Jadwal World Cup 2026 Hari Ini: Korea Selatan vs Ceko, Siapa Raih Tiga Poin Perdana?

SEPUCUKJAMBI.ID – Rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 terus berlanjut setelah laga pembuka mempertemukan Meksiko dan Afrika Selatan.

Pada Jumat 12 Juni 2026, perhatian pecinta sepak bola dunia akan tertuju ke duel Korea Selatan melawan Republik Ceko yang menjadi salah satu pertandingan menarik di fase grup.

Laga Grup A tersebut dijadwalkan berlangsung di Estadio Akron, Zapopan, dengan kick-off pukul 09.00 WIB dan dapat disaksikan melalui siaran TVRI.

Pertandingan ini menjadi momen penting bagi kedua tim untuk mengawali turnamen dengan hasil positif.

Dengan persaingan Grup A yang juga dihuni Meksiko dan Afrika Selatan, setiap poin akan sangat menentukan peluang lolos ke babak gugur.

Korea Selatan datang dengan kekuatan yang mengandalkan kecepatan, mobilitas, serta kreativitas para pemain di lini depan.

Sementara Republik Ceko dikenal memiliki organisasi permainan yang disiplin, didukung fisik kuat dan kemampuan duel udara yang menjadi karakter khas tim-tim Eropa Tengah.

Duel ini diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim dinilai memiliki kualitas yang relatif seimbang.

Tim yang mampu memanfaatkan peluang dengan lebih efektif berpotensi mengamankan tiga poin pertama yang sangat berharga dalam persaingan grup.

Sebelumnya, Meksiko sukses mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan.

Hasil tersebut membuat El Tri sementara memimpin klasemen Grup A dan memberikan tekanan tambahan kepada Korea Selatan maupun Republik Ceko yang akan menjalani laga perdana mereka.

Berikut jadwal lengkap pertandingan Piala Dunia 2026 yang disiarkan TVRI.

Jadwal Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026

02.00 WIB: Meksiko 2-0 Afrika Selatan

09.00 WIB: Korea Selatan vs Republik Ceko

Sabtu, 13 Juni 2026

02.00 WIB: Kanada vs Bosnia dan Herzegovina

08.00 WIB: Amerika Serikat vs Paraguay

Minggu, 14 Juni 2026

00.00 WIB: Jerman vs Curaçao

02.00 WIB: Qatar vs Swiss

04.00 WIB: Belanda vs Jepang

05.00 WIB: Brasil vs Maroko

08.00 WIB: Haiti vs Skotlandia

10.00 WIB: Swedia vs Tunisia

11.00 WIB: Australia vs Turki

Seluruh pertandingan tersebut menjadi bagian dari rangkaian fase grup Piala Dunia 2026 yang akan menentukan langkah masing-masing negara menuju babak berikutnya.(*)




Kalah dari Meksiko, Pelatih Afrika Selatan Kritik Kartu Merah Kedua di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Pelatih Timnas Afrika Selatan, Hugo Broos, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya kalah 0-2 dari Meksiko pada laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026.

Menurutnya, keputusan wasit yang mengeluarkan dua kartu merah menjadi salah satu faktor yang sangat memengaruhi jalannya pertandingan.

Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah di Estadio Azteca, Afrika Selatan sebenarnya berusaha memberikan perlawanan sengit.

Namun situasi berubah drastis setelah Bafana Bafana harus menyelesaikan pertandingan dengan hanya sembilan pemain di lapangan.

Sphephelo Sithole menjadi pemain pertama yang mendapat kartu merah langsung pada babak kedua.

Kondisi semakin sulit ketika Themba Zwane menyusul keluar lapangan setelah wasit memberikan kartu merah usai meninjau tayangan VAR.

Broos mengaku bisa menerima keputusan kartu merah pertama.

Namun pelatih asal Belgia itu mempertanyakan keputusan yang menghasilkan kartu merah kedua karena menilai terdapat kontak yang juga melibatkan pemain Meksiko.

“Sangat disayangkan kami harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain,” kata Broos.

“Saya tidak ingin banyak berbicara mengenai kartu merah pertama. Tetapi untuk kartu merah kedua, menurut saya pemain Meksiko juga melakukan blok terhadap pemain kami. Situasi seperti itu bisa terjadi dalam pertandingan dan saya melihatnya berbeda dengan keputusan wasit,” lanjutnya.

Meski kalah dan gagal meraih poin, Broos tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya.

Ia menilai Afrika Selatan mampu tampil disiplin dan sempat membuat Meksiko kesulitan mengembangkan permainan, terutama sebelum kehilangan pemain akibat kartu merah.

Menurutnya, tim tuan rumah tidak sepenuhnya nyaman menghadapi organisasi permainan yang diterapkan Afrika Selatan.

Beberapa kali Meksiko dipaksa mencari celah untuk menembus pertahanan rapat Bafana Bafana.

“Saya pikir tim saya memainkan pertandingan yang cukup baik. Dalam beberapa periode pertandingan, Meksiko bahkan terlihat kesulitan menemukan ruang untuk menyerang. Secara keseluruhan saya puas dengan usaha para pemain,” ujar Broos.

Meski demikian, pelatih berusia 74 tahun itu mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi sebelum pertandingan berikutnya.

Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah kemampuan tim saat menguasai bola.

Broos menilai anak asuhnya masih terlalu mudah kehilangan bola dan gagal memaksimalkan momen ketika berhasil keluar dari tekanan lawan.

“Ketika menguasai bola kami harus tampil lebih baik. Itu menjadi kekurangan terbesar kami pada pertandingan ini. Kami harus segera memperbaikinya jika ingin mendapatkan hasil positif di laga berikutnya,” tegasnya.

Kekalahan dari Meksiko membuat Afrika Selatan terpuruk di dasar klasemen sementara Grup A Piala Dunia 2026.

Dengan persaingan yang semakin ketat, Bafana Bafana kini dituntut segera bangkit pada pertandingan selanjutnya agar peluang lolos ke babak gugur tetap terbuka.(*)




Siapa Julian Quinones? Penyerang Meksiko yang Cetak Gol Pertama Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Panggung Piala Dunia 2026 akhirnya resmi dibuka.

