Kenduri Sko 2026 Sungai Penuh, Gubernur Jambi Terima Gelar Adat Kehormatan Baru

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH yang juga bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam kembali menerima penghargaan adat kehormatan dari Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh. Dalam prosesi adat Kenduri Sko 2026 yang digelar di Tanah Mendapo Kota Sungai Penuh, Sabtu 04 Juli 2026, Al Haris dianugerahi gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh.

Penganugerahan gelar tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan adat bertema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab”, yang turut dihadiri tokoh adat, kepala daerah, serta masyarakat dari wilayah Enam Luhah Sungai Penuh.

Selain Gubernur Jambi, sejumlah pejabat daerah juga menerima gelar adat kehormatan. Di antaranya Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. yang bergelar Depati Susun Negroi Tanoh Sungei Pnoh, Bupati Kerinci Monadi dengan gelar Depati Sinar Bumi Sakti, serta Sekda Kota Sungai Penuh Alpian yang menerima gelar Depati Setiawan Negroi Sungai Pnoh.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepercayaan yang diberikan lembaga adat.

Ia menekankan bahwa kemajuan pembangunan daerah tidak boleh menggeser posisi adat dan tradisi yang menjadi identitas masyarakat.

Menurutnya, adat bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga sistem nilai yang mengatur keseimbangan hubungan manusia dengan alam dan Tuhan.

“Adat bagi masyarakat Sungai Penuh dan Provinsi Jambi bukan sekadar tradisi. Adat adalah cara kita memahami hidup, menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah,” ujar Al Haris.

Ia juga menyoroti bahwa pelaksanaan Kenduri Sko kali ini memiliki makna historis karena baru kembali digelar setelah hampir dua dekade, sejak terakhir kali dilaksanakan saat Sungai Penuh masih menjadi bagian dari Kabupaten Kerinci.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat pelestarian adat, khususnya di kalangan generasi muda yang hidup di tengah arus modernisasi dan digitalisasi.

Al Haris juga memberikan apresiasi kepada para tokoh adat dan masyarakat yang terus menjaga tradisi leluhur.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan tidak terpecah oleh dinamika politik maupun kontestasi daerah.

“Kita ini satu, kita satu Sakti Alam Kerinci,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Jambi turut menekankan pentingnya sinergi antar pemerintah daerah, termasuk hubungan harmonis antara Wali Kota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci, yang dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas dan pembangunan kawasan.

Di akhir sambutannya, Al Haris mendorong agar lembaga adat terus diperkuat dalam menjaga simbol-simbol budaya serta rumah adat sebagai bagian dari identitas daerah yang harus diwariskan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyatakan bahwa Pemerintah Kota mendukung penuh pelaksanaan Kenduri Sko 2026 sebagai agenda budaya yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik pariwisata daerah.

Rangkaian kegiatan Kenduri Sko turut dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, mulai dari pencak silat, Tari Iyo-Iyo, Tari Rangguk, Tari Sekapur Sirih, hingga Tari Asoak yang menampilkan kekayaan budaya Kerinci dan Sungai Penuh.(*)




Kolombia Lolos ke 16 Besar! Gol Jhon Arias Singkirkan Ghana dari Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Kolombia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Ghana dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Kansas City Stadium, Sabtu 4 Juli 2026.

Gol semata wayang Jhon Arias pada babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut.

Kemenangan ini membawa Los Cafeteros melangkah ke fase berikutnya untuk menghadapi Swiss dalam perebutan tiket perempat final.

Gol Cepat Arias Bawa Kolombia Unggul

Laga berlangsung terbuka sejak menit awal dengan kedua tim sama-sama tampil agresif.

Kolombia lebih dulu kehilangan Jhon Cordoba yang mengalami cedera pada menit kedelapan. Penyerang tersebut digantikan Luis Suarez.

Tak lama berselang, Ghana juga melakukan pergantian setelah Marvin Senaya mengalami cedera dan posisinya digantikan Alidu Seidu.

Perubahan itu justru memberi dampak positif bagi Kolombia.

Pada menit ke-14, Luis Suarez mengirim umpan silang dari sisi kanan yang disambut Jhon Arias dengan penyelesaian akurat di dalam kotak penalti.

