Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris Bidik Final, Argentina Andalkan Magis Messi

SEPUCUKJAMBI.ID – Rivalitas panjang Inggris dan Argentina kembali tersaji di panggung terbesar sepak bola dunia.

Kedua tim akan bertarung memperebutkan satu tiket menuju final Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis WIB.

Laga ini bukan sekadar perebutan tempat di partai puncak. Pertemuan Inggris kontra Argentina membawa sejarah panjang, gengsi besar, serta pertarungan dua generasi pemain bintang.

Pemenang duel ini sudah ditunggu Spanyol yang lebih dulu memastikan tiket final setelah menyingkirkan Prancis dengan kemenangan 2-0 melalui gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.

Inggris Datang dengan Mental Comeback

Perjalanan Inggris menuju semifinal tidak berjalan mudah. Tim asuhan Thomas Tuchel harus melewati fase gugur dengan sejumlah laga penuh tekanan.

The Three Lions mengawali fase knockout dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar.

Pada babak 16 besar, Inggris kembali menunjukkan mental juara setelah menundukkan tuan rumah Meksiko 3-2 meski harus bermain dengan 10 pemain.

Ujian berikutnya datang saat menghadapi Norwegia di perempat final.

Inggris sempat tertinggal sebelum Jude Bellingham tampil sebagai penyelamat lewat dua gol yang membawa kemenangan 2-1 setelah perpanjangan waktu.

Kemampuan membalikkan keadaan menjadi salah satu kekuatan utama Inggris sepanjang turnamen.

Namun, Thomas Tuchel menyadari tantangan menghadapi Argentina membutuhkan performa yang lebih sempurna.

Kane dan Bellingham Jadi Senjata Utama Inggris

Produktivitas Inggris sejauh ini bertumpu pada dua pemain utama: Harry Kane dan Jude Bellingham.

Keduanya telah mencetak masing-masing enam gol atau berkontribusi terhadap 12 dari total 13 gol Inggris sepanjang Piala Dunia 2026.

Bellingham bahkan sedang berada dalam performa terbaik setelah mencetak empat gol dalam dua pertandingan terakhir.

Sementara Kane tetap menjadi ancaman utama di lini depan dengan pengalaman dan ketajamannya di pertandingan besar.

Argentina Masih Bergantung pada Magis Messi

Sebagai juara bertahan, Argentina juga tidak melangkah mudah menuju semifinal.

Pasukan Lionel Scaloni harus melewati laga-laga dramatis sejak fase gugur.

Argentina mengalahkan Tanjung Verde 3-2 melalui perpanjangan waktu pada babak 32 besar.

Pada babak berikutnya, La Albiceleste menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan Mesir 3-2.

Di perempat final, Argentina kembali harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan 3-1 atas Swiss melalui perpanjangan waktu.

Messi Jadi Ancaman Terbesar

Lionel Messi tetap menjadi pusat perhatian Argentina. Kapten berusia 39 tahun tersebut telah mencetak delapan gol dan berada dalam persaingan daftar pencetak gol terbanyak turnamen.

Meski tidak mencetak gol saat melawan Swiss, Messi tetap memainkan peran penting dengan memberikan assist untuk gol Alexis Mac Allister.

Namun, kekuatan Argentina tidak hanya bergantung pada Messi.

Sejumlah pemain lain juga sudah membuktikan mampu menjadi pembeda, dengan tujuh pemain Argentina lainnya turut mencetak gol sepanjang turnamen.

Sejarah Panjang Inggris vs Argentina

Pertandingan semifinal ini menjadi pertemuan keenam Inggris dan Argentina dalam sejarah Piala Dunia.

Inggris memenangkan dua pertemuan awal pada 1962 dan 1966.

Argentina kemudian membalas pada Piala Dunia 1986 melalui aksi legendaris Diego Maradona di perempat final.

Pada Piala Dunia 1998, Argentina kembali mengalahkan Inggris melalui drama adu penalti.

Sementara pertemuan terakhir di Piala Dunia 2002 menjadi milik Inggris dengan kemenangan 1-0 lewat penalti David Beckham.

Prediksi Laga: Efektivitas Jadi Kunci

Inggris memiliki modal kecepatan, fisik, serta ketajaman Kane dan Bellingham.

Di sisi lain, Argentina membawa pengalaman sebagai juara bertahan dan kreativitas Messi yang masih mampu mengubah jalannya pertandingan.

Dengan kedua tim sama-sama memiliki pengalaman memenangkan laga sulit melalui comeback dan perpanjangan waktu, semifinal ini berpotensi ditentukan oleh satu momen kecil: efektivitas penyelesaian akhir dan konsentrasi di menit-menit krusial.

