Drama Adu Penalti! Swiss Singkirkan Kolombia dan Bertemu Argentina di 8 Besar Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Swiss menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti.

Pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Selasa 7 Juli 2026 malam waktu setempat atau Rabu WIB itu berakhir tanpa gol selama 120 menit sebelum Swiss menang 4-3 dalam adu tos-tosan.

Kemenangan tersebut memastikan Swiss melaju ke delapan besar dan akan menghadapi juara bertahan Argentina dalam salah satu laga paling dinantikan di babak perempat final.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil hati-hati. Swiss maupun Kolombia sama-sama enggan mengambil risiko sehingga permainan lebih banyak berlangsung di lini tengah.

Peluang bersih baru muncul memasuki menit ke-21 ketika Gustavo Puerta melepaskan tembakan keras dari sisi kiri.

Namun, kiper Swiss Gregor Kobel tampil sigap untuk menggagalkan peluang tersebut.

Swiss membalas ancaman pada menit ke-30 melalui Fabian Rieder.

Sayangnya, sepakan gelandang muda itu masih mampu diamankan penjaga gawang Kolombia, Camilo Vargas.

Hingga turun minum, tidak banyak peluang berbahaya tercipta. Kedua tim gagal menemukan celah di lini pertahanan lawan sehingga babak pertama ditutup dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, pelatih Murat Yakin mencoba mengubah ritme permainan dengan memasukkan Djibril Sow menggantikan Ardon Jashari.

Pergantian tersebut membuat Swiss lebih agresif pada awal babak kedua. Mereka sempat menciptakan beberapa peluang, tetapi belum cukup merepotkan pertahanan Kolombia.

Di sisi lain, Kolombia mengandalkan serangan balik cepat.

Luis Diaz memperoleh kesempatan emas pada menit ke-60, namun penyelesaiannya masih mampu diamankan Kobel yang kembali tampil solid di bawah mistar.

Memasuki 30 menit terakhir, intensitas pertandingan kembali menurun.

Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain demi memecah kebuntuan, tetapi tidak ada perubahan signifikan.

Skor tanpa gol bertahan hingga waktu normal usai.

Babak tambahan waktu juga berlangsung ketat. Kolombia hampir memecahkan kebuntuan ketika sundulan Jhon Lucumi menghantam mistar gawang Swiss.

Peluang tersebut menjadi kesempatan terbaik sepanjang pertandingan.

Swiss juga berusaha mencari gol kemenangan, tetapi kelelahan membuat penyelesaian akhir kedua tim jauh dari maksimal.

Setelah 120 menit tanpa gol, pertandingan akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Drama terjadi pada babak tos-tosan. Penendang kedua Kolombia, Davinson Sanchez, gagal setelah bola menghantam mistar.

Swiss sebenarnya sempat kehilangan peluang saat Manuel Akanji juga gagal menjalankan tugasnya.

Namun, Gregor Kobel kembali menjadi pembeda. Kiper Borussia Dortmund itu berhasil menggagalkan eksekusi Cucho Hernandez dan membuka jalan bagi Swiss untuk mengamankan kemenangan.

Ruben Vargas yang maju sebagai penendang terakhir sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Swiss pun memastikan kemenangan 4-3 sekaligus mengunci tiket terakhir menuju perempat final Piala Dunia 2026.

Hasil tersebut membuat Swiss akan menghadapi Argentina pada babak delapan besar dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling sengit di fase gugur turnamen.

Susunan Pemain

Swiss (4-3-3): Gregor Kobel; Ricardo Rodriguez, Manuel Akanji, Nico Elvedi, Denis Zakaria; Remo Freuler, Granit Xhaka, Ardon Jashari; Fabian Rieder, Breel Embolo, Dan Ndoye.

Pelatih: Murat Yakin.

Kolombia (4-3-3): Camilo Vargas; Johan Mojica, Jhon Lucumi, Davinson Sanchez, Daniel Munoz; Jhon Arias, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta; Luis Diaz, Luis Suarez, James Rodriguez.

Pelatih: Nestor Lorenzo.(*)




Argentina Bangkit dari Maut! Messi Pimpin Comeback Gila, Mesir Tersingkir Dramatis 3-2

SEPUCUKJAMBI.ID – Argentina memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menciptakan salah satu comeback paling dramatis sepanjang turnamen.

