Meski Cuma Cetak Penalti, Ronaldo Raih Man of the Match Lawan Kroasia

SEPUCUKJAMBI.ID – Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan pengaruh besarnya bagi Timnas Portugal.

Kapten Selecao itu dinobatkan sebagai Man of the Match versi FIFA setelah membawa Portugal menang dramatis 2-1 atas Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat 3 Juli 2026.

Penghargaan tersebut diberikan setelah Ronaldo tampil sebagai sosok yang mengubah arah pertandingan ketika Portugal berada dalam situasi sulit.

Portugal sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Ivan Perisic di awal babak kedua.

Dalam kondisi terus ditekan Kroasia, Selecao akhirnya mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga memastikan tiket ke babak 16 besar.

Peran Ronaldo menjadi salah satu faktor utama di balik kebangkitan tersebut.

Saat Portugal berusaha mengejar ketertinggalan, Renato Veiga dijatuhkan di dalam kotak penalti. Setelah wasit meninjau tayangan VAR, Portugal mendapat hadiah penalti.

Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor tampil tenang.

Sepakannya sukses mengecoh Dominik Livakovic dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol itu menjadi momentum penting bagi Portugal.

Setelah berhasil menyamakan kedudukan, kepercayaan diri Selecao meningkat hingga akhirnya Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Sebenarnya, Ronaldo sempat lebih dahulu menggetarkan gawang Kroasia pada pertandingan tersebut.

Namun gol itu dianulir karena VAR memastikan penyerang berusia 41 tahun itu sudah berada dalam posisi offside sebelum menerima umpan.

Meski hanya mencetak satu gol dari titik penalti, kontribusi Ronaldo dinilai jauh lebih besar dari sekadar torehan angka di papan skor.

Pengalaman, kepemimpinan, dan ketenangannya saat mengeksekusi penalti membuat Portugal mampu keluar dari tekanan dan membalikkan jalannya pertandingan.

Atas performa tersebut, FIFA menetapkan Cristiano Ronaldo sebagai Man of the Match.

Penghargaan itu sekaligus menegaskan bahwa sang kapten masih menjadi figur sentral dalam perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026.

Berkat kemenangan atas Kroasia, Portugal melangkah ke babak 16 besar dan akan menghadapi Spanyol dalam duel sesama raksasa Eropa yang diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur.(*)




Statistik Lamine Yamal Bikin Takjub, Jadi Man of the Match Saat Spanyol Hajar Austria

SEPUCUKJAMBI.ID – Lamine Yamal kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain muda paling berbahaya di dunia.

Meski tidak mencetak gol maupun assist, winger Spanyol itu tetap dinobatkan sebagai Man of the Match saat La Furia Roja menaklukkan Austria 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Penghargaan tersebut diberikan setelah Yamal tampil impresif sepanjang pertandingan yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Jumat 3 Juli 2026 dini hari WIB.

Spanyol memang memastikan tiket ke babak 16 besar berkat dua gol Mikel Oyarzabal dan satu gol Pedro Porro.

Namun, di balik kemenangan meyakinkan itu, pergerakan Lamine Yamal menjadi salah satu faktor yang paling merepotkan pertahanan Austria.

Sejak menit awal, pemain berusia muda itu terus mengancam dari sektor sayap.

Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta kreativitasnya membuat lini belakang Austria kesulitan mengantisipasi serangan Spanyol.

Meski namanya tidak masuk daftar pencetak gol, kontribusi Yamal terlihat jelas sepanjang pertandingan.

Hampir setiap peluang berbahaya yang dibangun Spanyol lahir dari aksinya di sisi kanan lapangan.

Berdasarkan data FotMob, Yamal mencatatkan 14 sentuhan di dalam kotak penalti lawan, menjadi yang terbanyak dibanding seluruh pemain di pertandingan tersebut.

Ia juga melepaskan enam tembakan, jumlah terbanyak bersama rekan setimnya, sekaligus menunjukkan perannya sebagai salah satu sumber ancaman utama bagi Austria.

Kemampuan duel satu lawan satu kembali menjadi senjata utama Yamal. Ia sukses membukukan lima dribel berhasil, tertinggi di antara seluruh pemain yang tampil pada laga tersebut.

