5 Bedeng Ludes Terbakar di Jambi, Kadis Damkar Ungkap Penyebabnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Jalan H Adam Malik, Lorong Beringin IV, Kelurahan Tehok, Kecamatan Jambi Selatan, Senin (30/3/2026) pagi.

Peristiwa ini menghanguskan sedikitnya lima unit bedeng permanen dan berdampak pada sejumlah warga.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandy, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 09.16 WIB dan langsung bergerak cepat ke lokasi.

“Tim tiba dalam waktu 9 menit setelah laporan diterima. Kami langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas,” ujarnya.

Sebanyak 40 personel diterjunkan dalam operasi tersebut, didukung berbagai armada mulai dari mobil komando, unit tempur, hingga kendaraan suplai air.

Proses pemadaman berlangsung sekitar 1 jam 40 menit hingga api berhasil dikendalikan.

Menurut Mustari, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang kemudian dengan cepat membesar akibat tiupan angin kencang dan menyambar bangunan di sekitarnya yang mudah terbakar.

Kronologi kejadian bermula saat salah satu warga melihat kobaran api dari bedeng di sebelah rumahnya.

Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember, namun api justru semakin membesar.

Petugas damkar juga menghadapi sejumlah kendala di lapangan, seperti akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan pergerakan armada.

Selain itu, banyak warga yang berkerumun dan melakukan siaran langsung di media sosial di lokasi kejadian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menghalangi proses pemadaman, apalagi melakukan live di dekat lokasi karena bisa membahayakan diri sendiri dan mengganggu petugas,” tegas Mustari.

Dalam insiden ini, satu orang warga dilaporkan mengalami syok dan telah mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Sementara itu, kerugian material masih dalam proses pendataan.

Setelah api berhasil dipadamkan, lokasi kejadian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.()




Sidak dari JCOC, Wali Kota Jambi Maulana Minta Satpol PP Lebih Tegas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Maulana melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara daring terhadap jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Sidak tersebut berlangsung dari ruang Jambi City Operation Center (JCOC), Senin (30/3/2026).

Dalam sidak online tersebut, Wali Kota Maulana mengecek berbagai aspek, mulai dari kehadiran pegawai, kesiapan pelayanan, hingga operasional di masing-masing instansi.

Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah kinerja dan kedisiplinan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi.

Maulana menegaskan pentingnya peningkatan disiplin di tubuh Satpol PP sebagai garda terdepan dalam penegakan peraturan daerah (Perda).

“Saya minta kepada Kasat Pol PP agar lebih tegas dalam menegakkan kedisiplinan ratusan anggota Satpol PP Kota Jambi. Pembagian tugas harus jelas, sehingga kinerja di lapangan lebih efektif,” tegas Maulana.

Selain itu, ia juga mendorong adanya kolaborasi antara Satpol PP dengan unsur ketentraman dan ketertiban (Trantib) di tingkat kecamatan guna memperkuat pengawasan di wilayah.

Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar penegakan aturan dapat berjalan optimal hingga ke tingkat bawah.

“Ke depan, Satpol PP harus berkolaborasi dengan Trantib kecamatan, sehingga pengawasan dan penertiban bisa lebih maksimal di seluruh wilayah Kota Jambi,” ujarnya.

Tak hanya soal kedisiplinan, Maulana juga meminta Satpol PP untuk lebih tegas dalam menindak berbagai pelanggaran Perda yang masih kerap terjadi di tengah masyarakat.

“Penegakan Perda harus dilakukan secara tegas dan konsisten. Ini penting untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan di Kota Jambi,” tambahnya.

Sidak online ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi pasca libur panjang Idul Fitri, sekaligus memastikan seluruh jajaran kembali bekerja optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.(*)




Wali Kota Jambi Maulana Pimpin Apel Pasca Lebaran, Tekankan 11 Program Unggulan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Maulana memimpin apel kedisiplinan sekaligus apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi, Senin (30/3/2026). Kegiatan tersebut digelar di Balai Kota Jambi.

Dalam amanatnya, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran ASN yang tetap menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat selama momen libur Idul Fitri

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ASN yang tetap hadir melayani masyarakat, bahkan di tengah suasana libur Lebaran. Ini menunjukkan komitmen kita dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujar Maulana.

