Dukung Program Kampung Bahagia, Tenaga Konstruksi Lokal Kota Jambi Didorong Naik Kelas Lewat Sertifikasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) menggelar fasilitasi sertifikasi tenaga kerja konstruksi sebagai langkah meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur sekaligus kompetensi tenaga kerja lokal.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (29/4/2026) ini menyasar jabatan kerja pelaksana lapangan, khususnya untuk pekerjaan jalan dan drainase perkotaan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program unggulan daerah, yakni “Kampung Bahagia”.

Acara dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana. Dalam arahannya, Maulana menekankan pentingnya sertifikasi sebagai standar profesional dalam sektor konstruksi.

“Pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya cepat, tetapi juga harus memenuhi standar kualitas dan keselamatan kerja. Sertifikasi ini menjadi kunci agar tenaga kerja kita memiliki kompetensi yang diakui,” ujarnya.

Menurutnya, program Kampung Bahagia tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata.

Tetapi juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pondasi pembangunan berkelanjutan.

Di sisi lain, Kepala Dinas PUTR Kota Jambi, Momon Sukmana menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong profesionalisme tenaga kerja konstruksi di daerah.

Ia menilai keberadaan tenaga kerja bersertifikat sangat menentukan mutu hasil pembangunan, terutama pada infrastruktur dasar seperti jalan dan drainase.

“Kami mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. Sertifikasi ini bukan sekadar administratif, tetapi menjadi bukti keahlian yang akan meningkatkan daya saing di dunia kerja,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh para tenaga kerja konstruksi yang selama ini terlibat langsung dalam pembangunan di Kota Jambi.

Dengan adanya fasilitasi tersebut, diharapkan lahir tenaga kerja yang lebih profesional, kompeten, dan siap mendukung percepatan pembangunan daerah.

Semangat kebersamaan yang terasa dalam kegiatan ini juga mencerminkan optimisme baru dalam mendorong kemajuan Kota Jambi melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.(*)




Banjir Didominasi Dua Faktor, BPBD Kota Jambi Segera Susun Kajian Risiko

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jambi tengah mempersiapkan langkah strategis dengan menyusun kajian risiko bencana sebagai dasar penanganan banjir dan bencana lainnya di Kota Jambi dalam waktu dekat.

Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya potensi bencana, khususnya banjir, yang masih menjadi ancaman utama di sejumlah wilayah kota.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Suamtriadi, mengatakan bahwa kajian tersebut akan menjadi acuan dalam merumuskan strategi mitigasi yang lebih terukur dan terintegrasi.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan kajian risiko bencana, sebagai dasar penyusunan penanganan banjir maupun bencana lainnya di Kota Jambi,” ujarnya.

Doni menjelaskan, banjir di Kota Jambi umumnya dipicu oleh dua faktor utama.

Pertama, curah hujan lokal dengan intensitas tinggi yang menyebabkan genangan dalam waktu singkat.

Kedua, limpahan air kiriman dari wilayah hulu melalui aliran Sungai Batanghari.

“Selain hujan lokal, kita juga menghadapi kiriman air dari kabupaten/kota di hulu. Ini yang sering menyebabkan debit air meningkat di wilayah Kota Jambi,” jelasnya.

Dalam penyusunan kajian risiko tersebut, BPBD Kota Jambi akan melibatkan para lurah se-Kota Jambi serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan pemetaan risiko yang lebih akurat hingga tingkat wilayah terkecil.

Pendekatan berbasis data dan partisipasi ini dinilai penting agar penanganan bencana tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, tercatat sekitar 24 RT di 22 kelurahan terdampak banjir.

Bahkan, sekitar 55,85 persen wilayah Kota Jambi masuk dalam kategori rawan terdampak banjir.

Selain itu, data dari Badan Pusat Statistik kata dia, menunjukkan bahwa terdapat potensi hingga 38 kelurahan yang berisiko terdampak banjir di Kota Jambi.

Data tersebut menjadi dasar penting bagi BPBD dalam menyusun strategi mitigasi yang lebih komprehensif.

