Kabut Asap Pekat Selimuti Kota Jambi, Sekolah Belum Terapkan Pembelajaran Daring

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap pekat kembali menyelimuti Kota Jambi pada Minggu 23 Agustus 2026.
Kondisi tersebut terlihat sejak pagi hingga sore hari dan menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait aktivitas pendidikan yang akan kembali berlangsung pada Senin 24 Agustus 2026
Di tengah kondisi udara yang berkabut, Pemerintah Kota Jambi hingga Minggu sore belum mengeluarkan kebijakan khusus terkait pelaksanaan pembelajaran dari rumah atau pembelajaran secara daring bagi siswa sekolah di wilayah Kota Jambi.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Zulafni, mengatakan hingga Minggu sore pihaknya belum menerima informasi maupun instruksi resmi mengenai perubahan sistem pembelajaran akibat kondisi udara di Kota Jambi.
“ Sampai sore ini belum ada info resmi dan belum ada kebijakan untuk siswa WFH. Besok pagi baru akan kami koordinasikan, tentu juga meminta saran OPD yang berwenang terkait kondisi udara di Kota Jambi,” ujar Zulafni.
Dengan belum adanya kebijakan tersebut, kegiatan pembelajaran pada Senin 24 Agustus 2026 untuk sementara masih mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Sekolah juga masih menunggu arahan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan Kota Jambi maupun hasil koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan terkait kondisi kualitas udara.
Zulafni menegaskan, perkembangan kondisi udara akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan langkah yang perlu diambil.
Koordinasi akan dilakukan pada Senin 24 Agustus 2026, dengan mempertimbangkan kondisi terbaru di lapangan serta masukan dari OPD terkait.
Kabut asap sendiri mulai terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Jambi sejak Minggu pagi.
Hingga sore hari, kondisi tersebut masih terlihat di sejumlah wilayah.
Langit tampak berkabut dengan jarak pandang yang relatif berkurang dibandingkan kondisi normal.
Situasi ini turut menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.
Mereka menunggu kepastian apakah anak-anak tetap mengikuti pembelajaran secara tatap muka di sekolah atau nantinya akan dialihkan ke sistem pembelajaran dari rumah apabila kondisi udara dinilai tidak memungkinkan.
Kebijakan pembelajaran daring atau dari rumah nantinya tentu akan mempertimbangkan sejumlah faktor, terutama kondisi kualitas udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan siswa maupun tenaga pendidik.
Karena itu, keputusan tidak hanya bergantung pada kondisi kabut yang terlihat secara kasatmata, tetapi juga memerlukan koordinasi dengan instansi yang berwenang memberikan informasi mengenai kondisi udara.
Untuk saat ini, Dinas Pendidikan Kota Jambi belum menetapkan pembelajaran daring bagi siswa SMP.
Kepastian mengenai kebijakan pendidikan pada Senin besok akan menunggu hasil koordinasi dan perkembangan kondisi udara pada pagi hari.
Dengan kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Jambi hingga Minggu sore, masyarakat, khususnya orang tua siswa, diharapkan mengikuti informasi resmi dari Pemerintah Kota Jambi dan Dinas Pendidikan.
Sekolah juga diharapkan tidak mengambil kebijakan sendiri sebelum ada arahan resmi dari pihak berwenang.
Keputusan yang akan diambil pada Senin pagi nantinya diharapkan dapat mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan siswa, sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berjalan sesuai dengan kondisi yang ada.(*)