Inggris Nyaris Dipermalukan RD Kongo, Harry Kane Jadi Pahlawan Bawa Inggris ke 16 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Inggris memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati ujian berat dari RD Kongo.

Sempat tertinggal lebih dulu, skuad asuhan Thomas Tuchel menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menang 2-1 berkat dua gol Harry Kane.

Kemenangan di Atlanta Stadium itu mengantarkan The Three Lions menghadapi Meksiko pada fase 16 besar. Namun hasil tersebut tidak diraih dengan mudah.

RD Kongo justru memberi perlawanan sengit dan nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen ini.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim bermain cukup hati-hati. Inggris lebih banyak menguasai bola, sementara RD Kongo memilih menunggu momentum melalui serangan balik cepat.

Strategi itu langsung membuahkan hasil pada menit ketujuh. Chancel Mbemba mengirim umpan matang yang diselesaikan Brian Cipenga dengan tembakan akurat dari sisi kiri.

Bola meluncur ke gawang Jordan Pickford dan membawa wakil Afrika unggul lebih dulu.

Gol cepat tersebut membuat Inggris dipaksa mengubah ritme permainan.

Jude Bellingham, Marcus Rashford, hingga Noni Madueke bergantian mencoba membongkar pertahanan rapat RD Kongo, tetapi lini belakang lawan tampil disiplin.

Peluang terbaik Inggris pada babak pertama datang lewat sundulan Jude Bellingham yang masih berhasil diamankan Dimitry Mpasi.

Di sisi lain, Yoane Wissa hampir menggandakan keunggulan RD Kongo ketika tendangannya membentur tiang gawang.

Inggris sempat meminta hadiah penalti setelah Harry Kane terjatuh di kotak terlarang usai berduel dengan Mpasi.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan VAR, wasit memutuskan tidak terjadi pelanggaran sehingga skor 1-0 untuk RD Kongo bertahan hingga jeda.

Selepas turun minum, Inggris meningkatkan tekanan secara signifikan. Marcus Rashford memperoleh dua peluang emas dalam waktu singkat, tetapi penyelesaian akhirnya belum menemui sasaran.

RD Kongo tetap berani keluar menyerang setiap kali memiliki ruang. Tim besutan Sebastien Desabre tidak hanya bertahan, tetapi juga beberapa kali mengancam lewat serangan balik yang membuat lini belakang Inggris bekerja keras.

Kesabaran Inggris akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-75. Anthony Gordon mengirim umpan silang presisi yang disambut sundulan Harry Kane.

Bola bersarang di gawang Mpasi dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol penyama kedudukan itu menjadi titik balik pertandingan. Kepercayaan diri Inggris meningkat drastis, sedangkan RD Kongo mulai kehilangan kontrol permainan.

Hanya berselang sepuluh menit, Harry Kane kembali menunjukkan kualitasnya.

Berawal dari kombinasi cepat dengan Anthony Gordon, sang kapten membawa bola memasuki kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dibendung Mpasi.

RD Kongo berusaha mengejar ketertinggalan pada sisa pertandingan dengan bermain lebih terbuka.

Meski demikian, pertahanan Inggris mampu meredam setiap ancaman hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan 2-1 memastikan Inggris lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Selanjutnya, The Three Lions akan menghadapi Meksiko dalam duel yang diprediksi berlangsung lebih ketat untuk memperebutkan tiket menuju perempat final.

Susunan Pemain

Inggris (4-2-3-1): Pickford; O’Reilly, Guehi, Konsa, Spence; Rice, Anderson; Rashford, Bellingham, Madueke; Kane.

Pelatih: Thomas Tuchel.

RD Kongo (4-3-3): Mpasi; Masuaku, Mbemba, Tuanzebe, Wan-Bissaka; Sadiki, Mukau, Moutoussamy; Cipenga, Wissa, Mbuku.

Pelatih: Sebastien Desabre.(*)




Peringatan HUT Bhayangkara, Wawako Diza: Polri Mitra Strategis Pembangunan Kota

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar di Balai Kantor Wali Kota Jambi, Selasa 1 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolresta Jambi dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, serta berbagai tamu undangan.

