Sempat Dikejutkan Haiti, Maroko Tutup Fase Grup dengan Kemenangan Spektakuler

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Maroko memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Haiti dengan skor 4-2 pada laga terakhir Grup C yang berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis 25 Juni 2026 WIB.

Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Singa Atlas sempat dua kali tertinggal sebelum akhirnya menunjukkan mentalitas kuat untuk membalikkan keadaan dan mengunci posisi runner-up grup dengan tujuh poin.

Hasil tersebut memastikan Maroko mendampingi Brasil ke fase gugur. Sebaliknya, Haiti harus angkat koper lebih awal setelah menutup fase grup tanpa satu pun poin dari tiga pertandingan.

Pertandingan berlangsung di luar prediksi pada awal laga. Maroko yang tampil dominan justru dikejutkan oleh gol bunuh diri kiper Yassine Bounou pada menit ke-10.

Situasi itu membuat Haiti unggul lebih dulu meski berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan.

Maroko berusaha merespons cepat. Sejumlah peluang dari Bilal El Khannouss, Ismael Saibari, hingga Achraf Hakimi memaksa kiper Johny Placide bekerja ekstra keras menjaga gawangnya.

Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil menjelang akhir babak pertama.

Hakimi berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-39 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Haiti.

Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR sebelum akhirnya disahkan.

Namun drama belum berakhir. Saat Maroko mulai menemukan ritme permainan, Haiti kembali membuat kejutan.

Wilson Isidor mencetak gol spektakuler pada menit ke-43 untuk membawa tim Karibia itu kembali unggul.

Keunggulan Haiti hanya bertahan beberapa menit. Pada masa injury time babak pertama, Ismael Saibari sukses memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan untuk mengubah skor menjadi 2-2 sebelum turun minum.

Memasuki babak kedua, dominasi Maroko semakin sulit dibendung. Penguasaan bola dan tekanan yang terus menerus membuat Haiti lebih banyak bertahan di area sendiri.

Meski beberapa peluang masih gagal dikonversi menjadi gol, Maroko akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-78.

Soufiane Rahimi muncul di saat yang tepat untuk menyambar bola liar di kotak penalti dan membawa Singa Atlas berbalik unggul untuk pertama kalinya dalam pertandingan.

Tertinggal satu gol, Haiti mencoba keluar menyerang demi menjaga harapan meraih poin pertama di turnamen ini.

Namun upaya mereka berkali-kali kandas saat memasuki area pertahanan Maroko.

Ketika Haiti mulai mengambil risiko dengan bermain lebih terbuka, Maroko memanfaatkan celah tersebut untuk melancarkan serangan balik cepat.

Hasilnya, Gessime Yassine mencetak gol penutup pada menit ke-89 yang memastikan kemenangan 4-2 bagi wakil Afrika tersebut.

Kemenangan ini menjadi penegasan bahwa Maroko tetap menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026.

Setelah mencapai semifinal pada edisi sebelumnya, Singa Atlas kembali menunjukkan kapasitas mereka sebagai tim yang mampu bersaing dengan negara-negara elite dunia.

Sementara bagi Haiti, kekalahan ini menutup perjalanan yang penuh perjuangan namun tanpa hasil.

Meski gagal meraih poin, mereka tetap meninggalkan kesan sebagai tim yang berani memberi perlawanan kepada lawan-lawan yang secara kualitas berada di atas mereka.(*)




Kroasia Raih Kemenangan Perdana, Panama Tersingkir Usai Kalah 0-1

SEPUCUKJAMBI.ID – Hasil Panama vs Kroasia pada matchday kedua Grup L Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan tipis Vatreni.

Timnas Kroasia sukses mengalahkan Panama dengan skor 1-0 di Toronto Stadium, Rabu 24 Juni 2026 pagi WIB.

Gol tunggal Ante Budimir pada awal babak kedua menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.

Tambahan tiga poin membuat Kroasia menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Meski lebih diunggulkan, Kroasia tidak mudah menembus pertahanan rapat Panama.

Justru Panama yang lebih dulu menciptakan sejumlah peluang berbahaya melalui serangan cepat yang merepotkan lini belakang Vatreni.

Peluang terbaik Panama pada babak pertama hadir melalui Cristian Martinez.

Namun, upayanya dari dalam kotak penalti masih mampu diamankan kiper Kroasia, Dominik Livakovic.

Tak lama berselang, Luis Rodriguez hampir membawa Panama unggul lewat sundulan jarak dekat.

Beruntung bagi Kroasia, Livakovic tampil sigap melakukan penyelamatan penting.