Penampilan konsisten itu berakhir pada menit ke-85 ketika pelatih Luis de la Fuente menariknya keluar dan memasukkan Gavi untuk menjaga keseimbangan permainan hingga peluit akhir.

Atas performa tersebut, FIFA menetapkan Lamine Yamal sebagai Man of the Match.

Penghargaan itu menjadi bukti bahwa kontribusi seorang pemain tidak selalu diukur dari jumlah gol atau assist, tetapi juga dari pengaruhnya terhadap jalannya pertandingan.

Dengan performa meyakinkan melawan Austria, Yamal diperkirakan kembali menjadi salah satu andalan Spanyol ketika menghadapi Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Austria (4-2-3-1): Alexander Schlager; Stefan Posch, Kevin Danso, David Alaba, Konrad Laimer; Xaver Schlager, Nicolas Seiwald; Romano Schmid, Paul Wanner, Marcel Sabitzer; Michael Gregoritsch.

Pelatih: Ralf Rangnick.(*)




VAR Gagalkan Harapan Kroasia, Portugal Menang Dramatis dan Hadapi Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Portugal memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Toronto Stadium, Jumat 3 Juli 2026.

Selecao sempat berada dalam posisi tertinggal setelah Ivan Perisic membawa Kroasia unggul di awal babak kedua.

Namun Portugal mampu membalikkan keadaan lewat eksekusi penalti Cristiano Ronaldo sebelum Goncalo Ramos muncul sebagai pahlawan lewat gol kemenangan pada masa injury time.

Kemenangan ini mengantar Portugal melaju ke fase berikutnya dan akan menghadapi rival sesama Semenanjung Iberia, Spanyol, dalam laga babak 16 besar.

Babak Pertama Berjalan Ketat

Pertandingan berlangsung dalam tempo cukup tinggi pada awal laga.

Kroasia lebih dulu mengancam melalui Ante Budimir, tetapi penyelesaiannya masih melebar dari sasaran.

Portugal merespons beberapa menit kemudian. Bruno Fernandes melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Dominik Livakovic melakukan penyelamatan penting.

Setelah awal pertandingan yang terbuka, ritme permainan berubah lebih hati-hati.

Kedua tim sama-sama tampil disiplin sehingga duel lebih banyak berlangsung di sektor tengah lapangan.

Hingga turun minum tidak banyak peluang bersih yang tercipta. Babak pertama pun ditutup tanpa gol dengan skor tetap 0-0.

Kroasia Unggul Lebih Dulu

Memasuki babak kedua, pelatih Zlatko Dalic melakukan perubahan dengan memasukkan Igor Matanovic menggantikan Ante Budimir.

Pergantian tersebut membuat Kroasia tampil lebih agresif. Mateo Kovacic lebih dulu menguji ketangguhan Diogo Costa sebelum Nikola Vlasic gagal memanfaatkan bola muntah.

Tekanan Kroasia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53.

Ivan Perisic menerima umpan dari Josip Stanisic, mengontrol bola di dalam kotak penalti, lalu melepaskan tembakan yang gagal dibendung Diogo Costa. Kroasia unggul 1-0.

Beberapa saat kemudian, Nikola Vlasic sebenarnya kembali membobol gawang Portugal.

Namun gol tersebut dianulir setelah VAR memastikan dirinya telah berada dalam posisi offside.

Ronaldo Samakan Kedudukan

Portugal berusaha meningkatkan intensitas serangan. Rafael Leao nyaris mencetak gol melalui sepakan keras yang hanya membentur mistar.

Cristiano Ronaldo sempat mencetak gol, tetapi kembali dianulir VAR karena sang kapten lebih dulu berada dalam posisi offside.

Momentum Portugal akhirnya datang ketika Renato Veiga dijatuhkan di area terlarang. Setelah meninjau tayangan VAR, wasit menunjuk titik putih.

Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Goncalo Ramos Jadi Penentu

Setelah gol penyama kedudukan, Kroasia kembali mengambil inisiatif serangan dan beberapa kali menekan pertahanan Portugal.