Perkiraan Susunan Pemain

Inggris (4-2-3-1)
Jordan Pickford; Reece James, Ezri Konsa, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Elliot Anderson, Declan Rice; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon; Harry Kane.

Argentina (4-1-2-1-2)
Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Facundo Medina, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Leandro Paredes; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister; Enzo Fernandez; Julian Alvarez, Lionel Messi.(*)




Oyarzabal dan Porro Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Tim nasional Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga semifinal di AT&T Stadium, Arlington, Rabu 15 Juli 2026 dini hari WIB.

La Furia Roja tampil lebih efektif sepanjang pertandingan dan berhasil memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan.

Dua gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Mikel Oyarzabal melalui titik penalti pada babak pertama dan Pedro Porro selepas jeda.

Kemenangan ini membuat skuad asuhan Luis de la Fuente tinggal selangkah lagi menuju gelar juara dunia.

Di partai final, Spanyol akan menghadapi pemenang semifinal antara Inggris dan Argentina.

Sementara itu, Prancis harus mengubur ambisi merebut trofi dan akan tampil pada laga perebutan tempat ketiga menghadapi tim yang kalah dari semifinal lainnya.

Penalti Oyarzabal Pecah Kebuntuan

Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal dengan kedua tim saling menekan.

Namun, Prancis mendapat masalah lebih dulu ketika Adrien Rabiot menerima kartu kuning pada menit kesembilan setelah melanggar Dani Olmo.

Kartu tersebut membuat gelandang Les Bleus harus bermain lebih hati-hati.

Momentum penting hadir pada menit ke-20 ketika Lucas Digne menjatuhkan Lamine Yamal di dalam kotak penalti.

Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.

Mikel Oyarzabal yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-22 untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Setelah unggul, Spanyol semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.

Di sisi lain, Prancis kembali mendapat pukulan ketika William Saliba mengalami cedera pada menit ke-30 dan harus digantikan Maxence Lacroix.

Pergantian tersebut memaksa Didier Deschamps mengubah komposisi lini belakang saat tekanan Spanyol semakin meningkat.

Menjelang turun minum, Dani Olmo, Lamine Yamal, dan Fabian Ruiz hampir menggandakan keunggulan.

Beruntung bagi Prancis, Dayot Upamecano melakukan penyelamatan krusial sehingga skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Gol Porro Kunci Kemenangan Spanyol

Memasuki babak kedua, Didier Deschamps mencoba mengubah permainan dengan memasukkan Manu Kone menggantikan Adrien Rabiot.

Namun, perubahan itu belum mampu menghentikan dominasi Spanyol.

La Furia Roja akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-58.

Berawal dari kombinasi apik bersama Dani Olmo, Pedro Porro melepaskan penyelesaian akurat yang gagal diantisipasi kiper Mike Maignan.

Gol tersebut membuat Spanyol semakin nyaman mengendalikan permainan.

Lamine Yamal sebenarnya sempat membobol gawang Prancis beberapa menit kemudian.

Namun, gol itu dianulir wasit karena pemain muda Barcelona tersebut lebih dulu berada dalam posisi offside.

Prancis berusaha bangkit lewat sejumlah peluang, termasuk tembakan Kylian Mbappe pada menit ke-67.

Sayangnya, usaha sang kapten berhasil diblok Marc Cucurella sehingga hanya menghasilkan sepak pojok.

Pada 20 menit terakhir, kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga ritme permainan.

Meski terus menekan hingga tambahan waktu tujuh menit, Prancis gagal menembus pertahanan disiplin Spanyol.

Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026.(*)




Argentina Susul Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026, Swiss Tumbang 3-1 di Extra Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 pada laga perempat final yang berlangsung di Kansas City Stadium.

Pertandingan harus diselesaikan hingga babak tambahan waktu sebelum La Albiceleste mengunci kemenangan.

Alexis Mac Allister lebih dulu membawa Argentina unggul pada babak pertama. Swiss kemudian memaksa laga berlanjut ke extra time melalui gol Dan Ndoye.

Namun keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh Argentina yang akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.

Hasil ini mempertemukan Argentina dengan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, setelah The Three Lions lebih dulu mengamankan tiket usai menyingkirkan Norwegia.

Argentina Awali Laga dengan Gol Cepat

Kedua tim langsung bermain terbuka sejak peluit pertama dibunyikan.

Argentina tampil agresif, sementara Swiss memilih tetap berani meladeni permainan cepat yang diperagakan skuad Lionel Scaloni.