Usai pelaksanaan apel, rangkaian acara dilanjutkan dengan ramah tamah, makan bersama, serta penyerahan piagam penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai memiliki kontribusi dalam mendukung tugas-tugas kepolisian.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polresta Jambi, atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan situasi yang kondusif di Kota Jambi.

Menurut Diza, hubungan antara Pemerintah Kota Jambi dan Polresta Jambi selama ini telah berjalan sangat baik.

Tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan, kepolisian juga aktif mendukung berbagai program pembangunan serta pelayanan publik yang dijalankan pemerintah daerah.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya Polresta Jambi, karena selama ini telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kepolisian juga selalu membantu dan membersamai kami dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Jambi,” ujar Diza.

Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan daerah, termasuk program unggulan Kota Jambi Bahagia, mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap sinergi ini terus terjalin ke depannya. Program-program unggulan Kota Jambi Bahagia juga kami harapkan mendapat dukungan dari jajaran kepolisian sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Diza menilai peringatan HUT Bhayangkara bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan kerja sama lintas sektor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Momentum HUT Bhayangkara menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan, pengabdian, dan kolaborasi demi kemajuan Kota Jambi,” tutupnya.(*)




El Tri Perkasa! Meksiko Bungkam Ekuador 2-0 dan Lolos ke Babak 16 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID– Timnas Meksiko memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Ekuador dengan skor 2-0 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Mexico City Stadium, Rabu 1 Juli 2026 pagi WIB.

Dua gol kemenangan El Tri dicetak Julian Quinones dan Raul Jimenez pada babak pertama.

Hasil tersebut memastikan Meksiko tetap menjaga asa tampil lebih jauh di turnamen sekaligus mengakhiri perjalanan Ekuador.

Sejak awal laga, Meksiko tampil agresif dengan mengambil inisiatif serangan.

Raul Jimenez hampir membuka keunggulan melalui sundulan hasil umpan Luis Romo, tetapi bola masih melenceng tipis dari sasaran.

Tekanan terus berlanjut ketika Gilberto Mora memperoleh peluang emas dari dalam kotak penalti.

Namun, penyelesaian akhirnya belum menemui target.

Ekuador sempat memberikan ancaman serius pada menit ke-18 lewat tendangan John Yeboah.

Bola sempat mengecoh penjaga gawang Meksiko, tetapi hanya membentur tiang sehingga skor tetap imbang.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-22. Julian Quinones berhasil memaksimalkan umpan terobosan Roberto Alvarado dengan melepaskan tembakan keras yang bersarang di sudut kiri atas gawang Ekuador.

Meksiko semakin menjauh sembilan menit berselang. Raul Jimenez sukses menuntaskan kerja sama apik bersama Quinones untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0 sebelum babak pertama berakhir.

Memasuki paruh kedua pertandingan, Ekuador berusaha bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan.

Pedro Vite sempat memperoleh peluang pada awal babak kedua, tetapi sepakannya masih melambung di atas mistar gawang.

Di sisi lain, Meksiko hampir menambah gol melalui sundulan Cesar Montes pada menit ke-67.

Kiper Hernan Galindez melakukan penyelamatan gemilang sebelum peluang berikutnya kembali gagal dimaksimalkan.

Ekuador terus mencoba memperkecil ketertinggalan. Kevin Rodriguez nyaris mencetak gol, namun tendangannya hanya melebar tipis di sisi kiri gawang.

Menjelang pertandingan berakhir, drama terjadi ketika wasit meninjau tayangan VAR terkait pelanggaran yang dilakukan Piero Hincapie.

Setelah pemeriksaan selesai, wasit memberikan kartu merah langsung kepada bek Ekuador tersebut.

Keunggulan jumlah pemain mampu dipertahankan Meksiko hingga peluit panjang berbunyi.

Skor 2-0 memastikan El Tri melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang pertandingan antara Inggris dan RD Kongo.

Susunan Pemain

Meksiko (4-3-3): Raul Rangel; Jesus Gallardo, Johan Vasquez, Cesar Montes, Jorge Sanchez; Luis Romo, Erik Lira, Gilberto Mora; Julian Quinones, Raul Jimenez, Roberto Alvarado.

