Vicky Prasetyo: Kalau Tarung di Atas Ring Ya Serius, Dede Sunandar: Kalau Dipukul Ya Sakit

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Suasana Kapolda Fighter Match yang berlangsung meriah di Jambi, Sabtu 3 Oktober 2026. mendadak berubah tegang ketika Dede Sunandar terjatuh setelah menerima pukulan dari Vicky “The Gladiator” Prasetyo.

Pertandingan yang disaksikan ribuan masyarakat itu sempat terhenti. Tim medis langsung bergerak membawa Dede keluar dari area ring untuk memastikan kondisinya.

Sejumlah selebritas dan influencer turut meramaikan kegiatan tersebut, di antaranya Vicky Prasetyo, Beddu, Dede Sunandar, Bebeyu, dan Bondol.

Sejak pertandingan dimulai, atmosfer pertarungan berlangsung panas. Para petarung saling beradu pukulan di atas ring, namun pertandingan tetap berjalan dengan aturan dan sportivitas.

Momen paling menegangkan terjadi saat Vicky Prasetyo berhadapan dengan Dede Sunandar.

Sebuah pukulan membuat Dede terjatuh. Tim medis kemudian langsung memberikan penanganan dan membawanya ke bawah ring.

Situasi tersebut membuat pertandingan seketika dihentikan untuk memastikan kondisi Dede.

Dede selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang turut memastikan kondisi Dede setelah insiden tersebut.

“Kita memastikan pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai dengan aturan dan profesional. Kondisi Dede Sunandar saat ini sudah membaik,” jelas Ananto.

Vicky: Di Atas Ring Harus Serius

Vicky Prasetyo mengatakan dirinya tidak memiliki niat untuk memberikan pukulan secara berlebihan.

Namun, ketika pertandingan berlangsung, situasi di atas ring membuat pertarungan berjalan serius.

Menurut Vicky, pertandingan tinju memang memiliki risiko benturan dan pukulan karena kedua petarung bertanding secara langsung.

“Jadi kita kalau tarung di atas ring ya serius,” kata Vicky.

Pernyataan tersebut menggambarkan tensi pertandingan yang memang berlangsung cukup tinggi.

Meski demikian, para peserta tetap menunjukkan sikap saling menghormati setelah pertandingan.

Dede Sunandar: Kalau Dipukul Ya Sakit

Setelah mendapatkan penanganan, kondisi Dede Sunandar dilaporkan membaik.

Dede juga menyikapi insiden tersebut dengan santai. Ia mengaku tidak mempermasalahkan pukulan yang membuatnya terjatuh.

“Ya kalau dipukul ya sakit,” ujar Dede sambil tertawa.

Insiden tersebut menjadi salah satu momen paling mencuri perhatian dalam Kapolda Fighter Match.

Pertandingan tetap menjadi tontonan hiburan bagi masyarakat, sementara aspek keselamatan peserta menjadi perhatian utama panitia dan tim medis.

Kehadiran petugas medis di sekitar ring juga menjadi bagian penting dalam memastikan setiap insiden selama pertandingan dapat segera ditangani.(*)




Kapolda Fighter Match 2026: Jadi Ajang Atlet Jambi Unjuk Kemampuan dan Sportivitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Ajang Kapolda Fighter Match 2026 digelar pada Sabtu (3/10/2026) sebagai wadah bagi para atlet dan jagoan bela diri di Provinsi Jambi, untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Kegiatan tersebut mempertemukan para atlet dari berbagai perguruan dan komunitas bela diri.

Selain menjadi ajang kompetisi, pertandingan ini diharapkan mampu menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat mereka melalui olahraga.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang, yang juga sebagai Ketua Panitia Kapolda Fighter Match 2026, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet dan jagoan-jagoan bela diri di Jambi untuk menguji kemampuan yang selama ini mereka latih.

“Ini merupakan ajang yang sportif dan positif bagi para atlet serta jagoan-jagoan Jambi untuk menunjukkan dan menguji kemampuan mereka. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi para atlet untuk terus berkembang,” ujar Ananto.

Menurutnya, kompetisi bela diri tidak hanya berbicara mengenai kemenangan, tetapi juga bagaimana para peserta mampu menunjukkan sikap disiplin, menghormati lawan, serta menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung.

Sementara itu, Wakapolda Jambi Brigjen Pol K. Yani Sudarto mengapresiasi pelaksanaan Kapolda Fighter Match 2026.

Ia menilai, pertandingan bela diri dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter, meningkatkan kemampuan, sekaligus membangun mental yang kuat bagi para peserta.

“Dalam bela diri, kemenangan menjadi sebuah prestasi. Namun yang tidak kalah penting adalah kejujuran, disiplin, menghormati lawan dan menjunjung tinggi sportivitas,” kata Yani.

Ia berpesan kepada seluruh peserta agar bertanding dengan penuh semangat dan percaya diri, namun tetap mengutamakan keselamatan selama pertandingan.

“Bertandinglah dengan penuh semangat dan percaya diri, tetapi tetap utamakan keselamatan. Jadikan pertandingan ini sebagai pengalaman untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter,” ujarnya.

Menurut Yani, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh, baik secara fisik maupun mental.

