Keunikan Taman Nasional Lorentz, Dari Puncak Bersalju hingga Mangrove Pesisir

SEPUCUKJAMBI.ID – Taman Nasional Lorentz adalah kawasan konservasi terbesar di Asia Tenggara sekaligus salah satu bentang alam paling lengkap di dunia.

Terletak di Papua, Lorentz membentang dari puncak gunung bersalju hingga hutan mangrove di pesisir laut, menghadirkan gradasi ekosistem yang jarang ditemui di planet ini.

Skala wilayahnya begitu luas sehingga taman nasional ini terasa seperti potongan benua yang diringkas menjadi satu kawasan.

Keunikan Lorentz terlihat dari rentang ketinggiannya. Pegunungan Jayawijaya di bagian pegunungan memiliki sisa es tropis yang langka di garis khatulistiwa.

Dari puncak gunung, lanskap berubah bertahap: tundra alpin, hutan pegunungan berkabut, lembah sungai liar, rawa, hingga hutan hujan dataran rendah.

Dalam satu garis perjalanan, pengunjung bisa menemui zona iklim yang biasanya terpisah ribuan kilometer.

Taman Nasional Lorentz diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena keutuhan ekosistemnya.

Kawasan ini menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna, termasuk banyak yang endemik Papua, seperti burung cenderawasih, kanguru pohon, dan berbagai satwa langka.

Banyak area Lorentz masih minim campur tangan manusia, dan sebagian belum sepenuhnya dipetakan secara detail.

Akses ke Lorentz sulit dan membutuhkan logistik serius. Hal ini menjadikannya jauh dari wisata massal dan justru menjaga keaslian alamnya.

Taman nasional ini lebih dikenal di kalangan peneliti, pendaki ekstrem, dan ekspedisi ilmiah daripada wisatawan umum.

Perjalanan ke Lorentz adalah pengalaman eksplorasi murni, bukan liburan santai.

Selain kekayaan alam, Lorentz juga penting secara budaya. Berbagai komunitas adat Papua telah hidup selaras dengan lingkungan selama ribuan tahun.

Tradisi mereka menjadi bagian integral dari lanskap, menjadikan alam bukan sekadar objek wisata, tetapi ruang hidup dengan makna sosial dan spiritual.

Taman Nasional Lorentz memperlihatkan Indonesia dalam bentuk paling utuh: pegunungan es di khatulistiwa, hutan hujan purba, dan sungai liar yang mengalir bebas.

Lorentz bukan sekadar destinasi, tetapi pengingat bahwa alam asli masih ada dan perlu dijaga.

Kawasan ini menawarkan perspektif tentang bagaimana bumi tetap lestari di tengah modernitas.(*)




Dugaan Korupsi Dana Pendidikan Batang Hari, Jaksa Tuntut Nur Asia 5 Tahun Penjara

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Terdakwa kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kesetaraan di Dinas Pendidikan Kabupaten Batang Hari, Nur Asia, dituntut lima tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.

Selain pidana penjara, terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta. Jika denda tidak dibayarkan, dijatuhkan subsider lima bulan kurungan.

Jaksa menegaskan bahwa Nur Asia terbukti merugikan keuangan negara melalui pengelolaan dana BOP Pendidikan Kesetaraan selama periode 2020–2023.

“Terdakwa dituntut lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta, subsider lima bulan kurungan,” ujar JPU.

Dana BOP Pendidikan Kesetaraan ini disalurkan melalui PKBM Anugrah sebagai lembaga penerima hibah dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan.

Penyaluran mengikuti pedoman teknis sesuai peraturan menteri, termasuk persyaratan memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), terdaftar di aplikasi Dapodik, izin operasional, dan rekening atas nama lembaga.

Besaran dana ditentukan berdasarkan jumlah peserta didik yang memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) per 31 Agustus tahun anggaran sebelumnya.

Namun, Jaksa menilai terdakwa diduga memperkaya diri sendiri atau pihak lain secara melawan hukum, sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara. Perbuatan itu diduga dilakukan secara berulang dan berlanjut.

Dalam dakwaannya, Nur Asia dijerat Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Jika terbukti bersalah, terdakwa terancam hukuman maksimal, termasuk pidana penjara, denda, dan kewajiban mengembalikan kerugian negara.

