Manchester United Gagal Rekrut Alex Scott, Bournemouth Tak Mau Lepas Gelandang Andalan

SEPUCUKJAMBI.ID – Manchester United dipastikan menghentikan upaya mereka untuk merekrut gelandang muda Bournemouth, Alex Scott, pada bursa transfer musim panas 2026.

Keputusan itu diambil setelah Bournemouth berulang kali menolak pendekatan yang dilakukan Setan Merah.

Sebelumnya, Manchester United memang berencana menambah satu gelandang lagi setelah mendatangkan dua pemain baru ke lini tengah.

Alex Scott sempat menjadi target utama karena dinilai memiliki kualitas dan potensi besar untuk memperkuat skuad.

Namun negosiasi tidak berjalan sesuai harapan. Bournemouth menegaskan tidak memiliki niat melepas pemain berusia 22 tahun tersebut karena dianggap sebagai aset penting untuk masa depan klub.

Sikap tegas Bournemouth membuat Manchester United akhirnya memilih menghentikan pembicaraan dan mengalihkan fokus ke target lain yang lebih memungkinkan direkrut sebelum jendela transfer ditutup.

Bournemouth Anggap Alex Scott Aset Masa Depan

Laporan dari The Mirror menyebut Bournemouth sama sekali tidak tergoda dengan berbagai pendekatan yang dilakukan Manchester United.

Manajemen The Cherries meyakini Alex Scott memiliki prospek menjadi salah satu gelandang terbaik di Liga Inggris dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, klub memilih mempertahankan sang pemain meski mendapat ketertarikan dari klub sebesar Manchester United.

Penolakan yang terus berulang membuat manajemen Setan Merah mulai kehilangan harapan untuk menyelesaikan transfer tersebut pada musim panas ini.

MU Berencana Kembali pada 2027

Meski mundur untuk saat ini, Manchester United disebut belum sepenuhnya menghapus nama Alex Scott dari daftar incaran.

Kontrak Scott bersama Bournemouth masih berlaku hingga 2028.

Namun laporan menyebut sang pemain belum menunjukkan tanda-tanda akan memperpanjang kontraknya.

Situasi itu membuat Manchester United diyakini akan kembali mencoba merekrutnya pada bursa transfer 2027.

Saat itu posisi Bournemouth diperkirakan lebih sulit karena masa kontrak pemain sudah semakin menipis.

Tchouameni dan Baleba Jadi Alternatif

Sambil menunggu peluang mendapatkan Alex Scott di masa depan, Manchester United mulai mengalihkan perhatian ke sejumlah nama lain.

Dua gelandang yang kini masuk radar Setan Merah adalah Aurelien Tchouameni dari Real Madrid dan Carlos Baleba milik Brighton.

Keduanya dinilai mampu memberikan keseimbangan sekaligus meningkatkan kualitas lini tengah Manchester United untuk menghadapi musim 2026/2027.(*)




AC Milan Bidik Wing-Back Baru, Noussair Mazraoui dan Raphael Guerreiro Masuk Radar

SEPUCUKJAMBI.ID – AC Milan masih membuka peluang mendatangkan pemain baru di posisi wing-back sebelum bursa transfer musim panas ditutup.

Keputusan tersebut akan bergantung pada hasil evaluasi pelatih Ruben Amorim selama rangkaian pramusim.

Rossoneri memang belum menjadikan sektor sayap sebagai prioritas utama.

Namun, kebutuhan tambahan pemain bisa berubah apabila performa skuad dinilai belum sesuai dengan skema yang diinginkan sang pelatih.

Dalam laga uji coba melawan Celtic, Amorim mulai memperlihatkan filosofi permainannya melalui formasi 3-4-2-1.

Skema tersebut menuntut wing-back memiliki kemampuan menyerang dan bertahan secara seimbang.

Sejumlah pemain mulai diuji di posisi tersebut. Salah satunya adalah Samuel Chukwueze yang dicoba bermain sebagai wing-back.

Eksperimen itu memberikan hasil positif. Pemain asal Nigeria tersebut tampil cukup menjanjikan dan sukses menyumbang assist untuk gol Francesco Camarda saat menghadapi Celtic.

Selain Chukwueze, Alexis Saelemaekers juga dipersiapkan mengisi peran serupa.

Sementara Davide Bartesaghi tetap menjadi opsi penting karena mampu bermain sebagai wing-back maupun bek tengah sisi kiri.

