Cahya Supriadi Diprediksi Jadi Kiper Utama Timnas Indonesia, Pelatih PSIM Bongkar Alasannya

YOGYAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Penampilan konsisten Cahya Supriadi bersama PSIM Yogyakarta terus menuai pujian.

Penjaga gawang muda itu kini bahkan diprediksi memiliki peluang besar menjadi kiper utama Timnas Indonesia pada masa mendatang.

Keyakinan tersebut disampaikan langsung oleh pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu menilai perkembangan Cahya Supriadi berlangsung sangat pesat dan masih menyimpan potensi besar untuk berkembang ke level yang lebih tinggi.

Menurut Van Gastel, usia muda menjadi salah satu modal penting yang dimiliki Cahya.

Dengan proses pembinaan dan jam terbang yang terus bertambah, ia optimistis sang kiper mampu bersaing menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Timnas Indonesia.

“Saya pikir di masa depan dia mungkin bisa menjadi kiper utama tim nasional,” ujar Van Gastel.

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas kepercayaan penuh yang diberikan PSIM kepada Cahya Supriadi.

Belakangan sempat muncul kabar klub promosi Liga 1 itu akan mendatangkan penjaga gawang asing, namun isu tersebut langsung dibantah oleh sang pelatih.

Van Gastel memastikan manajemen dan tim pelatih tidak memiliki rencana mengganti Cahya.

Menurutnya, performa yang ditunjukkan kiper asal Karawang itu sudah cukup membuktikan kualitasnya sebagai pilihan utama PSIM.

“Saya mendengar ada rumor bahwa kami akan mendatangkan kiper asing, tetapi bukan itu yang akan kami lakukan. Kami akan mempertahankan Cahya karena kami percaya kepadanya,” tegas Van Gastel.

Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut juga menilai kemampuan Cahya mulai menarik perhatian sejumlah klub besar di kompetisi domestik.

Meski demikian, ia menegaskan fokus PSIM saat ini adalah mempertahankan pemain berusia muda tersebut sebagai bagian penting dari proyek tim.

Van Gastel mengakui ketertarikan klub lain merupakan hal yang wajar mengingat perkembangan Cahya dalam beberapa musim terakhir.

Namun, ia memastikan belum ada rencana melepas sang penjaga gawang.

“Sudah jelas dia akan diminati klub-klub yang lebih besar di liga ini. Akan sangat menarik bagi mereka, tetapi untuk saat ini dia tetap bersama kami,” katanya.

Ia kembali menepis rumor mengenai perekrutan penjaga gawang asing.

Baginya, Cahya telah menunjukkan kapasitas sebagai kiper utama sehingga tidak ada alasan mencari pengganti dari luar negeri.

“Mendatangkan kiper asing untuk menggantikan Cahya? Tidak. Saya tidak tahu dari mana rumor itu berasal, tetapi saya tidak akan mendatangkan kiper asing. Cahya tetap menjadi pilihan utama kami,” ujar Van Gastel.

Kepercayaan dari pelatih PSIM menjadi modal berharga bagi Cahya Supriadi yang saat ini juga tengah memperkuat Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026

Penampilan konsisten bersama klub maupun tim nasional membuat namanya semakin diperhitungkan sebagai salah satu penjaga gawang muda paling menjanjikan di Indonesia.(*)




Hitung-hitungan Peluang Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2026, Menang atas Singapura Harga Mati

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kekalahan telak 0-3 dari Vietnam memang membuat langkah Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 semakin berat.

Namun, peluang Garuda untuk melaju ke babak semifinal belum sepenuhnya tertutup.

Hasil di Stadion Pakansari, Bogor, membuat Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup A dengan koleksi enam poin.

Sementara Vietnam mengambil alih puncak klasemen dengan tujuh poin, unggul selisih gol atas Singapura yang menempati posisi kedua dengan jumlah poin sama.

Situasi tersebut membuat laga terakhir Grup A menjadi pertandingan hidup-mati bagi skuad asuhan John Herdman.

Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura di Stadion Jalan Besar, Kallang, Jumat 7 Agustus 2026, dalam duel yang akan menentukan nasib kedua tim.