Namun sebelum turnamen berjalan lebih jauh, satu nama sudah lebih dulu mencuri sorotan dunia.

Julian Quinones menjadi pemain pertama yang mencatatkan namanya di papan skor edisi kali ini sekaligus mengawali sejarah baru turnamen sepak bola terbesar di planet ini.

Momen bersejarah itu tercipta saat Timnas Meksiko menghadapi Afrika Selatan dalam laga pembuka Grup A yang berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, Jumat 12 Juni 2026 dini hari WIB.

Bermain di hadapan lautan pendukung sendiri, El Tri tampil agresif sejak menit awal dan langsung mendapatkan hasil pada menit kesembilan.

Quinones sukses memanfaatkan peluang di depan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau kiper Afrika Selatan, Ronwen Williams.

Bola bersarang di gawang dan seketika membuat Stadion Azteca bergemuruh.

Gol tersebut bukan sekadar membuka keunggulan Meksiko.

Catatan itu juga menempatkan Quinones sebagai pencetak gol pertama di Piala Dunia 2026, sebuah status yang akan selalu tercatat dalam sejarah kompetisi.

Keberhasilan tersebut semakin melengkapi performa impresif sang penyerang dalam dua musim terakhir.

Datang ke Piala Dunia dengan kepercayaan diri tinggi, Quinones berstatus sebagai salah satu penyerang paling produktif yang tampil di turnamen ini setelah menyabet gelar top skor Liga Pro Arab Saudi musim 2025/2026.

Perjalanan Quinones menuju titik ini juga terbilang unik.

Lahir di Kolombia, pemain berusia 29 tahun tersebut kemudian memilih membela Timnas Meksiko setelah menyelesaikan proses naturalisasi.

Keputusan yang sempat menjadi perbincangan itu kini terbukti memberikan dampak besar bagi El Tri.

Dalam beberapa tahun terakhir, Quinones menjelma sebagai sosok penting di lini depan Meksiko.

Kontribusinya turut membantu tim meraih sejumlah prestasi di kawasan CONCACAF, termasuk gelar Nations League dan Piala Emas.

Sebelum merumput di Arab Saudi, namanya lebih dulu dikenal publik sepak bola Amerika Utara berkat ketajamannya bersama Atlas dan Club America di Liga MX.

Konsistensi mencetak gol membuatnya menjadi salah satu striker paling berbahaya di kompetisi tersebut.

Pada musim 2023/2024, Quinones mencatatkan 18 gol bersama Club America. Produktivitas itu menjadi titik balik yang membuka jalan menuju karier internasional yang lebih besar.

Hingga akhirnya mengantarkannya tampil sebagai salah satu tokoh utama pada malam pembukaan Piala Dunia 2026.

Meski turnamen masih sangat panjang, Julian Quinones telah memastikan satu hal: namanya akan selalu dikenang sebagai pemain yang membuka keran gol Piala Dunia 2026.(*)




Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Meksiko vs Afrika Selatan Buka Turnamen, Korea Selatan Tantang Republik Ceko

SEPUCUKJAMBI.ID – Penantian pecinta sepak bola dunia akhirnya berakhir.

Piala Dunia 2026 resmi dimulai pada Jumat 12 Juni 2026 dini hari WIB dengan dua pertandingan pembuka yang langsung menyita perhatian publik internasional.

Sorotan utama tertuju pada duel tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan dalam laga pembuka Grup A yang akan berlangsung di Mexico City Stadium.

Pertandingan dijadwalkan kick-off pukul 02.00 WIB dan menjadi penanda dimulainya edisi terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.

Atmosfer pertandingan diprediksi berlangsung panas. Bermain di depan puluhan ribu pendukung sendiri, Meksiko mengusung target meraih kemenangan perdana untuk membuka jalan menuju fase gugur.

Di sisi lain, Afrika Selatan datang dengan ambisi mencuri poin dan menciptakan kejutan pada laga yang akan disaksikan jutaan pasang mata di seluruh dunia.

Ulangan Laga Pembuka Piala Dunia 2010

Pertandingan ini menghadirkan cerita menarik. Meksiko dan Afrika Selatan pernah bertemu dalam laga pembuka Piala Dunia 2010 saat turnamen berlangsung di Johannesburg.

Kala itu, kedua tim bermain imbang 1-1 dalam pertandingan yang dikenang lewat gol spektakuler Siphiwe Tshabalala.

Kini, 16 tahun kemudian, kedua negara kembali dipertemukan di partai pembuka, menjadikannya salah satu duel paling menarik pada hari pertama kompetisi.

Piala Dunia Terbesar Sepanjang Sejarah

Piala Dunia 2026 mencatat sejarah baru bagi sepak bola dunia. Untuk pertama kalinya FIFA memperluas jumlah peserta menjadi 48 negara.

Turnamen ini juga menjadi edisi pertama yang digelar bersama oleh tiga negara, yakni Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.

Sebanyak 104 pertandingan akan dimainkan hingga partai final yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026.

Format baru tersebut membuat persaingan diprediksi semakin ketat dengan lebih banyak negara yang berpeluang menciptakan kejutan.

Korea Selatan dan Republik Ceko Lengkapi Persaingan Grup A

Setelah laga pembuka selesai, perhatian beralih ke pertandingan kedua Grup A yang mempertemukan Korea Selatan melawan Republik Ceko.

Pertandingan tersebut akan digelar di Guadalajara Stadium pada pukul 09.00 WIB.

Hasil laga ini akan menentukan peta awal persaingan Grup A dan melengkapi klasemen sementara di hari pertama turnamen.

Bagi Korea Selatan maupun Republik Ceko, kemenangan akan menjadi modal penting untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini

Jumat, 12 Juni 2026

Grup A

  • Meksiko vs Afrika Selatan
    Mexico City Stadium, Mexico City
    Kick-off 02.00 WIB

Grup A

  • Korea Selatan vs Republik Ceko
    Guadalajara Stadium, Guadalajara
    Kick-off 09.00 WIB

Kedua pertandingan dijadwalkan disiarkan langsung melalui TVRI dan TVRI Sport.

Dengan dimulainya dua laga tersebut, perjalanan panjang menuju trofi paling bergengsi dalam sepak bola resmi dimulai.

