Belanda Tersingkir Secara Menyakitkan, Maroko Bangkit di Injury Time Lalu Menang Adu Penalti

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Maroko memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti.

Bermain di Estadio BBVA, Guadalupe, Selasa 30 Juni 2026 WIB, Atlas Lions menang 3-2 dalam adu tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Belanda sebenarnya sempat berada di ambang kemenangan berkat gol Cody Gakpo pada babak kedua.

Namun, Maroko menunjukkan mental luar biasa dengan mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time sebelum akhirnya memastikan kemenangan dari titik putih.

Hasil ini membawa Maroko melangkah ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Kanada yang sebelumnya lebih dulu memastikan tiket ke fase berikutnya.

Sementara itu, perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat.

Sejak awal pertandingan, Maroko tampil percaya diri dan langsung mengambil inisiatif menyerang.

Serangan cepat dari kedua sisi lapangan beberapa kali merepotkan pertahanan Belanda.

Penjaga gawang Bart Verbruggen menjadi sosok penting bagi Oranje pada babak pertama. Ia melakukan sejumlah penyelamatan krusial.

Termasuk menggagalkan sundulan Neil El Aynaoui pada menit ke-19 dan menepis tendangan keras Achraf Hakimi dua menit kemudian.

Belanda baru mampu memberikan ancaman serius menjelang turun minum.

Tembakan keras Micky van de Ven memaksa Yassine Bounou melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga skor tetap imbang.

Maroko nyaris memecah kebuntuan pada penghujung babak pertama.

Namun, Ismael Saibari gagal memaksimalkan bola liar di depan gawang sehingga skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Maroko tetap tampil dominan. Peluang emas kembali tercipta ketika tembakan Achraf Hakimi hanya membentur mistar gawang.

Ronald Koeman kemudian melakukan perubahan dengan memasukkan Teun Koopmeiners dan Wout Weghorst pada menit ke-71.

Pergantian itu langsung memberikan dampak positif bagi permainan Belanda.

Hanya berselang satu menit, Cody Gakpo sukses membawa Oranje unggul.

Penyerang Liverpool tersebut memanfaatkan bola hasil kerja keras Crysencio Summerville sebelum melepaskan penyelesaian yang gagal dihentikan Yassine Bounou.

Gol itu membuat Belanda semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.

Namun, Maroko tidak menyerah dan terus mencari celah untuk membongkar pertahanan lawan.

Saat kemenangan Belanda sudah di depan mata, Maroko berhasil memaksakan perpanjangan waktu.

Pada menit ke-90+1, Chemsdine Talbi mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Issa Diop untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Momentum tersebut membuat pertandingan semakin menegangkan.

Pada babak tambahan waktu, kedua tim sama-sama memperoleh peluang emas, termasuk penyelamatan luar biasa Verbruggen yang menggagalkan peluang Soufiane Rahimi.

Karena tidak ada gol tambahan hingga 120 menit berakhir, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Drama kembali terjadi dari titik putih. Belanda gagal memanfaatkan sejumlah kesempatan setelah Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville tidak mampu mencetak gol.

Di kubu Maroko, Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi juga sempat gagal menjalankan tugasnya.

Namun, Soufiane Rahimi, Chemsdine Talbi, dan Ismael Saibari berhasil menuntaskan eksekusi dengan sempurna.

Ismael Saibari menjadi pahlawan kemenangan Atlas Lions.

Tendangannya ke sudut kiri bawah gawang mengecoh Bart Verbruggen sekaligus memastikan Maroko menang 3-2 pada adu penalti.

Kemenangan dramatis ini mengantar Maroko melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Sementara Belanda harus menerima kenyataan pahit tersingkir setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sudah berada di depan mata.(*)




Kejutan Besar! Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Paraguay Menang Dramatis Lewat Adu Penalti

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jerman harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 secara menyakitkan.

Die Mannschaft tersingkir setelah kalah 3-4 melalui adu penalti dari Paraguay pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Boston Stadium, Selasa 30 Juni 2026 WIB.

Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Namun, Paraguay tampil lebih tenang saat babak tos-tosan dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Sejak menit awal, Jerman langsung mengambil inisiatif menyerang.

Tim racikan Julian Nagelsmann mendominasi penguasaan bola hingga hampir 80 persen, tetapi rapatnya pertahanan Paraguay membuat peluang-peluang Jerman gagal berbuah gol.

Meski lebih banyak bertahan, Paraguay justru mampu memanfaatkan kesempatan terbaik yang mereka miliki. Menjelang turun minum, Julio Enciso membawa La Albirroja unggul lebih dulu.

Gol berawal dari situasi bola mati yang sempat dimentahkan Manuel Neuer.

