Yamaha Siap Rekrut Jorge Martin, Wajah Baru Proyek Kebangkitan 2027

SEPUCUKJAMBI.ID – Peta kekuatan MotoGP 2027 mulai bergeser drastis.

Setelah Fabio Quartararo resmi pindah ke Honda HRC, Yamaha kini membidik Jorge Martin sebagai wajah baru proyek kebangkitan tim pabrikan mereka mulai musim 2027.

Menurut laporan Motorsport.com, Yamaha dan Jorge Martin tengah menuntaskan kesepakatan kontrak dua musim (2027–2028) yang akan menjadikan pembalap Spanyol itu sebagai ujung tombak tim pabrikan asal Iwata.

Musim lalu, Martin sempat mengupayakan kepindahan ke Honda HRC, tetapi Aprilia menolak melepasnya, sehingga ia tetap berada di tim Italia untuk musim 2026.

Dengan kepergian Quartararo, Yamaha membutuhkan pembalap agresif dan cepat untuk memaksimalkan potensi motor M1 V4 850 cc yang dijadwalkan debut pada 2027.

Jorge Martin dianggap sebagai sosok ideal: cepat, lapar gelar, dan berpengalaman mengendarai berbagai motor kelas utama.

Jika resmi bergabung, Martin akan menjadi pembalap ketiga yang berbeda dalam empat musim terakhir, setelah Pramac Ducati (2024) dan Aprilia Racing (2025–2026).

Sementara itu, fokus Yamaha juga tertuju pada rekan setim Martin di garasi biru.

Alex Rins masih belum aman, kecuali performanya meningkat signifikan dibandingkan musim 2025.

Di sisi lain, Aprilia harus menentukan pengganti Martin; apakah Marco Bezzecchi naik kelas atau akan muncul nama besar lainnya.

Keseluruhan kontrak pembalap harus selesai sebelum seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand, karena paruh kedua musim ini akan dipenuhi dengan rangkaian tes resmi motor MotoGP 2027.

Yamaha dan Martin pun diharapkan segera memberikan pengumuman resmi yang akan menjadi sorotan paddock dan penggemar MotoGP dunia.(*)




Cedera Bahu Sembuh, Marc Marquez Optimis Hadapi Tes Pramusim MotoGP 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Marc Marquez, pembalap Ducati Lenovo dan juara dunia tujuh kali, memastikan dirinya siap kembali ke lintasan setelah pulih dari cedera bahu yang diderita di MotoGP Indonesia 2025.

Marc menegaskan, fokus utamanya kini adalah mengembalikan kepercayaan diri dan tampil konsisten bersama Desmosedici GP26 pada musim 2026.

“Tujuan pertama saya adalah mendapatkan kembali kepercayaan diri setelah cedera, kemudian menampilkan performa terbaik di lintasan bersama Ducati Lenovo Team,” kata Marc dikutip dari laman MotoGP, Selasa (20/1).

Pembalap asal Catalunya, Spanyol, menambahkan bahwa sesi latihan pertama di atas motor terasa lebih dari positif, namun tes pramusim di Malaysia akan menjadi ujian sesungguhnya.

Marc mengaku tidak terlalu fokus mengejar rekor pada 2026, melainkan ingin mengembangkan Desmosedici GP26 dan mempertahankan konsistensi performa.

“Musim 2026 adalah tantangan tambahan. Memperkuat posisi akan lebih sulit, tetapi kami punya kemampuan untuk memaksimalkan paket Desmosedici GP, yang merupakan paket paling kompetitif dan andal,” ujar Marc.

Jadwal Tes dan Balapan

  • Tes Pramusim: 3–5 Februari 2026, Sirkuit Sepang, Malaysia

  • GP Thailand: 27 Februari 2026

Dengan kondisi bahu yang pulih, Marc siap menunjukkan kemampuan maksimal sejak tes pramusim hingga balapan resmi.(*)




Jelang MotoGP 2026, Mario Aji dan Veda Ega Pratama Terbang ke Spanyol

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang dimulainya musim balap Moto Grand Prix (GP) 2026, dua pebalap Indonesia lulusan Astra Honda Racing School (AHRS), Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, bersiap berangkat ke Barcelona, Spanyol.

Keduanya akan memulai proses adaptasi dan koordinasi dengan tim teknis, mekanik, serta kru internasional yang tergabung dalam Honda Team Asia.