Selain itu, Maulana kembali menegaskan pentingnya percepatan realisasi 11 program unggulan Pemerintah Kota Jambi yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi daerah.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengembangan “Kampung Bahagia” berbasis Rukun Tetangga (RT).

Program ini, menurutnya, akan memperkuat pembangunan dari tingkat paling bawah di masyarakat.

“Kampung Bahagia ini kita mulai dari RT. Artinya, pembangunan dimulai dari lingkungan terkecil masyarakat,” sebutnya.

Sambungnya, saat ini sedang berjalan program di beberapa RT tahap pertama, yang akan dilaksanakan mulai Juli.

Termasuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.

Maulana menambahkan, program-program tersebut tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN untuk kembali meningkatkan disiplin kerja pasca libur panjang serta menjaga semangat melayani masyarakat.

“Setelah libur panjang ini, kita harus kembali fokus, disiplin, dan meningkatkan kinerja. Masyarakat menunggu pelayanan kita yang maksimal,” tegasnya.

Apel gabungan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen ASN dalam mendukung visi pembangunan Kota Jambi yang lebih maju dan sejahtera.(*)




Pantauan Trafik Tol Jambi Saat Arus Balik Lebaran 2026, Total 12.642 Kendaraan Melintas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan signifikan arus lalu lintas di Tol Jambi selama arus balik Lebaran 2026.

Pada tanggal 28 Maret 2026, tercatat sebanyak 12.642 kendaraan melintasi ruas Tol Betung – Tempino Jambi, meningkat 53,09% dibandingkan trafik normal.

Kondisi ini menunjukkan mobilitas masyarakat pada periode arus balik masih tinggi.

Hamdani, Plt. EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara real-time untuk memastikan layanan jalan tol tetap aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

“Tol Jambi menjadi salah satu fokus utama kami karena merupakan penghubung vital antarwilayah di Provinsi Jambi. Kami terus memantau arus kendaraan dan menyiagakan petugas untuk menjaga kelancaran serta keselamatan pengguna jalan,” ujar Hamdani.

Secara kumulatif, total trafik harian di seluruh ruas tol yang dioperasikan Hutama Karya pada 28 Maret 2026 mencapai 213.826 kendaraan, meningkat 100,18% dibandingkan trafik normal.

Pemantauan dilakukan di berbagai koridor utama, termasuk Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung, Tol Palembang – Indralaya – Prabumulih, Tol Pekanbaru – Dumai, dan tentu saja Tol Jambi.

Hutama Karya mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada arus balik untuk merencanakan perjalanan dengan matang.

Pengemudi diminta mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta beristirahat di rest area apabila lelah.

“Kelancaran arus lalu lintas di Tol Jambi bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga kerja sama pengguna jalan. Kami siap memberikan pelayanan terbaik melalui kesiapan petugas, sarana pendukung, dan koordinasi dengan pihak terkait,” tambah Hamdani.

Masyarakat dapat memantau kondisi Tol Jambi dan ruas tol lainnya melalui akun resmi @hutamakaryatollroad, aplikasi HK Toll Apps, atau website resmi Hutama Karya di menu Info Mudik Lebaran 2026.(*)




Ular Sanca 2,5 Meter Dievakuasi Aman di Jambi, Tim Damkar Tunjukkan Profesionalisme

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebuah operasi evakuasi ular sanca sepanjang ±2,5 meter dan berbobot 11 kg berhasil dilakukan oleh Tim Damkar Kota Jambi pada Minggu, 29 Maret 2026.

Evakuasi ini berlangsung di Jalan Kampung Bugis, RT 23, Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandy, menjelaskan bahwa laporan awal diterima melalui layanan WhatsApp Damkar pada pukul 04.43 WIB.

“Segera setelah menerima laporan, tim regu 3 Alam Barajo berangkat ke lokasi pada pukul 04.51 WIB dan tiba sekitar pukul 04.59 WIB,” ujar Mustari.

Operasi dipimpin oleh Adi Khiyoto, SE, menggunakan armada rescue roda dua dengan jumlah anggota tiga orang. Tantangan utama dalam evakuasi adalah ular yang bersembunyi di bawah lantai cor di area sempit.

Petugas kemudian menjebol lantai dengan godam, menangkap ular menggunakan stik penjepit, dan menutup mulut ular dengan lakban agar proses evakuasi aman.

