Bintang MotoGP Mulai Berdatangan ke Lombok, Mandalika Bersiap Jadi Panggung Dunia

LOMBOK, SEPUCUKJAMBI.ID — Suasana Lombok mulai berubah menjelang MotoGP Indonesia 2026.

Setelah persaingan di Sirkuit Motegi, Jepang, berakhir, rombongan pembalap dan kru MotoGP mulai bergerak menuju Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejumlah nama besar sudah mendarat di Bandara Internasional Lombok pada Senin 5 Oktober 2026.

Mereka datang menggunakan pesawat carter dari Bandara Internasional Narita setelah menyelesaikan MotoGP Jepang.

Jorge Martin, Francesco “Pecco” Bagnaia, Alex Rins, Jack Miller, Enea Bastianini, Marco Bezzecchi, Maverick Viñales, Raul Fernandez, hingga Toprak Razgatlioglu termasuk pembalap yang telah tiba di Lombok.

Kedatangan mereka menjadi penanda bahwa persiapan MotoGP Indonesia 2026 memasuki fase akhir.

Dalam beberapa hari ke depan, arus pembalap, kru, serta perlengkapan balap akan terus mengalir menuju Mandalika.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola mengatakan kedatangan peserta berlangsung secara bertahap dan melibatkan pembalap dari kelas MotoGP, Moto2, serta Moto3.

Sekitar 12 pembalap dijadwalkan tiba dalam tiga kelompok pada hari pertama. Gelombang berikutnya akan menyusul pada Selasa 6 Oktober 2026 dan Rabu 7 Oktober 2026.

Salah satu pembalap yang paling dinanti adalah Marc Márquez. Bintang Ducati Lenovo tersebut dijadwalkan tiba pada Selasa malam setelah lebih dulu transit di Jakarta.

Pedro Acosta dan Brad Binder juga masuk dalam rombongan yang akan menyusul ke Lombok.

Logistik MotoGP mulai masuk Mandalika

Bukan hanya pembalap yang bergerak dari Jepang menuju Indonesia. Logistik MotoGP Indonesia 2026 juga mulai berdatangan melalui Bandara Internasional Lombok.

Peralatan tersebut menjadi bagian penting dari persiapan teknis sebelum seluruh rangkaian balapan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit.

Perpindahan dari Motegi ke Mandalika berlangsung cepat.

Setelah menyelesaikan satu seri di Jepang, tim-tim MotoGP harus segera menyiapkan motor dan perangkat pendukung untuk menghadapi seri berikutnya di Indonesia.

Karena itu, aktivitas di Lombok dalam beberapa hari ke depan tidak hanya menyangkut kedatangan pembalap.

Tim teknis juga mulai memastikan seluruh kebutuhan balap siap digunakan di sirkuit.

Bintang MotoGP disambut budaya Sasak

Kedatangan para pembalap di Lombok juga mendapat sentuhan khas NTB.

Alih-alih sekadar melewati terminal bandara, para bintang MotoGP langsung diperkenalkan dengan budaya lokal.

Gendang Beleq, musik tradisional Genggong, kain tenun ikat khas Lombok, serta pelajar dengan pakaian adat Sasak menjadi bagian dari penyambutan.

Ornamen bertema balap turut memperkuat atmosfer MotoGP di area bandara.

Bagi NTB, momen ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan olahraga kelas dunia dengan identitas lokal.

Para pembalap datang membawa persaingan dari lintasan, sementara Lombok menunjukkan budaya yang menjadi bagian dari wajah Indonesia.

Rider Parade bakal bawa bintang MotoGP ke Mataram

Atmosfer MotoGP tidak berhenti di bandara.

Pada Rabu 7 Oktober 2026, sejumlah pembalap dijadwalkan mengikuti Rider Parade di Kota Mataram.

Agenda tersebut memberi kesempatan bagi masyarakat NTB untuk melihat lebih dekat para bintang yang beberapa hari kemudian akan bertarung di Mandalika.

Sembilan pembalap masuk dalam agenda tersebut, yakni Marc Márquez, Franco Morbidelli, Fabio Di Giannantonio, Marco Bezzecchi, Fermín Aldeguer, Brad Binder, Máximo Quiles, Mario Aji, dan Veda Ega Pratama.

Kehadiran Mario Aji dan Veda Ega Pratama juga memberi warna tersendiri.

Dua pembalap Indonesia itu akan berada dalam satu panggung dengan sejumlah nama besar MotoGP di hadapan publik NTB.

Setelah Rider Parade, perhatian akan kembali berpusat ke Pertamina Mandalika International Circuit.

MotoGP Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9-11 Oktober.

Kedatangan pembalap sejak awal pekan membuat Lombok mulai memasuki atmosfer balap bahkan sebelum mesin motor dinyalakan di lintasan.

Mandalika kini bukan hanya menjadi titik berikutnya dalam kalender MotoGP.

Sirkuit di Lombok itu kembali menjadi tempat bertemunya kompetisi motorsport kelas dunia dengan masyarakat dan budaya lokal.

Dari Motegi ke Mandalika, panggung MotoGP kini berpindah ke Indonesia.

Para pembalap sudah mulai berdatangan, logistik bergerak, dan publik NTB bersiap menyambut salah satu ajang olahraga terbesar yang kembali hadir di Lombok.(*)




Marc Marquez Dibayangi Kutukan Mandalika: 4 Kali Datang, Belum Pernah Finis

LOMBOK, SEPUCUKJAMBI.ID — Pertarungan Marc Marquez menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 memasuki babak yang menarik di Indonesia.

Pembalap Ducati Lenovo itu datang ke Mandalika dengan kepercayaan diri tinggi, tetapi ada satu masalah besar yang belum berhasil ia pecahkan, Marc belum pernah menyelesaikan balapan utama MotoGP Indonesia.

