Dijadwalkan Pekan Depan Berangkat, Walikota Maulana Sebut Terus Berkoordinasi untuk Kebutuhan Bantuan Bencana Sumatera

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, mengumumkan progres donasi untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Donasi akan ditutup pada 7 Desember 2025, dan pengiriman bantuan rencananya dilakukan sekitar 9 Desember.

Maulana menjelaskan, hingga saat ini Pemkot Jambi telah berkoordinasi dengan pihak Sumbar untuk memastikan bantuan mencakup kebutuhan mendesak.

Seperti air bersih, makanan kering, pakaian layak pakai, dan sembako.

“Kami akan lihat hasil donasi sampai tanggal 7 Desember, kemudian akan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan yang paling mendesak,” ujarnya.

Terbaru, para korban di sana membutuhkan tedmon. Sehingga kata Maulana, pihaknya juga akan membawa tedmon dari Kota Jambi.

“Tedmon ini untuk kebutuhan air bersih di sana,” jelasnya.

Sebelumnya, donasi kemanusiaan ini dibuka bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) sebagai bentuk kepedulian Pemkot Jambi terhadap masyarakat terdampak banjir dan longsor di Pulau Sumatera.

Wali Kota Maulana mengimbau seluruh anggota KORPRI, ASN, PPPK, serta masyarakat Kota Jambi untuk berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan ini.

Bantuan dapat diberikan secara material maupun nonmaterial, sesuai kemampuan masing-masing.

“Setiap bantuan yang diberikan adalah harapan bagi saudara-saudara kita yang terdampak,” tegas Maulana.

Pemkot Jambi menyiapkan tim khusus untuk pendataan kebutuhan mendesak sekaligus menyalurkan bantuan darurat, termasuk air bersih dari PDAM, armada dan personel Damkar, serta tenaga medis.

Cara Menyalurkan Donasi untuk Korban Bencana Sumatera

  1. Transfer melalui rekening resmi Baznas Kota Jambi

    • Bank Syariah Indonesia (BSI): 7005.914.218 a.n. Baznas Kota Jambi

    • CIMB Niaga Syariah: 8600.0984.0800 a.n. Baznas Kota Jambi

  2. Donasi melalui QRIS
    Masyarakat dapat memindai QRIS Mandiri Syariah yang tersedia pada poster resmi Pemkot Jambi dan Baznas Kota Jambi.(*)




SKL Pembangunan Lapangan Padel RT 39 Jadi Pertanyaan, Lurah Thehok Angkat Suara

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Lurah Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Mulyadi angkat suara terkait pembangunan lapangan padel di RT 39 yang dianggap menimbulkan banjir dan berdampak pada warga sekitar.

Menurut Lurah Thehok, hingga kini belum ada kejelasan soal Surat Keterangan Lingkungan (SKL) proyek tersebut.

“SKL jadi pertanyaan karena proyek ini sudah berdampak ke warga. Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan, termasuk dengan Kabid SDA Dinas PUPR Kota Jambi, namun hasilnya belum maksimal,” ujarnya.

Lurah menambahkan, Pemkot berencana membangun drainase untuk mengurangi dampak banjir, namun langkah ini masih menunggu persetujuan.

“Izin lainnya saya belum mengetahui lengkap atau tidak, karena perizinan sekarang dilakukan secara online,” jelasnya.

Warga RT 39 sebelumnya telah menyampaikan keluhan resmi melalui surat tuntutan yang ditandatangani Sekretaris RT 39, Ridwan, pada 27 November 2025, dan ditembuskan kepada Wali Kota Jambi, Ketua DPRD, DLH, Dinas PUPR, Lurah, dan Camat Jambi Selatan.

Dalam surat tersebut, warga menegaskan pembangunan lapangan padel yang sudah berjalan lebih dari 50 persen justru memicu banjir, karena lahan sebelumnya berfungsi sebagai resapan air.

Kolam retensi yang dibangun dinilai tidak efektif menahan debit air saat hujan lebat, sehingga rumah warga terdampak banjir berulang.