Keunggulan Argentina datang saat pertandingan baru berjalan 10 menit.

Lionel Messi mengirim sepak pojok akurat yang disambut sundulan Alexis Mac Allister tanpa mampu dihalau Gregor Kobel.

Gol tersebut membuat La Albiceleste memimpin 1-0.

Swiss tidak kehilangan keberanian meski tertinggal.

Djibril Sow sempat mengancam melalui tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi Emiliano Martinez masih mampu mengamankan bola.

Setelah gol pembuka, pertandingan berubah menjadi lebih keras.

Kedua tim saling melancarkan tekel demi memutus aliran serangan lawan sehingga peluang bersih semakin jarang tercipta.

Hingga turun minum, Argentina tetap mempertahankan keunggulan tipis 1-0.

Swiss Bangkit, Embolo Diusir Wasit

Memasuki babak kedua, Swiss meningkatkan tekanan.

Dan Ndoye nyaris menyamakan kedudukan, tetapi tekel krusial Lisandro Martinez menggagalkan peluang emas tersebut.

Tak lama berselang, Breel Embolo juga hampir mencetak gol melalui sundulan, namun Emiliano Martinez kembali tampil sigap menjaga gawang Argentina.

Upaya Swiss akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67.

Dan Ndoye memanfaatkan kombinasi umpan dengan Ricardo Rodriguez sebelum melepaskan penyelesaian dari sudut sempit yang sukses menaklukkan Emiliano Martinez.

Skor berubah menjadi 1-1.

Momentum Swiss berubah drastis beberapa menit kemudian.

Breel Embolo menerima kartu kuning kedua setelah dinilai melakukan diving di dalam kotak penalti.

Kartu merah itu memaksa Swiss menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Lionel Scaloni mencoba memanfaatkan situasi tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan.

Messi bahkan memperoleh peluang emas pada masa injury time, tetapi tembakannya masih melebar tipis dari sasaran.

Skor imbang bertahan hingga 90 menit sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Alvarez dan Lautaro Kunci Kemenangan

Di babak extra time, Argentina terus mendominasi permainan.

Thiago Almada yang masuk sebagai pemain pengganti langsung memberi warna baru di lini depan dan sempat menggetarkan tiang gawang Swiss.

Ketika pertandingan tampak mengarah ke adu penalti, Argentina akhirnya menemukan celah.

Pada menit ke-112, Julian Alvarez menyambar umpan Jose Manuel Lopez untuk membawa La Albiceleste kembali unggul 2-1.

Swiss yang mulai kehabisan tenaga kesulitan memberikan respons.

Menjelang pertandingan berakhir, Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina melalui gol ketiga yang sekaligus mengakhiri perlawanan tim asuhan Murat Yakin.

Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Argentina pun melangkah ke semifinal dan akan menghadapi Inggris dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Leandro Paredes, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Swiss (4-2-3-1): Gregor Kobel; Zakaria, Akanji, Elvedi, Ricardo Rodriguez; Granit Xhaka, Freuler; Djibril Sow, Fabian Rieder, Dan Ndoye; Breel Embolo.

Pelatih: Murat Yakin.(*)




Inggris Lolos Dramatis ke Semifinal Piala Dunia 2026, Jude Bellingham Jadi Mimpi Buruk Norwegia

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Inggris memastikan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah melewati pertarungan sengit melawan Norwegia.

Dalam duel perempat final yang berlangsung hingga babak tambahan waktu, The Three Lions membalikkan keadaan dan menang 2-1 berkat dua gol Jude Bellingham.

Kemenangan ini mengantar skuad asuhan Thomas Tuchel menjadi tim ketiga yang mengamankan tiket semifinal.

Selanjutnya, Inggris tinggal menunggu pemenang laga Swiss kontra Argentina untuk memperebutkan satu tempat di partai puncak.

Norwegia Mengejutkan Inggris di Babak Pertama

Pertandingan di Miami Stadium langsung berlangsung dengan tempo yang hati-hati.

Inggris mendominasi penguasaan bola sejak menit awal, tetapi rapatnya pertahanan Norwegia membuat Harry Kane dan kolega kesulitan menciptakan peluang bersih.

Kesempatan pertama datang pada menit ke-23 ketika Nico O’Reilly mengirim umpan matang ke depan gawang.

Sayangnya, tak ada pemain Inggris yang berhasil menyambut bola tersebut.

Norwegia justru tampil lebih efektif. Erling Haaland sempat menguji Jordan Pickford melalui sundulan keras yang masih mampu diamankan sang penjaga gawang.