Veda Ega Pratama, pebalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta, menyambut antusias debutnya di ajang GP Moto3 2026.

Bagi Veda, musim ini bukan hanya tentang persaingan di lintasan, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya para pebalap binaan AHRS.

“Saya siap menghadapi musim balap GP Moto3 dengan dukungan Honda Team Asia. Saya berharap bisa bersaing kompetitif dan perjuangan saya bisa menginspirasi anak muda Indonesia untuk terus berjuang meraih mimpi,” ujar Veda.

Pada musim 2025, Veda tampil impresif dengan meraih runner up Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC).

Prestasi tersebut mengantarkannya langsung ke jenjang GP Moto3, meski usianya belum genap 18 tahun. Di musim 2026, Veda akan berduet dengan pebalap asal Jepang, Zen Mitani, di Honda Team Asia.

Sementara itu, Mario Suryo Aji akan menjalani musim ketiganya bersama Honda Team Asia di kelas Moto2 dan memasuki tahun kelima berkiprah di ajang Grand Prix dunia.

Pebalap asal Magetan, Jawa Timur, ini terus menjaga kondisi fisik dan performa balapnya dengan latihan intensif bersama pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) selama masa jeda musim.

“Musim ini menjadi kesempatan penting bagi saya untuk meraih hasil terbaik. Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia,” kata Mario.

Mario telah dibina AHM sejak usia 12 tahun dan memulai karier internasionalnya sejak 2017, dari Thailand Talent Cup, Asia Talent Cup, ARRC, hingga FIM JuniorGP.

Pada musim lalu, salah satu hasil terbaiknya adalah finis posisi kesembilan di seri Amerika Serikat.

Mario dan Veda sama-sama memulai karier balap profesional melalui Astra Honda Racing School, yang berdiri sejak 2010 dan telah meluluskan lebih dari 150 pebalap muda Indonesia.

AHRS tidak hanya mengasah kemampuan balap, tetapi juga membekali siswa dengan manajemen balap dan kemampuan komunikasi.

Pada 2026, pendaftaran AHRS dibuka mulai 9 Januari hingga 5 Februari bagi pebalap berusia 11–14 tahun, dengan informasi pendaftaran tersedia melalui media sosial Astra Honda Racing Team.(*)




Marc Marquez Ungkap Belum Siap Pensiun di MotoGP 2027

SEPUCUKJAMBI.ID – Pembalap MotoGP Marc Marquez menegaskan bahwa ia belum siap pensiun pada 2027.

Meski menyadari kondisi tubuh dan pikirannya bisa membuatnya mengakhiri karier lebih cepat dari yang diharapkan.

Kontrak Marquez bersama Ducati Lenovo Team akan habis pada akhir 2026, namun hingga kini belum ada pembicaraan soal perpanjangan kontrak.

Rumor pun muncul, mulai dari kemungkinan kembali ke Honda hingga spekulasi pensiun.

Pada 2027, Marquez akan berusia 34 tahun, usia yang tergolong senior untuk pembalap MotoGP.

Dalam wawancaranya dengan La Sexta pada Selasa (6/1/2026), ia menegaskan bahwa pensiun bukan target saat ini.
“Saya rasa itu (pensiun) takkan terjadi dalam waktu dekat. Hal terberat bagi seorang atlet adalah tahu kapan dan bagaimana cara berhenti,” kata Marquez, sembilan kali juara dunia.

Marquez menambahkan, selama motivasi dan kondisi tubuhnya masih mendukung, ia akan tetap balapan.

Namun, akibat cedera yang menumpuk beberapa tahun terakhir, ia menyadari kariernya mungkin tidak akan sepanjang yang diharapkan.

“Jika semangat masih ada dan tubuh saya kuat, saya bakal terus balapan. Tapi saya tahu cedera dan kondisi mental bisa bikin saya pensiun lebih cepat,” ujar Marquez.

Ia juga menekankan bahwa balap motor berbeda dari olahraga lainnya. Cedera yang dialami pembalap sangat berpengaruh terhadap performa dan periode karier.

“Kami berada di olahraga di mana cedera tidak bersahabat dengan saya belakangan ini. Tapi jika melihat risiko yang sudah saya ambil, semuanya masih memberi saya kesempatan,” jelasnya.