Melalui kegiatan positif seperti kompetisi bela diri, generasi muda dapat memiliki wadah untuk menyalurkan energi dan mengembangkan potensi secara terarah.

“Olahraga dapat membentuk generasi yang tangguh dan memiliki mental yang kuat. Kegiatan seperti ini juga menjadi wadah positif bagi generasi muda, sehingga mereka dapat memiliki arah yang baik untuk masa depan,” katanya.

Wakapolda Jambi pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Kapolda Fighter Match 2026.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan ruang yang lebih luas bagi atlet-atlet bela diri di Jambi untuk berprestasi.

Kapolda Fighter Match 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat sportivitas dan persaudaraan di antara para atlet bela diri.

Kompetisi diharapkan tidak hanya melahirkan pemenang, tetapi juga membentuk atlet yang disiplin, percaya diri, tangguh, dan mampu menghormati setiap lawan yang dihadapi.(*)




Erick Thohir Usai Indonesia ke Final: “Tuhan Bersama Kita Semua”

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan respons singkat tetapi penuh makna setelah Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 melalui pertandingan dramatis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Indonesia membutuhkan kemenangan besar atas Bangladesh sekaligus harus menunggu hasil pertandingan Malaysia melawan Singapura.

Dua pertandingan tersebut akhirnya menghasilkan drama hingga menit-menit terakhir.

Usai laga, Erick mengucapkan kalimat yang menyoroti dramatisnya perjuangan Garuda.

“Allah SWT bersama Indonesia. Tuhan bersama kita semua,” kata Erick setelah pertandingan di SUGBK.

Indonesia Sempat Terancam Gagal ke Final

Indonesia mengawali pertandingan dengan sangat meyakinkan. Garuda menutup babak pertama dengan keunggulan 6-1 atas Bangladesh.

Di saat bersamaan, Malaysia baru unggul 2-0 atas Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Situasi kemudian berubah pada babak kedua.

Indonesia kesulitan menambah gol, sementara Malaysia justru terus memperlebar keunggulan hingga akhirnya menang 6-0.

Indonesia memang sempat mencetak gol ketujuh pada menit-menit akhir.

Namun, Bangladesh segera membalas sehingga keunggulan Garuda kembali berada dalam situasi yang belum cukup untuk mengamankan posisi teratas.

Dua gol tambahan akhirnya menjadi pembeda.

Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6 sebelum Mitchell Baker kembali menjebol gawang Bangladesh pada menit ke-90+7.

Skor akhir 9-2 membuat Indonesia mengamankan posisi puncak Grup A.

Erick: Media Bisa Memahami Perasaan Masyarakat

Setelah menyampaikan pernyataan tentang Tuhan, Erick kemudian menyinggung situasi yang dirasakan masyarakat Indonesia sepanjang pertandingan.

Ia meminta publik memahami sendiri bagaimana pertandingan Indonesia-Bangladesh dan Malaysia-Singapura berkembang hampir bersamaan.

“Statemen saya itu saya kira media lebih mengerti, bagaimana perasaan bangsa Indonesia saat ini. Dan kalian mengertilah apa yang terjadi di pertandingan di sini dan di tempat lain,” ujar Erick.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Indonesia melalui situasi yang berubah cepat hingga masa akhir pertandingan.

Produktivitas Gol Jadi Penentu

Indonesia dan Malaysia sama-sama mengakhiri Grup A dengan tujuh poin.

Keduanya juga memiliki selisih gol +9 berdasarkan hasil pertandingan terakhir.

Pembeda terdapat pada jumlah gol yang dicetak sepanjang fase grup.

Indonesia mengoleksi 11 gol, sedangkan Malaysia mencetak 9 gol.

Karena produktivitas tersebut, Indonesia finis di posisi teratas dan melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Baker Jadi Bintang dengan Lima Gol

Mitchell Baker menjadi pemain paling menonjol dalam kemenangan Indonesia.

Pemain tersebut mencetak lima gol ke gawang Bangladesh.

Baker mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7.

Empat gol Indonesia lainnya dicetak Rizky Ridho pada menit ke-32, Justin Hubner pada menit ke-45+1, Luke Vickery pada menit ke-90, serta Kevin Diks pada menit ke-90+6.

Sementara itu, dua gol Bangladesh masing-masing dicetak Shahriar Emon pada menit ke-36 dan Farhaan Ali Wahid pada menit ke-90+1.

Kemenangan 9-2 tersebut akhirnya menjadi penutup fase grup yang penuh drama bagi Indonesia sekaligus mengantar Garuda ke partai final FIFA ASEAN Cup 2026.(*)




Tinggal Satu Laga! Indonesia Hadapi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026.

Pertandingan penentuan gelar tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin 5 Oktober 2026.

Duel Indonesia vs Thailand dijadwalkan mulai 20.00 WIB.

Partai puncak ini menjadi laga terakhir bagi Garuda setelah melewati persaingan ketat di fase Grup A.

Indonesia memastikan tiket final secara dramatis.

Kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh belum langsung memastikan posisi Garuda di puncak klasemen karena Malaysia juga meraih kemenangan besar atas Singapura.

Indonesia Lolos Setelah Drama di Grup A

Indonesia mengakhiri fase grup dengan koleksi 7 poin.

