Diza-Kemas Mulai Dibicarakan untuk 2029, Ini Rekam Jejak Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Diza Hazra Aljosha kini berada di salah satu posisi strategis dalam pemerintahan Kota Jambi.

Bersama Wali Kota Jambi Maulana, ia menjalankan roda pemerintahan Kota Jambi untuk periode 2025–2030.

Namun, perjalanan Diza menuju kursi Wakil Wali Kota Jambi tidak bermula dari dunia politik.

Sebelum masuk ke pemerintahan, Diza lebih dulu membangun rekam jejak di dunia usaha dan organisasi kepemudaan.

Ia tumbuh sebagai pengusaha muda, aktif membangun jejaring bisnis dan kemudian dipercaya memimpin organisasi pengusaha muda di Provinsi Jambi.

Latar belakang tersebut menjadi bagian penting untuk mengenal sosok Diza secara lebih dekat.

Berawal dari Dunia Bisnis

Mengutip dari Wikipedia , Diza Hazra Aljosha lahir pada 24 Oktober 1988. Ia merupakan putra pengusaha Hazrin Nurdin.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Indonesia dan Inggris, Diza memilih membangun karier profesional di dunia usaha.

Ia pernah menjabat sebagai General Manager PT Enha Putra Group pada 2010–2012.

Setelah itu, Diza dipercaya menduduki posisi Direktur Utama PT Enha Putra Group dan tetap menjalankan peran tersebut hingga kini.

Pengalaman bisnisnya juga berkembang ke sektor lain. Diza tercatat pernah memegang posisi Direktur Operasional PT Jambi Bangun Bara Perkasa.

Dunia usaha menjadi ruang awal bagi Diza untuk memahami bagaimana sebuah organisasi bekerja, bagaimana mengambil keputusan dan bagaimana membangun hubungan dengan berbagai pihak.

Pengalaman tersebut kemudian ia bawa ketika aktif dalam organisasi.

Karier Organisasi yang Dibangun dari Bawah

Jauh sebelum menjadi Wakil Wali Kota Jambi, Diza sudah aktif dalam berbagai organisasi.

Pengalaman organisasinya bahkan dimulai sejak sekolah. Saat bersekolah di SMA Negeri 6 Jakarta, Diza pernah dipercaya menjadi Ketua Bidang Etika dan Budaya OSIS.

Ketika melanjutkan pendidikan ke Inggris, aktivitas organisasi dan kewirausahaannya terus berkembang.

Diza pernah terlibat dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris serta sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan kewirausahaan dan pengembangan bisnis.

Sekembalinya ke Indonesia, aktivitasnya di dunia organisasi semakin kuat.

Di HIPMI, Diza menapaki jenjang organisasi dari tingkat kota hingga provinsi.

Ia pernah menjabat Ketua Bidang Hubungan Internasional Antar Lembaga BPC HIPMI Kota Jambi, Wakil Bendahara Umum BPD HIPMI Provinsi Jambi, hingga sejumlah posisi strategis lainnya.

Puncak perjalanan tersebut terjadi ketika Diza dipercaya menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Jambi periode 2021–2024.

Posisi itu membuat Diza semakin dikenal di kalangan pengusaha muda Jambi.

Ia tidak hanya berhadapan dengan persoalan bisnis, tetapi juga aktif membangun komunikasi antara dunia usaha, pemerintah dan berbagai organisasi.

Pendidikan di Jambi, Jakarta hingga London

Diza menempuh pendidikan dasar di SD Islam Al-Falah Jambi.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP Al-Azhar Syifa Budi Jakarta dan SMA Negeri 6 Jakarta.

Pendidikan tinggi ia tempuh di Universitas Bina Nusantara dengan mengambil bidang Manajemen.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Diza melanjutkan studi ke Inggris.

Ia meraih gelar magister Marketing Management dari Middlesex University London.

Pengalaman pendidikan di Indonesia dan Inggris kemudian berpadu dengan pengalaman profesional serta organisasi yang ia jalani.