Marquez menutup dengan pernyataan tentang pengelolaan kondisi tubuh dan mental:

“Saya harus paham bagaimana tubuh saya bekerja dari tahun ke tahun. Mental saya masih seperti roket, punya bahan bakar tersisa, tapi saya harus tahu kapan dan bagaimana menggunakannya,” pungkasnya.(*)




Valentino Rossi Hingga Marc Marquez, Ini Jadwal Launching Tim MotoGP 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – MotoGP 2026 sudah di depan mata! Para tim pabrikan dan satelit kini mulai bersiap meluncurkan motor.

Serta mengumumkan susunan pembalap yang akan bersaing dalam kejuaraan musim depan, yang dimulai pada 27 Februari 2026.

Juara bertahan konstruktor, Ducati Lenovo Team, dijadwalkan akan memperkenalkan motor terbaru mereka pada 19 Januari di Madonna di Campiglio, Italia.

Marc Marquez dan Francesco “Pecco” Bagnaia akan menjadi pengendara motor baru ini.

Sementara itu, Pertamina Enduro VR46 Racing Team milik Valentino Rossi akan melakukan peluncuran pada 14 Januari di Roma, menampilkan duo Fabio di Giannantonio dan Franco Morbidelli.

Tim ini akan menjadi sorotan karena manajemen Rossi terkenal dengan strategi pembinaan pembalap muda.

Tak kalah menarik, Prima Pramac Yamaha akan meluncurkan tim pada 13 Januari di Accademia Musicale Della Chigiana, Italia.

Tim ini akan memperkenalkan Toprak Razgatlioglu, juara tiga kali WSBK yang baru bergabung, bersama Jack Miller.

Monster Energy Yamaha MotoGP memilih Jakarta sebagai lokasi peluncuran tim pada 21 Januari, menandai era baru motor V4 mereka.

Fabio Quartararo dan Alex Rins akan menjadi wajah tim musim depan.

Pada 27 Januari, KTM Factory Racing dan Tech3 akan meluncurkan livery secara bersamaan, menampilkan empat pembalap utama: Pedro Acosta, Brad Binder, Maverick Vinales, dan Enea Bastianini.

Gresini Racing Ducati dijadwalkan memperkenalkan livery terbaru mereka di Kuala Lumpur, Malaysia pada 31 Januari, mempertahankan Alex Marquez dan Fermin Aldeguer sebagai pembalap.

Di kubu Honda, LCR Honda akan meluncurkan tim pada 1 Februari (lokasi belum diumumkan), menampilkan Johann Zarco dan Diogo Moreira, juara Moto2 2025.

Sementara itu, Honda HRC akan melakukan peluncuran daring pada 2 Februari dengan motor RC213V untuk Luca Marini dan Alex Rins.

Berikut jadwal lengkap peluncuran tim MotoGP 2026:

  • Prima Pramac Racing Team – 13 Januari

  • Pertamina Enduro VR46 Racing Team – 14 Januari

  • Ducati Lenovo Team – 19 Januari

  • Monster Energy Yamaha – 21 Januari

  • KTM Factory Racing & Tech3 – 27 Januari

  • Gresini Racing Ducati – 31 Januari

  • LCR Honda – 1 Februari

  • Honda HRC – 2 Februari

Dengan jadwal ini, para penggemar MotoGP bisa mengikuti setiap momen peluncuran motor dan pembalap sebelum musim 2026 dimulai.(*)




Masa Depan Quartararo: Bagnaia vs Bastianini, Siapa Pilihan Yamaha?

SEPUCUKJAMBI.ID – Yamaha Racing sedang menyiapkan masa depan pasca-Fabio Quartararo, dan manuver mereka di paddock MotoGP mulai memunculkan nama-nama kejutan.

Selain Francesco Bagnaia, Enea Bastianini disebut-sebut menjadi target penting Yamaha untuk era baru 2027.

Sejak rumor pertama terkait Bagnaia muncul, banyak yang mengira Yamaha hanya fokus pada juara dunia Ducati tersebut.

Namun, di balik layar, Enea Bastianini dari KTM Tech3 Racing ternyata juga masuk radar sebagai calon suksesor Quartararo.

Situasi ini menghadirkan dua opsi strategis bagi Yamaha. Francesco Bagnaia dianggap target utama karena prestise dan pengalaman juara dunia yang dimilikinya.