Meski demikian, peluang tersebut kemudian tidak dihitung karena bola lebih dahulu keluar lapangan dalam proses serangan.

Kroasia baru memberikan ancaman serius menjelang turun minum.

Martin Baturina melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi kiper Panama, Orlando Mosquera, berhasil menepis bola dan menjaga skor tetap 0-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, pelatih Zlatko Dalic melakukan perubahan dengan memasukkan Ante Budimir dan Andrej Kramaric.

Keputusan tersebut terbukti efektif dan langsung mengubah jalannya pertandingan.

Pada menit ke-54, Marco Pasalic memulai serangan dari sisi kanan sebelum mengalirkan bola kepada Josip Stanisic.

Umpan silang Stanisic ke depan gawang langsung disambut Budimir dengan penyelesaian akurat yang membawa Kroasia unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Panama berusaha meningkatkan intensitas serangan.

Pelatih Thomas Christiansen melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor, termasuk memasukkan Cecilio Waterman dan Azarias Londono.

Meski terus menekan hingga menit-menit akhir, Panama kesulitan menembus pertahanan Kroasia yang tampil disiplin.

Lini belakang yang dikomandoi Josko Gvardiol dan Josip Sutalo mampu meredam berbagai upaya lawan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Kroasia tidak berubah.

Hasil ini menjadi kemenangan perdana Kroasia di Grup L sekaligus menjaga peluang mereka melaju ke babak berikutnya.

Vatreni kini mengoleksi tiga poin dan masih bersaing memperebutkan tiket lolos.

Sebaliknya, Panama kembali menelan kekalahan dan terpuruk di dasar klasemen tanpa poin, sehingga peluang mereka untuk melangkah ke fase gugur semakin berat.(*)




Inggris vs Ghana Berakhir 0-0, Harry Kane Mandul, The Three Lions Gagal Menang

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Inggris gagal meraih kemenangan saat menghadapi Ghana pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026.

Bermain di Boston Stadium, Foxborough, Amerika Serikat, Rabu 24 Juni 2026 dini hari WIB, The Three Lions harus puas berbagi angka setelah pertandingan berakhir tanpa gol, 0-0.

Hasil Inggris vs Ghana ini membuat kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin.

Inggris tetap berada di puncak klasemen Grup L berkat keunggulan selisih gol, sementara Ghana membuntuti di posisi kedua.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Inggris langsung mendominasi jalannya pertandingan.

Tim asuhan Thomas Tuchel menguasai bola dan terus menekan pertahanan Ghana yang memilih bermain lebih bertahan.

Peluang pertama hadir pada menit ke-10 melalui kombinasi Jude Bellingham dan Harry Kane.

Namun upaya yang dibangun keduanya berhasil dipatahkan lini belakang Ghana yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.

Empat menit kemudian, Declan Rice mencoba memecah kebuntuan lewat tendangan bebas dari luar kotak penalti.

Akan tetapi, bola masih melambung di atas mistar gawang Benjamin Asare.

Dominasi Inggris semakin terlihat ketika penguasaan bola mereka mencapai 88 persen pada pertengahan babak pertama.

Meski demikian, rapatnya pertahanan Ghana membuat Harry Kane dan rekan-rekannya kesulitan menciptakan peluang bersih.

Peluang terbaik Inggris sebelum turun minum datang melalui sundulan Rice yang memanfaatkan umpan silang Noni Madueke pada menit ke-37. Namun bola kembali gagal menemui sasaran.

Memasuki babak kedua, Ghana mulai berani keluar menyerang. Peluang pertama mereka tercipta pada menit ke-50 melalui Marvin Senaya, tetapi penyelesaian akhirnya berhasil diganggu Djed Spence.

Inggris kemudian meningkatkan intensitas serangan. Noni Madueke beberapa kali merepotkan pertahanan Ghana, sementara Rice terus menjadi motor permainan dari lini tengah.

Peluang emas kembali diperoleh Inggris pada menit ke-62 saat Elliot Anderson menyambut umpan tendangan bebas Rice.

Namun sundulannya masih membentur pemain Ghana sebelum bola keluar lapangan.

Ghana hampir mencuri gol pada menit ke-67 ketika Adu lolos ke area pertahanan Inggris.

Beruntung bagi The Three Lions, Jordan Pickford sigap keluar dari sarangnya sehingga peluang tersebut gagal dimaksimalkan.

Memasuki 15 menit terakhir, pertandingan berlangsung semakin terbuka.