Jumlah tersebut sama dengan yang diraih Malaysia. Kedua tim juga memiliki selisih gol yang sama, yakni +9.

Pembeda akhirnya terletak pada jumlah gol yang dicetak.

Indonesia mengoleksi 11 gol sepanjang fase grup, sedangkan Malaysia mencetak sembilan gol.

Karena produktivitas gol tersebut, Indonesia finis di posisi teratas Grup A dan berhak melaju ke final.

Kemenangan 9-2 atas Bangladesh menjadi hasil krusial dalam persaingan tersebut.

Baker Jadi Penentu

Mitchell Baker menjadi pemain yang paling menonjol dalam kemenangan Indonesia atas Bangladesh.

Ia mencetak lima gol dalam pertandingan tersebut.

Baker membuka pesta gol Indonesia pada menit ke-11 dan kembali mencetak gol pada menit ke-20.

Setelah Rizky Ridho menambah gol, Bangladesh sempat memperkecil ketertinggalan.

Namun, Baker kembali mencetak gol hingga akhirnya Indonesia menutup babak pertama dengan keunggulan besar.

Drama kembali terjadi menjelang pertandingan berakhir.

Indonesia sudah unggul jauh, tetapi posisi di klasemen masih menjadi perhatian karena Malaysia juga menang besar atas Singapura.

Baker kemudian mencetak gol pada menit ke-90+8 untuk menutup kemenangan Indonesia menjadi 9-2.

Gol tersebut sekaligus melengkapi catatan lima gol Baker dan memastikan Indonesia memiliki produktivitas yang cukup untuk berada di atas Malaysia.

Malaysia Menang 6-0, tapi Tetap di Posisi Kedua

Pada pertandingan lainnya, Malaysia menghadapi Singapura di Stadion Si Jalak Harupat.

Harimau Malaya menang telak 6-0.

Bergson da Silva mencetak hattrick, termasuk gol ketiganya pada menit ke-90+3.

Namun, kemenangan tersebut tidak mengubah posisi Malaysia menjadi juara Grup A.

Malaysia tetap mengoleksi tujuh poin dan memiliki selisih gol +9, sama seperti Indonesia.

Perbedaannya terdapat pada jumlah gol yang dicetak. Indonesia mengoleksi 11 gol, sedangkan Malaysia sembilan gol.

Hasil tersebut membuat Garuda finis di puncak Grup A.

Thailand Menunggu di Final

Thailand menjadi lawan Indonesia pada partai puncak.

Thailand telah mengamankan tiket final setelah mengoleksi enam poin dari kemenangan atas Pakistan dan Vietnam.

Thailand masih memiliki pertandingan melawan Filipina pada Jumat 2 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat.

Apa pun hasil laga tersebut, pertandingan final Indonesia vs Thailand telah dijadwalkan berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026.

Bagi Indonesia, laga tersebut menjadi kesempatan untuk menutup perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 yang sejauh ini diwarnai persaingan ketat di Grup A.

Jadwal Final FIFA ASEAN Cup 2026

  • Pertandingan: Indonesia vs Thailand

  • Hari/tanggal: Senin, 5 Oktober 2026

  • Kick-off: 20.00 WIB

  • Stadion: Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta

  • Siaran langsung: Indosiar, SCTV, MOJI, Nex

  • Live streaming: Vidio

Indonesia kini tinggal memainkan satu pertandingan untuk menentukan siapa yang menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Duel melawan Thailand di SUGBK akan menjadi penentu gelar setelah Garuda melewati fase grup dengan persaingan ketat hingga pertandingan terakhir.(*)




Drama Grup A! Indonesia dan Malaysia Sama-Sama 7 Poin, Garuda Jadi Juara Grup

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah finis di posisi teratas Grup A.

Drama perebutan puncak klasemen berlangsung hingga pertandingan terakhir. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi 7 poin dan memiliki selisih gol +9.

Namun, produktivitas menjadi pembeda.

Indonesia mencetak 11 gol sepanjang fase grup, sedangkan Malaysia menghasilkan 9 gol.

Faktor tersebut membuat Garuda berhak menempati posisi pertama sekaligus melaju ke final.

Kepastian itu didapat setelah Indonesia menghancurkan Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Pada pertandingan yang berlangsung bersamaan, Malaysia juga meraih kemenangan telak 6-0 atas Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Indonesia Cetak 9 Gol

Indonesia tampil agresif sejak awal ketika menghadapi Bangladesh.

Mitchell Baker membuka keunggulan pada menit ke-11. Sembilan menit kemudian, Baker kembali mencetak gol untuk membawa Indonesia unggul 2-0.

Rizky Ridho kemudian memperlebar jarak pada menit ke-32.

Bangladesh sempat merespons melalui Shahriar Emon pada menit ke-36. Namun, Indonesia kembali menjauh melalui Baker yang mencetak gol ketiganya dalam pertandingan tersebut.

Baker kemudian melengkapi quattrick pada menit ke-42.

Justin Hubner menutup babak pertama dengan gol pada masa tambahan waktu. Indonesia pun memasuki jeda dengan keunggulan 6-1.

Tekanan Indonesia berlanjut setelah turun minum.

Luke Vickery menambah gol pada menit ke-89. Bangladesh sempat mencetak gol kedua melalui Farhaan Ali Wahid pada menit ke-90.