Sidang selanjutnya dijadwalkan untuk mendengar pembelaan terdakwa, dengan menghadirkan saksi dan bukti tambahan untuk memperkuat tuntutan.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut dana pendidikan yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan peserta didik dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Batang Hari.(*)




Police Go To Pesantren, Ditlantas Polda Jambi Edukasi Safety Riding Santri Al-Kautsar

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi terus menggencarkan edukasi keselamatan berkendara melalui program Police Go To Pesantren.

Kali ini, kegiatan bertajuk Polantas Menyapa menyasar ratusan santri di Yayasan Pondok Pesantren Al-Kautsar, Rabu (18/02/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung interaktif dan penuh antusias.

Tim Subdit Kamsel tidak hanya memberikan materi teori, tetapi juga praktik langsung safety riding, khususnya penggunaan kendaraan roda dua secara benar dan berkeselamatan.

Dipimpin Kasubdit Kamsel AKBP Dr Novrizal bersama Kanit Dikmas AKP Fidelis Gulo dan jajaran, para personel mengajak santriwan dan santriwati menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus teladan di lingkungan masing-masing.

Pimpinan Ponpes Al-Kautsar, KH Mochamad Abdul Ghofur, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ditlantas Polda Jambi yang telah memberikan edukasi langsung kepada para santri.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membentuk karakter disiplin generasi muda.

Hal senada juga disampaikan oleh pimpinan yayasan, Haji Doni, yang mengaku bangga karena lembaganya menjadi bagian dari program edukatif kepolisian tersebut.

Dalam pemaparannya, AKBP Novrizal menekankan pentingnya etika berkendara, penggunaan helm standar SNI, serta kelengkapan administrasi kendaraan.

Ia mengingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas utama saat berada di jalan raya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, menegaskan bahwa santri diharapkan tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga menjadi contoh dalam disiplin berlalu lintas.

“Kami ingin para santri menjadi teladan, baik dalam akhlak maupun dalam kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Melalui program ini, Ditlantas Polda Jambi berharap budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh sejak usia dini dan menciptakan generasi yang sadar hukum serta peduli keselamatan.(*)




Sambut Ramadan 1447 H, LPKA Muara Bulian Gelar Bakti Sosial dan Bersih Rumah Ibadah

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, LPKA Kelas II Muara Bulian menggelar kegiatan bakti sosial sekaligus aksi bersih fasilitas rumah ibadah di lingkungan sekitar, Selasa (18/02).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-42 tentang pelaksanaan kerja bakti insan pemasyarakatan dalam menyambut Ramadan.

Aksi sosial ini juga menjadi bagian dari komitmen LPKA untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran petugas LPKA bersama peserta magang menyerahkan bantuan berupa sejumlah buku Yasin untuk mendukung aktivitas ibadah jamaah.

Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat nilai kebersamaan dan menambah kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di bulan suci.

Tak hanya itu, petugas juga melaksanakan gotong royong membersihkan area rumah ibadah di sekitar Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Lingkungan yang bersih dan nyaman dinilai penting untuk menciptakan suasana kondusif menjelang pelaksanaan Shalat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan rangkaian ibadah Ramadan lainnya.

Kepala LPKA Kelas II Muara Bulian, Kasogi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus momentum memperkuat karakter positif.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Kami ingin menjadikannya sebagai sarana memperkuat kepedulian, meningkatkan semangat berbagi, serta membangun kebersamaan antara petugas dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini juga menjadi bagian dari pembinaan karakter, baik bagi jajaran petugas maupun peserta magang, agar senantiasa menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan mendapat sambutan positif dari warga sekitar.

Melalui aksi bakti sosial dan bersih rumah ibadah ini, diharapkan silaturahmi semakin erat serta keberkahan Ramadan dapat dirasakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.(*)




Wabup Merangin Pimpin Rakor Inflasi, Harga Sembako di Bangko Dilaporkan Stabil

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi yang dirangkaikan dengan sosialisasi Jaminan Produk Halal serta evaluasi Program 3 Juta Rumah secara virtual, Rabu (18/02).

Kegiatan yang digelar dari Ruang MPC Bappeda tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh.

Rakor ini terhubung melalui Zoom Meeting bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan diikuti sejumlah pemerintah daerah di Indonesia.

Fokus utama pembahasan meliputi stabilitas harga pangan, percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha, serta kesiapan daerah dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas pemerintah pusat.