Ghana mengancam melalui serangan balik cepat, sedangkan Inggris terus menggempur pertahanan lawan demi mencari gol kemenangan.

Kiper Ghana Benjamin Asare tampil gemilang dengan menggagalkan peluang Bukayo Saka pada menit ke-86.

Inggris bahkan nyaris mencetak gol di penghujung laga ketika sundulan O’Reilly membentur mistar gawang dan bola sapuan Fatawu tepat di garis gawang saat masa injury time.

Hingga peluit panjang berbunyi, tak ada gol yang tercipta. Inggris dan Ghana harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang 0-0 dalam laga yang berlangsung ketat.

Hasil ini menjaga peluang kedua tim untuk lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. Namun Inggris wajib meraih hasil maksimal pada laga terakhir jika ingin memastikan status juara Grup L.(*)




Ronaldo Borong Dua Gol, Portugal Hajar Uzbekistan 5-0

SEPUCUKJAMBI.ID– Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol saat Portugal membungkam Uzbekistan 5-0 dalam laga Grup K Piala Dunia 2026 di NRG Stadium, Houston, Rabu 24 Juni 2026 dini hari WIB.

Selain dua gol Ronaldo, Portugal juga mendapat kontribusi gol dari Nuno Mendes, Rafael Leao, serta satu gol bunuh diri pemain Uzbekistan.

Kemenangan ini mengantarkan Selecao das Quinas ke puncak klasemen Grup K dan memperbesar peluang lolos ke babak gugur sebagai juara grup.

Sejak menit awal, Portugal langsung menguasai jalannya pertandingan. Peluang pertama hadir pada menit ketiga melalui Bruno Fernandes, namun tembakannya masih mampu diblok lini pertahanan Uzbekistan.

Dua menit kemudian, Ronaldo nyaris membuka keunggulan setelah menerima umpan Nuno Mendes. Namun sentuhan akhir sang kapten belum mampu mengarah tepat ke sasaran.

Portugal akhirnya memecah kebuntuan pada menit keenam.

Berawal dari pergerakan Joao Cancelo di sisi kanan, bola mengarah ke Ronaldo yang dengan tenang melepaskan tembakan ke tiang dekat untuk membawa Portugal unggul 1-0.

Tim asuhan Roberto Martinez terus menekan dan menggandakan keunggulan pada menit ke-17.

Kali ini Nuno Mendes mencatatkan namanya di papan skor lewat tembakan melengkung yang gagal dijangkau kiper Uzbekistan, Abduvokhid Nematov.

Uzbekistan sempat mencetak gol pada menit ke-29 melalui tendangan jarak jauh Aziz G’Aniev.

Namun setelah meninjau VAR, wasit Jalal Jayed menganulir gol tersebut karena terjadi pelanggaran terhadap Joao Cancelo dalam proses terjadinya gol.

Portugal kemudian memperlebar keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-39. Serangan balik cepat yang dibangun Bruno Fernandes diselesaikan dengan sempurna oleh Ronaldo melalui tembakan mendatar ke pojok gawang.

Skor 3-0 bertahan hingga jeda pertandingan.

Memasuki babak kedua, dominasi Portugal tidak mengendur.

Ronaldo hampir mencetak hattrick pada menit ke-58 melalui skema tendangan bebas, tetapi Nematov masih mampu melakukan penyelamatan.

Dua menit berselang, Portugal kembali menambah gol. Berawal dari sepak pojok Bruno Fernandes, bola memantul di kotak penalti sebelum berakhir di dalam gawang Uzbekistan.

Gol tersebut kemudian dicatat sebagai gol bunuh diri yang melibatkan pemain belakang Uzbekistan.

Unggul empat gol tidak membuat Portugal mengendurkan serangan. Ronaldo kembali memperoleh peluang emas pada menit ke-74, namun upayanya berhasil digagalkan pertahanan lawan.

Portugal menutup pesta gol pada menit ke-87. Nelson Semedo mengirim umpan dari sisi kanan yang kemudian disambut Rafael Leao dengan tembakan keras ke sudut atas gawang.

Gol tersebut memastikan kemenangan telak Portugal 5-0 atas Uzbekistan.

Hasil ini menempatkan Portugal di posisi teratas Grup K sekaligus membuka jalan menuju fase gugur.

Sebaliknya, Uzbekistan kembali menelan kekalahan dan menghadapi situasi sulit untuk mempertahankan peluang lolos ke babak berikutnya.(*)




Piala Dunia 2026: Aljazair Jaga Asa, Yordania Terpuruk

SEPUCUKJAMBI.ID – Aljazair meraih kemenangan penting atas Yordania dengan skor 2-1 pada matchday kedua Grup J Piala Dunia 2026.