Bola kemudian kembali dikuasai Paraguay sebelum umpan silang mengarah ke Enciso yang sukses menanduk bola ke dalam gawang.

Paraguay memimpin 1-0 pada menit ke-42.

Dominasi Jerman sepanjang babak pertama tidak cukup efektif.

Mereka memang menguasai jalannya pertandingan, tetapi gagal melepaskan tembakan tepat sasaran hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Nagelsmann langsung melakukan perubahan dengan memasukkan Leon Goretzka guna memperkuat lini tengah.

Strategi tersebut membuahkan hasil pada menit ke-54. Florian Wirtz mengirim umpan matang yang disambut sundulan Kai Havertz untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi koleksi ketiga Havertz di Piala Dunia 2026.

Setelah skor kembali imbang, pertandingan berlangsung semakin terbuka.

Paraguay kehilangan salah satu pemain kuncinya, Julio Enciso, akibat cedera dan harus digantikan Mauricio.

Di sisi lain, Jerman memasukkan Jamal Musiala demi meningkatkan kreativitas serangan.

Peluang emas Jerman datang pada menit ke-78 melalui sundulan Havertz, tetapi kiper Orlando Gill tampil gemilang dengan penyelamatan krusial

Paraguay juga sempat mengancam lewat Gustavo Caballero, namun Antonio Rudiger berhasil menggagalkan peluang tersebut.

Hingga waktu normal berakhir, kedua tim tetap bermain imbang sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada extra time, Paraguay semakin fokus mempertahankan pertahanan.

Gustavo Alfaro bahkan memasukkan bek tengah Gustavo Velazquez untuk memperkokoh lini belakang menghadapi gempuran Jerman.

Jerman sebenarnya sempat bersorak pada menit ke-102 ketika Jonathan Tah mencetak gol lewat sundulan hasil sepak pojok.

Namun, setelah meninjau tayangan VAR, wasit menganulir gol tersebut karena Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay dalam proses terjadinya gol.

Tidak ada gol tambahan hingga extra time berakhir. Penentuan pemenang pun harus dilakukan melalui adu penalti.

Drama terjadi pada babak adu penalti. Kai Havertz dan Nick Woltemade gagal menjalankan tugas untuk Jerman.

Sementara Paraguay juga sempat kehilangan poin lewat Antonio Sanabria dan Fabián Balbuena.

Ketika skor masih sama kuat 3-3 setelah lima penendang pertama, petaka menghampiri Jerman.

Jonathan Tah yang menjadi algojo keenam gagal mencetak gol setelah sepakannya melambung di atas mistar.

Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Jose Canale.

Bek Paraguay tersebut sukses menaklukkan Manuel Neuer dan memastikan kemenangan 4-3 pada adu penalti.

Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di babak gugur Piala Dunia 2026.

Paraguay berhasil menyingkirkan salah satu kandidat juara, sementara Jerman harus pulang lebih cepat meski tampil dominan sepanjang pertandingan.

Susunan Pemain

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Antonio Rudiger, Nathaniel Brown; Felix Nmecha, Aleksandar Pavlovic; Leroy Sane, Kai Havertz, Florian Wirtz; Deniz Undav.

Pelatih: Julian Nagelsmann.

Paraguay (4-4-2): Orlando Gill; Juan Jose Caceres, Gustavo Gomez, Jose Canale, Junior Alonso; Miguel Almiron, Damian Bobadilla, Andres Cubas, Matias Galarza; Gabriel Avalos, Julio Enciso.

Pelatih: Gustavo Alfaro.(*)




Gol Telat Martinelli Selamatkan Brasil, Jepang Gagal Pertahankan Keunggulan di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati duel sengit melawan Jepang.

Sempat tertinggal lebih dulu, Selecao menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menang tipis 2-1 lewat gol dramatis Gabriel Martinelli pada masa injury time.

Kemenangan ini membuat skuad besutan Carlo Ancelotti mengamankan tiket ke fase gugur.

Di babak 16 besar, Brasil akan menghadapi pemenang pertandingan antara Pantai Gading kontra Norwegia.

Sejak peluit awal dibunyikan di Houston Stadium, kedua tim bermain hati-hati.

Brasil mendominasi penguasaan bola, tetapi disiplin lini belakang Jepang membuat Vinicius Junior dan kolega kesulitan menemukan ruang.

Peluang pertama Brasil lahir pada menit ke-14. Bruno Guimaraes dan Matheus Cunha bergantian mengancam gawang Jepang, namun penyelesaian akhir keduanya belum tepat sasaran.

Jepang yang lebih banyak menunggu justru mampu memanfaatkan kelengahan lawan.