Di tengah evaluasi tersebut, masa depan Pervis Estupinan masih menjadi perhatian.

Bek asal Ekuador itu dikabarkan diminati Aston Villa, meski hingga kini belum ada keputusan terkait kemungkinan kepindahannya.

Amorim disebut ingin melihat langsung performa Estupinan sepanjang pramusim sebelum menentukan apakah sang pemain akan dipertahankan atau dilepas.

Jika Estupinan hengkang, AC Milan dipastikan akan bergerak mencari pengganti. Salah satu nama yang masuk daftar incaran adalah Noussair Mazraoui dari Manchester United.

Bek asal Maroko itu disebut sudah lama masuk dalam radar Amorim karena dinilai sesuai dengan karakter permainan yang diinginkannya.

Selain Mazraoui, AC Milan juga mempertimbangkan Raphael Guerreiro.

Pemain asal Portugal itu kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama Bayern Munchen berakhir.

Status tanpa klub membuat Guerreiro menjadi opsi menarik karena bisa direkrut tanpa biaya transfer. Pengalamannya di level tertinggi Eropa juga menjadi nilai tambah.

Selama bermain di Bundesliga, Guerreiro mencatatkan 42 gol dan 47 assist dalam 223 pertandingan, statistik yang menunjukkan kemampuannya memberikan kontribusi di sektor menyerang maupun bertahan.

Manajemen AC Milan diperkirakan baru akan mengambil keputusan final setelah seluruh agenda pramusim rampung.

Evaluasi tersebut akan menjadi dasar apakah Rossoneri benar-benar mendatangkan wing-back baru sebelum bursa transfer ditutup.(*)




Cucurella dan Konate Resmi Masuk Skuad La Liga Real Madrid, Tinggal Bernardo Silva

SEPUCUKJAMBI.ID – Real Madrid terus mematangkan persiapan menghadapi musim 2026/2027.

Los Blancos resmi mendaftarkan dua rekrutan anyar, Marc Cucurella dan Ibrahima Konate, ke kompetisi La Liga sehingga keduanya kini sudah memenuhi syarat untuk tampil pada laga resmi.

Registrasi dua pemain tersebut menjadi langkah lanjutan setelah sebelumnya Real Madrid lebih dulu mendaftarkan Denzel Dumfries, yang menjadi pemain anyar pertama mereka yang masuk daftar resmi La Liga musim ini.

Dengan demikian, Real Madrid kini telah memiliki tiga pemain baru yang resmi terdaftar, sementara proses administrasi untuk rekrutan lainnya masih terus berjalan.

Marc Cucurella didatangkan dari Chelsea dengan nilai transfer mencapai 55 juta euro ditambah bonus hingga 5 juta euro.

Bek kiri Timnas Spanyol itu diproyeksikan menjadi salah satu pilar baru di sektor pertahanan Los Blancos.

Proses registrasi Cucurella rampung beberapa pekan sebelum kompetisi dimulai, membuka peluang bagi pemain berusia 28 tahun tersebut menjalani debut resminya bersama Real Madrid pada awal musim.

Sementara itu, Ibrahima Konate bergabung dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama Liverpool berakhir.

Bek tengah Timnas Prancis itu juga telah menyelesaikan seluruh proses administrasi sehingga siap memperkuat lini belakang skuad asuhan Jose Mourinho.

Di sisi lain, Real Madrid masih menyisakan satu nama yang belum terdaftar, yakni Bernardo Silva.

Gelandang asal Portugal tersebut direkrut secara gratis setelah kontraknya bersama Manchester City berakhir.

Meski belum masuk daftar resmi La Liga, proses registrasi Bernardo Silva diperkirakan segera rampung dalam waktu dekat seiring persiapan pramusim yang tengah dijalani Real Madrid.

Selain itu, proses transfer Yan Diomande dari RB Leipzig juga masih berlangsung sehingga manajemen klub masih harus menyelesaikan sejumlah administrasi sebelum pemain tersebut bisa didaftarkan.

Hingga saat ini, Real Madrid menjadi salah satu klub paling aktif dalam proses registrasi pemain baru di La Liga.

Bersama Espanyol, Los Blancos menjadi dua klub yang sudah mulai mendaftarkan rekrutan anyar untuk kompetisi musim 2026/2027.(*)




Pep Guardiola Tak Jadi Latih Italia, Roberto Mancini dan Andrea Pirlo Masuk Radar

SEPUCUKJAMBI.ID – Harapan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk menunjuk Pep Guardiola sebagai pelatih baru Timnas Italia dipastikan pupus.