Namun ketika laga memasuki masa injury time, Portugal justru berhasil mencuri gol kemenangan.

Rafael Leao mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Goncalo Ramos hingga menggetarkan gawang Livakovic.

Kroasia sempat merayakan gol penyama kedudukan beberapa detik menjelang pertandingan berakhir melalui Josko Gvardiol yang memanfaatkan bola muntah di depan gawang.

Akan tetapi, VAR kembali menjadi penentu. Wasit membatalkan gol tersebut setelah Mario Pasalic lebih dahulu terjebak offside dalam proses terjadinya gol.

Skor 2-1 bertahan hingga laga usai. Portugal pun memastikan tiket ke babak 16 besar dan akan menghadapi Spanyol dalam salah satu duel paling dinanti di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Portugal (4-2-3-1): Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitinha, Joao Neves; Pedro Neto, Bruno Fernandes, Rafael Leao; Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Roberto Martinez.

Kroasia (4-2-3-1): Dominik Livakovic; Josip Stanisic, Josip Sutalo, Marin Pongracic, Ivan Perisic; Luka Modric, Mateo Kovacic; Martin Baturina, Petar Sucic, Nikola Vlasic; Ante Budimir.

Pelatih: Zlatko Dalic.(*)




Spanyol Pesta Gol ke Gawang Austria, Oyarzabal Borong Dua Gol

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Spanyol memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Austria dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga fase 32 besar di SoFi Stadium, Inglewood, Jumat 3 Juli 2026 dini hari WIB.

La Furia Roja tampil dominan sejak menit pertama hingga peluit panjang dibunyikan.

Mikel Oyarzabal menjadi bintang kemenangan berkat dua gol yang dicetaknya, sementara satu gol lainnya lahir melalui sundulan Pedro Porro.

Hasil tersebut sekaligus mengakhiri langkah Austria di Piala Dunia 2026.

Sementara Spanyol kini tinggal menunggu lawan berikutnya di babak 16 besar, yakni pemenang duel Portugal kontra Kroasia.

Sejak kickoff, Spanyol langsung menguasai jalannya pertandingan.

Lamine Yamal nyaris membuka keunggulan ketika laga baru berjalan dua menit, namun sepakan jarak jauhnya masih mampu diamankan Alexander Schlager.

Tekanan terus dilancarkan tim asuhan Luis de la Fuente.

Austria dipaksa lebih banyak bertahan dan mengandalkan penyelamatan demi penyelamatan dari Schlager untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Pada menit ke-30, Marc Cucurella sempat menggetarkan gawang Austria.

Namun gol tersebut dianulir wasit karena lebih dulu terjadi pelanggaran dalam proses serangan.

Dominasi Spanyol akhirnya membuahkan hasil enam menit kemudian.

Berawal dari kerja sama apik di sisi kiri, umpan Marc Cucurella berhasil disambut Mikel Oyarzabal dengan penyelesaian satu sentuhan yang tak mampu dihentikan Schlager.

Skor berubah menjadi 1-0.

Menjelang turun minum, Spanyol hampir menggandakan keunggulan.

Tendangan bebas Alex Baena membentur mistar gawang, sedangkan peluang emas Lamine Yamal pada masa injury time kembali dimentahkan aksi gemilang kiper Austria.

Selepas jeda, ritme permainan tidak berubah. Spanyol tetap memegang kendali penguasaan bola dan terus memburu gol tambahan.

Austria sempat memberikan ancaman melalui sundulan Sasa Kalajdzic pada menit ke-61. Namun bola hanya melintas tipis di atas mistar gawang Unai Simon.

Lima menit berselang, Spanyol berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0.

Alex Baena mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Pedro Porro untuk membawa La Furia Roja semakin nyaman.

Lamine Yamal hampir ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit-menit akhir pertandingan.

Sayangnya, tembakannya berhasil disapu pemain bertahan Austria tepat di garis gawang.

Menjelang laga usai, Mikel Oyarzabal kembali menunjukkan ketajamannya.

Memanfaatkan umpan matang Marc Cucurella pada menit ke-89, penyerang Spanyol itu mencetak gol keduanya sekaligus memastikan kemenangan telak 3-0.