Dengan adanya kajian risiko ini, BPBD Kota Jambi berharap upaya penanganan bencana ke depan dapat dilakukan secara lebih sistematis dan tepat sasaran.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat lebih siap menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir.(*)




Status Masih Aman, BPBD Tetap Ingatkan Risiko Banjir di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Jambi mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit air Sungai Batanghari.

Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya banjir di sejumlah wilayah bagian barat Provinsi Jambi dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada peningkatan volume air yang mengalir ke wilayah hilir, termasuk Kota Jambi.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Suamtriadi, mengatakan bahwa pihaknya saat ini terus melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian muka air sungai, terutama di titik pengukuran Tanggo Rajo.

“Monitoring terus kami lakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi dini apabila terjadi kenaikan debit air yang signifikan,” ujarnya.

Status Masih Siaga IV

Berdasarkan data terbaru, ketinggian muka air Sungai Batanghari tercatat berada di angka 12,80 meter. Kondisi ini masih masuk dalam kategori Siaga IV atau relatif aman.

Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak lengah mengingat potensi kenaikan debit air masih bisa terjadi, terutama jika curah hujan di wilayah hulu terus meningkat.

Warga Diminta Aktif Pantau Kondisi

BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan DAS Batanghari, agar aktif memantau perkembangan kondisi sungai di lingkungan masing-masing.

Warga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi kenaikan air secara cepat atau tanda-tanda potensi banjir lainnya.

Antisipasi dan Koordinasi Diperkuat

Selain pemantauan, BPBD Kota Jambi juga telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi peningkatan status siaga.

Koordinasi dengan berbagai instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan respons cepat dalam menghadapi potensi bencana.

Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk, sekaligus dapat meminimalkan risiko jika debit air Sungai Batanghari mengalami kenaikan dalam waktu dekat.(*)




Hari Kartini di Jambi, Wali Kota Maulana Soroti Peran Strategis Perempuan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menggelar peringatan Hari Kartini dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, Selasa 28 April 2026.

Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya peran perempuan dalam kehidupan keluarga hingga pembangunan daerah.

Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan bahwa perempuan di Kota Jambi kini semakin menunjukkan kiprah signifikan di berbagai bidang.

Hal ini terlihat dari banyaknya perempuan yang telah menduduki posisi penting, baik di lingkungan pemerintahan, pendidikan, maupun sektor lainnya.

Menurutnya, peringatan Hari Kartini tidak hanya sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi refleksi atas perjuangan panjang perempuan yang terus berlanjut hingga saat ini.

“Perempuan di Kota Jambi memiliki peran besar, tidak hanya di ruang publik, tetapi juga dalam keluarga sebagai fondasi utama membangun generasi berkualitas,” ujar Maulana, Selasa (21/4/2026).

Ia menekankan bahwa peran perempuan, khususnya seorang ibu, sangat menentukan keberhasilan dalam membentuk karakter anak dan menjaga keharmonisan rumah tangga.

Oleh karena itu, kontribusi perempuan dinilai sangat strategis dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.

Selain itu, Maulana juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan penghargaan dan penghormatan kepada perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai tantangan yang dihadapi perempuan saat ini semakin kompleks, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat.

“Momentum Kartini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga keluarga, menghormati perempuan, serta tidak melupakan peran penting seorang ibu dalam mendidik anak-anak,” tambahnya.

Peringatan Hari Kartini di Kota Jambi juga diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan perempuan dari beragam latar belakang.

Kegiatan ini menjadi simbol bahwa semangat emansipasi tetap relevan dan terus hidup di tengah masyarakat modern.

Dengan semangat Kartini, diharapkan perempuan di Kota Jambi semakin percaya diri, mandiri, dan mampu berkontribusi lebih luas dalam pembangunan daerah tanpa meninggalkan perannya dalam keluarga.(*)




Percepatan Jalan Padang Lamo Jambi Ditargetkan Mulai 2026, Edi Purwanto Dorong APBN

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Jambi mulai menunjukkan progres positif.

