Teng! APBD Perubahan 2026 Jambi Naik Rp199,78 Miliar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi mengusulkan perubahan struktur APBD 2026 dengan total belanja mencapai Rp4,04 triliun, naik Rp199,78 miliar dibandingkan APBD murni yang berada di angka Rp3,84 triliun.

Angka tersebut disampaikan Gubernur Jambi Al Haris saat membacakan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Jambi, Senin 14 September 2026.

Tak hanya membahas perubahan anggaran, rapat tersebut juga menyoroti kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menjadi persoalan serius di Provinsi Jambi.

Al Haris menyebut luas lahan yang terdampak Karhutla telah mencapai sekitar 2.975 hektare.

Dalam rancangan perubahan APBD, target pendapatan daerah Jambi meningkat menjadi Rp3,97 triliun dari sebelumnya Rp3,75 triliun.

Salah satu sumber kenaikan berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

PAD ditargetkan mencapai Rp2,11 triliun, atau naik sekitar Rp171,15 miliar dibandingkan target awal Rp1,94 triliun.

Kenaikan PAD tersebut berasal dari beberapa komponen. Target pajak daerah meningkat Rp114,82 miliar, retribusi daerah naik Rp2,90 miliar, sedangkan lain-lain PAD yang sah bertambah Rp53,42 miliar.

Sementara target hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tetap sebesar Rp111,29 miliar.

Pendapatan transfer dari pemerintah pusat juga mengalami penyesuaian. Targetnya naik Rp45,7 miliar atau sekitar 2,53 persen, yang bersumber dari Dana Transfer Umum melalui komponen Dana Bagi Hasil.

Seiring kenaikan pendapatan, struktur belanja daerah juga mengalami perubahan.

Total belanja dalam Ranperda Perubahan APBD 2026 ditetapkan sebesar Rp4,04 triliun, naik 5,2 persen dibandingkan APBD murni.

Rinciannya meliputi:

  • Belanja operasi: Rp2,98 triliun
  • Belanja modal: Rp275,22 miliar
  • Belanja tidak terduga: Rp2,78 miliar
  • Belanja transfer: Rp777,37 miliar

Pemerintah Provinsi Jambi menyebut penyesuaian dilakukan melalui sejumlah kebijakan, termasuk pergeseran anggaran, pengurangan anggaran dan rasionalisasi pada sejumlah program serta kegiatan perangkat daerah.

Pada sisi pembiayaan, penerimaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) juga disesuaikan.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), SILPA ditetapkan menjadi Rp68,60 miliar, turun Rp17,07 miliar dibandingkan target dalam APBD murni 2026.

Al Haris menegaskan bahwa perubahan APBD 2026 harus tetap diarahkan untuk mendukung program prioritas pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pembahasan bersama DPRD diperlukan agar perubahan anggaran dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan daerah.

“Sinergitas seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan Provinsi Jambi akan menjadi faktor pendorong yang penting agar pembangunan berjalan efektif dan efisien,” tegasnya.

Pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 selanjutnya akan dilanjutkan bersama DPRD Provinsi Jambi sesuai tahapan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan kenaikan target pendapatan menjadi Rp3,97 triliun dan belanja mencapai Rp4,04 triliun, pemerintah daerah kini harus memastikan perubahan anggaran tersebut mampu menjawab kebutuhan pembangunan sekaligus mendukung penanganan persoalan yang masih mendesak, termasuk Karhutla.(*)




Punya Foto Perjalanan Bersama Motor Honda? Ikut Kompetisi Ini, Deadline 30 September

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bagi penghobi fotografi di Jambi, masih ada kesempatan untuk mengubah cerita perjalanan menjadi karya sekaligus memburu hadiah.

AHM Photo Competition 2026 membuka ruang bagi masyarakat untuk mengabadikan berbagai kisah perjalanan bersama sepeda motor Honda.

Kompetisi fotografi yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM) tersebut mengusung tema “Cerita Sepeda Motor Honda di Setiap Perjalanan.”

Masyarakat Jambi dapat berpartisipasi melalui PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) selaku Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi.

Yang perlu diperhatikan, pengiriman karya dibuka hingga 30 September 2026.

Kompetisi ini tidak sekadar mencari foto dengan komposisi menarik.

Peserta diajak mengangkat cerita tentang bagaimana sepeda motor Honda menjadi bagian dari aktivitas dan perjalanan masyarakat, mulai dari mengejar cita-cita, menjangkau wilayah pelosok, melakukan kegiatan positif, hingga menemani perjalanan keluarga.

Peserta dapat memilih salah satu dari empat subtema yang disediakan dalam AHM Photo Competition 2026.

Keempatnya yakni:

  1. “Sepeda Motor Honda di Balik Setiap Mimpi”
  2. “Menghubungkan Harapan Hingga Pelosok Negeri”
  3. “Satu Hati Menginspirasi Negeri”
  4. “Sepeda Motor Honda Iringi Cerita Keluarga Indonesia”

Pilihan tema tersebut memberi ruang bagi peserta untuk mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk perjalanan, aktivitas sosial, keluarga maupun kisah masyarakat di berbagai daerah.