Dengan hasil ini, Spanyol melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah menampilkan permainan yang solid di semua lini.

Selanjutnya, La Furia Roja akan menghadapi pemenang pertandingan Portugal melawan Kroasia untuk memperebutkan satu tempat di perempat final.

Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Austria (4-2-3-1): Alexander Schlager; Stefan Posch, Kevin Danso, David Alaba, Konrad Laimer; Xaver Schlager, Nicolas Seiwald; Romano Schmid, Paul Wanner, Marcel Sabitzer; Michael Gregoritsch.

Pelatih: Ralf Rangnick.(*)




Meski Bermain 10 Orang, Amerika Serikat Singkirkan Bosnia dan Tantang Belgia di 16 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Amerika Serikat memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor meyakinkan 2-0.

Bermain di hadapan pendukung sendiri di San Francisco Bay Area Stadium, Kamis 2 Juli 2026 pagi WIB, tim besutan Mauricio Pochettino menunjukkan karakter kuat meski harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain.

Folarin Balogun membuka keunggulan menjelang turun minum sebelum Malik Tillman mengunci kemenangan melalui tendangan bebas pada babak kedua.

Hasil tersebut mengantarkan Amerika Serikat menghadapi Belgia di fase gugur setelah wakil Eropa itu lebih dulu menyingkirkan Senegal.

Bosnia dan Herzegovina sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup menjanjikan.

Ermedin Demirovic mengancam pada menit ke-10 lewat tendangan jarak jauh, tetapi Matt Freese masih sigap mengamankan bola.

Amerika Serikat perlahan mengambil alih jalannya pertandingan. Antonee Robinson memperoleh peluang emas melalui sundulan di depan gawang, namun bola masih melambung sehingga kesempatan itu terbuang sia-sia.

Tuan rumah sempat bersorak pada menit ke-31 ketika Folarin Balogun mencetak gol.

Namun kegembiraan tersebut hanya berlangsung sesaat karena hakim garis mengangkat bendera offside dan gol dianulir.

Tekanan yang terus dibangun akhirnya membuahkan hasil menjelang babak pertama berakhir.

Berawal dari kemelut di depan gawang Bosnia, Balogun dengan cepat menyambar bola liar sebelum melepaskan tendangan mendatar yang gagal dihentikan Nikola Vasilj.

Gol tersebut menjadi pembeda pada babak pertama. Bahkan, Balogun hampir menggandakan keunggulan beberapa saat kemudian andai sepakannya dari jarak dekat tidak membentur mistar gawang.

Memasuki babak kedua, Amerika Serikat kembali tampil agresif.

Chris Richards mendapat peluang melalui sundulan hasil sepak pojok, tetapi bola masih terlalu mudah diamankan kiper Bosnia.

Situasi berubah drastis pada menit ke-63. Wasit mendapat rekomendasi dari VAR untuk meninjau pelanggaran yang dilakukan Balogun.

Setelah melihat tayangan ulang di monitor, keputusan awal diubah menjadi kartu merah langsung sehingga Amerika Serikat harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Bosnia untuk meningkatkan intensitas serangan.

Ermedin Demirovic memperoleh peluang emas tiga menit kemudian, tetapi Matt Freese tampil gemilang dengan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan tuan rumah.

Amerika Serikat sempat kembali mencetak gol melalui Christian Pulisic pada menit ke-79.

Namun, untuk kedua kalinya dalam laga ini, gol harus dianulir karena offside dalam proses serangan.

Meski kalah jumlah pemain, Amerika Serikat justru mampu mematikan perlawanan Bosnia.

Pada menit ke-82, Malik Tillman melepaskan tendangan bebas akurat yang meluncur ke sisi kiri gawang tanpa mampu dijangkau Nikola Vasilj.

Gol indah tersebut memastikan kemenangan 2-0 sekaligus mengakhiri perlawanan Bosnia dan Herzegovina.

Tuan rumah pun melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi Belgia, yang sebelumnya mencatat comeback dramatis atas Senegal.

