H Bakri Wafat, PWI Kota Jambi: Kami Kehilangan Tokoh yang Selalu Merangkul

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepergian H. Bakri, tokoh masyarakat Jambi yang dikenal sebagai Sang Pejuang Pesisir, meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pihak.
Tidak hanya keluarga dan dunia politik, duka juga dirasakan insan pers yang selama ini memiliki kedekatan dengan almarhum.
H. Bakri menghembuskan napas terakhir pada Selasa 28 Juli 2026 malam sekitar pukul 20.30 WIB.
Sosok yang dikenal sebagai tokoh pembangunan dan anggota DPR RI asal Provinsi Jambi itu dikenang sebagai figur yang sederhana, terbuka, dan mudah bergaul dengan berbagai kalangan.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi, Irwansyah, menyebut kepergian H. Bakri menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Jambi, termasuk para jurnalis yang selama ini berinteraksi langsung dengan almarhum.
Menurut Irwansyah, H. Bakri bukan hanya seorang tokoh politik, tetapi juga sosok sahabat bagi wartawan.
Sikapnya yang hangat membuat komunikasi antara almarhum dan insan pers berjalan tanpa jarak.
“Di samping ketokohannya yang besar, beliau itu sangat mudah bergaul. Setiap kali bertemu, beliau selalu menyapa lebih dahulu. Tidak ada sekat sama sekali. Beliau selalu membuka ruang diskusi dengan siapa pun yang ditemui,” ujar Irwansyah.
Irwansyah juga mengenang pertemuan terakhir bersama H. Bakri yang kini menjadi kenangan tersendiri bagi keluarga besar PWI Kota Jambi.
Saat itu, kata dia, tidak terlihat tanda-tanda bahwa pertemuan tersebut akan menjadi momen terakhir bersama sang tokoh.
“Terakhir kali kami bertemu, senyum riang Fuang Haji masih sama seperti biasanya. Beliau menyapa dengan hangat seluruh anggota PWI Kota Jambi. Tidak ada raut kesedihan, beliau tetap tampil ceria dan penuh energi,” kenangnya.
Bagi insan pers, lanjut Irwansyah, H. Bakri merupakan figur yang mudah ditemui dan selalu menghargai peran media dalam mengawal pembangunan daerah.
Sosok yang mendapat julukan Sang Pejuang Pesisir itu dikenal memiliki perhatian besar terhadap kemajuan kawasan pesisir Jambi.
Kiprahnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya selama berkarier di dunia politik.
Kini, sapaan hangat dan senyum ramah H. Bakri hanya tinggal kenangan. Namun, nilai kesederhanaan, kepedulian, serta semangat pengabdiannya kepada masyarakat diyakini akan terus dikenang.
“Beliau meninggalkan banyak teladan, terutama bagaimana menjadi pemimpin yang tetap dekat dengan masyarakat dan tidak membangun jarak dengan siapa pun,” tutup Irwansyah.
Kepergian H. Bakri menjadi kehilangan bagi Provinsi Jambi. Warisan pemikiran, perjuangan pembangunan, serta hubungan baik yang dibangun dengan berbagai elemen masyarakat akan menjadi bagian dari catatan panjang perjalanan hidupnya.(*)