Pelatih: Javier Aguirre.

Ekuador (4-4-2): Hernan Galindez; Piero Hincapie, Willian Pacho, Joel Ordonez, Alan Franco; Nilson Angulo, Pedro Vite, Moises Caicedo, John Yeboah; Enner Valencia, Gonzalo Plata.(*)




Mbappe Borong Dua Gol, Les Bleus Melaju ke 16 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Prancis memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Swedia pada pertandingan babak 32 besar di MetLife Stadium, Rabu 1 Juli 2026 dini hari WIB.

Kylian Mbappe menjadi sosok utama kemenangan Les Bleus dengan mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-45 dan ke-74.

Satu gol lainnya disumbangkan Bradley Barcola pada awal babak kedua.

Sejak peluit awal dibunyikan, Prancis langsung mengambil alih jalannya pertandingan.

Anak asuh Didier Deschamps terus menekan pertahanan Swedia dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Mbappe sebenarnya sempat membobol gawang Swedia pada menit ke-20. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena sang penyerang lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Dominasi Prancis terus berlanjut. Mbappe hampir mencetak gol pada menit ke-32, tetapi sepakannya hanya membentur tiang gawang.

Beberapa menit kemudian, tendangan akrobatik Michael Olise juga gagal berbuah gol setelah menghantam mistar.

Gol pembuka akhirnya lahir tepat menjelang turun minum. Berawal dari skema sepak pojok pendek yang melibatkan Michael Olise dan Ousmane Dembele, Mbappe sukses menyelesaikan peluang dengan tendangan akurat yang membawa Prancis unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Les Bleus tidak mengendurkan tekanan. Pada menit ke-53, kesalahan umpan pemain Swedia berhasil dimanfaatkan Aurelien Tchouameni sebelum Michael Olise mengirimkan assist kepada Bradley Barcola yang dengan tenang menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Unggul dua gol membuat Prancis semakin nyaman mengendalikan permainan.

Swedia mencoba keluar dari tekanan, namun rapatnya pertahanan Prancis membuat mereka kesulitan menciptakan peluang bersih.

Mbappe kemudian memastikan kemenangan Prancis lewat gol keduanya pada menit ke-74.

Berawal dari umpan terobosan presisi Michael Olise, sang kapten tim berlari menyambut bola sebelum melepaskan tendangan melengkung yang gagal dijangkau penjaga gawang Swedia.

Brace tersebut membuat koleksi gol Mbappe di Piala Dunia 2026 bertambah menjadi enam gol, menyamai perolehan Lionel Messi dalam persaingan perebutan Sepatu Emas turnamen.

Sementara itu, Michael Olise semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin daftar assist dengan torehan lima assist.

Swedia sempat memperoleh peluang emas pada menit ke-89 melalui Viktor Gyokeres. Namun, kiper Mike Maignan tampil sigap dengan menggagalkan tembakan keras penyerang tersebut.

Hingga pertandingan berakhir, skor 3-0 tetap bertahan. Kemenangan ini membawa Prancis melangkah ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Paraguay yang sebelumnya secara mengejutkan menyingkirkan Jerman melalui adu penalti.(*)




Erling Haaland Jadi Penentu! Norwegia Singkirkan Pantai Gading dan Tantang Brasil

SEPUCUKJAMBI.ID– Norwegia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Pantai Gading dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Dallas Stadium, Rabu 1 Juli 2026) dini hari WIB.

Kemenangan tim asuhan Stale Solbakken ditentukan oleh gol Erling Haaland pada menit ke-86 setelah memanfaatkan umpan matang dari Patrick Berg.

Hasil tersebut sekaligus membawa Norwegia menantang Brasil pada babak berikutnya.

Pantai Gading sebenarnya tampil lebih agresif sejak awal pertandingan.

Tim berjuluk Para Gajah mampu menguasai permainan pada 30 menit pertama dan beberapa kali mengancam pertahanan Norwegia melalui serangan dari kedua sisi lapangan.

Ghislain Konan sempat menciptakan peluang berbahaya lewat tembakan yang hanya mengenai sisi luar gawang.

