Hasil Prancis vs Inggris 4-6: Bukayo Saka Hattrick, The Three Lions Juara 3 Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Inggris berhasil mengamankan posisi ketiga Piala Dunia FIFA 2026 usai mengalahkan Timnas Prancis dengan skor 6-4 pada laga perebutan juara ketiga yang berlangsung di Miami Stadium, Minggu 19 Juli 2026.

Kemenangan The Three Lions ditentukan lewat gol Declan Rice, Ezri Konsa, Jude Bellingham, serta hattrick Bukayo Saka.

Sementara empat gol Prancis dicetak oleh Kylian Mbappe (dua gol), Bradley Barcola, dan Ousmane Dembele.

Hasil ini memastikan Inggris menutup Piala Dunia 2026 dengan meraih medali perunggu.

Sebaliknya, Prancis harus puas finis di peringkat keempat sekaligus gagal memberikan akhir manis bagi pelatih Didier Deschamps, yang mengakhiri masa jabatannya setelah turnamen ini.

Inggris Langsung Tancap Gas di Babak Pertama

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Inggris langsung mengambil inisiatif serangan dan membuka keunggulan saat laga baru berjalan tiga menit.

Declan Rice menggiring bola hingga ke depan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan Mike Maignan. Inggris unggul 1-0.

Keunggulan tersebut membuat pasukan Thomas Tuchel semakin percaya diri. Pada menit ke-18, sepak pojok Rice berhasil disundul Ezri Konsa menjadi gol untuk menggandakan keunggulan Inggris menjadi 2-0.

Prancis semakin tertekan setelah Bukayo Saka mencetak gol ketiga Inggris pada menit ke-37.

Berawal dari bola liar hasil umpan Marcus Rashford, Saka melepaskan tendangan mendatar yang bersarang di pojok gawang Prancis.

Menjelang turun minum, Bukayo Saka kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Memanfaatkan umpan terobosan Eberechi Eze, winger Arsenal itu sukses menaklukkan Maignan sehingga babak pertama ditutup dengan keunggulan telak Inggris 4-0.

Prancis Bangkit, tetapi Inggris Tetap Menang

Memasuki babak kedua, Didier Deschamps melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan daya serang timnya.

Perubahan tersebut langsung membuahkan hasil. Pada menit ke-48, Kylian Mbappe memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4 setelah menerima umpan Michael Olise.

Enam menit kemudian, Bradley Barcola kembali membobol gawang Inggris usai memanfaatkan umpan Mbappe. Skor berubah menjadi 2-4.

Momentum Prancis terus berlanjut. Pada menit ke-66, Mbappe mencetak gol keduanya melalui kerja sama satu-dua dengan Olise, membuat kedudukan menjadi 3-4.

Namun saat Prancis terus menekan, Inggris justru mendapatkan hadiah penalti setelah Djed Spence dijatuhkan di kotak terlarang.

Bukayo Saka yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna sekaligus mencatatkan hattrick pada laga tersebut. Inggris kembali menjauh dengan skor 5-3.

Memasuki masa injury time, Ousmane Dembele sempat memperkecil ketertinggalan Prancis menjadi 4-5 melalui tendangan keras dari sisi kanan.

Harapan Prancis untuk menyamakan skor akhirnya pupus setelah Jude Bellingham mencetak gol pada menit-menit akhir pertandingan.

Gol tersebut memastikan kemenangan Inggris dengan skor akhir 6-4 sekaligus mengunci posisi ketiga Piala Dunia 2026.

Inggris Akhiri Turnamen dengan Posisi Ketiga

Kemenangan ini menjadi penutup manis bagi skuad asuhan Thomas Tuchel setelah gagal melaju ke final.

Inggris berhasil membawa pulang medali perunggu berkat penampilan impresif, terutama dari Bukayo Saka yang mencetak tiga gol dalam laga perebutan tempat ketiga.

Di sisi lain, Prancis harus mengakhiri turnamen tanpa gelar.

Laga melawan Inggris juga menjadi pertandingan terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Les Bleus setelah memutuskan mundur usai Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Prancis (4-3-3): Maignan; Theo Hernandez, Lacroix, Konate, Gusto; Rabiot, Zaire-Emery, Cherki; Doue, Mbappe, Olise.

Pelatih: Didier Deschamps.

Inggris (4-2-3-1): Henderson; Spence, Guehi, Konsa, Quansah; Eze, Rice; Rashford, Rogers, Saka; Toney.