Usai mengikuti rapat, Wabup A. Khafidh menyampaikan bahwa kondisi pasar di wilayah Kabupaten Merangin masih relatif kondusif.

Harga sembilan bahan pokok (sembako) disebut masih berada dalam batas wajar dan belum mengalami lonjakan signifikan.

“Kondisi pasar di Kabupaten Merangin untuk sembilan bahan pokok masih stabil,” ujarnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Merangin tetap melakukan langkah antisipatif.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diinstruksikan untuk terus memantau pergerakan harga agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mencegah potensi kenaikan harga, pemerintah daerah juga meminta pihak Bulog segera mendistribusikan komoditas strategis seperti Minyak Kita dan beras ke mitra-mitra pasar, khususnya di wilayah Kecamatan Bangko dan kecamatan lainnya.

TPID yang terdiri dari unsur Ketahanan Pangan, Perindagkop, dan Dinas Pertanian dijadwalkan turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi riil harga sesuai ketentuan HET.

Selain isu inflasi, rakor tersebut juga membahas evaluasi dukungan daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.

Pemkab Merangin menyatakan komitmennya untuk mendukung percepatan pembangunan rumah rakyat sesuai arahan pemerintah pusat.

Tak kalah penting, sosialisasi Jaminan Produk Halal turut menjadi perhatian. Pemerintah daerah diharapkan mendorong pelaku UMKM segera mengurus sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing produk lokal.

Melalui koordinasi intensif ini, Pemkab Merangin berharap stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga, pasokan pangan aman, serta program strategis nasional dapat berjalan optimal di daerah.(*)




Pesan Menyentuh Wali Kota Jambi Jelang Puasa 1447 H, Tekankan Doa dan Kebersamaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Wali Kota Jambi, Maulana, mengungkapkan rasa syukur karena kembali diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan penuh ampunan dan keberkahan tersebut.

Ia mengajak seluruh masyarakat di Kota Jambi untuk mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin, agar Ramadan tahun ini menjadi momentum perbaikan diri dan penguatan kebersamaan.

Menurutnya, menjelang Ramadan adalah saat terbaik untuk membersihkan hati, mempererat silaturahmi, serta saling memaafkan.

Dalam suasana penuh kekhidmatan, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan sebagai pemimpin pemerintahan, saya memohon maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat sikap atau kebijakan yang kurang berkenan. Semua dilakukan demi kepentingan masyarakat,” ujarnya tulus.

Maulana menegaskan, semangat saling memaafkan tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan semata.

Nilai tersebut harus benar-benar dihayati sebagai fondasi memperkuat persatuan di tengah dinamika kehidupan sosial.

Ia juga menyoroti besarnya tanggung jawab Pemerintah Kota Jambi yang menaungi lebih dari 10 ribu aparatur serta melayani sekitar 654 ribu masyarakat.

Dengan cakupan pelayanan yang luas, ia menyadari masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu terus diperbaiki.

Dalam momentum Ramadan 1447 H, Maulana meminta seluruh aparatur sipil negara untuk tetap menjaga disiplin, integritas, dan kualitas pelayanan publik meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.

Menurutnya, Ramadan justru harus menjadi pendorong peningkatan etos kerja.

Selain itu, menghadapi tantangan global dan dinamika geopolitik yang tidak menentu, Pemerintah Kota Jambi berkomitmen memperkuat ikhtiar spiritual melalui kegiatan doa dan istighosah rutin di lingkungan balai kota.

Ia juga mengajak para ulama, tokoh agama, serta pengurus masjid untuk terus mendoakan Kota Jambi agar tetap dalam suasana aman, damai, dan penuh keberkahan.

Tak hanya soal pemerintahan, Maulana turut mengingatkan masyarakat untuk menjaga ketertiban selama Ramadan, menghormati pelaksanaan ibadah seperti Shalat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan i’tikaf, serta mengajak generasi muda mengisi bulan suci dengan kegiatan positif.

“Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan amarah, memperbanyak sedekah, dan memperkuat kepedulian sosial,” tegasnya.

Pemerintah Kota Jambi berharap Ramadan 1447 H menjadi bulan yang membawa kedamaian, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat.(*)




Tips Mencegah Sembelit Saat Berpuasa, Pencernaan Lancar dan Tubuh Bugar

SEPUCUKJAMBI.ID – Menjalani puasa membawa manfaat bagi tubuh dan jiwa, tetapi perubahan pola makan dan jam aktivitas sering memengaruhi sistem pencernaan.

