Brasil Wajib Waspada! Troussier Sebut Jepang Kini Sudah Setara Tim Elite Dunia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Jepang memang tidak diunggulkan saat menghadapi Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Namun, mantan pelatih Samurai Biru, Philippe Troussier, justru melihat peluang besar bagi wakil Asia itu untuk menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen.

Laga Jepang kontra Brasil akan digelar di NRG Stadium, Houston, Selasa 30 Januari 2026 dini hari WIB.

Brasil datang dengan status juara Grup C sekaligus salah satu kandidat kuat juara dunia, sedangkan Jepang melaju ke fase gugur tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Meski banyak prediksi mengunggulkan Selecao, Troussier menilai pertandingan fase gugur selalu membuka peluang bagi tim mana pun untuk membuat kejutan.

“Pada pertandingan seperti ini, segalanya bisa terjadi,” kata Troussier kepada AFP.

Jepang Dinilai Sudah Naik Level

Pelatih asal Prancis yang pernah membawa Jepang tampil di Piala Dunia 2002 itu menilai perkembangan Samurai Biru dalam dua dekade terakhir sangat signifikan.

Menurutnya, skuad racikan Hajime Moriyasu kini memiliki kualitas yang jauh lebih matang dibanding generasi yang pernah ia tangani.

Troussier menilai banyak pemain Jepang kini tampil reguler di kompetisi elite Eropa sehingga pengalaman dan mental bertanding mereka semakin kuat ketika menghadapi negara-negara besar.

“Jepang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan banyak pemain berkualitas. Pendekatan taktik mereka berkembang pesat, ditambah pengalaman para pemain yang berkarier di klub-klub besar Eropa,” ujarnya.

Brasil Diunggulkan, Tetapi Tidak Sempurna

Meski mengakui Brasil tetap menjadi favorit, Troussier menegaskan tim asuhan Carlo Ancelotti bukan tanpa celah.

Ia meyakini Jepang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kelemahan permainan Brasil apabila mampu menjalankan strategi dengan disiplin sepanjang pertandingan.

“Brasil memiliki pemain-pemain luar biasa dan memang lebih diunggulkan. Tetapi mereka tetap mempunyai beberapa kelemahan yang bisa dimanfaatkan Jepang,” tegasnya.

Jepang Punya Modal Kemenangan atas Brasil

Optimisme Troussier bukan tanpa alasan. Jepang pernah mengalahkan Brasil dengan skor 3-2 dalam laga uji coba internasional pada Oktober 2025.

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Samurai Biru mampu bersaing dengan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.

Kini, mereka berharap dapat mengulang pencapaian serupa demi mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.(*)




Prediksi Susunan Pemain Brasil vs Jepang: Vinicius Junior dan Matheus Cunha Jadi Andalan

SEPUCUKJAMBI.ID – Brasil menghadapi tantangan serius saat berjumpa Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang digelar di NRG Stadium, Houston, Selasa 30 Juni 2026 pukul 00.00 WIB itu diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur.

Meski lolos sebagai juara Grup C, langkah Brasil menuju babak 16 besar dipastikan tidak mudah.

Lawan yang dihadapi adalah Jepang, tim yang belum sekalipun menelan kekalahan sepanjang fase grup dan tampil konsisten dengan permainan disiplin serta intensitas tinggi.

Tim besutan Carlo Ancelotti memang menunjukkan kualitas sebagai salah satu kandidat juara. Namun, hingga fase grup berakhir, Selecao belum benar-benar mendapat tekanan besar.

Kondisi itu berbeda dengan duel melawan Jepang yang dikenal memiliki organisasi permainan rapi dan kemampuan melakukan pressing sejak lini depan.

Di bawah mistar gawang, Alisson Becker diperkirakan tetap menjadi pilihan utama.

Kiper Liverpool tersebut belum banyak mendapat ancaman berarti dalam dua laga terakhir, tetapi kali ini diprediksi menghadapi ujian lebih berat menghadapi produktivitas lini depan Samurai Biru.

Lini belakang Brasil kemungkinan masih dipercayakan kepada Danilo, Marquinhos, Gabriel, dan Douglas Santos.

Pengalaman empat pemain tersebut menjadi modal penting untuk membendung agresivitas Jepang yang mengandalkan transisi cepat dan pergerakan tanpa bola.

Marquinhos diperkirakan akan menjadi benteng utama dalam mengawal Ayase Ueda yang tampil tajam sepanjang turnamen.

Sementara Gabriel diharapkan mampu membantu membangun serangan dari lini belakang melalui distribusi bola yang akurat.

Di sektor tengah, Carlo Ancelotti diprediksi kembali memasang duet Bruno Guimaraes dan Casemiro.

