Kota Jambi Matangkan Persiapan Health Cities Summit 2026, Tampilkan Kota Berbudaya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Health Cities Summit (HCS) ke-7 tahun 2026, Senin 13 April 2025.

Forum berskala nasional ini akan mengusung tema “Health City: Green, Smart, Resilient and Happiness”.

Rapat persiapan Health Cities Summit (HCS) ke-7 digelar sebagai langkah awal memastikan kesiapan Kota Jambi menjadi tuan rumah.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kota yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Ketua panitia, Jailani, menyampaikan bahwa HCS merupakan agenda dua tahunan yang berperan penting dalam mendorong implementasi program Kabupaten/Kota Sehat di Indonesia.

“HCS diharapkan menjadi wadah berbagi praktik terbaik antar daerah yang bisa diterapkan untuk mendukung terwujudnya Indonesia Sehat,” ujar Jailani, yang jugq Asisten III Setda Kota Jambi ini.

Ia menekankan, keberhasilan program kota sehat sangat bergantung pada komitmen pimpinan daerah, dukungan lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat.

Menurutnya, Kota Jambi telah menunjukkan capaian positif melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah dan berbagai pihak.

“Selain kepemimpinan yang kuat, peran masyarakat sebagai aktor utama juga sangat penting. Edukasi tentang pola hidup sehat terus dilakukan mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan kerja,” jelas Jailani.

Ia menambahkan, dukungan anggaran serta pembangunan infrastruktur yang berpihak pada kesehatan juga menjadi faktor utama dalam menciptakan kota yang layak huni dan produktif.

“Program kesehatan yang inovatif dan infrastruktur yang memadai menjadi kunci dalam mewujudkan kabupaten/kota sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan bahwa persiapan HCS 2026 harus dilakukan secara optimal, mengingat Kota Jambi akan menjadi tuan rumah bagi perwakilan daerah dari seluruh Indonesia.

“Kita harus benar-benar siap, karena ini kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kota Jambi adalah kota yang maju sekaligus berbudaya di hadapan peserta dari seluruh Indonesia,” tegasnya.

Maulana juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyambut kedatangan tamu.

Menurutnya, sinergi antar OPD sangat diperlukan agar seluruh aspek, mulai dari pelayanan hingga penataan kota, berjalan maksimal.

“Koordinasi harus diperkuat, sehingga penyambutan tamu dan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan kesan terbaik,” ujarnya.(*)




Buka Seleksi Paskibraka Tahun 2026, Walikota Maulana Tekankan Pembentukan Karakter

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Wali Kota Jambi, dr. Maulana, resmi membuka seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Jambi tahun 2026, Senin 13 April 2026.

Sebanyak 361 pelajar SMA/SMK sederajat ikut ambil bagian dalam proses seleksi yang digelar di lapangan tenis Dinas Pendidikan Kota Jambi, Senin (13/4/2026).

Pembukaan seleksi Paskibraka Kota Jambi 2026 turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Jambi, A. Ridwan, serta jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dari tingkat kota dan provinsi.

Jumlah peserta tahun ini tercatat sebanyak 361 siswa, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut disebabkan penerapan batas usia yang lebih ketat bagi calon peserta.

Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menjelaskan bahwa peserta minimal harus berusia 16 tahun pada saat pelaksanaan tugas pengibaran bendera, yakni pada 17 Agustus 2026.

Peserta yang belum memenuhi syarat usia secara otomatis tidak dapat mengikuti seleksi.

“Seleksi dilakukan secara menyeluruh, meliputi aspek mental, psikologi, fisik, hingga wawasan kebangsaan. Tujuannya untuk mendapatkan putra-putri terbaik yang akan bertugas pada upacara HUT Kemerdekaan RI,” ujarnya.

Pemkot Jambi, lanjut Maulana, juga akan mengirimkan peserta terbaik ke tingkat provinsi dengan harapan dapat melaju hingga seleksi nasional.

Ia menegaskan bahwa kegiatan seleksi Paskibraka tidak hanya bertujuan memilih petugas upacara, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.

“Ini penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, terutama di tengah derasnya arus digital. Kita juga ingin mengurangi ketergantungan remaja terhadap gadget,” tambahnya.

Maulana turut mengapresiasi antusiasme para peserta yang dinilai tinggi dalam mengikuti seleksi tahun ini.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada guru dan orang tua yang telah memberikan dukungan.