Salah satu masalah yang umum terjadi adalah sembelit, kondisi ketika frekuensi buang air besar berkurang atau feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Sembelit bisa membuat perut kembung, tidak nyaman, bahkan nyeri saat duduk atau beraktivitas.

Penyebab Sembelit Saat Puasa

Sembelit saat berpuasa biasanya muncul karena beberapa faktor:

  1. Durasi puasa yang panjang – Feses berada lebih lama di usus besar sehingga tubuh menyerap lebih banyak air, membuat tekstur feses keras.

  2. Kurangnya asupan cairan – Saat sahur dan berbuka, jika tubuh tidak cukup terhidrasi, risiko sembelit meningkat.

  3. Kurang aktivitas fisik – Gerakan usus melambat ketika tubuh jarang bergerak, sehingga pencernaan kurang lancar.

Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

  • Frekuensi buang air besar menurun

  • Feses keras atau kering

  • Rasa tidak tuntas saat BAB

  • Perut kembung atau nyeri

  • Harus mengejan kuat saat buang air besar

Mendeteksi gejala lebih awal sangat penting agar tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum masalah memburuk.

Cara Mencegah dan Mengatasi Sembelit Saat Puasa

  1. Penuhi kebutuhan cairan – Minum cukup air saat sahur, berbuka, dan malam hari. Jus buah tanpa gula atau sup bening juga membantu.

  2. Konsumsi makanan berserat tinggi – Buah, sayuran, kacang-kacangan, dan beras merah dapat mendorong gerakan usus lebih lancar.

  3. Batasi minuman berkafein dan soda – Minuman ini bersifat diuretik dan bisa memicu dehidrasi.

  4. Olahraga ringan – Jalan kaki, stretching, atau squat santai merangsang pergerakan usus.

  5. Jangan menunda BAB – Menahan buang air besar membuat feses semakin keras.

  6. Kelola stres dan rileks – Aktivitas ringan seperti membaca, mendengarkan musik, atau latihan pernapasan membantu pencernaan tetap lancar.

Jika sembelit tetap muncul meski sudah menerapkan cara di atas, atau disertai gejala serius seperti nyeri hebat, darah pada feses, atau penurunan berat badan drastis, segera konsultasikan ke dokter.

Tenaga medis dapat memberi saran penggunaan obat pencahar yang aman saat puasa.

Dengan menjaga asupan cairan, serat, olahraga ringan, dan relaksasi, sembelit saat puasa bisa dicegah. Tubuh tetap bugar, pencernaan sehat, dan ibadah pun lebih nyaman.(*)




Sambut Ramadan 1447 H, Ketua DPRD Kota Jambi Ajak Warga Perkuat Ukhuwah dan Toleransi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mengajak seluruh umat Muslim dan masyarakat di Tanah Pilih Pusako Betuah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta menjaga nilai toleransi antarumat beragama.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya sekadar kewajiban menjalankan ibadah puasa, tetapi juga momentum penting untuk memperbaiki kualitas diri, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kota Jambi.

Ia menegaskan bahwa perbedaan dalam penentuan awal Ramadan merupakan hal yang lumrah dan harus disikapi dengan bijak.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Bulan Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Mari kita jadikan sebagai ajang memperkuat silaturahmi, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta tetap menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan pandangan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan selama pelaksanaan ibadah seperti Shalat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga i’tikaf di masjid.

Menurutnya, suasana yang aman dan kondusif akan membuat Ramadan terasa lebih khusyuk dan bermakna.

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk saling menghormati, termasuk kepada mereka yang tidak berpuasa karena alasan syar’i seperti sakit atau sedang dalam perjalanan.

Sikap toleran terhadap warga non-Muslim pun menjadi bagian penting dalam menjaga wajah Jambi yang damai dan beradab.

Ia berharap Ramadan 1447 H membawa keberkahan, memperkuat persaudaraan, serta semakin meneguhkan nilai kebersamaan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.(*)




Kepala Terasa Berat dan Pusing? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Keluhan kepala terasa berat dan pusing menjadi masalah yang cukup sering dialami, baik oleh remaja maupun orang dewasa.

Kondisi ini dapat muncul mendadak dan mengganggu aktivitas, terutama karena membuat sulit fokus serta menimbulkan rasa tidak nyaman.