Nicolas Pepe juga hampir membuka keunggulan, namun umpan silangnya gagal disambut Ange-Yoan Bonny di depan gawang.

Meski terus mendapat tekanan, Norwegia justru sukses memecah kebuntuan pada menit ke-39.

Antonio Nusa menunjukkan aksi individu impresif sebelum melepaskan tendangan melengkung yang bersarang di pojok kanan atas gawang Pantai Gading dan membawa Norwegia unggul 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Pantai Gading meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Emerse Fae melakukan perubahan dengan memasukkan Elye Wahi dan Amad Diallo pada menit ke-60 untuk menambah daya gedor di lini depan.

Pergantian tersebut langsung memberikan dampak positif. Pada menit ke-74, Amad Diallo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah melewati dua pemain bertahan Norwegia usai menerima kombinasi umpan dari Nicolas Pepe.

Gol penyeimbang membuat pertandingan berlangsung semakin terbuka. Norwegia kembali mengambil inisiatif serangan dengan Martin Odegaard mengatur tempo permainan dari lini tengah.

Ketika laga diprediksi berlanjut ke babak tambahan, Erling Haaland muncul sebagai pembeda.

Striker Manchester City itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-86 setelah menyelesaikan umpan Patrick Berg dan mengubah skor menjadi 2-1.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Pantai Gading gagal menemukan gol balasan.

Norwegia pun memastikan tiket ke babak 16 besar dan akan menghadapi Brasil yang sebelumnya menyingkirkan Jepang dengan skor 2-1.

Susunan Pemain

Pantai Gading (4-1-4-1): Yahia Fofana; Guela Doue, Odilon Kossounou, Emmanuel Agbadou, Ghislain Konan; Ibrahim Sangare; Nicolas Pepe, Franck Kessie, Christ Inao Oulai, Yan Diomande; Ange-Yoan Bonny.

Pelatih: Emerse Fae.

Norwegia (4-3-3): Orjan Nyland; Marcus Pedersen, Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem, David Moller Wolfe; Martin Odegaard, Sander Berge, Patrick Berg; Alexander Sorloth, Erling Haaland, Antonio Nusa.

Pelatih: Stale Solbakken.(*)




Belanda Tersingkir Secara Menyakitkan, Maroko Bangkit di Injury Time Lalu Menang Adu Penalti

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Maroko memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti.

Bermain di Estadio BBVA, Guadalupe, Selasa 30 Juni 2026 WIB, Atlas Lions menang 3-2 dalam adu tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Belanda sebenarnya sempat berada di ambang kemenangan berkat gol Cody Gakpo pada babak kedua.

Namun, Maroko menunjukkan mental luar biasa dengan mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time sebelum akhirnya memastikan kemenangan dari titik putih.

Hasil ini membawa Maroko melangkah ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Kanada yang sebelumnya lebih dulu memastikan tiket ke fase berikutnya.

Sementara itu, perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat.

Sejak awal pertandingan, Maroko tampil percaya diri dan langsung mengambil inisiatif menyerang.

Serangan cepat dari kedua sisi lapangan beberapa kali merepotkan pertahanan Belanda.

Penjaga gawang Bart Verbruggen menjadi sosok penting bagi Oranje pada babak pertama. Ia melakukan sejumlah penyelamatan krusial.

Termasuk menggagalkan sundulan Neil El Aynaoui pada menit ke-19 dan menepis tendangan keras Achraf Hakimi dua menit kemudian.

Belanda baru mampu memberikan ancaman serius menjelang turun minum.

Tembakan keras Micky van de Ven memaksa Yassine Bounou melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga skor tetap imbang.

Maroko nyaris memecah kebuntuan pada penghujung babak pertama.

Namun, Ismael Saibari gagal memaksimalkan bola liar di depan gawang sehingga skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Maroko tetap tampil dominan. Peluang emas kembali tercipta ketika tembakan Achraf Hakimi hanya membentur mistar gawang.

Ronald Koeman kemudian melakukan perubahan dengan memasukkan Teun Koopmeiners dan Wout Weghorst pada menit ke-71.

