451 WNA Tercatat Tinggal di Jambi, Imigrasi Perkuat Desa Binaan Cegah TPPO

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi mencatat sebanyak 451 warga negara asing (WNA) tinggal di wilayah Provinsi Jambi.

Data tersebut menjadi dasar penguatan pengawasan keimigrasian, sekaligus pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi, Petrus Teguh Afrianto, menyampaikan bahwa ratusan WNA tersebut tersebar di sejumlah wilayah kerja kantor imigrasi.

Rinciannya, 268 orang berada di wilayah Kantor Imigrasi Jambi, 122 orang di Kuala Tungkal, 33 orang di Kerinci, dan 28 orang di Bungo.

Menurut Petrus, keberadaan WNA di Jambi harus dipastikan memberikan dampak positif dan tidak menimbulkan persoalan sosial maupun pelanggaran hukum.

Oleh karena itu, Imigrasi menerapkan pengawasan secara menyeluruh, baik melalui langkah preventif maupun penindakan.

Sebagai bagian dari strategi pencegahan, Imigrasi Jambi juga mengembangkan Program Desa Binaan Imigrasi yang difokuskan pada wilayah rawan pekerja migran non-prosedural.

Dalam program ini, Imigrasi menempatkan Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) sebagai ujung tombak pengawasan berbasis masyarakat.

“Pimpasa berfungsi sebagai sarana edukasi kepada masyarakat sekaligus sistem peringatan dini terhadap potensi TPPO,” ujar Petrus.

Melalui desa binaan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal serta informasi resmi terkait layanan dan prosedur keimigrasian.

Informasi dari masyarakat juga menjadi bahan penting bagi Imigrasi untuk mencegah perekrutan tenaga kerja ilegal maupun pelanggaran keimigrasian lainnya.

Imigrasi menegaskan, setiap pelanggaran yang dilakukan WNA akan dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK), mulai dari deportasi, pencekalan, detensi, hingga proses hukum sesuai peraturan yang berlaku.

“Pengawasan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif. Tujuannya agar keberadaan WNA di Jambi benar-benar memberi manfaat dan tidak menimbulkan gangguan di tengah masyarakat,” tutup Petrus.(*)




Program Desa Binaan, Strategi Imigrasi Jambi Tangkal TPPO

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi menegaskan komitmennya dalam mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui penguatan pengawasan keimigrasian berbasis masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan Program Desa Binaan Imigrasi di wilayah rawan pekerja migran non-prosedural.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi, Petrus Teguh Afrianto, menjelaskan bahwa setiap desa binaan ditempatkan Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa), yang berperan sebagai ujung tombak edukasi dan sistem peringatan dini terhadap potensi TPPO.

Menurut Petrus, desa binaan diprioritaskan di daerah yang berpotensi menjadi kantong Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal.

Melalui pendekatan langsung ke masyarakat, Imigrasi memberikan pemahaman terkait risiko bekerja ke luar negeri secara tidak resmi serta informasi prosedur keimigrasian yang benar.

Selain fungsi edukatif, Pimpasa juga berperan dalam pengumpulan informasi sosial dari masyarakat.

Informasi tersebut menjadi bahan penting bagi Imigrasi dalam mengantisipasi perekrutan tenaga kerja ilegal maupun aktivitas orang asing yang tidak sesuai ketentuan.

Berdasarkan data terbaru Imigrasi, sebanyak 451 orang asing tercatat tinggal di Provinsi Jambi.

Jumlah tersebut tersebar di wilayah kerja Kantor Imigrasi Jambi, Kuala Tungkal, Kerinci, dan Bungo.

Imigrasi Jambi menegaskan bahwa, setiap pelanggaran keimigrasian akan ditindak tegas melalui Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK).

Mulai dari deportasi, pencekalan, detensi, hingga proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan.

Petrus menekankan bahwa pengawasan keimigrasian tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga pencegahan.

