Wali Kota Jambi Hadiri Rakornas TPAKD 2025: Komitmen Perkuat Akses Keuangan Daerah

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID  – Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2025, yang digelar di Ballroom Danarote, Balai Kartini, Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI ini mengusung tema “Memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Akses Keuangan Daerah”.

Rakornas ini juga merupakan bentuk sinergi antara OJK dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memperkuat strategi dan arah kebijakan TPAKD tahun 2026.

Dalam pernyataannya, Wali Kota Jambi, Maulana menyampaikan bahwa, peningkatan akses keuangan di daerah menjadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

“TPAKD merupakan forum strategis yang membantu pemerintah daerah dalam mengatasi keterbatasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan,” sebutnya.

“Dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” ujar Wali Kota.

Ia juga menyambut baik arahan-arahan yang diberikan oleh tokoh-tokoh nasional dalam forum tersebut, seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, serta perwakilan dari Menteri Dalam Negeri dan pejabat OJK lainnya.

“Kami akan terus mendorong program inklusi keuangan di Kota Jambi, termasuk pemberdayaan UMKM, digitalisasi keuangan, dan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat,” tambahnya.

Wali Kota Jambi hadir bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kota Jambi, di antaranya, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), Plt. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),  Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Jambi.

Rakornas TPAKD 2025 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.(*)




Tangani Masalah Gepeng hingga Anjal Kota Jambi, Sekda Lepas Tim Terpadu Penanganan Masalah Sosial

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi secara resmi melepas Tim Terpadu Penanganan dan Penertiban Masalah Sosial dalam apel yang digelar pada Jumat pagi, 10 Oktober 2025, di halaman Kantor Wali Kota Jambi.

Apel dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Jambi, Drs H A Ridwan, MSi.

Dalam arahannya, Sekda Ridwan menekankan pentingnya kerja maksimal dan terstruktur dari seluruh personel tim terpadu untuk menciptakan ketertiban sosial di Kota Jambi.

“Saya minta seluruh petugas bekerja maksimal. Ditongkrongi, ditunggui, dibagi tugas per shift. Ini adalah komitmen bersama, tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Tim terpadu ini akan menangani berbagai masalah sosial yang meresahkan masyarakat, seperti keberadaan gelandangan, pengemis (gepeng), serta aktivitas meminta-minta, termasuk oleh ibu-ibu yang membawa anak di persimpangan jalan.

Operasi ini menjadi bentuk respons langsung Pemerintah Kota Jambi terhadap keluhan masyarakat, sekaligus bagian dari persiapan Konferensi Wilayah APEKSI yang akan digelar akhir November 2025.

Kota Jambi akan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut yang rencananya akan dihadiri oleh 10 Wali Kota dari berbagai daerah.

“Kita ingin Kota Jambi menjadi contoh bagi kota-kota lain. Ini adalah komitmen bersama,” tambah Sekda Ridwan.

Sekda juga menginstruksikan para camat dan lurah baru untuk mendukung penuh operasi ini dengan menunjukkan kinerja maksimal di wilayah masing-masing.

Ia menegaskan bahwa kekompakan, loyalitas, dan kerja sama lintas sektor adalah kunci keberhasilan operasi penanganan masalah sosial ini.

Operasi ini dikoordinasikan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, bersama jajaran Satpol PP Kota Jambi.

Sebanyak 120 personel gabungan dikerahkan, melibatkan unsur Dinas Sosial Kota Jambi, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kasi Trantib Kecamatan serta Perwakilan Kelurahan se-Kota Jambi.

Penertiban akan difokuskan pada 19 titik penyebaran, dengan 5 titik prioritas utama, yaitu:

1. Simpang JBC

2. Simpang BI

3. Simpang Pulai

4. Simpang Kotabaru

5. Simpang Bukit Baling

Petugas akan melakukan pendekatan persuasif secara door to door, mendata para pelaku masalah sosial, serta menanyakan identitas dan asal-usul mereka.

