Kapolda Jambi Apresiasi Program Kampung Bahagia, CCTV Tiap RT Akan Terhubung ke Polda

JAMBI,SEPUCUKJAMBI.ID – Program Kampung Bahagia yang diinisiasi Pemerintah Kota Jambi kembali mendapat apresiasi dari jajaran kepolisian.

Wali Kota Jambi Maulana menerima penghargaan dari Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar atas keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kota Jambi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam Apel Sabuk Kamtibmas bertajuk “Satu Sabuk, Satu Komitmen untuk Kota Jambi Aman dan Bahagia” yang digelar di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Senin 25 Mei 2026.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, jajaran Pejabat Utama Polda Jambi, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga para siswa Pramuka Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menyebut Program Kampung Bahagia menjadi langkah strategis dalam membangun sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat.

“Situasi aman bukan hanya soal rendahnya angka kriminalitas, tetapi juga bagaimana masyarakat merasa nyaman, tenang, dan bangga terhadap lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Menurut Kapolda, keberhasilan menjaga kondusivitas Kota Jambi tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.

Ia menilai Program Kampung Bahagia perlu terus diperkuat dan diperluas di seluruh wilayah Kota Jambi karena menjadi bentuk nyata tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga mengungkapkan bahwa sistem CCTV yang dipasang di setiap RT melalui Program Kampung Bahagia nantinya akan terintegrasi langsung dengan Command Center Polda Jambi.

“Kami telah membangun layanan darurat 110 dan berkoordinasi terkait integrasi CCTV. Dengan pengawasan yang maksimal, potensi tindak kriminalitas dapat ditekan,” katanya.

Kapolda berharap sinergi antara Pemerintah Kota Jambi, TNI-Polri, dan masyarakat terus diperkuat untuk menjaga kepercayaan publik serta mengantisipasi gangguan keamanan sejak dini.

“Masyarakat jangan mudah terpengaruh informasi palsu atau hoaks. Kota Jambi akan semakin kuat jika seluruh elemen masyarakat tetap bersatu dan saling peduli,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyebut penghargaan yang diterimanya merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Kota Jambi.

“Penghargaan ini bukan capaian pribadi, melainkan hasil kolaborasi masyarakat yang ikut menjalankan Program Kampung Bahagia di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Maulana menjelaskan, program tersebut dijalankan melalui sinergi tiga pilar di tingkat wilayah, yakni lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

“Mereka bergerak bersama mulai dari pembangunan drainase, perbaikan jalan lingkungan, hingga menjaga keamanan wilayah melalui pemasangan CCTV,” jelasnya.

Ia menambahkan, CCTV yang kini terpasang di setiap RT telah terkoneksi dengan Jambi City Operation Center (JCOC) sehingga dapat dipantau secara langsung melalui perangkat digital.

“Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir tindak kriminalitas di lingkungan masyarakat,” katanya.

Dalam apel tersebut juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Sabuk Kamtibmas sebagai bentuk komitmen bersama menjaga persatuan NKRI, mencegah gangguan keamanan lingkungan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat demi mewujudkan Kota Jambi yang aman, nyaman, dan bahagia. (*)




Persiapan Menuju Arafah, Jamaah Asal Kota Jambi Diminta Siaga Menunggu Instruksi Petugas

MEKKAH, SEPUCUKJAMBI.ID — Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah, seluruh jemaah mulai mempersiapkan diri untuk pergerakan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (ARMUZNA).

Petugas haji mengimbau seluruh jemaah agar tetap menjaga kondisi kesehatan serta mematuhi jadwal dan arahan selama proses keberangkatan berlangsung.

Berdasarkan jadwal pergerakan fase ARMUZNA terbaru per 24 Mei 2026 waktu Arab Saudi, estimasi keberangkatan jemaah dibagi dalam beberapa tahapan.

Pada 8 Dzulhijjah, pergerakan dari Mekkah menuju Arafah diperkirakan berlangsung pukul 07.00 hingga 11.00 waktu setempat.

Selanjutnya pada 9 Dzulhijjah, jemaah akan diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah sekitar pukul 19.00 sampai 20.00.