Tertinggal dua gol dari Mesir, La Albiceleste membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 dalam laga babak 16 besar di Atlanta Stadium, Selasa 7 Juli 2026 malam WIB.

Lionel Messi kembali menjadi tokoh utama di balik kebangkitan sang juara bertahan.

Mesir membuka pertandingan dengan penuh percaya diri.

Tim asuhan Hossam Hassan langsung memberikan tekanan dan berhasil memimpin lebih dulu pada menit ke-15 melalui sundulan Yasser Ibrahim yang memanfaatkan situasi bola mati.

Gol tersebut membuat Argentina berada dalam tekanan sejak awal pertandingan.

Meski tertinggal, Argentina sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk menyamakan kedudukan.

Kesempatan terbaik hadir lewat titik putih setelah Nicolas Tagliafico dijatuhkan di area terlarang.

Namun, eksekusi penalti Lionel Messi berhasil dimentahkan penjaga gawang Mesir, Mostafa Shobeir, yang tampil luar biasa sepanjang babak pertama.

Shobeir berkali-kali menjadi penyelamat timnya.

Ia sukses menggagalkan sundulan Alexis Mac Allister dan juga menepis peluang berbahaya dari Julian Alvarez.

Berkat penampilan gemilang sang kiper, Mesir menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Mesir sempat mencetak gol melalui Mostafa Zico.

Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam proses gol.

Tekanan Mesir akhirnya benar-benar membuahkan hasil pada menit ke-67.

Mostafa Zico kembali menjebol gawang Emiliano Martinez dan kali ini gol disahkan.

Keunggulan 2-0 membuat Mesir semakin dekat dengan tiket menuju perempat final sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Dalam situasi tertekan, Argentina menunjukkan mental juara.

Lionel Scaloni melakukan perubahan strategi yang membuat intensitas serangan La Albiceleste meningkat drastis.

Gol kebangkitan akhirnya lahir pada menit ke-79.

Berawal dari umpan matang Lionel Messi, Cristian Romero sukses menanduk bola ke dalam gawang Mesir dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Empat menit berselang, Messi menebus kegagalannya dari titik penalti.

Memanfaatkan kemelut di depan gawang, sang kapten melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihentikan Mostafa Shobeir.

Skor berubah menjadi 2-2 dan momentum sepenuhnya beralih ke kubu Argentina.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Argentina justru memberikan pukulan telak kepada Mesir.

Pada menit 90+2, serangan balik cepat yang dibangun Lautaro Martinez diselesaikan dengan sundulan akurat Enzo Martinez.

Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis Argentina dengan skor 3-2.

Hasil ini mengantar Argentina melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Lionel Scaloni kini tinggal menunggu lawan berikutnya, yakni pemenang pertandingan antara Swiss melawan Kolombia.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Leandro Paredes, Enzo Fernandez; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Mesir (4-4-2): Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Emam Ashour, Marwan Attia, Mohanad Lasheen, Haissem Hassan; Mohamed Salah, Mostafa Zico.

Pelatih: Hossam Hassan.(*)




Gagal Angkat Trofi Piala Dunia, Ronaldo Tetap Bangga dengan Warisannya di Portugal

SEPUCUKJAMBI.ID – Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, menegaskan dirinya tidak menyimpan penyesalan meski harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 tanpa trofi juara.

Menurutnya, ia telah memberikan kontribusi besar dengan mengubah sejarah sepak bola Portugal selama membela tim nasional.

Portugal harus menghentikan langkahnya di babak 16 besar setelah kalah tipis 0-1 dari Spanyol.

Kekalahan tersebut sekaligus mengubur peluang Ronaldo meraih satu-satunya trofi bergengsi yang belum pernah ia menangkan sepanjang karier profesionalnya.

Meski demikian, megabintang berusia 41 tahun itu mengaku menerima hasil tersebut dengan lapang dada.

Ronaldo menilai perjalanan panjangnya bersama Selecao sudah dipenuhi berbagai pencapaian yang layak dikenang.

“Saya memenangkan tiga gelar bersama Portugal. Sebelum saya berada di tim ini, Portugal belum pernah memenangkan satu pun gelar. Karena itu saya hanya bisa bersyukur atas semua yang telah kami capai,” kata Ronaldo usai pertandingan.