Pergantian itu langsung memberikan dampak positif bagi permainan Belanda.

Hanya berselang satu menit, Cody Gakpo sukses membawa Oranje unggul.

Penyerang Liverpool tersebut memanfaatkan bola hasil kerja keras Crysencio Summerville sebelum melepaskan penyelesaian yang gagal dihentikan Yassine Bounou.

Gol itu membuat Belanda semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.

Namun, Maroko tidak menyerah dan terus mencari celah untuk membongkar pertahanan lawan.

Saat kemenangan Belanda sudah di depan mata, Maroko berhasil memaksakan perpanjangan waktu.

Pada menit ke-90+1, Chemsdine Talbi mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Issa Diop untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Momentum tersebut membuat pertandingan semakin menegangkan.

Pada babak tambahan waktu, kedua tim sama-sama memperoleh peluang emas, termasuk penyelamatan luar biasa Verbruggen yang menggagalkan peluang Soufiane Rahimi.

Karena tidak ada gol tambahan hingga 120 menit berakhir, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Drama kembali terjadi dari titik putih. Belanda gagal memanfaatkan sejumlah kesempatan setelah Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville tidak mampu mencetak gol.

Di kubu Maroko, Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi juga sempat gagal menjalankan tugasnya.

Namun, Soufiane Rahimi, Chemsdine Talbi, dan Ismael Saibari berhasil menuntaskan eksekusi dengan sempurna.

Ismael Saibari menjadi pahlawan kemenangan Atlas Lions.

Tendangannya ke sudut kiri bawah gawang mengecoh Bart Verbruggen sekaligus memastikan Maroko menang 3-2 pada adu penalti.

Kemenangan dramatis ini mengantar Maroko melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Sementara Belanda harus menerima kenyataan pahit tersingkir setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sudah berada di depan mata.(*)




Kejutan Besar! Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Paraguay Menang Dramatis Lewat Adu Penalti

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jerman harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 secara menyakitkan.

Die Mannschaft tersingkir setelah kalah 3-4 melalui adu penalti dari Paraguay pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Boston Stadium, Selasa 30 Juni 2026 WIB.

Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Namun, Paraguay tampil lebih tenang saat babak tos-tosan dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Sejak menit awal, Jerman langsung mengambil inisiatif menyerang.

Tim racikan Julian Nagelsmann mendominasi penguasaan bola hingga hampir 80 persen, tetapi rapatnya pertahanan Paraguay membuat peluang-peluang Jerman gagal berbuah gol.

Meski lebih banyak bertahan, Paraguay justru mampu memanfaatkan kesempatan terbaik yang mereka miliki. Menjelang turun minum, Julio Enciso membawa La Albirroja unggul lebih dulu.

Gol berawal dari situasi bola mati yang sempat dimentahkan Manuel Neuer.

Bola kemudian kembali dikuasai Paraguay sebelum umpan silang mengarah ke Enciso yang sukses menanduk bola ke dalam gawang.

Paraguay memimpin 1-0 pada menit ke-42.

Dominasi Jerman sepanjang babak pertama tidak cukup efektif.

Mereka memang menguasai jalannya pertandingan, tetapi gagal melepaskan tembakan tepat sasaran hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Nagelsmann langsung melakukan perubahan dengan memasukkan Leon Goretzka guna memperkuat lini tengah.

Strategi tersebut membuahkan hasil pada menit ke-54. Florian Wirtz mengirim umpan matang yang disambut sundulan Kai Havertz untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi koleksi ketiga Havertz di Piala Dunia 2026.

Setelah skor kembali imbang, pertandingan berlangsung semakin terbuka.

Paraguay kehilangan salah satu pemain kuncinya, Julio Enciso, akibat cedera dan harus digantikan Mauricio.

Di sisi lain, Jerman memasukkan Jamal Musiala demi meningkatkan kreativitas serangan.

Peluang emas Jerman datang pada menit ke-78 melalui sundulan Havertz, tetapi kiper Orlando Gill tampil gemilang dengan penyelamatan krusial

Paraguay juga sempat mengancam lewat Gustavo Caballero, namun Antonio Rudiger berhasil menggagalkan peluang tersebut.