Pelatih: Thomas Tuchel.(*)




Rekam Jejak Slavko Vincic! Wasit Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – FIFA resmi menetapkan perangkat pertandingan untuk laga final Piala Dunia 2026 antara Timnas Argentina dan Timnas Spanyol.

Wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, dipercaya menjadi pengadil utama dalam pertandingan perebutan gelar juara dunia tersebut.

Final Piala Dunia 2026 akan berlangsung di New York New Jersey Stadium dan menjadi penutup perjalanan turnamen sepak bola terbesar dunia yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.

Pertemuan Argentina kontra Spanyol diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim memiliki kualitas pemain kelas dunia serta ambisi besar untuk mengangkat trofi juara.

Karena tingginya tensi pertandingan, FIFA memilih wasit dengan pengalaman dan rekam jejak kuat untuk memimpin laga puncak tersebut.

Rekam Jejak Slavko Vincic Jadi Pertimbangan FIFA

Pemilihan Slavko Vincic sebagai wasit final Piala Dunia 2026 bukan tanpa alasan.

Wasit asal Slovenia tersebut dikenal sebagai salah satu pengadil lapangan berpengalaman yang dimiliki FIFA.

Vincic telah mengantongi lisensi wasit FIFA sejak 2010.

Dalam kariernya, ia juga sudah memiliki pengalaman memimpin pertandingan final bergengsi, termasuk final Liga Europa musim 2021/2022 dan final Liga Champions 2023/2024.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat Vincic dinilai layak memimpin pertandingan sebesar final Piala Dunia.

Vincic Sudah Pimpin Tiga Laga Piala Dunia 2026

Sebelum mendapatkan tugas sebagai wasit final, Slavko Vincic telah tiga kali dipercaya memimpin pertandingan pada Piala Dunia 2026.

Laga pertama yang dipimpinnya adalah duel Brasil melawan Maroko pada fase grup C.

Selanjutnya, Vincic bertugas pada pertandingan fase grup J yang mempertemukan Aljazair kontra Yordania.

Ia juga memimpin laga babak 32 besar antara Meksiko melawan Ekuador, pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi.

Kini, Vincic akan menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan tugas terbesar, yakni memimpin final antara Argentina dan Spanyol.(*)

Susunan Wasit Final Piala Dunia 2026

Wasit Utama: Slavko Vincic (Slovenia)
Asisten Wasit 1: Tomaz Klancnik (Slovenia)
Asisten Wasit 2: Andraz Kovacic (Slovenia)
Wasit Keempat: Adham Makhadmeh (Yordania)
Asisten Cadangan: Mohammad Alkalaf (Yordania)




Jelang Final Piala Dunia 2026, Lionel Messi Ungkap Kekhawatiran Hadapi Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, mengakui pertandingan final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol akan menjadi ujian berat bagi skuad La Albiceleste.

Meski menghadapi lawan tangguh, Messi memastikan Argentina akan memberikan kemampuan terbaik demi meraih gelar juara dunia secara beruntun.

Argentina memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah melewati laga semifinal dramatis melawan Timnas Inggris.

Sempat tertinggal, Argentina mampu melakukan comeback dan menang dengan skor 2-1 untuk mengamankan tiket ke partai puncak.

Kemenangan tersebut membuat Argentina semakin dekat dengan ambisi mempertahankan gelar juara dunia.

Namun, perjuangan mereka dipastikan tidak mudah karena harus menghadapi salah satu tim terbaik Eropa, Timnas Spanyol.

Spanyol melaju ke final setelah menyingkirkan salah satu kandidat juara lainnya, Timnas Prancis, pada babak semifinal.

Messi Sebut Spanyol Tim Berkualitas

Menjelang pertandingan final, Messi mengungkapkan rasa hormatnya terhadap kekuatan Spanyol.

Menurut pemain berjuluk La Pulga tersebut, La Furia Roja memiliki kualitas luar biasa dan dihuni banyak pemain yang sudah dikenalnya.

Messi juga menyebut kedekatannya dengan sejumlah pemain Spanyol, terutama mereka yang pernah atau masih memperkuat Barcelona, klub yang memiliki tempat istimewa dalam kariernya.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Spanyol adalah tim yang sangat bagus. Saya mengenal banyak pemain mereka, dan banyak di antaranya bermain untuk Barcelona, klub yang saya cintai dan masih saya ikuti sampai sekarang,” ujar Messi.

Atmosfer Argentina Jadi Kekuatan Tambahan

Selain membahas kualitas Spanyol, Messi juga mengenang atmosfer luar biasa yang dirasakan Argentina dalam perjalanan menuju final.