Tidak ada lagi ruang untuk kehilangan poin. Kemenangan menjadi satu-satunya hasil yang dapat menjaga asa Garuda menuju babak empat besar.

Apabila berhasil mengalahkan Singapura, Indonesia akan mengumpulkan sembilan poin.

Raihan tersebut berpeluang mengantarkan Garuda finis di dua besar klasemen Grup A sekaligus mengamankan tiket ke semifinal.

Sebaliknya, hasil imbang maupun kekalahan dipastikan mengakhiri perjalanan Indonesia di fase grup.

Tambahan satu poin tidak cukup untuk mengejar Singapura yang saat ini berada di atas Indonesia, sehingga peluang lolos otomatis tertutup.

Di sisi lain, Vietnam berada dalam posisi yang lebih nyaman. Tim berjuluk The Golden Star Warriors itu masih akan menghadapi Kamboja pada laga terakhir.

Jika mampu meraih hasil positif, Vietnam diperkirakan tetap bertahan di posisi teratas klasemen.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia praktis tidak perlu bergantung pada hasil pertandingan lain.

Fokus utama Garuda adalah mengamankan tiga poin saat menghadapi Singapura.

Persaingan di Grup A memang masih berlangsung ketat. Vietnam memimpin klasemen dengan tujuh poin dan selisih gol +10.

Singapura berada tepat di bawahnya dengan tujuh poin dan selisih gol +3.

Indonesia menempati posisi ketiga dengan enam poin serta selisih gol +4. Di bawahnya, Kamboja mengoleksi tiga poin, sedangkan Timor Leste belum meraih satu poin pun sepanjang turnamen.

Melihat peta persaingan tersebut, duel melawan Singapura menjadi laga paling menentukan bagi Timnas Indonesia.

Kemenangan akan menjaga mimpi Garuda untuk terus bersaing memperebutkan gelar Piala AFF 2026.

Sebaliknya, apabila gagal membawa pulang tiga poin dari Kallang, langkah Indonesia dipastikan terhenti di fase grup dan harus mengubur harapan melangkah ke semifinal.(*)




Ramadhipa Kunci Empat Poin di Moto3 Junior Prancis, Modal Penting Jelang Seri Valencia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pebalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, menunjukkan mental juang tinggi saat menghadapi putaran Moto3 Junior World Championship 2026 di Sirkuit Nevers Magny-Cours, Prancis.

Sempat tercecer hingga posisi ke-18 akibat kesalahan saat start, pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu berhasil bangkit dan finis di urutan ke-12 untuk membawa pulang tambahan empat poin.

Hasil tersebut menjaga posisi Ramadhipa tetap berada di jajaran lima besar klasemen sementara kejuaraan dunia.

Pebalap berusia 16 tahun asal Sleman, Yogyakarta, itu kini mengoleksi 64 poin dari rangkaian balapan musim 2026.

Turun bersama Honda Asia-Dream Racing Team, Ramadhipa memulai balapan 15 lap dari posisi ke-12.

Namun, awal balapan tidak berjalan sesuai harapan setelah motornya mengalami wheelie saat start sehingga membuatnya kehilangan banyak posisi.

Situasi tersebut membuat Ramadhipa harus memulai perjuangan dari posisi 18. Meski tertinggal dari grup depan, pebalap jebolan Astra Honda Racing School 2022 itu tidak kehilangan momentum.

Dalam tiga lap berikutnya, Ramadhipa tampil agresif dengan melewati tujuh pebalap sekaligus dan kembali masuk persaingan papan tengah.

Ia kemudian berada di posisi ke-11 dan memimpin pertarungan di grup kedua.

Namun, jarak dengan rombongan terdepan sudah terlalu lebar. Selisih waktu yang mencapai lebih dari tiga detik membuat peluang mengejar posisi 10 besar semakin sulit.

Bahkan menjelang akhir balapan, gap tersebut terus melebar hingga lebih dari 15 detik.

Memasuki lap terakhir, Ramadhipa masih mampu mempertahankan posisi terdepan di grupnya. Akan tetapi, satu posisi harus rela dilepas sebelum garis finis sehingga ia mengakhiri balapan di peringkat ke-12.