Namun, Indonesia kembali mencetak dua gol pada masa tambahan waktu.

Kevin Diks lebih dahulu menjebol gawang Bangladesh sebelum Baker mencatatkan gol kelimanya untuk menutup pertandingan dengan skor 9-2.

Malaysia Juga Menang Besar

Di Bandung, Malaysia tidak kalah agresif.

Bergson da Silva membuka keunggulan Harimau Malaya melalui eksekusi penalti pada menit ke-8.

Stuart Wilkin kemudian menggandakan keunggulan Malaysia pada menit ke-26.

Singapura gagal membalas hingga babak pertama berakhir dengan skor 2-0.

Memasuki babak kedua, Malaysia semakin menjauh.

Bergson kembali mencetak gol pada menit ke-62 sebelum Paulo Josue membuat skor menjadi 4-0 pada menit ke-76.

Syahir Bashah kemudian menambah keunggulan Malaysia pada menit ke-87.

Bergson melengkapi hattrick pada masa tambahan waktu. Malaysia akhirnya menang 6-0.

Mengapa Indonesia di Atas Malaysia?

Hasil kedua pertandingan tersebut menghasilkan situasi yang sangat ketat di klasemen.

Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki:

  • 3 pertandingan

  • 2 kemenangan

  • 1 hasil imbang

  • 0 kekalahan

  • 7 poin

  • Selisih gol +9

Pembeda terdapat pada jumlah gol yang dicetak.

Indonesia mencetak 11 gol, sementara Malaysia mencetak 9 gol.

Karena itu, Indonesia berada di posisi pertama Grup A dan Malaysia harus puas di peringkat kedua.

Dengan hasil tersebut, pesta sembilan gol Indonesia ke gawang Bangladesh bukan sekadar kemenangan besar.

Produktivitas tersebut menjadi faktor penting yang mengantarkan Garuda ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Klasemen Akhir Grup A

Posisi Tim Main Menang Seri Kalah Gol Kebobolan SG Poin
1 Indonesia 3 2 1 0 11 2 +9 7
2 Malaysia 3 2 1 0 9 0 +9 7
3 Singapura 3 1 0 2 1 8 -7 3
4 Bangladesh 3 0 0 3 2 13 -11 0

Hasil Pertandingan Terakhir Grup A

  • Indonesia 9-2 Bangladesh

  • Malaysia 6-0 Singapura

Indonesia kini bersiap menghadapi pertandingan final setelah menyelesaikan fase grup sebagai pemuncak klasemen.(*)




Bergson Cetak Hattrick, Malaysia Menang 6-0 tapi Gagal Lolos ke Final

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Malaysia menutup perjalanan di fase Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan telak.

Harimau Malaya menghancurkan Singapura 6-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis 1 Oktober 2026 malam WIB.

Namun, pesta enam gol tersebut ternyata belum cukup untuk membawa Malaysia ke final.

Malaysia mengakhiri fase grup dengan koleksi tujuh poin, sama dengan Indonesia. Posisi teratas akhirnya menjadi milik Indonesia karena unggul dalam produktivitas gol.

Hasil ini membuat kemenangan besar Malaysia terasa pahit. Mereka mampu mencetak enam gol ke gawang Singapura, tetapi tetap harus menerima posisi kedua Grup A.

Malaysia Unggul Cepat

Malaysia langsung mendapatkan momentum pada awal pertandingan.

Harimau Malaya memperoleh hadiah penalti pada menit kedelapan.

Bergson da Silva maju sebagai eksekutor dan berhasil menjalankan tugasnya untuk membawa Malaysia unggul 1-0.

Singapura kemudian mencoba merespons. The Lions meningkatkan tekanan dan berusaha membangun serangan melalui Song Ui-young serta Harhys Stewart.

Namun, tekanan tersebut belum menghasilkan gol. Malaysia justru tampil efektif ketika mendapatkan kesempatan.

Pada menit ke-26, Stuart Wilkin berhasil menggandakan keunggulan Malaysia.

Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Bergson Kembali Cetak Gol

Memasuki babak kedua, Singapura masih berusaha mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan.

Namun, Malaysia kembali menunjukkan efektivitas mereka.

Bergson mencetak gol keduanya pada menit ke-63 sekaligus mengubah skor menjadi 3-0.

Pelatih Malaysia kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas permainan.

Paulo Josue dan Harith Haiqal masuk, disusul Hong Wan serta Ubaidullah Shamsul.

Pergantian tersebut membuat Malaysia semakin agresif dalam memburu gol tambahan.

Malaysia Tambah Tiga Gol

Gol keempat Malaysia akhirnya tercipta pada menit ke-76.

Paulo Josue menyelesaikan umpan Arif Aiman untuk membuat skor menjadi 4-0. Bagi Arif Aiman, assist tersebut menjadi kontribusi keduanya dalam pertandingan.

Malaysia belum berhenti.

Syahir Bashah yang baru masuk pada menit ke-79 menggantikan Arif Aiman ikut mencatatkan namanya di papan skor.

Pada menit ke-87, pemain Selangor FC tersebut mencetak gol kelima Malaysia.

Keunggulan 5-0 belum membuat Harimau Malaya mengendur.

