Jangan Dianggap Sepele, Kesemutan Bisa Jadi Gejala Penyakit Ini

SEPUCUKJAMBI.ID – Sensasi kesemutan, kebas, atau seperti tertusuk jarum sering kali dianggap hal sepele.

Padahal, dalam dunia medis kondisi ini dikenal sebagai Parestesia, yang bisa menjadi tanda gangguan pada sistem saraf.

Parestesia merupakan sensasi tidak normal pada kulit yang umumnya muncul di tangan, kaki, lengan, atau tungkai.

Gejalanya bisa berupa kesemutan, mati rasa, rasa terbakar, hingga sensasi seperti tersengat listrik ringan.

Secara umum, kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu sementara dan kronis. Parestesia sementara adalah yang paling sering dialami dan biasanya tidak berbahaya.

Kondisi ini terjadi akibat tekanan pada saraf, misalnya saat duduk terlalu lama, bersila, atau posisi tidur yang menekan bagian tubuh tertentu.

Saat saraf tertekan, aliran darah dan sinyal saraf terganggu sehingga memicu sensasi kesemutan. Namun, kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah posisi tubuh kembali normal.

Berbeda dengan itu, parestesia kronis perlu mendapat perhatian lebih. Jika kesemutan terjadi terus-menerus atau berulang tanpa sebab jelas, hal ini bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih serius.

Salah satu penyebab yang cukup umum adalah kekurangan nutrisi, terutama vitamin B12 yang berperan penting dalam menjaga fungsi saraf tetap optimal.

Selain itu, kondisi seperti Diabetes juga dapat memicu parestesia. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf, yang dikenal sebagai neuropati diabetik, sehingga menyebabkan sensasi kebas atau kesemutan, terutama di kaki.

Beberapa faktor lain yang juga bisa menjadi pemicu antara lain infeksi seperti herpes atau hepatitis, gangguan autoimun seperti Lupus dan Rheumatoid Arthritis, hingga efek samping obat-obatan tertentu.

Gejala parestesia tidak hanya sebatas kesemutan. Pada beberapa kasus, penderita juga merasakan sensasi dingin, panas, atau bahkan kelemahan pada bagian tubuh tertentu.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti berjalan atau memegang benda.

Karena itu, penting untuk mengetahui kapan kondisi ini perlu diwaspadai. Jika kesemutan hanya terjadi sesekali dan cepat hilang, biasanya tidak berbahaya.

Namun, jika berlangsung lama, sering kambuh, atau disertai nyeri dan kelemahan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis.

Penanganan parestesia akan disesuaikan dengan penyebabnya. Mulai dari memperbaiki asupan nutrisi, mengontrol penyakit yang mendasari, hingga terapi medis tertentu.

Kesimpulannya, parestesia adalah kondisi yang umum terjadi dan sering kali tidak berbahaya.

Namun, jika muncul secara terus-menerus, kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan saraf dan tubuh secara keseluruhan.(*)




Hemat dan Praktis, Jargas Jadi Andalan Baru Warga Kota Jambi! Ini Kata Walikota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi semakin serius mengembangkan program jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) sebagai solusi energi murah dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar alternatif, tetapi menjadi prioritas utama pemerintah dalam menekan biaya hidup warga.

“Jargas ini bukan hanya soal energi, tapi bagaimana pemerintah hadir membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rutin. Kita ingin warga Jambi lebih sejahtera,” tegas Maulana.

Program jargas sendiri masuk dalam skema Kartu Bahagia yang digagas Pemkot Jambi.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap LPG 3 kilogram, program ini juga dinilai mampu memberikan stabilitas energi di tengah ketidakpastian global.

Maulana menyoroti kondisi geopolitik dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi harga LPG di Indonesia.

“Kita tidak bisa terus bergantung pada energi impor. Jargas adalah solusi jangka panjang yang lebih aman, stabil, dan menguntungkan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, penggunaan jargas dapat memberikan penghematan signifikan, bahkan mencapai sekitar Rp150 ribu per bulan untuk setiap rumah tangga.