Warga juga menekankan pentingnya transparansi perizinan.

Mereka menegaskan tidak pernah menandatangani persetujuan lingkungan dan menolak proyek yang tidak sesuai aturan tata ruang dan lingkungan.

“Surat tuntutan ini bukan ancaman, melainkan permohonan agar pemerintah dan pengembang serius menangani dampak proyek agar warga tidak dirugikan lebih lanjut,” tambah Lurah Thehok.(*)




Puting Beliung di Perumahan Torino Jambi, Atap Masjid Terangkat dan 4 Rumah Rusak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Perumahan Torino, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, diguncang angin kencang disertai hujan lebat dan petir pada Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

Akibat cuaca ekstrem ini, atap Masjid Nurul Muhsiniin terangkat, dan empat rumah warga mengalami kerusakan di Blok J26, Blok N Atas, Blok G, dan Blok D

Salah satu atap bahkan terbang hingga mengenai mobil warga, meski tidak menimbulkan kerusakan.

Di Blok J26, kabel listrik sempat putus akibat atap yang rubuh.

Ketua RT 13, Nopal, mengatakan awalnya mendapat informasi melalui video dari grup WhatsApp warga.

“Katanya masjid rubuh, atap samping terangkat sampai ruang marbot sengnya ikut terangkat,” ujar Nopal.

Ia menambahkan, pihak 112 dan PLN segera datang untuk menertibkan dan memperbaiki kerusakan.

Meski kerusakan material cukup besar, tidak ada korban jiwa.

Warga langsung melakukan perbaikan agar aktivitas ibadah, termasuk sholat Jumat, tetap dapat berjalan.

Bantuan dari tetangga juga mengalir, termasuk sumbangan Rp1 juta dari Ketua RT 03, Khairul Anno, untuk perbaikan masjid.

Salah satu warga, Beduh, menceritakan kondisi saat berada di dalam rumah bersama keluarga.

“Posisi kami ada empat orang, termasuk dua cucu. Kerusakan terlihat di kanopi depan dan atap depan sampai pintu. Listrik sempat mati tapi sudah diperbaiki PLN,” ujarnya.

Warga lain, Hanafi Zebua, menggambarkan angin datang tiba-tiba.

“Awalnya cuma mendung dan gerimis, tiba-tiba petir menyambar dan angin puting beliung langsung menghantam masjid dan rumah sampingnya,” sebutnya.

“Kanopi rumah belakang masjid juga jebol, seng rumah marbot ikut terangkat,” katanya.

Ia berharap ada bantuan dari pihak terkait maupun masyarakat untuk meringankan biaya perbaikan.

Pihak kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan BPBD langsung meninjau lokasi serta memastikan kondisi masjid dan rumah terdampak aman.

Warga setempat berupaya bersama-sama memperbaiki kerusakan dan memulihkan fasilitas umum yang terdampak.(*)




Banjir dan Longsor Landa Sumatera, Pemerintah Belum Tetapkan Bencana Nasional

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sedang dilanda banjir bandang dan longsor yang menyebabkan kerusakan besar pada ribuan rumah, infrastruktur, serta fasilitas umum.

Ribuan warga harus mengungsi, sementara korban jiwa terus bertambah

Akses menuju sejumlah lokasi juga masih terhambat akibat medan yang sulit, sehingga memperlambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Walau dampak bencana cukup luas, pemerintah pusat belum menetapkan peristiwa ini sebagai bencana nasional.

Namun, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa penanganannya sudah setara dengan standar nasional.

“Untuk penetapan bencana nasional sementara belum, setahu saya begitu. Tetapi langkah penanganan yang diberikan sudah berskala nasional. Sejak hari pertama, pemerintah pusat turun langsung dan mengikuti prosedur nasional, sehingga seluruh upaya sudah dilakukan secara maksimal,” ujar Tito.

Pemerintah pusat telah mengirim bantuan logistik, tim evakuasi, dan personel tanggap darurat ke wilayah terdampak.