Langkah ini bertujuan membangun rasa tanggung jawab dan menciptakan efek jera secara humanis.

“Kita lakukan secara persuasif. Kita data, kita pulangkan ke rumahnya. Kita bangun rasa malu dan efek jera. Jika ditemukan indikasi eksploitasi anak atau lansia, maka akan kita bawa ke ranah pidana melalui koordinasi dengan pihak kepolisian,” tegas Yunita Indrawati.(*)




Diskominfo Kota Jambi Gelar Pertemuan Bersama IWAKO, Kadis Baru Tekankan Sinergi dan Profesionalisme Media

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi menggelar pertemuan bersama Ikatan Wartawan Peliputan Kota (IWAKO) Jambi, Jumat 10 Oktober 2025.

Ini dilakukan sebagai upaya mempererat sinergi antara pemerintah dan insan pers lokal.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Jambi yang baru, Saleh Ridha, didampingi Kabid IKP, Sayuti.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Saleh Ridha menekankan pentingnya peran media, khususnya IWAKO Jambi, sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi pembangunan dan pelayanan publik kepada masyarakat.

“IWAKO Jambi memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” sebutnya.

“Peran wartawan sangat penting, bukan hanya untuk publikasi, tetapi juga sebagai mitra kritis dalam proses evaluasi kinerja pemerintahan,” ujar Kadis Kominfo, Saleh Ridha.

Ia juga berharap, melalui sinergi yang lebih solid, wartawan di Kota Jambi bisa semakin profesional, akurat, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan berita, sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang tepat, berimbang, dan membangun.

Pertemuan ini juga menjadi ajang silaturahmi perdana antara Kadis Kominfo yang baru dengan insan pers lokal.

IWAKO Jambi menyambut baik ajakan kerja sama ini dan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan Kota Jambi melalui pemberitaan yang konstruktif.

Diskominfo Kota Jambi akan terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan media, terutama dalam menghadirkan keterbukaan informasi publik, sesuai amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

IWAKO Jambi diharapkan menjadi role model dalam praktik jurnalistik lokal yang sehat, beretika, dan profesional, sekaligus menjadi penghubung yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua IWAKO Jambi, Ali Ahmadi mengapresiasi penyampaian tersebut.

Dia mengatakan, sejauh ini komunikasi yang terjalin juga sudah bagus.

“Terima kasih atas pertemuan pagi ini, tentua apa yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat terus dipertahankan, ” timpalnya.(*)




Pelayanan Terpadu MPP Kota Jambi Dukung Disdukcapil Raih ZI WBK

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi Abu Bakar, bersama Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jambi Nirwan Ilyas, dan Inspektur Kota Jambi Desyanty, menerima kunjungan Tim Penilai Nasional Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Jambi, Kamis (9/10/2025).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada Disdukcapil Kota Jambi.

Tim Penilai melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan pelayanan di gerai Disdukcapil MPP, termasuk sistem kerja, prosedur layanan, dan penerapan nilai integritas di lapangan.

Sebagai pengelola MPP, DPMPTSP Kota Jambi memastikan seluruh fasilitas, sarana pendukung, dan mekanisme layanan di pusat pelayanan terpadu tersebut berjalan optimal untuk mendukung pelaksanaan evaluasi Zona Integritas.

Sinergi antara DPMPTSP, Disdukcapil, dan Inspektorat Kota Jambi menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran serta kualitas proses penilaian WBK.

Kepala DPMPTSP Kota Jambi, Abu Bakar, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh seluruh proses pembangunan Zona Integritas pada Disdukcapil, termasuk menyiapkan dukungan operasional dan koordinasi antarinstansi di lingkungan MPP.

“Sebagai pengelola Mal Pelayanan Publik, kami mendukung penuh pelaksanaan evaluasi Zona Integritas pada Disdukcapil Kota Jambi. DPMPTSP memastikan seluruh dukungan layanan dan fasilitas yang ada di MPP berjalan sesuai standar untuk memperkuat proses menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi,” ungkapnya.