“Kesalahan saat start membuat motor mengalami wheelie dan saya turun ke posisi ke-18. Rombongan depan sudah terlalu jauh, jadi saya fokus bertarung di grup kedua untuk mengamankan poin,” ujar Ramadhipa.

Menurutnya, hasil di Prancis menjadi bahan evaluasi penting sebelum menghadapi seri berikutnya.

“Ini memang bukan akhir pekan terbaik, tetapi banyak pelajaran yang kami dapat. Saya akan menggunakan jeda musim panas untuk berlatih lebih keras agar bisa tampil lebih kuat di Valencia,” katanya.

Tetap Kompetitif di Papan Atas

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, mengapresiasi perjuangan Ramadhipa yang mampu bangkit setelah mengalami kendala di awal balapan.

Menurutnya, kemampuan untuk tetap fokus dan mengejar poin menunjukkan karakter kompetitif seorang pebalap yang siap bersaing di level dunia.

“Kami melihat semangat yang kuat dari Ramadhipa untuk bangkit dan melesat lebih kencang di setiap kesempatan. Kami optimistis ia akan tampil lebih baik pada seri selanjutnya,” ujar Andy.

Tambahan empat poin dari Prancis membuat Ramadhipa kini berada di posisi kelima klasemen sementara.

Ia masih memiliki peluang bersaing di papan atas karena musim 2026 belum berakhir.

Sepanjang musim ini, performa Ramadhipa terbilang menjanjikan.

Ia telah mencatat tiga kemenangan, masing-masing satu kemenangan di Moto3 Junior World Championship dan dua kemenangan di Red Bull Rookies Cup.

Selain itu, ia juga berhasil meraih satu podium pada seri pembuka musim di Barcelona bersama motor Honda NSF250RW.

Meski saat ini terpaut 30 poin dari pemuncak klasemen, peluang Ramadhipa untuk mengejar posisi teratas masih terbuka.

Target Balik Lebih Kuat di Valencia

Kompetisi Moto3 Junior World Championship 2026 akan memasuki masa jeda musim panas selama hampir enam pekan.

Balapan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Circuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, pada 4–6 September 2026.

Jeda tersebut akan dimanfaatkan Ramadhipa untuk meningkatkan persiapan fisik, teknik, dan strategi balapan agar mampu kembali bersaing merebut posisi terbaik.

Perjalanan Ramadhipa menjadi salah satu sorotan dalam perkembangan talenta balap muda Indonesia. Konsistensinya di kejuaraan internasional menunjukkan bahwa pebalap Tanah Air memiliki peluang besar bersaing di panggung dunia.(*)




Liga TopSkor Nasional 2026, Wakil Wali Kota Jambi Beri Pesan Khusus untuk Atlet Muda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak 30 pemain muda Tim Talent Liga TopSkor (LTS) Jambi resmi mendapat dukungan Pemerintah Kota Jambi untuk berlaga pada Liga TopSkor Nasional 2026 di Bogor.

Mereka akan mewakili Provinsi Jambi pada kelompok usia 10 dan 12 tahun dalam salah satu kompetisi sepak bola usia dini bergengsi di Indonesia.

Saat memberikan motivasi kepada para pemain, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menegaskan keikutsertaan di level nasional merupakan kesempatan berharga yang tidak dimiliki semua atlet muda.

Menurutnya, ajang tersebut harus dimanfaatkan untuk menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan, sekaligus menunjukkan bahwa anak-anak Jambi mampu bersaing dengan daerah lain.

“Tidak semua anak mendapat kesempatan tampil di tingkat nasional. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, percaya pada kemampuan diri sendiri, bermain dengan penuh percaya diri, disiplin, dan ikuti arahan pelatih,” ujar Diza.

Ia meminta para pemain tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjadikan setiap pertandingan sebagai proses belajar untuk meningkatkan kualitas diri.

Bawa Nama Kota Jambi di Tingkat Nasional

Diza mengingatkan, setiap pemain membawa nama baik Kota Jambi saat bertanding.

Karena itu, selain menampilkan permainan terbaik, mereka juga diminta menjaga sikap, menghormati lawan, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Kalian tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga nama Kota Jambi. Tunjukkan bahwa anak-anak Jambi memiliki semangat juang, kemampuan, dan sikap yang baik di dalam maupun di luar lapangan,” katanya.

