Mustari Affandy Genjot Kualitas SDM Damkar, Personel Harus Siap Fisik dan Mental

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandy, menegaskan pentingnya standarisasi kompetensi bagi seluruh personel baru Damkar.

Hal itu disampaikannya saat pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dasar Aparatur Damkar Tahun 2026, Rabu (11/2/2026).

Sebanyak 34 aparatur mengikuti diklat tersebut. Mayoritas peserta merupakan pegawai berstatus PPPK yang sebelumnya berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan bukan berlatar belakang pemadam kebakaran.

“Mereka kini resmi menjadi bagian dari Damkar. Karena itu, harus memiliki standar kualifikasi dasar yang sama, baik dalam pemadaman maupun penyelamatan,” tegas Mustari.

Ia menjelaskan, diklat ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan teori dan praktik, mulai dari teknik pemadaman kebakaran, penggunaan peralatan, prosedur evakuasi korban, hingga edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

Menurutnya, tugas Damkar tidak hanya sebatas memadamkan api, tetapi juga meliputi operasi penyelamatan dan layanan kedaruratan lainnya.

“Damkar adalah layanan penyelamatan dan kemanusiaan. Personel harus siap secara fisik, mental, serta memiliki keterampilan yang terstandar sebelum turun ke lapangan,” jelasnya.

Mustari berharap melalui pendidikan dasar ini, seluruh peserta dapat menjalankan tugas secara profesional, cepat, dan tepat dalam merespons berbagai potensi kebakaran maupun kondisi darurat di Kota Jambi.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana yang turut membuka kegiatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia Damkar.

Ia menegaskan bahwa setiap aparatur yang mengenakan seragam damkar wajib memiliki kemampuan dasar yang memadai.

“Ancaman kebakaran selalu ada. Karena itu, kesiapan dan kompetensi personel menjadi hal utama,” ujar Maulana.

Melalui pelaksanaan diklat ini, Pemerintah Kota Jambi menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan demi memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.(*)




Wali Kota Jambi Genjot Kompetensi Damkar, 34 Aparatur Ikuti Diklat Dasar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor layanan darurat.

Wali Kota Jambi, Maulana, resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dasar Aparatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tahun 2026, Rabu (11/2/2026).

Sebanyak 34 aparatur mengikuti pelatihan ini. Mayoritas peserta merupakan pegawai berstatus PPPK yang sebelumnya tidak memiliki latar belakang sebagai personel pemadam kebakaran.

Dalam arahannya, Maulana menekankan bahwa seragam damkar bukan sekadar identitas, melainkan simbol tanggung jawab besar terhadap keselamatan masyarakat.

“Kalau sudah mengenakan seragam Damkar, maka harus memiliki kemampuan dasar pemadaman dan penyelamatan. Ini bukan pekerjaan biasa, ini menyangkut nyawa,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa potensi kebakaran selalu ada dan bisa terjadi kapan saja. Karena itu, kesiapsiagaan personel menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak kerugian.

Menurut Maulana, peningkatan kapasitas tidak berhenti pada pelatihan dasar saja.

Ke depan, Pemkot Jambi akan terus membekali personel dengan keterampilan teknis lanjutan agar mampu menghadapi berbagai kondisi darurat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandy, menjelaskan bahwa peserta diklat berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah seperti PTSP, pertanian, dan unit kerja lainnya yang kini resmi diperbantukan ke Damkar.

“Mereka harus memiliki standar kompetensi yang sama. Karena itu, diklat ini menjadi fondasi penting sebelum diterjunkan ke lapangan,” ujarnya.

Materi pelatihan meliputi teori dan praktik, mulai dari teknik pemadaman api, penggunaan alat, prosedur evakuasi korban, hingga edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

Mustari menegaskan bahwa tugas Damkar tidak terbatas pada pemadaman kebakaran saja, tetapi juga mencakup operasi penyelamatan dan layanan kedaruratan lainnya.