MotoGP Indonesia 2026 akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober.

Marc kembali ke lintasan tersebut ketika persaingannya dengan Jorge Martin semakin panas.

Marc kini mengumpulkan 331 poin dan menempati posisi kedua klasemen.

Kemenangan di Sprint Race dan balapan utama MotoGP Jepang membuatnya memangkas jarak menjadi hanya dua poin dari Martin yang berada di puncak dengan 333 poin.

Secara momentum, Marc datang ke Mandalika dalam kondisi ideal.

Namun, statistik berbicara berbeda.

Dalam empat kunjungan sebelumnya ke Indonesia, Marc belum sekalipun mencatat finis dalam balapan utama.

Rekornya terdiri dari tiga kali gagal finis atau DNF dan satu kali tidak start atau DNS.

Catatan tersebut membuat Mandalika menjadi salah satu trek paling sulit bagi Marc sepanjang kiprahnya di MotoGP.

2022: Bahkan tidak sempat start

Kisah buruk Marc di Mandalika dimulai pada 2022.

Saat itu, Marc masih memperkuat Repsol Honda. Harapan untuk tampil dalam balapan utama langsung pupus setelah ia mengalami kecelakaan highside di Tikungan 7 ketika menjalani sesi pemanasan Minggu pagi.

Marc kemudian menjalani pemeriksaan di rumah sakit dan mendapat diagnosis gegar otak. Tim medis akhirnya menyatakan pembalap Spanyol tersebut tidak fit untuk balapan.

Ia pun mencatat DNS dalam penampilan pertamanya di Mandalika.

2023: Kecelakaan kembali menghentikan Marc

Setahun berselang, Marc akhirnya bisa mengambil start dalam balapan utama.

Akan tetapi, Mandalika kembali tidak bersahabat.

Marc gagal menyelesaikan perlombaan setelah mengalami kecelakaan. Sehari sebelumnya, ia juga terjatuh pada lap pertama Sprint Race.

Alih-alih mengumpulkan poin penting, Marc kembali meninggalkan Indonesia tanpa hasil dari balapan utama.

2024: Podium Sprint, mesin terbakar

Peluang Marc memutus rekor buruk terbuka lebar pada 2024.

Ia memulai Sprint Race dari posisi ke-12, tetapi mampu menunjukkan kecepatan luar biasa dan merebut posisi ketiga.

Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa Marc sebenarnya memiliki kemampuan untuk bersaing di Mandalika.

Sayangnya, cerita kembali berubah pada balapan utama.

Marc sempat berada di posisi ketujuh sebelum masalah teknis menghentikan perjalanannya.

Mesin Ducati yang mengalami kerusakan dan terbakar membuatnya kembali gagal mencapai garis finis.

2025: Tabrakan sebelum satu lap selesai

Mandalika kembali memberikan mimpi buruk pada Marc pada 2025.

Ketika itu, ia datang ke Indonesia dengan status juara dunia yang baru saja dikunci setelah MotoGP Jepang.

Namun, status tersebut tidak membuat balapannya berjalan mulus.

Marc bahkan tidak mampu menyelesaikan satu lap.

Marco Bezzecchi melakukan manuver yang berujung tabrakan dengan bagian belakang motor Marc.

Keduanya terjatuh dan insiden tersebut membawa konsekuensi serius bagi pembalap Ducati itu.

Marc mengalami cedera pada bahu kanan dan harus mengakhiri akhir pekannya lebih cepat. Cedera tersebut bahkan membuatnya absen pada sisa balapan musim 2025.

Mandalika 2026: Saatnya Marc memutus kutukan?

Kini Marc kembali ke Indonesia dengan situasi yang jauh berbeda.

Ia datang bersama Ducati Lenovo, membawa momentum dua kemenangan di Motegi dan hanya terpaut dua poin dari Martin.

Artinya, Mandalika bukan sekadar kesempatan untuk memperbaiki rekor pribadi.

Setiap poin di Indonesia bisa memiliki nilai besar dalam perebutan gelar juara dunia.

Marc membutuhkan hasil maksimal untuk terus memberikan tekanan kepada Martin.

Sebaliknya, Martin punya peluang memperlebar keunggulan jika mampu memanfaatkan kegagalan rivalnya.

Inilah yang membuat MotoGP Indonesia 2026 memiliki cerita besar di balik persaingan di lintasan.

Marc Marquez punya kecepatan, pengalaman, motor kompetitif, dan momentum. Tetapi Mandalika memiliki satu catatan yang belum berhasil ia taklukkan: finis dalam balapan utama.

Setelah empat kunjungan tanpa satu pun finis, MotoGP Mandalika 2026 akan menjadi ujian untuk menjawab satu pertanyaan, mampukah Marc akhirnya menaklukkan trek yang selama ini selalu menggagalkannya sekaligus memangkas atau bahkan membalikkan keunggulan Jorge Martin?.(*)




Duel Juara Dunia Memanas di Mandalika, Ini Jadwal Lengkap MotoGP Indonesia 2026

LOMBOK, SEPCUKJAMBI.ID — Sirkuit Pertamina Mandalika International Circuit kembali menjadi panggung persaingan sengit MotoGP.

MotoGP Indonesia 2026 akan berlangsung selama tiga hari, 9-11 Oktober 2026, dengan rangkaian sesi latihan, kualifikasi, Sprint Race, hingga balapan utama.

Gelaran di Mandalika tahun ini memiliki nilai lebih dari sekadar perebutan kemenangan seri.

Persaingan menuju gelar juara dunia juga tengah memasuki fase krusial.

Jorge Martin datang ke Indonesia sebagai pemimpin klasemen dengan 333 poin.