Bermain di San Francisco Bay Area Stadium, Selasa 23 Juni 2026 pagi WIB, The Greens bangkit dari ketertinggalan untuk mengamankan tiga poin perdana di turnamen ini.

Yordania sempat membuat kejutan dengan unggul lebih dulu melalui gol Nizar Al Rashdan pada babak pertama.

Namun, Aljazair menunjukkan mental kuat dengan membalikkan keadaan lewat gol Nadir Benbouali dan Amine Gouiri pada babak kedua.

Hasil ini membuat Aljazair mengoleksi tiga poin dan naik ke peringkat ketiga klasemen Grup J.

Sementara Yordania semakin terpuruk di dasar klasemen setelah menelan kekalahan kedua secara beruntun.

Yordania Unggul Lebih Dulu Lewat Nizar Al Rashdan

Sejak menit awal, Yordania tampil agresif dan berusaha menguasai jalannya pertandingan.

Peluang pertama lahir melalui sundulan Nizar Al Rashdan yang masih melebar dari sasaran.

Aljazair merespons melalui kombinasi serangan yang dibangun Amine Gouiri dan Riyad Mahrez.

Namun sejumlah peluang yang tercipta belum mampu menghasilkan gol karena penyelesaian akhir yang kurang efektif.

Yordania kembali mengancam melalui aksi Mousa Tamari dari luar kotak penalti. Kiper Aljazair, Luca Zidane, tampil sigap dengan mengamankan bola dan menjaga gawangnya tetap aman.

Pertandingan berlangsung terbuka dengan kedua tim saling menyerang. Aljazair beberapa kali mencoba membongkar pertahanan lawan melalui kreativitas Riyad Mahrez di sisi sayap.

Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-36. Nizar Al Rashdan melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi Luca Zidane dan membawa Yordania unggul 1-0 hingga turun minum.

Aljazair Bangkit dan Balikkan Keadaan di Babak Kedua

Tertinggal satu gol membuat Aljazair tampil lebih agresif selepas jeda. Ibrahim Maza nyaris menyamakan kedudukan, namun peluang emas yang didapat masih melenceng tipis dari gawang Yordania.

Tekanan yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69. Nadir Benbouali sukses menyundul bola hasil sepak pojok Riyad Mahrez untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri para pemain Aljazair. Mereka terus menekan demi mencari gol kemenangan, sementara Yordania berusaha mempertahankan keseimbangan permainan.

Usaha Aljazair akhirnya terbayar pada menit ke-82. Amine Gouiri memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan yang membawa timnya berbalik unggul 2-1.

Gol sempat ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR) karena dugaan pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Setelah pemeriksaan selesai, wasit memutuskan gol tetap sah.

Aljazair mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan kemenangan perdana mereka di Piala Dunia 2026.

Klasemen Grup J Piala Dunia 2026

Kemenangan ini membuat Aljazair membuka peluang untuk bersaing memperebutkan tiket ke babak berikutnya. The Greens kini mengoleksi tiga poin dan berada di posisi ketiga Grup J.

Sementara itu, Yordania masih terbenam di dasar klasemen tanpa poin dari dua pertandingan. Mereka wajib meraih kemenangan pada laga terakhir jika ingin menjaga peluang lolos.

Di pertandingan lain, Argentina semakin kokoh di puncak klasemen setelah mengalahkan Austria 2-0. Tim Tango telah memastikan tiket ke babak 32 besar dengan raihan enam poin sempurna.

Susunan Pemain

Yordania (3-4-2-1)

Yazeed Abulaila; Abdallah Nasib, Yazan Al Arab, Husam Abu Dahab; Ehsan Haddad, Nizar Al Rashdan, Noor Al Rawabdeh, Mohannad Abu Taha; Mousa Tamari, Mahmoud Al Mardi; Ali Olwan.

Pelatih: Jamal Sellami.

Aljazair (4-2-3-1)

Luca Zidane; Rafik Beghali, Aissa Mandi, Ramy Bensebaini, Rayan Ait-Nouri; Hicham Boudaoui, Ramiz Zerrouki; Riyad Mahrez, Ibrahim Maza, Fares Chaibi; Mohamed Amoura.

Pelatih: Vladimir Petkovic.(*)




Prancis vs Irak Ditunda Akibat Badai Petir, Mbappe Sudah Bawa Les Bleus Unggul

SEPUCUKJAMBI.ID – Laga Prancis vs Irak pada matchday kedua Grup I Piala Dunia 2026 terpaksa ditunda akibat badai petir yang melanda Philadelphia, Amerika Serikat.