Sensasi kepala berat biasanya terasa seperti ada tekanan di bagian atas atau samping kepala. Sementara pusing dapat dirasakan seperti berputar, goyah, atau seolah tubuh melayang.

Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diwaspadai jika terjadi berulang.

Faktor yang Sering Menjadi Pemicu

Beberapa penyebab yang paling umum antara lain kurang tidur dan kualitas istirahat yang buruk. Tubuh yang tidak mendapat waktu pemulihan cukup akan mengalami ketegangan otot, khususnya di area leher dan kepala.

Selain itu, dehidrasi juga menjadi pemicu utama. Kekurangan cairan dapat menurunkan aliran darah dan oksigen ke otak sehingga memunculkan sensasi pusing.

Stres dan tekanan emosional berlebih turut berperan. Saat seseorang cemas atau tertekan, sistem saraf bekerja lebih keras dan memicu ketegangan fisik.

Kebiasaan duduk terlalu lama dengan postur yang kurang baik, termasuk menatap layar komputer atau ponsel dalam waktu lama, juga dapat menyebabkan ketegangan otot leher.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah kadar gula darah rendah akibat telat makan atau kurang asupan energi.

Cara Sederhana Meredakan Kepala Berat

Jika keluhan muncul dan tidak disertai gejala serius, beberapa langkah berikut dapat dicoba:

  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi

  • Istirahatkan mata serta lakukan peregangan ringan

  • Gunakan kompres hangat di leher atau kompres dingin di dahi

  • Konsumsi camilan sehat seperti buah atau roti gandum

  • Lakukan teknik pernapasan dalam untuk membantu tubuh rileks

Kebiasaan menjaga pola tidur yang cukup dan teratur juga sangat membantu mencegah keluhan datang kembali.

Waspadai Gejala Tambahan

Meski sering kali ringan, kepala berat dan pusing perlu mendapat perhatian medis apabila disertai nyeri hebat, gangguan penglihatan, sesak napas, atau terjadi sangat sering hingga mengganggu aktivitas harian.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak ada kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Menjaga hidrasi, mengatur waktu istirahat, serta mengelola stres merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mencegah keluhan ini berulang.

Dengan gaya hidup yang lebih seimbang, tubuh akan terasa lebih ringan dan pikiran pun tetap fokus menjalani aktivitas.(*)




MUI Jambi Serukan Persaudaraan dan Toleransi Menyambut Ramadhan 1447 H

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi mengeluarkan seruan resmi agar seluruh umat Muslim dan masyarakat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah menjaga ukhuwah serta semangat toleransi.

Dalam siaran pers tertanggal 16 Februari 2026, MUI Jambi menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga momentum meningkatkan kualitas moral, kepedulian sosial, dan menjaga persatuan di tengah perbedaan metode penentuan awal puasa.

Ketua Umum MUI Provinsi Jambi melalui Wakil Ketua Umum Ir. H. Haviz Husaini, MM, dan Sekretaris Umum Prof. Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd.I, menegaskan bahwa variasi penetapan awal Ramadhan, baik melalui ru’yatul hilal maupun hisab, merupakan khilafiyah yang sudah ada sejak zaman salafush shalih.

“Perbedaan ini adalah rahmat, bukan alasan untuk memecah belah umat. Mari kita saling menghormati dan tidak menghakimi hanya karena berbeda satu atau dua hari dalam memulai puasa,” tegas MUI.

Selain itu, MUI Jambi juga memberikan himbauan agar masyarakat bersikap santun selama bulan suci, menghormati pelaksanaan Shalat Tarawih, Tadarus Al-Qur’an, dan I’tikaf di masjid.

Umat Islam diingatkan untuk menghormati saudara yang tidak berpuasa karena uzur syar’i, seperti sakit atau musafir, serta bersikap bijaksana terhadap warga non-Muslim.

Dalam era digital, MUI Provinsi Jambi menyiapkan konten publikasi Ramadhan secara masif, termasuk rekaman video dan naskah resmi yang bisa diakses secara daring.

Kerja sama dilakukan dengan Dinas Kominfo Provinsi Jambi, TVRI Jambi, dan RRI Jambi untuk menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.

MUI berharap Ramadhan 1447 H di Jambi berlangsung penuh khusyuk, damai, dan menjadi ladang pahala bagi semua pihak yang menjaga kondusivitas daerah.(*)