Pelatih asal Spanyol itu dilaporkan menolak tawaran menangani Gli Azzurri setelah mempertimbangkan berbagai aspek bersama keluarga dan agennya.

Kabar tersebut diungkap pakar transfer Eropa Fabrizio Romano, yang menyebut Guardiola memilih belum kembali ke dunia kepelatihan setelah mengakhiri masa panjangnya bersama Manchester City.

Sebelumnya, FIGC bergerak mencari pelatih baru menyusul mundurnya Gennaro Gattuso.

Keputusan itu diambil setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, sehingga federasi langsung berburu sosok berpengalaman untuk memimpin tim nasional.

Pep Guardiola Pilih Beristirahat

Menurut laporan Romano, perwakilan FIGC dan Guardiola sempat mengadakan pertemuan pada pekan lalu.

Dalam kesempatan itu, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut menerima proposal dari federasi untuk dipelajari lebih lanjut.

Namun setelah berdiskusi dengan keluarga dan agennya, Guardiola akhirnya memutuskan menolak tawaran tersebut.

Pelatih berusia 55 tahun itu disebut ingin menikmati masa istirahat setelah hampir satu dekade menangani Manchester City dan belum memiliki keinginan kembali melatih dalam waktu dekat.

Bukan Karena Masalah Gaji

Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Guardiola meminta bayaran tinggi agar bersedia menangani Timnas Italia.

Spekulasi itu muncul karena selama melatih Manchester City, ia menjadi salah satu pelatih dengan gaji tertinggi di dunia.

Namun Fabrizio Romano membantah anggapan tersebut.

Menurutnya, keputusan Guardiola menolak Italia sama sekali tidak berkaitan dengan nilai kontrak atau besaran gaji yang ditawarkan FIGC.

Alasan utamanya adalah keinginan Guardiola untuk beristirahat sebelum menerima tantangan baru.

Mancini dan Pirlo Jadi Kandidat

Gagal mendapatkan Guardiola membuat FIGC harus mengalihkan perhatian kepada kandidat lain.

Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Italia, di antaranya mantan pelatih Roberto Mancini dan eks gelandang legendaris Italia Andrea Pirlo.

Kedua nama tersebut disebut masuk dalam daftar calon yang berpotensi dipertimbangkan FIGC untuk membangun kembali kekuatan Gli Azzurri setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.

Kini, keputusan berada di tangan federasi untuk menentukan sosok yang dinilai paling tepat membawa Italia kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.(*)




Jurgen Klopp Resmi Latih Timnas Jerman, Siap Bangkitkan Der Panzer

SEPUCUKJAMBI.ID – Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) resmi menunjuk Jurgen Klopp sebagai pelatih baru Timnas Jerman.

Mantan manajer Liverpool itu dipercaya memimpin Der Panzer hingga ajang Piala Dunia 2030, sekaligus membuka era baru setelah berakhirnya kepemimpinan Julian Nagelsmann.

Pengumuman tersebut disampaikan DFB melalui laman resminya pada Jumat 24 Juli 2026.

Klopp telah menandatangani kontrak di DFB Campus dan akan langsung mempersiapkan tim menghadapi agenda internasional berikutnya.

Dalam pernyataan resminya, DFB memastikan Klopp akan memimpin Timnas Jerman di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.

“Jurgen Klopp akan menjadi pelatih kepala tim nasional Jerman. Pelatih berusia 59 tahun itu telah menandatangani kontraknya hari ini di DFB Campus,” tulis DFB.

Penunjukan Klopp dilakukan setelah DFB memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Julian Nagelsmann menyusul kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026.

Saat itu, Der Panzer harus tersingkir lebih awal setelah kalah dari Paraguay pada babak 32 besar.

Klopp: Ini Tugas yang Sangat Istimewa

Klopp mengaku bangga mendapat kesempatan menangani tim nasional negaranya. Menurutnya, melatih Timnas Jerman merupakan tantangan sekaligus kehormatan besar dalam karier kepelatihannya.

“Tim nasional dapat menyatukan kami, orang-orang Jerman, seperti hampir tidak ada hal lain. Itulah yang membuat tugas ini begitu istimewa bagi saya,” ujar Klopp.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Red Bull atas pengalaman yang diperolehnya sebelum menerima tawaran dari DFB.