Seluruh mata dunia kini tertuju ke Amerika Utara untuk menyaksikan siapa yang akan menjadi raja sepak bola dunia berikutnya.(*)




Ulangan Duel Bersejarah 2010, Afrika Selatan Kembali Bertemu Meksiko

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Afrika Selatan tidak punya banyak waktu untuk beradaptasi di Piala Dunia 2026.

Bafana Bafana langsung dihadapkan pada ujian berat saat menghadapi tuan rumah Meksiko pada pertandingan pembuka turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.

Laga yang akan menjadi pembuka resmi Piala Dunia 2026 itu juga menjadi momen bersejarah bagi Afrika Selatan yang kembali tampil di putaran final Piala Dunia di luar kandang untuk pertama kalinya sejak edisi 2002.

Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, menyadari timnya akan menghadapi tekanan besar.

Selain berstatus tuan rumah, Meksiko datang dengan modal impresif dan dukungan puluhan ribu suporter yang diprediksi memenuhi stadion.

Karena itu, seluruh fokus persiapan Afrika Selatan kini diarahkan untuk menghadapi El Tri.

“Kami tahu apa yang harus dilakukan ketika Meksiko menguasai bola dan ketika kami memegang penguasaan bola. Semua persiapan kami difokuskan untuk pertandingan ini,” kata Broos.

Meksiko Datang dengan Modal Mentereng

Afrika Selatan menghadapi lawan yang sedang berada dalam performa terbaiknya.

Meksiko menyapu bersih seluruh pertandingan pemanasan menjelang Piala Dunia, termasuk kemenangan telak 5-1 atas Serbia.

Tidak hanya itu, Meksiko juga memiliki rekor kandang yang mengesankan.

Mereka belum pernah kalah dalam tujuh pertandingan Piala Dunia yang dimainkan di stadion yang akan menjadi venue laga pembuka tersebut.

Faktor tuan rumah menjadi keuntungan tambahan yang membuat Meksiko masuk daftar favorit untuk melaju jauh di turnamen ini.

Broos bahkan mengakui kualitas tim asuhan Meksiko tidak hanya bertumpu pada pemain bintang, tetapi juga kekuatan kolektif yang membuat mereka sulit dikalahkan.

“Mereka tim yang sangat bagus, memiliki banyak pergerakan dan sangat solid. Anda bisa melihat mereka benar-benar memiliki ambisi besar untuk menjadi juara dunia,” ujarnya.

Ulangan Bersejarah dari Piala Dunia 2010

Pertandingan ini juga menghadirkan catatan unik dalam sejarah Piala Dunia.

Afrika Selatan dan Meksiko pernah bertemu pada laga pembuka Piala Dunia 2010 saat turnamen digelar di Afrika Selatan.

Kala itu, pertandingan berakhir imbang 1-1 dan menjadi salah satu laga pembuka paling dikenang karena gol spektakuler Siphiwe Tshabalala.

Kini, 16 tahun berselang, kedua negara kembali dipertemukan dalam laga pembuka, sebuah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam format pertandingan pembuka tunggal Piala Dunia.

Afrika Selatan Bidik Kejutan

Meski tidak diunggulkan, Afrika Selatan datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil konsisten sepanjang babak kualifikasi zona Afrika.

Mereka berhasil finis sebagai juara grup, unggul atas Nigeria, dan hanya sekali kalah di lapangan selama fase kualifikasi.

Catatan tersebut menjadi modal penting bagi Broos untuk menanamkan keyakinan kepada skuadnya bahwa peluang menciptakan kejutan tetap terbuka.

Namun tugas mereka tidak akan mudah. Selain Meksiko, Afrika Selatan juga harus menghadapi Korea Selatan dan Republik Ceko dalam persaingan Grup A.

“Kami harus tampil di level terbaik jika ingin mendapatkan hasil positif. Meksiko adalah tim yang sangat lengkap,” kata Broos.

Ia menegaskan para pemainnya harus tetap disiplin menjalankan rencana permainan dan tidak terpengaruh atmosfer stadion yang dipastikan akan berpihak penuh kepada tuan rumah.

“Yang terpenting bagi kami adalah tetap fokus pada strategi dan tidak memikirkan apa yang terjadi di tribun,” tegasnya.

Hasil pertandingan melawan Meksiko diyakini akan menjadi penentu arah perjalanan Afrika Selatan di Piala Dunia 2026.

Jika mampu mencuri poin, peluang Bafana Bafana untuk mencatat sejarah dengan lolos dari fase grup untuk pertama kalinya akan semakin terbuka.(*)




Ditolak Masuk Amerika, Wasit Terbaik Afrika Terpaksa Kembali ke Turki

SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden FIFA Gianni Infantino angkat bicara terkait penolakan masuk yang dialami wasit asal Somalia, Omar Artan, oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat.

Insiden tersebut memunculkan pertanyaan baru mengenai kesiapan negara tuan rumah dalam menjamin kelancaran mobilitas pelaku sepak bola internasional menjelang berbagai turnamen besar FIFA.

Omar Artan yang dikenal sebagai salah satu wasit terbaik Afrika dan calon wasit pertama Somalia yang berpeluang memimpin pertandingan Piala Dunia, dilaporkan gagal memasuki wilayah Amerika Serikat meski telah tiba di Bandara Internasional Miami.

Menanggapi kejadian itu, Gianni Infantino menyampaikan penyesalannya dan memastikan FIFA tengah berupaya mencari solusi bersama pihak terkait.

“Sangat disayangkan apa yang terjadi kepada Omar Artan dari Somalia,” kata Infantino dalam konferensi pers di Mexico City.

Meski demikian, Infantino meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Ia menegaskan FIFA terus berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami tidak bisa mengendalikan semua hal. Namun kami akan berdiskusi, berbicara dengan pihak terkait, dan berupaya menemukan jalan keluar terbaik,” ujarnya.

Wasit Berprestasi yang Ditolak Masuk

Kasus ini menjadi perhatian karena Omar Artan bukan sosok biasa di dunia sepak bola Afrika.

Pada 2025, ia dinobatkan sebagai wasit terbaik versi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan digadang-gadang menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin laga Piala Dunia.