Tidak Hanya Bisnis, Diza Aktif di Berbagai Organisasi

Di luar dunia usaha dan HIPMI, Diza juga aktif dalam sejumlah organisasi dan kegiatan kemasyarakatan.

Pada 2025, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia atau KORMI Kota Jambi untuk periode 2025–2029.

Diza juga dipercaya menjadi Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Jambi periode 2025–2030.

Pada tahun yang sama, ia mendapat amanah sebagai Bendahara Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (DPD IKAL-Lemhannas) Provinsi Jambi periode 2025–2030.

Beragam posisi tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas Diza tidak hanya berputar di dunia politik dan pemerintahan.

Ia juga memiliki ruang aktivitas di sektor olahraga masyarakat, keagamaan, kewirausahaan dan pengembangan jejaring organisasi.

Dari Pengusaha Muda ke Panggung Politik

Langkah Diza ke dunia politik mulai terlihat ketika ia maju sebagai calon Wakil Wali Kota Jambi pada Pilkada 2024.

Diza mendampingi Maulana yang sebelumnya pernah menjabat Wakil Wali Kota Jambi periode 2018–2023.

Pasangan Maulana-Diza mendapatkan dukungan dari koalisi besar yang terdiri dari 11 partai politik.

Dalam hasil rekapitulasi KPU Kota Jambi, pasangan tersebut meraih 192.623 suara atau 73,26 persen.

Kemenangan itu mengantarkan Maulana dan Diza menjadi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi periode 2025–2030.

Keduanya kemudian mengikuti pelantikan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 pada 20 Februari 2025.

Sejak saat itu, Diza memasuki fase baru dalam perjalanan kariernya.

Jika sebelumnya ia banyak bergerak di sektor bisnis dan organisasi, kini keputusan dan aktivitasnya bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.

Membawa Pengalaman Pengusaha ke Pemerintahan

Posisi sebagai Wakil Wali Kota Jambi membuat Diza harus berhadapan dengan persoalan yang jauh lebih kompleks.

Persoalan pelayanan publik, pembangunan kota, ekonomi, generasi muda hingga berbagai kebutuhan masyarakat menjadi bagian dari dinamika pemerintahan yang harus ia jalankan bersama Wali Kota Maulana.

Latar belakangnya sebagai pengusaha membuat Diza memiliki pengalaman dalam pengelolaan organisasi dan dunia usaha.

Sementara pengalaman panjang di HIPMI memberinya ruang untuk memahami persoalan yang dihadapi pelaku usaha dan generasi muda.

Dua pengalaman tersebut kini bertemu dalam tugas pemerintahan.

Di sisi lain, keterlibatannya dalam berbagai organisasi setelah menjabat wakil wali kota menunjukkan bahwa Diza tetap mempertahankan ruang komunikasi dengan masyarakat dan berbagai kelompok.

Figur Muda dengan Jejak yang Mulai Panjang

Diza Hazra Aljosha merupakan bagian dari generasi muda yang kini mendapat ruang besar dalam pemerintahan Kota Jambi.

Usianya relatif muda ketika memasuki pemerintahan, tetapi ia membawa pengalaman yang cukup panjang dari dunia bisnis dan organisasi.

Perjalanan tersebut membuat sosok Diza tidak bisa dilihat hanya dari posisinya sebagai Wakil Wali Kota Jambi.

Ada perjalanan sebagai pengusaha, pengalaman memimpin organisasi pengusaha muda, pendidikan di dalam dan luar negeri, serta keterlibatan dalam berbagai organisasi sosial yang ikut membentuk perjalanan kariernya.

Kini, tantangan Diza adalah membuktikan bagaimana seluruh pengalaman tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja pemerintahan yang berdampak langsung bagi masyarakat Kota Jambi.

Masa jabatan hingga 2030 masih menyisakan perjalanan panjang.

Dan dari sinilah kiprah Diza Hazra Aljosha sebagai salah satu figur muda di pemerintahan Kota Jambi akan terus menjadi perhatian.(*)