Hingga waktu normal berakhir, kedua tim tetap bermain imbang sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada extra time, Paraguay semakin fokus mempertahankan pertahanan.

Gustavo Alfaro bahkan memasukkan bek tengah Gustavo Velazquez untuk memperkokoh lini belakang menghadapi gempuran Jerman.

Jerman sebenarnya sempat bersorak pada menit ke-102 ketika Jonathan Tah mencetak gol lewat sundulan hasil sepak pojok.

Namun, setelah meninjau tayangan VAR, wasit menganulir gol tersebut karena Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay dalam proses terjadinya gol.

Tidak ada gol tambahan hingga extra time berakhir. Penentuan pemenang pun harus dilakukan melalui adu penalti.

Drama terjadi pada babak adu penalti. Kai Havertz dan Nick Woltemade gagal menjalankan tugas untuk Jerman.

Sementara Paraguay juga sempat kehilangan poin lewat Antonio Sanabria dan Fabián Balbuena.

Ketika skor masih sama kuat 3-3 setelah lima penendang pertama, petaka menghampiri Jerman.

Jonathan Tah yang menjadi algojo keenam gagal mencetak gol setelah sepakannya melambung di atas mistar.

Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Jose Canale.

Bek Paraguay tersebut sukses menaklukkan Manuel Neuer dan memastikan kemenangan 4-3 pada adu penalti.

Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di babak gugur Piala Dunia 2026.

Paraguay berhasil menyingkirkan salah satu kandidat juara, sementara Jerman harus pulang lebih cepat meski tampil dominan sepanjang pertandingan.

Susunan Pemain

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Antonio Rudiger, Nathaniel Brown; Felix Nmecha, Aleksandar Pavlovic; Leroy Sane, Kai Havertz, Florian Wirtz; Deniz Undav.

Pelatih: Julian Nagelsmann.

Paraguay (4-4-2): Orlando Gill; Juan Jose Caceres, Gustavo Gomez, Jose Canale, Junior Alonso; Miguel Almiron, Damian Bobadilla, Andres Cubas, Matias Galarza; Gabriel Avalos, Julio Enciso.

Pelatih: Gustavo Alfaro.(*)




Gol Telat Martinelli Selamatkan Brasil, Jepang Gagal Pertahankan Keunggulan di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati duel sengit melawan Jepang.

Sempat tertinggal lebih dulu, Selecao menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menang tipis 2-1 lewat gol dramatis Gabriel Martinelli pada masa injury time.

Kemenangan ini membuat skuad besutan Carlo Ancelotti mengamankan tiket ke fase gugur.

Di babak 16 besar, Brasil akan menghadapi pemenang pertandingan antara Pantai Gading kontra Norwegia.

Sejak peluit awal dibunyikan di Houston Stadium, kedua tim bermain hati-hati.

Brasil mendominasi penguasaan bola, tetapi disiplin lini belakang Jepang membuat Vinicius Junior dan kolega kesulitan menemukan ruang.

Peluang pertama Brasil lahir pada menit ke-14. Bruno Guimaraes dan Matheus Cunha bergantian mengancam gawang Jepang, namun penyelesaian akhir keduanya belum tepat sasaran.

Jepang yang lebih banyak menunggu justru mampu memanfaatkan kelengahan lawan.

Setelah sempat mengancam melalui tandukan Ueda, Samurai Blue membuka keunggulan pada menit ke-29.

Kaishu Sano berhasil memotong aliran bola Brasil sebelum menggiring bola ke depan kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi Alisson.

Gol tersebut membawa Jepang unggul 1-0 sekaligus membuat Brasil berada dalam tekanan.

Selecao berusaha merespons sebelum turun minum. Vinicius Junior sempat menguji refleks kiper Suzuki melalui tendangan jarak jauh, tetapi peluang itu berhasil diamankan.

Hingga babak pertama usai, Jepang tetap mempertahankan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Brasil langsung meningkatkan intensitas serangan tanpa melakukan pergantian pemain. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55.

Berawal dari umpan silang Gabriel Magalhaes, Casemiro memenangkan duel udara dan menyundul bola masuk ke gawang Jepang. Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan kembali terbuka.