Tekanan Norwegia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-36.

Andreas Schjelderup melepaskan tembakan dari sisi kiri yang gagal diantisipasi Pickford.

Gol tersebut membawa Norwegia unggul 1-0 sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Beberapa peluang berikutnya juga lahir melalui Alexander Sorloth dan Martin Odegaard.

Beruntung bagi Inggris, Pickford tampil sigap menjaga peluang itu tidak berubah menjadi gol kedua.

Saat laga tampak akan ditutup dengan keunggulan Norwegia, Inggris berhasil menyamakan kedudukan menjelang turun minum.

Anthony Gordon mengirim umpan tarik yang diselesaikan Jude Bellingham dengan kontrol tenang sebelum melepaskan tembakan mendatar ke dalam gawang.

Harry Kane sebenarnya sempat mencetak gol beberapa saat kemudian.

Namun wasit membatalkannya karena striker Bayern Munchen itu lebih dulu terjebak offside. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.

VAR Gagalkan Gol Norwegia

Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel melakukan perubahan dengan memasukkan Bukayo Saka dan Eberechi Eze demi meningkatkan kreativitas serangan.

Laga berjalan semakin terbuka. Kedua tim saling menyerang dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Norwegia sempat kembali unggul pada menit ke-54 melalui Heggem yang memanfaatkan bola muntah hasil sepak pojok.

Namun setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut dianulir karena terjadi offside.

Tim Skandinavia tetap memberikan tekanan besar. Kristoffer Ajer nyaris membawa Norwegia memimpin setelah sundulannya menghantam mistar gawang.

Tak lama kemudian, Antonio Nusa juga memaksa Pickford melakukan penyelamatan penting.

Inggris lebih banyak bertahan menghadapi agresivitas lawan.

Hingga waktu normal berakhir, tidak ada tambahan gol sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time.

Bellingham Pastikan Tiket Semifinal

Memasuki tambahan waktu, Inggris tampil dengan pendekatan berbeda.

Mereka langsung mengambil inisiatif menyerang dan hasilnya datang hanya tiga menit setelah extra time dimulai.

Morgan Rogers melepaskan tembakan jarak jauh yang masih mampu ditepis Orjan Nyland.

Namun bola liar langsung disambar Jude Bellingham menjadi gol keduanya pada pertandingan tersebut.

Gol itu mengubah skor menjadi 2-1 sekaligus membalikkan keadaan untuk Inggris.

Inggris sempat memperoleh hadiah penalti setelah Djed Spence terjatuh di kotak terlarang.

Akan tetapi, VAR kembali berperan dengan membatalkan keputusan tersebut karena dinilai terjadi aksi diving.

Pada sisa pertandingan, Norwegia berupaya keras mengejar ketertinggalan.

Serangan demi serangan dilancarkan, tetapi lini belakang Inggris mampu bertahan disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan 2-1 memastikan Inggris melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026.

Performa impresif Jude Bellingham dengan dua gol menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung selama 120 menit tersebut.

Susunan Pemain

Norwegia (4-3-3): Nyland; Wolfe, Heggem, Ajer, Ryerson; Berg, Berge, Odegaard; Schjelderup, Haaland, Sorloth.

Pelatih: Stale Solbakken.

Inggris (4-2-3-1): Pickford; O’Reilly, Guehi, Stones, Konsa; Rice, Anderson; Gordon, Bellingham, Madueke; Kane.

Pelatih: Thomas Tuchel.(*)




Rahasia Selebrasi Fabian Ruiz Terungkap, Gol ke Gawang Belgia Dipersembahkan untuk Sang Anak

SEPUCUKJAMBI.ID – Fabian Ruiz menjadi salah satu aktor utama di balik kemenangan dramatis Timnas Spanyol atas Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026.

Gelandang berusia 30 tahun itu tak hanya membuka keunggulan La Furia Roja, tetapi juga mengungkap makna emosional di balik selebrasi golnya yang mencuri perhatian.

Ruiz dipercaya tampil sejak menit pertama oleh pelatih Luis De La Fuente dalam laga krusial tersebut.

Kepercayaan itu dijawab dengan performa impresif, termasuk gol pembuka yang membawa Spanyol mengendalikan jalannya pertandingan sebelum akhirnya menang 2-1 dan mengamankan tiket semifinal.

Usai pertandingan, Ruiz mengaku dirinya selalu mempersiapkan diri untuk setiap keputusan pelatih.

Karena itu, ketika namanya masuk dalam susunan pemain utama, ia bertekad memberikan kontribusi maksimal bagi tim.