Menurut Diza, sepak bola tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter.

Melalui olahraga, anak-anak belajar disiplin, bekerja sama, bertanggung jawab, berkomunikasi, hingga menghadapi kemenangan maupun kekalahan dengan sikap dewasa.

Pemkot Jambi Perkuat Pembinaan Atlet Muda

Pemerintah Kota Jambi, lanjut Diza, berkomitmen memperkuat pembinaan olahraga usia dini melalui dukungan terhadap kompetisi, peningkatan fasilitas olahraga, serta pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Ia berharap semakin banyak atlet muda Kota Jambi yang mampu menembus kompetisi nasional bahkan internasional.

“Kami ingin pembinaan olahraga usia dini terus berjalan dengan baik sehingga lahir lebih banyak atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kota Jambi. Prestasi penting, tetapi yang lebih penting adalah lahirnya generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan pantang menyerah,” tegasnya.

Diza juga memberikan apresiasi kepada pelatih, orang tua, dan penyelenggara kompetisi yang dinilai memiliki peran besar dalam membina bakat sepak bola usia dini.

Tim Talent Liga TopSkor Jambi yang berangkat ke Bogor terdiri dari 30 orang, meliputi pemain kelompok usia 10 tahun dan 12 tahun, didampingi pelatih serta ofisial.

Keikutsertaan mereka diharapkan menjadi ajang menambah pengalaman bertanding sekaligus mengharumkan nama Kota Jambi di tingkat nasional.(*)




Dari Sekolah Menuju Timnas, AXIS Nation Cup 2026 Buka Peluang Atlet Muda Indonesia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui merek AXIS kembali menggelar AXIS Nation Cup (ANC) 2026, turnamen futsal antarpelajar tingkat SMA dan SMK yang kini memasuki tahun keempat penyelenggaraan.

Mengusung tema “Laga Para Juara”, kompetisi tahun ini diperluas dengan menjangkau 40 kota di Indonesia dan menargetkan partisipasi sekitar 1.680 sekolah atau sekitar 16.800 pelajar.

Berbeda dengan sekadar kompetisi antarsekolah, penyelenggaraan AXIS Nation Cup 2026 juga diarahkan sebagai bagian dari pembinaan atlet usia muda melalui kolaborasi dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI).

Para peserta terbaik akan memperoleh kesempatan mengikuti program pelatihan intensif serta proses talent scouting untuk membuka jalan menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Keberlanjutan program tersebut didukung rekam jejak kompetisi selama tiga tahun terakhir. AXIS mencatat sedikitnya lima alumni AXIS Nation Cup telah memperkuat Tim Nasional Futsal U-19 Indonesia dan menjadi bagian dari skuad yang meraih posisi runner-up pada AFF U-19 Futsal Championship 2025.

Director & Chief Commercial Officer XLSMART, David Arcelus Oses, mengatakan AXIS Nation Cup terus dikembangkan agar menjadi ruang yang tidak hanya memberi pengalaman bertanding, tetapi juga membuka akses pembinaan yang lebih luas bagi pelajar.

“Melalui kolaborasi dengan Federasi Futsal Indonesia, kami ingin memastikan para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman bertanding, tetapi juga akses terhadap pelatihan lanjutan dan penjaringan bakat menuju level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Pembinaan Atlet dan Futsal Putri Jadi Fokus

Salah satu pembaruan pada penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya Intensive Training Program yang disusun bersama FFI.

Program tersebut akan mempertemukan para juara dengan pelatih berlisensi sekaligus menjadi bagian dari proses identifikasi atlet potensial untuk pembinaan berkelanjutan.

AXIS Nation Cup 2026 juga kembali membuka kategori futsal putri. Kehadiran kategori ini menjadi bagian dari upaya mendukung perkembangan futsal putri di Indonesia sekaligus memberi kesempatan yang sama bagi atlet perempuan untuk mengikuti program pengembangan dan penjaringan bakat.