Kemudian pada 10 Dzulhijjah, perjalanan dari Muzdalifah menuju Mina diperkirakan berlangsung pukul 23.30 hingga 00.30 dini hari.

Sementara untuk kepulangan dari Mina menuju Mekkah pada 12 Dzulhijjah dijadwalkan sekitar pukul 07.00 hingga 11.00 waktu Arab Saudi.

Petugas juga mengingatkan bahwa, jadwal keberangkatan bersifat kondisional menyesuaikan situasi di lapangan dan pengaturan transportasi bus angkutan jamaah.

Karena itu, seluruh jamaah diminta tetap berada di kamar dan menunggu instruksi resmi dari petugas sebelum turun ke lobi hotel.

Dalam persiapan menuju Arafah, jamaah laki-laki diwajibkan mengenakan kain ihram lengkap dengan syal kuning CHU, sedangkan jamaah perempuan dianjurkan memakai abaya yang nyaman serta kerudung kuning CHU.

Selain itu, jamaah juga diimbau melaksanakan mandi sunnah ihram, salat sunnah ihram di kamar masing-masing, menjaga wudhu, serta mempersiapkan barang bawaan seperlunya untuk kebutuhan selama di ARMUZNA.

Suasana persiapan keberangkatan mulai terasa di berbagai hotel pemondokan jamaah Indonesia di Mekkah.

Sebagian jamaah tampak mulai merapikan perlengkapan dan menunggu informasi kedatangan bus pengangkut.

Salah satu calon jamaah haji asal Kota Jambi, Nirwan, mengaku saat ini dirinya bersama rombongan tengah fokus mempersiapkan diri menuju Arafah.

“Kami sekarang sedang persiapan berangkat ke Arafah. Semua perlengkapan sudah mulai disiapkan, tinggal menunggu arahan petugas dan bus angkutan datang. Semoga seluruh proses ARMUZNA berjalan lancar dan kami diberikan kesehatan dalam menjalankan ibadah haji,” ujar pria yang menjabat sebagai Kadis Dukcapil Kota Jambi ini.

Sementara itu, dalam resume perubahan jadwal disebutkan adanya penyesuaian akibat skema tanazul dan perubahan markaz.

Untuk RKN, perubahan meliputi markaz 20, 24, 48, 58, dan 59. Sedangkan untuk BTG meliputi markaz 89 dan 90.

Perubahan tersebut dilakukan guna mendukung kelancaran mobilisasi jamaah selama fase ARMUZNA berlangsung.(*)




12 Gerobak Motor OPBM Resmi Beroperasi di Kebun Handil! Walikota Maulana: Ini Perubahan Besar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus memperkuat transformasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Hal itu ditandai dengan launching Program Kampung Bahagia sekaligus pelepasan operasional Operasional Pengangkutan Berbasis Masyarakat (OPBM) berupa 12 unit gerobak motor di Jalan Sumbawa RT 06, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Minggu (24/5/2026).

Launching dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha dan dirangkaikan dengan kegiatan gotong royong pembangunan infrastruktur lingkungan serta Launching Kelurahan Cantik (Kelurahan Cinta Statistik) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Peresmian operasional OPBM ditandai dengan pemasangan stiker resmi pada 12 gerobak motor pengangkut sampah yang selanjutnya dilepas secara simbolis menggunakan pengibaran bendera.

Sebanyak 12 armada tersebut mulai dioperasikan untuk melayani pengangkutan sampah rumah tangga secara langsung di wilayah Kelurahan Kebun Handil.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan program OPBM menjadi bagian dari perubahan besar dalam tata kelola persampahan di Kota Jambi yang lebih tertib, efektif, dan berbasis partisipasi masyarakat.

“Hari ini 12 gerobak motor mulai dioperasionalkan untuk menjemput sampah ke rumah-rumah. Mudah-mudahan ini berjalan baik sehingga tidak ada lagi masyarakat membuang sampah sembarangan,” ujar Maulana.

Menurutnya, perubahan sistem pengelolaan sampah tidak hanya menyangkut fasilitas dan armada, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ia mengaku terharu melihat tingginya semangat gotong royong warga dalam mendukung Program Kampung Bahagia, terutama dalam pembangunan infrastruktur lingkungan secara swadaya.

