SEPUCUKJAMBI.ID – Paddock MotoGP kembali dihebohkan rumor besar menjelang diberlakukannya regulasi anyar pada 2027.
Salah satu isu yang paling menyita perhatian adalah kabar bahwa VR46 Racing Team milik legenda MotoGP Valentino Rossi mulai membuka opsi untuk berpisah dengan Ducati dan mempertimbangkan kerja sama baru bersama Aprilia.
Sejak musim MotoGP 2025 resmi berakhir dan memasuki masa jeda musim dingin, perbincangan di lingkungan MotoGP tidak hanya berfokus pada bursa pembalap.
Isu perubahan arah tim dan potensi pergantian pabrikan juga mulai mencuat, terutama menjelang era teknis baru yang akan dimulai pada 2027.
Dalam beberapa pekan terakhir, VR46 Racing Team dikaitkan dengan spekulasi besar terkait masa depannya bersama Ducati.
Tim asal Italia tersebut disebut-sebut tengah mengevaluasi ulang kemitraan mereka dan melirik Aprilia, pabrikan yang performanya terus menunjukkan tren positif.
VR46 Racing Team pertama kali menjejakkan kaki di MotoGP pada 2021.
Sebelumnya, tim ini dikenal luas lewat kiprahnya di Moto3 dan Moto2 dengan nama Sky VR46 Racing Team, yang menjadi wadah pembinaan talenta muda dari VR46 Riders Academy.
Baru pada 2022, VR46 Racing resmi turun di kelas premier sebagai tim satelit Ducati.
Menariknya, di kelas Moto2, mereka sempat menjalin kerja sama dengan Yamaha, menunjukkan fleksibilitas dalam memilih mitra teknis.
Situasi berubah drastis pada 2025 ketika Pramac Racing, yang sebelumnya menjadi tim satelit utama Ducati, memilih hijrah ke Yamaha dengan kontrak jangka panjang.
Keputusan tersebut membuat VR46 Racing otomatis naik status sebagai tim satelit utama Ducati pada musim yang sama.
Namun, status tersebut tidak sepenuhnya diiringi hasil memuaskan. Meski Fabio Di Giannantonio mendapatkan motor spesifikasi pabrikan Ducati GP25, performa VR46 Racing dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi.
Sebaliknya, Alex Marquez justru tampil impresif bersama Gresini Racing menggunakan Ducati GP24, hingga akhirnya dipercaya mengendarai Ducati GP26 pada musim 2026.
Penunjukan Gresini Racing sebagai tim pengembangan GP26 memunculkan anggapan bahwa posisi VR46 Racing sebagai tim satelit utama mulai tergeser.
Hal inilah yang memicu spekulasi bahwa tim milik Valentino Rossi mulai mempertimbangkan masa depan di luar Ducati.
Nama Aprilia pun mencuat sebagai kandidat kuat. Pabrikan asal Noale tersebut menutup musim 2025 dengan performa mengesankan, termasuk tiga kemenangan dalam empat seri terakhir.
Marco Bezzecchi bahkan mencatat sejarah sebagai pembalap Aprilia pertama yang finis di tiga besar klasemen akhir MotoGP.
Meski demikian, rumor kepindahan VR46 Racing ke Aprilia langsung ditepis.
Media Italia La Gazzetta dello Sport mengutip pernyataan CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, yang menegaskan bahwa fokus utama Aprilia saat ini adalah melanjutkan proyek bersama Trackhouse Racing.
“Ini hanya sebuah spekulasi menarik untuk dibayangkan, tetapi prioritas kami adalah melanjutkan kerja sama dengan Trackhouse Racing. Saya memiliki hubungan kerja yang sangat baik dengan Davide Brivio dan puas dengan perkembangan tim serta Raul Fernandez,” ujar Rivola.
Alih-alih membicarakan 2027, Aprilia kini tengah memusatkan perhatian pada target besar musim 2026.
Setelah finis sebagai runner-up konstruktor dengan 418 poin, Aprilia secara terbuka menegaskan ambisi untuk menantang dominasi Ducati.
“Pada 2026 kami tidak boleh lagi bersembunyi. Kami harus mencoba memenangkan setiap Grand Prix. Jika bekerja dengan benar, kami percaya bisa menjadi juara,” tegas Rivola.
Ia juga menilai Marco Bezzecchi telah siap menghadapi persaingan sengit melawan Marc Marquez maupun Jorge Martin, yang diharapkan bangkit setelah musim 2025 yang sulit.
Dengan arah proyek jangka panjang Aprilia yang sudah jelas bersama Trackhouse Racing, masa depan VR46 Racing Team masih menjadi tanda tanya besar.
Apakah tim milik Valentino Rossi bersedia melepas status prestisius sebagai tim satelit utama demi membuka babak baru? Jawabannya akan terungkap seiring waktu berjalan.(*)