Public Relation PT Sinar Sentosa Primatama, Syahbilla Putri Andinny, mengajak masyarakat Jambi yang memiliki ketertarikan pada fotografi untuk ikut ambil bagian.

“Buat masyarakat Jambi yang punya hobi fotografi, jangan lewatkan kesempatan ini. Yuk, abadikan cerita perjalanan bersama sepeda motor Honda dan ikut AHM Photo Competition 2026,” ujarnya.

Selain menjadi ruang untuk menunjukkan kreativitas, kompetisi tersebut juga menawarkan hadiah berupa sepeda motor Honda dan uang tunai jutaan rupiah.

Kompetisi ini terbuka untuk masyarakat umum dengan sejumlah persyaratan.

Peserta wajib merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan berusia minimal 17 tahun.

Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal lima karya foto yang diambil di wilayah Indonesia.

Foto yang dikirim harus merupakan karya peserta sendiri dan diunggah melalui akun Instagram pribadi.

Peserta juga diwajibkan mengikuti akun Instagram @sahabathati serta menggunakan tagar #SolusiMobilitasProduktif dan #KompetisiFotoAstraHonda.

Khusus peserta dari Jambi dan wilayah Sumatera, terdapat tambahan tagar regional #SatuHatiSumatera.

Setiap karya juga harus dilengkapi judul dan caption yang menjelaskan aktivitas dalam foto sekaligus mencantumkan lokasi pengambilan gambar.

Peserta tidak harus memiliki kamera profesional untuk mengikuti kompetisi ini.

Foto dapat diambil menggunakan berbagai perangkat, mulai dari kamera digital, DSLR, mirrorless, drone hingga handphone.

Peserta juga diperbolehkan melakukan penyuntingan dasar, seperti pengaturan brightness, contrast, level, serta hue/saturation.

Namun ada satu aspek yang tidak boleh diabaikan, yakni keselamatan berkendara.

Objek dalam foto wajib memperlihatkan penerapan safety riding. Pengendara setidaknya menggunakan helm, jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu.

Sepeda motor yang menjadi objek foto juga harus menggambarkan kondisi dan kelengkapan yang layak jalan.

Masyarakat Jambi yang ingin mengikuti kompetisi masih memiliki waktu hingga 30 September 2026 untuk menyiapkan dan mengirimkan karya.

Pengiriman foto dapat dilakukan melalui QR Code yang tersedia pada materi publikasi resmi AHM Photo Competition 2026.

Bagi penghobi fotografi, kompetisi ini dapat menjadi kesempatan untuk mengangkat cerita lokal melalui sudut pandang yang lebih personal.

Perjalanan menuju sekolah, tempat kerja, daerah pelosok, aktivitas keluarga hingga kegiatan sosial dapat menjadi bagian dari cerita selama sesuai dengan tema dan ketentuan lomba.

Dengan hadiah berupa sepeda motor Honda dan uang tunai jutaan rupiah, AHM Photo Competition 2026 tidak hanya menawarkan ruang untuk memamerkan kemampuan fotografi, tetapi juga kesempatan bagi karya terbaik untuk mendapatkan apresiasi.(*)




Sempat Terganggu Kabut Asap, Penerbangan Bandara Sultan Thaha Kembali Normal Pukul 12.00 WIB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi kembali normal pada Senin 14 Septembre 2026 siang setelah sebelumnya sempat terganggu akibat kabut asap.

Kondisi operasional penerbangan berangsur pulih sekitar pukul 12.00 WIB, seiring membaiknya jarak pandang atau visibility di kawasan bandara yang mencapai 3.000 meter.

Sebelumnya, kondisi jarak pandang sempat turun cukup signifikan. Pada sekitar pukul 08.00 WIB, visibility di Bandara Sultan Thaha tercatat hanya 1.100 meter akibat kabut asap.

Situasi tersebut berdampak terhadap sejumlah penerbangan.

Sedikitnya lima penerbangan dari dan menuju Bandara Sultan Thaha mengalami penundaan demi memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap terpenuhi.

Lima penerbangan yang terdampak pada pagi hari tersebut yakni:

  1. Citilink QG 961 tujuan Jakarta (CGK).
  2. Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta (CGK).
  3. Susi Air SI 7218 tujuan SIQ.
  4. Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta (CGK).
  5. Super Air Jet IU 843 tujuan Jakarta (CGK).

Penundaan dilakukan karena kondisi jarak pandang yang terbatas dapat memengaruhi aspek keselamatan operasional penerbangan.

Perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang kemudian menunjukkan perbaikan.

Hingga pukul 12.00 WIB, visibility meningkat menjadi 3.000 meter dan operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha kembali normal.

Meski penerbangan telah kembali berjalan normal, penumpang yang akan bepergian melalui Bandara Sultan Thaha tetap diminta memperhatikan perkembangan jadwal penerbangan.

Tim operasional bandara juga terus berkoordinasi dengan maskapai serta instansi terkait untuk memastikan penumpang yang sebelumnya terdampak penundaan mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan mereka.

Calon penumpang juga disarankan melakukan pengecekan langsung kepada maskapai sebelum berangkat menuju bandara.