Kerja sama dengan pemerintah daerah terus diperkuat guna memperlancar distribusi bantuan dan evakuasi warga.

Di tengah penanganan tersebut, sejumlah anggota DPR dan kelompok masyarakat sipil mendesak agar status bencana ini dinaikkan menjadi bencana nasional.

Mereka menilai, status tersebut akan mempercepat koordinasi antarinstansi dan penyaluran anggaran untuk kebutuhan mendesak.

Besarnya kerusakan dan sulitnya akses menjadi alasan utama desakan tersebut.

Pemerintah menyampaikan bahwa penetapan bencana nasional hanya diberikan untuk kejadian dengan dampak ekstrem jangka panjang.

Meski demikian, proses evakuasi, bantuan darurat, serta upaya pemulihan tetap dilakukan secara maksimal oleh tim di lapangan.

Bencana ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana.

Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu terus ditingkatkan agar penanganan dapat lebih cepat dan efektif.

Meski belum berstatus bencana nasional, upaya penanganan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membantu warga yang terdampak.

Ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal terus mendapatkan dukungan, sementara tim gabungan bekerja tanpa henti untuk meminimalkan kerugian lanjutan.(*)




Wawako Diza: Juara Boleh Berganti, Nilai Alqur’an Tidak Boleh Pudar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., secara resmi menutup Musabaqah Tilawatil Al-Qur’an (MTQ) ke-55 tingkat Kota Jambi tahun 2025 pada Rabu malam (3/12/2025).

Acara penutupan berlangsung khidmat di Lapangan Bola RT 05, Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan, yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan tahun ini.

MTQ Kota Jambi telah berlangsung sejak 29 November 2025. Prosesi penutupan ditandai dengan serah terima bendera MTQ dari Camat Pelayangan kepada Wakil Wali Kota, yang kemudian menyerahkannya kepada Camat Paal Merah selaku tuan rumah MTQ ke-56 tahun 2026.

Pada MTQ ke-55 ini, Kecamatan Jambi Timur berhasil keluar sebagai Juara Umum dengan total nilai 131 poin.

Di posisi kedua terdapat Kecamatan Alam Barajo dengan 68 poin, disusul Kecamatan Telanai Pura di peringkat ketiga dengan 54 poin.

Hasil resmi tersebut tercantum dalam Keputusan Dewan Hakim No. 01/DH/Kep/MTQ-KC/2025 tentang Penetapan Pemenang Terbaik.

Piala bergilir selanjutnya diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Diza, selaku Ketua Umum LPTQ Kota Jambi, kepada Camat Jambi Timur, Hipni, S.E.

Dalam sambutannya, Wawako Diza menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wahana memperkuat spiritualitas dan memuliakan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

“Selamat kepada seluruh juara. Keberhasilan ini merupakan buah dari ketekunan dan usaha kalian. Jadikan kemenangan hari ini sebagai langkah awal menuju perjalanan yang lebih baik. Juara sejati bukan hanya mereka yang membawa pulang piala, tetapi mereka yang senantiasa istiqamah bersama Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa cahaya Al-Qur’an harus terus hidup dalam setiap diri umat. “Juara boleh berganti setiap tahun, namun nilai-nilai Al-Qur’an tidak pernah berubah dan tidak boleh memudar,” tegasnya.

Kepada peserta yang belum meraih prestasi, Wawako Diza menyampaikan motivasi agar tetap bersemangat.

“Jangan berkecil hati. Setiap huruf yang kalian lantunkan, setiap ayat yang kalian hafalkan, semuanya merupakan amal shalih. Kalian adalah aset berharga bagi Kota Jambi. Teruslah berlatih, sebab kemenangan mungkin menanti pada kesempatan berikutnya,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Muslim di Kota Jambi untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan

“Biarkan Al-Qur’an tidak hanya terdengar di mimbar, tetapi tergambar dalam sikap, keputusan, dan perilaku kita sebagai manusia, pemimpin, pendidik, orang tua, dan generasi penerus,” serunya.