“Semangat para peserta sangat luar biasa. Dukungan dari guru dan orang tua menjadi bagian penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas,” tutupnya.(*)




Dari Road to School hingga Ketahanan Pangan, Kemas Faried Dorong Transformasi Pramuka Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menegaskan komitmen kuat dalam memperkuat peran Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda di Kota Jambi.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan penganugerahan Tokoh Gerakan Pramuka kepada Wali Kota Jambi, Maulana, yang berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pengurus Pramuka serta undangan lainnya.

Kemas Faried menyebut, penghargaan yang diterima Wali Kota Jambi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh jajaran Pramuka Kota Jambi.

Menurutnya, capaian itu merupakan bukti nyata kerja bersama dalam membangun gerakan kepramukaan yang aktif dan berkelanjutan.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami semua di Pramuka Kota Jambi. Artinya apa yang selama ini kita lakukan mendapat apresiasi dan pengakuan,” ujar Kemas Faried.

Ia menegaskan bahwa Kwarcab Pramuka Kota Jambi terus memperluas peran organisasi melalui berbagai program pembinaan, tidak hanya di bidang pendidikan karakter, tetapi juga penguatan keterampilan hidup bagi generasi muda.

Sejumlah program yang telah berjalan di antaranya Pramuka Road to School, pembentukan duta anti narkoba, hingga kegiatan edukatif di berbagai sekolah di Kota Jambi.

Lebih jauh, Pramuka Kota Jambi juga mulai terlibat dalam program ketahanan pangan.

Salah satunya dengan keterlibatan ratusan anggota Pramuka yang belajar langsung di Kelompok Tani Kasturi, termasuk praktik penanaman padi gogo sebagai bagian dari edukasi lapangan.

“Kami ingin adik-adik Pramuka tidak hanya kuat secara karakter, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang bisa berguna, bahkan bernilai ekonomi,” jelas Kemas Faried.

Selain itu, Kwarcab Kota Jambi saat ini tengah mempersiapkan agenda besar, termasuk seleksi peserta untuk Jambore Dunia di Polandia serta Jambore Nasional melalui tahapan seleksi berjenjang.

Kemas Faried juga menyoroti tantangan generasi muda yang semakin kompleks, mulai dari penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga pergaulan bebas.

Menurutnya, Pramuka harus hadir sebagai benteng moral sekaligus ruang pembinaan yang positif.

“Pramuka harus menjadi solusi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan mampu bersaing di masa depan,” tegasnya.

Dengan sinergi bersama Pemerintah Kota Jambi, Kwarcab Pramuka Kota Jambi optimistis pembinaan generasi muda akan semakin kuat, baik dari sisi karakter, keterampilan, maupun kemandirian.(*)




Ketua DPRD Kota Jambi: Sampah Harus Jadi Energi, Bukan Lagi Masalah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menyatakan dukungan penuh terhadap Gerakan Nasional Indonesia Asri yang digelar di kawasan Rest Area Danau Sipin, Kota Jambi, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan yang dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jambi Al Haris, dan Wali Kota Jambi Maulana tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama terhadap pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Kemas Faried menilai gerakan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, tetapi menjadi langkah konkret dalam menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di Kota Jambi.

“Ini terobosan yang sangat baik untuk menjawab persoalan sampah di Kota Jambi. Ke depan, sampah tidak hanya ditangani, tetapi harus bisa diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat,” ujar Kemas Faried.

Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan solusi jangka panjang yang tidak hanya fokus pada pengangkutan, tetapi juga pada sistem pengolahan yang bernilai ekonomi.

Ia menilai program waste to energy yang sedang didorong pemerintah pusat merupakan langkah strategis yang harus didukung penuh oleh seluruh pihak, termasuk DPRD Kota Jambi.

“DPRD tentu sangat mendukung kebijakan ini karena menyangkut kepentingan masyarakat luas dan masa depan lingkungan kota,” tegasnya.

Kemas Faried juga mengapresiasi dipilihnya Danau Sipin sebagai lokasi kegiatan Gerakan Nasional Indonesia Asri.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai strategis sebagai ikon wisata sekaligus ruang publik yang harus dijaga kebersihannya.

Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus berlanjut dalam bentuk program nyata di lapangan.

“Harapannya ini bukan hanya kegiatan simbolis, tapi menjadi gerakan berkelanjutan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran DPRD Kota Jambi dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong kebijakan lingkungan yang lebih progresif.

Kemas Faried menegaskan bahwa DPRD siap mengawal kebijakan pengelolaan sampah agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi kebersihan maupun potensi ekonomi.(*)




Gubernur Jambi Tekankan Kolaborasi Besar Atasi Sampah di Danau Sipin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung pengelolaan sampah modern berbasis kolaborasi, mulai dari hulu hingga hilir, demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri apel dan aksi gotong royong Gerakan Nasional Indonesia Asri di kawasan Rest Area Danau Sipin, Kota Jambi, Sabtu (11/4/2026), yang turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, Wali Kota Jambi Maulana, serta Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly.