“Saya berterima kasih atas segala pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan selama satu setengah tahun terakhir di Red Bull, serta keterbukaan yang memungkinkan kesepakatan ini terwujud.”

Klopp menegaskan ingin membangun Timnas Jerman yang solid, bermain penuh semangat, dan mampu kembali membangkitkan kebanggaan publik.

“Kami akan menjalaninya dengan kerendahan hati dan kesabaran. Kami ingin membangun tim yang berjuang satu sama lain, menikmati sepak bola, dan mampu menjadi tempat seluruh masyarakat Jerman bersatu dengan penuh keyakinan,” katanya.

Debut Lawan Belanda

Para pendukung Der Panzer tidak perlu menunggu lama untuk melihat kiprah Klopp di pinggir lapangan.

Pelatih yang sukses meraih berbagai gelar bersama Liverpool itu dijadwalkan melakoni laga debut saat Timnas Jerman menghadapi Belanda dalam ajang UEFA Nations League pada 25 September 2026.

Laga tersebut akan menjadi awal perjalanan Klopp dalam membawa Jerman kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026.(*)




Zidane Kembali! Legenda Prancis Segera Tangani Les Bleus usai Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Penantian panjang para pendukung Timnas Prancis tampaknya segera berakhir.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dijadwalkan mengumumkan pelatih baru Les Bleus pada Selasa, 28 Juli 2026, dan seluruh perhatian mengarah kepada Zinedine Zidane sebagai sosok yang akan memimpin tim nasional tersebut.

Sejumlah media Prancis, termasuk RMC Sport, melaporkan bahwa Zidane telah menyepakati kontrak untuk menangani Timnas Prancis.

Meski demikian, beberapa detail terkait susunan staf pelatih masih dalam tahap penyelesaian sebelum pengumuman resmi dilakukan.

FFF sendiri telah memastikan Presiden Philippe Diallo akan menggelar konferensi pers setelah rapat Komite Eksekutif pada Selasa waktu setempat untuk memperkenalkan pelatih baru Timnas Prancis.

Meski nama Zidane belum disebut secara resmi, berbagai laporan menyebut mantan pelatih Real Madrid itu menjadi kandidat yang akan diperkenalkan kepada publik.

Penunjukan Zidane akan mengakhiri spekulasi yang berlangsung sejak ia meninggalkan Real Madrid pada 2021.

Selama beberapa tahun terakhir, legenda sepak bola Prancis itu memang terus dikaitkan dengan kursi pelatih tim nasional.

Mengakhiri Era 14 Tahun Didier Deschamps

Zidane diproyeksikan menggantikan Didier Deschamps, yang mengakhiri masa kepemimpinannya setelah Prancis menuntaskan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Selama 14 tahun menangani Les Bleus, Deschamps sukses membawa Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League 2020-2021.

Ia juga mengantar timnya menjadi finalis Euro 2016 dan Piala Dunia 2022, menjadikannya salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Prancis.

Debut Zidane Diperkirakan di UEFA Nations League

Jika resmi diumumkan sesuai jadwal, Zidane tidak akan memiliki banyak waktu untuk beradaptasi. Timnas Prancis sudah ditunggu agenda padat UEFA Nations League mulai akhir September.

Laga perdana Zidane diperkirakan berlangsung pada 25 September menghadapi Turki.

Setelah itu, Prancis akan bertandang ke markas Belgia, sebelum menjamu Italia pada 2 Oktober dan kembali menghadapi Belgia pada 5 Oktober.

Bagi Zidane, penunjukan ini menjadi babak baru dalam karier kepelatihannya setelah lima tahun tidak menangani tim sejak mengakhiri periode keduanya bersama Real Madrid.

Kini, legenda yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 sebagai pemain itu bersiap menghadapi tantangan baru dengan target mengembalikan Les Bleus ke puncak sepak bola dunia.(*)




Daftar Pemenang Penghargaan FIFA Piala Dunia 2026, Spanyol Dominasi

SEPUCUKJAMBI.ID – FIFA resmi mengumumkan daftar peraih penghargaan Piala Dunia 2026 setelah turnamen berakhir dengan Timnas Spanyol keluar sebagai juara usai mengalahkan Timnas Argentina 1-0 di partai final, Senin 20 Juli 2026.

