Maulana Targetkan MTQH ke-55 Sukses Prestasi dan Penyelenggaraan, 500 Anak Disiapkan Tampil dalam Drama Kolosal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk menyukseskan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026.
Tak hanya mengejar sukses penyelenggaraan dan prestasi, Maulana ingin perhelatan keagamaan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas religius Kota Jambi.
Sebagai tuan rumah, Pemkot Jambi menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan, termasuk pertunjukan drama kolosal yang melibatkan sekitar 500 anak dengan konsep 1001 malam.
Pertunjukan tersebut akan mengangkat sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Kota Jambi, termasuk peran ulama dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda.
Komitmen itu disampaikan Maulana saat menghadiri pelantikan Dewan Hakim, Pengawas, dan Panitera MTQH ke-55 yang dirangkaikan dengan Seminar Al-Qur’an di Aula Grha Siginjai, Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Jambi, kami mengucapkan terima kasih. Kita berupaya maksimal agar MTQH ke-55 ini sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan,” ujar Maulana.
Menurutnya, kepercayaan menjadikan Kota Jambi sebagai tuan rumah merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama.
Karena itu, pemerintah daerah terus mempersiapkan dukungan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan memberikan kesan positif bagi para kafilah maupun masyarakat.
Salah satu daya tarik yang disiapkan dalam rangkaian MTQH ke-55 adalah drama kolosal bertema 1001 malam.
Pertunjukan ini melibatkan sekitar 500 anak dan mengangkat perjalanan sejarah Islam di Kota Jambi.
Ceritanya mencakup proses masuk dan berkembangnya Islam, perjuangan ulama melawan penjajahan Belanda, hingga peran pendidikan pesantren dalam membentuk karakter masyarakat.
Konsep tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan dalam seremoni pembukaan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan sejarah dan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.
Melalui pertunjukan tersebut, Pemkot Jambi ingin menghadirkan pesan bahwa MTQH bukan semata-mata perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, melainkan juga momentum memperkuat kecintaan terhadap ajaran Islam dan sejarah perkembangan agama di daerah.
Selain mempersiapkan MTQH, Maulana juga menyoroti kepercayaan Kementerian Agama Republik Indonesia yang menetapkan Kota Jambi sebagai salah satu dari 16 kota di Indonesia berstatus Kota Wakaf.
Menurutnya, penetapan tersebut membawa tanggung jawab untuk memperkuat tata kelola wakaf agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel.
Maulana berharap pengelolaan wakaf tidak hanya berorientasi pada kegiatan ibadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan penguatan ekonomi umat.
“Pengelolaan wakaf ke depan harus dilakukan secara profesional dan transparan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Ia menilai pengembangan wakaf yang dikelola secara baik dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas manfaat sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengingatkan Dewan Hakim, Pengawas, dan Panitera agar menjalankan tugas secara profesional, independen, dan menjunjung tinggi integritas.
Pesan tersebut disampaikan setelah Wakil Gubernur Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jambi, Abdullah Sani, memimpin prosesi pelantikan Dewan Hakim di Aula Grha Siginjai.
Al Haris menilai kualitas penilaian menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas MTQH.
Ia berharap seluruh dewan hakim memberikan penilaian secara objektif dan konsisten sehingga hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.
Ia juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat pembinaan qari, qariah, hafiz, dan hafizah melalui dukungan anggaran, fasilitas latihan, serta perhatian terhadap kesejahteraan peserta.
Menurut Al Haris, penyelenggaraan MTQH secara rutin telah memberikan ruang bagi daerah untuk membina peserta secara berkelanjutan.
Peserta terbaik nantinya akan kembali mendapatkan pembinaan dari LPTQ Provinsi Jambi sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Al Haris juga berharap penyelenggaraan MTQH ke-55 memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kota Jambi.
Kehadiran kafilah dan pengunjung dari berbagai kabupaten dan kota dinilai dapat meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa, termasuk perhotelan, kuliner, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita ingin event ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Ekonomi meningkat, dan UMKM kita juga ikut berjualan di bazar sekitar lokasi MTQH,” ungkapnya.
MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi berlangsung pada 31 Oktober hingga 8 November 2026.
Pemerintah Kota Jambi berharap seluruh rangkaian kegiatan menjadi momentum mempererat silaturahmi antardaerah, memperkuat syiar Islam, melahirkan generasi Qurani berprestasi, serta memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Maulana berharap kepercayaan sebagai tuan rumah dapat dijawab melalui penyelenggaraan MTQH yang sukses sekaligus meninggalkan nilai dan manfaat jangka panjang bagi Kota Jambi.(*)