Keduanya menjadi penyeimbang permainan Brasil, baik saat menguasai bola maupun ketika harus mematahkan serangan lawan.

Bruno Guimaraes datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mencatatkan dua assist pada laga sebelumnya melawan Skotlandia.

Namun, perannya dipastikan lebih berat karena Jepang dikenal sangat disiplin menutup ruang di lini tengah.

Sementara itu, Casemiro membawa catatan impresif. Gelandang berpengalaman tersebut belum tersentuh kekalahan dalam sembilan pertandingan terakhir bersama klub maupun tim nasional, menjadikannya salah satu sosok penting di ruang mesin Selecao.

Di lini serang, Rayan berpeluang kembali mengisi sektor kanan setelah terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang turnamen.

Lucas Paqueta diprediksi tetap dipercaya sebagai gelandang serang meski Neymar telah pulih dari cedera dan siap dimainkan.

Vinicius Junior hampir pasti menjadi tumpuan utama di sisi kiri.

Penyerang Real Madrid itu sedang berada dalam performa terbaik setelah selalu mencetak gol pada setiap pertandingan Brasil di Piala Dunia 2026.

Sementara posisi ujung tombak kemungkinan kembali ditempati Matheus Cunha.

Penyerang Manchester United tersebut sukses membayar kepercayaan Carlo Ancelotti dengan torehan tiga gol dalam dua pertandingan terakhir setelah sempat absen pada laga pembuka.

Secara kualitas individu dan pengalaman, Brasil masih lebih diunggulkan untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Namun, rekor tak terkalahkan Jepang sepanjang turnamen menjadi sinyal bahwa Selecao tidak akan menjalani pertandingan dengan mudah.

Jika mampu mempertahankan disiplin permainan dan memanfaatkan kecepatan serangan balik, Jepang berpeluang memberikan kejutan.

Sebaliknya, Brasil harus tampil lebih efektif dibanding fase grup apabila ingin menjaga asa meraih gelar juara dunia keenam.

Prediksi Starting XI Brasil (4-2-3-1):

Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos; Bruno Guimaraes, Casemiro; Rayan, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.(*)




Kanada Selamat di Injury Time, Afrika Selatan Tersingkir dari Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Kanada memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 lewat cara yang paling dramatis.

Gol telat Stephen Eustaquio pada masa injury time mematahkan perlawanan Afrika Selatan sekaligus mengunci kemenangan 1-0 pada babak 32 besar yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Senin 29 Juni 2026) dini hari WIB.

Laga berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit pertama. Kedua tim tampil disiplin sehingga nyaris tidak memberi ruang bagi lawan untuk menciptakan peluang bersih.

Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Kanada justru menemukan momen emas yang mengubah segalanya.

Afrika Selatan sebenarnya membuka pertandingan dengan cukup berani.

Baru enam menit laga berjalan, Teboho Mokoena mencoba peruntungannya melalui sepakan jarak jauh yang memaksa Maxime Crepeau bekerja keras mengamankan gawang Kanada.

Namun setelah itu, Kanada mulai mengambil alih kendali permainan. Jonathan David, Richie Laryea, hingga Liam Millar bergantian membangun tekanan ke pertahanan Bafana Bafana.

Kesempatan terbaik Kanada di babak pertama hadir pada menit ke-22.

Derek Cornelius memenangkan duel udara dari situasi bola mati, tetapi sundulannya masih tepat mengarah ke pelukan Ronwen Williams.

Meski lebih banyak ditekan, Afrika Selatan tetap berbahaya melalui serangan balik cepat.

Organisasi pertahanan yang rapi membuat Kanada frustrasi sepanjang babak pertama hingga skor tetap imbang tanpa gol saat turun minum.

Memasuki babak kedua, pertandingan berubah lebih terbuka. Afrika Selatan mulai berani keluar menyerang dan sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh Appollis pada menit ke-64 yang masih melenceng tipis dari sasaran.

Melihat timnya kesulitan membongkar pertahanan lawan, pelatih Jesse Marsch memasukkan Alphonso Davies pada menit ke-75.

Pergantian tersebut langsung mengubah ritme permainan Kanada.

Kecepatan Davies membuat lini belakang Afrika Selatan bekerja lebih keras. Jonathan David bahkan nyaris memecah kebuntuan empat menit kemudian.

Namun lagi-lagi Ronwen Williams tampil gemilang di bawah mistar.

Ketika laga tampak akan memasuki babak perpanjangan waktu, Kanada akhirnya menemukan gol kemenangan.