“Seluruh tindakan dilakukan sesuai prinsip 5 T: Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas. Berkat kerja profesional tim, ular berhasil dievakuasi dengan aman dalam waktu 32 menit,” jelas Mustari.

Setelah evakuasi, tim kembali ke markas pada pukul 05.53 WIB. Operasi ini juga berpedoman pada Permendagri No. 114 Tahun 2018 tentang standar teknis SPM Sub Urusan Kebakaran Daerah Kabupaten/Kota, memastikan keselamatan petugas dan warga tetap terjaga.

Mustari menekankan pentingnya respons cepat dalam menangani laporan hewan liar berbahaya di perkotaan.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan evakuasi yang aman dan profesional sesuai standar nasional, sekaligus menjaga ketenangan warga,” tutupnya.(*)




Pemindahan Lapas Jambi ke Sengeti Jadi Solusi Overkapasitas, Target April 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Permasalahan overkapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jambi mulai menemukan solusi.

Rencana pemindahan lapas ke kawasan Sengeti dinilai sebagai langkah strategis untuk mengatasi kepadatan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

Saat ini, Lapas Jambi hanya memiliki kapasitas ideal sekitar 400 orang.

Namun jumlah penghuni telah membengkak hingga 1.578 narapidana.

Kondisi ini menimbulkan berbagai tantangan, mulai dari aspek keamanan, kesehatan, hingga kurang optimalnya program pembinaan.

Relokasi ke Sengeti diharapkan menjadi jawaban atas persoalan tersebut.

Fasilitas baru dirancang dengan kapasitas awal 952 orang, namun dengan luas bangunan yang tersedia, daya tampung diperkirakan dapat mencapai hingga 2.000 warga binaan.

Dengan kapasitas yang lebih besar, lapas baru ini tidak hanya mengurai kepadatan, tetapi juga membuka peluang pembinaan yang lebih manusiawi, terstruktur, dan efektif.

Kepala Lapas Jambi, Syahroni Ali, menyampaikan bahwa proses pemindahan ditargetkan berlangsung pada April mendatang.

Namun, pelaksanaan masih menunggu penyelesaian sejumlah tahapan administratif dan teknis, termasuk hasil uji kelayakan serta supervisi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Pemindahan ini bukan sekadar relokasi, tetapi bagian dari reformasi sistem pemasyarakatan. Dengan kapasitas yang memadai, program pembinaan seperti kemandirian dan reintegrasi sosial bisa berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Saat ini, pembangunan di lokasi baru masih berlangsung.

Sejumlah fasilitas tambahan yang tengah dikerjakan antara lain aula, rumah ibadah, kantor operasional, serta pagar keliling untuk menunjang keamanan.

Keberadaan lapas di Sengeti juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, baik bagi warga binaan maupun petugas.

Infrastruktur yang lebih modern akan mendukung sistem pengawasan yang lebih efektif dan meminimalisir potensi gangguan keamanan.

Meski demikian, proses relokasi akan dilakukan secara bertahap dan hati-hati.

Pihak lapas memastikan seluruh aspek, mulai dari sarana prasarana, sistem keamanan, hingga kelayakan operasional, harus memenuhi standar sebelum pemindahan dilakukan.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pemindahan Lapas Jambi ke Sengeti akan menjadi langkah penting dalam pembenahan sistem pemasyarakatan di Provinsi Jambi sekaligus solusi jangka panjang atas masalah overkapasitas yang selama ini terjadi.(*)




Arus Balik Lebaran, Trafik Tol Betung–Tempino Jambi Tembus 10 Ribu Kendaraan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Lebaran 2026 masih berdampak signifikan terhadap lalu lintas di ruas tol wilayah Jambi.

Ruas Tol Betung–Tempino Jambi tercatat tetap mengalami peningkatan volume kendaraan meski tren mulai melandai dibanding hari sebelumnya.

Berdasarkan data dari PT Hutama Karya (Persero), pada 26 Maret 2026 tercatat sebanyak 10.306 kendaraan melintasi ruas tol tersebut.

Angka ini meningkat 33,27 persen dibandingkan trafik normal, menunjukkan mobilitas masyarakat masih tinggi pada masa arus balik.