Marc Marquez membuntuti sangat dekat dengan 331 poin. Artinya, hanya ada selisih dua poin yang memisahkan kedua pembalap tersebut.

Situasi tersebut membuat Sprint Race dan balapan utama di Mandalika berpotensi mengubah peta persaingan juara dunia.

Marc Marquez membawa momentum kuat dari MotoGP Jepang.

Pembalap Ducati tersebut menyapu bersih 37 poin di Motegi setelah memenangkan Sprint Race dan balapan utama.

Hasil itu memangkas jarak Marquez dengan Martin sekaligus membuat pertarungan di Mandalika semakin sulit diprediksi.

Jadwal MotoGP Indonesia 2026 Jumat 9 Oktober

Aktivitas di Mandalika dimulai pada Jumat 9 Oktober 2026.

Para pembalap akan menjalani dua sesi penting untuk mencari setelan motor terbaik sebelum memasuki persaingan perebutan posisi start.

  • Free Practice 1: 10.45 WITA

  • Practice: 15.00 WITA

Sesi Practice memiliki peran penting karena hasilnya turut menentukan pembagian pembalap ke sesi kualifikasi.

Jadwal MotoGP Indonesia 2026 Sabtu 10 Oktober

Persaingan semakin serius pada Sabtu 10 Oktober 2026.

Setelah menjalani Free Practice 2, para pembalap akan langsung menghadapi kualifikasi untuk menentukan posisi start.

  • Free Practice 2: 10.10 WITA

  • Kualifikasi 1: 10.50 WITA

  • Kualifikasi 2: 11.15 WITA

  • Sprint Race: 15.00 WITA

Sprint Race menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan.

Selain menawarkan perebutan poin tambahan, hasil balapan pendek tersebut bisa memberikan dampak langsung terhadap persaingan Martin dan Marquez di klasemen.

Dengan jarak hanya dua poin, setiap posisi finis dapat menjadi sangat berharga.

Jadwal MotoGP Indonesia 2026 Minggu 11 Oktober

Minggu 11 Oktober 2026 menjadi puncak rangkaian MotoGP Indonesia 2026. Pembalap terlebih dahulu menjalani sesi pemanasan sebelum menghadapi balapan utama.

  • Warm-up: 10.40 WITA

  • MotoGP Indonesia: 15.00 WITA

Balapan utama dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WITA di Mandalika.

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 dalam WIB

Ada perbedaan waktu satu jam antara Lombok dan wilayah Indonesia bagian barat.

Karena itu, penonton di Jakarta, Jawa, Sumatra, dan wilayah lain yang menggunakan WIB perlu menyesuaikan jadwal.

Untuk penonton WIB, Sprint Race MotoGP Indonesia 2026 dimulai pukul 14.00 WIB pada Sabtu 10 Oktober 2026.

Sementara itu, balapan utama MotoGP Indonesia 2026 juga dimulai pukul 14.00 WIB pada Minggu 11 Oktober 2026.

Berikut rangkuman jadwalnya:

Hari Agenda WITA WIB
Jumat, 9 Oktober Free Practice 1 10.45 09.45
Jumat, 9 Oktober Practice 15.00 14.00
Sabtu, 10 Oktober Free Practice 2 10.10 09.10
Sabtu, 10 Oktober Kualifikasi 1 10.50 09.50
Sabtu, 10 Oktober Kualifikasi 2 11.15 10.15
Sabtu, 10 Oktober Sprint Race 15.00 14.00
Minggu, 11 Oktober Warm-up 10.40 09.40
Minggu, 11 Oktober MotoGP Indonesia 15.00 14.00

Dengan Martin hanya unggul dua poin atas Marquez, MotoGP Indonesia 2026 berpotensi menjadi salah satu seri paling menentukan dalam perebutan gelar juara dunia.

Semua perhatian pun akan tertuju ke Mandalika: apakah Martin mampu mempertahankan keunggulan, atau Marquez kembali memangkas jarak setelah tampil sempurna di Jepang?.(*)




Efek Juara ASEAN Cup 2026: Ranking FIFA Indonesia Tembus Posisi 117 Dunia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 memberi bonus penting bagi Timnas Indonesia.

Selain membawa pulang trofi, skuad Garuda juga berhasil memperbaiki posisi dalam ranking FIFA terbaru.

Indonesia kini menempati peringkat ke-117 dunia dengan koleksi 1.166,50 poin.

Posisi tersebut naik satu tingkat setelah Indonesia mengumpulkan tambahan 9,45 poin sepanjang kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026.

Kenaikan itu sekaligus membuat Indonesia melewati Sudan. Negara tersebut turun ke posisi ke-118 dengan 1.156,74 poin.

Perjalanan Indonesia menuju tambahan poin tersebut berlangsung dalam empat pertandingan. Garuda langsung memperoleh 4,12 poin setelah menundukkan Singapura pada laga pembuka.

Namun, Indonesia kehilangan sebagian poin ketika hanya bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Hasil tersebut membuat koleksi poin Indonesia berkurang 0,66 poin.

Tim asuhan pelatih kemudian kembali mendulang poin dalam jumlah besar saat menghadapi Bangladesh.

Kemenangan telak 9-2 menghasilkan tambahan 2,66 poin bagi Indonesia.

Momentum terbesar datang pada pertandingan final melawan Thailand. Indonesia memastikan gelar juara setelah memenangkan adu penalti dengan skor 4-2.

Hasil tersebut menyumbang 3,35 poin ke ranking FIFA Garuda.

Jika seluruh perolehan itu dihitung, Indonesia mendapat tambahan bersih yang cukup untuk mengangkat posisinya ke peringkat 117 dunia.