Tujuannya agar keberadaan orang asing di Jambi dapat memberikan manfaat serta tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.(*)




Cegah TPPO, Imigrasi Jambi Intensifkan Pengawasan WNA

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi terus meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing di Provinsi Jambi.

Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan daerah sekaligus mencegah potensi pelanggaran keimigrasian, termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi, Hubertus Hence, menegaskan bahwa pengawasan terhadap warga negara asing tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh imigrasi saja.

Diperlukan sinergi lintas sektor agar pengawasan berjalan efektif dan menyeluruh.

Menurut Hubertus, pengawasan juga mencakup WNI yang telah berubah status menjadi WNA maupun kelompok tertentu yang memiliki kewenangan hukum di instansi lain.

Oleh karena itu, koordinasi dengan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) serta instansi terkait menjadi hal penting.

Imigrasi Jambi secara rutin melakukan pengumpulan bahan keterangan melalui patroli lapangan, operasi gabungan, serta pemeriksaan administratif izin tinggal, termasuk pengecekan overstay.

Upaya ini bertujuan memastikan orang asing yang berada di Jambi mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.

Selain pengawasan langsung, Imigrasi Jambi juga menggandeng hotel dan penginapan untuk melaporkan data orang asing yang menginap.

Pelibatan pelaku usaha akomodasi ini dinilai penting sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi pelanggaran.

Dalam memperkuat pengawasan, Imigrasi Jambi mengoptimalkan peran Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta Badan Kesbangpol.

Koordinasi lintas instansi ini dinilai efektif dalam mengantisipasi berbagai potensi penyimpangan, termasuk masuknya paham radikal.

Hubertus mencontohkan koordinasi Timpora di wilayah Kerinci yang berjalan dengan baik sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.

Setiap temuan di lapangan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum melalui rekomendasi dari dinas teknis terkait.(*)




Libur Akhir Tahun, Volume Kendaraan di Tol Jambi Melonjak Tajam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan signifikan volume kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama periode Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Hingga 21 Desember 2025, total trafik harian pada ruas tol yang telah beroperasi mencapai 140.187 kendaraan atau naik 21,91 persen dibandingkan kondisi normal.

Khusus di Provinsi Jambi, ruas Tol Betung–Tempino Jambi (Bayung Lencir–Tempino) menunjukkan lonjakan trafik tertinggi.

Sebanyak 9.459 kendaraan tercatat melintasi ruas tersebut, meningkat drastis hingga 80,76 persen dibandingkan trafik normal.

Peningkatan ini seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan momen libur akhir tahun.

Hutama Karya terus melakukan pemantauan lalu lintas secara intensif guna memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan tol, khususnya pada jalur strategis yang menjadi penghubung utama antarprovinsi di Sumatera.

Selain Tol Jambi, sejumlah ruas lain juga mengalami kenaikan trafik, di antaranya Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih, serta Tol Pekanbaru–Dumai.

Sementara itu, beberapa ruas tol mencatat penurunan volume kendaraan akibat faktor konektivitas dan kondisi jalan.

Pada periode Nataru 2025/2026, Hutama Karya juga mengoperasikan beberapa ruas tol secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.

Tol Palembang–Betung (Kramasan–Pangkalan Balai) dan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 menjadi alternatif jalur yang dimanfaatkan masyarakat selama libur akhir tahun.

Sebagai bagian dari komitmen pelayanan, Hutama Karya mengimbau pengguna jalan tol agar selalu mempersiapkan kendaraan dengan baik, memastikan kondisi pengemudi tetap prima, serta memanfaatkan rest area apabila merasa lelah.

Pengguna juga diminta memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum memasuki gerbang tol.

Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas Tol Trans Sumatera, termasuk Tol Jambi, dapat dipantau melalui akun resmi media sosial Jalan Tol Hutama Karya serta aplikasi HK Toll Apps yang menyediakan pembaruan trafik secara real-time.(*)




Ditlantas Polda Jambi Sterilisasi Bahu Jalan, Jelang Puncak Ops Lilin 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Memasuki hari-hari awal Operasi Lilin 2025,  Ditlantas Polda Jambi melalui Subsatgas Rekayasa Lalu Lintas bergerak memastikan kelancaran arus mudik dan balik serta mobilisasi masyarakat.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Kompol Dr Novrizal, Senin (22/12/2025).

Personel Subsatgas dikerahkan untuk melakukan himbauan dan penertiban di titik rawan penyempitan jalan (bottleneck), khususnya di jalur Ateleri / Jalan Negara, yang kerap dipadati kendaraan karena parkir di bahu jalan.

Kasubdit Kamsel, Kompol Dr Novrizal, menjelaskan bahwa kegiatan ini fokus pada sterilisasi bahu jalan, menyasar kawasan strategis seperti SPBU Paal 10 dan Jalan Lingkar Barat 1, Kota Baru, Jambi.

“Area ini menjadi perhatian karena seringnya kendaraan besar maupun pribadi parkir liar di bahu jalan saat mengantre BBM atau beristirahat, sehingga berpotensi memicu kemacetan panjang di jalur arteri,” ujar Dr. Novrizal.

Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, menegaskan bahwa pihaknya menjamin kelancaran arus mudik menjelang puncak Natal dan Tahun Baru.

“Personel Subsatgas Rekayasa Lalu Lintas saat ini melakukan pengecekan mendalam dan memastikan bahu jalan bersih dari kendaraan yang parkir sembarangan,” kata Kombes Pol Adi Benny.

Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan lebar jalan, sehingga arus lalu lintas dari dan menuju Kota Jambi dapat berjalan lancar tanpa hambatan.(*)




Setelah 10 Tahun, Ekspor Kayu Manis Kerinci Kembali Langsung dari Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi (Karantina Jambi) Badan Karantina Indonesia memfasilitasi ekspor komoditas bubuk kulit kayu manis asal Kabupaten Kerinci ke Belanda.

Ekspor tersebut memiliki volume 15 ton dengan nilai hampir Rp1 miliar, dan diberangkatkan melalui Pelabuhan Talang Duku, Jambi.

Ekspor ini menjadi momentum penting karena merupakan ekspor langsung dari Jambi ke Belanda yang kembali dilakukan setelah hampir sepuluh tahun.

Sebelumnya, pengiriman kayu manis Kerinci dilakukan melalui Pelabuhan Panjang, Lampung.

“Ekspor bubuk kulit kayu manis asal Kerinci ini merupakan ekspor langsung dari Jambi ke Belanda yang kembali dilakukan setelah hampir sepuluh tahun. Karantina Jambi memastikan seluruh persyaratan karantina telah terpenuhi sesuai ketentuan negara tujuan,” ujar Kepala Karantina Jambi, Sudiwan Situmorang, Minggu (21/12).

Sudiwan menjelaskan bahwa, komoditas bubuk kulit kayu manis tersebut telah melalui tindakan karantina berupa pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).

Dengan demikian, komoditas memenuhi standar dan persyaratan ekspor internasional.

Sebagai jaminan keberterimaan di negara tujuan, Karantina Jambi menerbitkan sertifikat kesehatan karantina atau Phytosanitary Certificate (PC).

“Prosedur ekspor dilakukan sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Petugas karantina memeriksa kesehatan komoditas sebelum diekspor dan memastikan bebas dari OPTK, kemudian menerbitkan Phytosanitary Certificate,” jelas Sudiwan.

Dalam kurun waktu hampir satu dekade terakhir, ekspor kayu manis Kerinci dilakukan melalui Pelabuhan Panjang, Lampung.

Kembalinya aktivitas ekspor melalui Pelabuhan Talang Duku menunjukkan meningkatnya peran pelabuhan di Provinsi Jambi dalam mendukung arus ekspor komoditas pertanian unggulan daerah.