Bagi Yamaha, Bagnaia bisa menjadi wajah kebangkitan “samurai biru”, sekaligus pemimpin proyek pembangunan ulang YZR-M1 untuk mengatasi masalah kronis performa motor selama beberapa musim terakhir.

Meski demikian, Bagnaia secara resmi tetap setia kepada Ducati hingga kontraknya berakhir.

Sumber di paddock mengungkapkan, pembicaraan dengan Yamaha telah berlangsung “sangat maju”, tetapi membujuk Bagnaia pindah ke Yamaha memerlukan biaya besar, baik secara finansial maupun politik.

Di sisi lain, Enea Bastianini muncul sebagai opsi realistis dan fleksibel.

Pembalap Italia ini memiliki gaya balap agresif, kemampuan adaptasi tinggi, dan pengalaman menang di Grand Prix.

Kontraknya yang tidak terlalu panjang membuatnya lebih mudah diakomodasi Yamaha, sementara performanya terbukti kompatibel untuk fase pembangunan motor baru.

Para analis MotoGP menilai Bastianini bisa lebih cocok dengan Yamaha dibanding Bagnaia, terutama dalam menghadapi tantangan teknis YZR-M1 yang belum sempurna.

Strategi Yamaha jelas: Bagnaia untuk sensasi dan prestise, Bastianini untuk pragmatisme dan hasil konsisten.

Dengan dua rencana cadangan ini, Yamaha berharap bisa menjamin kesinambungan tim jelang musim 2027.

Pasar transfer pembalap MotoGP musim depan tampaknya akan dipengaruhi lebih oleh manuver senyap sejak awal 2026 daripada pergerakan spektakuler musim panas.(*)




Valentino Rossi dan VR46 Racing Mulai Buka Opsi Pisah dari Ducati

SEPUCUKJAMBI.ID – Paddock MotoGP kembali dihebohkan rumor besar menjelang diberlakukannya regulasi anyar pada 2027.

Salah satu isu yang paling menyita perhatian adalah kabar bahwa VR46 Racing Team milik legenda MotoGP Valentino Rossi mulai membuka opsi untuk berpisah dengan Ducati dan mempertimbangkan kerja sama baru bersama Aprilia.

Sejak musim MotoGP 2025 resmi berakhir dan memasuki masa jeda musim dingin, perbincangan di lingkungan MotoGP tidak hanya berfokus pada bursa pembalap.

Isu perubahan arah tim dan potensi pergantian pabrikan juga mulai mencuat, terutama menjelang era teknis baru yang akan dimulai pada 2027.

Dalam beberapa pekan terakhir, VR46 Racing Team dikaitkan dengan spekulasi besar terkait masa depannya bersama Ducati.

Tim asal Italia tersebut disebut-sebut tengah mengevaluasi ulang kemitraan mereka dan melirik Aprilia, pabrikan yang performanya terus menunjukkan tren positif.

VR46 Racing Team pertama kali menjejakkan kaki di MotoGP pada 2021.

Sebelumnya, tim ini dikenal luas lewat kiprahnya di Moto3 dan Moto2 dengan nama Sky VR46 Racing Team, yang menjadi wadah pembinaan talenta muda dari VR46 Riders Academy.

Baru pada 2022, VR46 Racing resmi turun di kelas premier sebagai tim satelit Ducati.

Menariknya, di kelas Moto2, mereka sempat menjalin kerja sama dengan Yamaha, menunjukkan fleksibilitas dalam memilih mitra teknis.

Situasi berubah drastis pada 2025 ketika Pramac Racing, yang sebelumnya menjadi tim satelit utama Ducati, memilih hijrah ke Yamaha dengan kontrak jangka panjang.

Keputusan tersebut membuat VR46 Racing otomatis naik status sebagai tim satelit utama Ducati pada musim yang sama.

Namun, status tersebut tidak sepenuhnya diiringi hasil memuaskan. Meski Fabio Di Giannantonio mendapatkan motor spesifikasi pabrikan Ducati GP25, performa VR46 Racing dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi.

Sebaliknya, Alex Marquez justru tampil impresif bersama Gresini Racing menggunakan Ducati GP24, hingga akhirnya dipercaya mengendarai Ducati GP26 pada musim 2026.

Penunjukan Gresini Racing sebagai tim pengembangan GP26 memunculkan anggapan bahwa posisi VR46 Racing sebagai tim satelit utama mulai tergeser.

Hal inilah yang memicu spekulasi bahwa tim milik Valentino Rossi mulai mempertimbangkan masa depan di luar Ducati.

