, khususnya pada tahap penuntutan.

Selain itu, sinergi antarpenegak hukum dan lembaga terkait dinilai penting agar pelaksanaan keadilan restoratif, termasuk pidana kerja sosial, dapat berjalan efektif, terukur, dan diawasi dengan baik.

Secara keseluruhan, Kejati Jambi mencatat terdapat enam perkara yang ditangani melalui mekanisme keadilan restoratif di wilayah tersebut.

Rinciannya, tiga perkara diselesaikan melalui restorative justice di Kejari Muaro Jambi dan Cabang Kejari Batanghari Muaro Tembesi, sementara tiga lainnya berasal dari Kejari Merangin, Kejari Jambi, dan Kejari Tebo dengan berbagai kasus seperti pencurian, narkotika, dan penipuan.

Kejati Jambi menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan hukum yang humanis, berkeadilan, dan adaptif seiring dengan pembaruan sistem hukum nasional.()*




Seru! Walikota Cup Race Jambi 2026, Wali Kota Jajal Motor Listrik Honda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan dunia otomotif dengan berpartisipasi dalam ajang Walikota Cup Race 2026 yang digelar pada 2–3 Mei 2026.

Event balap yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah ini menjadi salah satu ajang bergengsi bagi para pecinta otomotif sekaligus wadah pembinaan bagi pembalap muda di Kota Jambi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Jambi, Maulana, bersama jajaran pejabat daerah serta komunitas otomotif dari berbagai kalangan.

Salah satu momen menarik dalam kegiatan ini adalah ketika Maulana mencoba langsung sepeda motor listrik Honda CUV e: RoadSync di lintasan balap.

Aksi tersebut sukses menarik perhatian penonton dan menambah semarak suasana acara.

Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat kompetisi, Sinsen juga menghadirkan hadiah spesial berupa satu unit sepeda motor Honda Revo yang diberikan pada puncak acara.

General Manager Sinsen, Andrew Attan, menyampaikan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam ajang ini merupakan bagian dari upaya mendukung ekosistem otomotif di daerah.

“Ajang ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi pembalap muda untuk berkembang secara positif, sekaligus mengurangi balap liar di kalangan remaja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia industri menjadi kunci dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat serta berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain sebagai kompetisi, Walikota Cup Race 2026 juga menjadi sarana mempererat hubungan antar komunitas otomotif di Jambi.

Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia balap di daerah.(*)




Diskon Servis hingga 50%! Promo Spesial Motor Honda di Jambi Mei 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Memasuki musim hujan, perawatan sepeda motor menjadi hal penting untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal sekaligus memastikan keselamatan berkendara.

Melihat kebutuhan tersebut, PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) menghadirkan program Promo Service Musim Hujan yang berlangsung mulai 1 hingga 15 Mei 2026 di seluruh jaringan AHASS se-Provinsi Jambi.

Program ini ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi pengguna sepeda motor Honda dalam melakukan perawatan berkala, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Dalam promo tersebut, konsumen dapat menikmati berbagai penawaran menarik, di antaranya diskon servis sebesar 10 persen untuk paket servis lengkap beserta penggantian oli, diskon jasa ganti ban hingga 50 persen untuk paket tertentu, serta layanan pengecekan rangka secara gratis di AHASS.

Seluruh proses servis dilakukan oleh mekanik bersertifikat dengan penggunaan suku cadang asli Honda, sehingga kualitas perawatan tetap terjaga.

General Manager Service & Parts Sinsen, Erwin Susanto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.

“Perawatan rutin sangat penting, terutama saat musim hujan. Dengan kondisi motor yang prima, pengendara akan merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas,” ujarnya.

Program Promo Service Musim Hujan ini berlaku untuk seluruh konsumen sepeda motor Honda di Jambi dan dapat dimanfaatkan baik sebelum maupun saat musim hujan berlangsung.