“Pelatih baru mengumumkan susunan pemain beberapa saat sebelum pertandingan dimulai. Saya selalu mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan,” ujar Ruiz kepada DAZN.

Menurut pemain yang memperkuat Paris Saint-Germain itu, dirinya tidak menerima instruksi khusus dari Luis De La Fuente.

Ia hanya menjalankan skema yang selama ini telah dipersiapkan dalam sesi latihan bersama tim nasional.

“Hari ini saya mendapat kesempatan menjadi starter dan saya selalu siap melakukan apa pun yang dibutuhkan tim. Saya senang bisa mendapatkan menit bermain dan membantu tim meraih kemenangan,” katanya.

Selepas mencetak gol, Ruiz melakukan selebrasi dengan memasukkan bola ke dalam jersey sambil mengisap ibu jarinya.

Aksi tersebut langsung menjadi perhatian publik karena dianggap memiliki makna khusus.

Ruiz kemudian mengonfirmasi bahwa selebrasi tersebut dipersembahkan untuk calon buah hatinya yang saat ini masih berada dalam kandungan sang istri.

Ia mengaku telah lama berharap bisa mencetak gol di Piala Dunia untuk menghadiahkan momen spesial bagi keluarganya.

“Saya memang sangat ingin mencetak gol agar bisa mendedikasikannya untuk istri saya dan calon buah hati kami. Istri saya dan seluruh keluarga sangat bahagia sekaligus terharu,” ungkap Ruiz.

Gol tersebut menjadi salah satu momen emosional dalam perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026.

Selain mengantar La Furia Roja membuka keunggulan, gol itu juga memiliki nilai pribadi yang begitu besar bagi sang gelandang.

Kini fokus Ruiz dan rekan-rekannya beralih ke babak semifinal.

Tantangan yang menanti tidak ringan karena Spanyol akan menghadapi Prancis dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar di Piala Dunia 2026.

Dengan performa yang terus meningkat, Ruiz diharapkan kembali menjadi salah satu motor permainan La Furia Roja dalam upaya merebut tiket menuju partai final.(*)




Bela Kiper Muda Belgia, Courtois: Dia Tidak Layak Disalahkan

SEPUCUKJAMBI.ID – Kiper senior Timnas Belgia, Thibaut Courtois, angkat bicara setelah Senne Lammens menjadi sorotan akibat kesalahan yang berujung gol kemenangan Spanyol pada perempat final Piala Dunia 2026.

Courtois meminta publik tidak menjadikan sang junior sebagai kambing hitam atas kegagalan Belgia melaju ke semifinal.

Lammens menjalani debutnya di Piala Dunia dalam situasi yang tidak mudah.

Penjaga gawang muda itu masuk pada babak kedua setelah Courtois mengalami cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan melawan Spanyol.

Di tengah tekanan laga besar, Lammens sebenarnya sempat menggagalkan tembakan keras Pau Cubarsi.

Namun, bola hasil tepisannya justru mengarah ke Mikel Merino yang tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang pada menit ke-88.

Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 Spanyol sekaligus mengakhiri langkah Belgia di Piala Dunia 2026.

Meski kesalahan itu langsung menjadi bahan perbincangan, Courtois menilai situasi yang dihadapi Lammens tidak sesederhana yang terlihat.

Menurutnya, kondisi lapangan ikut memengaruhi arah pantulan bola sehingga sang kiper berada dalam posisi yang sulit.

“Dia tidak beruntung karena lapangan di pertandingan tadi sangat kering. Saya harap semua orang tidak menghakiminya secara berlebihan,” kata Courtois kepada DAZN usai pertandingan.

Kiper berpengalaman tersebut juga menegaskan bahwa satu momen tidak seharusnya menghapus kualitas yang dimiliki Lammens.

Ia menilai penjaga gawang muda itu telah menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang musim dan masih memiliki masa depan panjang bersama Timnas Belgia.

“Dia tidak layak mendapatkan semua kritik ini. Bagi saya, dia adalah kiper yang hebat dan menjalani musim yang luar biasa bersama Manchester United. Masa depannya sangat cerah dan pengalaman ini justru akan membuatnya semakin kuat,” ujar Courtois.

Dukungan Courtois menjadi sinyal bahwa ruang ganti Belgia tetap solid meski harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia lebih cepat.

Sang kapten memilih memberikan kepercayaan kepada penerusnya ketimbang menyoroti kesalahan individu yang terjadi di momen krusial.