Pada menit ke-90+2, sapuan pemain Afrika Selatan justru mengarah ke Stephen Eustaquio di depan kotak penalti.

Tanpa banyak berpikir, gelandang Kanada itu mengontrol bola menggunakan dada sebelum melepaskan tendangan voli keras ke sudut bawah gawang.

Ronwen Williams hanya terpaku melihat bola bersarang di dalam gawang.

Gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta sepanjang pertandingan sekaligus memastikan Kanada menang 1-0.

Afrika Selatan berusaha merespons dalam sisa waktu yang ada, namun peluit panjang lebih dulu berbunyi.

Wakil Afrika itu harus mengakhiri langkahnya di fase gugur pertama, sementara Kanada melanjutkan petualangan bersejarah menuju babak 16 besar.

Pada fase berikutnya, Kanada akan menghadapi pemenang duel Belanda kontra Maroko untuk memperebutkan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026.(*)




RD Kongo hingga Tanjung Verde Ukir Sejarah, Ini Daftar Tim Lolos 32 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 semakin mendekati akhir dan peta persaingan menuju fase gugur mulai terbentuk.

Hingga Minggu 28 Juni 2026, sebanyak 32 negara dipastikan lolos ke babak 32 besar, termasuk beberapa kejutan besar dari wakil Afrika seperti RD Kongo, Tanjung Verde, Senegal, Mesir, Pantai Gading, dan Afrika Selatan.

Format baru turnamen yang meloloskan 32 tim terdiri dari juara grup, runner-up, dan delapan peringkat ketiga terbaik membuat persaingan tetap terbuka hingga laga terakhir.

RD Kongo dan Tanjung Verde Ukir Sejarah

Salah satu sorotan terbesar datang dari Afrika.

RD Kongo berhasil lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya setelah menang 3-1 atas Uzbekistan dan finis sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Sementara itu, Tanjung Verde juga mencatat sejarah debut luar biasa dengan lolos dari Grup H tanpa kekalahan.

Raksasa Dunia Lolos Mulus

Sejumlah tim unggulan juga memastikan tiket lebih cepat, di antaranya:

  • Brasil
  • Argentina
  • Prancis
  • Inggris
  • Jerman
  • Spanyol
  • Belanda
  • Belgia

Sebagian besar dari mereka bahkan lolos sebagai juara grup dengan performa dominan.

Rekap Singkat Hasil Grup

Grup A

  • Meksiko juara grup (sempurna)
  • Afrika Selatan runner-up
  • Korea Selatan tersingkir

Grup B

  • Swiss juara grup
  • Kanada runner-up
  • Bosnia & Herzegovina lolos via peringkat tiga terbaik

Grup C

  • Brasil & Maroko lolos
  • Skotlandia peringkat ketiga

Grup D

  • Amerika Serikat juara grup
  • Australia runner-up

Grup E

  • Jerman juara grup
  • Pantai Gading & Ekuador lolos

Grup F

  • Belanda juara grup
  • Jepang & Swedia lolos

Grup G

  • Belgia juara grup
  • Mesir runner-up

Grup H

  • Spanyol juara grup
  • Tanjung Verde runner-up (sejarah debut)

Grup I

  • Prancis juara grup
  • Norwegia & Senegal lolos

Grup J

  • Argentina sempurna (9 poin)
  • Austria & Aljazair lolos

Grup K

  • Kolombia juara grup
  • Portugal runner-up
  • RD Kongo lolos via peringkat tiga terbaik

Grup L

  • Inggris juara grup
  • Kroasia runner-up
  • Ghana lolos via peringkat tiga terbaik

Daftar Lengkap 32 Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026

  • Meksiko
  • Afrika Selatan
  • Swiss
  • Kanada
  • Brasil
  • Maroko
  • Amerika Serikat
  • Australia
  • Jerman
  • Pantai Gading
  • Belanda
  • Jepang
  • Swedia
  • Belgia
  • Mesir
  • Spanyol
  • Tanjung Verde
  • Prancis
  • Norwegia
  • Senegal
  • Argentina
  • Austria
  • Aljazair
  • Kolombia
  • Portugal
  • Inggris
  • Kroasia
  • RD Kongo
  • Bosnia & Herzegovina
  • Ekuador
  • Ghana
  • Paraguay.(*)



Argentina Tak Terbendung! Yordania Takluk 1-3 di Laga Pamungkas Grup J

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan catatan sempurna setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Yordania pada laga terakhir Grup J.

Bermain dengan dominasi penuh sejak awal pertandingan, skuad Lionel Scaloni memastikan tiga poin lewat gol Giovanni Lo Celso, Lautaro Martínez (penalti) di babak pertama.