Gol tersebut membuat tempo laga meningkat. Brasil semakin agresif mengejar kemenangan, sementara Jepang mulai keluar menyerang untuk mencari gol balasan melalui skema serangan balik.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Brasil justru menemukan momen penentunya.

Pada masa injury time, Bruno Guimaraes mengirim umpan terobosan yang berhasil dimanfaatkan Gabriel Martinelli.

Lolos dari jebakan offside, Martinelli dengan tenang melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di pojok gawang Jepang. Gol itu sekaligus memastikan kemenangan 2-1 bagi Brasil.

Jepang masih berusaha mengejar ketertinggalan dalam sisa waktu yang ada. Namun pertahanan Brasil mampu menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil ini memastikan Brasil melangkah ke babak 16 besar dengan penuh drama, sedangkan Jepang harus mengakhiri perjuangannya setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sempat mereka raih pada babak pertama.

Susunan Pemain

Brasil (4-3-3): Alisson; Douglas Santos, Gabriel Magalhaes, Marquinhos, Danilo; Casemiro, Lucas Paqueta, Bruno Guimaraes; Vinicius Junior, Matheus Cunha, Rayan.

Pelatih: Carlo Ancelotti.

Jepang (3-4-3): Suzuki; Ito, Taniguchi, Tomiyasu; Nakamura, Kamada, Kaishu Sano, Doan; Maeda, Ueda, Ito.

Pelatih: Hajime Moriyasu.(*)




Brasil Wajib Waspada! Troussier Sebut Jepang Kini Sudah Setara Tim Elite Dunia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Jepang memang tidak diunggulkan saat menghadapi Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Namun, mantan pelatih Samurai Biru, Philippe Troussier, justru melihat peluang besar bagi wakil Asia itu untuk menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen.

Laga Jepang kontra Brasil akan digelar di NRG Stadium, Houston, Selasa 30 Januari 2026 dini hari WIB.

Brasil datang dengan status juara Grup C sekaligus salah satu kandidat kuat juara dunia, sedangkan Jepang melaju ke fase gugur tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Meski banyak prediksi mengunggulkan Selecao, Troussier menilai pertandingan fase gugur selalu membuka peluang bagi tim mana pun untuk membuat kejutan.

“Pada pertandingan seperti ini, segalanya bisa terjadi,” kata Troussier kepada AFP.

Jepang Dinilai Sudah Naik Level

Pelatih asal Prancis yang pernah membawa Jepang tampil di Piala Dunia 2002 itu menilai perkembangan Samurai Biru dalam dua dekade terakhir sangat signifikan.

Menurutnya, skuad racikan Hajime Moriyasu kini memiliki kualitas yang jauh lebih matang dibanding generasi yang pernah ia tangani.

Troussier menilai banyak pemain Jepang kini tampil reguler di kompetisi elite Eropa sehingga pengalaman dan mental bertanding mereka semakin kuat ketika menghadapi negara-negara besar.

“Jepang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan banyak pemain berkualitas. Pendekatan taktik mereka berkembang pesat, ditambah pengalaman para pemain yang berkarier di klub-klub besar Eropa,” ujarnya.

Brasil Diunggulkan, Tetapi Tidak Sempurna

Meski mengakui Brasil tetap menjadi favorit, Troussier menegaskan tim asuhan Carlo Ancelotti bukan tanpa celah.

Ia meyakini Jepang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kelemahan permainan Brasil apabila mampu menjalankan strategi dengan disiplin sepanjang pertandingan.

“Brasil memiliki pemain-pemain luar biasa dan memang lebih diunggulkan. Tetapi mereka tetap mempunyai beberapa kelemahan yang bisa dimanfaatkan Jepang,” tegasnya.

Jepang Punya Modal Kemenangan atas Brasil

Optimisme Troussier bukan tanpa alasan. Jepang pernah mengalahkan Brasil dengan skor 3-2 dalam laga uji coba internasional pada Oktober 2025.

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Samurai Biru mampu bersaing dengan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.