Susunan Pemain

Amerika Serikat (4-2-3-1): Matt Freese; Antonee Robinson, Tim Ream, Chris Richards, Alex Freeman; Tyler Adams, Malik Tillman; Christian Pulisic, Weston McKennie, Sergino Dest; Folarin Balogun.

Pelatih: Mauricio Pochettino.

Bosnia dan Herzegovina (3-4-2-1): Nikola Vasilj; Tarik Muharemovic, Stjepan Radeljic, Nikola Katic; Sead Kolasinac, Ivan Sunjic, Armin Gigovic, Amar Dedic; Kerim Alajbegovic, Ermedin Demirovic; Edin Dzeko.

Pelatih: Sergej Barbarez.(*)




Drama 120 Menit! Belgia Hancurkan Mimpi Senegal, Tielemans Jadi Pahlawan lewat Penalti VAR

SEPUCUKJAMBI.ID – Belgia memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 lewat salah satu pertandingan paling dramatis sepanjang turnamen.

Tertinggal dua gol hingga memasuki lima menit terakhir waktu normal, Setan Merah bangkit secara luar biasa sebelum menumbangkan Senegal 3-2 melalui babak tambahan waktu di Lumen Field, Seattle, Kamis 2 Juli 2026 dini hari WIB.

Youri Tielemans menjadi sosok yang menentukan kemenangan Belgia.

Setelah mencetak gol penyama kedudukan pada penghujung babak kedua, gelandang tersebut kembali menunjukkan ketenangannya dengan mengeksekusi penalti pada menit 120+5 yang memastikan langkah Belgia ke fase 16 besar.

Hasil ini sekaligus memupus harapan Senegal yang sebenarnya sudah berada di ambang kelolosan.

Lions of Teranga tampil dominan selama sebagian besar pertandingan sebelum kehilangan momentum pada menit-menit terakhir.

Sejak awal laga, Senegal tampil tanpa rasa gentar menghadapi salah satu tim unggulan Eropa.

Permainan cepat yang dipimpin Sadio Mane dan Ismaila Sarr berkali-kali membuat pertahanan Belgia berada dalam tekanan.

Peluang emas pertama tercipta pada menit ke-14 ketika Ismaila Sarr berhasil lolos di depan gawang.

Namun, penyelesaian akhirnya membentur tiang dan gagal mengubah papan skor.

Tekanan Senegal akhirnya membuahkan hasil sepuluh menit kemudian.

Habib Diarra memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti untuk membawa wakil Afrika unggul 1-0.

Gol tersebut membuat Senegal semakin percaya diri. Mereka tampil disiplin dalam bertahan sekaligus efektif memanfaatkan ruang kosong saat melakukan serangan balik.

Belgia yang lebih banyak menguasai bola justru kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang babak pertama.

Memasuki paruh kedua, pelatih Belgia mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Romelu Lukaku.

Namun perubahan itu belum langsung membuahkan hasil.

Sebaliknya, Senegal justru memperlebar keunggulan pada menit ke-51.

Ismaila Sarr mengontrol bola dengan sempurna sebelum melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan Thibaut Courtois.

Skor berubah menjadi 2-0 dan Senegal semakin dekat dengan tiket menuju babak berikutnya.

Belgia terus melakukan rotasi pemain demi meningkatkan daya gedor.

Akan tetapi, pertahanan Senegal tetap solid hingga pertandingan memasuki lima menit terakhir waktu normal.

Di tengah situasi yang semakin sulit, pengalaman Romelu Lukaku berbicara.

Penyerang berusia 33 tahun itu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86 dan membangkitkan harapan Belgia yang sebelumnya nyaris sirna.

Momentum langsung berubah. Hanya tiga menit berselang, Leandro Trossard mengirim umpan silang yang disambut sundulan akurat Youri Tielemans untuk menyamakan skor menjadi 2-2.

Gol tersebut membuat Senegal kehilangan kendali permainan. Belgia terus menekan hingga akhir babak kedua, tetapi skor tetap imbang sehingga pertandingan dilanjutkan ke extra time.

Ketika duel tampak akan ditentukan lewat adu penalti, drama kembali terjadi.