Menurutnya, dukungan masyarakat Argentina sudah terasa sejak momen lagu kebangsaan dikumandangkan sebelum pertandingan.

“Meskipun ini hanya sebuah pertandingan sepak bola, sejak lagu kebangsaan dikumandangkan kami sudah merasakan sesuatu yang istimewa.”

Messi menilai keberhasilan mencapai final bukan hanya tentang pertandingan sepak bola, tetapi juga membawa harapan besar bagi seluruh masyarakat Argentina.

“Ini bukan sekadar kemenangan biasa. Rakyat Argentina benar-benar sangat menginginkan hasil ini,” pungkas Messi.

Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina

Pertandingan final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol akan menjadi duel antara juara bertahan Argentina dan kekuatan baru sepak bola Eropa.

Spanyol vs Argentina
Hari/Tanggal: Senin, 20 Juli 2026
Kick Off: 02.00 WIB
Venue: New York New Jersey Stadium
Live TV: TVRI, TVRI Sports
Live Streaming: Maxstream, Folaplay.(*)




Kejurprov Atletik Jambi 2026 Resmi Dibuka, 325 Atlet Berebut Tiket Menuju Kejurnas dan PON

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya mencetak atlet berprestasi dan menjaring bibit unggul atletik Provinsi Jambi kembali dilakukan.

Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Jambi resmi membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Atletik Jambi 2026 di Stadion Mini Kota Jambi, Jumat 17 Juli 2026.

Pembukaan Kejurprov Atletik Jambi 2026 dilakukan langsung oleh Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PASI Jambi Ramli Taha serta para Ketua KONI dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 325 atlet dari seluruh daerah di Provinsi Jambi ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Keikutsertaan seluruh kabupaten/kota menjadi bukti semakin kuatnya pembinaan olahraga atletik di tingkat daerah.

PASI Jambi Bidik Atlet Berprestasi untuk Kejurnas dan PON

Ketua PASI Jambi, Ramli Taha, mengatakan Kejurprov Atletik merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari program pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi tempat persaingan meraih medali, tetapi juga menjadi sarana menemukan atlet potensial yang dapat membawa nama Jambi di tingkat nasional.

“Kejurprov ini adalah agenda rutin tahunan kami, di mana tujuan akhirnya adalah melahirkan prestasi gemilang di tingkat Kejurnas,” kata dia.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi karena 11 kabupaten/kota di Jambi kompak mengirimkan perwakilan atlet terbaik mereka untuk berkompetisi di sini,” ungkap Ramli Taha.

Selain pertandingan, tim pemandu bakat PASI Jambi juga melakukan pemantauan terhadap atlet-atlet potensial untuk masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) jangka panjang.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat regenerasi atlet atletik Jambi sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi nasional.

KONI Jambi Apresiasi Konsistensi Pembinaan PASI

Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, memberikan apresiasi terhadap konsistensi PASI Jambi dalam menggelar kompetisi dan melakukan pembinaan atlet dari tingkat daerah.

Menurutnya, Kejurprov Atletik menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam membangun prestasi olahraga Jambi secara berkelanjutan.

“Kami dari KONI Jambi sangat mengapresiasi Kejurprov Atletik ini. Ini adalah bukti komitmen nyata dari jajaran pengurus PASI Jambi yang rutin melakukan pembinaan dari bawah,” tegas Mat Sanusi.

Ia menyebut perkembangan atletik Jambi menunjukkan peningkatan positif setelah berhasil menembus 10 besar nasional pada Kejurnas terakhir.

KONI Jambi berharap Kejurprov Atletik 2026 dapat menjadi momentum penting dalam mempersiapkan atlet menuju Babak Kualifikasi PON 2027 dan PON 2028.

Dengan mengusung semangat “Bumi Siginjai Berlari”, PASI Jambi optimistis proses regenerasi atlet akan terus berjalan dan mampu melahirkan atlet-atlet baru dengan mental juara serta prestasi nasional.(*)




Spanyol vs Argentina, Duel Penentu Juara Dunia 2026: La Roja Hadang Misi Messi

SEPUCUKJAMBI.ID – Final Piala Dunia 2026 akan menyajikan laga bergengsi antara Spanyol vs Argentina di MetLife Stadium, Senin 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.

Duel ini mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia yang datang dengan modal dan karakter permainan berbeda.

Argentina mengusung misi mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada edisi sebelumnya.

Di sisi lain, Spanyol memburu trofi Piala Dunia kedua setelah terakhir menjadi kampiun pada 2010.