Serta tambahan satu gol Lionel Messi pada babak kedua. Yordania hanya mampu membalas lewat Musa Al-Taamari.

Hasil ini membuat Argentina keluar sebagai juara Grup J dengan koleksi 9 poin sempurna, sementara Yordania harus tersingkir sebagai juru kunci.

Argentina Langsung Kendalikan Permainan

Sejak menit awal, Argentina tampil dominan dengan penguasaan bola dan tekanan tinggi.

Namun, rapatnya pertahanan low block Yordania membuat La Albiceleste sempat kesulitan menciptakan peluang bersih.

Meski begitu, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-19. Giovanni Lo Celso mencetak gol indah lewat tendangan bebas yang melengkung ke sudut atas gawang Yordania, membawa Argentina unggul 1-0.

Penalti Lautaro Gandakan Keunggulan

Argentina kembali mendapat momentum setelah VAR menunjuk titik putih pada menit ke-30, usai pelanggaran di kotak terlarang yang mengenai Marco Senesi.

Lautaro Martínez yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan tugasnya dengan tenang. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Argentina.

Yordania sempat mencoba meningkatkan intensitas serangan, namun skor tetap bertahan hingga turun minum.

Yordania Bangkit, Messi Pastikan Kemenangan

Memasuki babak kedua, Yordania tampil lebih agresif dan berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-55 melalui Musa Al-Taamari.

Gol tersebut sempat membuat pertandingan kembali hidup. Argentina kemudian memasukkan Lionel Messi, Alexis Mac Allister, dan Thiago Almada untuk menambah daya gedor.

Hasilnya terlihat pada menit ke-80. Lionel Messi mencetak gol lewat tendangan bebas khasnya yang tak mampu dihentikan kiper Yordania, sekaligus mengunci kemenangan 3-1 untuk Argentina.

Argentina Sempurna, Yordania Tersingkir

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol dari kedua tim.

Argentina pun menutup fase grup dengan tiga kemenangan dari tiga laga, sementara Yordania harus mengakhiri perjalanan mereka di dasar klasemen.

Susunan Pemain

Yordania (3-4-3): Abulaila; Abu Dahab, Al-Arab, Nasib; Abu Taha, Al-Rawabdeh, Al-Rashdan, Haddad; Olwan, Al-Fakhouri, Azaizeh
Pelatih: Jamal Sellami

Argentina (4-4-2): E. Martínez; Tagliafico, Senesi, Otamendi, Simeone; Lo Celso, Palacios, Paredes, Paz; L. Martínez, Álvarez
Pelatih: Lionel Scaloni.(*)




Cape Verde vs Argentina: Vozinha Kirim Pesan Tegas, Tak Takut Hadapi Lionel Messi

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Cape Verde siap menghadapi ujian terbesar dalam sejarah sepak bola mereka saat menantang juara bertahan Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang akan berlangsung di Miami Stadium, Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat, Sabtu 4 Juli 2026 dini hari WIB itu diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur.

Bagi Cape Verde, duel melawan Lionel Messi dan kolega bukan sekadar pertandingan biasa.

Ini merupakan penampilan pertama mereka di fase knockout Piala Dunia sekaligus kesempatan membuktikan bahwa status debutan bukan berarti hanya menjadi pelengkap turnamen.

Kapten sekaligus penjaga gawang Cape Verde, Vozinha, menegaskan timnya datang dengan ambisi besar.

Meski berstatus underdog, mereka tidak memiliki niat bermain bertahan demi mengejar hasil imbang.

“Kami tidak datang ke sini untuk mengamankan hasil imbang. Kami selalu bermain untuk menang,” kata Vozinha, dikutip dari Goal.

Cetak Sejarah, Cape Verde Ukir Rekor di Piala Dunia 2026

Cape Verde menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Negara kepulauan kecil di Afrika itu berhasil menembus babak 32 besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.

Lebih impresif lagi, Blue Sharks lolos tanpa sekalipun menelan kekalahan pada fase grup.

Mereka mengawali turnamen dengan menahan imbang Spanyol tanpa gol, kemudian bermain 2-2 melawan Uruguay, sebelum memastikan tiket ke fase gugur usai bermain imbang 0-0 menghadapi Arab Saudi.

Rangkaian hasil tersebut mengantarkan Cape Verde finis sebagai runner-up Grup H dan mencatat sejarah sebagai salah satu negara debutan paling sukses di Piala Dunia edisi kali ini.

Vozinha mengaku pencapaian tersebut bahkan melampaui ekspektasi para pemain.