Melalui program ini, Sinsen mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kendaraan serta memanfaatkan layanan bengkel resmi agar performa motor tetap optimal di berbagai kondisi cuaca.(*)




Kisah 30 Kader Kesehatan Desa Sukamukti, AHM Turun Tangan Perkuat Layanan

BEKASI, SEPUCUKJAMBI.ID – Di balik layanan kesehatan bagi ribuan warga Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, terdapat puluhan kader kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat.

Sebanyak 30 kader kesehatan lintas usia setiap harinya mendedikasikan diri melayani warga melalui Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu.

Mereka menangani berbagai kelompok masyarakat, mulai dari ibu hamil, balita, hingga lansia.

Melihat peran penting tersebut, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat memberikan pelatihan serta pendampingan guna meningkatkan kapasitas para kader.

Dalam program ini, para kader dibekali berbagai keterampilan yang terangkum dalam Tanda Kecakapan Kader (TKK).

Setidaknya terdapat 25 jenis kompetensi yang diajarkan, mulai dari layanan kesehatan dasar, komunikasi efektif, hingga pengelolaan Posyandu.

Pelatihan dilakukan secara komprehensif melalui teori, simulasi, hingga praktik langsung di lapangan. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas edukasi kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

Salah satu kader Posyandu Desa Sukamukti, Kanah, mengaku pelatihan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan pelayanan.

“Dengan adanya pembekalan ini, kami jadi lebih memahami standar pelayanan dan bisa memberikan edukasi kesehatan secara lebih optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Program ini juga mendukung penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) di tingkat desa, yang mengintegrasikan layanan kesehatan berdasarkan siklus hidup masyarakat.

Tak hanya pelatihan, AHM juga memberikan dukungan sarana dan prasarana kesehatan, mulai dari tempat tidur pasien, alat kesehatan, hingga fasilitas penunjang seperti instalasi air bersih dan pendingin ruangan.

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan bahwa penguatan layanan kesehatan primer merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kesehatan adalah fondasi utama untuk masa depan yang lebih baik. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif,” ujarnya.

Selain di Bekasi, program serupa juga dijalankan di beberapa wilayah lain, seperti Karawang dan Jakarta Utara.

AHM bahkan menyalurkan ratusan paket makanan tambahan untuk balita serta mendukung pelatihan kader Posyandu sesuai standar Kementerian Kesehatan.

Melalui berbagai inisiatif ini, AHM berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.(*)




Damkar Kota Jambi Bersinar di Ajang Nasional, Wali Kota Maulana Beri Apresiasi Tinggi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan apresiasi atas kinerja tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Penghargaan tersebut diberikan menyusul capaian tim Damkartan dalam ajang National Firefighter Skill Competition 2026 yang berlangsung di Stadion Jakabaring.

Dalam keterangannya, Maulana menegaskan bahwa peran petugas pemadam kebakaran kini semakin kompleks.

Tidak hanya menangani kebakaran, Damkar juga dituntut sigap dalam berbagai situasi darurat lainnya.

“Peran Damkar saat ini semakin luas. Banyak kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan keterampilan tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi capaian tim yang berhasil menjadi juara pertama tingkat regional Sumatera serta meraih Juara Harapan 2 di tingkat nasional dalam kategori survival.

Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan kualitas dan kesiapan tim Damkartan Kota Jambi dalam bersaing di level lebih tinggi, meskipun dengan keterbatasan fasilitas dan intensitas latihan.

“Daerah lain mungkin memiliki sarana lebih lengkap, tetapi kita tetap mampu menunjukkan performa terbaik. Ini prestasi yang patut dibanggakan,” tambahnya.

Kompetisi yang diikuti oleh 46 kabupaten dan kota se-Indonesia ini mempertandingkan sejumlah kategori, seperti ladder pitching, hose laying, dan survival.

Tim Kota Jambi sendiri menurunkan dua regu dalam ajang tersebut.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang hadir langsung di lokasi lomba turut menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.

“Ini hasil dari kerja keras tim sejak masa latihan hingga pelaksanaan kompetisi. Semoga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, menyebut prestasi ini menjadi pencapaian maksimal, mengingat keikutsertaan ini merupakan yang pertama di tingkat nasional.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami dan akan menjadi motivasi untuk terus berkembang ke depan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Jambi yang telah memberikan semangat kepada seluruh tim.