“Saya sampai menitikkan air mata karena terharu. Dengan anggaran terbatas, ternyata swadaya masyarakat jauh lebih besar. Jalan lingkungan yang sebelumnya rusak dan becek kini diperbaiki bersama,” ungkapnya.

Maulana menjelaskan Program Kampung Bahagia tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan lingkungan dan drainase, tetapi juga mendorong pembangunan sosial berbasis partisipasi masyarakat hingga tingkat RT.

“Hari ini saya menghadiri beberapa titik gotong royong. Banyak RT di Kota Jambi bergerak bersama membangun wilayahnya masing-masing. Inilah semangat Kota Jambi Bahagia,” katanya.

Ia juga menegaskan, OPBM menjadi langkah strategis untuk membangun budaya pengelolaan sampah dari sumbernya, dimulai dari rumah tangga.

“Langkah berikutnya adalah pemilahan sampah dari rumah. Perubahan memang tidak bisa instan, tetapi harus dilakukan bertahap melalui edukasi berkelanjutan,” jelasnya.

Selain pengelolaan sampah, Pemkot Jambi juga melaunching Program Kelurahan Cantik atau Kelurahan Cinta Statistik bersama BPS guna memperkuat validitas data pembangunan di tingkat kelurahan.

“Kelurahan Cantik sangat penting sebagai penguatan data pembangunan agar program pemerintah tepat sasaran,” tambah Maulana.

Sementara itu, Ketua Forum Ketua RT Kota Jambi, Suparyono, mengapresiasi inovasi OPBM yang dinilai menjadi terobosan penting dalam penanganan persoalan sampah di Kota Jambi.

“Ini langkah luar biasa dari Pak Wali Kota. Dengan penghapusan TPS liar dan penguatan depo resmi serta armada OPBM, pengangkutan sampah akan lebih cepat dan tertata,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Forum RT Kelurahan Kebun Handil, Wawan, yang mengajak masyarakat mendukung penuh operasional OPBM agar persoalan sampah dapat ditangani lebih baik.

Selain di Kebun Handil, Wali Kota Maulana juga turun langsung menghadiri kegiatan gotong royong pembangunan infrastruktur lingkungan di RT 01 Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan.

Melalui Program Kampung Bahagia dan OPBM, Pemkot Jambi menegaskan komitmennya mewujudkan kota yang bersih, tertata, partisipatif, dan berkelanjutan dimulai dari lingkungan RT sebagai garda terdepan pembangunan daerah.(*)




Wali Kota Jambi Soroti Lingkungan SMA 12, Janji Perbaikan Akses RPH

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, meninjau langsung kawasan Dinas Pertanian Kota Jambi dan memastikan pemerintah akan segera melakukan penataan ulang akses serta pembangunan pembatas area di sekitar lokasi tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan kegiatan belajar mengajar, khususnya di SMA Negeri 12 Jambi yang berada tidak jauh dari rumah potong hewan (RPH) di kawasan tersebut.

SMA Negeri 12 Jambi diketahui memiliki lebih dari 900 siswa dan berlokasi berdampingan dengan area RPH yang hingga saat ini masih memiliki ruang terbuka tanpa pembatas memadai.

“Kita sudah mendapatkan laporan. Di sini ada SMA 12 dengan murid lebih dari 900 anak. Mereka belajar berdampingan langsung dengan rumah potong hewan yang kondisinya masih terbuka,” ujar Maulana saat melakukan peninjauan.

Ia menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani karena dapat mengganggu kenyamanan proses belajar siswa, baik dari sisi kebersihan maupun potensi dampak lingkungan lainnya.

Menurutnya, persoalan tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Jambi, mengingat lahan di kawasan itu merupakan aset Pemerintah Provinsi Jambi.

Pemerintah disebut telah menyiapkan rencana penanganan yang akan segera direalisasikan.

Maulana menjelaskan, salah satu solusi yang akan dilakukan adalah pemanfaatan lahan sekitar setengah hektare di belakang lokasi untuk dibuat akses khusus menuju RPH.