Setelah sempat mengancam melalui tandukan Ueda, Samurai Blue membuka keunggulan pada menit ke-29.

Kaishu Sano berhasil memotong aliran bola Brasil sebelum menggiring bola ke depan kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi Alisson.

Gol tersebut membawa Jepang unggul 1-0 sekaligus membuat Brasil berada dalam tekanan.

Selecao berusaha merespons sebelum turun minum. Vinicius Junior sempat menguji refleks kiper Suzuki melalui tendangan jarak jauh, tetapi peluang itu berhasil diamankan.

Hingga babak pertama usai, Jepang tetap mempertahankan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Brasil langsung meningkatkan intensitas serangan tanpa melakukan pergantian pemain. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55.

Berawal dari umpan silang Gabriel Magalhaes, Casemiro memenangkan duel udara dan menyundul bola masuk ke gawang Jepang. Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan kembali terbuka.

Gol tersebut membuat tempo laga meningkat. Brasil semakin agresif mengejar kemenangan, sementara Jepang mulai keluar menyerang untuk mencari gol balasan melalui skema serangan balik.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Brasil justru menemukan momen penentunya.

Pada masa injury time, Bruno Guimaraes mengirim umpan terobosan yang berhasil dimanfaatkan Gabriel Martinelli.

Lolos dari jebakan offside, Martinelli dengan tenang melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di pojok gawang Jepang. Gol itu sekaligus memastikan kemenangan 2-1 bagi Brasil.

Jepang masih berusaha mengejar ketertinggalan dalam sisa waktu yang ada. Namun pertahanan Brasil mampu menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil ini memastikan Brasil melangkah ke babak 16 besar dengan penuh drama, sedangkan Jepang harus mengakhiri perjuangannya setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sempat mereka raih pada babak pertama.

Susunan Pemain

Brasil (4-3-3): Alisson; Douglas Santos, Gabriel Magalhaes, Marquinhos, Danilo; Casemiro, Lucas Paqueta, Bruno Guimaraes; Vinicius Junior, Matheus Cunha, Rayan.

Pelatih: Carlo Ancelotti.

Jepang (3-4-3): Suzuki; Ito, Taniguchi, Tomiyasu; Nakamura, Kamada, Kaishu Sano, Doan; Maeda, Ueda, Ito.

Pelatih: Hajime Moriyasu.(*)




Brasil Wajib Waspada! Troussier Sebut Jepang Kini Sudah Setara Tim Elite Dunia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Jepang memang tidak diunggulkan saat menghadapi Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Namun, mantan pelatih Samurai Biru, Philippe Troussier, justru melihat peluang besar bagi wakil Asia itu untuk menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen.

Laga Jepang kontra Brasil akan digelar di NRG Stadium, Houston, Selasa 30 Januari 2026 dini hari WIB.

Brasil datang dengan status juara Grup C sekaligus salah satu kandidat kuat juara dunia, sedangkan Jepang melaju ke fase gugur tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Meski banyak prediksi mengunggulkan Selecao, Troussier menilai pertandingan fase gugur selalu membuka peluang bagi tim mana pun untuk membuat kejutan.

“Pada pertandingan seperti ini, segalanya bisa terjadi,” kata Troussier kepada AFP.

Jepang Dinilai Sudah Naik Level

Pelatih asal Prancis yang pernah membawa Jepang tampil di Piala Dunia 2002 itu menilai perkembangan Samurai Biru dalam dua dekade terakhir sangat signifikan.

Menurutnya, skuad racikan Hajime Moriyasu kini memiliki kualitas yang jauh lebih matang dibanding generasi yang pernah ia tangani.

Troussier menilai banyak pemain Jepang kini tampil reguler di kompetisi elite Eropa sehingga pengalaman dan mental bertanding mereka semakin kuat ketika menghadapi negara-negara besar.

“Jepang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan banyak pemain berkualitas. Pendekatan taktik mereka berkembang pesat, ditambah pengalaman para pemain yang berkarier di klub-klub besar Eropa,” ujarnya.

Brasil Diunggulkan, Tetapi Tidak Sempurna

Meski mengakui Brasil tetap menjadi favorit, Troussier menegaskan tim asuhan Carlo Ancelotti bukan tanpa celah.

Ia meyakini Jepang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kelemahan permainan Brasil apabila mampu menjalankan strategi dengan disiplin sepanjang pertandingan.

“Brasil memiliki pemain-pemain luar biasa dan memang lebih diunggulkan. Tetapi mereka tetap mempunyai beberapa kelemahan yang bisa dimanfaatkan Jepang,” tegasnya.