Wasit meninjau sebuah insiden di kotak penalti Senegal melalui VAR pada menit 120+1 dan akhirnya menunjuk titik putih untuk Belgia.

Youri Tielemans maju sebagai eksekutor. Di bawah tekanan besar, gelandang Belgia itu melepaskan tendangan keras ke sudut atas gawang yang tak mampu dijangkau kiper Senegal pada menit 120+5.

Gol tersebut mengakhiri perjuangan sengit Senegal sekaligus memastikan Belgia menang 3-2.

Comeback luar biasa itu mengantarkan Setan Merah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, di mana mereka akan menghadapi pemenang laga Amerika Serikat kontra Bosnia dan Herzegovina.

Bagi Senegal, kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling menyakitkan di turnamen.

Setelah menguasai pertandingan selama lebih dari 80 menit, mereka harus mengakhiri perjalanan akibat kebangkitan spektakuler Belgia pada saat-saat terakhir.(*)




Inggris Nyaris Dipermalukan RD Kongo, Harry Kane Jadi Pahlawan Bawa Inggris ke 16 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Inggris memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati ujian berat dari RD Kongo.

Sempat tertinggal lebih dulu, skuad asuhan Thomas Tuchel menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menang 2-1 berkat dua gol Harry Kane.

Kemenangan di Atlanta Stadium itu mengantarkan The Three Lions menghadapi Meksiko pada fase 16 besar. Namun hasil tersebut tidak diraih dengan mudah.

RD Kongo justru memberi perlawanan sengit dan nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen ini.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim bermain cukup hati-hati. Inggris lebih banyak menguasai bola, sementara RD Kongo memilih menunggu momentum melalui serangan balik cepat.

Strategi itu langsung membuahkan hasil pada menit ketujuh. Chancel Mbemba mengirim umpan matang yang diselesaikan Brian Cipenga dengan tembakan akurat dari sisi kiri.

Bola meluncur ke gawang Jordan Pickford dan membawa wakil Afrika unggul lebih dulu.

Gol cepat tersebut membuat Inggris dipaksa mengubah ritme permainan.

Jude Bellingham, Marcus Rashford, hingga Noni Madueke bergantian mencoba membongkar pertahanan rapat RD Kongo, tetapi lini belakang lawan tampil disiplin.

Peluang terbaik Inggris pada babak pertama datang lewat sundulan Jude Bellingham yang masih berhasil diamankan Dimitry Mpasi.

Di sisi lain, Yoane Wissa hampir menggandakan keunggulan RD Kongo ketika tendangannya membentur tiang gawang.

Inggris sempat meminta hadiah penalti setelah Harry Kane terjatuh di kotak terlarang usai berduel dengan Mpasi.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan VAR, wasit memutuskan tidak terjadi pelanggaran sehingga skor 1-0 untuk RD Kongo bertahan hingga jeda.

Selepas turun minum, Inggris meningkatkan tekanan secara signifikan. Marcus Rashford memperoleh dua peluang emas dalam waktu singkat, tetapi penyelesaian akhirnya belum menemui sasaran.

RD Kongo tetap berani keluar menyerang setiap kali memiliki ruang. Tim besutan Sebastien Desabre tidak hanya bertahan, tetapi juga beberapa kali mengancam lewat serangan balik yang membuat lini belakang Inggris bekerja keras.

Kesabaran Inggris akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-75. Anthony Gordon mengirim umpan silang presisi yang disambut sundulan Harry Kane.

Bola bersarang di gawang Mpasi dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol penyama kedudukan itu menjadi titik balik pertandingan. Kepercayaan diri Inggris meningkat drastis, sedangkan RD Kongo mulai kehilangan kontrol permainan.

Hanya berselang sepuluh menit, Harry Kane kembali menunjukkan kualitasnya.

Berawal dari kombinasi cepat dengan Anthony Gordon, sang kapten membawa bola memasuki kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dibendung Mpasi.

RD Kongo berusaha mengejar ketertinggalan pada sisa pertandingan dengan bermain lebih terbuka.