Sejumlah penghargaan individu dan tim diberikan kepada pemain yang tampil konsisten sepanjang turnamen, mulai dari Golden Ball, Golden Boot, Golden Glove, Pemain Muda Terbaik, hingga FIFA Fair Play Trophy.

Berikut daftar lengkap penerima penghargaan Piala Dunia FIFA 2026.

Rodri Raih Golden Ball Piala Dunia 2026

Penghargaan Golden Ball atau pemain terbaik turnamen diberikan kepada gelandang sekaligus kapten Timnas Spanyol, Rodri.

Pemain Manchester City itu menjadi motor permainan La Furia Roja sepanjang turnamen. Perannya di lini tengah dinilai sangat vital dalam mengantarkan Spanyol meraih gelar juara dunia.

FIFA menetapkan Rodri sebagai pemain terbaik setelah tampil konsisten sejak fase grup hingga final.

Sementara Lionel Messi menempati posisi kedua dan meraih Silver Ball, sedangkan Kylian Mbappe memperoleh Bronze Ball.

Kylian Mbappe Sabet Golden Boot

Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, berhasil meraih Golden Boot Piala Dunia 2026 setelah menjadi pencetak gol terbanyak turnamen.

Mbappe mengakhiri kompetisi dengan torehan 10 gol, termasuk dua gol yang dicetak saat menghadapi Inggris pada laga perebutan tempat ketiga.

Jumlah tersebut tidak mampu dikejar pesaing terdekatnya, sehingga penyerang Real Madrid itu resmi membawa pulang penghargaan Sepatu Emas.

Sementara itu, Lionel Messi meraih Silver Boot, sedangkan Jude Bellingham mendapatkan Bronze Boot.

Unai Simon Jadi Kiper Terbaik

Penghargaan Golden Glove diberikan kepada penjaga gawang Timnas Spanyol, Unai Simon.

Kiper Athletic Bilbao tersebut tampil luar biasa sepanjang Piala Dunia 2026 dengan mencatatkan tujuh clean sheet dari delapan pertandingan.

Ia juga hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, termasuk menjaga gawang Spanyol tetap nirbobol pada laga final melawan Argentina.

Pau Cubarsi Terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik

Bek muda Timnas Spanyol, Pau Cubarsi, dinobatkan sebagai FIFA Young Player Award atau pemain muda terbaik Piala Dunia 2026.

Bek berusia 19 tahun itu menjadi pilar penting di lini belakang Spanyol dan tampil konsisten sepanjang kompetisi.

Kontribusinya membantu La Furia Roja menjadi tim dengan pertahanan terbaik di turnamen menjadi salah satu alasan FIFA memberikan penghargaan tersebut.

Belanda Raih FIFA Fair Play Trophy

Penghargaan FIFA Fair Play Trophy diberikan kepada Timnas Belanda.

Meski langkah De Oranje terhenti pada babak 32 besar, FIFA menilai skuad asuhan Ronald Koeman menunjukkan sportivitas dan disiplin terbaik selama turnamen berlangsung.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas semangat fair play yang ditunjukkan Belanda sepanjang Piala Dunia 2026.

Daftar Lengkap Peraih Penghargaan Piala Dunia 2026

  • Golden Ball: Rodri
  • Silver Ball: Lionel Messi
  • Bronze Ball: Kylian Mbappe
  • Golden Boot: Kylian Mbappe
  • Silver Boot: Lionel Messi
  • Bronze Boot: Jude Bellingham
  • Golden Glove: Unai Simon
  • FIFA Young Player Award: Pau Cubarsi
  • FIFA Fair Play Trophy: Timnas Belanda.(*)



Drama 120 Menit! Ferran Torres Bungkam Argentina di Final

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Timnas Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Senin 20 Juli 2026 dini hari WIB.

Gol tunggal kemenangan La Furia Roja dicetak Ferran Torres pada babak tambahan waktu kedua.

Hasil ini mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah, sekaligus menggagalkan ambisi Argentina mempertahankan dominasinya di panggung sepak bola dunia.

Spanyol Dominasi Babak Pertama, Argentina Bertahan Solid

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil kendali permainan dengan penguasaan bola yang dominan.

Peluang pertama hadir pada menit kelima ketika Lamine Yamal melepaskan tembakan dari sisi kiri kotak penalti.

Namun, kiper Argentina Emiliano Martinez berhasil melakukan penyelamatan.