“Bayangkan kalau itu dikalikan satu tahun, cukup besar. Uang itu bisa dialihkan untuk kebutuhan penting seperti pendidikan anak dan gizi keluarga,” tambahnya.

Tak hanya itu, Maulana juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu lagi menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan LPG subsidi.

“Dengan jargas, masyarakat tidak lagi direpotkan antre gas. Ini lebih praktis, lebih efisien, dan lebih modern,” katanya.

Untuk mendukung percepatan program, Pemkot Jambi terus memperluas jaringan. Pada tahun 2025, pembangunan jargas mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp140 miliar dari pemerintah pusat dengan target 15 ribu sambungan rumah tangga baru.

Saat ini, total sambungan jargas di Kota Jambi telah mencapai sekitar 28 ribu rumah tangga dan akan terus bertambah.

Maulana juga meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) ikut aktif menyosialisasikan program ini kepada masyarakat, terutama terkait manfaat jangka panjangnya.

“Kami minta ASN turun langsung memberikan pemahaman. Memang saat pemasangan ada gangguan seperti galian jalan, tapi itu hanya sementara. Manfaatnya akan dirasakan bertahun-tahun,” tegasnya lagi.

Sejumlah warga yang telah menggunakan jargas mengaku merasakan langsung manfaatnya. Selain lebih hemat, pasokan gas juga lebih stabil tanpa kekhawatiran kehabisan.

Di sisi lain, warga yang belum terjangkau berharap program ini segera direalisasikan di wilayah mereka agar bisa menikmati kemudahan yang sama.

Dengan komitmen kuat dari pemerintah daerah, jargas diyakini akan menjadi solusi utama energi rumah tangga di Kota Jambi ke depan.(*)




Live Music, Festival, dan Puluhan Tenant Siap Ramaikan Kawasan Kota Tua Kota Jambi Sesuai Standar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Maulana, bersama Wakil Walikota Diza, Kepala OPD terkait pariwisata, Disperindag PPR, camat, lurah, dan jajaran BUMD Siginjai meninjau persiapan pembukaan pusat kuliner di kawasan Kota Tua, termasuk area depan Hotel Duta Pasar Jambi, Kamis (2/4/2026).

Berbeda dari fokus pemerintah, pengelolaan langsung area kuliner ini sepenuhnya ditangani oleh PT Siginjai, perusahaan daerah yang ditugaskan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran operasional.

Manager Administrasi dan Keuangan PT Siginjai, Sakti Ardiansyah, menjelaskan kesiapan pihaknya dalam menyambut pengunjung dan mengatur para pelaku usaha yang bergabung.

“Sejauh ini sudah ada 60 tenant yang bergabung, tapi untuk menjaga kenyamanan, kami batasi maksimal 40 tenant pada tahap awal. Semua kegiatan seperti festival kuliner, lomba, dan pameran lainnya juga akan kami koordinasikan,” ujar Sakti.

Ia menambahkan, pengaturan parkir dan fasilitas pengunjung sudah dirancang sesuai standar dan peraturan daerah.

“Pengunjung akan mendapatkan kursi dan tenda, area parkir disesuaikan dengan standar, dan akan ada live music untuk menambah suasana. Retribusi harian sekitar Rp57 ribu per hari sudah termasuk listrik,” jelasnya.

“Jadi UMKM tinggal masuk dan berjualan saja,” sebutnya.

Walikota Maulana menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan PT Siginjai agar kawasan Kota Tua dapat menjadi destinasi kuliner yang aman, nyaman, dan produktif, baik di siang maupun malam hari.