Abu Bakar menambahkan, koordinasi antara pengelola MPP dan instansi penyedia layanan menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pelayanan publik.

Seluruh gerai di MPP, termasuk Disdukcapil, beroperasi dalam satu sistem layanan yang terintegrasi dan diawasi secara berkelanjutan agar pelaksanaan tugas di lapangan tetap efisien, transparan, dan sesuai ketentuan.

“DPMPTSP dan seluruh instansi di MPP terus bersinergi memastikan pelaksanaan pelayanan publik berjalan efektif dan berintegritas. Komitmen bersama ini menjadi bagian dari upaya konkret Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelum meninjau gerai layanan Dukcapil di MPP Kota Jambi, tim evaluator terlebih dahulu mengunjungi Pusat Layanan Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Jambi yang berlokasi di kawasan Kompleks Perkantoran Kantor Wali Kota Jambi.

Tim evaluator menutup agendanya dengan beraudiensi bersama Wali Kota Jambi dan Wakil Wali Kota Jambi di Graha Siginjai Kantor Wali Kota Jambi. Dalam pertemuan itu, tim menyampaikan apresiasinya atas upaya Pemerintah Kota Jambi mewujudkan pelayanan publik yang semakin efektif, transparan, dan berintegritas.(*)




Hangat dan Penuh Berkah! Wali Kota Jambi Santuni Anak Yatim di Tengah Pengajian Rutin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Lantunan sholawat dan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, pada Kamis siang (9/10/2025), dalam rangka kegiatan pengajian rutin bulanan majelis taklim yang diselenggarakan Pemerintah Kota Jambi melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Dalam suasana khidmat dan penuh keberkahan itu, dihadiri langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Ust Fahrizal Nover mewakili Bagian Kesra beserta sejumlah jajaran dilingkungan Pemkot Jambi, serta diikuti oleh Majelis -majelis Taklim dalam wilayah Kota Jambi yang tergabung dalam pengajian rutin bulanan Pemerintah Kota.

Dengan mengusung tema “Perkuat Ukhuwah Islamiyah Menuju Kota Jambi Bahagia”, pengajian rutin ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi, serta menyatukan semangat keagamaan dan sosial masyarakat, khususnya bagi para ibu-ibu majelis taklim di Kota Jambi.

Dalam kesempatan penuh makna ini, sebagai ungkapan rasa syukur Pemkot Jambi, Wali Kota Maulana juga menyerahkan santunan kepada 105 orang anak yatim, yang secara simbolis ia berikan kepada 5 orang perwakilan. Hal ini mempertegas sebagai wujud kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa berbagi dengan anak yatim adalah bagian dari jalan menuju kebahagiaan sejati, baik bagi individu maupun sebuah kota.

“Doakan kami agar seluruh program dapat berjalan dengan baik, salah satunya adalah “Kota Tangguh” yang saat ini sedang proses pembebasan lahan dan proses lainya untuk proyek pengendalian banjir, yang juga di desain untuk sarana berolahraga dan aktivitas perekonomian baru, sehingga dapat membawa berkah dan kesejahteraan kepada masyarakat” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, dengan rutinnya kegiatan keagamaan dilakukan akan menambah keberkahan terhadap Kota Jambi.

“Dengan sholawat dan pengajian kota ini pasti akan aman dan tentram, sehingga generasi-generasi muda kita juga dapat mencontoh kebaikan yang kita lakukan,” sebutnya.

Didepan para ibu-ibu majelis taklim, Wali Kota Maulana juga memberikan paparan terkait dengan 11 program prioritas Kota Jambi Bahagia yang saat ini telah berjalan. Terutama dalam memberikan kesejahteraan dan keamanan bagi masyarakat.