Bola meluncur ke gawang Ghana dan membawa Kolombia unggul 1-0.

Setelah mencetak gol, Kolombia semakin percaya diri mengendalikan permainan.

Luis Diaz sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh, tetapi kiper Lawrence Ati-Zigi masih mampu mengamankan bola.

Menjelang turun minum, Johan Mojica hampir menggandakan keunggulan melalui sundulan memanfaatkan umpan Daniel Munoz.

Namun, Zigi kembali tampil gemilang menjaga gawang Ghana tetap aman.

VAR Gagalkan Gol Luis Diaz

Memasuki babak kedua, Kolombia tetap tampil dominan dan terus menekan pertahanan Ghana.

Lawrence Ati-Zigi kembali dipaksa bekerja keras dengan menggagalkan peluang Gustavo Puerta dan Luis Diaz dalam rentang awal babak kedua.

Kolombia sebenarnya sempat mencetak gol kedua pada menit ke-57 melalui Luis Diaz.

Namun setelah ditinjau melalui VAR, gol tersebut dianulir karena sang winger lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Di sisi lain, Ghana mulai meningkatkan tekanan demi mengejar ketertinggalan.

Tim asuhan Carlos Queiroz mencoba membangun serangan dari berbagai sisi lapangan, tetapi lini belakang Kolombia tampil disiplin dalam meredam setiap ancaman.

Pada menit ke-80, Davinson Sanchez hampir memperbesar keunggulan Kolombia melalui sundulan hasil situasi bola mati.

Akan tetapi, Lawrence Ati-Zigi kembali menunjukkan refleks impresif untuk menggagalkan peluang tersebut.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Kolombia.

Hasil ini mengantarkan Los Cafeteros ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, sementara Ghana harus mengakhiri perjalanan mereka di fase gugur.

Susunan Pemain

Kolombia (4-3-3): Camilo Vargas; Johan Mojica, Jhon Lucumi, Davinson Sanchez, Daniel Munoz; Jhon Arias, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta; Luis Diaz, Jhon Cordoba, James Rodriguez.

Pelatih: Nestor Lorenzo.

Ghana (4-3-3): Lawrence Ati-Zigi; Gideon Mensah, Richard Ofori Opoku, Derrick Luckassen, Marvin Senaya; Abu Francis Sibo, Thomas Partey, Yirenkyi; Antoine Semenyo, Andre Ayew, Ernest Nuamah Williams.

Pelatih: Carlos Queiroz.(*)




Tampil Memukau di APEKSI 2026, Kontingen Kota Jambi Raih Penghargaan 5 Besar Terbaik

MEDAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Kontingen Kota Jambi menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Karnaval Budaya Nusantara yang menjadi bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan, Kamis 2 Juli 2026 malam.

Mengusung kekayaan budaya Melayu Jambi, kontingen yang dipimpin langsung Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Ketua TP PKK Kota Jambi, Nadiyah, sukses masuk dalam lima penampilan terbaik dari 98 kota peserta Rakernas APEKSI.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap kesesuaian tema, kreativitas, serta kedisiplinan peserta selama mengikuti Karnaval Budaya Nusantara yang mengangkat tema “The Sparkling of Local Heroes and Culture”.

Budaya Melayu Jambi Jadi Sorotan

Karnaval berlangsung meriah dengan rute Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani (Kawasan Kesawan), hingga Lapangan Merdeka, Kota Medan.

Dalam parade tersebut, Maulana dan Nadiyah tampil mengenakan busana adat Melayu Jambi bernuansa hitam dan emas yang menjadi simbol kemegahan budaya daerah.

Tak hanya menghadirkan busana adat, Kota Jambi juga menampilkan atraksi budaya yang melibatkan pelajar berprestasi tingkat SMP, termasuk para pemenang Festival Angso Duo.

Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian dewan juri maupun ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval.

Raih Penghargaan Nasional

Berkat penampilan yang dinilai kreatif dan mampu merepresentasikan identitas budaya daerah, Kota Jambi masuk dalam lima besar kota dengan performa terbaik bersama Kota Tangerang, Kota Semarang, Kota Bandung, dan Kota Malang.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Pemerintah Kota Medan sebagai bentuk apresiasi kepada kontingen terbaik pada Karnaval Budaya Nusantara APEKSI 2026.