Selain pertandingan di lapangan, penyelenggara turut menghadirkan berbagai aktivitas pendukung seperti kompetisi suporter, lomba tari, permainan interaktif, hiburan, hingga area aktivasi yang ditujukan untuk menciptakan pengalaman lebih menarik bagi peserta maupun penonton.

Didukung Perluasan Jaringan 5G

Penyelenggaraan AXIS Nation Cup 2026 juga menjadi bagian dari strategi XLSMART memperkenalkan perluasan layanan jaringan 5G melalui AXIS 5GAF (Absolute Fast).

Menurut perusahaan, kehadiran jaringan tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas digital generasi muda, mulai dari belajar, bermain gim, membuat konten, hingga membagikan momen pertandingan selama kompetisi berlangsung dengan koneksi yang lebih cepat dan stabil.

Sebagai identitas baru, AXIS Nation Cup 2026 juga memperkenalkan maskot resmi bernama ZEIRO, yang merupakan gabungan kata Zero dan Hero.

Maskot ini menggambarkan filosofi bahwa setiap atlet memulai perjalanan dari langkah pertama sebelum akhirnya meraih prestasi.

Grand Final Digelar di Jakarta

Babak penyisihan AXIS Nation Cup 2026 berlangsung mulai 31 Juli hingga 27 September 2026 di berbagai daerah.

Selanjutnya, babak regional dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga akhir September sebelum seluruh juara regional bertemu pada Grand Final di Jakarta pada 31 Oktober 2026.

Melalui penyelenggaraan tahun ini, AXIS berharap kompetisi tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga memperkuat ekosistem pembinaan futsal pelajar di Indonesia dengan menghubungkan kompetisi, pelatihan, penjaringan bakat, dan dukungan teknologi dalam satu rangkaian program.(*)




Ratusan Atlet Ramaikan Kejurprov Panjat Tebing Jambi 2026, KONI Siapkan Bank Data Atlet Berprestasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Jambi 2026 resmi bergulir di kawasan RTH Ratu Pinang Masak Angso Duo, Kota Jambi, Jumat 31 Juli 2026.

Ratusan atlet dari berbagai kabupaten dan kota ambil bagian dalam ajang yang menjadi salah satu agenda penting pembinaan olahraga prestasi di Provinsi Jambi.

Kejuaraan yang diselenggarakan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Jambi itu dibuka oleh Bidang Organisasi Pengurus Pusat FPTI, Rahmad Heru Syafutra.

Turut hadir Ketua Umum KONI Provinsi Jambi AKBP Mat Sanusi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi Novriadi, Wakil Ketua Umum III KONI Jambi Cecep Suryana, serta jajaran pengurus FPTI.

Selain menjadi arena perebutan gelar juara, kejuaraan ini diproyeksikan sebagai sarana seleksi dan evaluasi atlet yang berpotensi dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan tingkat nasional.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan pembinaan panjat tebing di daerah mulai berkembang.

Menurutnya, kompetisi rutin menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kesinambungan prestasi atlet.

“Panjat tebing merupakan cabang olahraga yang membutuhkan kemampuan fisik, ketahanan mental, konsentrasi, dan disiplin tinggi. Kompetisi seperti ini menjadi ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet baru yang mampu bersaing di level lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menilai kejuaraan tingkat provinsi memiliki peran strategis dalam mengukur hasil pembinaan yang dilakukan masing-masing daerah sekaligus menjadi dasar penyusunan program latihan berikutnya.

Data Performa Atlet Akan Didokumentasikan

Dalam kesempatan tersebut, KONI Jambi juga mengungkapkan rencana memperkuat sistem pembinaan berbasis data.

Hasil pertandingan, catatan performa, hingga perkembangan atlet akan dihimpun dalam Bank Data Atlet Berprestasi sebagai bahan evaluasi jangka panjang.

Menurut Mat Sanusi, pendekatan tersebut diharapkan membantu pelatih dan pengurus cabang olahraga dalam memetakan potensi atlet secara lebih objektif, termasuk untuk kebutuhan seleksi menuju kejuaraan nasional.

Selain itu, penerapan sport science secara bertahap juga disebut akan menjadi bagian dari pengembangan sistem pembinaan atlet di Jambi.