Namun perjalanan karier tersebut sempat terganggu setelah petugas imigrasi Amerika Serikat menolak akses masuknya.

Artan mengaku telah membawa seluruh dokumen perjalanan yang dibutuhkan sesuai prosedur.

Meski demikian, status Somalia yang masuk dalam daftar negara dengan pembatasan perjalanan ke Amerika Serikat disebut menjadi salah satu faktor yang mempersulit proses masuknya ke negara tersebut.

Akibat keputusan tersebut, Artan terpaksa kembali ke Istanbul, Turki, setelah tidak diizinkan melanjutkan aktivitasnya di Amerika Serikat.

Bukan Kasus Pertama

Penolakan terhadap Omar Artan bukan menjadi satu-satunya kasus yang terjadi menjelang berbagai agenda sepak bola internasional di Amerika Serikat.

Sebelumnya, sejumlah suporter, fotografer tim, hingga personel pendukung dari beberapa negara juga dilaporkan mengalami kendala visa maupun penolakan masuk ke wilayah AS.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pengamat sepak bola internasional, mengingat Amerika Serikat akan menjadi salah satu tuan rumah berbagai kompetisi besar FIFA dalam beberapa tahun mendatang, termasuk Piala Dunia.

Otoritas AS Beri Penjelasan

Menanggapi polemik tersebut, juru bicara Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat menyatakan bahwa Omar Artan telah menjalani proses pemeriksaan tambahan saat tiba di Miami.

Namun pihak berwenang belum merinci alasan spesifik yang menyebabkan wasit asal Somalia tersebut akhirnya tidak diizinkan masuk ke negara itu.

Kasus ini kini menjadi perhatian FIFA karena menyangkut akses dan mobilitas perangkat pertandingan internasional yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola global.

Di tengah upaya FIFA memperluas inklusivitas sepak bola dunia, insiden yang menimpa Omar Artan dinilai menjadi ujian tersendiri bagi koordinasi antara organisasi olahraga internasional dan kebijakan imigrasi negara tuan rumah.(*)




Skuad Bintang Grup G Piala Dunia 2026: De Bruyne, Salah, hingga Taremi

SEPUCUKJAMBI.ID – Grup G Piala Dunia 2026 menghadirkan persaingan menarik antara empat negara dengan karakter permainan yang berbeda.

Belgia, Mesir, Iran, dan Selandia Baru sama-sama membawa skuad dengan kombinasi pemain berpengalaman di Eropa serta talenta lokal yang siap bersaing di level tertinggi.

Dari nama-nama besar seperti Kevin De Bruyne, Mohamed Salah, hingga Mehdi Taremi, grup ini diprediksi akan menyajikan pertandingan yang penuh strategi, intensitas, dan kejutan.

Belgia: Generasi Emas yang Masih Sangat Berbahaya

Belgia tetap menjadi salah satu tim paling berbahaya di Grup G.

Belgia tetap menjadi salah satu tim paling berbahaya di Grup G.

Di sektor penjaga gawang, mereka masih mengandalkan salah satu kiper terbaik dunia, Thibaut Courtois (Real Madrid), didukung Senne Lammens (Manchester United) dan Mike Penders (Strasbourg).

Lini belakang Belgia diisi pemain berpengalaman seperti Timothy Castagne (Fulham), Thomas Meunier (Lille), serta Arthur Theate (Eintracht Frankfurt). Kehadiran Zeno Debast (Sporting CP) dan Maxim De Cuyper (Brighton) memberi regenerasi yang cukup kuat.

Di lini tengah, Belgia masih bertumpu pada kreativitas Kevin De Bruyne (Napoli), didukung Youri Tielemans (Aston Villa) dan Amadou Onana (Aston Villa) yang memberikan keseimbangan antara kreativitas dan kekuatan fisik.

Sektor depan menjadi salah satu yang paling menakutkan dengan nama-nama seperti Romelu Lukaku (Napoli), Jeremy Doku (Manchester City), Charles De Ketelaere (Atalanta), hingga Leandro Trossard (Arsenal). Belgia masih dianggap favorit utama di grup ini.

Mesir: Bertumpu pada Mohamed Salah dan Generasi Lokal

Mesir kembali mengandalkan kombinasi pemain lokal dan bintang Eropa.

Mesir kembali mengandalkan kombinasi pemain lokal dan bintang Eropa.

Di posisi kiper, ada Mohamed El Shenawy (Al Ahly) yang menjadi andalan utama.

Lini belakang Mesir didominasi pemain dari liga domestik seperti Mohamed Hany (Al Ahly) dan Ahmed Fatouh (Zamalek) yang dikenal disiplin dalam bertahan.

Di lini tengah, Mesir memiliki banyak pemain aktif seperti Emam Ashour (Al Ahly) dan Marwan Ateya (Al Ahly) yang menjadi pengatur ritme permainan.

Namun kekuatan utama Mesir tetap berada di lini depan. Mohamed Salah (Liverpool) menjadi pusat serangan, didukung Omar Marmoush (Manchester City) yang semakin berkembang di Eropa.

Kehadiran pemain muda seperti Hamza Abdelkarim (Barcelona) juga memberi harapan baru.

Iran: Solid, Taktis, dan Selalu Menyulitkan

Iran dikenal sebagai tim yang sangat terorganisir dengan pertahanan kuat.

Iran dikenal sebagai tim yang sangat terorganisir dengan pertahanan kuat.

Di bawah mistar, ada Alireza Beiranvand (Tractor FC) yang sudah berpengalaman di level internasional.

Lini belakang Iran diisi pemain seperti Hossein Kanaani (Persepolis) dan Ramin Rezaeian (Foolad FC) yang menjadi tulang punggung pertahanan.

Di lini tengah, Iran memiliki pemain berpengalaman seperti Saeid Ezatolahi (Shabab Al Ahli) dan Saman Ghoddos (Kalba FC) yang berperan dalam transisi permainan.

Sementara di lini depan, Iran mengandalkan Mehdi Taremi (Olympiakos) sebagai ujung tombak utama, didukung Mohammad Mohebi (Rostov) dan Alireza Jahanbakhsh (FC Dender). Iran dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan karena disiplin taktiknya.