Menariknya, Thailand juga mengalami kenaikan posisi meski gagal merebut gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Kekalahan dari Indonesia di final memang membuat Thailand kehilangan 0,85 poin. Namun, posisi mereka justru bergerak naik karena perubahan peringkat negara-negara lain.

Thailand kini berada di peringkat ke-93 dunia dengan 1.251,42 poin. Mereka berhasil melewati China yang turun ke posisi ke-94 dengan 1.247,42 poin.

Situasi ini membuat final ASEAN Cup 2026 menghadirkan efek berbeda bagi kedua tim.

Indonesia mendapat dorongan langsung dari keberhasilan menjadi juara, sedangkan Thailand tetap menikmati kenaikan posisi meski harus mengakui keunggulan Garuda di partai puncak.

Bagi Indonesia, tambahan poin tersebut menjadi modal penting dalam upaya memperbaiki posisi di ranking FIFA.

Jika mampu menjaga konsistensi kemenangan pada laga-laga internasional berikutnya, Garuda berpeluang terus memangkas jarak dengan tim-tim yang berada di atasnya.(*)




Indonesia Juara, Kutukan Final dan Thailand Akhirnya Takluk di SUGBK

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia akhirnya mematahkan kutukan panjang di partai final.

Thailand, tim yang selama bertahun-tahun kerap menjadi batu sandungan skuad Garuda, akhirnya berhasil ditaklukkan pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Senin 5 Oktober 2026 malam WIB.

Indonesia meraih kemenangan dramatis melalui adu penalti setelah kedua tim bermain 2-2 hingga extra time.

Skuad Garuda kemudian menang 4-2 dalam drama tos-tosan sekaligus memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Kemenangan ini terasa lebih besar dari sekadar tambahan satu trofi.

Indonesia akhirnya mengakhiri rentetan kegagalan di partai puncak sekaligus menghentikan dominasi Thailand dalam pertemuan kedua tim.

Thailand Akhirnya Tumbang

Dalam satu dekade terakhir, Thailand menjadi lawan yang sulit ditaklukkan Indonesia.

Dalam periode tersebut, Thailand mencatat empat kemenangan dan tujuh hasil imbang ketika menghadapi Indonesia.

Skuad Garuda tidak mampu meraih kemenangan atas Thailand dalam rentang panjang tersebut.

Kemenangan terakhir Indonesia sebelum final FIFA ASEAN Cup 2026 terjadi pada leg pertama final Piala AFF 2016.

Ketika itu, Indonesia menang 1-0 atas Thailand di Stadion Pakansari.

Setelah itu, penantian panjang dimulai.

Baru pada malam di SUGBK, Indonesia kembali merasakan kemenangan atas Thailand. Bedanya, kali ini kemenangan tersebut langsung mengantarkan Garuda menjadi juara.

Thailand Berkali-kali Menghalangi Indonesia di Final

Thailand bukan nama asing dalam cerita kegagalan Indonesia di partai puncak turnamen Asia Tenggara.

Dari enam final Piala AFF yang pernah dimainkan Indonesia, empat di antaranya mempertemukan Garuda dengan Thailand.

Kedua tim bertemu pada final edisi 2000, 2002, 2016, dan 2020.

Dua pertemuan pertama berakhir pahit bagi Indonesia. Thailand menjadi juara pada final 2000 dan 2002.

Pada 2016, Indonesia memang berhasil memenangkan leg pertama final, tetapi Thailand akhirnya keluar sebagai juara setelah menang pada leg kedua.

Rentetan tersebut membuat Thailand seolah menjadi tembok yang sulit dilewati Indonesia setiap kali bertemu di panggung final.

Kini, cerita itu berubah.

Indonesia Bangkit Setelah Sempat Tertinggal

Final FIFA ASEAN Cup 2026 kembali memperlihatkan betapa sulitnya pertandingan Indonesia melawan Thailand.

Indonesia sempat membuka keunggulan melalui Dean James.

Namun, Thailand merespons lewat Iklas Sanron dan Peeradon Chamratsamee. Indonesia bahkan sempat tertinggal 1-2 pada extra time.

Saat situasi semakin sulit, Elkan Baggott muncul sebagai penyelamat.

Baggott mencetak gol penyama kedudukan dan mengubah skor menjadi 2-2 pada extra time.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Di sinilah mental Indonesia kembali diuji.

Penalti Mengubah Cerita

Empat eksekutor Indonesia mampu menjalankan tugas mereka dengan sempurna.

Sebaliknya, Thailand kehilangan momentum setelah Sarach Yooyen gagal menaklukkan kiper Indonesia. Tendangannya membentur tiang gawang.

Kesempatan berikutnya juga gagal dimanfaatkan Thailand.

Nattapong Sayriya tidak mampu mencetak gol setelah kiper Indonesia berhasil membaca arah tendangannya.

Indonesia akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti.

SUGBK pun menjadi saksi lahirnya sejarah baru.

Bukan hanya karena Indonesia berhasil mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi karena skuad Garuda melakukannya dengan menumbangkan Thailand dalam pertandingan yang penuh tekanan.

SUGBK Juga Lepas dari Penantian

Ada satu catatan lain yang membuat kemenangan ini terasa istimewa.

SUGBK memiliki sejarah panjang dengan perjalanan Timnas Indonesia di berbagai turnamen.

Indonesia beberapa kali harus menelan kegagalan ketika bermain sebagai tuan rumah dan mengejar gelar.

Terakhir kali Indonesia menjadi juara di stadion ini terjadi ketika Garuda mengalahkan Malaysia pada final SEA Games 1987.

Setelah itu, penantian panjang kembali terjadi.

Pada SEA Games 1997, Indonesia kalah dari Thailand melalui adu penalti.