Meski terus menguasai pertandingan, Spanyol kesulitan menembus rapatnya pertahanan Argentina.

Sebaliknya, skuad Lionel Scaloni lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan.

Peluang berikutnya baru tercipta pada menit ke-39 melalui sepakan Mikel Oyarzabal, tetapi kembali mampu diamankan Emiliano Martinez.

Menjelang turun minum, Argentina kehilangan Lisandro Martinez yang mengalami cedera dan digantikan Nicolas Otamendi.

Babak pertama pun ditutup tanpa gol dengan skor 0-0.

Argentina Kehilangan Enzo Fernandez

Memasuki babak kedua, Argentina memasukkan Leandro Paredes menggantikan Nico Gonzalez.

Pertandingan masih berjalan ketat. Spanyol tetap mendominasi penguasaan bola, sementara Argentina lebih mengandalkan pertahanan disiplin dan serangan balik.

Pelatih Luis de la Fuente kemudian melakukan perubahan dengan memasukkan Ferran Torres dan Pedri pada menit ke-62.

Pergantian tersebut membuat serangan Spanyol semakin berbahaya.

Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi Emiliano Martinez tampil gemilang di bawah mistar gawang Argentina.

Drama terjadi pada masa injury time ketika Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran.

Argentina pun harus bermain dengan 10 orang hingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Ferran Torres Jadi Pahlawan Spanyol

Unggul jumlah pemain, Spanyol tampil semakin agresif pada babak perpanjangan waktu.

Nico Williams sempat mengancam melalui sundulan pada awal extra time, tetapi Emiliano Martinez kembali melakukan penyelamatan penting.

Spanyol bahkan sempat mencetak gol melalui Nico Williams. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam proses gol.

Gol yang dinanti akhirnya lahir pada awal babak tambahan waktu kedua.

Berawal dari umpan sundulan Nico Williams di dalam kotak penalti, Ferran Torres berhasil menyambar bola dan menaklukkan Emiliano Martinez untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Argentina mencoba merespons dengan bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.

Ferran Torres kembali sempat membobol gawang Argentina beberapa menit kemudian.

Namun, gol tersebut dianulir karena penyerang Spanyol itu lebih dulu berada dalam posisi offside.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Argentina gagal mencetak gol penyeimbang. Spanyol pun memastikan kemenangan 1-0 sekaligus mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Spanyol Raih Gelar Piala Dunia Kedua

Keberhasilan mengalahkan Argentina membuat Spanyol kembali menorehkan sejarah dengan meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya.

Penampilan disiplin di lini belakang dan gol tunggal Ferran Torres menjadi pembeda dalam laga final yang berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu.

Sementara itu, Argentina harus puas menjadi runner-up setelah gagal membongkar pertahanan solid La Furia Roja.

Susunan Pemain

Spanyol (4-3-3): Unai Simon; Marc Cucurella, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, Pedro Porro; Fabian Ruiz, Rodri, Dani Olmo; Alex Baena, Mikel Oyarzabal, Lamine Yamal.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nicolas Tagliafico, Lisandro Martinez, Cristian Romero, Gonzalo Montiel; Nico Gonzalez, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul; Julian Alvarez, Lionel Messi.

Pelatih: Lionel Scaloni.(*)




Bukayo Saka Tampil Gila! Cetak Hattrick dan Pecahkan Rekor di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Bukayo Saka tampil gemilang saat Timnas Inggris mengalahkan Timnas Prancis dengan skor 6-4 pada laga perebutan juara ketiga Piala Dunia 2026.

Winger Arsenal itu mencetak hattrick dan menjadi pemain pertama yang mencatatkan tiga gol di fase gugur turnamen.

Penampilan impresif Saka membantu The Three Lions mengamankan posisi ketiga sekaligus menorehkan catatan istimewa dalam sejarah Piala Dunia 2026.

Bukayo Saka Jadi Penentu Kemenangan Inggris

Saka dipercaya pelatih Thomas Tuchel tampil sebagai starter di sisi kanan lini serang Inggris saat menghadapi Prancis di Miami Stadium, Minggu 19 Juli 2026.

Kepercayaan tersebut dibayar lunas oleh pemain berusia 24 tahun itu dengan performa luar biasa.

Saka mencetak dua gol pada babak pertama yang membawa Inggris unggul telak 4-0 sebelum turun minum.