“Di belakang lokasi ada lahan sekitar setengah hektare yang bisa dimanfaatkan. Rencananya akan ditimbun dan dibuat akses khusus untuk rumah potong hewan,” jelasnya.

Dengan adanya akses baru tersebut, aktivitas kendaraan dan operasional RPH tidak lagi bersinggungan langsung dengan area sekolah.

Selain itu, Pemkot Jambi juga berencana membangun pagar pembatas yang lebih tinggi antara RPH dan lingkungan sekolah untuk mengurangi potensi gangguan.

“Pembatas dengan sekolah akan kita buat lebih tinggi agar tidak terjadi pencemaran, baik dari bau maupun dampak lainnya terhadap siswa,” tambah Maulana.

Ia berharap penataan ini dapat menjadi solusi jangka panjang, sehingga kegiatan pendidikan di SMA Negeri 12 Jambi tetap berjalan dengan nyaman tanpa mengganggu operasional rumah potong hewan.

“Semoga ini menjadi solusi terbaik. Anak-anak tetap bisa belajar dengan nyaman, dan operasional rumah potong hewan juga tetap berjalan,” tutupnya.(*)




YLKI Jambi: Blackout Bukan Pertama Kali, Seharusnya PLN Harus Punya Antisipasi!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra, termasuk Provinsi Jambi, mendapat sorotan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi.

Ketua YLKI Jambi, Ibun Kholdun, menilai gangguan listrik yang kembali terjadi menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap kesiapan sistem kelistrikan PLN dalam menghadapi kondisi darurat maupun gangguan teknis.

Menurutnya, apabila blackout dipicu faktor alam atau cuaca ekstrem, hal tersebut memang sulit dihindari.

Namun, PLN sebagai perusahaan penyedia listrik nasional dinilai harus memiliki langkah antisipasi dan sistem cadangan yang lebih matang.

“Kalau memang karena faktor alam tentu tidak ada yang bisa mengelak. Tetapi yang menjadi perhatian kami adalah kesiapan PLN menghadapi kondisi seperti ini, karena blackout bukan hanya sekali atau dua kali terjadi,” ujar Ibun, Sabtu (23/5/2026).

Ia mencontohkan, masyarakat maupun pelaku usaha kecil biasanya telah menyiapkan langkah darurat seperti penggunaan genset ketika terjadi pemadaman listrik.

Karena itu, menurutnya, PLN seharusnya memiliki sistem mitigasi yang jauh lebih siap dibandingkan masyarakat umum.

“Kalau di rumah saja ketika listrik padam orang menyiapkan genset, maka PLN yang merupakan perusahaan besar tentu harus lebih siap menghadapi blackout ataupun gangguan teknis lainnya,” katanya.

Ibun menilai dampak pemadaman listrik massal sangat dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM yang menggantungkan aktivitas usaha pada pasokan listrik.

Selain menghambat kegiatan ekonomi, blackout juga disebut mengganggu pelayanan kepada masyarakat di berbagai sektor.

“Yang dirugikan tentu masyarakat dan UMKM. Aktivitas terganggu, pelayanan juga ikut terdampak akibat pemadaman listrik ini,” tambahnya.

YLKI Jambi pun meminta PLN tidak hanya fokus pada pemulihan sementara, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh agar gangguan serupa tidak terus terulang.

“PLN harus belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya. Jangan hanya diam saja, tetapi harus ada evaluasi dan perbaikan agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tutupnya.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyebut blackout di sejumlah wilayah Sumatra dipicu gangguan transmisi akibat cuaca buruk yang berdampak pada sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyebut blackout di sejumlah wilayah Sumatra dipicu gangguan transmisi akibat cuaca ekstrem yang berdampak pada sistem interkoneksi listrik Sumatra.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pasokan listrik yang memengaruhi aktivitas warga dan sektor ekonomi di berbagai daerah.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatra, khususnya di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi,” ujar Darmawan dalam konferensi pers virtual.

PLN mengungkapkan gangguan awal berasal dari jalur transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Provinsi Jambi yang diduga terdampak cuaca ekstrem hingga keluar dari sistem interkoneksi Sumatra.