Jepang Punya Modal Kemenangan atas Brasil

Optimisme Troussier bukan tanpa alasan. Jepang pernah mengalahkan Brasil dengan skor 3-2 dalam laga uji coba internasional pada Oktober 2025.

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Samurai Biru mampu bersaing dengan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.

Kini, mereka berharap dapat mengulang pencapaian serupa demi mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.(*)




Prediksi Susunan Pemain Brasil vs Jepang: Vinicius Junior dan Matheus Cunha Jadi Andalan

SEPUCUKJAMBI.ID – Brasil menghadapi tantangan serius saat berjumpa Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang digelar di NRG Stadium, Houston, Selasa 30 Juni 2026 pukul 00.00 WIB itu diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur.

Meski lolos sebagai juara Grup C, langkah Brasil menuju babak 16 besar dipastikan tidak mudah.

Lawan yang dihadapi adalah Jepang, tim yang belum sekalipun menelan kekalahan sepanjang fase grup dan tampil konsisten dengan permainan disiplin serta intensitas tinggi.

Tim besutan Carlo Ancelotti memang menunjukkan kualitas sebagai salah satu kandidat juara. Namun, hingga fase grup berakhir, Selecao belum benar-benar mendapat tekanan besar.

Kondisi itu berbeda dengan duel melawan Jepang yang dikenal memiliki organisasi permainan rapi dan kemampuan melakukan pressing sejak lini depan.

Di bawah mistar gawang, Alisson Becker diperkirakan tetap menjadi pilihan utama.

Kiper Liverpool tersebut belum banyak mendapat ancaman berarti dalam dua laga terakhir, tetapi kali ini diprediksi menghadapi ujian lebih berat menghadapi produktivitas lini depan Samurai Biru.

Lini belakang Brasil kemungkinan masih dipercayakan kepada Danilo, Marquinhos, Gabriel, dan Douglas Santos.

Pengalaman empat pemain tersebut menjadi modal penting untuk membendung agresivitas Jepang yang mengandalkan transisi cepat dan pergerakan tanpa bola.

Marquinhos diperkirakan akan menjadi benteng utama dalam mengawal Ayase Ueda yang tampil tajam sepanjang turnamen.

Sementara Gabriel diharapkan mampu membantu membangun serangan dari lini belakang melalui distribusi bola yang akurat.

Di sektor tengah, Carlo Ancelotti diprediksi kembali memasang duet Bruno Guimaraes dan Casemiro.

Keduanya menjadi penyeimbang permainan Brasil, baik saat menguasai bola maupun ketika harus mematahkan serangan lawan.

Bruno Guimaraes datang dengan kepercayaan diri tinggi usai mencatatkan dua assist pada laga sebelumnya melawan Skotlandia.

Namun, perannya dipastikan lebih berat karena Jepang dikenal sangat disiplin menutup ruang di lini tengah.

Sementara itu, Casemiro membawa catatan impresif. Gelandang berpengalaman tersebut belum tersentuh kekalahan dalam sembilan pertandingan terakhir bersama klub maupun tim nasional, menjadikannya salah satu sosok penting di ruang mesin Selecao.

Di lini serang, Rayan berpeluang kembali mengisi sektor kanan setelah terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang turnamen.

Lucas Paqueta diprediksi tetap dipercaya sebagai gelandang serang meski Neymar telah pulih dari cedera dan siap dimainkan.

Vinicius Junior hampir pasti menjadi tumpuan utama di sisi kiri.

Penyerang Real Madrid itu sedang berada dalam performa terbaik setelah selalu mencetak gol pada setiap pertandingan Brasil di Piala Dunia 2026.

Sementara posisi ujung tombak kemungkinan kembali ditempati Matheus Cunha.

Penyerang Manchester United tersebut sukses membayar kepercayaan Carlo Ancelotti dengan torehan tiga gol dalam dua pertandingan terakhir setelah sempat absen pada laga pembuka.

Secara kualitas individu dan pengalaman, Brasil masih lebih diunggulkan untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Namun, rekor tak terkalahkan Jepang sepanjang turnamen menjadi sinyal bahwa Selecao tidak akan menjalani pertandingan dengan mudah.

Jika mampu mempertahankan disiplin permainan dan memanfaatkan kecepatan serangan balik, Jepang berpeluang memberikan kejutan.

Sebaliknya, Brasil harus tampil lebih efektif dibanding fase grup apabila ingin menjaga asa meraih gelar juara dunia keenam.

Prediksi Starting XI Brasil (4-2-3-1):

Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos; Bruno Guimaraes, Casemiro; Rayan, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.(*)




Kanada Selamat di Injury Time, Afrika Selatan Tersingkir dari Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Kanada memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 lewat cara yang paling dramatis.