Sudiwan menegaskan bahwa Karantina Jambi terus berkomitmen memberikan pelayanan dan pendampingan kepada pelaku usaha ekspor.

Pihaknya juga akan terus mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah melalui penguatan sinergi dengan instansi terkait serta pelayanan prima.

“Upaya ini dilakukan untuk mendukung peningkatan daya saing produk pertanian dan perikanan Indonesia di pasar global,” pungkasnya.(*)




Dampak Nyata Program TJSL, UMKM Binaan Pertamina Juara UP2K PKK Kota Jambi 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kiprah pemberdayaan perempuan kembali mencatatkan prestasi membanggakan.

UMKM Cahaya Abadi Sejahtera, kelompok usaha ibu rumah tangga binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, berhasil meraih Juara 1 Kategori Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) mewakili Kelurahan Bakung Jaya pada ajang Pelaksana Terbaik Implementasi 10 Program Pokok PKK Kota Jambi Tahun 2025.

UMKM yang bergerak di bidang olahan ikan gabus ini merupakan binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha.

Kelompok ini dinilai unggul berdasarkan capaian kinerja, inovasi produk, serta konsistensi dalam memberdayakan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Ajang Pelaksana Terbaik Implementasi 10 Program Pokok PKK merupakan agenda tahunan Tim Penggerak PKK yang bertujuan memberikan apresiasi kepada kelompok PKK dan UP2K yang berhasil menjalankan program pemberdayaan secara efektif.

Penilaian meliputi aspek kelembagaan, partisipasi anggota, kualitas dan keamanan produk, keberlanjutan usaha, hingga dampak ekonomi yang dihasilkan.

Melalui pendampingan berkelanjutan, UMKM Cahaya Abadi Sejahtera telah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) serta sertifikasi halal sebagai bentuk komitmen terhadap standar mutu dan keamanan produk.

Salah satu produk unggulannya, kerupuk atom, juga terpilih untuk dipasarkan di Gerai UMKM Kantor Wali Kota Jambi, mewakili Kecamatan Paal Merah.

Pengelola UMKM Cahaya Abadi Sejahtera, Ria Sita, yang bergabung sejak 2023, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, pendampingan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sangat membantu kami meningkatkan kualitas produk, melengkapi perizinan, serta memperluas pemasaran hingga berhasil meraih Juara 1 UP2K mewakili Kelurahan Bakung Jaya,” ujarnya.

Saat ini, UMKM Cahaya Abadi Sejahtera telah menghasilkan sembilan varian produk olahan ikan gabus, di antaranya kerupuk, brownies, cookies, nugget, abon, hingga produk albumin.

Produk-produk tersebut dipasarkan dengan harga berkisar Rp15 ribu hingga Rp60 ribu, dengan omzet mencapai Rp87 juta.

Lurah Kelurahan Bakung Jaya, Purwanoto, menilai keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan dunia usaha.

“Capaian ini membuktikan ibu rumah tangga mampu menghasilkan produk berdaya saing jika mendapatkan pendampingan yang tepat. Kami mengapresiasi peran Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam memperkuat ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa prestasi tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang inklusif.

“Penghargaan ini menegaskan bahwa program TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berfokus pada pendampingan jangka panjang guna menumbuhkan kemandirian masyarakat. Penguatan UMKM pangan lokal berbasis ikan gabus merupakan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance, khususnya aspek sosial,” jelas Rusminto.

Melalui capaian ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut berkontribusi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 Tanpa Kemiskinan, Tujuan 5 Kesetaraan Gender, dan Tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.(*)




Upah Minimum Kota Jambi 2026 Direkomendasikan Naik, Cek Besarannya di Sini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Tenaga Kerja, UMKM, dan Koperasi Kota Jambi telah membahas dan mengusulkan besaran Upah Minimum Kota (UMK) Jambi untuk tahun 2026.