Anggota DPR RI, Edi Purwanto, menegaskan bahwa ruas strategis Padang Lamo menjadi prioritas dan ditargetkan mulai digarap tahun ini dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam agenda resesnya di Jambi, Edi menyampaikan bahwa pihaknya sedang mendorong sejumlah program nasional agar dapat direalisasikan di daerah.

Salah satu fokus utama adalah perbaikan jalan provinsi yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran daerah.

Ia menjelaskan bahwa program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan.

Ruas Padang Lamo disebut sudah dibahas langsung dengan pemerintah pusat dan berpotensi segera dieksekusi.

Meski demikian, Edi mengingatkan bahwa kelancaran proyek sangat bergantung pada kesiapan administrasi dari pemerintah daerah.

Karena statusnya merupakan jalan provinsi, pengusulan tetap harus dilakukan oleh Pemprov Jambi sesuai prosedur yang berlaku.

Ruas Padang Lamo dinilai memiliki peran penting sebagai jalur alternatif penghubung wilayah Bungo dan Sumatera Barat.

Selama ini, kondisi jalan yang belum optimal kerap menghambat distribusi barang, terutama saat jalur utama mengalami gangguan.

Selain itu, Edi juga menyoroti ruas Lanto Raso yang hingga kini belum rampung meski sudah beberapa kali dianggarkan.

Kedua proyek tersebut menjadi prioritas untuk ditangani melalui intervensi anggaran pusat.

Di sisi lain, ia mengakui adanya tantangan dari sisi anggaran nasional.

Pemangkasan anggaran di Kementerian PUPR membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan proyek prioritas.

Karena itu, pemerintah daerah diminta proaktif dalam mengajukan program agar bisa mendapatkan dukungan dari pusat, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Edi menargetkan seluruh proses pengusulan administrasi dapat selesai dan masuk ke sistem paling lambat Mei 2026.

Menurutnya, kesiapan daerah secara umum sudah cukup baik, hanya perlu penyesuaian dengan regulasi pusat.

Selain proyek jalan, ia juga mengungkap rencana pengembangan infrastruktur lain di Jambi, seperti peningkatan status bandara menjadi embarkasi serta pelebaran Jalan Mendalo.

Untuk proyek Jalan Mendalo, pembahasan teknis dijadwalkan berlangsung awal Mei dengan target pengerjaan mulai 2027 menggunakan skema multi-years

Tak hanya infrastruktur, Edi juga menyoroti persoalan lingkungan, terutama banjir yang diduga berkaitan dengan aktivitas ilegal seperti penambangan tanpa izin (PETI).

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Dengan dorongan percepatan pada proyek strategis seperti Padang Lamo, diharapkan konektivitas antarwilayah di Jambi semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.(*)




Pendidikan Jambi Digenjot, Maulana Ajukan Revitalisasi 135 Sekolah ke Pemerintah Pusat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya peningkatan mutu pendidikan di Kota Jambi kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota.

Wali Kota Jambi Maulana melakukan kunjungan langsung ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Senin (27/04/2026) untuk bertemu Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Pertemuan tersebut digelar di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari koordinasi peningkatan mutu pendidikan, khususnya di wilayah Provinsi Jambi.

Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jambi yang dipimpin oleh Juwita Iranita Lumban Gaol.

Dalam agenda tersebut, Wali Kota Jambi turut bergabung bersama kepala daerah se-Provinsi Jambi yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani.

Dalam pertemuan itu, Maulana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun.

Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah peningkatan jumlah sekolah PAUD negeri di Kota Jambi.

“Alhamdulillah bersama Bunda PAUD Kota Jambi, kami telah meningkatkan jumlah PAUD Negeri dari 2 menjadi 5 sekolah di tahun pertama kepemimpinan kami,” ujar Maulana.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sejak usia dini, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Jambi juga mengusulkan agar setiap kecamatan memiliki PAUD Negeri.