Gol telat Stephen Eustaquio pada masa injury time mematahkan perlawanan Afrika Selatan sekaligus mengunci kemenangan 1-0 pada babak 32 besar yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Senin 29 Juni 2026) dini hari WIB.

Laga berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit pertama. Kedua tim tampil disiplin sehingga nyaris tidak memberi ruang bagi lawan untuk menciptakan peluang bersih.

Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Kanada justru menemukan momen emas yang mengubah segalanya.

Afrika Selatan sebenarnya membuka pertandingan dengan cukup berani.

Baru enam menit laga berjalan, Teboho Mokoena mencoba peruntungannya melalui sepakan jarak jauh yang memaksa Maxime Crepeau bekerja keras mengamankan gawang Kanada.

Namun setelah itu, Kanada mulai mengambil alih kendali permainan. Jonathan David, Richie Laryea, hingga Liam Millar bergantian membangun tekanan ke pertahanan Bafana Bafana.

Kesempatan terbaik Kanada di babak pertama hadir pada menit ke-22.

Derek Cornelius memenangkan duel udara dari situasi bola mati, tetapi sundulannya masih tepat mengarah ke pelukan Ronwen Williams.

Meski lebih banyak ditekan, Afrika Selatan tetap berbahaya melalui serangan balik cepat.

Organisasi pertahanan yang rapi membuat Kanada frustrasi sepanjang babak pertama hingga skor tetap imbang tanpa gol saat turun minum.

Memasuki babak kedua, pertandingan berubah lebih terbuka. Afrika Selatan mulai berani keluar menyerang dan sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh Appollis pada menit ke-64 yang masih melenceng tipis dari sasaran.

Melihat timnya kesulitan membongkar pertahanan lawan, pelatih Jesse Marsch memasukkan Alphonso Davies pada menit ke-75.

Pergantian tersebut langsung mengubah ritme permainan Kanada.

Kecepatan Davies membuat lini belakang Afrika Selatan bekerja lebih keras. Jonathan David bahkan nyaris memecah kebuntuan empat menit kemudian.

Namun lagi-lagi Ronwen Williams tampil gemilang di bawah mistar.

Ketika laga tampak akan memasuki babak perpanjangan waktu, Kanada akhirnya menemukan gol kemenangan.

Pada menit ke-90+2, sapuan pemain Afrika Selatan justru mengarah ke Stephen Eustaquio di depan kotak penalti.

Tanpa banyak berpikir, gelandang Kanada itu mengontrol bola menggunakan dada sebelum melepaskan tendangan voli keras ke sudut bawah gawang.

Ronwen Williams hanya terpaku melihat bola bersarang di dalam gawang.

Gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta sepanjang pertandingan sekaligus memastikan Kanada menang 1-0.

Afrika Selatan berusaha merespons dalam sisa waktu yang ada, namun peluit panjang lebih dulu berbunyi.

Wakil Afrika itu harus mengakhiri langkahnya di fase gugur pertama, sementara Kanada melanjutkan petualangan bersejarah menuju babak 16 besar.

Pada fase berikutnya, Kanada akan menghadapi pemenang duel Belanda kontra Maroko untuk memperebutkan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026.(*)




RD Kongo hingga Tanjung Verde Ukir Sejarah, Ini Daftar Tim Lolos 32 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 semakin mendekati akhir dan peta persaingan menuju fase gugur mulai terbentuk.

Hingga Minggu 28 Juni 2026, sebanyak 32 negara dipastikan lolos ke babak 32 besar, termasuk beberapa kejutan besar dari wakil Afrika seperti RD Kongo, Tanjung Verde, Senegal, Mesir, Pantai Gading, dan Afrika Selatan.

Format baru turnamen yang meloloskan 32 tim terdiri dari juara grup, runner-up, dan delapan peringkat ketiga terbaik membuat persaingan tetap terbuka hingga laga terakhir.

RD Kongo dan Tanjung Verde Ukir Sejarah

Salah satu sorotan terbesar datang dari Afrika.

RD Kongo berhasil lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya setelah menang 3-1 atas Uzbekistan dan finis sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Sementara itu, Tanjung Verde juga mencatat sejarah debut luar biasa dengan lolos dari Grup H tanpa kekalahan.

Raksasa Dunia Lolos Mulus

Sejumlah tim unggulan juga memastikan tiket lebih cepat, di antaranya:

  • Brasil
  • Argentina
  • Prancis
  • Inggris
  • Jerman
  • Spanyol
  • Belanda
  • Belgia

Sebagian besar dari mereka bahkan lolos sebagai juara grup dengan performa dominan.