“Secara umum semua program Kota Jambi Bahagia telah berjalan. Namun dikesempatan ini saya sampaikan program Kartu Bahagia, dimana program ini telah menjamin 100 persen masyarakat kurang mampu di Kota Jambi terjamin dari aspek kesehatannya. Sementara itu, untuk jaminan sosial kami telah menjamin 3.000 pekerja rentan terfasilitasi oleh Jaminan Sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

“Kemudian, ada program yang sangat membantu ibu-ibu, terutama dikawasan Alam Barajo dan Kotabaru, yaitu sambungan jaringan gas rumah tangga ada 13.235 lebih yang akan tersalurkan ke rumah-rumah. Oleh karena itu, bantu kami mewujudkan setiap program yang akan dijalankan, sehingga Kota Jambi Bahagia dari berbagai aspek dapat terwujud dan memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat,” pungkas Wali Kota Maulana.

Acara pengajian ini diprakarsai oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Jambi, Kamal Firdaus, S.Sos., M.Si, yang secara konsisten menghadirkan kegiatan-kegiatan keagamaan guna memperkuat nilai spiritual di tengah masyarakat.

Pada kegiatan ini, turut diisi dengan tausiah oleh Ustadz Sartoni, yang mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mendoakan kesehatan dan kelancaran tugas bagi pemimpin Kota Jambi.

“Orang yang bahagia adalah orang yang peduli dan penuh kasih sayang, khususnya kepada anak yatim. Pemimpin yang amanah adalah yang tak pernah melupakan mereka. Apa yang dilakukan Wali Kota kita hari ini adalah amalan mulia. Semoga menjadi ladang pahala dan contoh bagi kita semua,” ucap Ustadz Sartoni dalam tausiyahnya.

Pengajian ini ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar Kota Jambi senantiasa diberi keberkahan, masyarakatnya hidup rukun dalam ukhuwah Islamiyah, dan seluruh program pembangunan berjalan dengan lancar menjadikan Kota Jambi sebagai pusat perdagangan dan jasa yang bersih, aman, harmonis, agamis, inovatif, dan sejahtera.(*)




Lewat Kartu Bahagia, Maulana Bantu Bocah Korban Begal di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepedulian Pemerintah Kota Jambi terhadap warganya kembali dibuktikan.

Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, turun langsung mengunjungi MS (13), korban pembegalan yang harus menjalani amputasi kaki kirinya, di kediamannya di RT 20, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, Kamis (9/10/2025).

Tragedi yang menimpa bocah malang ini terjadi pada Selasa, 16 September lalu.

Akibat luka serius dari insiden tersebut, sebagian kaki kiri MS harus diamputasi, meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya.

Kedatangan Wali Kota Maulana disambut haru oleh keluarga korban, yakni sang ibu, Aci Cendrawasih, dan kakeknya, Darlis.

Dalam kunjungan tersebut, Maulana menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok, serta dana bantuan pengobatan dan operasional senilai Rp5 juta, yang disalurkan melalui Dinas Sosial dan Baznas Kota Jambi.

“MS adalah anak berkebutuhan khusus yang menjadi korban kekerasan. Ia membutuhkan penanganan medis yang cukup panjang, dan kami akan bantu sepenuhnya lewat program Kartu Bahagia,” ujar Maulana.

Namun, kata dia, ada kendala administratif yang perlu dibereskan terlebih dahulu.

“Saat ini data kependudukannya masih tercatat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kami akan bantu urus agar bisa menerima layanan sepenuhnya dari Pemkot Jambi,” jelasnya.

Selain bantuan kesehatan, Wali Kota juga memastikan akan memberikan dukungan gizi dan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan MS ke depan.

Maulana juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota dalam mencegah kasus kekerasan serupa.

“Kami terus memperkuat sistem keamanan lingkungan, termasuk mengaktifkan kembali pos kamling di seluruh wilayah kota. Harapan kita, kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutupnya.