Dengan capaian ini, Damkartan Kota Jambi diharapkan semakin meningkatkan kualitas layanan serta terus menjaga kepercayaan masyarakat sebagai garda terdepan dalam penanganan kondisi darurat.(*)




Dorong SDM Melek Teknologi, Pemkot Jambi Gelar Pelatihan AI dan Konten Kreator

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, secara resmi membuka kegiatan pelatihan Digital Talent Academy (DTA) pada Selasa, 5 Mei 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Jambi dengan BBPSDMP Komunikasi dan Digital Medan.

Kolaborasi ini difokuskan untuk memperkuat kompetensi digital bagi aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, hingga masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Maulana menekankan bahwa transformasi digital kini menjadi kebutuhan utama, bukan lagi sekadar pilihan.

Ia menyebut, peningkatan kemampuan digital sangat penting guna menunjang pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

“Pemanfaatan teknologi harus terus ditingkatkan, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat. Ini menjadi kunci dalam menghadapi era digital,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan BBPSDMP Komunikasi dan Digital Medan, Yusrizal, menjelaskan bahwa wilayah Jambi termasuk dalam tanggung jawab pihaknya dalam program pengembangan SDM digital nasional.

Menurutnya, pelatihan ini dibagi ke dalam tiga segmen utama, yaitu peningkatan kompetensi ASN, literasi digital bagi pelaku UMKM, serta pengembangan keterampilan masyarakat sebagai kreator konten.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Mei 2026 ini mengangkat tema “Kreator Konten dan Pemanfaatan AI di Pemerintahan”.

Tema tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan saat ini, terutama dalam meningkatkan efektivitas kerja dan inovasi layanan publik.

Selain pelatihan untuk ASN, peserta dari kalangan UMKM juga mendapatkan materi terkait pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, masyarakat umum difasilitasi pelatihan khusus konten kreator yang berfokus pada produksi hingga distribusi konten digital.

Yusrizal menambahkan, program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan literasi digital secara menyeluruh.

“Kami berharap pelatihan ini mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing masyarakat di era digital,” katanya.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Jambi optimistis dapat mencetak SDM yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.(*)




Hardiknas 2026 di Jambi, Diza Tekankan Pentingnya Karakter dan Kejujuran Siswa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan penuh khidmat di lapangan utama kota, Senin (4/5/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazrah Aljosha, dan diikuti oleh jajaran pejabat daerah, para guru, serta ratusan pelajar dari berbagai sekolah.

Dalam amanatnya, Diza menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada capaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter generasi muda yang jujur dan berintegritas.

Menurutnya, nilai kejujuran merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang kuat dan dapat dipercaya di masa depan.

“Kejujuran menjadi kunci penting dalam membangun generasi yang tangguh serta memiliki integritas dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Ia juga menyoroti peran strategis guru dalam dunia pendidikan. Tidak hanya sebagai pengajar, guru dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing serta menjadi teladan bagi peserta didik.

“Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif dan membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang lebih baik,” lanjutnya.

Selain itu, Diza mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah, sekolah, dan orang tua, untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.

Sinergi tersebut dianggap penting guna mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

“Keberhasilan pendidikan akan sangat menentukan masa depan bangsa. Karena itu, semua pihak harus berperan aktif dan memberikan kontribusi terbaik,” tegasnya.

Peringatan Hardiknas ini menjadi momentum penting bagi Kota Jambi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mencetak generasi unggul yang siap menghadapi masa depan.(*)




Maulana Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Hardiknas 2026

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Jambi untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru, salah satunya melalui pengangkatan tenaga pendidik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti upacara peringatan Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah ke-30 tingkat Provinsi Jambi yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Bungo, Senin (4/5/2026).

Menurut Maulana, langkah pengangkatan guru menjadi PPPK merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap peran penting tenaga pendidik dalam mencetak generasi masa depan.