Sorotan utama pertandingan tentu mengarah kepada Lionel Messi.

Kapten Argentina itu berpeluang menutup karier internasional dengan mempertahankan trofi Piala Dunia sekaligus menghadapi Spanyol, negara yang menjadi saksi perjalanan gemilangnya bersama Barcelona.

Spanyol Tampil Solid Sepanjang Turnamen

La Roja melangkah ke partai puncak dengan performa yang konsisten.

Tim besutan Luis de la Fuente tampil dominan saat menyingkirkan Prancis di semifinal dan menunjukkan permainan kolektif yang sulit dihentikan.

Perjalanan Spanyol memang sempat tersendat ketika bermain imbang tanpa gol melawan Cape Verde pada fase grup.

Namun setelah itu mereka bangkit dengan mengalahkan Arab Saudi dan Uruguay untuk mengamankan tiket ke babak gugur.

Di fase knockout, Spanyol menyingkirkan Austria dengan skor telak 3-0 sebelum melewati Portugal dan Belgia melalui gol-gol krusial pada menit akhir pertandingan.

Ketangguhan lini belakang menjadi salah satu kekuatan utama La Roja. Hingga menembus final, mereka baru sekali kebobolan sepanjang turnamen.

Argentina Tunjukkan Mental Juara

Sementara itu, Argentina kembali membuktikan statusnya sebagai juara bertahan dengan melewati jalur yang jauh lebih menegangkan.

Tim asuhan Lionel Scaloni menyapu bersih tiga pertandingan fase grup sebelum menghadapi ujian berat di fase gugur.

Argentina harus bermain hingga babak tambahan saat menghadapi Cape Verde dan Swiss.

Mereka juga menunjukkan mental luar biasa ketika bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir.

Drama kembali terjadi pada semifinal.

Menghadapi Inggris, Argentina sempat tertinggal hingga memasuki lima menit terakhir pertandingan.

Namun gol Enzo Fernandez dan sundulan Lautaro Martinez di masa injury time memastikan kemenangan dramatis 2-1 sekaligus mengantar Albiceleste ke final.

Messi Masih Jadi Pembeda

Meski telah berusia 39 tahun, Lionel Messi tetap menjadi pusat permainan Argentina.

Mega bintang tersebut sudah mengoleksi delapan gol sepanjang turnamen dan terus menunjukkan pengaruh besar melalui visi bermain, kreativitas, serta kemampuan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Pada semifinal melawan Inggris, Messi memang tidak mencetak gol. Namun dua assist yang ia berikan menjadi kunci kebangkitan Argentina menuju final.

Rekor Pertemuan Spanyol vs Argentina

Final ini menjadi pertemuan kedua Spanyol dan Argentina dalam sejarah Piala Dunia.

Pertemuan pertama terjadi pada edisi 1966 ketika Argentina menang 2-1 berkat dua gol Luis Artime.

Di luar ajang Piala Dunia, kedua negara telah bertemu 13 kali dalam pertandingan internasional.

Spanyol mencatat enam kemenangan, Argentina lima kemenangan, sedangkan dua laga lainnya berakhir imbang.

Adu Filosofi Menuju Gelar Juara

Final Piala Dunia 2026 diperkirakan berlangsung ketat karena kedua tim memiliki pendekatan permainan yang berbeda.

Spanyol mengandalkan penguasaan bola, sirkulasi umpan cepat, serta organisasi permainan yang disiplin.

Sebaliknya, Argentina dikenal lebih fleksibel dengan mengandalkan efektivitas serangan, pengalaman, serta kemampuan bangkit dalam situasi sulit.

Jika La Roja ingin mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya, mereka harus mampu membatasi ruang gerak Messi.

Sebaliknya, Argentina hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar sekaligus menegaskan dominasinya sebagai raja sepak bola dunia.(*)




Argentina Comeback Dramatis! Messi Bawa Albiceleste Singkirkan Inggris dan Lolos ke Final

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina memastikan satu tempat di final Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Inggris dengan skor dramatis 2-1 pada laga semifinal di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis 16 Juli 2026 dini hari WIB.

Kemenangan ini membawa Albiceleste menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia.

Di partai puncak, Argentina akan menghadapi Spanyol yang lebih dulu menyingkirkan Prancis pada semifinal lainnya.

Laga sempat mengarah menjadi milik Inggris setelah Anthony Gordon membawa The Three Lions unggul lebih dulu. Namun, mental juara Argentina kembali berbicara.

Dua gol telat dari Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez membalikkan keadaan sekaligus mengakhiri langkah Inggris menuju final.