Tujuannya untuk memastikan pemerataan layanan pendidikan anak usia dini yang dapat diakses secara gratis.

Maulana juga menyoroti program SAPA Bahagia (Sisir, Ajak, Pantau, Advokasi untuk Anak Bahagia) yang bertujuan memastikan seluruh anak usia dini mendapatkan akses pendidikan yang layak.

“Program ini diharapkan dapat menjangkau anak-anak usia dini, khususnya dari keluarga kurang mampu, agar bisa masuk ke sekolah negeri,” jelasnya.

Selain penguatan PAUD, Wali Kota Jambi juga mengajukan usulan revitalisasi sekolah di Kota Jambi.

Tercatat, 40 sekolah telah masuk tahap verifikasi dan validasi (verval), sementara 95 sekolah lainnya diajukan sebagai tambahan usulan.

“Semua usulan sudah kami masukkan melalui sistem. Kami berharap dapat segera direalisasikan,” kata Maulana.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Jambi turut didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi serta Kepala Dinas Pendidikan Sugiyono beserta jajaran terkait.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat fondasi pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah, sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah.(*)




Saat Logistik Menjadi Nadi Ekonomi: Peran PTP Nonpetikemas di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah ambisi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, satu hal yang kerap luput dari perhatian adalah logistik.

Padahal, sekuat apa pun produksi suatu daerah baik itu karet, pinang, maupun komoditas perkebunan lainnya tanpa sistem logistik yang efisien, semuanya akan terhambat di titik distribusi.

Di Provinsi Jambi, denyut logistik itu salah satunya bertumpu pada Pelabuhan Talang Duku.

Sebagai pelabuhan sungai, Talang Duku memiliki keunggulan tersendiri: relatif stabil dari pengaruh pasang surut air laut.

Namun keunggulan geografis ini tidak otomatis menjamin efisiensi jika tidak diimbangi dengan sistem yang modern dan terintegrasi.

Di sinilah peran PTP Nonpetikemas menjadi penting. Upaya yang dilakukan melalui digitalisasi layanan, peningkatan fasilitas, serta penguatan kolaborasi lintas sektor menunjukkan arah transformasi yang tepat.

Namun, pertanyaannya: apakah itu sudah cukup?

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa efisiensi logistik masih menghadapi tantangan klasik.

Proses bongkar muat, misalnya, bisa memakan waktu hingga enam sampai tujuh hari untuk satu muatan tongkang.

Bahkan, keterbatasan operasional gudang penerima yang tidak berjalan 24 jam turut memperlambat distribusi barang.

Ini bukan semata persoalan pelabuhan, tetapi persoalan ekosistem logistik secara keseluruhan.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Pelabuhan Talang Duku, Romi Hasbeni, menyebut bahwa pihaknya terus melakukan inovasi, termasuk melalui penerapan sistem digital seperti Truck Identification Data (STID) dan sistem operasional berbasis daring.

“Kami berkomitmen mempercepat distribusi barang melalui digitalisasi dan peningkatan layanan agar daya saing industri di Jambi semakin meningkat,” ujarnya.

Langkah ini patut diapresiasi. Digitalisasi memang menjadi kunci dalam menekan biaya logistik yang selama ini dikenal tinggi di Indonesia.

Dengan sistem yang mampu memantau arus kendaraan secara real-time serta menyediakan data operasional secara terbuka, transparansi dan efisiensi dapat ditingkatkan.

Namun, digitalisasi saja tidak cukup tanpa diiringi perubahan pola kerja seluruh rantai distribusi.

Efisiensi pelabuhan akan sia-sia jika tidak diikuti kesiapan sektor lain, seperti pergudangan, transportasi darat, hingga regulasi yang mendukung kelancaran arus barang.

Lebih jauh, logistik bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal daya saing. Ketika biaya distribusi tinggi, maka harga komoditas ikut terdorong naik.

Dampaknya, produk daerah menjadi kurang kompetitif di pasar nasional maupun global.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

Data arus barang yang mencapai sekitar 81 ribu ton sejak awal 2026 menunjukkan bahwa aktivitas logistik di Jambi terus bergerak.