Setelah turnamen berakhir, Lammens dijadwalkan kembali ke Manchester untuk menjalani masa libur sebelum bergabung dengan skuad Manchester United dalam agenda pramusim pada Agustus mendatang.

Pengalaman debut di Piala Dunia diyakini akan menjadi pelajaran berharga bagi kiper muda tersebut untuk menghadapi tantangan berikutnya.(*)




Drama Menit Akhir! Spanyol Tumbangkan Belgia 2-1 dan Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Spanyol memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah memenangi duel sengit melawan Belgia dengan skor 2-1.

Kemenangan La Furia Roja ditentukan lewat gol dramatis Mikel Merino pada menit-menit akhir pertandingan yang membuat asa Belgia pupus di depan mata.

Laga perempat final berlangsung dalam tensi tinggi.

Kedua tim sama-sama tampil agresif sejak menit awal, tetapi Spanyol lebih efektif memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan.

Hasil ini sekaligus mengantarkan skuad asuhan Luis De La Fuente menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.

Spanyol membuka keunggulan pada menit ke-30 melalui Fabian Ruiz.

Gelandang Paris Saint-Germain itu berada di posisi tepat untuk menyelesaikan bola di depan gawang setelah pertahanan Belgia gagal mengantisipasi situasi berbahaya.

Belgia tidak membutuhkan waktu lama untuk bangkit. Menjelang turun minum, Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan lewat sundulan terarah yang tak mampu dibendung Unai Simon.

Gol tersebut sekaligus mengakhiri catatan impresif Spanyol yang sebelumnya belum pernah kebobolan sepanjang perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Memasuki babak kedua, duel berlangsung semakin terbuka.

Belgia beberapa kali mengancam melalui Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku, sementara Spanyol terus mengandalkan penguasaan bola untuk mencari celah di lini belakang lawan.

Saat pertandingan diperkirakan akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Mikel Merino kembali muncul sebagai pembeda.

Gol bermula dari sepakan jarak jauh Pau Cubarsi yang gagal diamankan dengan sempurna oleh Senne Lammens. Bola muntah langsung disambar Merino menjadi gol pada menit ke-88.

Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Belgia yang kehilangan kiper utama Thibaut Courtois akibat cedera.

Lammens yang masuk sebagai pengganti gagal menghalau bola dengan sempurna sehingga membuka peluang emas bagi Merino untuk memastikan kemenangan Spanyol.

Bagi Merino, ini bukan kali pertama menjadi pahlawan negaranya di turnamen tersebut.

Sebelumnya, gelandang berusia 30 tahun itu juga mencetak gol penentu kemenangan ketika Spanyol menyingkirkan Portugal pada babak 16 besar.

Kemenangan atas Belgia membawa Spanyol kembali menembus semifinal Piala Dunia.

Tantangan berikutnya jauh lebih berat karena mereka akan menghadapi Prancis dalam duel dua raksasa Eropa untuk memperebutkan satu tiket menuju partai final.

Susunan pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Marc Cucurella, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, Pedro Porro; Fabian Ruiz, Rodri; Alex Baena, Dani Olmo, Lamine Yamal; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis De La Fuente.

Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Maxim De Cuyper, Brandon Mechele, Nathan Ngoy, Timothy Castagne; Hans Vanaken, Nicolas Raskin; Leandro Trossard, Kevin De Bruyne, Jeremy Doku; Charles De Ketelaere.

Pelatih: Rudi Garcia.(*)




Mbappe Salip Messi, Perburuan Sepatu Emas Makin Sengit

SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan memperebutkan gelar top skor atau Sepatu Emas Piala Dunia 2026 semakin menarik memasuki babak perempat final.

Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe, kini menjadi pemain paling produktif setelah kembali menambah koleksi golnya bersama Les Bleus.

Sejak fase grup dimulai, daftar pencetak gol terbanyak terus mengalami perubahan.

Tingginya produktivitas para penyerang membuat edisi Piala Dunia 2026 menjadi salah satu turnamen dengan persaingan top skor paling ketat dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelum pertandingan perempat final digelar, Lionel Messi masih berada di posisi teratas daftar pencetak gol, ditempel ketat oleh Kylian Mbappe dan Erling Haaland.

Namun, hasil laga Prancis kontra Maroko pada Jumat (10/7/2026) mengubah peta persaingan.

Mbappe sukses mencetak satu gol dalam kemenangan 2-0 atas Maroko sekaligus membawa Prancis melangkah ke babak semifinal.

Tambahan satu gol tersebut membuat koleksi gol Mbappe kini mencapai delapan sepanjang Piala Dunia 2026.