Langkah ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal apabila kondisi jarak pandang kembali mengalami penurunan.

Kondisi kabut asap yang sempat mengganggu penerbangan menjadi perhatian karena jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.

Manajemen Bandara Sultan Thaha menyatakan akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara untuk menjaga pelayanan kepada pengguna jasa sekaligus memantau perkembangan kondisi kabut asap di Jambi.(*)




Jarak Pandang Turun hingga 1.100 Meter, 5 Penerbangan Bandara Sultan Thaha Ditunda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Jambi. Jarak pandang di Bandara Sultan Thaha, Kota Jambi, turun hingga sekitar 1.100 meter pada Senin 14 September 2026 pagi, sehingga lima penerbangan dari dan menuju bandara tersebut mengalami penundaan.

Kondisi tersebut tercatat sekitar pukul 08.00 WIB. Terbatasnya jarak pandang membuat operasional penerbangan harus disesuaikan dengan aspek keselamatan penerbangan, terutama bagi penumpang dan kru pesawat.

Lima penerbangan yang terdampak masing-masing terdiri dari penerbangan Citilink, Batik Air, Susi Air, Garuda Indonesia, dan Super Air Jet.

Berikut daftar penerbangan yang mengalami keterlambatan:

  1. Citilink QG 961 dengan tujuan Jakarta (CGK).
  2. Batik Air ID 6805 dengan tujuan Jakarta (CGK).
  3. Susi Air SI 7218 dengan tujuan Jambi? SIQ.
  4. Garuda Indonesia GA 127 dengan tujuan Jakarta (CGK).
  5. Super Air Jet IU 843 dengan tujuan Jakarta (CGK).

Penundaan dilakukan sebagai langkah keselamatan menyusul kondisi jarak pandang yang belum ideal untuk mendukung kelancaran penerbangan.

Gangguan akibat kabut asap tidak berlangsung sepanjang hari.

Memasuki pukul 12.00 WIB, kondisi penerbangan di Bandara Sultan Thaha kembali normal setelah jarak pandang meningkat menjadi sekitar 3.000 meter.

Tim operasional Bandara Sultan Thaha juga melakukan koordinasi dengan maskapai dan sejumlah instansi terkait untuk menangani dampak penundaan terhadap penumpang.

Informasi mengenai jadwal keberangkatan dan kedatangan penerbangan yang terdampak juga terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Bagi calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Sultan Thaha, pihak pengelola mengimbau agar melakukan pengecekan jadwal penerbangan sebelum menuju bandara.

Penumpang juga diminta berkoordinasi langsung dengan maskapai masing-masing untuk memastikan perubahan jadwal, terutama bagi penerbangan yang sebelumnya terdampak kabut asap.

Gangguan penerbangan ini kembali menunjukkan bagaimana kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak langsung terhadap mobilitas udara di Jambi.

Pihak Bandara Sultan Thaha menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran sekaligus keselamatan operasional penerbangan.(*)




Tiga ASN Jayawijaya Gugur Ditembak KKB, Kanwil Ditjenpas Jambi Gelar Mengheningkan Cipta

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabar gugurnya tiga aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menyisakan duka bagi sesama aparatur negara di berbagai daerah.

Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Wili Mbuik, menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai bentuk penghormatan, jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jambi menggelar mengheningkan cipta untuk mengenang ketiga ASN yang gugur tersebut.

Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat. Jajaran Kanwil Ditjenpas Jambi turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Ketiga korban diketahui sedang melaksanakan perjalanan dinas di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.

Mereka menjalankan tugas berkaitan dengan pelayanan dan program pertanian masyarakat ketika peristiwa penembakan terjadi.

Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Irwan, mengatakan gugurnya ketiga ASN tersebut merupakan duka bagi seluruh aparatur negara.

“Kami, keluarga besar Kanwil Ditjenpas Jambi, menyampaikan belasungkawa yang tulus atas gugurnya rekan-rekan ASN di Jayawijaya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini,” ujar Irwan.

Menurut Irwan, ketiga korban gugur ketika menjalankan tugas negara. Karena itu, peristiwa tersebut menjadi pengingat mengenai risiko yang dapat dihadapi aparatur ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menilai pengabdian para korban patut dihormati dan menjadi refleksi bagi ASN lainnya untuk tetap menjalankan amanah secara bertanggung jawab.

“Pengabdian mereka menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama ASN,” katanya.

Bagi Kanwil Ditjenpas Jambi, mengheningkan cipta bukan sekadar seremoni.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus penghormatan terhadap ASN yang kehilangan nyawa saat menjalankan tugas.

Irwan juga mengajak jajaran Pemasyarakatan untuk mempertahankan nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama aparatur, terutama ketika ada rekan kerja yang mengalami musibah.

Peristiwa penembakan tersebut juga menyoroti persoalan keselamatan ASN yang bertugas di wilayah dengan kondisi keamanan yang memiliki tantangan khusus.

Irwan menilai aspek perlindungan dan keselamatan aparatur perlu menjadi perhatian bersama.

Pelayanan publik memang harus tetap berjalan, tetapi keselamatan petugas yang menjalankan tugas negara juga tidak dapat diabaikan.