“Kami mengapresiasi PT Siginjai yang sudah menyiapkan semua fasilitas. Dengan manajemen yang baik, Kota Tua diharapkan kembali hidup, menghidupkan sejarah sekaligus menjadi magnet wisata kuliner bagi masyarakat dan pengunjung,” pungkas Maulana.(*)




Walikota Jambi Siapkan Pusat Kuliner di Kawasan Kota Tua, Siap Dibuka Besok

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Walikota Diza, Kepala OPD terkait pariwisata, Disperindag PPR, BUMD Siginjai, camat, hingga lurah setempat, meninjau persiapan pembukaan pusat kuliner di kawasan Kota Tua, yang juga mencakup area depan Hotel Duta Pasar Jambi, Kamis 2 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Maulana menyampaikan bahwa inisiatif ini sudah dimulai sejak awal masa jabatannya, dengan tujuan menjadikan kawasan Kota Tua produktif, baik di siang maupun malam hari.

“Sudah kita inisiasi sejak awal saya dilantik. Kita ingin mendorong kawasan Kota Tua produktif di siang maupun malam hari. Saat ini, malam hari kawasan ini kerap sunyi dan banyak kegiatan negatif, sehingga kita ingin mencontoh kota-kota lain yang berhasil menghidupkan kawasan tua mereka,” ujar Walikota Maulana.

Ia menambahkan, kawasan Kota Tua memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dahulu, kawasan ini aktif 24 jam karena terhubung dengan sistem pelabuhan.

Namun, saat ini kawasan tersebut agak ditinggalkan akibat pemisahan antara sistem pasar modern dan pasar tradisional.

“Kita ingin mengangkat kembali sejarah itu dan mengenang memori masa lalu. Tahap awal akan difokuskan pada kuliner, dan ke depannya akan terus berkembang hingga Kawasan Masjid Magat Sari, Kecamatan Pasar,” lanjutnya.

Selain itu, Walikota menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha.

Ia telah meminta camat dan lurah untuk memastikan kesiapan ruko-ruko, termasuk pengecatan agar terlihat menarik, serta pengelolaan kebersihan yang baik agar program ini dapat berjalan kontinyu.

“Kami ingin memastikan malam kawasan ini tetap hidup dan siap dibuka besok pagi, termasuk pengelolaan sampahnya. Ini bagian dari upaya kami menghubungkan kembali sistem modern dan tradisional, sekaligus menjadikan Kota Tua sebagai destinasi wisata kuliner yang aman dan nyaman,” pungkas Walikota Maulana.(*)




Walikota Pastikan Pemkot Jambi Siap Audit LKPD, Tingkatkan Akuntabilitas dan Transparansi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, mengikuti Entry Meeting Pemeriksaan LKPD Tahun 2025 oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, Kamis pagi (02/04/2026).

Kegiatan ini digelar melalui zoom meeting di Ruang Rapat Wali Kota Jambi dan menandai dimulainya proses audit laporan keuangan daerah untuk tahun anggaran 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana didampingi Sekretaris Daerah Drs. H. A Ridwan, M., Si dan Kepala Perangkat Daerah terkait, serta Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi.

Kegiatan ini diikuti serentak oleh seluruh kepala daerah dan Ketua DPRD di Indonesia, baik secara langsung maupun daring.

Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan audit dan menegaskan bahwa seluruh OPD telah menyiapkan dokumen dan data pendukung. I

a menyoroti pencatatan aset lama sebagai tantangan utama, dan menekankan rencana sensus aset untuk memperbaiki akurasi data.

“Persoalan aset masih menjadi tantangan, terutama pencatatan aset lama. Kami akan melakukan sensus aset untuk memastikan data akurat,” ujarnya.

Maulana juga menyinggung implementasi UU HKPD, terutama tingginya belanja pegawai yang masih di atas 50 persen, jauh dari batas ideal 30 persen.

Menurutnya, hal ini menjadi salah satu stimulus ekonomi lokal, sehingga opsi ekstrem seperti PHK PPPK tidak menjadi pilihan.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Pemeriksa BPK RI, Rosihan Enggrie Widyarsa, mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran untuk menghadapi potensi instabilitas akibat kondisi geopolitik global.