“Tak seorang pun dari kami membayangkan bisa sampai sejauh ini. Banyak orang mungkin berpikir kami tidak akan memenangkan satu pertandingan pun. Namun kami percaya dengan kualitas yang kami miliki,” ujar kiper veteran tersebut.

Lionel Messi Jadi Tantangan Terbesar

Lolos ke fase gugur langsung mempertemukan Cape Verde dengan lawan yang sangat berat, yakni Argentina, sang juara bertahan yang dipimpin Lionel Messi.

Meski demikian, situasi tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain.

Menurut Vozinha, menghadapi Messi merupakan mimpi bagi hampir semua pesepak bola. Namun, setelah peluit pertandingan dibunyikan, Cape Verde tetap akan berjuang mengejar kemenangan.

“Bermain melawan Argentina dan Lionel Messi adalah mimpi setiap pemain sepak bola. Tetapi kami tetap ingin bersaing dan memberikan perlawanan terbaik,” ucapnya.

Tak Ingin Sekadar Bertahan

Sepanjang fase grup, Cape Verde dikenal tampil disiplin dalam bertahan sekaligus berani membangun serangan ketika memiliki peluang.

Karakter permainan tersebut dipastikan tidak akan berubah saat menghadapi Argentina.

Vozinha menilai timnya telah menunjukkan kualitas yang cukup untuk bersaing dengan negara-negara besar.

“Kami berasal dari negara kecil, tetapi kami tahu bagaimana bersaing. Banyak orang meragukan kualitas pemain Cape Verde, namun kami telah membuktikan bahwa kami layak berada di level ini dan mampu bersaing di kompetisi terbesar,” tegasnya.

Keberhasilan Cape Verde melangkah hingga fase gugur menjadi salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026.

Kini, mereka berpeluang menciptakan kejutan yang lebih besar apabila mampu menghentikan langkah sang juara bertahan.

Di atas kertas Argentina memang lebih diunggulkan. Namun dengan modal belum terkalahkan sepanjang fase grup, Cape Verde bertekad menulis babak baru dalam sejarah sepak bola negaranya.(*)




Hasil Grup K Piala Dunia 2026: Kolombia Juara, Portugal Runner-up

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Kolombia memastikan diri finis sebagai juara Grup K Piala Dunia 2026 usai bermain imbang tanpa gol melawan Portugal pada laga terakhir fase grup di Miami Stadium, Minggu 28 Juni 2026 pagi WIB.

Meski gagal meraih kemenangan, hasil 0-0 sudah cukup membawa Los Cafeteros mengoleksi tujuh poin dan mengamankan posisi teratas klasemen.

Portugal tetap lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up grup dengan enam poin.

Laga berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Kolombia tampil lebih agresif dan mendominasi jalannya pertandingan.

Namun penampilan luar biasa kiper Portugal, Diogo Costa, menjadi alasan utama mengapa gawang Selecao das Quinas tetap perawan hingga laga usai.

Kolombia Langsung Menekan

Kolombia nyaris membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Luis Diaz menusuk dari sisi kiri sebelum bola mengarah kepada Jhon Cordoba.

Namun sundulan sang penyerang masih melayang tipis di atas mistar.

Portugal mencoba membalas melalui skema bola mati. Bruno Fernandes mengirim umpan ke arah Cristiano Ronaldo, tetapi lini belakang Kolombia masih mampu mengantisipasi ancaman tersebut.

Tim asuhan Nestor Lorenzo terus mengendalikan permainan.

Jhon Cordoba beberapa kali merepotkan pertahanan Portugal lewat duel fisik dan tembakan keras yang memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan penting.

Peluang terbaik Kolombia hadir pada menit ke-22. James Rodriguez mengirim umpan terukur kepada Jhon Arias yang lolos tanpa kawalan.

Namun, Ruben Neves melakukan penyelamatan heroik dengan menyapu bola tepat di garis gawang.

Pertandingan sempat dihentikan sementara karena cooling break akibat suhu panas di Miami.

Setelah laga kembali dilanjutkan, kedua tim tetap bermain terbuka meski intensitas permainan sedikit menurun.

Menjelang turun minum, Portugal mulai menemukan ritme permainan.

Bruno Fernandes hampir mencetak gol melalui sepakan keras dari dalam kotak penalti, tetapi Camilo Vargas tampil sigap melakukan penyelamatan.

Cristiano Ronaldo juga sempat memperoleh peluang dari bola muntah, namun gagal memanfaatkannya.

Di sisi lain, James Rodriguez hampir membawa Kolombia unggul lewat tendangan melengkung dari luar kotak penalti, tetapi Diogo Costa kembali menunjukkan refleks luar biasa.

Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-0.