Lima tahun kemudian, Thailand kembali menjadi penghalang Indonesia pada final Piala Tiger 2002. Indonesia lagi-lagi gagal setelah pertandingan berakhir melalui drama adu penalti.

Pada final Piala AFF 2010, Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dengan agregat 2-4.

Setahun kemudian, giliran Malaysia yang kembali menghentikan Indonesia pada final SEA Games 2011 melalui adu penalti.

Rentetan kegagalan tersebut membuat gelar FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki makna tersendiri.

Era Baru Garuda Bersama John Herdman?

Kemenangan atas Thailand juga menjadi tonggak penting bagi Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman.

Skuad Garuda bukan hanya berhasil memenangkan final yang berlangsung dramatis, tetapi juga mematahkan sejumlah catatan buruk yang selama bertahun-tahun membayangi perjalanan Indonesia.

Kutukan final akhirnya pecah.

Thailand yang selama ini menjadi salah satu lawan paling sulit akhirnya tumbang.

Dan yang paling penting, Indonesia tidak lagi hanya datang ke partai puncak untuk menjadi finalis.

Kali ini, Garuda datang untuk mengangkat trofi.(*)




Indonesia Juara ASEAN Cup, Hadiahnya Bikin Melongo: Rp11,6 Miliar

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia tak hanya membawa pulang trofi setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.

Skuad Garuda juga berhak atas hadiah utama senilai 650 ribu dolar AS atau sekitar Rp11,6 miliar.

Indonesia memastikan gelar juara setelah menundukkan Thailand dalam final di Stadion Gelora Bung Karno, Senin 5 Oktober 2026.

Pertandingan berlangsung sengit hingga extra time. Kedua tim bermain imbang 2-2 sebelum Indonesia memastikan kemenangan melalui adu penalti dengan skor 4-2.

Kemenangan tersebut membuat Indonesia mengamankan trofi sekaligus hadiah utama yang disediakan bagi juara turnamen.

Indonesia Sempat Tertinggal Sebelum Juara

Perjalanan Indonesia menuju gelar juara berlangsung dramatis.

Skuad Garuda lebih dahulu membuka keunggulan melalui Dean James. Thailand kemudian merespons dan membalikkan keadaan lewat Iklas Sanron serta Peeradon Chamratsamee.

Indonesia tidak menyerah.

Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-114. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga extra time berakhir.

Pertandingan akhirnya masuk ke babak adu penalti.

Empat eksekutor Indonesia menjalankan tugas dengan sempurna. Sementara itu, Emil Audero menjadi penentu setelah menggagalkan sepakan Nattapong Sayriya.

Indonesia pun menang 4-2 dan berhak mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Hadiah Juara Capai Rp11,6 Miliar

Selain trofi, keberhasilan tersebut memberikan keuntungan finansial bagi Indonesia.

Hadiah utama yang diterima sang juara mencapai 650 ribu dolar AS. Dengan kurs yang digunakan dalam perhitungan tersebut, nilainya sekitar Rp11,6 miliar.

Namun, jumlah tersebut ternyata lebih rendah dibandingkan rencana awal.

Penyelenggara sebelumnya merencanakan hadiah sebesar 1 juta dolar AS, atau sekitar Rp17,9 miliar, untuk tim yang keluar sebagai juara.

Nilai hadiah kemudian mengalami revisi karena pertimbangan komersial yang berkaitan dengan publisitas hak siar.

Meski turun dari rencana awal, hadiah Rp11,6 miliar tetap menjadi nilai tambahan yang signifikan setelah Indonesia menyelesaikan turnamen sebagai juara.

Kalau Dibagi Rata, Berapa Bagian Pemain?

Besarnya hadiah tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan pembagiannya kepada pemain dan tim pelatih.

Jika seluruh hadiah sekitar Rp11,6 miliar dibagikan secara rata kepada 33 orang yang terdiri dari 23 pemain dan 10 pelatih serta asisten, hitungan sederhananya berada di kisaran Rp350 juta per orang.

Namun, angka tersebut hanya simulasi.

Belum ada kepastian bahwa PSSI akan membagi hadiah dengan mekanisme tersebut. PSSI, tim pelatih, dan para pemain dapat menentukan skema pembagian berdasarkan kesepakatan internal.

Pembagian juga bisa mempertimbangkan faktor lain, termasuk kontribusi dan menit bermain selama turnamen.

Jika menggunakan skema berdasarkan kontribusi, nominal yang diterima setiap pemain tentu bisa berbeda.

Karena itu, Rp350 juta per orang belum bisa disebut sebagai bonus resmi pemain Timnas Indonesia.

Trofi dan Bonus Jadi Penutup Manis

Keberhasilan Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pencapaian penting setelah melewati final panjang melawan Thailand.

Skuad Garuda tidak hanya mengamankan gelar juara, tetapi juga membawa pulang hadiah utama 650 ribu dolar AS.

Kini, perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana PSSI mengelola dan membagikan hadiah tersebut kepada tim yang membawa Indonesia menjadi juara.

Yang sudah pasti, angka Rp11,6 miliar merupakan hadiah utama turnamen. Sementara berapa besar bagian yang diterima masing-masing pemain dan pelatih masih menunggu keputusan resmi.(*)




Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026! Emil Audero Gagalkan Penalti Thailand

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia akhirnya mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final penuh drama melawan Thailand di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senin 5 Oktober 2026.

Skuad Garuda memastikan gelar juara setelah menang 4-2 dalam adu penalti. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 2-2 hingga waktu normal dan extra time berakhir.

Kiper Emil Audero menjadi salah satu aktor utama kemenangan Indonesia.

Ia menggagalkan eksekusi Nattapong Sayriya pada babak adu penalti yang sekaligus memastikan Thailand tidak mampu mengejar ketertinggalan.