Sementara itu, ibu korba yakni Aci Cendrawasi mengucapkan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Wali Kota Jambi, dan jajarannya.

“Terima kasih atas bantuannya. Ini bentuk kepedulian Walikota terhadap masyarakatnya, termasuk anak saya yang jadi korban,” kata dia.

Selain itu Aci juga menyebutkan, bahwa biaya pengobatan terhadap anaknya juga akan dibantu.

“Alhamdulillah juga dibantu. Namun memang kondisi anak saya saat ini tengah trauma,” jelasnya.(*)




Kota Jambi Luncurkan Aplikasi Sirekap, Inovasi Pertama di Provinsi untuk Transparansi Keuangan Daerah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) resmi meluncurkan aplikasi Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi Keuangan) sebagai inovasi digital pertama di Provinsi Jambi yang dirancang khusus untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.

Peluncuran aplikasi ini digelar di Aula Bappeda Kota Jambi, Kamis 9 Oktober 2025, yang dihadiri langsung oleh Walikota Jambi, Maulana, serta jajaran pejabat OPD, dan stakeholder terkait.

Plt Kepala BPKAD Kota Jambi, Poppy Nurul Isnaini, menjelaskan bahwa aplikasi Sirekap menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan sistem keuangan daerah yang transparan, akurat, dan terintegrasi.

“Aplikasi Sirekap merupakan yang pertama di Provinsi Jambi dan menjadi inovasi strategis untuk mempercepat pelaporan serta penyusunan keuangan pemerintah daerah,” kata dia.

“Ini bentuk komitmen kami bersama Pemkot Jambi untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan, sesuai dengan kebijakan sistem elektronik yang terintegrasi,” ujar Poppy.

Menurutnya, Sirekap juga mampu mempercepat proses rekonsiliasi laporan keuangan dengan data real-time, sehingga membantu pemerintah daerah dalam menyusun laporan yang lebih akurat dan tepat waktu.

“Dengan adanya sistem ini, Pemkot Jambi dapat memantau kesesuaian data keuangan secara real-time. Ini akan menjadi pondasi kuat dalam pelaporan keuangan daerah yang lebih efisien dan terpercaya,” tambahnya.

Walikota Jambi, Maulana, dalam sambutannya menyambut baik kehadiran aplikasi Sirekap dan menyampaikan apresiasinya terhadap BPKAD yang terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah.

“Ini adalah tonggak penting bagi Kota Jambi dalam membangun pemerintahan yang digital, transparan, dan akuntabel. Saya mendukung penuh inovasi ini karena akan sangat membantu dalam pengambilan kebijakan berbasis data yang valid dan aktual,” ujar Maulana.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar OPD untuk memanfaatkan aplikasi Sirekap secara maksimal, demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan efisien.

Dalam seremoni tersebut, dilakukan juga simulasi penggunaan aplikasi Sirekap oleh perwakilan OPD dan penandatanganan komitmen bersama penerapan sistem elektronik di lingkungan Pemkot Jambi.

Peluncuran aplikasi Sirekap diharapkan menjadi role model bagi daerah lain di Provinsi Jambi, sekaligus menegaskan komitmen Pemkot Jambi dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang modern, profesional, dan bebas dari praktik korupsi.(*)




Kini Layanan Paspor di MPP Jambi Dua Kali Seminggu, Ini Kata Wali Kota

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.COM – Pemerintah Kota Jambi terus melakukan pembenahan dalam pelayanan publik.

Kali ini, Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, meresmikan penambahan hari layanan paspor di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Jambi, bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi.

Layanan paspor yang sebelumnya hanya tersedia setiap hari Rabu, kini ditambah menjadi dua hari, yaitu Rabu dan Kamis, menyusul tingginya minat masyarakat untuk membuat paspor, terutama menjelang musim umrah dan mobilitas luar negeri yang meningkat.