Dalam kesempatan itu, Al Haris menyambut baik berbagai program nasional yang masuk ke Provinsi Jambi, termasuk pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) yang menjadikan Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi sebagai daerah prioritas.

“Ini kabar baik bagi masyarakat Jambi. Insyaallah Jambi akan menjadi bagian dari pembangunan fasilitas waste to energy yang modern dan berkelanjutan,” ujar Al Haris.

Gubernur Al Haris menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Menurutnya, program nasional yang dijalankan di Jambi harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu, termasuk edukasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Kalau dari hulu sudah kuat, maka hilir akan jauh lebih mudah kita kelola,” tegasnya.

Al Haris juga menyoroti bahwa Provinsi Jambi termasuk dalam 33 wilayah aglomerasi nasional yang masuk dalam program percepatan waste to energy berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Ia menilai hal ini menjadi peluang besar bagi Jambi untuk menjadi daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah modern.

Selain itu, Al Haris juga mendukung penuh berbagai program penguatan kebersihan lingkungan yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota, termasuk program berbasis masyarakat seperti OPBM yang dijalankan Kota Jambi.

Kegiatan apel dan gotong royong di Danau Sipin menurut Al Haris menjadi simbol penting kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan.

Ia berharap gerakan seperti ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi terus dilakukan secara berkelanjutan di seluruh daerah di Provinsi Jambi.

“Gerakan kebersihan harus menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan sesaat,” ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup serta komitmen pemerintah daerah, Al Haris optimistis Jambi mampu mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan bernilai ekonomi.

Kegiatan di Danau Sipin tersebut ditutup dengan aksi bersih-bersih bersama sebagai simbol nyata komitmen menuju Jambi yang lebih asri dan berkelanjutan.(*)




Wali Kota Jambi Dorong OPBM, Danau Sipin Jadi Simbol Kota Bersih Nasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menegaskan langkah besar Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).

Pernyataan tersebut disampaikan saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq dalam apel dan aksi gotong royong Gerakan Nasional Indonesia Asri di kawasan Rest Area Danau Sipin, Sabtu (11/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Maulana menjelaskan bahwa OPBM menjadi strategi utama Pemkot Jambi untuk mengubah sistem pengelolaan sampah dari rumah tangga.

Program ini akan melibatkan sekitar 250 ribu rumah tangga di Kota Jambi, di mana sampah akan diangkut dari rumah ke depo sebelum dipilah dan dikirim ke fasilitas pengolahan akhir.

“Kami sedang menyiapkan OPBM yang akan melibatkan masyarakat secara luas. Sampah akan diambil dari rumah, dibawa ke depo, lalu dipilah sebelum ke pengolahan akhir,” ujar Maulana.

Wali Kota Jambi itu menegaskan bahwa ke depan tidak boleh ada lagi sampah yang dibuang sembarangan, dibakar, maupun dibuang ke sungai.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah di perkotaan.

“Target kami jelas, tidak ada lagi sampah liar. Semua harus terkelola dengan baik dan terintegrasi,” tegasnya.

Maulana juga mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Kota Jambi telah menunjukkan hasil positif. Salah satunya Kecamatan Pelayangan yang kini sudah dinyatakan bebas dari tempat pembuangan sampah liar.

Program OPBM ini direncanakan akan resmi diluncurkan pada 2 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Jambi.

Peluncuran ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam sistem pengelolaan sampah modern berbasis masyarakat di Kota Jambi.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq dalam arahannya menegaskan bahwa Kota Jambi termasuk daerah yang masuk program nasional waste to energy berdasarkan Perpres Nomor 109 Tahun 2025.

Ia juga mendorong agar daerah memperkuat pengelolaan sampah dari hulu, sejalan dengan program OPBM yang disiapkan Wali Kota Jambi.

Kegiatan di Danau Sipin tersebut juga diisi dengan aksi gotong royong yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, Forkopimda, dan masyarakat.

Aksi ini menjadi simbol kolaborasi menuju Kota Jambi yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.