Menurutnya, aparatur yang bekerja di lapangan menghadapi kondisi yang berbeda-beda.

Karena itu, mitigasi risiko dan dukungan terhadap keselamatan petugas menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan masyarakat tetap berlangsung.

“Solidaritas tidak hanya diwujudkan melalui ungkapan belasungkawa, tetapi juga melalui perhatian dan dukungan moral kepada keluarga yang sedang berduka,” ujarnya.

Kanwil Ditjenpas Jambi berharap keluarga Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Wili Mbuik diberikan kekuatan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

Semangat pengabdian ketiganya juga diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh ASN bahwa tugas pelayanan kepada masyarakat membutuhkan integritas, tanggung jawab dan ketulusan.

Bagi jajaran Kanwil Ditjenpas Jambi, momentum tersebut sekaligus menjadi penguat semangat untuk terus menjalankan tugas secara profesional dan menjaga nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.(*)




Usai Kebakaran Tanjung Raden, Wali Kota Jambi Maulana Ingatkan Warga Waspada Gas dan Listrik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran yang melanda permukiman warga di RT 06, Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan potensi bahaya dari penggunaan gas dan listrik di rumah.

Wali Kota Jambi Maulana meminta warga meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan rutin memeriksa kondisi regulator dan selang tabung gas serta memastikan instalasi listrik tetap aman.

Imbauan itu disampaikan Maulana saat meninjau lokasi kebakaran, Minggu 13 September 2026, sehari setelah api melanda kawasan tersebut.

Menurut Maulana, langkah sederhana seperti memastikan tidak ada kebocoran gas dan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan dapat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran.

“Selalu berhati-hati. Pastikan tidak ada kebocoran gas. Jangan menggunakan terlalu banyak colokan yang berpotensi menimbulkan percikan api,” ujar Maulana.

Ia juga meminta masyarakat tidak meninggalkan rumah dalam kondisi peralatan listrik yang tidak diperlukan masih menyala.

“Jika akan meninggalkan rumah, pastikan peralatan listrik yang tidak diperlukan sudah dimatikan atau dicabut,” lanjutnya.

Pesan tersebut disampaikan setelah kebakaran di Tanjung Raden berdampak terhadap empat rumah nonpermanen.

Dua rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan dua lainnya terdampak pada bagian dapur.

Dua warga juga sempat mendapat penanganan medis akibat mengalami syok.

Berdasarkan laporan awal yang diterima pemerintah, kebakaran tersebut diduga bermula dari kebocoran regulator tabung gas dari salah satu rumah.

Api kemudian melanda kawasan permukiman yang sebagian bangunannya masih menggunakan material kayu.

Kondisi tersebut membuat risiko api merambat ke rumah lain menjadi lebih tinggi, terlebih permukiman di kawasan Seberang Kota Jambi relatif padat.

“Sebagian besar rumah berbahan kayu. Terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran cukup besar. Kalau terjadi kebakaran, api bisa cepat merembet,” kata Maulana.

Karena itu, ia meminta kewaspadaan tidak hanya dilakukan setelah terjadi musibah.

Pemeriksaan terhadap sumber-sumber yang berpotensi memicu kebakaran perlu menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari.

Dari sisi penanganan, Maulana mengapresiasi gerak cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.

Petugas disebut tiba sekitar enam menit setelah menerima laporan kebakaran.

Sebanyak 50 personel dikerahkan dengan dukungan 10 armada. Armada tersebut terdiri dari satu unit armada komando, tujuh armada tempur dan tiga armada suplai air.

Dalam proses pemadaman hingga pendinginan, sekitar 60 ribu liter air digunakan untuk memastikan api benar-benar terkendali.

Kecepatan respons menjadi penting karena kawasan tersebut memiliki karakter permukiman padat dengan sejumlah bangunan berbahan kayu.

Selain persoalan material bangunan, akses menuju kawasan Seberang juga menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika terjadi kepadatan kendaraan di Jembatan Aur Duri I dan Aur Duri II.

Evaluasi atas kejadian tersebut turut mendorong Pemkot Jambi menyiapkan penguatan layanan pemadam kebakaran di kawasan Seberang.

Pemerintah berencana membangun markas Damkartan di Kecamatan Pelayangan dalam beberapa bulan mendatang.

Markas tersebut nantinya diharapkan memperkuat sistem dukungan antara Pelayangan dan Danau Teluk, termasuk dari sisi personel dan armada.

“Beberapa bulan ke depan kita akan membangun markas Damkar di Kecamatan Pelayangan. Dua kecamatan ini nantinya bisa saling membackup,” ujar Maulana.

Dengan keberadaan markas yang lebih dekat, pemerintah berharap waktu respons terhadap kejadian kebakaran di wilayah Seberang dapat semakin cepat.

Di tengah penanganan pascakebakaran, BAZNAS Kota Jambi melalui program Jambi Kota Peduli BAZNAS Tanggap Bencana turut bergerak membantu warga terdampak.

Sebanyak empat keluarga menerima bantuan tanggap darurat. Masing-masing keluarga memperoleh Rp2 juta sehingga total bantuan mencapai Rp8 juta.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga setelah rumah mereka terdampak kebakaran.