“Kita lihat animo masyarakat sangat tinggi. Maka, kita tambahkan hari layanan agar masyarakat lebih mudah mengurus paspor. Ini bentuk komitmen kita dalam mempercepat dan mempermudah layanan publik,” ujar Wali Kota Maulana.

Penambahan hari layanan ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota Jambi dan Kanwil Imigrasi Jambi di MPP.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik yang diusung Wali Kota Maulana.

“Kami berterima kasih kepada jajaran Imigrasi atas komitmen menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat,” imbuh Maulana.

Sementara itu, Kepala Kanwil Dirjen Imigrasi Jambi, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kehadiran layanan keimigrasian di MPP adalah bentuk dari pendekatan pelayanan yang lebih ramah dan efisien.

“Kini masyarakat bisa mengakses layanan paspor tanpa harus ke kantor imigrasi pusat. Di MPP ini kami hadir untuk memberikan kemudahan,” kata Wahyu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)  Jambi, Abu Bakar dalam sambutannya menyatakan bahwa keberhasilan MPP adalah hasil sinergi banyak pihak.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, MPP bukan sekadar tempat, melainkan simbol perubahan paradigma pelayanan publik. Dari sektoral ke terintegrasi. Dari rumit menjadi cepat dan mudah,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan bertambahnya jenis layanan di MPP, Kota Jambi semakin dekat untuk menjadi pusat pelayanan publik yang berkelas nasional.

“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Jambi atas arahannya, dan kepada Imigrasi atas kolaborasinya. Ini adalah contoh sinergi antarlembaga yang harmonis dan solutif,” tambahnya.

Dengan penambahan hari layanan paspor menjadi dua kali seminggu, masyarakat Kota Jambi kini memiliki akses yang lebih luas dan fleksibel untuk mengurus dokumen perjalanan.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik Kota Jambi terus berkembang ke arah yang lebih baik, sesuai semangat Visi Kota Jambi Bahagia: cepat, mudah, transparan, dan terintegrasi.(*)




Ombudsman Kawal Program Kampung Bahagia di Jambi, Cegah Maladministrasi di 67 RT

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ombudsman RI Perwakilan Jambi memperkuat fungsi pengawasan dalam pelaksanaan Program Kampung Bahagia Kota Jambi, yang kini sedang dijalankan di 67 RT sebagai proyek percontohan.

Penguatan ini dilakukan melalui kegiatan Diseminasi Sistem Pencegahan Maladministrasi, yang digelar pada Rabu, 9 Oktober 2025, bersama para Koordinator dan Pendamping Program Kampung Bahagia, serta perwakilan RT sebagai Kelompok Kerja (Pokja).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Asisten Ombudsman Jambi, Indra, dan dihadiri oleh Wali Kota Jambi, dr Maulana, Kepala Perwakilan Ombudsman Jambi, Saiful Roswandi, serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Kecamatan Palmerah, dan Bank Jambi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi atas dukungan Ombudsman terhadap program strategis berbasis pemberdayaan masyarakat ini.

“Kampung Bahagia adalah program pertama di Jambi yang mengedepankan semangat gotong royong. Dengan dukungan Ombudsman, program ini akan terus diperbaiki dan diperluas,” ujar Maulana.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 67 RT yang dijadikan percontohan, dan program ini akan dikembangkan ke 1.650 RT di seluruh Kota Jambi secara bertahap.

Kepala Ombudsman Jambi, Saiful Roswandi, menegaskan pentingnya peran pengawasan demi mencegah maladministrasi dalam pengelolaan dana program.

Ia menekankan bahwa keberadaan Ombudsman bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan pelayanan publik berjalan sesuai aturan.

“Setiap RT mendapat dana Rp100 juta. Kami harap pengelolaannya dilakukan transparan, akuntabel, dan melibatkan masyarakat,” tegas Saiful.

Ia juga meminta Pokja di tingkat RT bertanggung jawab penuh, menjaga kepercayaan publik, dan menjalankan amanah program dengan baik.