Bergson kembali mencetak gol pada menit ke-90+3. Gol tersebut melengkapi hattrick-nya sekaligus memastikan Malaysia menutup pertandingan dengan kemenangan 6-0.

Menang Besar, Tetap Gagal ke Final

Kemenangan enam gol seharusnya menjadi penutup sempurna bagi Malaysia di fase grup. Namun, ada satu persoalan yang membuat pesta tersebut tidak berujung tiket final.

Malaysia dan Indonesia sama-sama mengumpulkan tujuh poin.

Indonesia sebelumnya menang 9-2 atas Bangladesh. Hasil tersebut membuat Garuda memiliki keunggulan dalam jumlah gol yang dicetak dibandingkan Malaysia.

Dengan demikian, Malaysia harus puas berada di posisi kedua Grup A, sedangkan Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Hasil di Si Jalak Harupat pun menjadi gambaran bagaimana kemenangan besar tidak selalu cukup ketika dua tim memiliki jumlah poin yang sama dan produktivitas gol menjadi faktor pembeda.

Susunan Pemain

Malaysia (4-3-3): Syihan Hazmi; Quentin Cheng, Brad Tapp, Dion Cools, Daniel Ting; Manuel Hidalgo, Nooa Laine, Stuart Wilkin; Arif Aiman, Bergson da Silva, Fergus Tierney.

Pelatih: Tan Cheng Hoe.

Singapura (4-2-3-1): Izwan Mahbud; Ryhan Stewart, Safuwan Baharudin, Hariss Harun, Nur Adam; Kyoga Nakamura, Shah Shahiran; Glenn Kweh, Harhys Stewart, Song Ui-young; Ilhan Fandi.

Pelatih: Gavin Lee.(*)




Gila! Indonesia Bantai Bangladesh 9-2, 5 Gol Mitchell Baker Antar Garuda ke Final

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati laga penuh gol melawan Bangladesh.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026 malam WIB, skuad Garuda mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 9-2.

Sorotan terbesar tertuju kepada Mitchell Baker. Penyerang Indonesia tersebut tampil luar biasa dengan mencetak lima gol, termasuk gol penutup pada masa tambahan waktu.

Kemenangan ini sekaligus memastikan Indonesia melaju ke partai final setelah bersaing ketat dengan Malaysia di Grup A.

Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan sejak pertandingan dimulai.

Gol pembuka datang pada menit ke-11. Umpan Ole Romeny berhasil dimanfaatkan Mitchell Baker untuk membawa Indonesia unggul 1-0.

Baker kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-20.

Serangan Indonesia yang terus menekan pertahanan Bangladesh membuat pemain belakang lawan kesulitan keluar dari tekanan.

Keunggulan Indonesia bertambah pada menit ke-32 melalui Rizky Ridho.

Bangladesh sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-36 melalui Mohammed Shahriar Emon.

Namun, gol tersebut tidak mampu menghentikan laju serangan Indonesia.

Baker kembali mencetak gol pada menit ke-37 dan 42 untuk melengkapi quattrick sebelum turun minum.

Justin Hubner kemudian menambah satu gol pada masa tambahan waktu babak pertama.

Indonesia menutup paruh pertama dengan keunggulan 6-1. Empat gol Baker menjadi pembeda utama dalam 45 menit pertama.

Bangladesh Sempat Memberi Tekanan

Memasuki babak kedua, Indonesia tidak lagi bermain dengan intensitas seperti pada paruh pertama.

Bangladesh mencoba memanfaatkan perubahan tempo tersebut untuk memberikan tekanan lebih besar. Beberapa perubahan pemain juga dilakukan kedua tim.

Indonesia kemudian melakukan penyegaran pada lini serang. Egy Maulana Vikri dan Dean James masuk untuk menambah variasi permainan.

Elkan Baggott sempat mendapatkan peluang melalui sundulan pada menit ke-76. Namun, bola masih mampu diamankan kiper Bangladesh.

Ole Romeny sebenarnya sempat mencetak gol pada menit ke-84. Namun, gol tersebut dianulir setelah pemeriksaan VAR karena Romeny berada dalam posisi offside.

Drama Terjadi pada Injury Time

Pertandingan justru semakin menarik memasuki menit-menit akhir.

Luke Vickery mencetak gol pada menit ke-90 untuk membawa Indonesia unggul 7-1.

Bangladesh tidak menyerah. Semenit kemudian, mereka kembali mencetak gol melalui Farhaan Ali Wahid sehingga skor berubah menjadi 7-2.

Indonesia kemudian kembali menekan pada masa tambahan waktu.

Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6.

Belum selesai sampai di situ, Baker kembali muncul. Pada menit ke-90+8, ia mencetak gol kelimanya sekaligus menutup pesta Indonesia dengan skor 9-2.

Dengan demikian, Baker menyelesaikan pertandingan dengan lima gol, sementara gol Indonesia lainnya disumbangkan Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery dan Kevin Diks.

Indonesia Lolos ke Final

Kemenangan besar tersebut mengantarkan Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Indonesia dan Malaysia sama-sama mengumpulkan tujuh poin, tetapi produktivitas gol menjadi pembeda dalam perebutan posisi teratas Grup A.

Kemenangan 9-2 atas Bangladesh membuat Indonesia memiliki keunggulan dalam jumlah gol yang dicetak.

FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri merupakan turnamen perdana yang berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026.

Indonesia menjadi tuan rumah dan memainkan seluruh pertandingan grupnya di Gelora Bung Karno.

Setelah melewati fase grup dengan pesta gol atas Bangladesh, perhatian Garuda kini beralih ke pertandingan final.

Susunan Pemain

Indonesia (3-4-3): Emil Audero; Rizky Ridho, Elkan Baggott, Justin Hubner; Kevin Diks, Joey Pelupessy, Ivar Jenner, Calvin Verdonk; Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Mitchell Baker.

Pelatih: John Herdman.

Bangladesh (4-5-1): Mehedi Hasan; Zidane Yousuf, Tariq Kazi, Zayan Ahmed, Saad Uddin; Jamal Bhuyen, Hamza Choudhury, Shuki Itofusa, Rakib Hossain, Shamit Shome; Mohammed Shahriar.

Pelatih: Thomas Dooley.




Bukan Sekadar Lari, Smartfren Fun Run 5G Palembang Bawa Pesan Ekonomi Digital

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID — Lebih dari 1.000 peserta memadati halaman Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Minggu 27 September 2026 pagi.

Mereka mengikuti SMARTFREN FUN RUN 5G Palembang 2026, kegiatan yang memadukan olahraga, hiburan, UMKM dan pengalaman konektivitas digital.

Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut menghadirkan Fun Run 5K, zumba, hiburan hingga berbagai doorprize dengan nilai puluhan juta rupiah.

Di balik agenda olahraga tersebut, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) juga membawa pesan mengenai penguatan jaringan digital di Sumatera Selatan, khususnya Palembang.

Senior Vice President Marketing Segment-Smartfren XLSMART, Astiyanto Tri Muktiwibowo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi perusahaan untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan pemanfaatan konektivitas dalam aktivitas sehari-hari.

“SMARTFREN FUN RUN 5G Palembang menjadi kesempatan bagi kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menghadirkan pengalaman yang menggabungkan aktivitas olahraga, hiburan, dan konektivitas,” ujar Astiyanto.

Palembang didukung lebih dari 2.500 BTS

XLSMART menyebut penguatan jaringan menjadi bagian dari upaya mengikuti kebutuhan konektivitas masyarakat Palembang yang terus berkembang.

Saat ini, Sumatera Selatan disebut didukung lebih dari 10.000 BTS, sementara Kota Palembang memiliki lebih dari 2.500 BTS, termasuk lebih dari 600 BTS 5G.

Infrastruktur tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari aktivitas bisnis, pendidikan, UMKM, hiburan hingga ekonomi digital.

Senior Vice President Mobile Sales Southern Sumatra XLSMART, Desy Sari Dewi, mengatakan karakter aktivitas masyarakat Palembang yang dinamis membuat kebutuhan terhadap konektivitas terus meningkat.

“Palembang memiliki aktivitas masyarakat yang dinamis dengan kebutuhan konektivitas yang terus berkembang. Karena itu, kami terus memperkuat kualitas dan kapasitas jaringan agar dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat,” katanya.

Peserta juga dikenalkan pengalaman SMARTFREN 5G

Selain berlari, peserta kegiatan juga diperkenalkan dengan layanan SMARTFREN Unlimited 5G.

Layanan tersebut menawarkan akses tanpa batas kecepatan dan tanpa batas kuota selama pelanggan memenuhi ketentuan layanan ketika terhubung ke jaringan 5G XLSMART.

Kecepatan yang ditawarkan dapat mencapai 500 Mbps, dengan catatan performanya tetap bergantung pada kondisi jaringan, perangkat, lokasi, trafik dan faktor teknis lainnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku UMKM lokal. Kehadiran UMKM memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada peserta dan masyarakat yang hadir.

Jaringan 5G XLSMART terus diperluas

Penguatan jaringan di Palembang menjadi bagian dari ekspansi jaringan 5G XLSMART secara nasional.

XLSMART menyebut jaringan perusahaan saat ini didukung lebih dari 265 ribu BTS yang melayani lebih dari 69 juta pelanggan.

Sementara jaringan 5G XLSMART telah tersedia di lebih dari 53 kota dan kabupaten.

Dari sisi kualitas jaringan, XLSMART juga menyebut memperoleh empat penghargaan dalam Ookla Speedtest Awards H1 2026, yakni Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026 dan Best 5G Video Experience in Indonesia 2026.

Penghargaan tersebut disebut menjadi salah satu bentuk pengakuan independen terhadap performa jaringan XLSMART.

Fun Run jadi ruang interaksi masyarakat

Desy mengatakan SMARTFREN FUN RUN 5G Palembang tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat, komunitas dan pelaku UMKM.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang untuk bergerak bersama, menikmati hiburan, mendukung UMKM lokal, dan merasakan berbagai manfaat konektivitas dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Selain Fun Run 5K dan zumba, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan hiburan yang disiapkan panitia.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut didukung sejumlah mitra, antara lain Pristine, ISOPLUS, Zinc, Posh, Paseo, Fitbar, Indomobil, AMH, Wonhae, RX Relaxology, Benings, CV Hanif, Emados dan Fotoyu.