Kenaikan ini diharapkan memberikan penghargaan kepada para pekerja yang berkontribusi bagi pembangunan ekonomi daerah.

Kepala Disnaker, UMKM, dan Koperasi Kota Jambi, Liana Andirani, menyatakan bahwa besaran UMK 2026 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, yakni diperkirakan sebesar 7 persen.

“Angka ini telah disepakati Dewan Pengupahan Kota Jambi beberapa waktu lalu. Tinggal di tandatangani pak wali,” ujarnya.

Setelah itu nantinya, pihaknya mengusulkan besaran UMK Jambi 2026 kepada Gubernur Jambi untuk disahkan, dengan harapan penetapannya dilakukan pada bulan ini, mengingat UMK berlaku mulai 1 Januari 2026.

Sejarah Kenaikan UMK Jambi

UMK Jambi menunjukkan tren kenaikan tiap tahun. Beberapa catatan kenaikannya antara lain:

  • 2019: Rp2,6 juta → 2020: Rp2,84 juta

  • 2021: Rp2,93 juta

  • 2022: Rp2,972 juta

  • 2023: Rp3,230 juta

  • 2024: Rp3,387 juta

  • 2025: Rp3,607 juta

Sementara Upah Minimum Provinsi (UMP) Jambi 2026 direkomendasikan naik menjadi Rp3.471.000.

Kenaikan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, yang menetapkan mekanisme penetapan UMP melalui Dewan Pengupahan Provinsi.

PP tersebut juga mengatur rentang kenaikan upah 0,5 hingga 0,9, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya 0,1–0,3.

Proses Penetapan UMP dan UMK Jambi 2026

Kepala Disnakertrans Provinsi Jambi, Akhmad Bestari, menjelaskan bahwa Dewan Pengupahan telah menggelar rapat penetapan UMP pada Kamis lalu, dihadiri Apindo, serikat pekerja, pemerintah daerah, BPS, dan akademisi.

Dalam rapat tersebut, disepakati nilai alfa sebesar 0,7, yang kemudian dihitung dalam formula nasional, menghasilkan kenaikan UMP Jambi sekitar Rp236 ribu atau 7,33 persen dari sebelumnya.

Indikator penetapan meliputi pertumbuhan ekonomi Jambi (5,08 persen), inflasi (3,77 persen), dan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) mendekati 3,9.

Selain UMP, Dewan Pengupahan juga menetapkan Upah Minimum Sektoral (UMS) untuk dua sektor utama:

  • Perkebunan kelapa sawit: Rp3,5 juta

  • Pertambangan: Rp3,57 juta

UMP Jambi 2026 yang telah direkomendasikan akan diserahkan ke Gubernur Jambi untuk disahkan.

Setelah ditetapkan, UMP menjadi acuan penetapan UMK, yang harus lebih tinggi dari UMP.

Pemerintah menegaskan, perusahaan yang tidak menerapkan UMP sesuai ketentuan akan dikenakan sanksi administratif hingga pidana.

Namun tersedia mekanisme perundingan dengan serikat pekerja bagi perusahaan yang belum mampu menerapkan UMP.(*)




Banjir Kiriman Masih Mengancam, BPBD Minta Warga Kota Jambi Waspada! Cek di Sini Wilayahnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyampaikan hasil pengamatan Tinggi Muka Air (TMA) pada Pos Duga Air BWS Sumatera VI yang tersebar di Wilayah Sungai (WS) Batanghari per Minggu (21/12/2025).

Dari 43 titik pantau, beberapa lokasi menunjukkan kenaikan TMA signifikan, sementara sebagian besar lainnya mengalami penurunan.

Menurut Doni, dari total titik pantau, terdapat tiga lokasi dengan kenaikan TMA kumulatif lebih dari 1 meter, sementara 19 lokasi mengalami kenaikan, 1 titik tetap, dan 14 titik mengalami penurunan.