Ia mendorong Pemkot Jambi untuk meningkatkan kegiatan yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat, seperti event olahraga yang dijadwalkan rutin tiap tahun.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK RI, Widhi Widayat, menegaskan tujuan audit adalah membangun pemahaman bersama antara BPK dan jajaran pemerintah daerah.

Proses pemeriksaan telah dilakukan sejak Januari 2026 guna memastikan kesiapan dokumen dan kelengkapan laporan keuangan.

Widhi mengapresiasi seluruh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di wilayah Direktorat Jenderal PKN V yang telah menyampaikan laporan tepat waktu.

Menurutnya, langkah ini mencerminkan disiplin, transparansi, dan akuntabilitas daerah, serta kemampuan mengelola keuangan secara mandiri tanpa ketergantungan pada transfer pusat.(*)




Jasa Raharja Jambi Salurkan Santunan Rp8,17 Miliar, Fatalitas Kecelakaan Turun Drastis

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Jasa Raharja Cabang Jambi mencatat kinerja pelayanan yang kuat sepanjang kuartal pertama 2026.

Lembaga ini terus menunjukkan perannya sebagai pelindung dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas melalui penyaluran santunan dan respons cepat di lapangan.

Hingga 31 Maret 2026, total santunan yang telah disalurkan kepada masyarakat mencapai Rp8,17 miliar.

Nilai tersebut mencakup berbagai jenis bantuan, mulai dari santunan korban meninggal dunia, biaya perawatan luka-luka, hingga biaya pemakaman bagi korban tanpa ahli waris.

Kepala Jasa Raharja Cabang Jambi, A.A.N. Agung Abimanyu, menyebut capaian ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah di jalan raya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Jambi yang berlangsung di Hotel Aston pada Kamis (2/4/2026).

Selain kinerja santunan, Jasa Raharja juga mencatat capaian signifikan dalam menekan angka fatalitas kecelakaan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Data menunjukkan penurunan drastis jumlah korban meninggal dunia, dari 26 orang pada 2025 menjadi hanya 4 orang di tahun 2026.

Penurunan sebesar 85 persen ini menjadikan Jambi sebagai salah satu daerah dengan tingkat kecelakaan terendah secara nasional pada momentum Lebaran tahun ini.

Agung mengapresiasi peran masyarakat yang semakin disiplin dalam berlalu lintas serta dukungan aparat kepolisian dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja juga menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait kewajiban membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, yang memberikan apresiasi terhadap kinerja industri jasa keuangan di daerah, termasuk Jasa Raharja.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas sektor keuangan.

Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi keuangan agar lebih mudah dipahami publik.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pimpinan lembaga keuangan, seperti Khairul Suhairi, Benny Setiawan, serta perwakilan dari berbagai organisasi keuangan lainnya.

Secara umum, sektor keuangan di Jambi dinilai tetap stabil meskipun menghadapi tekanan ekonomi global.

Bahkan, Bursa Efek Indonesia mencatat nilai investasi masyarakat Jambi telah mencapai Rp3,3 triliun hingga Februari 2026.

Melalui kolaborasi antara Jasa Raharja, FKIJK, dan media, diharapkan literasi keuangan masyarakat terus meningkat.

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya terlindungi saat berkendara, tetapi juga semakin cerdas dalam mengelola risiko keuangan di masa depan.(*)




Industri Keuangan Jambi Perkuat Sinergi, Asuransi Dinilai Kunci Ketahanan Ekonomi

JAMBI, SEPUCUKJAMBi.ID – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Provinsi Jambi memanfaatkan momentum Halal Bihalal untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku industri keuangan sekaligus membangun sinergi dengan insan media.

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Lebaran, tetapi juga forum strategis dalam menyatukan langkah guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Cabang Jambi, Amir Hamza, Kamis 2 April 2026, menekankan pentingnya peran industri asuransi umum dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Menurutnya, asuransi memiliki fungsi vital sebagai pelindung bagi berbagai sektor usaha, mulai dari pelaku UMKM hingga perusahaan besar.