“Damkar adalah garda terdepan dalam layanan kemanusiaan. Personel harus siap secara fisik, mental, dan memiliki keterampilan terstandar,” katanya.

Melalui pelaksanaan Diklat Dasar ini, Pemkot Jambi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pemadam kebakaran yang profesional, responsif, dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat Kota Jambi.(*)




Gerakan Indonesia ASRI Digencarkan, Maulana Targetkan Kota Jambi Bebas TPS Liar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi semakin serius mewujudkan kota bersih dan tertata.

Melalui Program Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), Wali Kota Jambi Dr dr Maulana, MKM memimpin langsung aksi gotong royong di kawasan Terminal Rawasari, Rabu pagi (11/2/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari gerakan nasional kebersihan, tetapi juga sebagai langkah awal penataan lokasi yang akan difungsikan sebagai pusat Pasar Beduk Ramadan 1447 Hijriah.

Didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Maulana turun langsung bersama jajaran OPD dan unsur Forkopimda membersihkan area terminal.

Sejumlah instansi seperti Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, PUPR, Dishub, dan Satpol PP turut dilibatkan dalam aksi tersebut.

Maulana menegaskan, gerakan ini sejalan dengan visi Program Kota Jambi Bahagia, di mana kebersihan dimulai dari tingkat RT melalui penguatan peran Operator Pengelolaan Berbasis Masyarakat (OPBM).

“Mulai tahun ini, melalui Kampung Bahagia, pengelolaan sampah berbasis RT kita optimalkan. Sampah diambil dari rumah ke rumah. TPS liar akan kita tutup,” tegas Maulana.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Jambi akan menambah 20 armada pengangkut sampah pada April 2026.

Tak hanya itu, pada Mei mendatang juga akan diresmikan pabrik pengolahan sampah menjadi pupuk di TPA Talang Gulo.

Menurut Maulana, kebersihan bukan sekadar soal estetika, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.

“Kalau kota bersih, wisata tumbuh. Kalau wisata tumbuh, ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya optimistis.

Terminal Rawasari sendiri dirancang menjadi ruang publik multifungsi.

Selain menjadi lokasi Pasar Beduk Ramadan, kawasan ini ke depan akan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat.

Melalui gerakan gotong royong yang melibatkan banyak pihak ini, Pemkot Jambi berharap mampu menciptakan lingkungan kota yang bersih, nyaman, dan berdaya saing menjelang bulan suci Ramadan.(*)




Toner Alami dari Air Cucian Beras, Ampuh untuk Pori Kecil dan Kulit Halus

SEPUCUKJAMBI.ID – Air cucian beras ternyata bukan sekadar limbah dapur.

Cairan putih yang tersisa setelah mencuci atau merendam beras ini telah lama digunakan sebagai perawatan kulit alami di banyak rumah tangga Indonesia.

Kini, tren ini kembali populer di media sosial karena berbagai manfaat yang bisa mendukung kesehatan kulit wajah.

Air cucian beras mengandung pati, vitamin, mineral, dan antioksidan, sehingga cocok dijadikan bagian dari rutinitas skincare.

Banyak orang menggunakan air ini sebagai toner alami atau bilasan wajah setelah membersihkan kulit, dengan tujuan meningkatkan penampilan kulit secara keseluruhan.

1. Mencerahkan Kulit Wajah

Salah satu manfaat yang paling banyak disebut adalah kulit tampak lebih cerah dan merata.

Kandungan pati dan antioksidan dalam air cucian beras membantu mengurangi tampilan noda dan area kusam, sehingga kulit terlihat lebih segar bila digunakan secara rutin.

2. Menenangkan Kulit Sensitif

Air cucian beras memiliki sifat anti-inflamasi yang menenangkan kulit.

Bagi yang sering mengalami kemerahan atau iritasi ringan akibat sinar matahari, penggunaan air ini bisa memberi sensasi sejuk dan membantu meredakan peradangan.

3. Mengontrol Minyak dan Mengecilkan Pori

Starch dalam air cucian beras berfungsi sebagai toner alami yang menyerap minyak berlebih.