Plt. EVP Sekretaris Perusahaan Hamdani menyampaikan bahwa secara umum trafik di Jalan Tol Trans Sumatera masih berada di atas rata-rata normal, termasuk di wilayah Jambi.

“Meski terjadi penurunan dibanding hari sebelumnya, volume kendaraan tetap tinggi, terutama pada jalur penghubung antarwilayah dan akses menuju kawasan perkotaan,” ujar Hamdani.

Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan layanan jalan tol tetap aman dan lancar selama periode arus balik Lebaran.

Secara keseluruhan, total trafik harian di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya mencapai 196.829 kendaraan, atau meningkat hingga 115,95 persen dibandingkan kondisi normal.

Selain ruas Jambi, beberapa ruas tol lain di Trans Sumatera juga mencatat lonjakan signifikan, seperti Tol Sigli–Banda Aceh dan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat.

Hutama Karya mengimbau masyarakat yang melintas di tol, khususnya di wilayah Jambi, untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara dengan mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima.

Pengguna jalan juga disarankan untuk memanfaatkan rest area jika merasa lelah, guna menghindari risiko kecelakaan selama perjalanan arus balik.

Sebagai bentuk komitmen pelayanan, Hutama Karya terus meningkatkan kesiapan petugas, fasilitas pendukung, serta koordinasi lintas sektor guna menjaga kelancaran lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera selama periode Lebaran 2026.(*)




Dorong Inovasi dan Perawatan Rutin di Perumdam Tirta Mayang, Wawako Diza: Jangan Sampai Masyarakat Marah Dahulu

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menegaskan pentingnya pemeliharaan rutin infrastruktur air bersih dalam kunjungan kerja ke Perumdam Tirta Mayang, Kamis (26/03/2026).

Dalam kesempatan ini, Diza Hazra menekankan agar perbaikan dan rehabilitasi jaringan pipa dilakukan secara terencana dan berkala, bukan menunggu kerusakan atau keluhan masyarakat.

Menurutnya, perawatan rutin menjadi kunci agar layanan air bersih dapat berjalan maksimal dan merata bagi seluruh warga Kota Jambi.

“Jangan sampai masyarakat sudah marah baru kita bertindak. Perawatan dan perbaikan harus dilakukan secara rutin dan terencana,” ujar Wakil Wali Kota.

Ia juga mendorong penguatan tata kelola keuangan PDAM yang akuntabel dan efisien, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah pelayanan.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, yang turut mendampingi, menekankan fokus peningkatan layanan air bersih hingga 24 jam penuh, dengan respon cepat terhadap keluhan masyarakat.

Ia juga menyoroti potensi pengembangan jaringan air bersih dan peluang pasar yang masih besar, mengingat dari sekitar 250 ribu rumah tangga di Kota Jambi, baru sekitar 107 ribu rumah yang terhubung layanan PDAM.

Maulana menambahkan, penguatan manajemen bisnis proses dari pengambilan air baku, pengolahan, distribusi, hingga pembayaran pelanggan menjadi kunci efektivitas dan kesehatan keuangan perusahaan.

Tantangan lain yang harus segera diatasi adalah tingkat kebocoran air yang mencapai 35 persen, yang perlu penguatan investasi dan kolaborasi dengan pihak ketiga.

Kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kinerja PDAM Tirta Mayang selama Ramadan hingga Idul Fitri, di mana penanganan keluhan masyarakat dinilai meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Pelaksana Harian Sekda Kota Jambi, H. Mulyadi, M.Pd., dan jajaran OPD terkait.

Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi layanan air bersih modern, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.(*)




Luar Biasa! Wali Kota Jambi Siapkan Transformasi Danau Sipin Jadi Magnet Wisata

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Danau Sipin terus dipersiapkan menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi kini mulai menggenjot berbagai langkah strategis, mulai dari penataan kawasan, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Maulana saat meninjau kawasan pintu air di sekitar Danau Sipin bersama Diza Hazra Aljosha, Kamis (26/03/2026).

Menurut Maulana, pengembangan Danau Sipin tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor karena melibatkan berbagai kewenangan, mulai dari pemerintah pusat hingga masyarakat.

“Danau Sipin ini punya potensi besar sebagai destinasi wisata. Tapi pengelolaannya harus dilakukan bersama-sama agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemkot Jambi memprioritaskan pembenahan aspek dasar pariwisata, seperti kebersihan lingkungan dan keamanan kawasan.