Kehadiran asuransi dinilai mampu memberikan kepastian di tengah berbagai risiko yang tidak terduga.

Ia menjelaskan, struktur ekonomi Jambi yang ditopang oleh sektor perkebunan, pertambangan, dan perdagangan turut mendorong meningkatnya kebutuhan akan perlindungan aset.

Aktivitas distribusi barang dan penggunaan alat berat, misalnya, memicu pertumbuhan produk asuransi seperti kendaraan, properti, hingga pengangkutan barang.

Lebih jauh, Amir menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi tercermin dari realisasi pembayaran klaim.

Hal tersebut menjadi bukti konkret bahwa asuransi benar-benar hadir saat risiko terjadi, seperti kebakaran, kecelakaan kerja, maupun bencana alam.

Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan utama yang masih dihadapi adalah rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap produk asuransi.

Tidak sedikit yang masih menganggap asuransi sebagai beban biaya, bukan sebagai bentuk perlindungan jangka panjang.

Untuk itu, AAUI Jambi mendorong peran media sebagai mitra strategis dalam memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman publik sekaligus menghilangkan stigma negatif terhadap industri keuangan.

FKIJK Jambi bersama para anggotanya juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dengan menjunjung prinsip inklusivitas. Langkah ini diyakini dapat menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan berdaya saing.

Ke depan, industri jasa keuangan di Jambi diharapkan mampu berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.




Investor Jambi Tembus Rp3,3 Triliun, BEI Catat Lonjakan Signifikan Awal 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kinerja pasar modal di daerah menunjukkan tren menggembirakan.

Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jambi mencatat pertumbuhan signifikan jumlah investor dan nilai aset pada awal tahun 2026.

Hingga Februari 2026, total nilai aset investor di Jambi telah mencapai sekitar Rp3,3 triliun. Angka tersebut berasal dari berbagai instrumen investasi seperti saham, reksa dana, obligasi, hingga Exchange Traded Fund (ETF).

Dari keseluruhan portofolio, obligasi masih menjadi instrumen yang paling dominan diminati masyarakat.

Kepala Perwakilan BEI Jambi, Rena Novita, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan yang mengalami pelemahan tipis.

Ia menyebutkan, koreksi sekitar 1 persen pada IHSG ke level 7.091 tidak mengurangi minat masyarakat Jambi untuk tetap berinvestasi.

Hal ini menunjukkan kepercayaan investor daerah tetap terjaga meskipun pasar bergerak dinamis.

Lonjakan minat tersebut juga terlihat dari pertumbuhan jumlah investor baru. Dalam periode Januari hingga Februari 2026 saja, tercatat sebanyak 36.480 investor baru bergabung.

Dengan demikian, total investor pasar modal di Jambi kini mencapai 239.609 orang.

Tidak hanya jumlah, aktivitas investor juga menunjukkan tren positif. Setiap bulannya, rata-rata lebih dari 8.000 investor aktif melakukan transaksi melalui berbagai platform sekuritas.

Kondisi ini menandakan bahwa investasi mulai menjadi bagian dari kebiasaan finansial masyarakat.

Menurut Rena, capaian ini tidak lepas dari upaya edukasi yang terus digencarkan oleh BEI Jambi, baik melalui kegiatan langsung di galeri investasi maupun kampanye digital yang menyasar generasi muda.

Dalam memperkuat ekosistem pasar modal, BEI juga menjalin kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan serta sejumlah perbankan nasional seperti Bank Negara Indonesia, Bank Central Asia, dan Bank Mandiri.

Sinergi ini difokuskan pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan, agar masyarakat tidak hanya tertarik berinvestasi, tetapi juga memahami risiko dan memilih instrumen yang aman serta legal.

Dengan pertumbuhan yang terus berlanjut, BEI Jambi optimistis pasar modal dapat menjadi salah satu pendorong utama ekonomi daerah.