Saat pertandingan dihentikan di Lincoln Financial Field, Prancis tengah unggul 1-0 berkat gol Kylian Mbappe.

Penundaan pertandingan terjadi saat jeda babak pertama setelah cuaca ekstrem membahayakan area stadion.

FIFA bersama pihak penyelenggara langsung menerapkan protokol keselamatan guna melindungi pemain, ofisial, dan puluhan ribu penonton yang hadir.

Insiden ini menjadi penundaan pertama yang terjadi sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Cuaca buruk berupa hujan deras dan aktivitas petir di sekitar stadion membuat pertandingan tidak dapat dilanjutkan sesuai jadwal.

Kylian Mbappe Cetak Gol Sebelum Laga Prancis vs Irak Dihentikan

Sebelum pertandingan dihentikan, Prancis tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Les Bleus berhasil membuka keunggulan melalui aksi Kylian Mbappe yang melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti.

Gol tersebut membuat Prancis menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Irak.

Penyerang Real Madrid itu kembali menjadi sosok pembeda dalam upaya timnya mengamankan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Irak sendiri masih memiliki peluang untuk bangkit karena babak kedua belum dimainkan. Hasil akhir pertandingan Grup I pun masih terbuka.

Badai Petir Paksa Penonton Cari Tempat Aman

Saat jeda turun minum berlangsung, layar raksasa stadion menampilkan peringatan bahwa badai petir sedang mendekati kawasan Lincoln Financial Field. P

enonton kemudian diminta segera meninggalkan area tribun dan mencari tempat perlindungan yang lebih aman.

Awalnya, jeda babak pertama yang biasanya berlangsung 15 menit hanya diperpanjang sekitar 15 menit tambahan.

Namun, kondisi cuaca yang belum membaik membuat penghentian pertandingan berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Sebagian besar suporter mematuhi arahan petugas dan meninggalkan tempat duduk mereka.

Meski begitu, masih ada sejumlah kecil penonton yang bertahan di tribun sebelum akhirnya kembali mendapat peringatan melalui pengeras suara stadion.

FIFA Terapkan Protokol Keselamatan Akibat Petir

Sesuai regulasi FIFA, pertandingan wajib dihentikan apabila petir terdeteksi dalam radius delapan mil atau sekitar 13 kilometer dari stadion.

Setelah sambaran petir terdeteksi, hitungan waktu keselamatan selama 30 menit akan dimulai.

Jika kembali terjadi sambaran petir dalam periode tersebut, hitungan waktu akan diulang dari awal hingga kondisi benar-benar aman untuk melanjutkan pertandingan.

Hujan deras sebenarnya sudah mulai mengguyur stadion sejak menit ke-37

. Namun pertandingan tetap berjalan hingga babak pertama selesai sebelum akhirnya dihentikan saat jeda.

Hingga saat ini, otoritas pertandingan masih menunggu perkembangan cuaca sebelum memberikan lampu hijau untuk melanjutkan babak kedua.

Prancis sementara unggul 1-0 atas Irak dalam laga penting Grup I Piala Dunia 2026.(*)




Lionel Messi Pecahkan Rekor Piala Dunia, Argentina Kalahkan Austria 2-0

SEPUCUKJAMBI.ID – Argentina sukses mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Austria dengan skor 2-0 pada matchday kedua Grup J.

Dalam laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Selasa 23 Juni 2026 dini hari WIB, Lionel Messi menjadi pahlawan kemenangan sekaligus mencetak rekor baru sebagai top skor sepanjang sejarah Piala Dunia.

Kapten Timnas Argentina itu mencetak dua gol yang memastikan kemenangan La Albiceleste.

Meski sempat gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-8, Messi mampu bangkit dan menunjukkan kualitasnya sebagai pemain terbaik dunia.

Gol pertama Argentina lahir pada menit ke-38. Messi menyelesaikan kerja sama apik lini serang Argentina dengan tendangan melengkung yang bersarang di sudut kiri bawah gawang Austria.

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Austria berusaha meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan Argentina tampil solid dan disiplin dalam meredam ancaman yang dibangun Marcel Sabitzer maupun Michael Gregoritsch.

Saat Austria mulai kehilangan momentum, Messi kembali menunjukkan magisnya.

Pada masa injury time tepatnya menit ke-90+5, bintang berusia 39 tahun itu mencetak gol kedua sekaligus memastikan kemenangan Argentina 2-0.