“Kami berharap ajang ini dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi atlet-atlet potensial yang nantinya akan dibina secara berkelanjutan,” katanya.

Minat Generasi Muda Terus Bertambah

Sementara itu, Wakil Ketua Umum FPTI Provinsi Jambi, Eriyadi, menyebut jumlah peserta yang mencapai ratusan orang menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap olahraga panjat tebing.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal positif bagi pengembangan olahraga panjat tebing di Jambi apabila diikuti dengan kompetisi yang berkesinambungan dan pembinaan yang konsisten.

Selama kejuaraan berlangsung, para atlet akan bertanding pada sejumlah nomor sesuai regulasi Federasi Panjat Tebing Indonesia.

FPTI Jambi berharap kompetisi berjalan kompetitif sehingga mampu menghasilkan atlet-atlet yang siap mewakili daerah pada ajang yang lebih tinggi.

Melalui penyelenggaraan Kejurprov 2026, pembinaan olahraga panjat tebing di Jambi diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek.

Tetapi juga membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan melalui kompetisi rutin, pendataan atlet, dan peningkatan kualitas latihan.(*)




Domino Kapolda Cup 2026 Resmi Bergulir, Polda Jambi Targetkan Jadi Ajang Silaturahmi Masyarakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Polda Jambi mulai mematangkan pelaksanaan Open Tournament Domino Kapolda Cup 2026 yang akan digelar dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.

Turnamen tersebut dipastikan terbuka bagi masyarakat umum dengan kuota terbatas sebanyak 208 tim yang akan bersaing memperebutkan hadiah total Rp25 juta.

Persiapan kegiatan dibahas dalam audiensi antara jajaran Polda Jambi dan Organisasi Domino (Orado) Jambi yang berlangsung di ruang kerja Wakapolda Jambi, Selasa 28 Juli 2026.

Audiensi dipimpin Wakapolda Jambi Brigjen Pol Benny Ali bersama Dirbinmas Polda Jambi Kombes Pol Henky Poerwanto dan Dirintelkam Polda Jambi Kombes Pol Yuli Haryudo.

Dari pihak Orado hadir Ketua Orado Jambi Kemas Alfansury, Ketua Pelaksana Yoga Indra Bayu, serta Sekretaris Orado Jambi Faisal.

Dalam pertemuan tersebut dibahas kesiapan teknis pelaksanaan turnamen yang dijadwalkan berlangsung 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Paviliun Jambi Business Center (JBC).

Panitia menetapkan peserta berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Setiap tim terdiri dari dua orang dengan biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu per tim.

Selain hadiah uang pembinaan senilai Rp25 juta, panitia juga menyiapkan trofi dan piagam penghargaan bagi para juara.

Sejumlah tokoh juga dijadwalkan menghadiri pembukaan turnamen, di antaranya Wakil Bupati Sarolangun, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, serta perwakilan KONI Provinsi Jambi.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan, audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian dengan komunitas masyarakat.

Menurutnya, Polda Jambi mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Open Tournament Domino Kapolda Cup diharapkan menjadi wadah silaturahmi, hiburan, sekaligus memperkuat kemitraan antara Polri dengan masyarakat,” kata Erlan.

Ia menambahkan, turnamen tersebut bukan hanya menjadi rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan ruang interaksi yang sehat dan mempererat persaudaraan antarpeserta.

Polda Jambi juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.(*)




Membanggakan! Kontingen Polda Jambi Naik Podium Kapolri Cup 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tim menembak Polda Jambi kembali mengukir prestasi di tingkat nasional.

Pada ajang Kapolri Cup 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, kontingen Polda Jambi sukses meraih Juara II kategori beregu Polisi Laki-laki (Polki) setelah bersaing dengan 72 regu dari berbagai kepolisian daerah di Indonesia.

Prestasi tersebut diraih pada nomor Presisi Pistol 25 Meter yang digelar di Lapangan Tembak Hoegeng Imam Santoso Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Tim beregu Polki Polda Jambi diperkuat Ipda Agus Sukron, S.I.P., Ipda Muhammad Fauzan, S.H., dan Aipda Heriyanto. Ketiganya berhasil tampil konsisten hingga mengamankan posisi runner-up nasional.