Dengan langkah strategis yang digagas Wali Kota Maulana, Kota Jambi menargetkan menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.(*)




Gerakan Nasional Indonesia Asri Dimulai di Danau Sipin, Ini Pesan Menteri LH

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, memimpin langsung apel dan aksi gotong royong dalam rangka Gerakan Nasional Indonesia Asri di kawasan Rest Area Danau Sipin, Kota Jambi, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen nasional dalam menjaga kebersihan lingkungan yang berkelanjutan, tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi budaya sehari-hari di masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Maulana, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, serta jajaran Forkopimda dan OPD Pemerintah Kota Jambi.

Dalam arahannya, Menteri Hanif menegaskan bahwa gerakan kebersihan harus dilakukan secara konsisten di seluruh daerah.

“Gerakan ini harus rutin dilakukan. Kami minta kepala daerah menggelar aksi seperti ini minimal sekali dalam seminggu,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi, enam daerah telah menghentikan praktik open dumping, sementara lima daerah lainnya ditargetkan segera menyusul.

Selain itu, pemerintah pusat terus mendorong program waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi masuk dalam proyek prioritas nasional sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2025.

Menteri LH juga menekankan pentingnya perubahan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan membiasakan aksi bersih lingkungan sebelum memulai aktivitas kerja.

“ASN sebaiknya memulai hari dengan membersihkan lingkungan sekitar. Ini bagian dari membangun budaya hidup bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa Pemkot Jambi tengah memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).

Program ini akan melibatkan sekitar 250 ribu rumah tangga di Kota Jambi, dengan sistem pengangkutan sampah dari rumah ke depo sebelum dipilah ke tempat pengolahan akhir.

“Kami ingin sampah tidak lagi dibuang sembarangan. Semua harus dikelola dari sumbernya,” kata Maulana.

Ia juga menyebut beberapa wilayah sudah menunjukkan hasil positif, termasuk Kecamatan Pelayangan yang kini bebas dari TPS liar.

Program OPBM sendiri direncanakan diluncurkan pada 2 Juni 2026 bertepatan dengan HUT Kota Jambi.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan ini. Ia menilai program tersebut sebagai solusi nyata terhadap persoalan sampah perkotaan.

“Ini langkah konkret. Ke depan sampah bukan hanya dikelola, tetapi juga bisa menjadi energi listrik yang bermanfaat,” ujarnya.

Kegiatan di Danau Sipin ditutup dengan aksi gotong royong membersihkan kawasan wisata tersebut.

Aksi ini menjadi simbol sinergi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan bersih dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi tersebut, Kota Jambi diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah modern dan bernilai ekonomi.(*)




Gubernur Jambi Dorong Pengelolaan Sampah Modern, PSEL Segera Dibangun

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo.

Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di lokasi tersebut, Sabtu (11/4/2026).

Al Haris menyebut rencana pembangunan PSEL menjadi kabar positif bagi masyarakat Jambi sekaligus langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan.

“Ini kabar baik bagi masyarakat Jambi. Insyaallah kita akan memiliki fasilitas waste to energy di Talang Gulo sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jambi siap memberikan dukungan penuh terhadap percepatan realisasi proyek tersebut, termasuk dalam hal koordinasi lintas sektor.

Menurut Al Haris, kehadiran PSEL tidak hanya akan mengurangi beban sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi pengelolaan TPA Talang Gulo yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, terutama dari sisi desain dan operasional.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penguatan pengelolaan sampah dari hulu masih menjadi tantangan utama, khususnya dalam hal pemilahan sampah dari sumber.

Dengan produksi sampah yang mencapai sekitar 600 ton per hari, Jambi dinilai memiliki peluang besar meraih penghargaan Adipura pada 2026 jika pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih optimal dari hulu hingga hilir.

Menteri juga menegaskan bahwa Jambi termasuk dalam daftar prioritas nasional pembangunan PSEL yang akan segera dilelang, dengan waktu pembangunan hingga operasional diperkirakan sekitar tiga tahun.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi saat ini terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program “Kampung Bahagia”.

Program tersebut mendorong keterlibatan warga hingga tingkat RT, termasuk sistem pengangkutan sampah dari rumah ke rumah guna memastikan tidak ada lagi pembuangan sampah sembarangan.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota, Gubernur Al Haris optimistis Jambi mampu menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah modern berbasis energi.(*)




Di Hadapan Menteri LH: Walikota Maulana Tegaskan Komitmen, Kota Jambi Jadi Daerah Percontohan Waste to Energy

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir melalui program berbasis masyarakat yang terintegrasi.

Hal tersebut disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup RI ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo, Sabtu (11/4/2026).