Hasil tersebut membuat Argentina mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Sementara Austria tetap berada di posisi kedua Grup J dengan raihan tiga poin.

Lionel Messi Resmi Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Kemenangan atas Austria menjadi momen bersejarah bagi Lionel Messi.

Gol pembuka yang dicetak pada menit ke-38 menjadi gol ke-17 Messi di ajang Piala Dunia, sekaligus membuatnya melewati rekor legenda Jerman, Miroslav Klose.

Tak berhenti di situ, gol kedua pada penghujung pertandingan membuat koleksi gol Messi di Piala Dunia bertambah menjadi 18 gol.

Catatan tersebut semakin mengukuhkan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen paling bergengsi di dunia itu.

Meski gagal mengeksekusi penalti pada awal pertandingan, Messi tetap tampil dominan sepanjang laga.

Pergerakannya di lini depan beberapa kali membongkar pertahanan Austria dan menciptakan peluang berbahaya bagi Argentina.

Argentina Kirim Sinyal Kuat dalam Perburuan Gelar Piala Dunia 2026

Sebagai juara bertahan, Argentina kembali menunjukkan kualitas sebagai salah satu kandidat terkuat peraih trofi Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Lionel Scaloni mampu mengontrol jalannya pertandingan dan minim memberikan peluang bersih kepada lawan.

Lautaro Martinez dan Thiago Almada tampil aktif membuka ruang di lini serang.

Sementara Enzo Fernandez serta Rodrigo De Paul menjaga keseimbangan permainan dari lini tengah sehingga aliran bola Argentina tetap berjalan efektif.

Austria sempat memperoleh peluang terbaik melalui sundulan Michael Gregoritsch pada menit ke-68.

Namun, bola masih melambung di atas mistar gawang sehingga gagal memperkecil ketertinggalan.

Dengan dua kemenangan beruntun, Argentina kini kokoh di puncak klasemen Grup J dengan enam poin.

Austria menempati posisi kedua dengan tiga poin, sedangkan Yordania dan Algeria masih belum meraih poin.

Pada pertandingan terakhir fase grup, Argentina akan menghadapi Yordania. Sementara Austria wajib meraih hasil maksimal saat bertemu Algeria untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Performa impresif Lionel Messi dan solidnya permainan Argentina menjadi sinyal kuat bagi para pesaing. Jika mampu mempertahankan konsistensi ini, La Albiceleste(*)




Mesir Comeback, Taklukkan Selandia Baru 3-1 di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Mesir sukses membalikkan keadaan dan menaklukkan Selandia Baru dengan skor 3-1 pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Senin 22 Juni 2026 pagi WIB itu diwarnai kebangkitan The Pharaohs setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Selandia Baru membuka keunggulan pada babak pertama melalui sundulan Finn Surman pada menit ke-15, memanfaatkan situasi sepak pojok.

Meski tampil menekan di awal laga, Mesir sempat kesulitan menembus pertahanan lawan.

Mesir kemudian mencoba bangkit lewat sejumlah peluang yang diciptakan Omar Marmoush dan Mohamed Salah, namun belum berbuah gol hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, Mesir tampil lebih agresif dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-59.

Mostafa Ziko mencetak gol lewat sundulan setelah menerima umpan silang Mohamed Hany, mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut mengubah momentum permainan. Mesir berbalik unggul pada menit ke-68 melalui Mohamed Salah yang memanfaatkan umpan Ziko dengan penyelesaian tenang di dalam kotak penalti.

The Pharaohs memastikan kemenangan pada menit ke-82 lewat gol Trezeguet. Ia menyundul bola hasil sepak pojok Mohamed Salah untuk mengunci skor 3-1 hingga laga usai.

Hasil ini membawa Mesir memimpin klasemen sementara Grup G dengan koleksi empat poin, menjaga peluang mereka untuk melaju ke fase berikutnya.

Sebaliknya, Selandia Baru harus puas berada di posisi juru kunci dengan satu poin dari dua laga dan wajib meraih hasil positif pada pertandingan terakhir.

Susunan Pemain

Selandia Baru (4-2-3-1): Max Crocombe; Liberato Cacace, Michael Boxall, Finn Surman, Tim Payne; Marko Stamenic, Joe Bell; Elijah Just, Sarpreet Singh, Callum McCowatt; Chris Wood.
Pelatih: Darren Bazeley

Mesir (4-2-3-1): Mostafa Shobeir; Ahmed Fatouh, Hamdi Fathy, Yasser Ibrahim, Mohamed Hany; Mohanad Lasheen, Marwan Attia; Emam Ashour, Mohamed Salah, Mostafa Ziko; Omar Marmoush.
Pelatih: Hossam Hassan.(*)




Dibuat Frustasi! Uruguay Ditahan Imbang Cape Verde

SEPUCUKJAMBI.ID – Cape Verde kembali menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di Piala Dunia 2026.