Tak hanya berjaya di nomor beregu, sejumlah personel Polda Jambi juga mencatatkan hasil membanggakan pada nomor individu.

Di kategori Perwira Pertama (Pama), Ipda Agus Sukron menempati peringkat kelima dari 124 peserta dengan nilai 88,00, sedangkan Ipda Muhammad Fauzan berada di peringkat keenam dengan nilai 87,01.

Pada kategori Bintara/Tamtama (BA/TA), Aipda Heriyanto juga masuk jajaran terbaik dengan finis di peringkat keenam dari 195 peserta setelah membukukan nilai 89,01.

Sementara di kategori Polwan, Briptu Indriyana berhasil menembus peringkat ke-16 dari 150 peserta, sedangkan Brigpol Miranti Silaban dan Brigpol Rositanur, S.H. juga turut bersaing pada kejuaraan nasional tersebut.

Prestasi Polda Jambi berlanjut pada nomor Duel Plat (Shoot Off).

Empat personel berhasil lolos ke babak eliminasi, yakni Ipda Agus Sukron, Ipda Muhammad Fauzan, Aipda Heriyanto, dan Briptu Indriyana.

Pada babak tersebut, Agus Sukron dan Muhammad Fauzan mampu melaju hingga babak 16 besar (1/8 final), sedangkan Heriyanto dan Indriyana juga sukses menembus fase 16 besar.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih para atlet menembak Polda Jambi.

“Raihan Juara II kategori beregu Polki dari 72 regu merupakan pencapaian yang sangat membanggakan dan menjadi bukti bahwa personel Polda Jambi mampu bersaing serta menunjukkan kemampuan terbaik di tingkat nasional,” ujar Erlan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari pembinaan yang berkelanjutan, latihan yang disiplin, serta kerja keras seluruh personel.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polda Jambi untuk terus meningkatkan profesionalisme, keterampilan, dan kemampuan teknis dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

Keikutsertaan dalam Kapolri Cup, lanjutnya, bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari pembinaan kemampuan dasar personel Polri, khususnya dalam keterampilan menembak yang menjadi salah satu kompetensi penting saat menjalankan tugas di lapangan.

Prestasi yang diraih kontingen Polda Jambi sekaligus menjadi kado membanggakan pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembinaan yang berkelanjutan.(*)




Manchester United Gagal Rekrut Alex Scott, Bournemouth Tak Mau Lepas Gelandang Andalan

SEPUCUKJAMBI.ID – Manchester United dipastikan menghentikan upaya mereka untuk merekrut gelandang muda Bournemouth, Alex Scott, pada bursa transfer musim panas 2026.

Keputusan itu diambil setelah Bournemouth berulang kali menolak pendekatan yang dilakukan Setan Merah.

Sebelumnya, Manchester United memang berencana menambah satu gelandang lagi setelah mendatangkan dua pemain baru ke lini tengah.

Alex Scott sempat menjadi target utama karena dinilai memiliki kualitas dan potensi besar untuk memperkuat skuad.

Namun negosiasi tidak berjalan sesuai harapan. Bournemouth menegaskan tidak memiliki niat melepas pemain berusia 22 tahun tersebut karena dianggap sebagai aset penting untuk masa depan klub.

Sikap tegas Bournemouth membuat Manchester United akhirnya memilih menghentikan pembicaraan dan mengalihkan fokus ke target lain yang lebih memungkinkan direkrut sebelum jendela transfer ditutup.

Bournemouth Anggap Alex Scott Aset Masa Depan

Laporan dari The Mirror menyebut Bournemouth sama sekali tidak tergoda dengan berbagai pendekatan yang dilakukan Manchester United.

Manajemen The Cherries meyakini Alex Scott memiliki prospek menjadi salah satu gelandang terbaik di Liga Inggris dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, klub memilih mempertahankan sang pemain meski mendapat ketertarikan dari klub sebesar Manchester United.

Penolakan yang terus berulang membuat manajemen Setan Merah mulai kehilangan harapan untuk menyelesaikan transfer tersebut pada musim panas ini.

MU Berencana Kembali pada 2027

Meski mundur untuk saat ini, Manchester United disebut belum sepenuhnya menghapus nama Alex Scott dari daftar incaran.