Menurut mantan penyerang Real Madrid dan Manchester United tersebut, keberhasilan membawa Portugal menjuarai Euro 2016 menjadi momen paling berkesan dalam karier internasionalnya.

Ronaldo bahkan menyebut gelar juara Eropa itu memiliki makna yang sama besarnya dengan mengangkat trofi Piala Dunia.

“Bagi saya, gelar Euro 2016 setara dengan memenangkan Piala Dunia. Saya sudah memberikan kemampuan terbaik untuk negara ini dan sekarang saatnya menerima apa pun hasilnya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus meredam anggapan bahwa kegagalan di Piala Dunia menjadi penyesalan terbesar dalam perjalanan kariernya.

Masa Depan di Timnas Masih Dipertimbangkan

Meski banyak pihak meyakini Piala Dunia 2026 menjadi turnamen terakhir Ronaldo bersama Portugal, sang kapten belum bersedia memastikan masa depannya.

Ia menegaskan belum mengambil keputusan terkait kemungkinan pensiun dari tim nasional.

Ronaldo mengaku akan berdiskusi lebih dulu dengan keluarga sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Keputusan tersebut diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat setelah seluruh rangkaian Piala Dunia 2026 berakhir.(*)




Belgia Pesta Gol ke Gawang Amerika Serikat, Lukaku Ikut Sumbang Gol

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Belgia memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 usai menaklukkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor meyakinkan 4-1 pada laga babak 16 besar.

Charles De Ketelaere menjadi bintang kemenangan Belgia setelah memborong dua gol.

Dua gol lainnya dicetak Hans Vanaken dan Romelu Lukaku, sementara satu-satunya gol Amerika Serikat lahir melalui Malik Tillman.

Kemenangan ini membawa Belgia menghadapi tantangan berat di babak delapan besar.

The Red Devils dijadwalkan berhadapan dengan Spanyol yang lebih dulu menyingkirkan Portugal.

Belgia Langsung Menggebrak

Bermain di Seattle Stadium, Amerika Serikat tampil agresif sejak menit awal dengan mengandalkan Christian Pulisic dan Folarin Balogun di lini depan.

Namun justru Belgia yang lebih efektif memanfaatkan peluang.

Saat laga baru berjalan sembilan menit, Nicolas Raskin berhasil menusuk ke dalam kotak penalti sebelum mengirim umpan tarik yang diselesaikan Charles De Ketelaere menjadi gol pembuka. Belgia unggul 1-0.

Amerika Serikat berusaha membalas lewat permainan menyerang.

Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-30 ketika tendangan bebas Malik Tillman gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Thibaut Courtois sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Akan tetapi, keunggulan mental Belgia kembali terlihat.

Hanya berselang tiga menit, De Ketelaere kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Leandro Trossard. Belgia menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.

Belgia Kunci Kemenangan di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Amerika Serikat mencoba meningkatkan tekanan dengan memasukkan Gio Reyna untuk menggantikan Sergino Dest.

Namun Belgia tetap tampil tenang dan disiplin.

Pada menit ke-57, Hans Vanaken memperlebar keunggulan setelah memanfaatkan kesalahan fatal kiper Amerika Serikat yang gagal mengamankan bola.

Tertinggal dua gol membuat tim asuhan Mauricio Pochettino semakin terbuka dalam menyerang. Situasi itu dimanfaatkan Belgia untuk melancarkan serangan balik.

Di masa injury time, Romelu Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti memastikan kemenangan Belgia setelah menyelesaikan umpan Vanaken menjadi gol keempat.

Skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil tersebut mengantar Belgia ke babak perempat final Piala Dunia 2026, sementara perjalanan Amerika Serikat sebagai tuan rumah harus berakhir di fase 16 besar.

Susunan Pemain

Amerika Serikat (4-3-3): Matt Freese; Antonee Robinson, Tim Ream, Chris Richards, Sergino Dest; Malik Tillman, Tyler Adams, Weston McKennie; Christian Pulisic, Folarin Balogun, Tyler Freeman.
Pelatih: Mauricio Pochettino.

Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Maxim De Cuyper, Noah Ngoy, Brandon Mechele, Timothy Castagne; Amadou Onana, Nicolas Raskin; Leandro Trossard, Youri Tielemans, Dodi Lukebakio; Charles De Ketelaere.
Pelatih: Rudi Garcia.(*)




Haaland Bersinar di Piala Dunia 2026, Vinicius: Dia Penyerang Elite Dunia

SEPUCUKJAMBI.ID – Kekalahan Brasil dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 meninggalkan kesan mendalam bagi Vinicius Junior.

Penyerang Tim Samba itu secara terbuka memberikan pujian kepada Erling Haaland yang menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Brasil.

Norwegia secara mengejutkan menumbangkan salah satu favorit juara dengan skor 2-1.

Seluruh gol kemenangan tim asuhan Stale Solbakken diborong Haaland, sementara Brasil hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat penalti Neymar di penghujung pertandingan.

Bagi Vinicius, penampilan Haaland menjadi bukti mengapa striker Manchester City tersebut layak disebut sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia saat ini.

“Erling Haaland benar-benar luar biasa,” kata Vinicius dalam wawancara seusai pertandingan.

Pemain Real Madrid itu menilai keunggulan utama Haaland terletak pada efektivitasnya di depan gawang.

Meski tidak banyak terlibat sepanjang pertandingan, striker berusia 26 tahun tersebut mampu mengubah peluang sekecil apa pun menjadi gol.

“Dia tidak membutuhkan banyak peluang untuk mencetak gol. Ketika mendapatkan kesempatan, dia langsung memanfaatkannya menjadi gol,” ujar Vinicius.

Tak hanya memuji penyelesaian akhir Haaland, Vinicius juga mengapresiasi kemampuan sang striker menciptakan peluang secara mandiri.

Gol kedua Norwegia, menurutnya, menjadi bukti kualitas individu yang dimiliki bomber tersebut.

“Setelah itu dia bahkan menciptakan peluangnya sendiri dan kembali mencetak gol. Selamat untuknya,” tambah pemain yang menjadi andalan Brasil di sektor sayap itu.

Norwegia Ditantang Inggris

Berkat kemenangan atas Brasil, Norwegia melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Di fase delapan besar, Haaland dan rekan-rekannya akan menghadapi tantangan yang tidak kalah berat saat bertemu Inggris, yang sebelumnya menyingkirkan Meksiko dengan skor 3-2.

Laga tersebut diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di perempat final, sekaligus menjadi kesempatan bagi Haaland untuk menambah koleksi golnya dalam perburuan gelar top skor Piala Dunia 2026.(*)




Duel Iberia Berakhir Dramatis, Spanyol Kalahkan Portugal dan Lolos ke Perempat Final

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Spanyol memastikan tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2026 usai menumbangkan rival sesama Eropa, Portugal, dengan skor tipis 1-0 pada laga babak 16 besar.

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim tampil menyerang dan saling menciptakan peluang.

Namun rapatnya lini pertahanan serta penampilan gemilang kedua penjaga gawang membuat skor tetap imbang sepanjang sebagian besar pertandingan.

Portugal lebih dulu mengancam melalui Cristiano Ronaldo. Kapten Selecao itu melepaskan tembakan dari sisi kanan pada awal laga, tetapi masih mampu diamankan kiper Spanyol, Unai Simon.

Spanyol langsung merespons. Lamine Yamal hampir membawa La Roja unggul setelah melepaskan tembakan melengkung yang memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan gemilang.

Bola muntah kemudian disambar Alex Baena, namun Costa kembali tampil sigap menjaga gawang Portugal tetap aman.

Memasuki babak kedua, Portugal sempat mengambil alih penguasaan permainan.

Tim asuhan Roberto Martinez beberapa kali menekan pertahanan Spanyol melalui Bruno Fernandes, Pedro Neto, hingga Ronaldo, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia.

Di sisi lain, Spanyol tetap sabar membangun serangan. Lamine Yamal dan Alex Baena terus merepotkan lini belakang Portugal, namun Diogo Costa kembali menjadi penyelamat dengan sejumlah penyelamatan penting.

Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-86. Dani Olmo mengirim umpan matang ke dalam kotak penalti yang langsung disambut Mikel Merino dengan penyelesaian akurat untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Tertinggal di menit-menit akhir, Portugal meningkatkan intensitas serangan.

Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya terus menekan hingga masa injury time, namun pertahanan disiplin Spanyol mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini membawa Spanyol melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

La Roja selanjutnya akan menghadapi pemenang pertandingan Amerika Serikat kontra Belgia dalam perebutan tiket menuju semifinal.

Susunan Pemain

Portugal (4-2-3-1): Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitinha, Joao Neves; Joao Felix, Bruno Fernandes, Pedro Neto; Cristiano Ronaldo.
Pelatih: Roberto Martinez.

Spanyol (4-3-3): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri, Dani Olmo; Alex Baena, Mikel Oyarzabal, Lamine Yamal.
Pelatih: Luis de la Fuente.(*)




Haaland Kirim Peringatan! Usai Gusur Brasil, Kini Bidik Sepatu Emas Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Erling Haaland mengirim sinyal serius kepada para pesaingnya dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.

Setelah membawa Norwegia menyingkirkan Brasil, bomber Manchester City itu menegaskan belum puas dan siap terus memburu gol di sisa turnamen.

Dua gol yang dicetak Haaland saat Norwegia mengalahkan Brasil 2-1 pada babak 16 besar membuat koleksi golnya bertambah menjadi tujuh.

Torehan tersebut menyamai catatan Lionel Messi dan Kylian Mbappe di puncak daftar top skor sementara Piala Dunia 2026.

Meski kini bersaing di posisi teratas, Haaland menegaskan target utamanya belum selesai.

“Saya hidup untuk mencetak gol,” ujar Haaland seusai pertandingan.

Striker berusia 25 tahun itu mengaku tidak memiliki rahasia khusus di balik ketajamannya sepanjang turnamen.

Menurutnya, semua terjadi berkat naluri sebagai seorang penyerang yang selalu siap memanfaatkan setiap peluang.

“Jujur, saya tidak terlalu tahu apa yang sudah saya lakukan, karena saya hanya melakukan apa yang biasa saya lakukan,” kata Haaland.

“Kuncinya adalah tetap fokus. Ketika peluang itu datang, saya tahu apa yang harus saya perbuat,” lanjutnya.

Meski telah sejajar dengan Messi dan Mbappe dalam daftar pencetak gol terbanyak, Haaland menegaskan dirinya belum merasa puas.

Ia ingin terus meningkatkan performa dan membantu Norwegia melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

“Setiap saat selalu ada puncak baru untuk dikejar. Saya ingin terus fokus dan memberikan yang terbaik,” tegas penyerang Manchester City tersebut.

Performa Haaland menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Norwegia menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan Brasil di babak 16 besar.

Selain tampil tajam di depan gawang, ia juga menjadi motor serangan yang terus merepotkan lini pertahanan Selecao.

Kini fokus Norwegia beralih ke babak perempat final. Mereka akan menghadapi Inggris yang sebelumnya menyingkirkan Meksiko dengan skor 3-2.

Laga tersebut diprediksi menjadi ujian berat bagi Haaland dan kolega.

Selain memperebutkan tiket semifinal, pertandingan juga menjadi kesempatan bagi Haaland untuk menambah koleksi golnya sekaligus memperbesar peluang merebut gelar top skor Piala Dunia 2026.(*)




Neymar Tutup Karier Internasional, Brasil Kehilangan Top Skor Sepanjang Masa

SEPUCUKJAMBI.ID – Era Neymar bersama Timnas Brasil resmi berakhir.

Penyerang berusia 34 tahun itu mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah langkah Selecao terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut diumumkan Neymar sesaat setelah Brasil takluk 1-2 dari Norwegia.

Kekalahan itu sekaligus mengakhiri perjalanan Brasil di turnamen dan menjadi penampilan terakhir sang bintang bersama tim nasional.

Dalam pernyataannya, Neymar mengaku telah menuntaskan perjalanan panjangnya bersama Brasil yang dimulai sejak usia muda.

“Saya sudah mencoba dan terus mencoba. Saya mengawali karier saya di MetLife Stadium dan saya mengakhirinya di sini. Segalanya sudah selesai sekarang,” kata Neymar usai pertandingan.

Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola Brasil.

Neymar tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Brasil dan menjadi bagian penting Selecao selama hampir dua dekade.