Maulana menyebut, Pemkot Jambi saat ini tengah menggerakkan program “Kampung Bahagia” sebagai strategi utama dalam mengubah pola pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

Program ini melibatkan warga hingga tingkat RT dalam pengumpulan dan pengangkutan sampah langsung dari rumah ke rumah.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi sampah yang dibuang sembarangan, dibakar, atau masuk ke sungai. Semua harus dikelola dengan sistem yang jelas dan terkontrol,” tegas Maulana.

Ia menjelaskan, sistem pengangkutan sampah juga diperkuat dengan penggunaan kendaraan bentor yang dikelola masyarakat, sehingga proses pengangkutan menjadi lebih efektif dan berbasis komunitas.

Selain itu, Pemkot Jambi juga mulai menertibkan titik-titik pembuangan sampah liar serta menerapkan sanksi tegas sesuai aturan daerah bagi pelanggar.

Maulana menegaskan bahwa penguatan pengelolaan sampah di tingkat hulu menjadi kunci utama dalam mendukung kesiapan Jambi menuju sistem pengolahan sampah modern berbasis energi.

“Kita tidak bisa hanya fokus di hilir. Hulu harus kuat. Ini yang sedang kita benahi secara bertahap,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi terhadap sistem pengelolaan sampah di Kota Jambi, khususnya di TPA Talang Gulo yang dinilai sudah memiliki desain dan operasional yang baik.

Menteri LH juga menegaskan bahwa Jambi termasuk dalam 33 kawasan prioritas nasional untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), yang akan segera dilelang dan direalisasikan dalam beberapa tahun ke depan.

Gubernur Jambi, Al Haris, turut menyampaikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan PSEL di daerah tersebut sebagai bagian dari solusi jangka panjang penanganan sampah.

Dengan sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kota, Wali Kota Maulana optimistis Jambi dapat menjadi salah satu kota percontohan nasional dalam pengelolaan sampah modern yang berkelanjutan.(*)




Tinjau TPA Talang Gulo, Menteri LH: Jambi Siap Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Jambi, Sabtu (11/4/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Hanif menyebut TPA Talang Gulo sebagai salah satu lokasi pengelolaan sampah terbaik di Indonesia, terutama dari sisi desain dan operasional yang dinilai sudah cukup maju dibandingkan daerah lain.

“Saya sudah melihat banyak TPA di berbagai daerah, dan Jambi ini termasuk yang terbaik. Dari sisi pengelolaan hilirnya sudah sangat baik, meski tetap perlu peningkatan di beberapa aspek,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyoroti bahwa tantangan terbesar masih berada pada pengelolaan sampah dari hulu, khususnya dalam hal pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Dengan volume sampah yang mencapai sekitar 600 ton per hari, Jambi dinilai memiliki peluang besar untuk meraih penghargaan Adipura pada 2026, asalkan sistem pengelolaan dari hulu dapat diperkuat secara konsisten.

Selain itu, Hanif juga memastikan bahwa Kota Jambi masuk dalam prioritas nasional pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Proyek tersebut merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat dalam mengubah sampah menjadi sumber energi.

“Jambi termasuk dalam daftar wilayah yang akan segera dilelang proyek PSEL. Kesiapan lahannya sangat baik dan ini menjadi keunggulan tersendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pembangunan hingga operasional PSEL diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun.

Oleh karena itu, penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu harus tetap berjalan tanpa menunggu proyek selesai.

Lebih lanjut, Menteri LH juga mengingatkan bahwa pemerintah menargetkan penghentian praktik open dumping secara nasional pada 2026.

Jika tidak dipatuhi, akan ada sanksi tegas yang diberlakukan setelah batas waktu tersebut.

“Intinya ada pada pemilahan. Jika sampah dipilah, maka memiliki nilai ekonomi. Jika tidak, akan menjadi persoalan besar,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Hanif didampingi Gubernur Jambi, Al Haris, dan Wali Kota Jambi, Maulana.

Gubernur Al Haris menyambut positif rencana pembangunan PSEL di Jambi dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung percepatan realisasinya.

“Ini kabar baik bagi Jambi. Kita siap mendukung penuh agar program ini segera terwujud,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi saat ini terus memperkuat pengelolaan sampah dari hulu melalui berbagai program berbasis masyarakat.

Salah satunya melalui program Kampung Bahagia yang mendorong keterlibatan warga dalam pengelolaan sampah secara langsung, termasuk sistem pengangkutan dari rumah ke rumah.

“Kami ingin tidak ada lagi sampah yang dibuang sembarangan. Semua harus terkelola dengan baik dan memiliki sistem yang jelas,” ujarnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, Jambi optimistis mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengelolaan sampah modern sekaligus pengembangan energi berbasis limbah di Indonesia.(*)