Setelah sukses menahan Spanyol pada laga pembuka, wakil Afrika itu kembali membuat kejutan dengan menahan Uruguay 2-2 dalam pertandingan Grup H yang berlangsung di Miami Stadium, Senin 22 Juni 2026).

Hasil ini membuat persaingan Grup H semakin sulit diprediksi.

Uruguay gagal mengamankan kemenangan pertamanya di turnamen, sementara Cape Verde kembali membuktikan kapasitasnya sebagai kuda hitam yang mampu merepotkan tim-tim unggulan.

Dua gol Cape Verde dicetak Kevin Pina dan Helio Varela. Sementara Uruguay menyelamatkan diri lewat gol Maximiliano Araujo serta Agustin Canobbio.

Tambahan satu poin membuat Uruguay berada di posisi kedua klasemen sementara dengan dua poin.

Cape Verde menguntit di peringkat ketiga dengan jumlah poin yang sama dan masih menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Cape Verde Kejutkan Uruguay di Babak Pertama

Uruguay memulai pertandingan dengan dominasi penguasaan bola.

Tim asuhan Marcelo Bielsa berupaya mengendalikan tempo permainan dan memaksa Cape Verde bertahan di area sendiri.

Meski lebih banyak ditekan, Cape Verde justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ke-21.

Kevin Pina mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas jarak jauh yang gagal diantisipasi Fernando Muslera.

Bola meluncur deras ke gawang dan membuat pendukung Uruguay terdiam.

Gol tersebut mengubah atmosfer pertandingan. Uruguay meningkatkan intensitas serangan, tetapi disiplin pertahanan Cape Verde membuat La Celeste frustrasi sepanjang sisa babak pertama.

Kebuntuan Uruguay akhirnya pecah pada menit ke-44. Berawal dari sundulan Rodrigo Bentancur yang membentur tiang gawang, bola liar langsung disambar Maximiliano Araujo untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Momentum itu dimanfaatkan Uruguay untuk menekan habis-habisan menjelang turun minum.

Hasilnya datang pada masa injury time ketika Agustin Canobbio sukses menyambar bola hasil tandukan Araujo di depan gawang.

Gol tersebut membawa Uruguay berbalik unggul 2-1 saat jeda.

Kesalahan Fatal Uruguay Jadi Titik Balik

Masuk babak kedua, Cape Verde menunjukkan mentalitas luar biasa.

Mereka tidak kehilangan kepercayaan diri meski sempat tertinggal dan terus berusaha mencari celah di pertahanan Uruguay.

Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-61.

Kesalahan komunikasi di lini belakang Uruguay menjadi awal petaka.

Backpass yang kurang sempurna membuat Fernando Muslera keluar terlalu jauh dari sarangnya.

Helio Varela yang sigap membaca situasi langsung merebut bola dan menceploskannya ke gawang kosong.

Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan.

Cape Verde semakin berani menyerang, sementara Uruguay mulai kehilangan ketenangan.

Duel berlangsung terbuka dengan kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol kemenangan.

Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Cape Verde Layak Diperhitungkan

Hasil imbang melawan Uruguay mempertegas status Cape Verde sebagai salah satu kejutan terbesar pada fase grup Piala Dunia 2026.

Dalam dua pertandingan pertama, mereka berhasil menghindari kekalahan saat menghadapi dua lawan yang secara ranking dan pengalaman jauh lebih unggul, yakni Spanyol dan Uruguay.

Bagi Uruguay, hasil ini menjadi alarm serius. La Celeste belum sekalipun meraih kemenangan dalam dua laga awal dan kini berada di bawah tekanan menjelang pertandingan penentuan.

Sebaliknya, Cape Verde datang ke laga terakhir dengan kepercayaan diri tinggi dan peluang yang masih terbuka untuk menciptakan sejarah baru di panggung sepak bola dunia.(*)




Iran Tahan Belgia Tanpa Gol, Kartu Merah dan VAR Warnai Duel Panas Grup G

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Belgia kembali gagal menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu unggulan di Piala Dunia 2026.

Menghadapi Iran pada laga kedua Grup G di SoFi Stadium, Los Angeles, Senin 22 Juni 2026 dini hari WIB, Setan Merah Eropa harus puas bermain imbang tanpa gol.