Asisten Ombudsman, Indra, menyebut masih ada sejumlah potensi maladministrasi yang perlu diantisipasi, seperti SOP yang belum tersosialisasi dengan baik, kompetensi pokja yang belum merata, perencanaan yang belum matang, belum adanya sistem pengaduan publik.

“Kami merekomendasikan agar SOP disosialisasikan secara menyeluruh, sistem pengaduan segera disiapkan, dan masyarakat diberikan akses serta pemahaman tentang penggunaannya,” ujar Indra.(*)




Wali Kota Jambi Wisuda Ribuan Tahfizh Al-Qur’an: Komitmen Lahirkan Generasi Qur’ani Terus Dilanjutkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mencetak generasi Qur’ani melalui program Wisuda Akbar Tahfizh Al-Qur’an.

Tahun ini, sebanyak 1.787 pelajar tingkat SD dan SMP resmi diwisuda sebagai penghafal Al-Qur’an, dengan sejumlah peserta berhasil menghafal hingga 30 juz.

Maulana menyampaikan, program tahfizh ini merupakan salah satu program unggulan yang telah dijalankan sejak awal masa kepemimpinannya.

Meski sempat mengalami tantangan, terutama terkait pengangkatan guru tahfizh dalam formasi PPPK, Pemkot Jambi tetap memberikan solusi dengan mengalokasikan honor insentif melalui Bagian Kesra.

“Saat program ini hampir menurun karena guru-guru tahfizh belum bisa diakomodir dalam PPPK, kita cari jalan keluar. Karena program ini penting, mereka tetap kita berikan honor insentif melalui Kesra,” ujar Wali Kota Maulana usai prosesi wisuda, baru-baru ini.

Ia menegaskan, Pemkot akan terus menjalankan program ini dengan menyasar semua kalangan, bukan hanya melalui ustaz dan ustazah di sekolah dan rumah tahfizh, tetapi juga dengan memperkuat kemampuan dasar baca-tulis Al-Qur’an bagi seluruh siswa.

“Kita ingin bukan hanya hafal, tapi paham dan mengamalkan. Ini penting untuk membentuk karakter generasi muda kita,” tegas Maulana.

Wisuda tahun ini mencatatkan 1.787 peserta, dan 50 pelajar terbaik diumumkan sebagai hafidz dan hafidzah pilihan, dengan sebagian besar berhasil menghafal minimal 25 hingga 30 juz.

Dari 50 peserta terbaik tersebut, 17 di antaranya adalah laki-laki, dan sisanya perempuan.

Para peserta telah menjalani proses pembinaan intensif dari para guru tahfizh yang tersebar di sekolah dan rumah tahfizh binaan Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, M Jaelani, menyampaikan apresiasi terhadap semangat para pelajar dalam mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an.

Ia menyebut, hingga 2024 ini, sebanyak 12.006 siswa telah mengikuti program cinta Al-Qur’an dan tahfizh yang digalakkan oleh Pemkot Jambi.

“Alhamdulillah, dari ribuan pelajar yang ikut, ada 50 pelajar terbaik yang diwisuda tahun ini. Mereka adalah kebanggaan Kota Jambi,” ujar Jaelani.

Ia berharap program ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan kualitasnya, agar mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan fondasi spiritual yang kuat.

“Semoga ke depan semakin banyak pelajar kita yang bukan hanya menghafal, tapi juga memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa, program tahfizh ini adalah bagian dari visi besar untuk membangun masyarakat Jambi yang religius, berbudaya, dan berkarakter.

Ia juga mengajak semua elemen masyarakat, termasuk orang tua, guru, dan lingkungan sekitar untuk aktif membina generasi Qur’ani sejak dini.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan sekolah atau ustaz. Budaya mengaji, memahami, dan mencintai Al-Qur’an harus menjadi tanggung jawab bersama, dimulai dari rumah,” ujarnya.(*)