Efeknya, pori-pori tampak lebih kecil dan wajah terasa lebih halus, cocok untuk pemilik kulit kombinasi atau berminyak.

4. Menjaga Kelembapan Kulit

Meski sederhana, air cucian beras juga membantu menjaga hidrasi kulit. Mineral alami di dalamnya bekerja seperti pengunci kelembapan, sehingga kulit terasa lembut dan kenyal.

Cara Menggunakan Air Cucian Beras

  1. Rendam atau bilas beras dan ambil airnya.

  2. Diamkan sebentar hingga endapan pati mengendap, lalu pisahkan cairan beningnya.

  3. Gunakan kapas untuk mengaplikasikan ke wajah setelah mencuci muka, atau bilas wajah dengan air tersebut.

Catatan Penting

Setiap kulit berbeda, jadi lakukan uji tempel di area kecil kulit terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada reaksi iritasi.

Terutama bagi pemilik kulit sensitif atau rentan breakout, langkah ini sangat penting sebelum digunakan secara rutin.

Meski klaim manfaatnya sebagian besar berdasarkan pengalaman pengguna, banyak yang merasakan kulit lebih bersih, halus, dan cerah setelah rutin menggunakan air cucian beras sebagai bagian dari perawatan wajah.(*)




Telapak Tangan Sering Berkeringat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Telapak tangan berkeringat merupakan kondisi yang cukup sering dialami banyak orang. Secara alami, tubuh memang menghasilkan keringat untuk membantu mengatur suhu.

Namun, jika telapak tangan terasa basah meski tidak sedang beraktivitas berat atau berada di suhu panas, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan menurunkan rasa percaya diri.

Pada sebagian orang, telapak tangan yang mudah berkeringat bahkan membuat aktivitas sederhana seperti berjabat tangan, menulis, atau memegang gawai terasa mengganggu.

Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari respons emosional hingga kondisi medis tertentu.

Berikut beberapa penyebab umum telapak tangan sering berkeringat:

1. Stres dan Kecemasan

Saat seseorang mengalami stres, gugup, atau cemas, sistem saraf otomatis akan memicu respons “fight or flight”.

Akibatnya, produksi keringat meningkat, termasuk di telapak tangan. Inilah sebabnya tangan sering basah saat menghadapi situasi menegangkan.

2. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis merupakan kondisi medis yang menyebabkan tubuh memproduksi keringat berlebihan tanpa pemicu yang jelas.

Penderita bisa mengalami telapak tangan yang terus berkeringat meski berada di ruangan ber-AC atau dalam kondisi santai.

Meski tidak berbahaya, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Aktivitas Fisik

Saat berolahraga atau melakukan aktivitas berat, tubuh akan berkeringat untuk menurunkan suhu.

Telapak tangan termasuk bagian tubuh yang memiliki banyak kelenjar keringat sehingga ikut mengeluarkan keringat lebih banyak.

4. Perubahan Suhu Lingkungan

Perpindahan dari lingkungan dingin ke panas dapat memicu kelenjar keringat bekerja lebih aktif. Reaksi adaptasi ini bisa menyebabkan telapak tangan terasa lembap atau basah.

5. Efek Samping Obat

Beberapa jenis obat tertentu diketahui dapat meningkatkan produksi keringat sebagai efek samping, terutama obat yang memengaruhi hormon, saraf, atau metabolisme tubuh.

6. Faktor Genetik

Kecenderungan berkeringat berlebihan juga bisa dipengaruhi faktor keturunan. Jika ada anggota keluarga dengan kondisi serupa, kemungkinan besar faktor genetik ikut berperan.

Untuk mengatasi telapak tangan yang sering berkeringat, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Mengelola stres melalui teknik relaksasi, meditasi, atau latihan pernapasan dapat membantu mengurangi produksi keringat.

Penggunaan antiperspiran khusus untuk tangan juga bisa menjadi solusi praktis.

Selain itu, disarankan untuk membatasi konsumsi kafein dan makanan pedas yang dapat memicu keringat.