Akibatnya, sistem kelistrikan mengalami ketidakseimbangan. Sejumlah wilayah mengalami kelebihan pasokan listrik atau oversupply yang menyebabkan frekuensi dan tegangan meningkat drastis sehingga beberapa pembangkit otomatis keluar dari sistem.

Di sisi lain, beberapa wilayah lain mengalami kekurangan daya hingga menyebabkan pembangkit ikut terlepas dari jaringan.

PLN menyebut kondisi tersebut memicu efek domino yang menyebabkan gangguan meluas ke berbagai provinsi di Sumatra.

“Gangguan ini cukup luas karena sistem kelistrikan di Sumatra saling terhubung satu sama lain,” jelas Darmawan.

Setelah gangguan terjadi, PLN langsung melakukan pemeriksaan terhadap gardu induk dan jaringan transmisi.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ditemukan kerusakan fisik berat seperti tower transmisi roboh.(*)




Listrik di Jambi Mati Nyaris 24 Jam! Ansori Hasan Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Kelistrikan Nasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota DPRD Provinsi Jambi, Ansori Hasan, meminta pemerintah bersama PT PLN (Persero) segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait gangguan kelistrikan yang menyebabkan blackout di sejumlah wilayah Sumatra.

Menurut Ansori, langkah cepat perlu dilakukan agar dampak pemadaman listrik massal terhadap masyarakat tidak semakin meluas.

Ia juga mendorong pemerintah menetapkan status tanggap darurat kelistrikan sebagai upaya percepatan penanganan gangguan listrik di Sumatra.

“Mengaktifkan tanggap darurat penting agar dampaknya tidak semakin parah. Status darurat kelistrikan melalui PLN dan Kementerian ESDM bisa menjadi dasar pengerahan sumber daya nasional,” kata Ansori, Sabtu (23/5/2026).

Ansori meminta pasokan listrik diprioritaskan untuk objek vital seperti rumah sakit, bandara, pusat data, kantor pemerintahan, hingga fasilitas air bersih agar pelayanan publik tetap berjalan normal.

Selain itu, ia juga mendorong PLN membuka posko darurat dan hotline pengaduan guna mempercepat koordinasi dengan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.

Tak hanya kepada pemerintah, Ansori juga mengimbau masyarakat dan kalangan industri untuk sementara mengurangi penggunaan listrik demi menjaga stabilitas sistem kelistrikan.

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian ESDM perlu melakukan audit menyeluruh guna memastikan penyebab utama blackout yang terjadi di Sumatra.

“Apakah karena gangguan transmisi SUTET, defisit pembangkit, serangan siber, atau cuaca ekstrem, semuanya harus diaudit,” ujarnya.

Ia juga meminta adanya penguatan jaringan transmisi, penambahan gardu cadangan, hingga pembangunan interkoneksi antarwilayah agar sistem kelistrikan nasional menjadi lebih andal dan tidak mudah terganggu.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyebut blackout di sejumlah wilayah Sumatra dipicu gangguan transmisi akibat cuaca ekstrem yang berdampak pada sistem interkoneksi listrik Sumatra.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pasokan listrik yang memengaruhi aktivitas warga dan sektor ekonomi di berbagai daerah.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatra, khususnya di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi,” ujar Darmawan dalam konferensi pers virtual.

PLN mengungkapkan gangguan awal berasal dari jalur transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Provinsi Jambi yang diduga terdampak cuaca ekstrem hingga keluar dari sistem interkoneksi Sumatra.

Akibatnya, sistem kelistrikan mengalami ketidakseimbangan.

Sejumlah wilayah mengalami kelebihan pasokan listrik atau oversupply yang menyebabkan frekuensi dan tegangan meningkat drastis sehingga beberapa pembangkit otomatis keluar dari sistem.

Di sisi lain, beberapa wilayah lain mengalami kekurangan daya hingga menyebabkan pembangkit ikut terlepas dari jaringan.

PLN menyebut kondisi tersebut memicu efek domino yang menyebabkan gangguan meluas ke berbagai provinsi di Sumatra.

“Gangguan ini cukup luas karena sistem kelistrikan di Sumatra saling terhubung satu sama lain,” jelas Darmawan.