“Perkembangan dunia pendidikan saat ini sangat positif. Di Kota Jambi, seluruh tenaga guru sudah kita angkat menjadi PPPK sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Jambi juga terus mendorong revitalisasi sarana dan prasarana sekolah.

Upaya tersebut diperkuat melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk dengan Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, Maulana juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam sistem pembelajaran guna menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Di sisi lain, ia menyoroti tantangan besar dunia pendidikan saat ini, yakni pembentukan karakter generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

Pemkot Jambi, lanjutnya, mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai langkah menjaga nilai dan karakter bangsa.

“Kita ingin generasi muda tumbuh dengan karakter kuat dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan dan otonomi daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari guru hingga aparatur sipil negara, untuk terus menjaga semangat membangun daerah melalui peningkatan kualitas pendidikan.

“Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada generasi saat ini dalam melanjutkan perjuangan bangsa, terutama di bidang pendidikan dan pemerintahan daerah,” kata Al Haris.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jambi juga memberikan penghargaan kepada Bilqis Sakinah, siswi SMKN 4 Kota Jambi, atas prestasinya di tingkat nasional dalam bidang tata kecantikan.

Upacara ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, Forkopimda, serta para pelajar yang menjadi peserta, menandai komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Provinsi Jambi.(*)




MENAGIH DAULAT INDUSTRI : REORIENTASI SUBSIDI MENUJU INDONESIA HUB BUS LISTRIK DUNIA

​Oleh: Dr. Benny Nurdin Yusuf, M.H.

​Berhenti Menjadi Bangsa Penikmat

​Sudah saatnya kita menyudahi peran sebagai penonton di tengah gegap gempita revolusi otomotif global.

Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar yang haus konsumsi, melainkan harus hadir sebagai episentrum kekuatan baru.

Mari kita balik logikanya: “Hentikan subsidi kepemilikan kendaraan pribadi, alihkan menjadi modal industri transportasi massal.”

Biarkan dunia sibuk membanjiri pasar dengan kendaraan listrik personal, namun pastikan setiap bus listrik yang melintas di kota-kota besar dunia membawa identitas: Made in Indonesia.

Inilah manifestasi hakiki dari kedaulatan sektor otomotif kita. Negara wajib hadir memenuhi mandat konstitusional untuk mobilitas rakyat yang aman.

Keberpihakan pada transportasi massal bukan sekadar urusan mengurai macet, melainkan tentang harga diri bangsa dan tanggung jawab moral menyelamatkan nyawa.

Ingatlah, di balik dinginnya statistik, ada 3 hingga 4 nyawa anak bangsa yang melayang sia-sia di jalan raya setiap jamnya.

​Paradoks Lumbung Nikel: Antara Hilirisasi dan Ilusi Subsidi

​Indonesia hari ini berdiri di atas tumpukan “emas hijau”. Sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, kita adalah pemegang kunci transisi energi global.

Namun, sebuah ironi besar sedang terjadi: negara lumbung energi ini justru dijebak menjadi pasar konsumsi bagi kendaraan listrik (EV) asing.

Alih-alih membangun sebuah peradaban angkutan massal, Pemerintah tengah merencanakan kucuran subsidi sebesar Rp30 triliun untuk motor listrik pribadi.

Mungkin terdengar seperti angin segar bagi individu.

Namun, dibalik itu ini sebuah alarm kuat bagi ketahanan transportasi nasional, dalam menjaga ekosistem transportasi jalan di Indonesia.

Kebijakan rencana subsidi motor listrik dengan angka fantastis (30 teilliun) berisiko melanggengkan dominasi roda dua yang populasinya telah mencapai ±140 juta unit (85% dari total kendaraan), sementara populasi bus kita masih mengenaskan di angka kurang dari 1%.

Kita sedang terjebak dalam kebijakan yang hanya mengganti polusi dengan “kemacetan yang lebih canggih”, Sudah seharusnya kita keluar dari ketergantungan kendaraan pribadi dan membangun peradaban transportasi publik yang bermartabat dan berkeadilan.

Menggugat Subsidi: Memperlebar Lubang Maut?