Investasi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan keuangan yang lebih produktif dan terencana.(*)




Wawako Jambi Sidak Puskesmas, Temukan Atap Bocor hingga Saluran Tersumbat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, Diza Hazra Aljosha melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Jambi, Kamis (2/4/2026).

Lokasi yang dikunjungi meliputi UPTD Puskesmas Paal Lima dan Puskesmas Paal X. Dalam kegiatan tersebut, Diza turut didampingi oleh Elvi Roza bersama jajaran kepala puskesmas.

Peninjauan ini difokuskan pada pengecekan langsung terhadap kualitas pelayanan serta kondisi sarana dan prasarana penunjang kesehatan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan lapangan guna memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang optimal.

Menurut Diza, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Maulana untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Jambi berfungsi dengan baik, terutama dari sisi infrastruktur.

Dalam dialog dengan tenaga kesehatan, Diza juga menggali berbagai kendala yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dari hasil tinjauan, ditemukan beberapa persoalan yang perlu segera ditangani, di antaranya kondisi ruangan yang mengalami kebocoran serta instalasi air yang tidak berfungsi optimal akibat penyumbatan.

Temuan tersebut, kata Diza, akan segera dibahas dalam rapat bersama pihak terkait agar penanganannya bisa dilakukan secepat mungkin, terutama untuk hal-hal yang bersifat mendesak.

Ia menegaskan, kegiatan monitoring seperti ini tidak akan berhenti di dua lokasi tersebut. Ke depan, seluruh puskesmas di Kota Jambi akan menjadi sasaran evaluasi secara bertahap.

Melalui langkah ini, Pemkot Jambi ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan benar-benar memenuhi standar dan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan publik yang berkualitas, sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di Kota Jambi.(*)




2.806 Aset Pasar Jambi Didata Ulang, Wawako Diza Turun Langsung ke Pasar Sitimang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mulai melakukan langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menghidupkan kembali kejayaan kawasan pasar tradisional.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pendataan ulang seluruh aset berupa ruko, toko, kios, lapak, dan los pedagang di kawasan Pasar Sitimang dan Pasar Sijimat.

Sebelum proses pendataan dimulai, Diza Hazra Aljosha turun langsung melakukan peninjauan lapangan pada Rabu (1/4/2026).

Dalam kunjungannya, ia juga berdialog dengan para pedagang guna menyerap aspirasi serta memahami kondisi riil di lapangan.

Menurut Diza, kawasan pasar di Kota Jambi memiliki nilai sejarah yang kuat.

Dahulu, area ini bukan hanya pusat aktivitas perdagangan, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat, dengan deretan bangunan tua peninggalan masa kolonial.

Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Maulana bersama Diza berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan kawasan tersebut melalui berbagai program revitalisasi, termasuk dalam kerangka “Kota Jambi Bahagia”.

Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, terdapat total 2.806 aset milik pemerintah yang tersebar di kawasan pasar. Rinciannya meliputi 62 ruko, 237 toko, 1.122 kios, serta 1.349 lapak dan los.

Diza menegaskan bahwa pendataan ini bertujuan memastikan seluruh aset dikelola secara optimal, termasuk memastikan kewajiban retribusi dibayarkan sesuai ketentuan.

Selain itu, Pemkot juga membuka peluang pengelolaan aset ke depan, baik melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun pengelolaan langsung oleh pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Diza turut mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap praktik penyewaan ilegal oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses sewa aset resmi hanya dapat dilakukan melalui Disperindag Kota Jambi, dengan tarif yang telah ditetapkan.

Sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan pasar, Pemkot Jambi juga akan menggelar kegiatan Wisata Kuliner Kota Tua pada 3 April 2026 di sekitar kawasan depan Hotel Duta.

Kegiatan ini diharapkan mampu menarik kembali minat masyarakat untuk berkunjung dan meramaikan pasar.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkot Jambi, tidak hanya dalam meningkatkan PAD.

Tetapi juga melindungi pedagang dari praktik yang merugikan serta mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi dan budaya masyarakat.(*)