Meski demikian, pertahanan Inggris mampu meredam setiap ancaman hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan 2-1 memastikan Inggris lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Selanjutnya, The Three Lions akan menghadapi Meksiko dalam duel yang diprediksi berlangsung lebih ketat untuk memperebutkan tiket menuju perempat final.

Susunan Pemain

Inggris (4-2-3-1): Pickford; O’Reilly, Guehi, Konsa, Spence; Rice, Anderson; Rashford, Bellingham, Madueke; Kane.

Pelatih: Thomas Tuchel.

RD Kongo (4-3-3): Mpasi; Masuaku, Mbemba, Tuanzebe, Wan-Bissaka; Sadiki, Mukau, Moutoussamy; Cipenga, Wissa, Mbuku.

Pelatih: Sebastien Desabre.(*)




Peringatan HUT Bhayangkara, Wawako Diza: Polri Mitra Strategis Pembangunan Kota

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar di Balai Kantor Wali Kota Jambi, Selasa 1 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolresta Jambi dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, serta berbagai tamu undangan.

Usai pelaksanaan apel, rangkaian acara dilanjutkan dengan ramah tamah, makan bersama, serta penyerahan piagam penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai memiliki kontribusi dalam mendukung tugas-tugas kepolisian.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polresta Jambi, atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan situasi yang kondusif di Kota Jambi.

Menurut Diza, hubungan antara Pemerintah Kota Jambi dan Polresta Jambi selama ini telah berjalan sangat baik.

Tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan, kepolisian juga aktif mendukung berbagai program pembangunan serta pelayanan publik yang dijalankan pemerintah daerah.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya Polresta Jambi, karena selama ini telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kepolisian juga selalu membantu dan membersamai kami dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Jambi,” ujar Diza.

Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan daerah, termasuk program unggulan Kota Jambi Bahagia, mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap sinergi ini terus terjalin ke depannya. Program-program unggulan Kota Jambi Bahagia juga kami harapkan mendapat dukungan dari jajaran kepolisian sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Diza menilai peringatan HUT Bhayangkara bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan kerja sama lintas sektor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Momentum HUT Bhayangkara menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan, pengabdian, dan kolaborasi demi kemajuan Kota Jambi,” tutupnya.(*)




El Tri Perkasa! Meksiko Bungkam Ekuador 2-0 dan Lolos ke Babak 16 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID– Timnas Meksiko memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Ekuador dengan skor 2-0 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Mexico City Stadium, Rabu 1 Juli 2026 pagi WIB.

Dua gol kemenangan El Tri dicetak Julian Quinones dan Raul Jimenez pada babak pertama.

Hasil tersebut memastikan Meksiko tetap menjaga asa tampil lebih jauh di turnamen sekaligus mengakhiri perjalanan Ekuador.

Sejak awal laga, Meksiko tampil agresif dengan mengambil inisiatif serangan.

Raul Jimenez hampir membuka keunggulan melalui sundulan hasil umpan Luis Romo, tetapi bola masih melenceng tipis dari sasaran.

Tekanan terus berlanjut ketika Gilberto Mora memperoleh peluang emas dari dalam kotak penalti.

Namun, penyelesaian akhirnya belum menemui target.

Ekuador sempat memberikan ancaman serius pada menit ke-18 lewat tendangan John Yeboah.

Bola sempat mengecoh penjaga gawang Meksiko, tetapi hanya membentur tiang sehingga skor tetap imbang.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-22. Julian Quinones berhasil memaksimalkan umpan terobosan Roberto Alvarado dengan melepaskan tembakan keras yang bersarang di sudut kiri atas gawang Ekuador.

Meksiko semakin menjauh sembilan menit berselang. Raul Jimenez sukses menuntaskan kerja sama apik bersama Quinones untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0 sebelum babak pertama berakhir.

Memasuki paruh kedua pertandingan, Ekuador berusaha bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan.

Pedro Vite sempat memperoleh peluang pada awal babak kedua, tetapi sepakannya masih melambung di atas mistar gawang.

Di sisi lain, Meksiko hampir menambah gol melalui sundulan Cesar Montes pada menit ke-67.

Kiper Hernan Galindez melakukan penyelamatan gemilang sebelum peluang berikutnya kembali gagal dimaksimalkan.