Namun angka tersebut seharusnya tidak hanya dilihat sebagai capaian, melainkan sebagai sinyal bahwa kebutuhan akan sistem logistik yang lebih efisien semakin mendesak.

Di sisi lain, kontribusi sosial melalui program TJSL juga menjadi elemen penting. Kehadiran pelabuhan tidak boleh hanya dirasakan sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Di sinilah keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sosial diuji.

Ke depan, penguatan logistik di Jambi membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.

Pemerintah daerah, operator pelabuhan, pelaku usaha, hingga masyarakat harus berada dalam satu visi yang sama. Kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Transformasi yang dilakukan saat ini adalah langkah awal. Namun untuk benar-benar menjadikan logistik sebagai penggerak utama ekonomi daerah, diperlukan keberanian untuk melakukan reformasi yang lebih luas mulai dari infrastruktur, sistem kerja, hingga kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dari tepian Sungai Batanghari, kita belajar satu hal: bahwa ekonomi tidak hanya tumbuh dari apa yang diproduksi, tetapi juga dari seberapa cepat dan efisien produk itu sampai ke pasar.(*)




Antisipasi May Day, Polda Jambi Gelar Simulasi Pengamanan Kota Berskala Besar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi memperkuat kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah melalui pelaksanaan latihan terpadu Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan berskala besar ini melibatkan sebanyak 1.016 personel lintas fungsi di wilayah hukum Polresta Jambi sebagai bagian dari upaya peningkatan kemampuan operasional menghadapi potensi gangguan keamanan.

Latihan ini tidak hanya bersifat rutin, tetapi menjadi bagian dari strategi antisipatif kepolisian dalam menghadapi berbagai dinamika, mulai dari isu global, agenda nasional, hingga meningkatnya aktivitas masyarakat pada periode April hingga Agustus, termasuk momentum Hari Buruh Internasional (May Day).

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Karo Ops Polda Jambi, Kombes Pol Vendra Riviyanto, menegaskan bahwa latihan Sispamkota bertujuan untuk menguji kesiapan personel secara menyeluruh, baik dari sisi strategi, teknis, maupun pengambilan keputusan di lapangan.

“Latihan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kita dalam menghadapi dinamika situasi, baik dari agenda nasional maupun pengaruh global. Perkembangan internasional juga bisa berdampak pada kondisi dalam negeri,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji serta Kapolresta Jambi.

Vendra menjelaskan bahwa ribuan personel yang dilibatkan merupakan anggota aktif yang setiap hari bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, peningkatan kapasitas melalui latihan ini dinilai penting untuk memastikan kesiapan taktis dan teknis dalam menghadapi berbagai potensi situasi di lapangan.

“Personel yang terlibat adalah garda terdepan kepolisian. Mereka harus siap secara maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan,” jelasnya.

Polda Jambi menegaskan tetap mengedepankan pendekatan preventif dan humanis, terutama dalam pengamanan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat.

Namun demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami berharap kondisi di Jambi tetap hijau, aman, dan kondusif. Aspirasi masyarakat tetap kami jamin, namun harus disampaikan secara tertib dan sesuai aturan,” tegasnya.

Dalam sistem pengamanan, Polda Jambi menerapkan skema berbasis tingkat eskalasi mulai dari kondisi hijau, kuning, hingga merah.

Setiap tingkatan memiliki pola penanganan berbeda, termasuk penempatan personel dan taktik pengendalian massa.

“Kami tidak menganggap remeh situasi apa pun. Semua skenario sudah disiapkan, termasuk langkah kontinjensi jika terjadi eskalasi,” tambahnya.

Latihan ini juga menjadi ajang konsolidasi antar fungsi kepolisian untuk memperkuat koordinasi komando di lapangan, sehingga respons terhadap potensi gangguan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Polda Jambi menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah.

Oleh karena itu, seluruh langkah pengamanan dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis SOP.