Sepanjang karier internasionalnya, Neymar tampil dalam berbagai turnamen besar, termasuk beberapa edisi Piala Dunia dan Copa America.

Ia menjadi salah satu ikon generasi emas Brasil berkat kontribusi gol, assist, serta perannya sebagai pemimpin di lapangan.

Pada Piala Dunia 2026, Neymar masih menjadi pilihan utama pelatih Carlo Ancelotti meski sempat mengalami cedera sebelum turnamen dimulai.

Dalam laga melawan Norwegia, Neymar sebenarnya masih mampu menunjukkan kualitasnya dengan mencetak satu gol melalui titik penalti pada masa injury time.

Namun gol tersebut tidak cukup menghindarkan Brasil dari kekalahan setelah Erling Haaland lebih dulu memborong dua gol kemenangan Norwegia.

Tersingkirnya Brasil di babak 16 besar menjadi penutup perjalanan Neymar bersama tim nasional.

Setelah mengakhiri karier internasionalnya, Neymar dipastikan akan mengalihkan seluruh fokus ke level klub.

Saat ini ia masih terikat kontrak bersama Santos hingga akhir musim dan bertekad membantu klub masa kecilnya kembali bersaing di kompetisi domestik Brasil.

Kepergian Neymar dari Timnas Brasil sekaligus menutup satu era penting dalam sejarah Selecao.

Regenerasi pemain kini menjadi pekerjaan besar bagi Brasil untuk kembali membangun kekuatan menuju turnamen internasional berikutnya.(*)




Jude Bellingham Menggila! Inggris Singkirkan Meksiko Meski Bermain dengan 10 Orang

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Inggris memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan tuan rumah Meksiko dengan skor 3-2 dalam laga sengit babak 16 besar di Stadion Azteca.

Jude Bellingham menjadi aktor utama kemenangan The Three Lions lewat dua gol yang dicetak pada babak pertama.

Satu gol lainnya disumbangkan Harry Kane melalui titik penalti.

Sementara Meksiko hanya mampu membalas lewat Julian Quinones dan penalti Raul Jimenez.

Kemenangan ini mengantarkan Inggris menghadapi Norwegia di babak perempat final. Norwegia sebelumnya membuat kejutan dengan menyingkirkan Brasil.

Sejak awal pertandingan, hujan deras yang mengguyur Stadion Azteca membuat kedua tim kesulitan memainkan permainan terbaiknya.

Meksiko tampil lebih cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan dan sempat mengancam melalui sundulan Raul Jimenez pada menit ke-15, tetapi masih mampu diamankan Jordan Pickford.

Inggris perlahan mulai menemukan ritme permainan. Tekanan yang dibangun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-36.

Berawal dari umpan silang Bukayo Saka, Jude Bellingham menyambut bola dengan sundulan terbang yang gagal dihentikan kiper Raul Rangel. Inggris memimpin 1-0.

Keunggulan tersebut hanya bertahan dua menit sebelum Bellingham kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Kali ini gelandang Real Madrid itu menuntaskan kerja sama apik dengan Harry Kane melalui skema serangan balik cepat untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Meksiko tidak tinggal diam. Menjelang turun minum, Julian Quinones memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas Jesus Gallardo untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Memasuki babak kedua, pertandingan semakin berlangsung terbuka.

Situasi berubah drastis ketika Inggris harus bermain dengan 10 orang pada menit ke-55 setelah Jarrel Quansah menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran keras terhadap Jesus Gallardo.

Keputusan tersebut diperkuat melalui tinjauan VAR.

Meski kalah jumlah pemain, Inggris justru berhasil memperlebar keunggulan tiga menit kemudian.

Anthony Gordon dijatuhkan Raul Rangel di dalam kotak penalti sehingga wasit menunjuk titik putih.

Harry Kane yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan membawa Inggris unggul 3-1.

Meksiko kembali mendapatkan harapan setelah wasit memberikan penalti usai Harry Kane melanggar Brian Gutierrez di area terlarang.

Raul Jimenez tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan memperkecil skor menjadi 3-2.

Unggul jumlah pemain membuat Meksiko terus menggempur pertahanan Inggris sepanjang sisa pertandingan.