Sosok Lionel Messi kembali menjadi pembeda.

Kapten Argentina itu memang tidak mencetak gol, tetapi dua assist yang diciptakannya menjadi kunci kemenangan tim asuhan Lionel Scaloni.

Babak Pertama Berjalan Ketat

Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dengan tempo sedang dan cenderung hati-hati.

Kedua tim lebih banyak bertarung di sektor tengah sehingga peluang bersih sangat minim.

Inggris memperoleh kesempatan terbaik pada menit ke-33 melalui sundulan John Stones yang memanfaatkan tendangan bebas Declan Rice.

Namun bola hanya menyamping tipis dari gawang Emiliano Martinez.

Argentina membalas lewat tembakan jarak jauh Enzo Fernandez enam menit kemudian. Upaya gelandang Chelsea itu masih meluncur tipis di sisi gawang Jordan Pickford.

Babak pertama juga diwarnai permainan keras. Elliot Anderson dan Lisandro Martinez sama-sama menerima kartu kuning. Hingga turun minum, skor tetap 0-0.

Inggris Pecah Kebuntuan

Selepas jeda, Argentina langsung mengambil inisiatif menyerang.

Julian Alvarez nyaris membuka keunggulan pada menit ke-47, tetapi Jordan Pickford melakukan penyelamatan gemilang.

Justru Inggris yang berhasil memecahkan kebuntuan.

Pada menit ke-55, Anthony Gordon menyelesaikan umpan matang Morgan Rogers dengan penyelesaian tenang yang membuat Inggris unggul 1-0.

Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka.

Lionel Scaloni merespons dengan memasukkan sejumlah pemain segar, termasuk Lautaro Martinez, Nico Gonzalez, Rodrigo De Paul, Nicolas Otamendi, dan Gonzalo Montiel untuk meningkatkan tekanan.

Messi Jadi Pembeda

Serangan Argentina semakin intens memasuki 15 menit terakhir pertandingan.

Peluang emas Alexis Mac Allister sempat membentur tiang gawang sebelum Pickford kembali menggagalkan peluang Enzo Fernandez.

Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-85.

Lionel Messi mengirim umpan matang kepada Enzo Fernandez yang melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti.

Bola gagal dijangkau Pickford dan mengubah skor menjadi 1-1.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Argentina justru mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Memasuki menit ke-90+2, Messi kembali memperlihatkan kelasnya lewat umpan silang akurat yang disambut sundulan Lautaro Martinez untuk membawa Argentina berbalik unggul 2-1.

Inggris mencoba merespons dengan memasukkan Ivan Toney dan Marcus Rashford. Namun waktu yang tersisa tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan.

Peluit panjang memastikan Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026. Sementara Inggris harus puas bertanding melawan Prancis dalam perebutan tempat ketiga.(*)




Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris Bidik Final, Argentina Andalkan Magis Messi

SEPUCUKJAMBI.ID – Rivalitas panjang Inggris dan Argentina kembali tersaji di panggung terbesar sepak bola dunia.

Kedua tim akan bertarung memperebutkan satu tiket menuju final Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis WIB.

Laga ini bukan sekadar perebutan tempat di partai puncak. Pertemuan Inggris kontra Argentina membawa sejarah panjang, gengsi besar, serta pertarungan dua generasi pemain bintang.

Pemenang duel ini sudah ditunggu Spanyol yang lebih dulu memastikan tiket final setelah menyingkirkan Prancis dengan kemenangan 2-0 melalui gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.

Inggris Datang dengan Mental Comeback

Perjalanan Inggris menuju semifinal tidak berjalan mudah. Tim asuhan Thomas Tuchel harus melewati fase gugur dengan sejumlah laga penuh tekanan.

The Three Lions mengawali fase knockout dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar.

Pada babak 16 besar, Inggris kembali menunjukkan mental juara setelah menundukkan tuan rumah Meksiko 3-2 meski harus bermain dengan 10 pemain.

Ujian berikutnya datang saat menghadapi Norwegia di perempat final.

Inggris sempat tertinggal sebelum Jude Bellingham tampil sebagai penyelamat lewat dua gol yang membawa kemenangan 2-1 setelah perpanjangan waktu.

Kemampuan membalikkan keadaan menjadi salah satu kekuatan utama Inggris sepanjang turnamen.

Namun, Thomas Tuchel menyadari tantangan menghadapi Argentina membutuhkan performa yang lebih sempurna.