Jumlah tersebut mengantarkannya ke puncak daftar top skor sementara dan membuat persaingan Sepatu Emas semakin terbuka.

Sebenarnya, Mbappe berpeluang menambah pundi-pundi gol lebih banyak pada pertandingan tersebut.

Ia sempat mendapatkan hadiah penalti di babak pertama, tetapi eksekusinya berhasil digagalkan kiper Maroko, Yassine Bounou.

Meski demikian, peluang pemain berusia 27 tahun itu untuk memperlebar jarak masih terbuka lebar karena Prancis telah memastikan tempat di semifinal.

Di sisi lain, persaingan belum berakhir. Lionel Messi bersama Argentina dan Erling Haaland yang memimpin lini depan Norwegia masih memiliki kesempatan menambah koleksi gol mereka pada laga perempat final masing-masing.

Argentina dijadwalkan menghadapi Kolombia, sedangkan Norwegia akan berduel melawan Inggris. Hasil kedua pertandingan tersebut diprediksi kembali mengubah klasemen pencetak gol terbanyak.

Menariknya, jika produktivitas para penyerang terus berlanjut hingga partai final, rekor legenda Prancis Just Fontaine sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia, yakni 13 gol, berpeluang dipatahkan pada turnamen tahun ini.

Sementara itu, Mbappe kini mengalihkan fokusnya untuk mempersiapkan kondisi fisik jelang semifinal.

Prancis masih menunggu lawan berikutnya yang akan ditentukan melalui pertandingan Spanyol melawan Belgia yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) dini hari.(*)




Prancis Tampil Dominan, Kalahkan Maroko 2-0 untuk Rebut Tiket Semifinal

SEPUCUKJAMBI.ID – Prancis memastikan langkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Maroko dengan skor meyakinkan 2-0 pada pertandingan perempat final yang berlangsung di Boston Stadium.

Kemenangan Les Bleus ditentukan melalui gol Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele pada babak kedua.

Hasil tersebut sekaligus menjadikan Prancis sebagai tim pertama yang mengamankan tiket ke empat besar.

Selanjutnya, skuad asuhan Didier Deschamps akan menghadapi pemenang duel Spanyol kontra Belgia.

Sejak peluit awal dibunyikan, Prancis langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi jalannya pertandingan.

Baru empat menit laga berjalan, Dayot Upamecano hampir membawa timnya unggul, tetapi peluang emasnya masih mampu digagalkan oleh penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou.

Tekanan Prancis terus berlanjut sepanjang babak pertama. Namun rapatnya lini pertahanan Maroko membuat sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Kesempatan emas datang pada menit ke-25 setelah Kylian Mbappe dilanggar Noussair Mazraoui di dalam kotak penalti.

Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Sayangnya, eksekusi Mbappe berhasil dibaca dengan baik oleh Bounou yang melakukan penyelamatan gemilang sehingga skor tetap imbang tanpa gol.

Meski gagal memanfaatkan penalti, Prancis tetap menguasai permainan. Maroko lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan serangan.

Menjelang turun minum, Lucas Digne hampir memecah kebuntuan melalui tembakan keras yang membentur mistar gawang.

Di sisi lain, peluang terbaik Maroko lahir dari tendangan bebas Achraf Hakimi yang masih melenceng dari sasaran. Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Maroko mencoba tampil lebih agresif.

Namun Prancis mampu mengimbangi permainan sehingga pertandingan berlangsung terbuka dengan saling melancarkan serangan.

Pada menit ke-55, Desire Doue menguji refleks Bounou lewat sepakan jarak jauh yang masih berhasil ditepis.

Beberapa menit kemudian, Mbappe kembali memperoleh peluang, tetapi penyelesaiannya melambung di atas mistar.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-60.

Mbappe menunjukkan kualitas individunya dengan menggiring bola sebelum melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok kiri atas gawang Maroko. Gol spektakuler tersebut membawa Prancis unggul 1-0.

Keunggulan itu membuat Les Bleus semakin percaya diri. Enam menit kemudian, Ousmane Dembele menggandakan keunggulan melalui tendangan mendatar dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan Bounou. Skor berubah menjadi 2-0.

Setelah unggul dua gol, Didier Deschamps melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga keseimbangan tim sekaligus mempertahankan intensitas serangan.

Pergantian tersebut membuat Prancis tetap tampil dominan hingga pertandingan berakhir.