Ekuador terus mencoba memperkecil ketertinggalan. Kevin Rodriguez nyaris mencetak gol, namun tendangannya hanya melebar tipis di sisi kiri gawang.

Menjelang pertandingan berakhir, drama terjadi ketika wasit meninjau tayangan VAR terkait pelanggaran yang dilakukan Piero Hincapie.

Setelah pemeriksaan selesai, wasit memberikan kartu merah langsung kepada bek Ekuador tersebut.

Keunggulan jumlah pemain mampu dipertahankan Meksiko hingga peluit panjang berbunyi.

Skor 2-0 memastikan El Tri melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang pertandingan antara Inggris dan RD Kongo.

Susunan Pemain

Meksiko (4-3-3): Raul Rangel; Jesus Gallardo, Johan Vasquez, Cesar Montes, Jorge Sanchez; Luis Romo, Erik Lira, Gilberto Mora; Julian Quinones, Raul Jimenez, Roberto Alvarado.

Pelatih: Javier Aguirre.

Ekuador (4-4-2): Hernan Galindez; Piero Hincapie, Willian Pacho, Joel Ordonez, Alan Franco; Nilson Angulo, Pedro Vite, Moises Caicedo, John Yeboah; Enner Valencia, Gonzalo Plata.(*)




Mbappe Borong Dua Gol, Les Bleus Melaju ke 16 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Prancis memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Swedia pada pertandingan babak 32 besar di MetLife Stadium, Rabu 1 Juli 2026 dini hari WIB.

Kylian Mbappe menjadi sosok utama kemenangan Les Bleus dengan mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-45 dan ke-74.

Satu gol lainnya disumbangkan Bradley Barcola pada awal babak kedua.

Sejak peluit awal dibunyikan, Prancis langsung mengambil alih jalannya pertandingan.

Anak asuh Didier Deschamps terus menekan pertahanan Swedia dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Mbappe sebenarnya sempat membobol gawang Swedia pada menit ke-20. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena sang penyerang lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Dominasi Prancis terus berlanjut. Mbappe hampir mencetak gol pada menit ke-32, tetapi sepakannya hanya membentur tiang gawang.

Beberapa menit kemudian, tendangan akrobatik Michael Olise juga gagal berbuah gol setelah menghantam mistar.

Gol pembuka akhirnya lahir tepat menjelang turun minum. Berawal dari skema sepak pojok pendek yang melibatkan Michael Olise dan Ousmane Dembele, Mbappe sukses menyelesaikan peluang dengan tendangan akurat yang membawa Prancis unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Les Bleus tidak mengendurkan tekanan. Pada menit ke-53, kesalahan umpan pemain Swedia berhasil dimanfaatkan Aurelien Tchouameni sebelum Michael Olise mengirimkan assist kepada Bradley Barcola yang dengan tenang menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Unggul dua gol membuat Prancis semakin nyaman mengendalikan permainan.

Swedia mencoba keluar dari tekanan, namun rapatnya pertahanan Prancis membuat mereka kesulitan menciptakan peluang bersih.

Mbappe kemudian memastikan kemenangan Prancis lewat gol keduanya pada menit ke-74.

Berawal dari umpan terobosan presisi Michael Olise, sang kapten tim berlari menyambut bola sebelum melepaskan tendangan melengkung yang gagal dijangkau penjaga gawang Swedia.

Brace tersebut membuat koleksi gol Mbappe di Piala Dunia 2026 bertambah menjadi enam gol, menyamai perolehan Lionel Messi dalam persaingan perebutan Sepatu Emas turnamen.

Sementara itu, Michael Olise semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin daftar assist dengan torehan lima assist.

Swedia sempat memperoleh peluang emas pada menit ke-89 melalui Viktor Gyokeres. Namun, kiper Mike Maignan tampil sigap dengan menggagalkan tembakan keras penyerang tersebut.

Hingga pertandingan berakhir, skor 3-0 tetap bertahan. Kemenangan ini membawa Prancis melangkah ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Paraguay yang sebelumnya secara mengejutkan menyingkirkan Jerman melalui adu penalti.(*)