Diogo Costa Jadi Penyelamat Portugal

Portugal melakukan perubahan pada awal babak kedua dengan memasukkan Diogo Dalot dan Joao Neves demi meningkatkan intensitas permainan.

Namun justru Kolombia yang kembali mendominasi. Jefferson Lerma melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan gemilang.

Tak lama berselang, Jhon Arias dan Richard Rios bergantian mengancam gawang Portugal, tetapi lagi-lagi Costa tampil sebagai penyelamat.

Cristiano Ronaldo sempat mencetak peluang melalui penyelesaian umpan Joao Felix. Namun gol urung terjadi karena lebih dulu terjebak offside.

Melihat timnya terus gagal mencetak gol, Nestor Lorenzo melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Luis Suarez, Juan Quintero, Kevin Castano, Richard Rios, dan Daniel Munoz untuk menambah daya gedor.

Tekanan Kolombia semakin masif pada 20 menit terakhir pertandingan. Gustavo Puerta, Daniel Munoz hingga Jhon Arias silih berganti menguji ketangguhan Diogo Costa yang tampil nyaris tanpa cela.

Drama terjadi pada masa injury time. Davinson Sanchez sempat membawa Kolombia unggul lewat sundulan keras memanfaatkan bola mati.

Namun setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut dianulir karena bek Kolombia itu berada dalam posisi offside dengan margin yang sangat tipis.

Kolombia terus menggempur pertahanan Portugal hingga peluit panjang berbunyi.

Meski gagal mencetak gol, hasil imbang tanpa gol sudah cukup mengantarkan mereka finis sebagai juara Grup K.

Sementara Portugal juga tetap melangkah ke babak 32 besar sebagai runner-up grup berkat koleksi enam poin.

Susunan Pemain

Kolombia: Camilo Vargas; Santiago Arias (Daniel Munoz 87′), Davinson Sanchez, Jhon Lucumi, Deiver Machado; Gustavo Puerta, Jefferson Lerma (Richard Rios 60′), Jhon Arias (Kevin Castano 76′); James Rodriguez (Juan Quintero 76′), Jhon Cordoba (Luis Suarez 60′), Luis Diaz.

Pelatih: Nestor Lorenzo.

Portugal: Diogo Costa; Joao Cancelo (Diogo Dalot 46′), Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes (Matheus Nunes 90+3′); Ruben Neves (Joao Neves 46′), Vitinha (Samu Costa 70′); Pedro Neto, Bruno Fernandes, Joao Felix (Rafael Leao 70′); Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Roberto Martinez.(*)




Dramatis! RD Kongo Balikkan Keadaan, Singkirkan Uzbekistan dari Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas RD Kongo memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai membalikkan keadaan dan mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-1 pada laga terakhir Grup K yang berlangsung di Atlanta Stadium, Minggu 28 Juni 2026 pagi WIB.

Kemenangan dramatis tersebut memastikan The Leopards melaju ke fase gugur melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Sebaliknya, Uzbekistan harus angkat koper setelah menutup fase grup tanpa satu pun poin.

Laga sempat berjalan sulit bagi RD Kongo. Uzbekistan bahkan nyaris unggul ketika pertandingan baru berjalan semenit lewat Eldor Shomurodov.

Namun gol tersebut dianulir VAR karena sang penyerang lebih dulu berada dalam posisi offside.

Meski sempat gagal, Uzbekistan akhirnya benar-benar memimpin pertandingan.

Kesalahan komunikasi antara Lionel Mpasi dan Aaron Wan-Bissaka dimanfaatkan Abbosbek Fayzullaev untuk mengirim umpan matang kepada Shomurodov yang kemudian melepaskan tendangan lob indah melewati penjaga gawang RD Kongo.

Tertinggal satu gol membuat RD Kongo meningkatkan intensitas serangan.

Nathaniel Mbuku sempat membobol gawang Uzbekistan melalui tendangan spektakuler, namun VAR kembali bekerja dan membatalkan gol tersebut karena terjadi pelanggaran terhadap Sherzod Nasrullaev dalam proses serangan.

Meski gagal mencetak gol di babak pertama, RD Kongo tampil lebih dominan dalam membangun serangan.

Statistik expected goals (xG) menunjukkan mereka lebih agresif dibanding Uzbekistan, namun efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi kendala.

Memasuki babak kedua, pelatih Sébastien Desabre melakukan perubahan penting dengan memasukkan Fiston Mayele menggantikan Cedric Bakambu.

Pergantian itu langsung mengubah wajah permainan The Leopards yang tampil jauh lebih menekan.

Momentum kebangkitan datang pada menit ke-64 ketika Yoane Wissa dijatuhkan Abdukodir Khusanov di dalam kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.