Rekap Singkat Hasil Grup

Grup A

  • Meksiko juara grup (sempurna)
  • Afrika Selatan runner-up
  • Korea Selatan tersingkir

Grup B

  • Swiss juara grup
  • Kanada runner-up
  • Bosnia & Herzegovina lolos via peringkat tiga terbaik

Grup C

  • Brasil & Maroko lolos
  • Skotlandia peringkat ketiga

Grup D

  • Amerika Serikat juara grup
  • Australia runner-up

Grup E

  • Jerman juara grup
  • Pantai Gading & Ekuador lolos

Grup F

  • Belanda juara grup
  • Jepang & Swedia lolos

Grup G

  • Belgia juara grup
  • Mesir runner-up

Grup H

  • Spanyol juara grup
  • Tanjung Verde runner-up (sejarah debut)

Grup I

  • Prancis juara grup
  • Norwegia & Senegal lolos

Grup J

  • Argentina sempurna (9 poin)
  • Austria & Aljazair lolos

Grup K

  • Kolombia juara grup
  • Portugal runner-up
  • RD Kongo lolos via peringkat tiga terbaik

Grup L

  • Inggris juara grup
  • Kroasia runner-up
  • Ghana lolos via peringkat tiga terbaik

Daftar Lengkap 32 Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026

  • Meksiko
  • Afrika Selatan
  • Swiss
  • Kanada
  • Brasil
  • Maroko
  • Amerika Serikat
  • Australia
  • Jerman
  • Pantai Gading
  • Belanda
  • Jepang
  • Swedia
  • Belgia
  • Mesir
  • Spanyol
  • Tanjung Verde
  • Prancis
  • Norwegia
  • Senegal
  • Argentina
  • Austria
  • Aljazair
  • Kolombia
  • Portugal
  • Inggris
  • Kroasia
  • RD Kongo
  • Bosnia & Herzegovina
  • Ekuador
  • Ghana
  • Paraguay.(*)



Argentina Tak Terbendung! Yordania Takluk 1-3 di Laga Pamungkas Grup J

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan catatan sempurna setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Yordania pada laga terakhir Grup J.

Bermain dengan dominasi penuh sejak awal pertandingan, skuad Lionel Scaloni memastikan tiga poin lewat gol Giovanni Lo Celso, Lautaro Martínez (penalti) di babak pertama.

Serta tambahan satu gol Lionel Messi pada babak kedua. Yordania hanya mampu membalas lewat Musa Al-Taamari.

Hasil ini membuat Argentina keluar sebagai juara Grup J dengan koleksi 9 poin sempurna, sementara Yordania harus tersingkir sebagai juru kunci.

Argentina Langsung Kendalikan Permainan

Sejak menit awal, Argentina tampil dominan dengan penguasaan bola dan tekanan tinggi.

Namun, rapatnya pertahanan low block Yordania membuat La Albiceleste sempat kesulitan menciptakan peluang bersih.

Meski begitu, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-19. Giovanni Lo Celso mencetak gol indah lewat tendangan bebas yang melengkung ke sudut atas gawang Yordania, membawa Argentina unggul 1-0.

Penalti Lautaro Gandakan Keunggulan

Argentina kembali mendapat momentum setelah VAR menunjuk titik putih pada menit ke-30, usai pelanggaran di kotak terlarang yang mengenai Marco Senesi.

Lautaro Martínez yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan tugasnya dengan tenang. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Argentina.

Yordania sempat mencoba meningkatkan intensitas serangan, namun skor tetap bertahan hingga turun minum.

Yordania Bangkit, Messi Pastikan Kemenangan

Memasuki babak kedua, Yordania tampil lebih agresif dan berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-55 melalui Musa Al-Taamari.

Gol tersebut sempat membuat pertandingan kembali hidup. Argentina kemudian memasukkan Lionel Messi, Alexis Mac Allister, dan Thiago Almada untuk menambah daya gedor.

Hasilnya terlihat pada menit ke-80. Lionel Messi mencetak gol lewat tendangan bebas khasnya yang tak mampu dihentikan kiper Yordania, sekaligus mengunci kemenangan 3-1 untuk Argentina.

Argentina Sempurna, Yordania Tersingkir

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol dari kedua tim.

Argentina pun menutup fase grup dengan tiga kemenangan dari tiga laga, sementara Yordania harus mengakhiri perjalanan mereka di dasar klasemen.