Nama Aprilia pun mencuat sebagai kandidat kuat. Pabrikan asal Noale tersebut menutup musim 2025 dengan performa mengesankan, termasuk tiga kemenangan dalam empat seri terakhir.

Marco Bezzecchi bahkan mencatat sejarah sebagai pembalap Aprilia pertama yang finis di tiga besar klasemen akhir MotoGP.

Meski demikian, rumor kepindahan VR46 Racing ke Aprilia langsung ditepis.

Media Italia La Gazzetta dello Sport mengutip pernyataan CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, yang menegaskan bahwa fokus utama Aprilia saat ini adalah melanjutkan proyek bersama Trackhouse Racing.

“Ini hanya sebuah spekulasi menarik untuk dibayangkan, tetapi prioritas kami adalah melanjutkan kerja sama dengan Trackhouse Racing. Saya memiliki hubungan kerja yang sangat baik dengan Davide Brivio dan puas dengan perkembangan tim serta Raul Fernandez,” ujar Rivola.

Alih-alih membicarakan 2027, Aprilia kini tengah memusatkan perhatian pada target besar musim 2026.

Setelah finis sebagai runner-up konstruktor dengan 418 poin, Aprilia secara terbuka menegaskan ambisi untuk menantang dominasi Ducati.

“Pada 2026 kami tidak boleh lagi bersembunyi. Kami harus mencoba memenangkan setiap Grand Prix. Jika bekerja dengan benar, kami percaya bisa menjadi juara,” tegas Rivola.

Ia juga menilai Marco Bezzecchi telah siap menghadapi persaingan sengit melawan Marc Marquez maupun Jorge Martin, yang diharapkan bangkit setelah musim 2025 yang sulit.

Dengan arah proyek jangka panjang Aprilia yang sudah jelas bersama Trackhouse Racing, masa depan VR46 Racing Team masih menjadi tanda tanya besar.

Apakah tim milik Valentino Rossi bersedia melepas status prestisius sebagai tim satelit utama demi membuka babak baru? Jawabannya akan terungkap seiring waktu berjalan.(*)




Wow! Veda Ega Pratama dan Ramadhipa Catat Sejarah di FIM JuniorGP dan ETC 2025

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dua pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa, menuntaskan musim balap internasional 2025 dengan prestasi membanggakan di ajang FIM JuniorGP dan European Talent Cup (ETC).

Capaian tersebut menjadi penegasan posisi pebalap Indonesia yang semakin diperhitungkan di level balap dunia.

Veda Ega Pratama sukses mengakhiri musim FIM JuniorGP 2025 di peringkat 10 besar klasemen akhir dengan koleksi 70 poin.

Torehan ini mencatatkan sejarah baru bagi Astra Honda Racing Team, karena Veda mampu membukukan enam kali finis Top 10 secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pebalap Indonesia di ajang ini.

Sepanjang musim, Veda menunjukkan konsistensi dan peningkatan performa signifikan. Ia beberapa kali start dari baris depan, termasuk dua kali memulai balapan dari baris kedua grid.

Penampilan stabil tersebut menjadi modal penting bagi Veda untuk melangkah ke level lebih tinggi, yakni Moto3 World Championship 2026 bersama Honda Team Asia.

Sementara itu, Muhammad Kiandra Ramadhipa tampil impresif di European Talent Cup 2025 dengan finis di posisi kelima klasemen akhir dan mengoleksi 129 poin.

Sejak seri pembuka di Portugal, pebalap asal Sleman, Yogyakarta ini langsung mencuri perhatian dengan raihan podium pada balapan perdananya.

Prestasi Ramadhipa semakin bersinar ketika ia meraih kemenangan di Race 1 seri Prancis dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Sirkuit Magny-Cours.

Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Ramadhipa dan Astra Honda di ajang ETC.

Momen paling spektakuler terjadi di seri Barcelona, awal November, saat Ramadhipa berhasil menjuarai balapan setelah start dari posisi ke-24.

Catatan ini menjadikannya pebalap Indonesia pertama yang meraih kemenangan di European Talent Cup.

Putaran terakhir musim 2025 digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Veda tampil solid pada race pertama dengan finis di posisi ke-10, namun gagal menyelesaikan race kedua akibat insiden.