Kontrak Scott bersama Bournemouth masih berlaku hingga 2028.

Namun laporan menyebut sang pemain belum menunjukkan tanda-tanda akan memperpanjang kontraknya.

Situasi itu membuat Manchester United diyakini akan kembali mencoba merekrutnya pada bursa transfer 2027.

Saat itu posisi Bournemouth diperkirakan lebih sulit karena masa kontrak pemain sudah semakin menipis.

Tchouameni dan Baleba Jadi Alternatif

Sambil menunggu peluang mendapatkan Alex Scott di masa depan, Manchester United mulai mengalihkan perhatian ke sejumlah nama lain.

Dua gelandang yang kini masuk radar Setan Merah adalah Aurelien Tchouameni dari Real Madrid dan Carlos Baleba milik Brighton.

Keduanya dinilai mampu memberikan keseimbangan sekaligus meningkatkan kualitas lini tengah Manchester United untuk menghadapi musim 2026/2027.(*)




AC Milan Bidik Wing-Back Baru, Noussair Mazraoui dan Raphael Guerreiro Masuk Radar

SEPUCUKJAMBI.ID – AC Milan masih membuka peluang mendatangkan pemain baru di posisi wing-back sebelum bursa transfer musim panas ditutup.

Keputusan tersebut akan bergantung pada hasil evaluasi pelatih Ruben Amorim selama rangkaian pramusim.

Rossoneri memang belum menjadikan sektor sayap sebagai prioritas utama.

Namun, kebutuhan tambahan pemain bisa berubah apabila performa skuad dinilai belum sesuai dengan skema yang diinginkan sang pelatih.

Dalam laga uji coba melawan Celtic, Amorim mulai memperlihatkan filosofi permainannya melalui formasi 3-4-2-1.

Skema tersebut menuntut wing-back memiliki kemampuan menyerang dan bertahan secara seimbang.

Sejumlah pemain mulai diuji di posisi tersebut. Salah satunya adalah Samuel Chukwueze yang dicoba bermain sebagai wing-back.

Eksperimen itu memberikan hasil positif. Pemain asal Nigeria tersebut tampil cukup menjanjikan dan sukses menyumbang assist untuk gol Francesco Camarda saat menghadapi Celtic.

Selain Chukwueze, Alexis Saelemaekers juga dipersiapkan mengisi peran serupa.

Sementara Davide Bartesaghi tetap menjadi opsi penting karena mampu bermain sebagai wing-back maupun bek tengah sisi kiri.

Di tengah evaluasi tersebut, masa depan Pervis Estupinan masih menjadi perhatian.

Bek asal Ekuador itu dikabarkan diminati Aston Villa, meski hingga kini belum ada keputusan terkait kemungkinan kepindahannya.

Amorim disebut ingin melihat langsung performa Estupinan sepanjang pramusim sebelum menentukan apakah sang pemain akan dipertahankan atau dilepas.

Jika Estupinan hengkang, AC Milan dipastikan akan bergerak mencari pengganti. Salah satu nama yang masuk daftar incaran adalah Noussair Mazraoui dari Manchester United.

Bek asal Maroko itu disebut sudah lama masuk dalam radar Amorim karena dinilai sesuai dengan karakter permainan yang diinginkannya.

Selain Mazraoui, AC Milan juga mempertimbangkan Raphael Guerreiro.

Pemain asal Portugal itu kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama Bayern Munchen berakhir.

Status tanpa klub membuat Guerreiro menjadi opsi menarik karena bisa direkrut tanpa biaya transfer. Pengalamannya di level tertinggi Eropa juga menjadi nilai tambah.

Selama bermain di Bundesliga, Guerreiro mencatatkan 42 gol dan 47 assist dalam 223 pertandingan, statistik yang menunjukkan kemampuannya memberikan kontribusi di sektor menyerang maupun bertahan.

Manajemen AC Milan diperkirakan baru akan mengambil keputusan final setelah seluruh agenda pramusim rampung.

Evaluasi tersebut akan menjadi dasar apakah Rossoneri benar-benar mendatangkan wing-back baru sebelum bursa transfer ditutup.(*)