Pemerintah juga akan melakukan pendataan lebih lanjut terhadap tingkat kerusakan untuk menghitung kebutuhan bantuan berikutnya, termasuk kebutuhan material bangunan untuk proses pemulihan.

Maulana berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bersama agar masyarakat semakin peduli terhadap keamanan rumah.

Ia menekankan bahwa pencegahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memeriksa regulator dan selang gas, memastikan tidak ada kebocoran, tidak membebani stopkontak dengan terlalu banyak colokan, serta mematikan atau mencabut peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah.

“Mudah-mudahan ke depan kita berdoa tidak ada lagi bencana seperti ini,” pungkasnya.(*)




Lewat Jambi Kota Peduli, BAZNAS Kota Jambi Respons Cepat Korban Kebakaran Tanjung Raden

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Musibah kebakaran yang menimpa warga RT 06, Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, langsung mendapat respons melalui program Jambi Kota Peduli BAZNAS Tanggap Bencana.

BAZNAS Kota Jambi turun langsung ke lokasi bersama Pemerintah Kota Jambi untuk menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada empat keluarga yang terdampak kebakaran.

Bantuan tersebut masing-masing sebesar Rp2 juta per keluarga, sehingga total bantuan awal yang disalurkan mencapai Rp8 juta.

Penyaluran bantuan dilakukan sehari setelah kebakaran, Minggu 13 September 2026, saat Wali Kota Jambi, Maulana bersama jajaran Pemkot Jambi meninjau kondisi warga di lokasi kejadian.

Ketua BAZNAS Kota Jambi, M Padli, mengatakan kehadiran BAZNAS dalam situasi kebencanaan merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk memastikan masyarakat yang sedang tertimpa musibah mendapat perhatian dan bantuan sesegera mungkin.

“Melalui program Jambi Kota Peduli dan BAZNAS Tanggap Bencana, kami berupaya hadir secepat mungkin ketika masyarakat mengalami musibah. Bantuan ini memang merupakan bantuan awal, tetapi kami berharap dapat meringankan kebutuhan keluarga yang terdampak,” ujar M Padli.

Menurut Padli, penanganan korban bencana tidak berhenti pada penyerahan bantuan awal.

BAZNAS juga perlu melihat kondisi warga secara langsung agar kebutuhan pascakejadian dapat dipetakan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Kebakaran sendiri terjadi pada Sabtu 12 September 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Sedikitnya empat rumah nonpermanen terdampak. Dua rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan dua rumah lainnya terdampak pada bagian dapur.

Dua warga juga sempat mendapatkan penanganan medis setelah mengalami syok akibat kejadian tersebut.

Penyaluran bantuan BAZNAS menjadi bagian dari respons awal untuk membantu keluarga korban memenuhi kebutuhan dasar setelah rumah mereka terdampak kebakaran.

Selain bantuan tunai, kondisi kerusakan rumah juga akan didata lebih lanjut. Pemerintah Kota Jambi nantinya akan menghitung kebutuhan material bangunan yang diperlukan dalam proses pemulihan.

Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.

“Hari ini kami menyerahkan bantuan tanggap darurat untuk kebutuhan dasar. Dari BAZNAS diberikan bantuan Rp2 juta per keluarga, ada empat keluarga, sehingga total Rp8 juta,” kata Maulana.

Ia menambahkan, pendataan kerusakan akan dilakukan untuk melihat kebutuhan bantuan berikutnya, termasuk bahan bangunan yang diperlukan dalam proses rekonstruksi.

Di balik penyaluran bantuan kepada korban, kebakaran di Tanjung Raden juga menjadi perhatian Pemkot Jambi dari sisi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di kawasan Seberang.

Menurut Maulana, petugas Damkartan tiba sekitar enam menit setelah menerima laporan.

Sebanyak 50 personel dikerahkan dengan dukungan 10 armada, terdiri dari satu armada komando, tujuh armada tempur dan tiga armada suplai air.

Sekitar 60 ribu liter air digunakan selama proses pemadaman hingga pendinginan.

Kecepatan penanganan menjadi krusial karena sebagian rumah di kawasan tersebut masih menggunakan material kayu dan berada di lingkungan permukiman yang cukup padat.

“Sebagian besar rumah berbahan kayu. Terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran cukup besar,” ujar Maulana.

Laporan awal menyebut kebakaran diduga bermula dari kebocoran regulator tabung gas dari salah satu rumah.

Namun, kondisi permukiman yang padat membuat api berpotensi dengan cepat merambat ke bangunan lain.

Kebakaran tersebut sekaligus mendorong Pemkot Jambi memperkuat layanan pemadam kebakaran di kawasan Seberang.

Pemkot berencana membangun markas Damkartan di Kecamatan Pelayangan dalam beberapa bulan ke depan.

Markas tersebut nantinya diharapkan memperkuat sistem bantuan antara Kecamatan Pelayangan dan Danau Teluk.

Dengan penempatan personel dan armada yang lebih dekat, waktu tempuh menuju lokasi kebakaran di kawasan Seberang diharapkan dapat ditekan.