Susunan Pemain

Yordania (3-4-3): Abulaila; Abu Dahab, Al-Arab, Nasib; Abu Taha, Al-Rawabdeh, Al-Rashdan, Haddad; Olwan, Al-Fakhouri, Azaizeh
Pelatih: Jamal Sellami

Argentina (4-4-2): E. Martínez; Tagliafico, Senesi, Otamendi, Simeone; Lo Celso, Palacios, Paredes, Paz; L. Martínez, Álvarez
Pelatih: Lionel Scaloni.(*)




Cape Verde vs Argentina: Vozinha Kirim Pesan Tegas, Tak Takut Hadapi Lionel Messi

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Cape Verde siap menghadapi ujian terbesar dalam sejarah sepak bola mereka saat menantang juara bertahan Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang akan berlangsung di Miami Stadium, Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat, Sabtu 4 Juli 2026 dini hari WIB itu diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur.

Bagi Cape Verde, duel melawan Lionel Messi dan kolega bukan sekadar pertandingan biasa.

Ini merupakan penampilan pertama mereka di fase knockout Piala Dunia sekaligus kesempatan membuktikan bahwa status debutan bukan berarti hanya menjadi pelengkap turnamen.

Kapten sekaligus penjaga gawang Cape Verde, Vozinha, menegaskan timnya datang dengan ambisi besar.

Meski berstatus underdog, mereka tidak memiliki niat bermain bertahan demi mengejar hasil imbang.

“Kami tidak datang ke sini untuk mengamankan hasil imbang. Kami selalu bermain untuk menang,” kata Vozinha, dikutip dari Goal.

Cetak Sejarah, Cape Verde Ukir Rekor di Piala Dunia 2026

Cape Verde menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Negara kepulauan kecil di Afrika itu berhasil menembus babak 32 besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.

Lebih impresif lagi, Blue Sharks lolos tanpa sekalipun menelan kekalahan pada fase grup.

Mereka mengawali turnamen dengan menahan imbang Spanyol tanpa gol, kemudian bermain 2-2 melawan Uruguay, sebelum memastikan tiket ke fase gugur usai bermain imbang 0-0 menghadapi Arab Saudi.

Rangkaian hasil tersebut mengantarkan Cape Verde finis sebagai runner-up Grup H dan mencatat sejarah sebagai salah satu negara debutan paling sukses di Piala Dunia edisi kali ini.

Vozinha mengaku pencapaian tersebut bahkan melampaui ekspektasi para pemain.

“Tak seorang pun dari kami membayangkan bisa sampai sejauh ini. Banyak orang mungkin berpikir kami tidak akan memenangkan satu pertandingan pun. Namun kami percaya dengan kualitas yang kami miliki,” ujar kiper veteran tersebut.

Lionel Messi Jadi Tantangan Terbesar

Lolos ke fase gugur langsung mempertemukan Cape Verde dengan lawan yang sangat berat, yakni Argentina, sang juara bertahan yang dipimpin Lionel Messi.

Meski demikian, situasi tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain.

Menurut Vozinha, menghadapi Messi merupakan mimpi bagi hampir semua pesepak bola. Namun, setelah peluit pertandingan dibunyikan, Cape Verde tetap akan berjuang mengejar kemenangan.

“Bermain melawan Argentina dan Lionel Messi adalah mimpi setiap pemain sepak bola. Tetapi kami tetap ingin bersaing dan memberikan perlawanan terbaik,” ucapnya.

Tak Ingin Sekadar Bertahan

Sepanjang fase grup, Cape Verde dikenal tampil disiplin dalam bertahan sekaligus berani membangun serangan ketika memiliki peluang.

Karakter permainan tersebut dipastikan tidak akan berubah saat menghadapi Argentina.

Vozinha menilai timnya telah menunjukkan kualitas yang cukup untuk bersaing dengan negara-negara besar.

“Kami berasal dari negara kecil, tetapi kami tahu bagaimana bersaing. Banyak orang meragukan kualitas pemain Cape Verde, namun kami telah membuktikan bahwa kami layak berada di level ini dan mampu bersaing di kompetisi terbesar,” tegasnya.

Keberhasilan Cape Verde melangkah hingga fase gugur menjadi salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026.

Kini, mereka berpeluang menciptakan kejutan yang lebih besar apabila mampu menghentikan langkah sang juara bertahan.

Di atas kertas Argentina memang lebih diunggulkan. Namun dengan modal belum terkalahkan sepanjang fase grup, Cape Verde bertekad menulis babak baru dalam sejarah sepak bola negaranya.(*)




Hasil Grup K Piala Dunia 2026: Kolombia Juara, Portugal Runner-up

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Kolombia memastikan diri finis sebagai juara Grup K Piala Dunia 2026 usai bermain imbang tanpa gol melawan Portugal pada laga terakhir fase grup di Miami Stadium, Minggu 28 Juni 2026 pagi WIB.

Meski gagal meraih kemenangan, hasil 0-0 sudah cukup membawa Los Cafeteros mengoleksi tujuh poin dan mengamankan posisi teratas klasemen.