Kedua hal ini dinilai menjadi faktor utama dalam menarik minat wisatawan.

Pemerintah bahkan telah menetapkan aturan tegas terkait larangan membuang sampah ke sungai dan danau dengan sanksi denda.

Namun, Maulana mengakui bahwa kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan agar kawasan tetap terjaga.

Selain itu, untuk menciptakan rasa aman, Pemkot Jambi melalui program Kampung Bahagia mendorong pemasangan CCTV di lingkungan masyarakat sekitar kawasan wisata.

Tidak hanya itu, rencana besar juga tengah disiapkan untuk mendukung daya tarik Danau Sipin.

Salah satunya adalah usulan pembangunan jalan layang yang menghubungkan kawasan Sungai Batanghari dengan Danau Sipin.

Proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga mengurai kemacetan di wilayah Telanaipura.

Di sisi lain, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Pemerintah akan membentuk dan melatih kelompok sadar wisata (Pokdarwis) agar masyarakat lokal siap menjadi pelaku utama dalam industri pariwisata.

“SDM harus kita siapkan lebih dulu. Masyarakat harus siap menyambut wisatawan, mulai dari pelayanan hingga kemampuan komunikasi,” jelas Maulana.

Dalam peninjauan tersebut, turut dibahas kondisi pintu air yang sebelumnya dilengkapi penyaring sampah namun kini mengalami kerusakan. Pemkot Jambi berencana melakukan perbaikan sebagai bagian dari penataan kawasan.

Namun demikian, Maulana menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan wisata tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Jambi optimistis Danau Sipin dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang bersih, aman, dan menarik, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.(*)




Maulana dan Diza Turun Langsung, Soroti Sampah dan Infrastruktur Danau Sipin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Maulana bersama Diza Hazra Aljosha turun langsung meninjau kondisi pintu air di kawasan perbatasan Kelurahan Telanai dan Legok, Kamis sore (26/03/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Jambi terhadap laporan masyarakat di kawasan Danau Sipin.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan turut didampingi jajaran pemerintah daerah, camat, lurah, hingga warga setempat.

Fokus utama peninjauan adalah kondisi pintu air serta rencana pengembangan Danau Sipin sebagai destinasi wisata unggulan.

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pengelolaan kawasan Danau Sipin membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Hal ini karena kewenangan pengelolaan kawasan tersebut melibatkan pemerintah pusat, provinsi, kota, hingga masyarakat.

“Pengelolaan tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus bersinergi agar kawasan ini bisa berkembang dan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan kebersihan yang masih menjadi tantangan utama.

Meski Pemerintah Kota Jambi telah memiliki aturan tegas terkait larangan membuang sampah ke sungai dan danau dengan denda hingga Rp5 juta, pelanggaran masih sering ditemukan.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan kawasan wisata berbasis lingkungan.

Selain kebersihan, aspek keamanan juga menjadi perhatian penting. Pemkot Jambi melalui program Kampung Bahagia mendorong pemasangan CCTV di tingkat RT sebagai upaya pencegahan tindak kriminalitas.

“Keamanan menjadi faktor penting dalam menarik wisatawan. Tanpa rasa aman, orang enggan berkunjung,” tegasnya.

Dalam jangka panjang, Pemkot Jambi juga telah mengusulkan pembangunan infrastruktur strategis, termasuk rencana jalan layang yang menghubungkan kawasan Sungai Batanghari dengan Danau Sipin.

Proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mengurangi kemacetan.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, Maulana juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda melalui pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Pelatihan akan diberikan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan hingga komunikasi dengan wisatawan.

Terkait kondisi pintu air, ia menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat fasilitas penyaring sampah yang kini rusak akibat usia dan korosi. Pemerintah berencana membangun kembali fasilitas tersebut.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa solusi utama tetap terletak pada perubahan perilaku masyarakat.

“Percuma infrastruktur dibangun jika kesadaran tidak ada. Jangan buang sampah sembarangan karena dampaknya bisa luas, termasuk banjir,” tegasnya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Jambi menunjukkan komitmennya dalam menjadikan Danau Sipin sebagai destinasi wisata unggulan berbasis lingkungan.

Dukungan masyarakat diharapkan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kawasan wisata yang bersih, aman, dan berdaya saing.(*)