Indonesia Sempat Unggul, Thailand Berbalik Memimpin

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal hingga kedua tim memasuki babak tambahan.

Indonesia lebih dahulu membuka keunggulan melalui Dean James. Gol tersebut membuat skuad Garuda berada di atas angin.

Namun, Thailand tidak tinggal diam.

Iklas Sanron mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-86. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal selesai dan pertandingan berlanjut ke extra time.

Thailand kemudian membuat situasi semakin sulit bagi Indonesia.

Peeradon Chamratsamee mencetak gol pada menit ke-110 dan membawa Thailand berbalik unggul 2-1.

Indonesia berada dalam tekanan. Namun, skuad Garuda tidak menyerah.

Elkan Baggott Selamatkan Indonesia

Empat menit setelah Thailand mencetak gol kedua, Elkan Baggott muncul sebagai penyelamat.

Bek Indonesia tersebut mencetak gol pada menit ke-114 untuk mengubah skor menjadi 2-2.

Gol Baggott menghidupkan kembali peluang Indonesia untuk merebut gelar tanpa harus kalah dalam 120 menit pertandingan.

Namun, hingga extra time berakhir, tidak ada gol tambahan.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Penalti Jadi Penentu

Drama adu penalti langsung berlangsung ketat.

Kevin Diks menjadi eksekutor pertama Indonesia dan berhasil menjalankan tugasnya. Manuel Bihr kemudian membawa Thailand menyamakan kedudukan dari titik putih.

Indonesia terus menunjukkan ketenangan.

Dean James sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor berikutnya. Thailand juga masih mampu mencetak gol sehingga persaingan tetap berlangsung sengit.

Situasi berubah ketika kapten Thailand, Sarach Yooyen, maju sebagai penendang ketiga.

Eksekusinya gagal setelah bola membentur tiang gawang.

Indonesia langsung memanfaatkan momentum tersebut. Elkan Baggott maju sebagai eksekutor ketiga dan berhasil mencetak gol.

Tekanan kemudian semakin besar di kubu Thailand.

Shayne Pattynama menjalankan tugas sebagai eksekutor berikutnya dan kembali mencetak gol untuk Indonesia.

Emil Audero Kunci Gelar Indonesia

Thailand masih memiliki kesempatan memperpanjang drama adu penalti.

Nattapong Sayriya maju sebagai penendang berikutnya. Jika berhasil, Thailand masih memiliki peluang menjaga asa.

Namun, Emil Audero membaca arah tendangan dengan tepat.

Kiper Indonesia tersebut berhasil menepis sepakan Nattapong Sayriya.

Penyelamatan itu langsung mengakhiri pertandingan.

Indonesia menang 4-2 melalui adu penalti dan resmi menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Emil Audero pun menjadi sosok penting di momen penentuan setelah menghentikan penalti Thailand.

Kemenangan ini terasa semakin dramatis karena Indonesia sempat kehilangan keunggulan, tertinggal 1-2 pada extra time, sebelum Elkan Baggott menyamakan skor dan membawa pertandingan menuju adu penalti.

Di titik penentuan, ketenangan para eksekutor Indonesia serta penyelamatan Emil Audero akhirnya mengantarkan skuad Garuda mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di hadapan pendukungnya sendiri di GBK.(*)




Gila! Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Setelah Drama 2-2 Lawan Thailand

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final dramatis kontra Thailand di Stadion Gelora Bung Karno, Senin 5 Oktober 2026.

Indonesia harus menunggu hingga babak adu penalti untuk memastikan gelar. Setelah bermain 2-2 selama waktu normal dan extra time, skuad Garuda akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti.

Kiper Emil Audero tampil penting dalam drama tersebut setelah menggagalkan salah satu eksekusi penalti Thailand.

Kemenangan ini menjadi klimaks pertandingan yang berlangsung sengit selama 120 menit.

Indonesia Tekan Thailand Sejak Awal

Indonesia langsung mengambil kendali permainan sejak menit pertama.

Peluang pertama datang pada menit ke-3 melalui Luke Vickery. Sepakan mendatarnya mengarah ke gawang, tetapi Saranon Anuin masih mampu mengamankan bola.

Lima menit kemudian, Mitchell Baker kembali mengancam. Mendapat umpan dari Thom Haye, Baker melepaskan tendangan keras yang kembali ditepis Saranon.

Thailand kesulitan mengembangkan permainan karena Indonesia terus memberikan tekanan. Meski begitu, Thailand sempat menciptakan peluang melalui Teerasak Poeiphimai dan Chanathip Songkrasin.

Pertahanan Indonesia mampu meredam ancaman tersebut.

Hingga turun minum, kedua tim belum menemukan gol. Skor tetap 0-0.

Indonesia Pecah Kebuntuan

Memasuki babak kedua, pertandingan semakin terbuka.

Indonesia terus mencari celah melalui serangan dari kedua sisi. Mitchell Baker kembali mendapatkan peluang emas pada menit ke-69 setelah menerima umpan jauh Ivar Jenner.

Namun, penyelesaian Baker masih melebar.

Gol yang ditunggu akhirnya datang setelah Thailand kehilangan satu pemain.

Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua setelah menjatuhkan Ole Romeny. Thailand harus bermain dengan 10 pemain.

Dari tendangan bebas, Dean James melepaskan bola yang kemudian membentur Iklas Sanron sebelum masuk ke gawang.

Indonesia unggul 1-0.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama.

Thailand menyamakan skor pada menit ke-87. Iklas Sanron menyambar umpan Seksan Ratree dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Skor tersebut bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan harus memasuki extra time.