Jika keluhan dirasakan berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah tepat.

Dokter dapat merekomendasikan terapi seperti iontoforesis, obat tertentu, atau perawatan lainnya sesuai kondisi.

Pada umumnya, telapak tangan berkeringat bukanlah kondisi berbahaya.

Dengan memahami penyebabnya, seseorang dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengelola keluhan ini dan tetap nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.(*)




Wawako Jambi Kawal Operasi Pasar, Subsidi Sembako Rp50 Ribu per Paket

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Jambi bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok dengan menggelar operasi pasar murah di 11 kecamatan.

Program stabilisasi harga ini resmi dimulai di Kecamatan Jelutung dan akan berlangsung hingga 24 Februari 2026, menyasar ribuan warga yang membutuhkan bantuan sembako bersubsidi.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi konkret pemerintah daerah untuk menekan inflasi musiman yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

“Setiap menjelang Ramadan, permintaan bahan pokok meningkat. Jika tidak diantisipasi, harga bisa melonjak. Pemerintah hadir untuk menjaga stabilitas dan memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok,” ujar Diza.

Pada Tahun Anggaran 2026, Pemkot Jambi menyiapkan sekitar 4.000 paket sembako bersubsidi.

Setiap paket mendapat subsidi sebesar Rp50.000, sehingga masyarakat hanya perlu membayar Rp112.000 dari total harga Rp162.000.

Isi paket tersebut meliputi:

  • Beras premium 5 kilogram

  • Gula pasir 2 kilogram

  • Minyak goreng 2 liter

  • Susu kental manis 1 kaleng

Diza menegaskan bahwa kebijakan ini bukan karena harga naik, melainkan upaya pemerintah untuk menjaga harga tetap stabil di pasaran.

“Justru kita turunkan beban masyarakat supaya harga tetap terkendali,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi, Nella Ervina, menjelaskan bahwa penerima manfaat telah melalui proses verifikasi ketat berdasarkan data ekonomi nasional dan validasi ulang di tingkat kecamatan.

“Verifikasi dilakukan dua kali agar program tepat sasaran dan benar-benar membantu warga yang membutuhkan,” jelas Nella.

Program ini didanai melalui APBD Kota Jambi dalam skema Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Melalui operasi pasar murah ini, Pemkot Jambi berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang, sekaligus menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi daerah.(*)




Pasar Bawah Jadi Pusat Pasar Bedug dan Bazar Ramadan Merangin 2026

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin resmi menetapkan kawasan Pasar Bawah, Bangko, sebagai lokasi pelaksanaan Pasar Bedug dan Bazar Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Penetapan tersebut diputuskan melalui rapat koordinasi lintas sektor yang digelar pada Selasa (9/2).

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kolonel H.M. Syukur, Kantor Bupati Merangin, dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Merangin, Zulhifni. Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut hadir, di antaranya Kepala DKUKMPP Andrie Fransusman, Kepala Dinas Perhubungan Shobraini, Kasat Pol PP M. Sayuti, serta perwakilan OPD terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa area Pasar Bedug akan memanfaatkan jalur eks pedagang yang baru saja direlokasi.

Sementara itu, Bazar Ramadhan akan digelar memanjang mulai dari ruas jalan depan Bank Jambi hingga kawasan ujung Tanjung.

Untuk mengantisipasi kepadatan dan kemacetan lalu lintas, Pemkab Merangin telah menetapkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan Masjid Agung Al-Istiqomah sebagai pusat parkir kendaraan bagi pengunjung.

Sekda Merangin Zulhifni menegaskan bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada aspek kenyamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pasar Ramadhan.

Ia menginstruksikan Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk melakukan pengawasan ketat terhadap penataan lapak dan arus lalu lintas.

“Kita ingin pelaksanaannya tertib dan nyaman. Tidak boleh ada penumpukan kendaraan yang berujung kemacetan. Semua pedagang harus menempati lokasi sesuai dengan pembagian yang sudah ditetapkan,” tegas Zulhifni.