Wawako Diza menutup rangkaian acara dengan memberikan apresiasi kepada panitia, dewan hakim, pendamping, serta masyarakat yang turut menyukseskan MTQ tahun ini.

“Kerja keras dan dedikasi saudara-saudara menunjukkan bahwa Kota Jambi adalah kota yang mencintai Al-Qur’an,” pungkasnya.(*)




Hadiri Takziah, Wali Kota Maulana Beri Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp10 Juta

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menghadiri takziah di kediaman warga Kota Jambi, almarhum Haji Edi Sukarman.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana turut menyerahkan santunan manfaat jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga almarhum.

Kehadiran Wali Kota Maulana didampingi oleh jajaran BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Sosial Kota Jambi, lurah setempat, serta unsur pemerintah lainnya.

Dalam suasana duka, ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Almarhum Edi Sukarman diketahui merupakan pekerja informal yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui program Kartu Bahagia, di mana iurannya ditanggung oleh Pemerintah Kota Jambi.

“Pemerintah menyerahkan santunan jaminan kematian sebesar Rp10 juta kepada ahli waris. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi keberkahan bagi almarhum,” kata Wali Kota Jambi Maulana.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk terus memberikan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal melalui pembiayaan premi BPJS Ketenagakerjaan agar masyarakat tetap mendapatkan perlindungan yang layak.(*)




Warga RT 39 Thehok Keluhkan Proyek Lapangan Padel yang Disebut Picu Banjir

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Warga RT 39 Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, menyampaikan keluhan terkait pembangunan lapangan padel yang dinilai memicu banjir di lingkungan mereka.

Sejak proyek fasilitas olahraga itu berjalan, sejumlah rumah warga disebut kerap terdampak banjir setiap kali hujan deras.

Keluhan tersebut disampaikan secara resmi melalui surat tuntutan yang ditandatangani Sekretaris RT 39, Ridwan, pada 27 November 2025.

Surat itu juga ditembuskan kepada Wali Kota Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUPR, Lurah Thehok, serta Camat Jambi Selatan.

Dalam surat itu, warga menegaskan bahwa pembangunan lapangan padel yang sudah mencapai lebih dari 50 persen belum memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Sebaliknya, proyek tersebut dinilai memunculkan persoalan baru, terutama meningkatnya frekuensi banjir.

Warga mengungkapkan bahwa area pembangunan sebelumnya merupakan lahan resapan air.

Setelah proses pembangunan dimulai, air hujan tidak lagi terserap optimal dan mengalir langsung ke permukiman.

Kolam retensi yang dibangun pengelola juga dianggap tidak berfungsi maksimal untuk menahan debit air saat hujan lebat.

“Kami sudah berkali-kali mengalami banjir sejak pembangunan dimulai. Kolam retensi tidak efektif dan air tetap meluap ke rumah,” tulis warga dalam surat tuntutan tersebut.

Selain itu, warga mempertanyakan kejelasan perizinan lapangan padel.

Hingga kini mereka menilai tidak ada transparansi dari pihak pengembang mengenai dokumen lingkungan maupun persetujuan dari Dinas Lingkungan Hidup.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak pernah menandatangani persetujuan lingkungan apa pun.

“Pembangunan padel court ini patut dipertanyakan. Jangan sampai ada praktik tertutup. Kami menolak kehadiran investor yang tidak taat aturan tata ruang dan lingkungan,” tegas warga.

Masyarakat RT 39 juga meminta pengembang membangun drainase baru untuk menahan laju air dan mencegah banjir berulang.

Mereka mendesak solusi permanen berupa normalisasi drainase serta pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek tersebut.