Portugal tetap lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up grup dengan enam poin.

Laga berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Kolombia tampil lebih agresif dan mendominasi jalannya pertandingan.

Namun penampilan luar biasa kiper Portugal, Diogo Costa, menjadi alasan utama mengapa gawang Selecao das Quinas tetap perawan hingga laga usai.

Kolombia Langsung Menekan

Kolombia nyaris membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Luis Diaz menusuk dari sisi kiri sebelum bola mengarah kepada Jhon Cordoba.

Namun sundulan sang penyerang masih melayang tipis di atas mistar.

Portugal mencoba membalas melalui skema bola mati. Bruno Fernandes mengirim umpan ke arah Cristiano Ronaldo, tetapi lini belakang Kolombia masih mampu mengantisipasi ancaman tersebut.

Tim asuhan Nestor Lorenzo terus mengendalikan permainan.

Jhon Cordoba beberapa kali merepotkan pertahanan Portugal lewat duel fisik dan tembakan keras yang memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan penting.

Peluang terbaik Kolombia hadir pada menit ke-22. James Rodriguez mengirim umpan terukur kepada Jhon Arias yang lolos tanpa kawalan.

Namun, Ruben Neves melakukan penyelamatan heroik dengan menyapu bola tepat di garis gawang.

Pertandingan sempat dihentikan sementara karena cooling break akibat suhu panas di Miami.

Setelah laga kembali dilanjutkan, kedua tim tetap bermain terbuka meski intensitas permainan sedikit menurun.

Menjelang turun minum, Portugal mulai menemukan ritme permainan.

Bruno Fernandes hampir mencetak gol melalui sepakan keras dari dalam kotak penalti, tetapi Camilo Vargas tampil sigap melakukan penyelamatan.

Cristiano Ronaldo juga sempat memperoleh peluang dari bola muntah, namun gagal memanfaatkannya.

Di sisi lain, James Rodriguez hampir membawa Kolombia unggul lewat tendangan melengkung dari luar kotak penalti, tetapi Diogo Costa kembali menunjukkan refleks luar biasa.

Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-0.

Diogo Costa Jadi Penyelamat Portugal

Portugal melakukan perubahan pada awal babak kedua dengan memasukkan Diogo Dalot dan Joao Neves demi meningkatkan intensitas permainan.

Namun justru Kolombia yang kembali mendominasi. Jefferson Lerma melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan gemilang.

Tak lama berselang, Jhon Arias dan Richard Rios bergantian mengancam gawang Portugal, tetapi lagi-lagi Costa tampil sebagai penyelamat.

Cristiano Ronaldo sempat mencetak peluang melalui penyelesaian umpan Joao Felix. Namun gol urung terjadi karena lebih dulu terjebak offside.

Melihat timnya terus gagal mencetak gol, Nestor Lorenzo melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Luis Suarez, Juan Quintero, Kevin Castano, Richard Rios, dan Daniel Munoz untuk menambah daya gedor.

Tekanan Kolombia semakin masif pada 20 menit terakhir pertandingan. Gustavo Puerta, Daniel Munoz hingga Jhon Arias silih berganti menguji ketangguhan Diogo Costa yang tampil nyaris tanpa cela.

Drama terjadi pada masa injury time. Davinson Sanchez sempat membawa Kolombia unggul lewat sundulan keras memanfaatkan bola mati.

Namun setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut dianulir karena bek Kolombia itu berada dalam posisi offside dengan margin yang sangat tipis.

Kolombia terus menggempur pertahanan Portugal hingga peluit panjang berbunyi.

Meski gagal mencetak gol, hasil imbang tanpa gol sudah cukup mengantarkan mereka finis sebagai juara Grup K.

Sementara Portugal juga tetap melangkah ke babak 32 besar sebagai runner-up grup berkat koleksi enam poin.

Susunan Pemain

Kolombia: Camilo Vargas; Santiago Arias (Daniel Munoz 87′), Davinson Sanchez, Jhon Lucumi, Deiver Machado; Gustavo Puerta, Jefferson Lerma (Richard Rios 60′), Jhon Arias (Kevin Castano 76′); James Rodriguez (Juan Quintero 76′), Jhon Cordoba (Luis Suarez 60′), Luis Diaz.

Pelatih: Nestor Lorenzo.

Portugal: Diogo Costa; Joao Cancelo (Diogo Dalot 46′), Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes (Matheus Nunes 90+3′); Ruben Neves (Joao Neves 46′), Vitinha (Samu Costa 70′); Pedro Neto, Bruno Fernandes, Joao Felix (Rafael Leao 70′); Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Roberto Martinez.(*)