Selain pengaturan lalu lintas, Sekda juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan.

Ia mengingatkan para pedagang, khususnya yang menempati lapak bazar, agar turut bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah selama bulan Ramadhan.

“Kami memprioritaskan pedagang lokal. Namun ada komitmen yang harus dijaga, terutama soal kebersihan. Jangan sampai aktivitas ekonomi meningkat, tapi lingkungan justru menjadi kotor. Mari kita jaga wajah Kota Bangko tetap bersih dan nyaman,” pungkasnya.(*)




Resep Es Alpukat Mutiara Santan, Cocok untuk Menu Berbuka Puasa

SEPUCUKJAMBI.ID – Alpukat dikenal sebagai buah serbaguna yang mudah diolah menjadi berbagai hidangan, baik manis maupun gurih.

Salah satu olahan yang paling digemari adalah es alpukat mutiara, perpaduan alpukat lembut dengan sagu mutiara yang kenyal, disiram kuah santan gurih dan susu manis.

Minuman segar ini cocok disajikan kapan saja, terutama saat cuaca panas atau sebagai pelengkap menu keluarga.

Dengan bahan sederhana dan proses yang praktis, es alpukat mutiara bisa dibuat sendiri di rumah tanpa ribet.

Berikut resep lengkapnya.

Bahan-bahan:

  • 100 gram sagu mutiara, rendam selama 30 menit

  • 100 gram gula pasir

  • 800 ml air

  • 1/2 sendok teh essence vanilla

  • 3 buah alpukat ukuran sedang

  • 200 gram nata de coco

  • Es batu secukupnya

  • Susu kental manis secukupnya

Bahan Kuah Santan:

  • 65 ml santan instan

  • 300 ml air

  • 1 lembar daun pandan, simpulkan

  • Sejumput garam

Cara Membuat:

  1. Rebus air hingga mendidih, masukkan sagu mutiara, gula pasir, dan essence vanilla. Masak hingga mutiara matang dan transparan. Angkat, lalu dinginkan.

  2. Untuk kuah santan, rebus air bersama daun pandan hingga harum. Masukkan santan dan sedikit garam, aduk rata hingga mendidih. Angkat dan biarkan dingin.

  3. Belah alpukat, keruk dagingnya lalu potong dadu sesuai selera.

  4. Siapkan mangkuk atau gelas saji. Masukkan es batu, sagu mutiara, potongan alpukat, dan nata de coco.

  5. Siram dengan kuah santan, lalu tambahkan susu kental manis di atasnya.

  6. Sajikan es alpukat mutiara dalam keadaan dingin agar lebih nikmat.

Es alpukat mutiara siap menjadi minuman segar favorit keluarga dengan rasa manis, gurih, dan tekstur yang memanjakan lidah.(*)




Pemkab Merangin Buka Seleksi Paskibraka 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftaran

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin resmi membuka seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 untuk tingkat kabupaten/kota.

Peserta terpilih nantinya akan berpeluang mengikuti seleksi lanjutan di tingkat provinsi hingga nasional.

Informasi tersebut disampaikan Bupati Merangin H. M. Syukur melalui Sekretaris Badan Kesbangpol Merangin, Iwan Indrawan, di sela kegiatan syukuran menempati rumah dinas Wakil Bupati Merangin H. A. Khafid, Selasa (10/2).

Iwan Indrawan menjelaskan, pendaftaran seleksi Paskibraka 2026 dibuka mulai 9 hingga 23 Februari 2026 dan dilakukan secara daring melalui laman resmi paskibraka.bpip.go.id.

“Seleksi ini terbuka bagi pelajar SMA atau sederajat yang memenuhi persyaratan. Kami mengajak seluruh sekolah untuk berpartisipasi,” ujarnya.

Kesbangpol Merangin juga mengimbau para kepala SMA, SMK, Madrasah Aliyah, serta pimpinan pondok pesantren tingkat Aliyah agar mendorong siswa-siswinya mengikuti seleksi tersebut.