Dua menit berselang, Wissa menjalankan tugasnya dengan sempurna. Eksekusi penyerang Newcastle itu mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus membangkitkan semangat RD Kongo.

Setelah gol penyama, tekanan terus dilancarkan. Masuknya Theo Bongonda, Ngal Ayel Mukau, dan Meschack Elia membuat lini serang RD Kongo semakin hidup.

Hasilnya terlihat pada menit ke-78. Kombinasi dua pemain pengganti menjadi pembeda ketika Elia mengirim umpan matang yang diselesaikan Fiston Mayele menjadi gol kedua RD Kongo sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Uzbekistan mencoba merespons dengan memasukkan Oston Urunov demi meningkatkan kreativitas serangan.

Namun pertahanan RD Kongo tampil disiplin dan mampu meredam setiap ancaman.

Saat Uzbekistan mulai membuka pertahanan demi mencari gol penyama, RD Kongo justru mengunci kemenangan pada masa injury time.

Yoane Wissa kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90+1 untuk memastikan kemenangan 3-1.

Tambahan tiga poin membuat RD Kongo mengakhiri fase grup di posisi ketiga dengan empat poin dan berhak melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Sebaliknya, Uzbekistan menutup kiprahnya dengan catatan mengecewakan.

Tim asuhan Fabio Cannavaro finis sebagai juru kunci Grup K tanpa poin, hanya mencetak dua gol dan kebobolan 11 kali sepanjang fase grup.

Susunan Pemain

RD Kongo (4-4-2): Lionel Mpasi; Aaron Wan-Bissaka, Chancel Mbemba, Axel Tuanzebe, Arthur Masuaku; Nathaniel Mbuku, Samuel Moutoussamy, Noah Sadiki, Brian Cipenga; Yoane Wissa, Cedric Bakambu.

Pelatih: Sébastien Desabre.

Uzbekistan (3-4-2-1): Abduvokhid Nematov; Abdukodir Khusanov, Jakhongir Urozov, Rustam Ashurmatov; Khojiakbar Alijonov, Akmal Mozgovoy, Otabek Shukurov, Sherzod Nasrullaev; Dostonbek Khamadamov, Abbosbek Fayzullaev, Eldor Shomurodov.

Pelatih: Fabio Cannavaro.(*)




Hasil Piala Dunia 2026: Kroasia Singkirkan Ghana, Tiket 32 Besar Resmi Diamankan

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Kroasia memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Ghana dengan skor 2-1 pada laga terakhir Grup L di Philadelphia Stadium, Minggu 28 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan dramatis ini membawa Vatreni finis sebagai runner-up Grup L dengan koleksi enam poin, menemani Inggris yang keluar sebagai juara grup.

Sementara Ghana masih harus menanti peluang lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Laga berlangsung sengit sejak menit pertama. Kroasia mendominasi penguasaan bola, tetapi Ghana tampil disiplin sehingga peluang bersih sulit tercipta pada awal pertandingan.

Kesempatan emas pertama hadir pada menit ke-17 ketika Nikola Vlasic menerima umpan Martin Baturina sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.

Sayang, bola hanya membentur tiang gawang Benjamin Asare.

Tekanan Kroasia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-31. Mateo Kovacic mengirim umpan mendatar kepada Petar Sucic yang berdiri bebas di depan kotak penalti.

Gelandang muda itu langsung melepaskan tendangan keras yang bersarang di pojok kiri bawah gawang Ghana.

Unggul 1-0 membuat pasukan Zlatko Dalic semakin percaya diri mengendalikan permainan.

Meski begitu, Ghana tetap mampu memberikan ancaman menjelang turun minum melalui Antoine Semenyo. Namun tembakannya hanya melintas tipis di sisi gawang Dominik Livakovic.

Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, pelatih Carlos Queiroz melakukan dua pergantian sekaligus dengan memasukkan Abdul Fatawu dan Kojo Peprah Oppong.

Perubahan itu membuat permainan Ghana jauh lebih agresif.

Beberapa peluang berhasil diciptakan, termasuk tembakan Jordan Ayew yang masih mampu diamankan Livakovic.

Tekanan Ghana akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-73. Berawal dari tendangan bebas Ernest Nuamah, Derrick Luckassen sukses menanduk bola ke gawang Kroasia.

Gol tersebut sempat dianulir karena offside. Namun setelah pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR), wasit Drew Fischer mengesahkan gol tersebut sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Kroasia kembali menunjukkan mental juara.

Pada menit ke-83, Luka Modric mengirim sepak pojok akurat ke tiang dekat.