Namun, pasukan Thomas Tuchel tampil disiplin menjaga lini belakang hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan 3-2 memastikan Inggris melangkah ke babak delapan besar dan menjaga asa meraih gelar juara Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Meksiko (4-3-3): Raul Rangel; Jorge Sanchez, Cesar Montes, Johan Vasquez, Jesus Gallardo; Erik Lira, Luis Romo, Gilberto Mora; Roberto Alvarado, Raul Jimenez, Julian Quinones.
Pelatih: Javier Aguirre.

Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Myles Lewis-Skelly O’Reilly, Marc Guehi, Ezri Konsa, Jarrel Quansah; Declan Rice, Elliot Anderson; Anthony Gordon, Jude Bellingham, Bukayo Saka; Harry Kane.
Pelatih: Thomas Tuchel.(*)




Norwegia Singkirkan Brasil dari Piala Dunia 2026, Haaland Jadi Pahlawan

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Norwegia menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Menghadapi salah satu favorit juara, Brasil, skuad asuhan Stale Solbakken sukses menang 2-1 pada babak 16 besar dan memastikan tiket ke perempat final.

Erling Haaland menjadi bintang kemenangan Norwegia lewat dua gol yang dicetaknya pada babak kedua.

Sementara Brasil hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti Neymar pada masa injury time.

Kemenangan ini mengantarkan Norwegia melaju ke delapan besar dan akan menghadapi pemenang laga Meksiko kontra Inggris.

Sebaliknya, Brasil harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat meski datang sebagai salah satu kandidat kuat juara.

Bertanding di New York New Jersey Stadium, Brasil sebenarnya tampil dominan sejak menit awal.

Tim Samba bahkan memiliki peluang emas membuka keunggulan pada menit ke-10 setelah VAR menghadiahkan penalti akibat pelanggaran Kristoffer Ajer terhadap Matheus Cunha.

Namun peluang tersebut terbuang sia-sia. Tendangan penalti Bruno Guimaraes berhasil dibaca dengan sempurna oleh kiper Norwegia, Orjan Nyland, yang melakukan penyelamatan krusial.

Setelah gagal mencetak gol, Brasil terus menguasai permainan dan beberapa kali mengancam pertahanan Norwegia.

Meski demikian, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat berbagai peluang gagal berbuah gol.

Norwegia perlahan keluar dari tekanan. Menjelang turun minum, Martin Odegaard dan Erling Haaland sempat mengancam gawang Alisson, tetapi skor 0-0 tetap bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, pelatih Stale Solbakken melakukan perubahan dengan memasukkan Oscar Bobb dan Andreas Schjelderup untuk meningkatkan intensitas serangan.

Pergantian tersebut terbukti efektif. Setelah mampu meredam tekanan Brasil, Norwegia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-79.

Berawal dari umpan silang Andreas Schjelderup, Erling Haaland lepas dari pengawalan Gabriel Magalhaes sebelum menanduk bola ke gawang Alisson.

Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-0 untuk Norwegia.

Brasil berusaha membalas dengan meningkatkan tekanan di sisa pertandingan.

Namun rapatnya pertahanan Norwegia membuat tim asuhan Carlo Ancelotti kesulitan menciptakan peluang bersih.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Brasil justru kembali kebobolan pada menit ke-90.

Haaland melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut bawah gawang Alisson untuk membawa Norwegia unggul 2-0.

Brasil baru mampu memperkecil ketertinggalan pada masa injury time setelah wasit kembali menunjuk titik putih.

Neymar yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan mengubah skor menjadi 2-1.

Namun gol tersebut tidak cukup menyelamatkan Brasil dari kekalahan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Norwegia mempertahankan keunggulan dan memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Brasil (4-2-3-1): Alisson; Santos, Gabriel Magalhaes, Marquinhos, Danilo; Casemiro, Bruno Guimaraes; Vinicius Junior, Gabriel Martinelli, Rayan; Matheus Cunha.
Pelatih: Carlo Ancelotti.

Norwegia (4-3-3): Orjan Nyland; David Moller Wolfe, Torbjorn Heggem, Kristoffer Ajer, Julian Ryerson; Patrick Berg, Sander Berge, Martin Odegaard; Antonio Nusa, Erling Haaland, Alexander Sorloth.
Pelatih: Stale Solbakken.(*)