Nasib serupa dialami Ramadhipa yang terjatuh di penghujung balapan saat bersaing di barisan depan ETC.

Veda mengakui musim 2025 menjadi fase pembelajaran penting dalam karier balapnya. Ia menyebut pengalaman di FIM JuniorGP membantunya memahami setelan motor dan pengembangan gaya balap.

“Saya sangat berterima kasih kepada Junior Talent Team dan Astra Honda atas kepercayaan serta dukungan yang luar biasa. Musim ini memberi banyak pelajaran berharga untuk langkah saya ke level berikutnya,” ujar Veda.

Ramadhipa juga menyampaikan rasa syukur atas perjalanan musim ini, meski menutup seri terakhir dengan hasil kurang maksimal.

“Musim ini penuh tantangan dan pengalaman luar biasa. Kemenangan di Barcelona menjadi momen yang tidak akan saya lupakan. Terima kasih kepada tim dan Astra Honda atas kepercayaan sejak awal perjalanan saya di Eropa,” kata Ramadhipa.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menegaskan bahwa pencapaian Veda dan Ramadhipa merupakan bukti keberhasilan pembinaan balap berjenjang yang dijalankan AHM.

“Veda dan Ramadhipa telah menunjukkan bahwa pebalap muda Indonesia mampu bersaing di level internasional. Veda siap melangkah ke Moto3 World Championship, sementara Ramadhipa menunjukkan progres luar biasa. Ini hasil kerja keras, disiplin, dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Andy.

Keberhasilan dua pebalap muda ini menegaskan komitmen Astra Honda Motor dalam mencetak talenta balap Indonesia berprestasi dunia melalui pembinaan terstruktur.

Dengan semangat Satu Hati Indonesia Juara, AHM terus membuka jalan bagi generasi muda untuk mengharumkan nama bangsa di lintasan global.(*)




Drama dan Insiden Warnai MotoGP Valencia 2025, Bezzecchi Sukses Raih Gelar

SEPUCUKJAMBI.ID – Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, menutup musim MotoGP 2025 dengan kemenangan di MotoGP Valencia yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Minggu (16/11/2025).

Bezzecchi finis terdepan, mengungguli Raul Fernandez dari Trackhouse MotoGP Team dan Fabio Di Giannantonio dari Pertamina VR46 Racing Team.

Sebelum balapan dimulai, drama terjadi di area start.

Franco Morbidelli secara tidak sengaja menyenggol motor Aleix Espargaro saat pemanasan satu putaran, membuat Espargaro terjatuh.

Morbidelli kemudian dihukum dan memulai balapan dari pit lane.

Dengan start dari posisi terdepan, Bezzecchi memulai balapan dengan sempurna dan mampu mempertahankan keunggulannya hingga garis finish.

Di lap pertama, Francesco Bagnaia mengalami kecelakaan setelah bersenggolan dengan Johann Zarco di tikungan keempat.

Pertarungan posisi terdepan tetap ketat, dengan Bezzecchi dibayangi Alex Marquez dan Raul Fernandez.

Memasuki lap ke-11, Raul Fernandez berhasil melewati Alex Marquez di tikungan, dan posisi Alex terus menurun setelah gagal mengantisipasi manuver Pedro Acosta di lap ke-20.

Fabio Di Giannantonio kemudian mengambil posisi keempat dari Alex Marquez dan terus menekan hingga berhasil naik ke posisi ketiga dari Pedro Acosta.

Hingga balapan berakhir, posisi tiga besar tetap diisi oleh Bezzecchi, Raul Fernandez, dan Fabio Di Giannantonio.

Hasil Lengkap MotoGP Valencia 2025:

  1. Marco Bezzecchi (Aprilia)

  2. Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team)

  3. Fabio Di Giannantonio (Pertamina VR46 Racing Team)

  4. Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing)

  5. Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP)

  6. Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP)

  7. Luca Marini (Honda HRC Castrol)

  8. Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing)

  9. Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP)

  10. Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3)

  11. Miguel Oliveira (Prima Pramac Yamaha MotoGP)

  12. Johann Zarco (Castrol Honda LCR)

  13. Joan Mir (Honda HRC Castrol)

  14. Alex Rins (Monster Energy Yamaha MotoGP Team)

  15. Nicolo Bulega (Ducati Lenovo Team)

  16. Augusto Fernandez (Yamaha Factory Racing Team)

  17. Somkiat Chantra (Idemitsu Honda LCR)