“Beberapa bulan ke depan kita akan membangun markas Damkar di Kecamatan Pelayangan. Dua kecamatan ini nantinya bisa saling membackup,” kata Maulana.

Menurutnya, persoalan akses menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran di Seberang, terutama ketika terjadi kepadatan lalu lintas di Jembatan Aur Duri I dan Aur Duri II.

Karena itu, penguatan layanan tidak hanya dilakukan dengan menambah armada, tetapi juga mendekatkan basis personel dan peralatan pemadam ke wilayah yang memiliki risiko kebakaran.

Pasca kejadian, warga juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber kebakaran di lingkungan rumah.

Maulana meminta masyarakat rutin memeriksa regulator dan selang tabung gas serta memastikan tidak ada kebocoran.

Penggunaan sambungan listrik juga perlu diperhatikan. Warga diminta menghindari penggunaan terlalu banyak colokan yang berpotensi memicu percikan api.

Peralatan listrik yang tidak diperlukan juga sebaiknya dimatikan atau dicabut ketika rumah ditinggalkan.

Bagi BAZNAS Kota Jambi, bantuan tanggap bencana tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kepedulian kepada masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit.

Melalui Jambi Kota Peduli BAZNAS Tanggap Bencana, bantuan diharapkan tidak hanya menjadi respons sesaat.

Tetapi menjadi bagian dari dukungan bersama untuk membantu warga kembali memenuhi kebutuhan dasar dan memulihkan kehidupan setelah bencana.(*)




Usai Kebakaran Tanjung Raden, Wali Kota Maulana Siapkan Markas Damkar Baru di Pelayangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran yang menghanguskan dan merusak sejumlah rumah warga di RT 06, Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Jambi.

Selain menyalurkan bantuan kepada korban, pemerintah mulai mengevaluasi persoalan waktu respons dan akses layanan pemadam kebakaran di kawasan Seberang.

Kebakaran terjadi pada Sabtu 12 September 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Sedikitnya empat rumah nonpermanen terdampak. Dua rumah mengalami kerusakan berat, sementara dua lainnya terdampak pada bagian dapur.

Dua warga juga sempat mendapat penanganan medis setelah mengalami syok akibat kejadian tersebut.

Sehari setelah kebakaran, Wali Kota Jambi  turun langsung ke lokasi, Minggu 13 September 2026.

Ia datang bersama jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan), BPBD, Dinas Sosial, camat, lurah, BAZNAS Kota Jambi dan tokoh masyarakat.

Kunjungan itu tidak hanya untuk memastikan kondisi korban, tetapi juga melihat secara langsung persoalan yang dapat memengaruhi penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

Menurut Maulana, petugas Damkartan tiba sekitar enam menit setelah laporan diterima. Namun, karakter permukiman di Seberang Kota Jambi tetap menjadi tantangan tersendiri.

Sebagian rumah di kawasan Tanjung Raden masih menggunakan material kayu. Di tengah kondisi cuaca kering, api berpotensi menjalar lebih cepat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

“Sebagian besar rumah berbahan kayu. Terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang, potensi kebakaran cukup besar,” kata Maulana.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkartan mengerahkan 50 personel dengan dukungan 10 armada. Rinciannya, satu armada komando, tujuh armada tempur dan tiga armada suplai air.

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Sekitar 60 ribu liter air digunakan selama proses penanganan.

Laporan awal menyebut kebakaran diduga dipicu kebocoran regulator tabung gas dari salah satu rumah.

Meski penyebab tersebut masih berdasarkan laporan awal, kejadian ini kembali menunjukkan bahwa sumber api di lingkungan permukiman padat dapat berkembang menjadi persoalan besar dalam waktu singkat.

Terlebih, akses menuju kawasan Seberang Kota Jambi dapat menghadapi kendala ketika arus lalu lintas di Jembatan Aur Duri I dan Aur Duri II mengalami kepadatan.

Kondisi akses tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Jambi ingin memperkuat sistem pemadam kebakaran dari sisi wilayah, bukan hanya mengandalkan armada yang bergerak dari lokasi yang lebih jauh.

Pasca kejadian, Pemkot Jambi berencana membangun markas Damkartan di Kecamatan Pelayangan.

Rencana itu ditargetkan mulai disiapkan dalam beberapa bulan ke depan.

Kehadiran markas baru tersebut diharapkan membuat Pelayangan dan Danau Teluk dapat saling memberikan dukungan ketika terjadi kebakaran.

“Beberapa bulan ke depan kita akan membangun markas Damkar di Kecamatan Pelayangan. Dua kecamatan ini nantinya bisa saling membackup,” ujar Maulana.

Menurutnya, penguatan tersebut akan mencakup kesiapan personel dan armada.

Pemkot juga berharap adanya dukungan hibah sehingga kebutuhan kendaraan serta penempatan personel dapat diperkuat.

Langkah tersebut menjadi penting karena penanganan kebakaran bukan hanya persoalan jumlah armada.

Kecepatan mencapai lokasi juga sangat menentukan, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan dengan bangunan yang mudah terbakar.

Di sisi lain, Pemkot Jambi bersama BAZNAS Kota Jambi menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada empat keluarga yang terdampak.