Kane dan Bellingham Jadi Senjata Utama Inggris

Produktivitas Inggris sejauh ini bertumpu pada dua pemain utama: Harry Kane dan Jude Bellingham.

Keduanya telah mencetak masing-masing enam gol atau berkontribusi terhadap 12 dari total 13 gol Inggris sepanjang Piala Dunia 2026.

Bellingham bahkan sedang berada dalam performa terbaik setelah mencetak empat gol dalam dua pertandingan terakhir.

Sementara Kane tetap menjadi ancaman utama di lini depan dengan pengalaman dan ketajamannya di pertandingan besar.

Argentina Masih Bergantung pada Magis Messi

Sebagai juara bertahan, Argentina juga tidak melangkah mudah menuju semifinal.

Pasukan Lionel Scaloni harus melewati laga-laga dramatis sejak fase gugur.

Argentina mengalahkan Tanjung Verde 3-2 melalui perpanjangan waktu pada babak 32 besar.

Pada babak berikutnya, La Albiceleste menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan Mesir 3-2.

Di perempat final, Argentina kembali harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan 3-1 atas Swiss melalui perpanjangan waktu.

Messi Jadi Ancaman Terbesar

Lionel Messi tetap menjadi pusat perhatian Argentina. Kapten berusia 39 tahun tersebut telah mencetak delapan gol dan berada dalam persaingan daftar pencetak gol terbanyak turnamen.

Meski tidak mencetak gol saat melawan Swiss, Messi tetap memainkan peran penting dengan memberikan assist untuk gol Alexis Mac Allister.

Namun, kekuatan Argentina tidak hanya bergantung pada Messi.

Sejumlah pemain lain juga sudah membuktikan mampu menjadi pembeda, dengan tujuh pemain Argentina lainnya turut mencetak gol sepanjang turnamen.

Sejarah Panjang Inggris vs Argentina

Pertandingan semifinal ini menjadi pertemuan keenam Inggris dan Argentina dalam sejarah Piala Dunia.

Inggris memenangkan dua pertemuan awal pada 1962 dan 1966.

Argentina kemudian membalas pada Piala Dunia 1986 melalui aksi legendaris Diego Maradona di perempat final.

Pada Piala Dunia 1998, Argentina kembali mengalahkan Inggris melalui drama adu penalti.

Sementara pertemuan terakhir di Piala Dunia 2002 menjadi milik Inggris dengan kemenangan 1-0 lewat penalti David Beckham.

Prediksi Laga: Efektivitas Jadi Kunci

Inggris memiliki modal kecepatan, fisik, serta ketajaman Kane dan Bellingham.

Di sisi lain, Argentina membawa pengalaman sebagai juara bertahan dan kreativitas Messi yang masih mampu mengubah jalannya pertandingan.

Dengan kedua tim sama-sama memiliki pengalaman memenangkan laga sulit melalui comeback dan perpanjangan waktu, semifinal ini berpotensi ditentukan oleh satu momen kecil: efektivitas penyelesaian akhir dan konsentrasi di menit-menit krusial.

Perkiraan Susunan Pemain

Inggris (4-2-3-1)
Jordan Pickford; Reece James, Ezri Konsa, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Elliot Anderson, Declan Rice; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon; Harry Kane.

Argentina (4-1-2-1-2)
Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Facundo Medina, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Leandro Paredes; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister; Enzo Fernandez; Julian Alvarez, Lionel Messi.(*)




Oyarzabal dan Porro Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Tim nasional Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga semifinal di AT&T Stadium, Arlington, Rabu 15 Juli 2026 dini hari WIB.

La Furia Roja tampil lebih efektif sepanjang pertandingan dan berhasil memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan.

Dua gol kemenangan Spanyol dicetak oleh Mikel Oyarzabal melalui titik penalti pada babak pertama dan Pedro Porro selepas jeda.

Kemenangan ini membuat skuad asuhan Luis de la Fuente tinggal selangkah lagi menuju gelar juara dunia.

Di partai final, Spanyol akan menghadapi pemenang semifinal antara Inggris dan Argentina.

Sementara itu, Prancis harus mengubur ambisi merebut trofi dan akan tampil pada laga perebutan tempat ketiga menghadapi tim yang kalah dari semifinal lainnya.

Penalti Oyarzabal Pecah Kebuntuan

Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal dengan kedua tim saling menekan.

Namun, Prancis mendapat masalah lebih dulu ketika Adrien Rabiot menerima kartu kuning pada menit kesembilan setelah melanggar Dani Olmo.

Kartu tersebut membuat gelandang Les Bleus harus bermain lebih hati-hati.