Selandia Baru: Underdog dengan Semangat Tinggi

Selandia Baru datang sebagai tim non-unggulan, namun memiliki organisasi permainan yang cukup rapi.

Selandia Baru datang sebagai tim non-unggulan, namun memiliki organisasi permainan yang cukup rapi.

Di posisi kiper, ada Max Crocombe (Millwall) dan Alex Paulsen (Lechia Gdansk).

Lini belakang mereka diperkuat pemain seperti Michael Boxall (Minnesota United) dan Liberato Cacace (Wrexham) yang memberikan stabilitas pertahanan.

Di lini tengah, Selandia Baru mengandalkan Marko Stamenic (Swansea) dan Joe Bell (Viking FK) yang menjadi penghubung antar lini.

Sementara di lini depan, mereka memiliki striker andalan Chris Wood (Nottingham Forest) yang menjadi tumpuan utama dalam mencetak gol, didukung Ben Waine (Port Vale) dan Kosta Barbarouses (Western Sydney Wanderers).

Analisis Grup G Piala Dunia 2026

Grup G menghadirkan empat karakter permainan yang berbeda:

  • Belgia: kualitas individu tinggi dan skuad berpengalaman
  • Mesir: bertumpu pada Mohamed Salah dan serangan cepat
  • Iran: disiplin, defensif, dan sangat taktis
  • Selandia Baru: underdog dengan semangat juang tinggi

Belgia tetap menjadi favorit utama untuk lolos. Namun Mesir bisa menjadi ancaman serius jika Salah dalam performa terbaik.

Iran selalu berbahaya dalam turnamen besar, sementara Selandia Baru berpotensi mencuri poin lewat permainan disiplin dan fisik.(*)




Belanda Paling Diunggulkan di Grup F, Ini Komposisi Lengkap Skuad Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Grup F Piala Dunia 2026 menjadi salah satu grup yang paling menarik perhatian karena dihuni oleh empat tim dengan karakter permainan yang sangat berbeda.

Belanda, Jepang, Swedia, dan Tunisia sama-sama membawa komposisi skuad yang solid.

Berisi kombinasi pemain muda berbakat dan pemain berpengalaman yang sudah matang di level Eropa maupun dunia.

Belanda: Kedalaman Skuad dan Kualitas Individu yang Merata

Belanda kembali tampil sebagai salah satu tim dengan skuad paling seimbang di Eropa.

Belanda kembali tampil sebagai salah satu tim dengan skuad paling seimbang di Eropa.

Di sektor penjaga gawang, mereka memiliki Bart Verbruggen (Brighton) yang mulai menjadi pilihan utama, serta Mark Flekken (Bayer Leverkusen) dan Robin Roefs (Sunderland) sebagai pelapis.

Lini belakang Belanda terlihat sangat kokoh dengan nama besar seperti Virgil van Dijk (Liverpool) sebagai pemimpin pertahanan.

Ia didukung oleh Nathan Aké (Manchester City), Denzel Dumfries (Inter Milan), serta generasi baru seperti Jorrel Hato (Chelsea) dan Jurrien Timber (Arsenal).

Di lini tengah, Belanda memiliki kombinasi kreativitas dan fisik melalui Frenkie de Jong (Barcelona), Ryan Gravenberch (Liverpool), Teun Koopmeiners (Juventus), hingga Tijjani Reijnders (Manchester City).

Sementara di lini depan, Belanda dikenal memiliki banyak opsi tajam seperti Cody Gakpo (Liverpool), Memphis Depay (Corinthians), Donyell Malen (Roma), hingga Noa Lang (Galatasaray).

Kedalaman skuad ini membuat Belanda menjadi salah satu favorit kuat di grup ini.

Jepang: Generasi Emas yang Semakin Matang di Eropa

Jepang datang dengan skuad yang semakin kuat dan berpengalaman di level klub top Eropa.

Jepang datang dengan skuad yang semakin kuat dan berpengalaman di level klub top Eropa.

Di posisi kiper, Zion Suzuki (Parma) menjadi salah satu nama yang diproyeksikan sebagai masa depan tim.

Lini pertahanan Jepang diperkuat oleh pemain-pemain seperti Takehiro Tomiyasu (Ajax), Hiroki Ito (Bayern Munich), dan Ko Itakura (Ajax) yang dikenal disiplin dan konsisten.

Di lini tengah, Jepang memiliki banyak pemain kreatif dan dinamis seperti Wataru Endo (Liverpool), Daichi Kamada (Crystal Palace), Ritsu Doan (Eintracht Frankfurt), hingga Takefusa Kubo (Real Sociedad) yang menjadi motor serangan utama.

Di lini depan, Jepang mengandalkan kecepatan dan efektivitas melalui Daizen Maeda (Celtic) dan Ayase Ueda (Feyenoord). Jepang kerap disebut sebagai tim yang bisa memberikan kejutan di turnamen besar.

Swedia: Kekuatan Fisik dan Lini Depan yang Mematikan

Swedia dikenal sebagai tim dengan kekuatan fisik dan organisasi permainan yang rapi.

Swedia dikenal sebagai tim dengan kekuatan fisik dan organisasi permainan yang rapi.

Di bawah mistar, ada Viktor Johansson (Stoke City) yang menjadi andalan.

Di lini belakang, Swedia memiliki pemain berpengalaman seperti Victor Lindelof (Aston Villa), Isak Hien (Atalanta), dan Emil Holm (Bologna) yang memberikan stabilitas pertahanan.

Lini tengah Swedia diisi generasi muda seperti Lucas Bergvall (Tottenham Hotspur) dan Yasin Ayari (Brighton) yang membawa energi baru dalam permainan.

Namun kekuatan utama Swedia terletak pada lini depan. Duet Alexander Isak (Liverpool) dan Viktor Gyökeres (Arsenal) menjadi salah satu kombinasi striker paling berbahaya di Eropa saat ini.

Ditambah Anthony Elanga (Newcastle United), Swedia punya kecepatan dan penyelesaian akhir yang sangat berbahaya.

Tunisia: Kolektivitas dan Disiplin Jadi Senjata Utama

Tunisia mungkin tidak memiliki banyak nama besar, tetapi mereka dikenal sebagai tim yang solid secara kolektif.