Laga berakhir 0-0, tetapi skor tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.

Iran tampil disiplin, berani meladeni permainan Belgia, dan mendapat kontribusi luar biasa dari kiper Alireza Beiranvand yang menjadi mimpi buruk bagi lini serang lawan.

Hasil ini membuat persaingan Grup G semakin terbuka.

Belgia maupun Iran sama-sama belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal sehingga nasib keduanya kini ditentukan pada laga terakhir fase grup.

Belgia Mendominasi, Iran Mengancam

Belgia langsung mengambil alih penguasaan bola sejak awal pertandingan.

Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans menjadi motor serangan, sementara Romelu Lukaku berusaha membongkar pertahanan rapat Iran.

Namun ancaman pertama justru datang dari wakil Asia tersebut.

Pada menit ke-14, Hossein Kanani melepaskan tendangan voli keras hasil situasi lemparan ke dalam yang memaksa Thibaut Courtois melakukan penyelamatan penting.

Iran kembali membuat Belgia terkejut beberapa menit kemudian ketika Saeid Ezatolahi hampir mencetak gol melalui sundulan yang hanya melenceng tipis dari sasaran.

Belgia merespons lewat peluang emas Tielemans pada menit ke-22.

Gelandang tersebut melepaskan tembakan keras dari sudut sempit, tetapi Beiranvand tampil sigap untuk menggagalkan peluang.

VAR Gagalkan Euforia Iran

Momen paling dramatis pada babak pertama terjadi pada menit ke-25.

Iran sempat mengira telah memecah kebuntuan setelah Mehdi Taremi berhasil menaklukkan Courtois melalui penyelesaian klinis hasil skema bola mati.

Para pemain Iran sudah merayakan gol tersebut sebelum wasit menerima tinjauan VAR.

Setelah pemeriksaan berlangsung, gol dianulir karena Taremi berada dalam posisi offside yang sangat tipis.

Keputusan itu menjadi penyelamat bagi Belgia yang sempat kehilangan konsentrasi di lini belakang.

Menjelang turun minum, Belgia kembali mendapat peluang emas melalui Maxim De Cuyper.

Namun Beiranvand kembali menunjukkan kualitasnya dengan menggagalkan tendangan voli yang mengarah tepat ke gawang.

Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan

Memasuki babak kedua, Iran tampil semakin percaya diri. Mehdi Taremi terus menjadi ancaman melalui pergerakan dan pressing agresifnya terhadap lini pertahanan Belgia.

Belgia sebenarnya memiliki kesempatan terbaik untuk mencetak gol pada menit ke-59.

De Bruyne mengirim umpan matang ke depan gawang dan De Cuyper berdiri tanpa kawalan di posisi ideal.

Namun saat stadion nyaris bersorak gol, Beiranvand melakukan penyelamatan refleks luar biasa menggunakan tangan kirinya.

Momen tersebut menjadi salah satu penyelamatan terbaik sejauh ini di Piala Dunia 2026.

Situasi berubah drastis pada menit ke-66. Bek Belgia Nathan Ngoy kehilangan bola saat ditekan Taremi.

Penyerang Iran itu langsung melaju menuju gawang sebelum dijatuhkan dari belakang.

Wasit Dario Herrera tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung kepada Ngoy. Belgia harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain membuat Iran semakin berani menekan. Ezatolahi sempat menguji Courtois lewat tendangan jarak jauh, tetapi kiper Real Madrid itu masih mampu mengamankan bola.

Beiranvand Jadi Pembeda

Meski bermain dengan 10 orang, Belgia tetap berusaha mencari gol kemenangan.

Peluang emas kembali hadir menjelang akhir pertandingan ketika De Cuyper mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti.

Sekali lagi Beiranvand menjadi penyelamat Iran.

Penampilan gemilang sang penjaga gawang membuat seluruh upaya Belgia berakhir sia-sia. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0-0.

Bagi Iran, satu poin ini terasa seperti kemenangan karena diraih setelah menghadapi tekanan besar dari salah satu tim unggulan turnamen.

Sebaliknya, Belgia harus melakukan evaluasi serius setelah gagal menang dalam dua pertandingan awal.

Di tengah ketatnya persaingan Grup G, satu nama yang paling layak mendapat sorotan adalah Alireza Beiranvand.

Kiper berpengalaman Iran itu tampil luar biasa dan menjadi alasan utama timnya tetap menjaga peluang lolos ke fase gugur.(*)