Thailand Sempat Unggul, Baggott Menyelamatkan Indonesia

Indonesia meningkatkan tekanan pada babak tambahan.

John Herdman memasukkan Shayne Pattynama dan Egy Maulana Vikri untuk menambah variasi serangan.

Ole Romeny kemudian meninggalkan lapangan karena cedera dan digantikan Rayhan Hannan.

Namun, Thailand justru kembali mengejutkan Indonesia.

Pada menit ke-111, Peeradol Chamrasamee menyelesaikan serangan yang dibangun Thailand dan membawa timnya unggul 2-1.

Indonesia langsung merespons.

Lima menit berselang, Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan. Skor kembali menjadi 2-2.

Indonesia mendapatkan beberapa peluang pada sisa extra time, tetapi tidak mampu mencetak gol ketiga.

Pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti.

Emil Audero Jadi Penentu

Kevin Diks menjadi eksekutor pertama Indonesia dan menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Penendang pertama Thailand, Manuel Bihr, juga sukses.

Drama kemudian memihak Indonesia ketika Sarach Yooyen gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya membentur tiang gawang.

Indonesia memanfaatkan momentum tersebut.

Shayne Pattynama sukses mengeksekusi penalti dan membawa Indonesia unggul dalam drama adu penalti.

Thailand kemudian mendapat kesempatan melalui Nattapong Sayriya. Namun, Emil Audero membaca arah bola dan menggagalkan eksekusi tersebut.

Indonesia akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti.

Stadion Gelora Bung Karno pun menjadi saksi ketika Timnas Indonesia memastikan diri sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final penuh drama selama 120 menit.

Susunan Pemain

Indonesia (4-3-3): Emil Audero; Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Calvin Verdonk; Joey Pelupessy, Thom Haye; Luke Vickery, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen; Mitchell Baker.

Pelatih: John Herdman.

Thailand (4-3-1-2): Saranon Anuin; Suphanan Bureerat, Manuel Bihr, Nattapong Sayriya, Nicholas Mickelson; Kritsada Kaman, Sarach Yooyen, Kakana Khamyok; Chanathip Songkrasin; Supachai Chaided, Teerasak Poeiphimai.

Pelatih: Anthony Hudson.(*)




Taklukkan SMA Tri Sukses 1-0, SMAN 18 Palembang Melaju ke Final Nasional AXIS Nation Cup

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID — Perjalanan panjang kompetisi futsal pelajar AXIS Nation Cup (ANC) 2026 di wilayah Southern Sumatra akhirnya mengerucut pada dua nama.

SMAN 18 Palembang memastikan gelar juara futsal putra, sementara SMAN 1 Kepahiang Bengkulu menjadi wakil kategori putri.

Keduanya berhak membawa nama Southern Sumatra ke panggung Final Nasional AXIS Nation Cup 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada 31 Oktober 2026.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Southern Sumatra berlangsung di GOR Dempo Jakabaring, Palembang, Rabu (30/9/2026).

Pada partai puncak futsal putra, SMAN 18 Palembang mengalahkan SMA Tri Sukses Lampung dengan skor tipis 1-0.

Hasil tersebut mengantarkan SMAN 18 Palembang sebagai juara regional sekaligus mengamankan tiket menuju kompetisi nasional.

Sementara pada kategori futsal putri, SMAN 1 Kepahiang Bengkulu tampil sebagai juara regional dan akan menjadi wakil Southern Sumatra di tingkat nasional.

Perjalanan Dimulai dari Enam Kota

Tiket ke final nasional tidak datang secara instan. Para peserta terlebih dahulu melewati rangkaian Preliminary AXIS Nation Cup yang berlangsung di enam wilayah, yakni Bengkulu, Bangka Belitung, Padang, Palembang, Lampung, dan Jambi.

Dari Preliminary Bengkulu, SMAN 10 Kota Bengkulu keluar sebagai juara futsal putra.

Kemudian SMAN 3 Pangkal Pinang menjadi juara Preliminary Bangka Belitung, sedangkan SMAN 1 Payakumbuh memenangi Preliminary Padang.

Palembang menghasilkan SMAN 18 Palembang sebagai juara futsal putra. Untuk kategori putri, SMAN 1 Kepahiang Bengkulu menjadi juara.

Sementara SMA Tri Sukses menjadi juara Preliminary Lampung dan SMAN 5 Kota Jambi keluar sebagai juara Preliminary Jambi.

Para juara dari masing-masing wilayah kemudian bertemu pada Final Regional Southern Sumatra untuk memperebutkan tiket ke tingkat nasional.

SMAN 18 Palembang Menang Tipis 1-0

Pertandingan final futsal putra mempertemukan SMAN 18 Palembang dengan SMA Tri Sukses Lampung.

Pertandingan berlangsung ketat hingga akhirnya SMAN 18 Palembang berhasil mencetak satu gol yang menjadi pembeda.

Skor 1-0 bertahan hingga laga berakhir.

Dengan hasil tersebut, SMAN 18 Palembang menjadi juara Final Regional Southern Sumatra dan berhak tampil di Istora Senayan bersama para juara regional lainnya.

Sementara SMA Tri Sukses Lampung harus puas berada di posisi kedua.

Untuk kategori putri, SMAN 1 Kepahiang Bengkulu menjadi juara regional dan mendapat tiket menuju Final Nasional AXIS Nation Cup 2026.

Dua Wakil Southern Sumatra Menuju Jakarta

Senior Vice President Mobile Sales Southern Sumatra XLSMART, Desy Sari Dewi, mengatakan Final Regional menjadi ruang bagi para juara dari berbagai kota untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa nama daerah ke tingkat nasional.

“AXIS Nation Cup menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan kemampuan melalui kompetisi,” ujar Desy.