Tunisia mungkin tidak memiliki banyak nama besar, tetapi mereka dikenal sebagai tim yang solid secara kolektif.

Di posisi penjaga gawang, terdapat Aymen Dahman (CS Sfaxien) dan Sabri Ben Hessen (Etoile Sahel).

Lini belakang Tunisia diperkuat oleh Montassar Talbi (Lorient) dan Dylan Bronn (Servette Geneva) yang menjadi tumpuan utama pertahanan.

Di lini tengah, Tunisia mengandalkan pemain berpengalaman seperti Ellyes Skhiri (Eintracht Frankfurt) serta Hannibal Mejbri (Burnley) yang memiliki kreativitas tinggi dalam membangun serangan.

Di lini depan, Tunisia mengandalkan pemain seperti Elias Achouri (FC Copenhagen) dan Elias Saad (Hannover 96) yang bekerja keras dan cepat dalam transisi serangan.

Analisis Grup F Piala Dunia 2026

Grup F menghadirkan empat gaya sepak bola yang berbeda:

  • Belanda: teknis, seimbang, dan penuh pemain bintang
  • Jepang: disiplin, cepat, dan sangat terorganisir
  • Swedia: fisik kuat dengan striker kelas dunia
  • Tunisia: kolektivitas tinggi dan permainan efektif

Belanda tetap menjadi unggulan utama, namun Jepang dan Swedia berpotensi memberikan tekanan serius.

Tunisia bisa menjadi tim “kuda hitam” yang menyulitkan lawan jika mampu bermain disiplin.

Grup ini diprediksi akan berlangsung ketat hingga laga terakhir karena tidak ada tim yang bisa dianggap benar-benar mudah dikalahkan.(*)




Pulisic hingga Arda Guler, Inilah Kekuatan Empat Tim di Grup D Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan di Grup D Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung sengit.

Empat negara yang menghuni grup ini, yakni Amerika Serikat, Paraguay, Australia, dan Turki, sama-sama datang dengan kekuatan terbaik serta ambisi besar untuk melaju ke babak 16 besar.

Menariknya, setiap tim memiliki karakter permainan yang berbeda.

Amerika Serikat mengandalkan kombinasi pemain muda dan bintang Eropa, Turki datang dengan generasi emasnya, Australia mengusung kolektivitas tim yang kuat, sementara Paraguay mengandalkan disiplin taktik khas Amerika Selatan.

Baca juga:  Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Dari Laga Pembuka hingga Final

Amerika Serikat Andalkan Generasi Emas

Sebagai salah satu tuan rumah, Amerika Serikat memikul ekspektasi tinggi di hadapan publik sendiri.

Pelatih Mauricio Pochettino membawa skuad yang dipenuhi pemain berpengalaman di kompetisi elite Eropa.

Nama-nama seperti Christian Pulisic, Weston McKennie, Tyler Adams, hingga Folarin Balogun menjadi kekuatan utama Tim Yanks.

Selain itu, kehadiran pemain Premier League seperti Antonee Robinson, Tyler Adams, Chris Richards, dan Haji Wright membuat kualitas skuad Amerika Serikat semakin kompetitif.

Dengan dukungan suporter tuan rumah serta kedalaman skuad yang merata di semua lini, Amerika Serikat layak disebut sebagai salah satu favorit untuk memuncaki Grup D.

Sebagai tuan rumah Timnas Amerika tak akan anggap remeh para lawannya di babak penyisihan Piala Dunia 2026

Skuad Amerika Serikat

Kiper: Chris Brady, Matt Freese, Matt Turner

Belakang: Max Arfsten, Sergino Dest, Alex Freeman, Mark McKenzie, Tim Ream, Chris Richards, Antonee Robinson, Miles Robinson, Joe Scally, Auston Trusty

Gelandang: Tyler Adams, Sebastian Berhalter, Weston McKennie, Gio Reyna, Cristian Roldan, Malik Tillman

Penyerang: Brenden Aaronson, Folarin Balogun, Ricardo Pepi, Christian Pulisic, Tim Weah, Haji Wright, Alejandro Zendejas

Paraguay Kembali ke Panggung Dunia

Setelah absen sejak Piala Dunia 2010, Paraguay akhirnya kembali tampil di putaran final.

Kehadiran mereka disambut antusias oleh para pendukung yang telah lama menanti kebangkitan La Albirroja.

Kekuatan Paraguay tetap berada di sektor pertahanan yang dipimpin Gustavo Gomez, Fabian Balbuena, dan Junior Alonso.

Sementara di lini depan, Julio Enciso, Miguel Almiron, dan Antonio Sanabria siap menjadi pembeda.

Meski tidak diunggulkan, Paraguay dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan dan sering merepotkan lawan-lawan besar dalam turnamen internasional.

Timnas Paraguay siap tampil all out di piala dunia 2026

Skuad Paraguay

Kiper: Orlando Hill, Gaston Oliveira, Roberto Fernandez

Bek: Juan Caceres, Gustavo Velazquez, Gustavo Gomez, Junior Alonso, Jose Canale, Omar Alderete, Alejandro Maidana, Fabian Balbuena

Gelandang: Diego Gomez, Mauricio Magalhaes, Damian Bobadilla, Braian Ojeda, Andres Cubas, Matias Galarza, Kaku, Ramon Sosa, Miguel Almiron

Penyerang: Gustavo Caballero, Alex Arce, Gabriel Avalos, Isidro Pitta, Julio Enciso, Antonio Sanabria

Australia Pertahankan Konsistensi

Australia kembali mencatatkan sejarah dengan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk keenam kalinya secara beruntun.

Konsistensi tersebut menunjukkan perkembangan sepak bola Negeri Kanguru yang semakin stabil dalam dua dekade terakhir.

Skuad asuhan Tony Popovic memadukan pemain senior dan talenta muda.

Sosok berpengalaman seperti Mathew Ryan, Aziz Behich, dan Martin Boyle tetap menjadi tumpuan, sementara nama-nama muda seperti Nestory Irankunda dan Cristian Volpato siap memberikan energi baru.