Masing-masing keluarga menerima bantuan Rp2 juta. Total bantuan awal yang disalurkan BAZNAS mencapai Rp8 juta.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga setelah rumah mereka terdampak kebakaran.

Pemkot juga akan melakukan pendataan lebih lanjut untuk menghitung tingkat kerusakan. Hasil pendataan nantinya menjadi dasar untuk melihat kebutuhan bantuan material bangunan bagi proses pemulihan.

“Selanjutnya tim akan segera melakukan pendataan dan menghitung kebutuhan kerusakan untuk melihat bantuan bahan bangunan yang diperlukan dalam proses rekonstruksi,” kata Maulana.

Maulana juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan aspek keselamatan di dalam rumah.

Kebocoran gas, kondisi regulator dan selang tabung, hingga penggunaan sambungan listrik secara berlebihan menjadi sejumlah hal yang perlu diperiksa secara rutin.

Warga juga diminta memastikan peralatan listrik yang tidak diperlukan dalam keadaan mati atau dicabut ketika rumah ditinggalkan.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di kawasan permukiman padat, karena kebakaran pada satu rumah dapat dengan cepat mengancam bangunan di sekitarnya.

Pemkot Jambi berharap penguatan infrastruktur Damkartan, ditambah kewaspadaan masyarakat, dapat menekan risiko kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila musibah kembali terjadi.(*)




Kabut Asap di Kota Jambi Makin Jadi Perhatian, PJJ Diperpanjang dan Aktivitas Luar Ruang Ditiadakan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap yang masih memengaruhi kualitas udara membuat Pemerintah Kota Jambi kembali memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa usia dini dan sekolah dasar kelas bawah.

Kebijakan terbaru itu berlaku 14-16 September 2026 dan menyasar peserta didik jenjang TK/PAUD serta siswa SD kelas 1 sampai kelas 3.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 28 Tahun 2026 tentang Antisipasi Dampak Pencemaran Udara terhadap Kegiatan Belajar Mengajar di Lingkungan Satuan Pendidikan Kota Jambi.

Surat edaran ditandatangani Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., pada 13 September 2026.

Langkah ini diambil ketika kualitas udara di Kota Jambi belum sepenuhnya stabil.

Data pemantauan pada Minggu pukul 13.00 WIB menunjukkan ISPU Kota Jambi berada di angka 137, dengan PM2.5 menjadi parameter pencemar kritis.

Angka tersebut membuat Pemkot Jambi memilih pendekatan antisipatif, terutama untuk peserta didik usia lebih muda yang dinilai perlu mendapat perlindungan lebih selama kualitas udara belum membaik.

Perpanjangan PJJ tidak berlaku untuk seluruh peserta didik.

Siswa SD kelas 4-6 dan SMP kelas 7-9 tetap mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.

Meski demikian, sekolah diberi ruang untuk menyesuaikan atau memperpendek durasi pembelajaran dengan tetap memastikan tujuan dan capaian pembelajaran terpenuhi.

Sementara itu, siswa yang memiliki riwayat gangguan pernapasan atau penyakit penyerta diperbolehkan mengikuti pembelajaran dari rumah.

Artinya, sekolah tetap berjalan secara tatap muka, tetapi dengan penyesuaian berdasarkan kondisi kesehatan siswa dan perkembangan kualitas udara.

Pemkot Jambi juga menyiapkan skenario yang lebih luas apabila kualitas udara memburuk.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan, apabila ISPU berada di atas 200 atau masuk kategori sangat tidak sehat, seluruh satuan pendidikan jenjang TK/PAUD, SD dan SMP di Kota Jambi akan menerapkan PJJ atau pembelajaran daring.

Penerapan tersebut dilakukan berdasarkan pemberitahuan dari Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Dengan demikian, angka ISPU menjadi salah satu indikator penting yang menentukan apakah kegiatan belajar mengajar tatap muka masih dapat berlangsung.

Bukan hanya sistem pembelajaran yang diubah.

Selama pencemaran udara masih berlangsung, berbagai aktivitas siswa di ruang terbuka juga ditiadakan.

Kegiatan yang terdampak antara lain olahraga, upacara, apel dan aktivitas lain yang dilakukan di luar ruang kelas.

Sekolah juga diminta memastikan kondisi ruang kelas tetap nyaman serta mengoptimalkan perlindungan kesehatan peserta didik, termasuk penggunaan masker.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penyesuaian tidak hanya dilakukan pada metode pembelajaran, tetapi juga pada aktivitas sekolah yang berpotensi meningkatkan paparan siswa terhadap udara luar.

Pemkot Jambi turut meminta orang tua atau wali peserta didik ikut mengawasi kondisi kesehatan anak selama kabut asap masih menjadi persoalan.

Bagi siswa yang belajar dari rumah, aktivitas di luar rumah juga diminta dibatasi.

Jika terdapat peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap atau penurunan kualitas udara, sekolah diminta segera berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 mengenai penyelenggaraan layanan pendidikan di daerah terdampak asap kebakaran hutan.

Pemkot Jambi menegaskan kebijakan tersebut akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kualitas udara.