Maroko berusaha mengejar ketertinggalan pada sisa waktu yang ada, tetapi kokohnya pertahanan Prancis membuat Singa Atlas gagal menciptakan gol balasan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan dan memastikan Prancis melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Prancis (4-2-3-1): Maignan; Digne, Saliba, Upamecano, Kounde; Rabiot, Kone; Doue, Olise, Dembele; Mbappe.
Pelatih: Didier Deschamps.

Maroko (4-2-3-1): Bounou; Salah-Eddine, Mazraoui, Diop, Hakimi; El Aynaoui, Bouaddi; El Khannouss, Ounahi, Diaz; Talbi.
Pelatih: Mohammed Ouahbi.(*)




Drama Adu Penalti! Swiss Singkirkan Kolombia dan Bertemu Argentina di 8 Besar Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Swiss menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti.

Pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Selasa 7 Juli 2026 malam waktu setempat atau Rabu WIB itu berakhir tanpa gol selama 120 menit sebelum Swiss menang 4-3 dalam adu tos-tosan.

Kemenangan tersebut memastikan Swiss melaju ke delapan besar dan akan menghadapi juara bertahan Argentina dalam salah satu laga paling dinantikan di babak perempat final.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil hati-hati. Swiss maupun Kolombia sama-sama enggan mengambil risiko sehingga permainan lebih banyak berlangsung di lini tengah.

Peluang bersih baru muncul memasuki menit ke-21 ketika Gustavo Puerta melepaskan tembakan keras dari sisi kiri.

Namun, kiper Swiss Gregor Kobel tampil sigap untuk menggagalkan peluang tersebut.

Swiss membalas ancaman pada menit ke-30 melalui Fabian Rieder.

Sayangnya, sepakan gelandang muda itu masih mampu diamankan penjaga gawang Kolombia, Camilo Vargas.

Hingga turun minum, tidak banyak peluang berbahaya tercipta. Kedua tim gagal menemukan celah di lini pertahanan lawan sehingga babak pertama ditutup dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, pelatih Murat Yakin mencoba mengubah ritme permainan dengan memasukkan Djibril Sow menggantikan Ardon Jashari.

Pergantian tersebut membuat Swiss lebih agresif pada awal babak kedua. Mereka sempat menciptakan beberapa peluang, tetapi belum cukup merepotkan pertahanan Kolombia.

Di sisi lain, Kolombia mengandalkan serangan balik cepat.

Luis Diaz memperoleh kesempatan emas pada menit ke-60, namun penyelesaiannya masih mampu diamankan Kobel yang kembali tampil solid di bawah mistar.

Memasuki 30 menit terakhir, intensitas pertandingan kembali menurun.

Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain demi memecah kebuntuan, tetapi tidak ada perubahan signifikan.

Skor tanpa gol bertahan hingga waktu normal usai.

Babak tambahan waktu juga berlangsung ketat. Kolombia hampir memecahkan kebuntuan ketika sundulan Jhon Lucumi menghantam mistar gawang Swiss.

Peluang tersebut menjadi kesempatan terbaik sepanjang pertandingan.

Swiss juga berusaha mencari gol kemenangan, tetapi kelelahan membuat penyelesaian akhir kedua tim jauh dari maksimal.

Setelah 120 menit tanpa gol, pertandingan akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Drama terjadi pada babak tos-tosan. Penendang kedua Kolombia, Davinson Sanchez, gagal setelah bola menghantam mistar.

Swiss sebenarnya sempat kehilangan peluang saat Manuel Akanji juga gagal menjalankan tugasnya.

Namun, Gregor Kobel kembali menjadi pembeda. Kiper Borussia Dortmund itu berhasil menggagalkan eksekusi Cucho Hernandez dan membuka jalan bagi Swiss untuk mengamankan kemenangan.

Ruben Vargas yang maju sebagai penendang terakhir sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Swiss pun memastikan kemenangan 4-3 sekaligus mengunci tiket terakhir menuju perempat final Piala Dunia 2026.

Hasil tersebut membuat Swiss akan menghadapi Argentina pada babak delapan besar dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling sengit di fase gugur turnamen.

Susunan Pemain

Swiss (4-3-3): Gregor Kobel; Ricardo Rodriguez, Manuel Akanji, Nico Elvedi, Denis Zakaria; Remo Freuler, Granit Xhaka, Ardon Jashari; Fabian Rieder, Breel Embolo, Dan Ndoye.

Pelatih: Murat Yakin.

Kolombia (4-3-3): Camilo Vargas; Johan Mojica, Jhon Lucumi, Davinson Sanchez, Daniel Munoz; Jhon Arias, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta; Luis Diaz, Luis Suarez, James Rodriguez.

Pelatih: Nestor Lorenzo.(*)