Setelah gangguan terjadi, PLN langsung melakukan pemeriksaan terhadap gardu induk dan jaringan transmisi.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ditemukan kerusakan fisik berat seperti tower transmisi roboh.(*)




Nasroel Yasir Soroti Blackout Sumbagsel Termasuk Jambi! Minta Evaluasi Total Direksi PLN

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) pada Jumat malam (22/5/2026) menuai kritik dari berbagai pihak.

Pengamat publik Nasroel Yasir menilai PT PLN (Persero) gagal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap gangguan serupa yang sebelumnya pernah terjadi.

Menurut Nasroel, blackout yang kembali meluas hingga lintas provinsi menunjukkan lemahnya sistem antisipasi dan pembelajaran di tubuh PLN.

“Perlu dipertanyakan pejabat-pejabat PLN sekarang, kenapa tidak belajar dari kejadian sebelumnya. Masih juga tidak bisa bekerja dengan baik,” ujar Nasroel, Sabtu (23/5/2026).

Ia menegaskan bahwa persoalan blackout bukan pertama kali terjadi dalam sistem kelistrikan nasional.

Karena itu, PLN seharusnya sudah memiliki langkah mitigasi agar gangguan serupa tidak kembali terulang.

“Harusnya belajar dari kejadian sebelumnya, di mana letak kesalahannya dan bagaimana mengantisipasinya agar tidak terjadi lagi,” katanya.

Nasroel juga menyoroti semakin kompleksnya sistem kelistrikan nasional seiring bertambahnya jumlah pembangkit listrik.

Namun menurutnya, peningkatan infrastruktur tersebut tidak diimbangi dengan kualitas pengelolaan dan kesiapan sumber daya manusia.

“Sekarang ini semakin banyak pembangkit, semakin banyak pula masalah yang tidak tertangani,” ujarnya.

Bahkan, ia menilai persoalan blackout tidak terlepas dari penempatan pejabat yang dianggap tidak tepat di jajaran direksi PLN.

“Ini akibat orang-orang yang salah dipaksa menjadi direksi PLN,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pasokan listrik yang berdampak luas terhadap aktivitas warga dan sektor ekonomi di berbagai daerah.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatra, khususnya di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi,” ujar Darmawan dalam konferensi pers virtual, Sabtu (23/5/2026).

PLN mengungkapkan, indikasi awal gangguan berasal dari jalur transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Provinsi Jambi.

Kondisi cuaca ekstrem diduga menjadi pemicu terganggunya jaringan tersebut hingga akhirnya keluar dari sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra.

Akibat gangguan itu, sistem kelistrikan mengalami ketidakseimbangan.

Beberapa wilayah mengalami kelebihan pasokan atau oversupply sehingga frekuensi dan tegangan listrik meningkat drastis.

Kondisi tersebut memicu sejumlah pembangkit otomatis keluar dari sistem untuk menghindari kerusakan.

Sementara itu, wilayah lain justru mengalami kekurangan daya yang menyebabkan frekuensi dan tegangan turun.

Dampaknya, pembangkit di daerah tersebut juga ikut terlepas dari jaringan.

PLN menyebut kondisi ini memicu efek domino yang menyebabkan gangguan meluas hingga ke berbagai provinsi di Sumatra.

“Gangguan ini cukup luas karena sistem kelistrikan di Sumatra saling terhubung satu sama lain,” jelas Darmawan.

Usai gangguan terjadi, PLN langsung melakukan pemeriksaan terhadap gardu induk dan jaringan transmisi.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ditemukan kerusakan fisik berat seperti tower transmisi roboh.(*)




Listrik di Jambi Masih Padam Bergilir, PLN Ungkap Pasokan Baru Capai 85 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemadaman listrik di sejumlah wilayah Provinsi Jambi dipastikan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Kondisi ini disebabkan pasokan listrik yang masuk ke wilayah Jambi hingga kini baru mencapai sekitar 85 persen.

Manager PLN UP3 Jambi, M. Burhanuddin Muflihul Hasan, mengatakan gangguan sistem kelistrikan terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Muaro Bungo hingga Sungai Rumbai pada Jumat sore.