Australia dikenal sebagai tim dengan organisasi permainan yang disiplin dan daya juang tinggi. Karakter tersebut berpotensi membuat mereka menjadi kuda hitam di Grup D.

Timnas Australia kerap tampil memukau di ajang piala dunia

Skuad Australia

Kiper: Ryan, Izzo, Beach

Belakang: Behich, Bos, Burgess, Circati, Degenek, Geria, Herrington, Italiano, Souttar, Trewin

Gelandang: Devlin, Hrustic, Irvine, Metcalfe, Okon-Englster, O’Neill

Penyerang: Irankunda, Leckie, Mabil, Toure, Velupilly, Volpato, Yengi

Turki Datang dengan Generasi Emas

Turki menjadi salah satu tim yang paling menarik perhatian di Grup D.

Skuad asuhan Vincenzo Montella dihuni banyak pemain yang tampil di liga-liga top Eropa.

Lini tengah Turki menjadi kekuatan utama dengan hadirnya Hakan Calhanoglu, Orkun Kokcu, dan Arda Guler.

Sementara di lini depan terdapat Kenan Yildiz, Kerem Akturkoglu, hingga Baris Alper Yilmaz yang sedang berada dalam performa terbaik.

Perpaduan pemain muda berbakat dan sosok berpengalaman membuat Turki diprediksi menjadi pesaing utama Amerika Serikat dalam perebutan posisi juara grup.

Timnas Turki siap tampil apik di Piala DUnia 2026

Skuad Turki

Kiper: Mert Gunok, Altay Bayindir, Ugurcan Cakir

Bek: Zeki Celik, Merih Demiral, Caglar Soyuncu, Eren Elmali, Abdulkerim Bardakci, Ozan Kabak, Mert Muldur, Ferdi Kadioglu, Samet Akaydin

Gelandang: Salih Ozcan, Orkun Kokcu, Hakan Calhanoglu, Ismail Yuksek, Kaan Ayhan

Penyerang: Kerem Akturkoglu, Arda Guler, Deniz Gul, Kenan Yildiz, Irfan Can Kahveci, Yunus Akgun, Baris Alper Yilmaz, Oguz Aydin, Can Uzun

Prediksi Persaingan Grup D

Di atas kertas, Amerika Serikat dan Turki memiliki kualitas skuad yang sedikit lebih unggul dibanding dua rival lainnya.

Namun Australia dan Paraguay bukan lawan yang bisa diremehkan karena memiliki organisasi permainan yang solid serta pengalaman menghadapi tekanan turnamen besar.

Jika melihat komposisi pemain saat ini, Amerika Serikat berpeluang finis sebagai juara grup, sementara Turki difavoritkan menemani ke fase gugur.

Meski demikian, persaingan Grup D dipastikan menjadi salah satu yang paling menarik untuk disaksikan pada Piala Dunia 2026.(*)




Daftar Skuad Grup E Piala Dunia 2026, Siapa yang Paling Kuat?

SEPUCUKJAMBI.ID – Grup E Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu grup paling kompetitif pada fase penyisihan.

Kehadiran Jerman sebagai raksasa sepak bola Eropa membuat persaingan semakin menarik.

Namun Pantai Gading, Ekuador, dan Curacao juga datang dengan komposisi pemain yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Jika melihat materi pemain yang tersedia, Jerman masih menjadi unggulan utama untuk memimpin klasemen grup.

Tim Panser membawa kombinasi pemain senior yang sarat pengalaman dan talenta muda yang sedang bersinar di level klub maupun tim nasional.

Di bawah mistar gawang, Jerman masih memiliki Manuel Neuer yang menjadi simbol pengalaman dan kepemimpinan.

Kehadiran Oliver Baumann serta Alexander Nubel membuat posisi penjaga gawang menjadi salah satu sektor paling aman dalam skuad mereka.

Lini belakang Jerman juga terlihat solid. Antonio Rudiger dan Jonathan Tah diprediksi menjadi duet utama di jantung pertahanan.

Selain itu, David Raum, Nico Schlotterbeck, hingga Malick Thiaw memberikan banyak pilihan bagi pelatih untuk menjaga keseimbangan permainan.

Kekuatan terbesar Jerman justru berada di sektor tengah dan depan. Joshua Kimmich, Leon Goretzka, Florian Wirtz, hingga Aleksandar Pavlovic siap mengontrol permainan.

Sementara di lini serang, Jamal Musiala, Kai Havertz, Leroy Sane, dan Deniz Undav menjadi deretan pemain yang berpotensi menjadi pembeda dalam pertandingan penting.

Timnas Jerma datang ke Piala Dunia 2026 dengan tekad yang kuat

Berikut daftar lengkap pemainnya:

  • Kiper: Oliver Baumann (Hoffenheim), Manuel Neuer (Bayern Munich), Alexander Nubel (Stuttgart)
  • Belakang: Waldemar Anton (Borussia Dortmund), Nathaniel Brown (Eintracht Frankfurt), David Raum (RB Leipzig), Antonio Rudiger (Real Madrid), Nico Schlotterbeck (Borussia Dortmund), Jonathan Tah (Bayern Munich), Malick Thiaw (Newcastle)
  • Gelandang: Pascal Gross (Brighton), Joshua Kimmich (Bayern Munich), Felix Nmecha (Borussia Dortmund), Aleksandar Pavlovic (Bayern Munich), Angelo Stiller (Stuttgart), Leon Goretzka (Bayern Munich), Florian Wirtz (Liverpool), Jamie Leweling (Stuttgart)
  • Penyerang: Maximilian Beier (Borussia Dortmund), Kai Havertz (Arsenal), Lennart Karl (Bayern Munich), Jamal Musiala (Bayern Munich), Leroy Sane (Galatasaray), Deniz Undav (Stuttgart), Nick Woltemade (Newcastle)

Meski Jerman difavoritkan, Pantai Gading berpotensi menjadi ancaman serius.

Wakil Afrika tersebut membawa banyak pemain yang tampil di kompetisi elite Eropa.

Nama-nama seperti Franck Kessie, Seko Fofana, Ibrahim Sangare, hingga Amad Diallo memberikan keseimbangan antara kekuatan fisik dan kreativitas permainan.