Nikola Vlasic berhasil menyambut bola dengan sundulan yang memantul tiang sebelum bersarang di gawang Ghana dan mengubah skor menjadi 2-1.

Di sisa waktu pertandingan, Ghana terus berusaha menyamakan kedudukan. Namun lini pertahanan Kroasia tampil disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini memastikan Kroasia lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai runner-up Grup L dengan enam poin.

Sedangkan Ghana harus berharap hasil pertandingan dari grup lain untuk menjaga peluang melaju melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Susunan Pemain

Kroasia: Dominik Livakovic; Josip Stanisic, Josip Sutalo, Marin Pongracic, Ivan Perisic; Luka Modric, Mateo Kovacic; Nikola Vlasic, Petar Sucic, Martin Baturina; Ante Budimir.

Pelatih: Zlatko Dalic.

Ghana: Benjamin Asare; Marvin Senaya, Jonas Adjetey, Derrick Luckassen, Gideon Mensah; Kwasi Sibo, Elisha Owusu, Thomas Partey; Kamaldeen Sulemana, Jordan Ayew, Antoine Semenyo.

Pelatih: Carlos Queiroz.(*)




Klasemen Akhir Grup L Piala Dunia 2026: Inggris Juara Grup, Kroasia Ikut Lolos

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Inggris memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup L setelah menundukkan Panama 2-0 pada laga terakhir fase grup di New York New Jersey Stadium, Minggu 28 Juni 2026 pagi WIB.

Setelah kesulitan menembus pertahanan rapat Panama sepanjang babak pertama, The Three Lions akhirnya memecahkan kebuntuan melalui Jude Bellingham sebelum Harry Kane menggandakan keunggulan lima menit berselang.

Kemenangan ini mengantarkan Inggris finis di puncak klasemen Grup L dengan koleksi tujuh poin.

Sementara Kroasia mengamankan posisi runner-up usai mengalahkan Ghana, sedangkan Panama dipastikan tersingkir dari persaingan.

Sejak peluit awal dibunyikan, skuad asuhan Thomas Tuchel langsung mengambil inisiatif menyerang.

Penguasaan bola didominasi Inggris dengan Marcus Rashford dan Bukayo Saka berkali-kali membongkar pertahanan Panama dari kedua sisi lapangan.

Namun disiplin lini belakang Panama membuat Inggris frustrasi.

Peluang demi peluang gagal berbuah gol, sementara Panama sesekali mampu mengancam lewat serangan balik cepat yang memaksa lini pertahanan Inggris tetap waspada.

Kesempatan terbaik Inggris pada babak pertama hadir di masa injury time.

Tendangan bebas Marcus Rashford berhasil melewati pagar hidup Panama, tetapi bola hanya melambung tipis di atas mistar gawang Orlando Mosquera. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Inggris meningkatkan intensitas serangan. Tekanan yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-62.

Berawal dari sepak pojok Bukayo Saka, Jude Bellingham memenangkan duel udara di depan gawang dan mengarahkan bola ke dalam gawang Panama.

Gol tersebut memecah kebuntuan sekaligus mengubah jalannya pertandingan.

Hanya lima menit kemudian, Bellingham kembali menjadi pembeda.

Gelandang Real Madrid itu mengirim umpan matang yang diselesaikan Harry Kane melalui sundulan terarah untuk memperbesar keunggulan Inggris menjadi 2-0.

Unggul dua gol membuat Thomas Tuchel mulai melakukan rotasi pemain.

Jude Bellingham, Harry Kane, dan Elliot Anderson ditarik keluar untuk menjaga kebugaran menghadapi fase gugur.

Panama sempat membobol gawang Jordan Pickford melalui Jose Fajardo.

Namun gol tersebut dianulir wasit setelah VAR memastikan posisi penyerang Panama sudah berada dalam jebakan offside.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan untuk kemenangan Inggris.

Hasil tersebut memastikan The Three Lions melangkah ke babak 32 besar sebagai juara Grup L dengan tujuh poin, sedangkan Kroasia mengikuti sebagai runner-up.

Panama harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Panama (5-4-1): Orlando Mosquera; Amir Murillo, Fidel Escobar, Jose Cordoba, Andres Andrade, Jorge Gutierrez; Cristian Martinez, Carlos Harvey, Yoel Barcenas, Jose Luis Rodriguez; Tomas Rodriguez.

Pelatih: Thomas Christiansen.

Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Jarell Quansah, Marc Guehi, Ezri Konsa, Nico O’Reilly; Jude Bellingham, Elliot Anderson; Bukayo Saka, Morgan Rogers, Marcus Rashford; Harry Kane.

Pelatih: Thomas Tuchel.(*)