Momentum penting hadir pada menit ke-20 ketika Lucas Digne menjatuhkan Lamine Yamal di dalam kotak penalti.

Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.

Mikel Oyarzabal yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-22 untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Setelah unggul, Spanyol semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.

Di sisi lain, Prancis kembali mendapat pukulan ketika William Saliba mengalami cedera pada menit ke-30 dan harus digantikan Maxence Lacroix.

Pergantian tersebut memaksa Didier Deschamps mengubah komposisi lini belakang saat tekanan Spanyol semakin meningkat.

Menjelang turun minum, Dani Olmo, Lamine Yamal, dan Fabian Ruiz hampir menggandakan keunggulan.

Beruntung bagi Prancis, Dayot Upamecano melakukan penyelamatan krusial sehingga skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Gol Porro Kunci Kemenangan Spanyol

Memasuki babak kedua, Didier Deschamps mencoba mengubah permainan dengan memasukkan Manu Kone menggantikan Adrien Rabiot.

Namun, perubahan itu belum mampu menghentikan dominasi Spanyol.

La Furia Roja akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-58.

Berawal dari kombinasi apik bersama Dani Olmo, Pedro Porro melepaskan penyelesaian akurat yang gagal diantisipasi kiper Mike Maignan.

Gol tersebut membuat Spanyol semakin nyaman mengendalikan permainan.

Lamine Yamal sebenarnya sempat membobol gawang Prancis beberapa menit kemudian.

Namun, gol itu dianulir wasit karena pemain muda Barcelona tersebut lebih dulu berada dalam posisi offside.

Prancis berusaha bangkit lewat sejumlah peluang, termasuk tembakan Kylian Mbappe pada menit ke-67.

Sayangnya, usaha sang kapten berhasil diblok Marc Cucurella sehingga hanya menghasilkan sepak pojok.

Pada 20 menit terakhir, kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga ritme permainan.

Meski terus menekan hingga tambahan waktu tujuh menit, Prancis gagal menembus pertahanan disiplin Spanyol.

Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026.(*)




Pemilihan Ketua ICF Jambi Buntu, Pengurus Lapor ke PB ICF!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Indonesia Cycling Federation (ICF) Jambi periode 2026–2030 belum menunjukkan perkembangan.

Hingga mendekati berakhirnya masa tugas kepengurusan caretaker, belum ada satu pun bakal calon yang mendaftarkan diri meski tahapan penjaringan telah dibuka sebanyak dua kali.

Kondisi tersebut membuat pengurus caretaker melaporkan perkembangan proses pemilihan kepada Pengurus Besar (PB) ICF di Jakarta sekaligus meminta petunjuk mengenai langkah organisasi selanjutnya.

Sekretaris Caretaker Pengprov ICF Jambi, Alpian, mengatakan laporan itu merupakan bentuk pertanggungjawaban atas seluruh tahapan yang telah dijalankan sejak kepengurusan caretaker dibentuk.

Menurutnya, seluruh mekanisme organisasi telah dilaksanakan, mulai dari rapat kerja, pembentukan Organizing Committee (OC), Steering Committee (SC), hingga Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP) yang bertugas membuka pendaftaran calon ketua umum.

“Kami telah menyampaikan laporan resmi kepada PB ICF mengenai seluruh tahapan yang sudah dilaksanakan. Pendaftaran sudah dibuka dua kali, tetapi hingga batas waktu berakhir belum ada bakal calon yang mendaftar,” kata Alpian, Senin 13 Juli 2026.

Pendaftaran Ketiga Masih Menunggu Arahan

Dalam laporannya, caretaker juga menjelaskan bahwa Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP) pada prinsipnya masih siap membuka kembali pendaftaran calon ketua umum untuk ketiga kalinya.

Namun, langkah tersebut belum dapat diputuskan karena masa berlaku Surat Keputusan (SK) kepengurusan caretaker dijadwalkan berakhir pada Juli 2026.

Karena itu, Pengprov ICF Jambi memilih menunggu arahan resmi dari PB ICF agar setiap keputusan yang diambil tetap sesuai dengan aturan organisasi.

Menurut Alpian, koordinasi dengan PB ICF menjadi hal penting agar proses pemilihan kepengurusan baru berjalan sesuai mekanisme dan tidak menimbulkan persoalan administrasi maupun organisasi di kemudian hari.

“Kami ingin seluruh proses tetap berada dalam koridor organisasi. Karena masa tugas caretaker segera berakhir, kami menunggu arahan PB ICF terkait langkah berikutnya,” ujarnya.