Kegiatan SMARTFREN FUN RUN 5G Palembang menjadi bagian dari aktivitas XLSMART dalam memperkenalkan layanan dan membangun interaksi dengan masyarakat melalui ekosistem XL, AXIS dan SMARTFREN.(*)




Ali Mardiansyah Bawa Pulang Perak Asian Games 2026, Jambi Siapkan Target Lebih Besar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Medali perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akhirnya dibawa pulang atlet dayung asal Jambi, Letda M. Ali Mardiansyah.

Namun, podium kedua yang diraihnya bersama Rafiq Wijdan Yasir tidak datang lewat perjalanan yang mudah.

Ali dan Rafiq merebut perak pada nomor lightweight men’s double sculls setelah menyelesaikan lomba 2.000 meter dengan waktu 6 menit 23,41 detik.

Pasangan Indonesia finis di posisi kedua di belakang Uzbekistan.

Prestasi tersebut menjadi salah satu dari dua medali perak yang disumbangkan cabang rowing Indonesia pada Asian Games 2026.

Setibanya di Bandara Sultan Thaha Jambi, Ali mendapat sambutan dari Wakil Ketua KONI Provinsi Jambi Prof. Dr. Sukendro bersama jajaran pengurus dan staf KONI Jambi.

Ketua Umum PODSI Provinsi Jambi Raden Wawan Setiawan bersama jajaran pengurus cabang olahraga dayung juga hadir menyambut kepulangan atlet tersebut.

Bagi Jambi, keberhasilan Ali menjadi sorotan tersendiri. Sebelumnya, KONI Jambi memang memasukkan Ali sebagai salah satu atlet daerah yang memperkuat kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Di balik medali perak tersebut terdapat tantangan yang cukup berat. Ali mengungkapkan jadwal pertandingan mengalami perubahan akibat kondisi cuaca dan ancaman badai.

Pertandingan yang semula dijadwalkan pada 21 September harus bergeser. Semifinal kemudian berlangsung pada 23 September, sedangkan final digelar 24 September.

Perubahan jadwal tersebut memberikan tantangan tambahan bagi Ali karena ia turun di nomor kelas ringan.

Penimbangan berat badan yang bergeser ke sekitar pukul 14.00 membuat Ali harus menjaga berat badan lebih lama sebelum bertanding.

“Biasanya kalau sesuai jadwal kelas ringan lomba sekitar jam sepuluh pagi. Karena jadwal berubah, kita harus menahan berat badan lebih lama. Timbang berat badan baru sekitar jam dua siang, jadi dari pagi sampai siang kita tahan makan,” ujar Ali.

Bagi atlet kelas ringan, pengendalian berat badan merupakan bagian penting dari persiapan sebelum perlombaan.

Ali menyebut situasi tersebut menjadi ujian kesabaran sebelum akhirnya perjuangan mereka menghasilkan medali.

“Alhamdulillah, kesabaran itu membuahkan hasil. Sesuatu yang kita laksanakan dengan tekun dan ikhlas, alhamdulillah semuanya dibalas Allah SWT,” katanya.

Selain persaingan di arena, pengalaman selama berada di Jepang juga meninggalkan kesan bagi Ali.

Ia mengapresiasi pelayanan yang diterima para kontingen selama Asian Games. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah penggunaan kapal pesiar sebagai tempat penginapan kontingen.

Menariknya, Ali menemukan cukup banyak pekerja asal Indonesia di kapal tersebut, mulai dari awak kapal hingga pekerja restoran.

“Selama di kapal pesiar, kebanyakan awak kapalnya, orang yang memasak dan di restoran banyak orang Indonesia. Jadi kita merasa seperti pulang ke kampung sendiri,” katanya.

Ali menyebut persaingan nomor lightweight men’s double sculls sangat ketat. Para pesaing Indonesia datang dengan pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan internasional.

Tim Indonesia juga menjadikan sejumlah kompetisi internasional sebelumnya sebagai bahan pemantauan terhadap kekuatan lawan.

Menurut Ali, keterbatasan kesempatan melakukan try out ke Eropa tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan kepercayaan diri.

“Kita tidak berkecil hati. Kita jadikan itu motivasi lebih untuk memantau lawan-lawan kita,” ujarnya.

Hasil di Jepang kemudian menjadi pembuktian bahwa atlet Indonesia tetap mampu bersaing di nomor tersebut.

Ali menilai dukungan dan pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan intensitas persiapan atlet untuk menghadapi persaingan internasional.

“Ini suatu kebanggaan bagi kami. Bukan berarti kita tidak bisa bersaing. Mungkin kita masih terbentur anggaran ataupun dukungan,” katanya.

Ali belum ingin menjadikan medali Asian Games sebagai garis akhir.

Setelah kembali dari Jepang, ia akan melanjutkan pemusatan latihan nasional sebagai bagian dari persiapan menuju tahapan kualifikasi Olimpiade Los Angeles.

“Target ke depan, khususnya saya, dipersiapkan untuk mengikuti prakualifikasi Olimpiade di Los Angeles. Setelah ini kami akan kembali TC ke Pelatnas untuk memperkuat tim dayung Indonesia,” ungkap Ali.

Target tersebut membuat medali perak Asian Games bukan hanya menjadi pencapaian tersendiri, tetapi juga bagian dari perjalanan Ali menuju persaingan di level yang lebih tinggi.