Pertanyaan besarnya: apakah kucuran subsidi kendaraan listrik ini benar-benar sebuah manifestasi Etika Lingkungan, atau justru sekadar kedok kapitalisme yang memperdalam jurang kesenjangan antara privilese kendaraan pribadi dan keterpurukan angkutan umum?

Jika kebijakan ini terus dipaksakan, kita bukan sedang menyelamatkan bumi, melainkan sedang mempertaruhkan keselamatan di jalan raya atas nama transisi energi.

Berdasarkan fakta di lapangan yang cukup mengerikan, bahwa sepeda motor menyumbang 75% angka kecelakaan lalu lintas.

Dengan fatalitas mencapai 30.000 jiwa per tahun, mayoritas korban berada pada usia produktif (15–40 tahun).

Subsidi motor listrik tanpa pembenahan sistemik hanya mengubah konsumsi BBM menjadi baterai, tanpa mengubah fakta bahwa nyawa tetap bertaruh di jalanan.

Sementara program menghadirkan layanan angkutan umum massal seperti Buy The Service (BTS) masih tertatih-tatih di koridor utama, belum menyentuh “nadi” pemukiman.

Keterbatasan anggaran daerah selalu menjadi alasan klasik yang mematikan inovasi.

Kondisi inilah yang memaksa masyarakat tetap bergantung pada roda dua sebagai pilihan terakhir yang rasional namun berisiko tinggi.

​Strategi “Balas Budi”: Menjadi Raja di Rumah Sendiri

​Jika pemain global menyerbu pasar kita dengan kendaraan pribadi, strategi paling elegan untuk membalasnya adalah: Ekspor Bus Listrik.

Kita harus menggunakan “Kartu As” nikel untuk menekan pemain global melalui skema alih teknologi yang agresif. Kita tidak boleh lagi puas hanya menjadi “tukang jahit” karoseri.

​Indonesia harus naik kelas: memproduksi sasis dan sel baterai secara mandiri. Inilah esensi kedaulatan industri; menjadikan Indonesia sebagai Hub Produksi Bus Listrik Dunia.

Kita harus membalik status dari negara konsumtif menjadi produsen strategis.

​Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

​Pemerintah harus berani mereorientasi arah kebijakan, termasuk kebijakan yg kurang populer tapi mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi. Beberpa yg mendasar antara lain ;

1. ​Akselerasi Regulasi Fiskal: Pangkas birokrasi dan mudahkan insentif bagi lahirnya Bus Listrik Nasional karya anak bangsa.

Kita butuh visi besar seperti BYD; yang bermula dari mimpi, namun kini merajai ekosistem dunia.

2. ​Massifikasi Angkutan Listrik Terintegrasi: Dorong layanan transportasi massal berbasis listrik di setiap wilayah perkotaan.

Jadikan mobilitas masyarakat bertumpu pada sistem yang terintegrasi, bukan pada kepemilikan pribadi.

3. ​Subsidi Berbasis Layanan (Service-Based): Alihkan anggaran Rp30 triliun tersebut untuk pengadaan armada bus listrik nasional yang dioperasikan sebagai layanan publik berkualitas.

Jangkau hingga gang-gang kecil melalui angkutan pengumpan (feeder), sehingga rakyat tak lagi punya alasan untuk bergantung pada kendaraan pribadi.

Etika Lingkungan atau Kedok Kapitalisme?

​Menyelamatkan lingkungan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan nyawa.

Memperbaiki angkutan umum adalah etika lingkungan yang paling murni karena ia menyelesaikan emisi, kemacetan, dan keselamatan secara simultan.

Jangan sampai subsidi ini hanya menjadi “karpet merah” bagi kapitalisme global, sementara rakyat kecil tetap bertaruh nyawa di atas roda dua. ​Mari bangkit.

Bangun industri bus listrik kita sendiri, amankan jalan raya kita dengan standar keselamatan yang handal.

Jadikan Indonesia mercusuar produksi bus listrik dunia, bukan sekadar pasar teknologi asing!

​Bantaeng, 3 Mei 2026