Kini, mereka berharap dapat mengulang pencapaian serupa demi mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.(*)




Prediksi Susunan Pemain Brasil vs Jepang: Vinicius Junior dan Matheus Cunha Jadi Andalan

SEPUCUKJAMBI.ID – Brasil menghadapi tantangan serius saat berjumpa Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang digelar di NRG Stadium, Houston, Selasa 30 Juni 2026 pukul 00.00 WIB itu diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur.

Meski lolos sebagai juara Grup C, langkah Brasil menuju babak 16 besar dipastikan tidak mudah.

Lawan yang dihadapi adalah Jepang, tim yang belum sekalipun menelan kekalahan sepanjang fase grup dan tampil konsisten dengan permainan disiplin serta intensitas tinggi.

Tim besutan Carlo Ancelotti memang menunjukkan kualitas sebagai salah satu kandidat juara. Namun, hingga fase grup berakhir, Selecao belum benar-benar mendapat tekanan besar.

Kondisi itu berbeda dengan duel melawan Jepang yang dikenal memiliki organisasi permainan rapi dan kemampuan melakukan pressing sejak lini depan.

Di bawah mistar gawang, Alisson Becker diperkirakan tetap menjadi pilihan utama.

Kiper Liverpool tersebut belum banyak mendapat ancaman berarti dalam dua laga terakhir, tetapi kali ini diprediksi menghadapi ujian lebih berat menghadapi produktivitas lini depan Samurai Biru.

Lini belakang Brasil kemungkinan masih dipercayakan kepada Danilo, Marquinhos, Gabriel, dan Douglas Santos.

Pengalaman empat pemain tersebut menjadi modal penting untuk membendung agresivitas Jepang yang mengandalkan transisi cepat dan pergerakan tanpa bola.

Marquinhos diperkirakan akan menjadi benteng utama dalam mengawal Ayase Ueda yang tampil tajam sepanjang turnamen.

Sementara Gabriel diharapkan mampu membantu membangun serangan dari lini belakang melalui distribusi bola yang akurat.

Di sektor tengah, Carlo Ancelotti diprediksi kembali memasang duet Bruno Guimaraes dan Casemiro.

Keduanya menjadi penyeimbang permainan Brasil, baik saat menguasai bola maupun ketika harus mematahkan serangan lawan.

Bruno Guimaraes datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mencatatkan dua assist pada laga sebelumnya melawan Skotlandia.

Namun, perannya dipastikan lebih berat karena Jepang dikenal sangat disiplin menutup ruang di lini tengah.

Sementara itu, Casemiro membawa catatan impresif. Gelandang berpengalaman tersebut belum tersentuh kekalahan dalam sembilan pertandingan terakhir bersama klub maupun tim nasional, menjadikannya salah satu sosok penting di ruang mesin Selecao.

Di lini serang, Rayan berpeluang kembali mengisi sektor kanan setelah terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang turnamen.

Lucas Paqueta diprediksi tetap dipercaya sebagai gelandang serang meski Neymar telah pulih dari cedera dan siap dimainkan.

Vinicius Junior hampir pasti menjadi tumpuan utama di sisi kiri.

Penyerang Real Madrid itu sedang berada dalam performa terbaik setelah selalu mencetak gol pada setiap pertandingan Brasil di Piala Dunia 2026.

Sementara posisi ujung tombak kemungkinan kembali ditempati Matheus Cunha.

Penyerang Manchester United tersebut sukses membayar kepercayaan Carlo Ancelotti dengan torehan tiga gol dalam dua pertandingan terakhir setelah sempat absen pada laga pembuka.

Secara kualitas individu dan pengalaman, Brasil masih lebih diunggulkan untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Namun, rekor tak terkalahkan Jepang sepanjang turnamen menjadi sinyal bahwa Selecao tidak akan menjalani pertandingan dengan mudah.

Jika mampu mempertahankan disiplin permainan dan memanfaatkan kecepatan serangan balik, Jepang berpeluang memberikan kejutan.

Sebaliknya, Brasil harus tampil lebih efektif dibanding fase grup apabila ingin menjaga asa meraih gelar juara dunia keenam.

Prediksi Starting XI Brasil (4-2-3-1):

Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos; Bruno Guimaraes, Casemiro; Rayan, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.(*)