Menurutnya, cuaca buruk tersebut menyebabkan terganggunya jaringan transmisi 275 kV yang menjadi jalur utama pasokan listrik ke Provinsi Jambi.

“Gangguan terjadi sekitar pukul 18.34 WIB. Sistem backbone transmisi mengalami masalah sehingga berdampak pada pemadaman listrik di wilayah Jambi dan beberapa daerah di Sumatera,” ujarnya saat ditemui di kantor PLN UP3 Jambi, Sabtu (23/5/2026).

Burhanuddin menjelaskan, jaringan transmisi di Muaro Bungo memiliki peran penting sebagai tulang punggung distribusi listrik di Sumatera.

Ketika gangguan terjadi pada sistem tersebut, dampaknya langsung dirasakan di sejumlah wilayah.

Saat ini, PLN mengaku terus melakukan percepatan perbaikan agar suplai listrik kembali normal.

Namun karena kondisi sistem belum sepenuhnya pulih, pemadaman bergilir masih harus diterapkan di beberapa daerah.

“Pasokan saat ini sudah mencapai sekitar 85 persen. Kami terus berupaya melakukan pemulihan secara maksimal agar kembali normal 100 persen,” katanya.

PLN juga memastikan pola pemadaman dilakukan secara bergantian untuk menghindari listrik padam terlalu lama di satu wilayah.

Di Kota Jambi sendiri, durasi pemadaman disebut berkisar antara dua hingga tiga jam.

Burhanuddin turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan kelistrikan tersebut.

Ke depan, PLN berencana memperkuat sistem kelistrikan dengan optimalisasi suplai dan penambahan kapasitas transmisi agar gangguan serupa dapat diminimalkan.

Ia juga menjelaskan alasan PLN belum sempat menyampaikan informasi resmi saat awal kejadian.

Menurutnya, skala gangguan yang cukup besar membuat pihaknya perlu memastikan sumber masalah terlebih dahulu agar informasi yang diberikan kepada masyarakat tidak keliru.(*)




Walikota Maulana Dorong Kreativitas Anak Muda, Lewat Tournament E-Sport Wali Kota CUP

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M resmi membuka Tournament E-Sport Wali Kota CUP Tahun 2026 yang digelar di Eks Terminal Rawasari, Pasar Kota Jambi, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625.

Tournament E-Sport Wali Kota CUP 2026 mempertandingkan sejumlah cabang game populer, mulai dari E-Football PES 26, Tekken 8, Naruto, Mobile Legends, PUBG, hingga Free Fire yang berlangsung selama 23 hingga 25 Mei 2026.

Turnamen ini diikuti sebanyak 935 peserta yang tidak hanya berasal dari Provinsi Jambi, tetapi juga dari sejumlah daerah di Sumatra seperti Sumatra Selatan dan Sumatra Barat.

Selain menjadi hiburan dalam momentum hari jadi Kota Jambi, kegiatan ini juga bertujuan menjadi wadah kompetisi positif bagi generasi muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi Maulana mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan Kota Jambi yang terus tumbuh hingga saat ini.

“Alhamdulillah di momentum ulang tahun ini Kota Jambi terus tumbuh dan berkembang, namun kita tetap harus berjuang menjadikan Kota Jambi lebih baik ke depannya,” ujar Maulana.

Menurutnya, kegiatan seperti turnamen E-Sport tidak hanya menjadi sarana penyaluran hobi dan bakat anak muda, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi lokal lainnya.

“Alhamdulillah acara hari ini sangat ramai dan dimeriahkan para pencinta e-sport,” katanya.

Maulana juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk terus mendukung kegiatan kreatif dan positif bagi generasi muda.

“Momentum ulang tahun ini menjadi bukti bahwa semua hobi positif anak-anak muda Kota Jambi akan kita fasilitasi dan dukung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Amran, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor dan panitia yang telah bekerja maksimal sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Tournament E-Sport Wali Kota CUP terbagi menjadi dua kategori besar, yakni kategori konsol seperti E-Football PES 26, Tekken 8, Naruto dan kategori mobile seperti Mobile Legends, PUBG serta Free Fire.