@sepucukjambi.idwarga RT 39 Kelurahan Thehok, Jambi Selatan keluhkan pembangunan lapangan panel yang berada di lokasi tersebut pasalnya sejak adanya pembangunan, sejumlah rumah di sana kerap terendam banjir #walikotajambi #fypシ゚ #kabarhariini #viraltiktok #padel

♬ suara asli – SEPUCUK JAMBI – SEPUCUK JAMBI

Warga menegaskan bahwa surat tuntutan ini bukan bentuk ancaman, melainkan permohonan agar pemerintah dan pemilik usaha memberikan perhatian serius demi mencegah kerugian lebih lanjut bagi masyarakat. (*)




Kapolda Jambi Tekankan Komitmen Polri untuk Penyandang Disabilitas, Berikut Pernyataannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Polda Jambi menggelar kegiatan Polda Jambi Peduli Disabilitas dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025.

Acara berlangsung di SLB Negeri Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, Rabu (03/12/2025), sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan inklusif di Provinsi Jambi.

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, Wakapolda Jambi Brigjen Pol M. Mustaqim, para Pejabat Utama Polda Jambi, serta Kapolresta Jambi. Turut hadir Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi Edy Kusmran, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar MY, Ketua Himpunan Disabilitas Provinsi Jambi, serta Kepala SLB Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, Budi Surono.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SLB menekankan bahwa Hari Disabilitas Internasional harus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan inklusif bagi siswa.

Ia mengapresiasi kehadiran Polda Jambi yang dinilai membawa energi positif bagi perkembangan pendidikan inklusif.

“Kehadiran Kepolisian menunjukkan bahwa Polri bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga mitra bagi para penyandang disabilitas. Anak-anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan mewujudkan cita-cita,” ujarnya.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menegaskan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Kalian adalah generasi masa depan yang memiliki bakat. Jangan pernah merasa berbeda, tetap percaya diri dan gali potensi kalian. Polda Jambi akan mendukung apa pun potensi yang kalian miliki,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah membimbing anak-anak berkebutuhan khusus dengan penuh dedikasi.

Para siswa tersebut, katanya, akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Acara ditutup dengan penyerahan tali asih serta penandatanganan hibah alat musik sebagai bentuk dukungan Polda Jambi terhadap pengembangan kreativitas siswa.(*)




Hari Disabilitas Internasional, Wali Kota Maulana Tegaskan Komitmen Kota Jambi Jadi Kota Inklusif

JAMBI,SEPUCUKJAMBI.ID – Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember kembali menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Jambi untuk memperkuat nilai inklusivitas.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperluas ruang, perlindungan, dan kesempatan bagi penyandang disabilitas di Kota Jambi.

Dalam wawancara pada Rabu (3/12), Maulana menyampaikan bahwa pada puncak peringatan tahun ini, Pemkot Jambi akan menyalurkan sejumlah bantuan bagi penyandang disabilitas, khususnya anak-anak di sekolah.

“Akan ada puncak acara Hari Disabilitas, dan saya akan menyerahkan bantuan untuk saudara-saudara kita yang memiliki kebutuhan khusus, terutama anak-anak di sekolah,” ujarnya.

Sebagai komitmen nyata, Maulana telah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Pendidikan Inklusif.

Perwal tersebut mewajibkan setiap sekolah menyediakan minimal 2 persen kuota bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang masih memungkinkan mengikuti pendidikan reguler.

“Tidak boleh ada anak berkebutuhan khusus ringan yang ditolak sekolah negeri. Jika membutuhkan penanganan khusus, mereka diarahkan ke sekolah luar biasa. Tapi yang masih mampu mengikuti pendidikan umum harus diterima,” tegasnya.

Wali Kota Maulana menilai bahwa, perlindungan terhadap penyandang disabilitas bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat.

Ia mencontohkan kepedulian kecil seperti membantu penyandang disabilitas menyeberang jalan sebagai tindakan sederhana yang dapat memperkuat budaya inklusif.

“Kota ini harus ramah bagi mereka. Saya memberikan ruang besar. Setiap event festival, pameran, kegiatan seni adik-adik berkebutuhan khusus selalu kami beri kesempatan tampil untuk membangun kepercayaan diri,” ujarnya.

Maulana mengungkapkan bahwa, banyak anak disabilitas di Kota Jambi memiliki bakat luar biasa.