Wakil Ketua KONI Provinsi Jambi, Prof. Dr. Sukendro menilai prestasi Ali memberikan gambaran mengenai potensi pembinaan olahraga dayung di daerah.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi salah satu indikator dalam mempersiapkan kekuatan Jambi menghadapi agenda olahraga nasional mendatang.

“Tentunya kita merasa bangga. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu barometer kita untuk persiapan terutama Pra-PON 2027 dan PON 2028,” kata Sukendro.

KONI Jambi juga melihat peluang peningkatan prestasi cabang dayung pada PON mendatang. Setelah sebelumnya meraih dua medali emas, potensi tersebut diharapkan dapat berkembang.

Ketua Umum PODSI Provinsi Jambi Raden Wawan Setiawan mengatakan keberhasilan Ali menjadi bukti bahwa atlet daerah mampu menembus persaingan internasional.

Ia juga menyebut sejumlah atlet dayung Jambi lainnya sebagai bagian dari kekuatan daerah yang terus dibina.

“Hari ini kami sangat bangga bahwa inilah putra-putri dayung dari Jambi yang membela Negara Republik Indonesia. Hari ini diwakili oleh Ali,” ujar Wawan.

Menurutnya, capaian di Asian Games dapat menjadi tambahan motivasi bagi PODSI Jambi untuk mempersiapkan atlet menuju kompetisi nasional berikutnya, khususnya PON.

Prestasi Ali sekaligus memperlihatkan jalur pembinaan atlet Jambi tidak berhenti pada level daerah.

Dari arena PON hingga panggung Asian Games, atlet Jambi kini memiliki jejak kompetitif yang semakin luas.

Setelah membawa pulang perak dari Jepang, tantangan berikutnya sudah menanti: mempertahankan performa, memperkuat persiapan di Pelatnas, dan mengejar tiket menuju Olimpiade Los Angeles.(*)




Menanti Pemimpin Baru IMI Jambi, Panitia Matangkan Persiapan Musprov

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jambi 2026 memasuki fase akhir persiapan.

Selain menjadi forum evaluasi dan keberlanjutan organisasi, agenda ini akan menjadi momentum penting untuk menentukan Ketua Pengprov IMI Jambi pada periode kepengurusan berikutnya.

Panitia pelaksana menggelar rapat persiapan akhir di Sekretariat Pengprov IMI Jambi, Kecamatan Jambi Timur, Sabtu 26 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB.

Rapat dipimpin Ketua Panitia Musprov IMI Jambi 2026, Amir Hamzah, dan dihadiri Ketua Harian Pengprov IMI Jambi Darmawansyah alias Mawan Dragon, Bendahara Pengprov IMI Jambi Fauzan Majid, panitia serta jajaran pengurus Pengprov IMI Jambi.

Pertemuan tersebut difokuskan pada pemantapan berbagai kebutuhan teknis menjelang pelaksanaan Musprov.

Amir mengatakan persiapan secara umum telah berjalan sesuai rencana. Panitia kini menyelesaikan sejumlah kebutuhan teknis agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib.

“Persiapan sudah matang. Tinggal menyelesaikan beberapa hal saja,” ujar Amir Hamzah.

Musprov IMI Jambi 2026 dijadwalkan berlangsung di BW Luxury Hotel Jambi, Sabtu, 3 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WIB.

Agenda tersebut menjadi penting karena salah satu pembahasan utamanya adalah pemilihan Ketua Pengprov IMI Jambi untuk periode kepengurusan berikutnya.

Artinya, forum Musprov tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menentukan kepemimpinan IMI Jambi selanjutnya.

Proses pemilihan nantinya akan mengikuti mekanisme organisasi yang berlaku dan melibatkan unsur-unsur yang memiliki hak dalam Musprov.

Hingga tahap persiapan ini, panitia masih berfokus memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan siap sebelum peserta memasuki agenda utama pada 3 Oktober mendatang.

Musprov juga dijadwalkan dihadiri pengurus IMI Pusat. Kehadiran unsur pusat menjadi bagian dari rangkaian agenda organisasi yang mempertemukan jajaran Pengprov IMI Jambi dengan peserta Musprov.

Panitia bersama pengurus terus melakukan pemantapan teknis, termasuk memastikan kebutuhan kegiatan dan kesiapan pelaksanaan di lokasi.

Amir menegaskan seluruh persiapan diarahkan agar Musprov dapat berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan.

Ketua Pengprov IMI Jambi AM Guntur Muchtar berharap seluruh rangkaian Musprov 2026 dapat berlangsung sukses dan lancar.

Harapan tersebut disampaikan menjelang forum yang akan menjadi salah satu titik penting dalam keberlanjutan organisasi IMI Jambi.

Selain memilih ketua untuk periode berikutnya, Musprov menjadi forum organisasi untuk menjalankan agenda sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Dengan persiapan yang telah memasuki tahap akhir, perhatian kini beralih ke pelaksanaan Musprov pada 3 Oktober 2026.

Forum tersebut nantinya akan menentukan siapa yang mendapat mandat memimpin Pengprov IMI Jambi sekaligus membawa organisasi memasuki periode kepengurusan berikutnya.(*)