Hanya terdapat satu lokasi, yaitu TMA Rimbo Bujang, yang mencapai batas muka air banjir.

Pengamatan di Sungai Batanghari, khususnya pos Tanggo Rajo, menunjukkan TMA berada pada 12,60 meter, masih di bawah batas siaga III yaitu 13,87 meter, dengan selisih 1,27 meter.

“Namun masyarakat tetap harus waspada,” ujar Doni Sumatriadi.

Doni menekankan, wilayah Kota Jambi yang rawan banjir meliputi Danau Teluk, Pelayangan, Danau Sipin, Telanaipura, Pasar Jambi, dan Jambi Timur.

Masyarakat di kawasan ini diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai atau dataran rendah.

“Banjir kiriman dari hulu masih menjadi ancaman di wilayah rawan,” kata Doni.

“Kami terus memantau kondisi air dan berkoordinasi untuk langkah mitigasi agar risiko dampak banjir dapat diminimalkan,” tambahnya.

Beberapa lokasi pantau belum menyampaikan data atau datanya tidak lengkap.

Sehingga BPBD Kota Jambi tetap melakukan pemantauan rutin untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir.(*)




Libur Nataru 2025/2026, 9.473 Kendaraan Melintas di Tol Betung–Tempino Jambi

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus memantau perkembangan lalu lintas kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

Hingga 20 Desember 2025, volume kendaraan tercatat mengalami peningkatan signifikan seiring tingginya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.

Secara kumulatif, total trafik harian pada seluruh ruas tol yang telah beroperasi mencapai 132.863 kendaraan.

Angka tersebut meningkat sebesar 37,69 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Hutama Karya dalam memastikan layanan jalan tol tetap aman, lancar, dan nyaman bagi pengguna.

Berdasarkan data rekapitulasi, beberapa ruas tol mengalami lonjakan trafik cukup tinggi.

Ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka) dilalui 17.172 kendaraan atau naik 27,45 persen.

Tol Palembang–Prabumulih mencatat 17.344 kendaraan atau meningkat 29,11 persen.

Tol Bengkulu–Taba Penanjung dilalui 2.392 kendaraan atau naik 10,64 persen.

Lonjakan tertinggi terjadi di Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi 3 dan 4 dengan 9.473 kendaraan atau meningkat 86,59 persen dari kondisi normal.

Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dilalui 7.716 kendaraan, Tol Pekanbaru–Dumai sebanyak 18.636 kendaraan.

Tol Indrapura–Kisaran mencatat 11.602 kendaraan, masing-masing mengalami peningkatan di atas 20 persen.

Sementara itu, Tol Padang–Sicincin mencatat penurunan trafik sebesar 48,23 persen akibat terputusnya konektivitas dari arah Padang menuju Bukittinggi.

Sebaliknya, Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) mengalami peningkatan signifikan dengan 5.482 kendaraan atau naik 65,47 persen.

Untuk ruas tol yang dioperasikan secara fungsional selama periode Nataru 2025/2026, Tol Palembang–Betung Seksi 2 (Musi Landas–Pulau Rimau) mencatat trafik sebanyak 2.730 kendaraan sejak dibuka pada 20 Desember 2025.

Sementara Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) yang beroperasi sejak 7 Desember 2025 dilalui 1.893 kendaraan.

Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama libur Nataru melalui kesiapan petugas, sarana pendukung, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Perusahaan juga mengimbau pengguna jalan tol untuk memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, memanfaatkan rest area untuk beristirahat, serta memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum memasuki tol.

Informasi terkini terkait kondisi lalu lintas dan layanan JTTS dapat dipantau melalui akun resmi media sosial @hutamakaryatollroad maupun aplikasi HK Toll Apps yang menyediakan pembaruan lalu lintas secara real-time.(*)