“Ada yang berbakat membatik, mewarnai, menyanyi, hingga menulis. Hasil karya mereka sangat bagus dan mereka semakin percaya diri ketika diberi panggung,” jelasnya.

Lebih jauh, Maulana menyoroti kewajiban dunia usaha dalam menyediakan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Undang-undang telah mewajibkan perusahaan memberikan posisi pekerjaan sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

“Sudah ada yang menerapkan, seperti beberapa hotel dan kafe. Namun harus semakin diperluas, dengan memperhatikan jenis pekerjaan yang sesuai,” tuturnya.

Maulana menutup pernyataannya dengan berharap Kota Jambi dapat tumbuh sebagai kota yang benar-benar inklusif, membuka akses yang setara bagi semua kelompok masyarakat tanpa diskriminasi.

“Insya Allah, kota ini harus menjadi kota yang inklusif,” ujarnya.(*)




Pemkot Jambi Mulai Sosialisasi Pembangunan Jargas 2024, Maulana: Hemat dan Lebih Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi resmi memulai sosialisasi pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) untuk tahun ini. Kegiatan tersebut dihadiri ketua RT, lurah, camat, serta OPD terkait.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa jargas merupakan langkah strategis dalam menyediakan energi alternatif yang lebih murah, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Maulana mengatakan bahwa banyak masyarakat kurang mampu masih bergantung pada elpiji 3 kg.

Ia menyebutkan bahwa jargas Kota Jambi menjadi solusi yang lebih efisien dan stabil untuk kebutuhan energi harian.

“Jargas gas bumi untuk rumah tangga adalah upaya menyediakan energi alternatif yang lebih murah, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” sebutnya.

“Selain mengurangi ketergantungan pada elpiji, jargas hemat dan bisa digunakan 24 jam dengan risiko kebakaran yang jauh lebih kecil,” ujarnya, Rabu (3/12).

Dalam keterangannya, Maulana mengungkapkan bahwa tahun ini Kota Jambi mendapatkan kuota pembangunan jargas sebanyak 13.290 sambungan rumah (SR) jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan lima tahun sebelumnya.

“Hari ini kita mulai sosialisasi jargas Kota Jambi. Ada lebih dari 13.200 rumah yang akan disambungkan. Secara keekonomian sangat efisien, masyarakat bisa lebih hemat 100–150 ribu rupiah per bulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan jargas memberikan kenyamanan yang selama ini tidak didapatkan dari elpiji.

“Lebih aman, tidak perlu antre, dan gas tidak pernah habis karena jargas hidup 24 jam. Manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Maulana juga membandingkan perkembangan program ini sejak masa jabatannya sebagai Wakil Wali Kota.

“Selama lima tahun sebelumnya, alokasinya baru sekitar 11 ribu sambungan. Baru satu tahun menjabat Wali Kota, alhamdulillah kita mendapat lebih dari 13 ribu sambungan. Ini lompatan besar,” katanya.

Proyek pembangunan jargas direncanakan berjalan selama delapan bulan masa kontrak. Pemerintah menargetkan uji fungsi jargas dapat dilakukan pada pertengahan tahun depan.

Namun Maulana menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat.

Menurutnya, pemasangan jargas membutuhkan proses fisik seperti penggalian, pemasangan pipa, hingga penarikan jaringan ke dapur warga.

“Karena menggunakan ruang milik jalan, jaringan akan masuk ke lorong hingga dapur rumah. Jadi dibutuhkan kerja sama warga,” kata dia.

“Calon pelanggan harus menyiapkan dapurnya. Semakin siap, semakin cepat pemasangannya,” jelasnya.

Menurut Wali Kota, manfaat jargas tidak hanya sebatas penghematan bulanan, tetapi juga berdampak pada meningkatnya ruang ekonomi keluarga.

“Penghematan ini luar biasa bagi ekonomi warga. Uang yang biasanya dipakai untuk membeli gas bisa dialihkan untuk kebutuhan lain, termasuk pendidikan. Kita ingin semakin banyak masyarakat merasakan manfaat jargas,” tegas Maulana.(*)