Adapun persyaratan utama, calon peserta merupakan Warga Negara Indonesia, duduk di kelas X, dengan usia minimal 16 tahun dan maksimal 18 tahun per tanggal 17 Agustus 2026.

Peserta juga harus mengantongi izin tertulis dari orang tua atau wali serta kepala sekolah.

Selain itu, calon Paskibraka diwajibkan memiliki nilai akademik minimal berkategori baik dan dinyatakan sehat melalui pemeriksaan kesehatan pada setiap tahapan seleksi.

Untuk persyaratan fisik, tinggi badan ideal bagi putra minimal 170 cm dan maksimal 180 cm.

Sementara putri minimal 165 cm dan maksimal 175 cm, yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan setempat.

Peserta juga harus memiliki berat badan proporsional, tidak mengalami kelainan bentuk kaki O atau X melebihi ketentuan, serta tidak memiliki telapak kaki datar (flat foot).

Calon peserta juga wajib memenuhi ketentuan tata pakaian dan sikap tampang Paskibraka serta bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Mulai dari pemusatan pendidikan dan pelatihan, pengukuhan, pelaksanaan tugas, hingga pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.(*)




Bupati Merangin Janji Tindaklanjuti Aspirasi Warga soal Truk Batu Bara

BANGKO, SEPUCUKJAMBI – Menanggapi keluhan masyarakat terkait aktivitas angkutan batu bara yang melintasi wilayah Kabupaten Merangin, Pemerintah Kabupaten Merangin menggelar audiensi bersama Forum Kota Bangko di Kantor Bupati Merangin, Selasa (10/2).

Audiensi tersebut difokuskan pada pembahasan langkah-langkah strategis untuk menertibkan angkutan batu bara yang selama ini dinilai meresahkan masyarakat dan berdampak pada infrastruktur jalan.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Bupati Merangin M. Syukur, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Hadir pula perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Forum Kota Bangko, terdiri dari Front Dusun Bangko (FDB), Pemuda Pancasila, dan Forum Bersama Peduli Merangin (FBPM).

Dalam audiensi tersebut, Forum Kota Bangko meminta pemerintah daerah bersikap tegas dan konsisten dalam mengawasi operasional angkutan batu bara.

Masyarakat menilai lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama kerusakan jalan dan gangguan aktivitas warga.

Ada empat poin utama yang disampaikan Forum Kota Bangko. Pertama, pembatasan tonase kendaraan, di mana truk batu bara yang melintas di Jalan Lintas Sumatera diminta membawa muatan di bawah 20 ton guna mengurangi kerusakan jalan dan risiko kecelakaan.

Kedua, pengaturan jam operasional yang lebih ketat agar aktivitas angkutan tidak berbenturan dengan jam sibuk masyarakat.

Ketiga, perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur, khususnya jalan nasional yang semakin rusak serta kemacetan panjang yang kerap terjadi.

Poin keempat adalah penegakan hukum. Forum Kota Bangko mendesak pembentukan Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum), pembangunan pos pantau, serta penertiban ulang jalur angkutan batu bara agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aspirasi tersebut juga mengacu pada regulasi yang telah diterbitkan, antara lain Instruksi Gubernur Nomor 8 Tahun 2022, Instruksi Gubernur Nomor 1 Tahun 2024, serta Surat Edaran Bupati Merangin Nomor 551 Tahun 2025 dan Nomor 55.1/18/Dishub/2026.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Merangin M. Syukur menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat melalui Forum Kota Bangko.

Ia menilai aspirasi yang disampaikan merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi daerah.

“Kami menyambut baik masukan ini. Ini merupakan kontrol sosial yang positif. Terkait pembentukan Satgas Gakkum dan pengaktifan pos pantau, akan segera kami bahas bersama Forkopimda dan OPD teknis agar pelaksanaannya efektif di lapangan,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Gubernur Jambi untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil di tingkat kabupaten tetap sejalan dengan regulasi yang lebih tinggi.(*)