Tunggu Keputusan PB ICF

Hingga saat ini belum ada keputusan mengenai apakah pendaftaran calon Ketua Umum Pengprov ICF Jambi akan kembali diperpanjang atau akan ditempuh mekanisme lain sesuai ketentuan organisasi.

Pengurus caretaker memastikan tetap berkomitmen menjalankan seluruh proses secara terbuka, transparan, dan sesuai dengan aturan organisasi sembari menunggu keputusan dari Pengurus Besar ICF.(*)




Argentina Susul Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026, Swiss Tumbang 3-1 di Extra Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 pada laga perempat final yang berlangsung di Kansas City Stadium.

Pertandingan harus diselesaikan hingga babak tambahan waktu sebelum La Albiceleste mengunci kemenangan.

Alexis Mac Allister lebih dulu membawa Argentina unggul pada babak pertama. Swiss kemudian memaksa laga berlanjut ke extra time melalui gol Dan Ndoye.

Namun keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh Argentina yang akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.

Hasil ini mempertemukan Argentina dengan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, setelah The Three Lions lebih dulu mengamankan tiket usai menyingkirkan Norwegia.

Argentina Awali Laga dengan Gol Cepat

Kedua tim langsung bermain terbuka sejak peluit pertama dibunyikan.

Argentina tampil agresif, sementara Swiss memilih tetap berani meladeni permainan cepat yang diperagakan skuad Lionel Scaloni.

Keunggulan Argentina datang saat pertandingan baru berjalan 10 menit.

Lionel Messi mengirim sepak pojok akurat yang disambut sundulan Alexis Mac Allister tanpa mampu dihalau Gregor Kobel.

Gol tersebut membuat La Albiceleste memimpin 1-0.

Swiss tidak kehilangan keberanian meski tertinggal.

Djibril Sow sempat mengancam melalui tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi Emiliano Martinez masih mampu mengamankan bola.

Setelah gol pembuka, pertandingan berubah menjadi lebih keras.

Kedua tim saling melancarkan tekel demi memutus aliran serangan lawan sehingga peluang bersih semakin jarang tercipta.

Hingga turun minum, Argentina tetap mempertahankan keunggulan tipis 1-0.

Swiss Bangkit, Embolo Diusir Wasit

Memasuki babak kedua, Swiss meningkatkan tekanan.

Dan Ndoye nyaris menyamakan kedudukan, tetapi tekel krusial Lisandro Martinez menggagalkan peluang emas tersebut.

Tak lama berselang, Breel Embolo juga hampir mencetak gol melalui sundulan, namun Emiliano Martinez kembali tampil sigap menjaga gawang Argentina.

Upaya Swiss akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67.

Dan Ndoye memanfaatkan kombinasi umpan dengan Ricardo Rodriguez sebelum melepaskan penyelesaian dari sudut sempit yang sukses menaklukkan Emiliano Martinez.

Skor berubah menjadi 1-1.

Momentum Swiss berubah drastis beberapa menit kemudian.

Breel Embolo menerima kartu kuning kedua setelah dinilai melakukan diving di dalam kotak penalti.

Kartu merah itu memaksa Swiss menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Lionel Scaloni mencoba memanfaatkan situasi tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan.

Messi bahkan memperoleh peluang emas pada masa injury time, tetapi tembakannya masih melebar tipis dari sasaran.

Skor imbang bertahan hingga 90 menit sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Alvarez dan Lautaro Kunci Kemenangan

Di babak extra time, Argentina terus mendominasi permainan.

Thiago Almada yang masuk sebagai pemain pengganti langsung memberi warna baru di lini depan dan sempat menggetarkan tiang gawang Swiss.

Ketika pertandingan tampak mengarah ke adu penalti, Argentina akhirnya menemukan celah.

Pada menit ke-112, Julian Alvarez menyambar umpan Jose Manuel Lopez untuk membawa La Albiceleste kembali unggul 2-1.

Swiss yang mulai kehabisan tenaga kesulitan memberikan respons.

Menjelang pertandingan berakhir, Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina melalui gol ketiga yang sekaligus mengakhiri perlawanan tim asuhan Murat Yakin.

Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Argentina pun melangkah ke semifinal dan akan menghadapi Inggris dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Leandro Paredes, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Swiss (4-2-3-1): Gregor Kobel; Zakaria, Akanji, Elvedi, Ricardo Rodriguez; Granit Xhaka, Freuler; Djibril Sow, Fabian Rieder, Dan Ndoye; Breel Embolo.

Pelatih: Murat Yakin.(*)