“Tujuan utama kami adalah memastikan masyarakat merasa aman dan aktivitas berjalan normal,” pungkas Vendra.

Kegiatan latihan Sispamkota ini turut disaksikan jajaran pejabat utama Polda Jambi, para Kapolres/Ta, serta perwira di lingkungan Polda Jambi.(*)




Dua Kabupaten Sudah Siaga, Provinsi Jambi Segera Tetapkan Status Karhutla

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersiap menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya potensi kekeringan dalam beberapa waktu ke depan.

Keputusan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah instansi terkait pada Jumat (24/4/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menyampaikan bahwa saat ini sudah terdapat dua kabupaten yang lebih dulu menetapkan status siaga darurat, yakni Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro Jambi.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu dasar penting bagi pemerintah provinsi untuk menyelaraskan kebijakan penanggulangan karhutla di seluruh wilayah Jambi.

Dalam pembahasan rapat, setidaknya terdapat sembilan poin utama yang menjadi perhatian.

Salah satu poin menyebutkan bahwa Provinsi Jambi dinilai telah memenuhi syarat untuk menaikkan status siaga darurat.

Hal ini diperkuat dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa curah hujan akan mulai menurun pada awal Mei 2026.

“Penurunan curah hujan ini berpotensi meningkatkan suhu panas dan memperbesar risiko kekeringan di sejumlah wilayah,” ujar Bachyuni.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi tersebut diperburuk oleh pengaruh fenomena El Nino yang masih berlangsung.

Pemerintah daerah pun menyepakati bahwa status siaga darurat karhutla akan mulai diberlakukan pada Senin, 27 April 2026.

BPBD Jambi mencatat sebagian besar wilayah di provinsi ini memiliki tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan yang bervariasi, mulai dari kategori sedang hingga tinggi.

Namun demikian, terdapat beberapa daerah yang relatif lebih rendah risiko, seperti Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, dan Kota Jambi.

Meski begitu, potensi kebakaran tetap dapat terjadi selama periode kemarau yang diperkirakan berlangsung dari Mei hingga Oktober.

Dalam upaya pencegahan dan penanganan, pemerintah akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah desa, masyarakat, hingga pihak perusahaan swasta.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan di lapangan serta mempercepat respons jika terjadi kebakaran.

BPBD juga mengingatkan adanya larangan keras membuka lahan dengan cara membakar. Kapolda disebut telah mengeluarkan instruksi tegas terkait penegakan hukum bagi pelanggar.

Sebagai alternatif, masyarakat didorong menggunakan metode pembukaan lahan yang lebih aman, termasuk pemanfaatan alat berat.

“Masyarakat diminta tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan karena risikonya sangat besar,” tegas Bachyuni.

Upaya pencegahan akan diperkuat hingga tingkat desa dengan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.

Pendekatan berbasis komunitas ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah karhutla,” tutupnya.(*)




Hujan Lebat Mengintai Jambi Sore Ini, Berikut Daftar Wilayah Terdampak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Jambi pada Senin (27/4/2026) sore.

Berdasarkan pembaruan pukul 14.36 WIB, sejumlah daerah di Jambi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang mulai sekitar pukul 14.46 WIB.

Wilayah yang diprediksi terdampak antara lain Kabupaten Merangin, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Bungo, dan Tebo.

Selain itu, kondisi cuaca tersebut juga berpotensi meluas ke beberapa daerah lain seperti Kabupaten Kerinci, Sarolangun, serta sebagian wilayah Kota Jambi.

Di wilayah perkotaan, hujan berpotensi terjadi di sejumlah kecamatan seperti Telanaipura, Jambi Selatan, Jambi Timur, Kota Baru, hingga Alam Barajo.

BMKG menyebutkan, kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIB.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas di luar ruangan.

Warga juga disarankan untuk menghindari area terbuka saat terjadi petir serta memastikan keamanan lingkungan sekitar, terutama bagi yang berada di wilayah rawan angin kencang.

Informasi cuaca akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer.(*)