Dengan total slot pertandingan sebanyak 431, antusiasme peserta disebut sangat tinggi hingga mencapai 935 orang.

“Harapannya ke depan, dengan dukungan pemerintah terhadap para gamer di Kota Jambi, kegiatan seperti ini bisa digelar lebih besar dan lebih meriah lagi,” tutup Amran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Diskominfo Kota Jambi Saleh Ridha, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Erwandi, Camat Pasar Nur Hidayah, para lurah, sponsor, serta tamu undangan lainnya.(*)




Pemkot Jambi Ubah Pola Pengelolaan Sampah, Warga Dukung Penutupan TPS

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus melakukan transformasi besar dalam tata kelola persampahan melalui program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).

Program tersebut mulai mendapat respons positif dari masyarakat, seiring penutupan sejumlah Tempat Penampungan Sampah (TPS) sementara yang selama ini berada di pinggir jalan protokol Kota Jambi.

Pada Sabtu pagi (23/5/2026), Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M turun langsung melakukan pembongkaran sekaligus penutupan TPS di kawasan Kelurahan Handil Jaya, Simpang Rimbo, dan Sungai Putri.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Jambi untuk mengatasi persoalan sampah dari hulu hingga hilir demi mewujudkan Kota Jambi yang bersih, sehat, dan nyaman.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, keberadaan TPS yang meluber hingga ke badan jalan tidak hanya merusak keindahan kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat.

“TPS yang meluber sampai ke jalan tentu mengganggu estetika kota dan bisa menimbulkan penyakit. Karena itu kita mulai tutup secara permanen,” ujar Maulana.

Menurutnya, pola lama pengelolaan sampah sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan Kota Jambi yang terus mengalami peningkatan jumlah penduduk dan volume sampah setiap tahunnya.

Ia menyebut kawasan protokol harus bersih dan tertata sehingga bekas lokasi TPS nantinya akan diubah menjadi ruang publik yang lebih bermanfaat, seperti taman atau fasilitas umum lainnya.

Melalui program OPBM, sistem pengelolaan sampah akan dilakukan berbasis lingkungan dan partisipasi masyarakat.

Sampah rumah tangga nantinya dijemput langsung menggunakan bentor untuk dibawa ke depo sampah, TPS 3R, maupun bank sampah.

“Kita ingin mengubah pola pikir masyarakat. Sampah bukan sekadar dibuang, tetapi harus dikelola dan memiliki nilai manfaat,” jelasnya.

Maulana menambahkan, tahap selanjutnya adalah penerapan pemilahan sampah organik dan non-organik agar sampah memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

“Sampah yang bernilai ekonomi akan dipilah. Kalau gerakan ini berjalan baik, Kota Jambi akan menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan modern,” katanya.

Ia juga menargetkan ke depan biaya pengangkutan sampah rumah tangga bisa lebih ringan bahkan gratis apabila sistem pemilahan sampah berjalan optimal.

Menurutnya, keberhasilan program OPBM membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat karena persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Ketua Forum RT Kelurahan Simpang Rimbo, Aslimanto, menyatakan dukungannya terhadap program pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut.

“Kami siap mendukung program Bersih dalam Kota Jambi Bahagia dan menyampaikan edukasi ini kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut saat ini di Kelurahan Simpang Rimbo telah tersedia tiga unit bentor yang melayani pengangkutan sampah dari rumah ke rumah.

Hal senada disampaikan Ketua RT 09 Kelurahan Sungai Putri, Saman, yang menilai penutupan TPS akan membuat lingkungan lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

“Kami bersama para Ketua RT berkomitmen tidak ada lagi sampah berserakan di pinggir jalan,” katanya.

Menurutnya, biaya operasional bentor di wilayah tersebut merupakan hasil musyawarah warga tanpa campur tangan pemerintah.

“Kami sepakat iuran Rp25 ribu per rumah untuk mendukung operasional bentor dan petugas sampah. Ini murni kesepakatan warga,” jelasnya.

Transformasi pengelolaan sampah berbasis OPBM ini menjadi langkah nyata Pemkot Jambi dalam membangun budaya hidup bersih sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan kota.(*)