Jika situasi berubah, Dinas Pendidikan Kota Jambi akan menyampaikan pemberitahuan dan kebijakan lanjutan.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap berupaya menjaga proses pendidikan agar tidak terhenti.

Namun, ketika kualitas udara belum sepenuhnya aman, kesehatan dan keselamatan peserta didik ditempatkan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran.(*)




23 Wartawan Lulus UKW PWI Kota Jambi, Penguji Ingatkan: Kompetensi Harus Dibuktikan di Lapangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Predikat kompeten yang diperoleh wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bukan garis akhir.

Justru setelah ujian selesai, kemampuan tersebut harus diuji kembali melalui kualitas karya dan tanggung jawab jurnalistik di lapangan.

Pesan itu mengemuka dalam penutupan UKW PWI Kota Jambi Angkatan 14 yang digelar di Abadi Hotel Jambi, Sabtu 12 September 2026.

Dari 24 wartawan yang mengikuti ujian, sebanyak 23 peserta dinyatakan kompeten, sementara satu peserta belum kompeten. Adapun dua peserta lainnya tercatat tidak hadir.

UKW berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (11-12/9/2026), dengan peserta yang datang dari sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi serta beberapa daerah di luar Jambi.

Pelaksanaan ujian dibagi menjadi lima kelas. Rinciannya, dua kelas untuk jenjang muda, dua kelas madya, dan satu kelas utama.

Ketua Tim Penguji UKW PWI Pusat, Nurcholis, menegaskan bahwa ukuran seorang wartawan tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan tulisan.

Ada sejumlah kemampuan mendasar yang harus berjalan bersamaan agar kerja jurnalistik tetap profesional.

Empat aspek menjadi perhatian dalam proses pengujian, yakni skill, knowledge, awareness, dan leadership.

Skill berkaitan dengan kemampuan teknis jurnalistik, termasuk menulis, mengolah informasi, serta memahami materi yang menjadi objek pemberitaan.

Sementara knowledge mencakup pemahaman terhadap jurnalistik, pengetahuan umum, hingga pengetahuan khusus sesuai bidang penugasan.

Namun, menurut Nurcholis, kemampuan teknis saja tidak cukup.

Wartawan juga harus memiliki awareness, yakni kepekaan membaca sebuah peristiwa dan mengenali nilai berita di dalamnya.

Kepekaan tersebut menjadi salah satu pembeda antara sekadar menyampaikan informasi dengan menghasilkan berita yang benar-benar memiliki nilai bagi publik.

“Tujuannya adalah melatih sense of news kita, supaya berita kita punya news value,” ujar Nurcholis saat penutupan UKW.

Aspek berikutnya adalah leadership. Kemampuan ini tidak hanya dimaknai dalam konteks memimpin, tetapi juga menyangkut koordinasi, komunikasi dan tanggung jawab terhadap pekerjaan jurnalistik.

“Segala sesuatunya harus dikoordinasikan, dilaporkan,” katanya.

Nurcholis meminta wartawan yang dinyatakan kompeten tidak menjadikan hasil UKW sebatas pencapaian administratif atau kebanggaan pribadi.

Predikat tersebut, kata dia, membawa konsekuensi berupa tanggung jawab untuk mempertahankan standar profesional dalam setiap pekerjaan jurnalistik.

“Pesan Ketua Umum PWI Pusat agar menjaga marwah predikat kompeten, bukan hanya menjadi kebanggaan, tapi juga tanggung jawab,” ujarnya.

Karena itu, hasil ujian harus terlihat dalam praktik. Kemampuan wartawan akan benar-benar dinilai ketika kembali menghadapi dinamika lapangan, mengejar informasi, melakukan verifikasi, memilih sudut pandang pemberitaan dan menyajikannya kepada publik.

“Ujian ini adalah sebagai awal, bukan akhir. Pembuktiannya adalah di lapangan,” tegas Nurcholis.

Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah, berharap hasil UKW Angkatan 14 menjadi momentum bagi wartawan untuk memperkuat profesionalisme sekaligus meningkatkan kualitas produk jurnalistik.

Bagi peserta yang dinyatakan kompeten, hasil tersebut dinilai harus diikuti dengan konsistensi dalam menjalankan tugas.

“Bagi yang dinyatakan kompeten, tentu ini menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga profesionalisme dan kualitas dalam menjalankan tugas sebagai wartawan,” ujar Irwansyah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para penguji dari PWI Pusat dan Dewan Pers serta berbagai pihak yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan UKW.

Dukungan kegiatan tersebut antara lain berasal dari Polda Jambi, Hutama Karya Infrastruktur, Pemerintah Provinsi Jambi, Korem 042/Gapu, Kejaksaan Tinggi Jambi, Polresta Jambi, Pemerintah Kota Jambi, perusahaan, sponsor dan pihak lainnya.

Irwansyah berharap peningkatan kompetensi wartawan dapat berimbas langsung pada kualitas informasi yang diterima masyarakat.

Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menghasilkan berita yang profesional, berimbang dan memberi manfaat bagi publik.

Penutupan UKW PWI Kota Jambi Angkatan 14 kemudian diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan peserta. Rangkaian kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri”.(*)