Ia juga menyebut dukungan konektivitas menjadi bagian dari penyelenggaraan kompetisi untuk menunjang aktivitas peserta, pendukung, dan masyarakat selama acara.

Final Nasional AXIS Nation Cup 2026 akan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Istora Senayan, Jakarta.

SMAN 18 Palembang akan tampil sebagai wakil Southern Sumatra pada kategori futsal putra. Sementara SMAN 1 Kepahiang Bengkulu membawa nama wilayah tersebut pada kategori futsal putri.

Bukan Hanya Pertandingan Futsal

AXIS Nation Cup 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan futsal pelajar.

Di Final Regional Southern Sumatra, penyelenggara juga menghadirkan berbagai aktivitas seperti Supporter Competition, Dance Competition, booth activation, permainan interaktif, dan kegiatan komunitas.

Konsep tersebut membuat kompetisi tidak hanya berfokus pada pertandingan di dalam lapangan, tetapi juga memberi ruang bagi kreativitas dan interaksi para pelajar.

Secara nasional, AXIS Nation Cup 2026 mengusung tema “Laga Para Juara” dan digelar di 40 kota.

Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan melalui olahraga sekaligus membangun pengalaman kompetisi dan jejaring antarsekolah.

Konektivitas 5G Dukung Final Regional

Final Regional Southern Sumatra berlangsung di Palembang yang telah mendapatkan dukungan jaringan 5G XLSMART.

XLSMART menyebut pelanggan dapat memanfaatkan layanan AXIS 5G AF atau Absolute Fast untuk berbagai aktivitas digital selama kompetisi, termasuk mengakses media sosial, mengunggah konten pertandingan, dan berbagi momen bersama komunitas.

Untuk wilayah Sumatera Selatan, XLSMART mengoperasikan lebih dari 10.000 BTS, sementara Kota Palembang didukung lebih dari 2.500 BTS, termasuk lebih dari 600 BTS 5G.

Secara nasional, jaringan XLSMART didukung lebih dari 265 ribu BTS dengan jumlah pelanggan lebih dari 69 juta.

Kualitas jaringan XLSMART juga memperoleh pengakuan melalui Ookla Speedtest Awards H1 2026.

Melalui brand XL, perusahaan meraih empat penghargaan, yakni Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026, dan Best 5G Video Experience in Indonesia 2026.

Kini, panggung berikutnya menanti.

SMAN 18 Palembang dan SMAN 1 Kepahiang Bengkulu akan membawa nama Southern Sumatra ke Istora Senayan pada 31 Oktober 2026 untuk menghadapi para juara regional lainnya dalam Final Nasional AXIS Nation Cup 2026.(*)




Tak Ada Dendam! Vicky Prasetyo dan Dede Sunandar Malah Canda Bareng Usai Duel Panas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemandangan berbeda terlihat dari Vicky “The Gladiator” Prasetyo dan Dede Sunandar sehari setelah keduanya terlibat duel panas di atas ring Kapolda Fighter.

Jika malam sebelumnya keduanya saling berhadapan dan terlibat jual beli pukulan, suasana justru berubah santai pada Minggu 4 Oktober 2026 pagi.

Vicky, Dede Sunandar, dan Bedu terlihat duduk bersama menikmati sarapan di salah satu kafe di Kota Jambi.

Ketiganya tampak akrab, saling bercanda, dan menikmati suasana tanpa memperlihatkan ketegangan setelah pertandingan.

Momen tersebut menjadi kontras dengan duel yang mereka jalani beberapa jam sebelumnya.

Sempat Jatuh di Atas Ring

Duel Vicky Prasetyo dan Dede Sunandar menjadi salah satu pertandingan yang menyita perhatian dalam Kapolda Fighter.

Pertandingan berlangsung sengit dengan jual beli pukulan. Dalam duel tersebut, Dede sempat terjatuh setelah terkena pukulan Vicky.

Tim medis langsung bergerak setelah Dede terjatuh. Pertandingan pun dihentikan sementara untuk memastikan kondisi sang artis.

Dede kemudian dibawa ke bawah ring untuk mendapatkan pemeriksaan. Setelah itu, ia sempat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Kondisinya kemudian membaik dan tidak ditemukan masalah serius.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang ikut memastikan kondisi Dede sekaligus memantau jalannya pertandingan.

“Kita memastikan pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai dengan aturan dan profesional, kondisi Dede Sunandar saat ini sudah membaik,” jelas Ananto.

Vicky: Kalau di Ring Ya Serius

Vicky Prasetyo sebelumnya menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud memberikan pukulan terlalu keras kepada Dede.

Namun, situasi pertandingan membuat keduanya harus tampil serius selama berada di atas ring.

“Jadi kita kalau tarung di atas ring ya serius,” ujar Vicky.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tensi pertandingan tidak serta-merta terbawa setelah pertandingan berakhir.

Buktinya, keesokan paginya Vicky dan Dede justru kembali terlihat bersama dalam suasana santai.

Dede: Kalau Dipukul Ya Sakit

Dede Sunandar juga tidak mempermasalahkan insiden yang terjadi saat pertandingan.

Dengan gaya khasnya, Dede bahkan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan candaan.

“Ya kalau dipukul ya sakit,” timpal Dede sembari tertawa.

Sikap keduanya memperlihatkan perbedaan suasana antara pertandingan dan kehidupan di luar ring. Di atas ring, mereka menjalankan peran sebagai petarung yang harus bertanding serius.

Namun setelah pertandingan selesai, hubungan keduanya kembali cair.

Momen sarapan bersama Vicky, Bedu, dan Dede pun menjadi cerita lain dari Kapolda Fighter di Jambi: panas saat bertanding, tetapi tetap akrab setelah turun dari ring.(*)