Di lini pertahanan, Pantai Gading diperkuat sejumlah pemain yang tampil konsisten di liga top Eropa seperti Evan Ndicka, Odilon Kossounou, Wilfried Singo, dan Ousmane Diomande.

Sementara lini serang mereka dihuni pemain-pemain cepat dan agresif seperti Simon Adingra, Nicolas Pepe, Elye Wahi, hingga Ange-Yoan Bonny.

Timnas Pantai Gading tidak bisa dianggap tim sembarangan di Piala Dunia 2026

Berikut daftar lengkap pemainnya:

  • Kiper: Yahia Fofana (Caykur Rizespor), Mohamed Kone (Charleroi), Alban Lafont (Panathinaikos).
  • Bek: Emmanuel Agbadou (Beşiktaş), Clement Akpa (AJ Auxerre), Ousmane Diomande (Sporting CP), Guela Doue (Strasbourg), Ghislain Konan (Gil Vicente), Odilon Kossounou (Atalanta BC), Evan Ndicka (AS Roma), Wilfried Singo (Galatasaray).
  • Gelandang: Seko Fofana (Porto), Parfait Guiagon (Charleroi), Christ Inao Oulai (Trabzonspor), Franck Kessie (Al-Ahli), Ibrahim Sangare (Nottingham Forest), Jean-Michael Seri (Maribor).
  • Penyerang: Simon Adingra (Monaco), Ange-Yoan Bonny (Inter Milan), Amad Diallo (Manchester United), Oumar Diakite (Cercle Brugge), Yan Diomande (RB Leipzig), Evann Guessand (Crystal Palace), Nicolas Pepe (Villarreal), Bazoumana Toure (TSG Hoffenheim), Elye Wahi (OGC Nice).

Sementara itu, Ekuador kembali mengandalkan generasi emas yang mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Tim asal Amerika Selatan tersebut memiliki kombinasi pemain muda dan berpengalaman yang membuat mereka layak diperhitungkan dalam perebutan tiket ke babak gugur.

Nama Moises Caicedo menjadi sosok sentral di lini tengah Ekuador.

Gelandang tersebut akan mendapat dukungan dari Kendry Paez, Gonzalo Plata, Alan Franco, hingga Pedro Vite yang memiliki kemampuan menciptakan peluang dari berbagai situasi.

Di lini pertahanan, Ekuador memiliki fondasi yang kuat dengan kehadiran Pervis Estupinan, Piero Hincapie, Willian Pacho, dan Felix Torres.

Sedangkan sektor penyerangan masih bertumpu pada ketajaman Enner Valencia yang menjadi salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad.

Timnas Ekuador menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di Grup E Piala Dunia 2026

Berikut daftar lengkap pemainnya:

  • Kiper: Hernan Galindez, Moises Ramire, Gonzalo Valle, David Cabezas
  • Bek: Angelo Preciado, Pervis Estupinan, Piero Hincapie, Felix Torres, Willian Pacho, Joel Ordonez, Jose Hurtado, Jackson Porozo, Leonardo Realpe
  • Gelandang: Moises Caicedo, Alan Franco, Gonzalo Plata, Kendry Paez, John Yeboah, Alan Minda, Pedro Vite, Jordy Alcivar, Denil Castillo, Yaimar Medina, Patrik Mercado, Bryan Ramirez
  • Penyerang: Enner Valencia. Kevin Rodriguez, Jordy Caicedo, Nilson Angulo, Janner Corozo, John Mercado, Jeremy Arevalo, Elias Legendre, Anthony Valencia

Curacao mungkin menjadi tim yang paling minim sorotan di Grup E.

Namun komposisi pemain yang mereka miliki menunjukkan bahwa tim ini tidak bisa diremehkan.

Mayoritas pemain Curacao berkarier di kompetisi Eropa, terutama Belanda, yang membuat kualitas permainan mereka cukup kompetitif.

Nama-nama seperti Leandro Bacuna, Juninho Bacuna, Tahith Chong, Jurgen Locadia, hingga Kenji Gorre menjadi pemain yang dapat memberikan ancaman bagi lawan.

Timnas Curacao termasuk tim yang tak bisa diremehkan di Piala Dunia 2026

Curacao berpotensi menjadi kuda hitam yang bisa mengganggu ambisi tim-tim unggulan. Berikut daftar pemainnya:

  • Penjaga Gawang: Tyrick Bodak (SC Telstar), Trevor Doornbusch (VVV-Venlo), Eloy Room (Miami FC).
  • Bek: Riechedly Bazoer (Konyaspor), Joshua Brenet (Kayserispor), Roshon Van Eijma (RKC Waalwijk), Sherel Floranus (PEC Zwolle), Deveron Fonville (NEC Nijmegen), Jurien Gaari (Abha Club), Armando Obispo (PSV Eindhoven), Shurandy Sambo (Sparta Rotterdam).
  • Gelandang: Juninho Bacuna (FC Volendam), Leandro Bacuna (Igdır), Livano Comenencia (FC Zurich), Kevin Felida (FC Den Bosch), Ar’Jany Martha (Rotherham United), Tyrese Noslin (SC Telstar), Godfried Roemeratoe (RKC Waalwijk).
  • Penyerang: Jeremy Antonisse (AE Kifisia), Tahith Chong (Sheffield United), Kenji Gorre (Maccabi Haifa), Sontje Hansen (Middlesbrough), Gervane Kastaneer (Terengganu FC), Brandley Kuwas (FC Volendam), Jurgen Locadia (Miami FC), Jearl Margaritha (SK Beveren).

Jika melihat kedalaman skuad secara keseluruhan, Jerman memang masih berada satu tingkat di atas pesaing lainnya.

Namun Pantai Gading dan Ekuador memiliki kualitas yang cukup untuk memberikan perlawanan sengit.

Sementara Curacao berpeluang menciptakan kejutan jika mampu tampil konsisten sepanjang fase grup.

Dengan komposisi pemain yang dimiliki masing-masing negara, Grup E berpotensi menghadirkan persaingan ketat hingga laga terakhir.

Perebutan dua tiket otomatis ke babak gugur diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling menarik untuk disaksikan pada Piala Dunia 2026.(*)