Pada babak kedua, ketika Prancis sempat memangkas ketertinggalan menjadi 3-4, Saka kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui eksekusi penalti yang sukses menembus gawang Mike Maignan.

Gol tersebut memastikan hattrick sekaligus memperlebar keunggulan Inggris menjadi 5-3.

Hattrick Pertama di Fase Gugur Piala Dunia 2026

Tiga gol yang dicetak Bukayo Saka bukan hanya membantu Inggris meraih kemenangan, tetapi juga menghadirkan rekor baru di Piala Dunia 2026.

Saka menjadi pemain pertama yang mencetak hattrick pada fase gugur turnamen.

Sebelumnya, hanya tiga pemain yang berhasil membukukan hattrick sepanjang Piala Dunia 2026, yakni Lionel Messi saat menghadapi Aljazair, Jonathan David ketika melawan Qatar, dan Ousmane Dembele saat menghadapi Norwegia.

Namun, seluruh hattrick tersebut tercipta pada fase grup.

Catatan itu membuat hattrick Bukayo Saka semakin istimewa karena menjadi satu-satunya yang lahir pada fase gugur Piala Dunia 2026.

Bukti Kualitas Saka di Panggung Dunia

Sepanjang Piala Dunia 2026, Bukayo Saka sempat beberapa kali absen sebagai starter karena mengalami masalah kebugaran.

Meski demikian, Thomas Tuchel tetap memberikan kepercayaan kepada winger Arsenal tersebut pada laga perebutan tempat ketiga.

Saka menjawab kepercayaan itu dengan penampilan terbaiknya dan menjadi salah satu aktor utama kemenangan Inggris atas Prancis.

Hattrick yang dicetaknya semakin menegaskan status Bukayo Saka sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di Piala Dunia 2026.(*)




Rekor Pele Akhirnya Tumbang! Michael Olise Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Gelandang Timnas Prancis, Michael Olise, mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia 2026.

Pemain Bayern Munchen itu resmi memecahkan rekor legenda Brasil, Pele, sebagai pemain dengan jumlah assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.

Rekor tersebut tercipta setelah Olise menyumbang satu assist saat Prancis menghadapi Inggris pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Minggu 19 Juli 2026.

Assist untuk gol Kylian Mbappe itu menjadi assist ketujuh Olise sepanjang turnamen, sekaligus mengantarkannya sebagai raja assist Piala Dunia 2026 dan pemegang rekor baru sepanjang sejarah kompetisi.

Michael Olise Lewati Rekor Legendaris Pele

Dalam pertandingan melawan Inggris, Michael Olise memulai laga dari bangku cadangan sebelum masuk menggantikan Rayan Cherki pada awal babak kedua.

Kehadirannya langsung memberikan dampak bagi permainan Prancis. Olise mengirim umpan matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Kylian Mbappe menjadi gol.

Assist tersebut menjadi assist ketujuh Olise di Piala Dunia 2026.

Catatan itu membuat pemain Bayern Munchen tersebut unggul jauh dari para pesaingnya dalam daftar pemberi assist terbanyak di turnamen.

Raja Assist Piala Dunia 2026

Sepanjang Piala Dunia 2026, Michael Olise mengoleksi tujuh assist.

Jumlah tersebut terpaut cukup jauh dari para pemain lain seperti Kylian Mbappe, Bruno Guimaraes, Martin Odegaard, dan Brahim Diaz yang masing-masing mencatatkan empat assist.

Berkat torehan tersebut, Olise dipastikan menjadi pemain dengan assist terbanyak sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Rekor Pele Bertahan 56 Tahun Akhirnya Pecah

Tak hanya menjadi raja assist Piala Dunia 2026, Michael Olise juga mengukir sejarah baru di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.

Sebelumnya, rekor assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia dipegang oleh legenda Brasil, Pele.

Pada Piala Dunia 1970, Pele mencatatkan enam assist dalam satu turnamen.

Rekor itu bertahan selama 56 tahun dan belum pernah mampu disamai maupun dilampaui pemain lain.

Kini, Michael Olise berhasil memecahkan rekor tersebut dengan koleksi tujuh assist di Piala Dunia 2026, menjadikannya sebagai pemilik rekor assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.

Prestasi itu sekaligus menempatkan nama pemain berusia 24 tahun tersebut dalam daftar pemain yang mencatatkan sejarah baru di panggung Piala Dunia.(*)