Maulana mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki daya saing di tingkat nasional sekaligus menjadi media promosi daerah.

“Melalui kegiatan ini kita menunjukkan identitas budaya Kota Jambi di hadapan seluruh kota di Indonesia. Setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing dan inilah momentum untuk memperkenalkannya kepada publik yang lebih luas,” ujarnya.

Apresiasi untuk Generasi Muda

Menurut Maulana, keberhasilan kontingen Kota Jambi tidak terlepas dari kerja sama seluruh tim, termasuk para pelajar yang telah menjalani berbagai latihan sebelum tampil di Medan.

Ia mengapresiasi semangat generasi muda yang ikut membawa nama baik Kota Jambi melalui pertunjukan seni dan budaya.

“Alhamdulillah anak-anak kita yang sebelumnya juga berprestasi di berbagai festival mampu menunjukkan penampilan terbaik di tingkat nasional dan berhasil membawa pulang penghargaan,” katanya.

Budaya Harus Mendunia

Maulana menilai setiap karya budaya yang ditampilkan dalam Karnaval Nusantara bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi representasi kekayaan identitas bangsa yang layak dipromosikan hingga tingkat internasional.

Menurutnya, kolaborasi antar daerah melalui APEKSI menjadi ruang penting untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

“Kita memiliki karya budaya yang luar biasa. Ini bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga aset bangsa yang harus terus kita perjuangkan agar dikenal dunia,” tuturnya.

Meski sempat diguyur hujan, antusiasme peserta dan masyarakat tidak surut.

Karnaval Budaya Nusantara tetap berlangsung semarak dan ditutup dengan pertunjukan tari kolosal yang dibawakan ratusan penari dari Kota Medan selaku tuan rumah.

Selain dihadiri para wali kota dari 98 daerah, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua APEKSI Eri Cahyadi, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Medan.(*)




Respons 10 Menit, Damkar Jambi Berhasil Kendalikan Api di Area Lapangan Tembak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran tumpukan ban terjadi di area lapangan tembak Perbankin, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Jumat 3 Juli 2026 pagi.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi berhasil merespons cepat dengan waktu tiba di lokasi hanya 10 menit setelah laporan diterima.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan kebakaran masuk melalui layanan WhatsApp Damkar, telepon, dan Call Center 112 pada pukul 09.17 WIB.

Petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pukul 09.27 WIB.

“Begitu laporan diterima, tim langsung diberangkatkan. Respon time kita 10 menit dan api berhasil dikendalikan agar tidak meluas ke area sekitar,” ujar Mustari.

Berdasarkan keterangan awal di lokasi, kebakaran berawal saat seorang pelapor, Ichsan, melakukan pembersihan area lapangan tembak yang rencananya digunakan untuk kegiatan olahraga menembak.

Dalam proses tersebut, pelapor membakar sampah dan kayu di sekitar tumpukan ban.

Setelah merasa api padam, pelapor sempat meninggalkan lokasi untuk beristirahat.

Namun beberapa saat kemudian, asap hitam kembali terlihat muncul dari tumpukan ban.

Api kemudian kembali menyala dan dengan cepat membesar karena material ban yang mudah terbakar.

Upaya pemadaman awal menggunakan air seadanya tidak berhasil, hingga akhirnya laporan disampaikan ke Damkartan Kota Jambi.

Dalam penanganan kejadian tersebut, Damkartan Kota Jambi mengerahkan sekitar 40 personel dari pleton 1 Mako.

Tim juga membawa armada komando, dua unit armada tempur, serta tiga unit armada suplai air.

Petugas turut berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik di sekitar lokasi guna menghindari potensi bahaya tambahan selama proses pemadaman berlangsung.

“Hambatan di lapangan cukup menantang, terutama akses masuk yang terbatas dan jarak titik api dari jalan utama. Namun seluruh personel tetap bekerja maksimal hingga api padam,” jelas Mustari.

Proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Petugas menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses lokasi yang tertutup pagar tembok tinggi.

Hingga medan di sekitar titik kebakaran yang menyulitkan pembentangan selang.

Kondisi rumput dan area terbatas di sekitar lokasi juga turut memperlambat proses awal pemadaman.

Meski demikian, api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke area lain di sekitar lapangan tembak.

Operasi pemadaman berlangsung sekitar 1 jam 30 menit dengan estimasi penggunaan air mencapai 20.000 liter.

Tidak digunakan cairan foam dalam proses pemadaman.

Dari hasil penelusuran awal, kebakaran diduga dipicu oleh sisa pembakaran sampah yang tidak sepenuhnya padam.

Bara api yang tersisa kemudian tertiup angin dan menyambar tumpukan ban yang mudah terbakar.

“Ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah di ruang terbuka sangat berisiko, apalagi di dekat material seperti ban,” kata Mustari.

Selain Damkartan Kota Jambi, penanganan di lokasi juga melibatkan PLN, PSC 119, Polsek Kota Baru, Babinsa, pihak kecamatan dan kelurahan, TRC Redkar, serta Tagana Dinas Sosial.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi dinyatakan aman. Seluruh personel Damkartan kembali ke markas pada pukul 10.44 WIB.(*)




Kritik Tajam DPR RI, Fasha Soroti Ketimpangan Energi dan Blackout di Sumatera

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi NasDem, Syarif Fasha, melontarkan kritik keras terhadap PT PLN (Persero) terkait pemerataan layanan kelistrikan di Sumatera, khususnya di Provinsi Jambi.

Ia menilai masih terdapat ketimpangan serius dalam distribusi energi nasional, di mana daerah penghasil sumber daya seperti batu bara justru belum sepenuhnya menikmati layanan listrik yang stabil dan merata.

Fasha menegaskan, pembangunan sektor kelistrikan nasional tidak boleh hanya terpusat di Pulau Jawa, sementara wilayah penghasil energi di daerah lain masih menghadapi persoalan pemadaman dan gangguan pasokan.

“Sumatera ini kaya batu bara, Jambi salah satunya, tetapi kita belum benar-benar berdaulat energi. Jangan sampai daerah penghasil justru tidak mendapatkan keadilan dalam pelayanan listrik,” ujarnya.

Soroti Blackout di Sumatera

Fasha juga menyinggung insiden pemadaman listrik berskala luas (blackout) yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.

Menurutnya, gangguan tersebut diduga berkaitan dengan sistem transmisi, termasuk yang terjadi di kawasan Bungo, Jambi.

Ia menilai kejadian tersebut menjadi indikasi bahwa sistem keandalan listrik di wilayah Sumatera masih perlu diperkuat secara serius.

“Sumatera beberapa kali mengalami gangguan listrik. Ini menunjukkan sistem kita belum cukup kuat, padahal daerah ini merupakan salah satu penopang energi nasional,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti masih terjadinya pemadaman bergilir di beberapa daerah, meski wilayah tersebut memiliki potensi energi yang besar.

“Kita sering dengar energi kita melimpah, tapi kenyataannya listrik masih bergilir. Kapan Jambi benar-benar merasakan kedaulatan energi?” lanjutnya.

Desak Percepatan Infrastruktur Energi

Dalam keterangannya, Fasha turut menyinggung persoalan infrastruktur energi di Sumatera, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) serta optimalisasi pemanfaatan batu bara di daerah penghasil.

Ia menegaskan bahwa pemerataan pembangunan energi harus menjadi prioritas agar tidak terjadi kesenjangan antarwilayah.

“Di Kalimantan batu bara melimpah, tapi masih ada wilayah yang listriknya bergilir. Hal yang sama jangan sampai terjadi di Sumatera, khususnya Jambi. Daerah penghasil harus diprioritaskan,” tegasnya.

Soroti Tata Kelola Infrastruktur PLN

Selain isu pasokan listrik, Fasha juga menyoroti penataan infrastruktur kelistrikan, khususnya persoalan kabel listrik PLN yang kerap bercampur dengan jaringan kabel telekomunikasi.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan teknis hingga risiko keselamatan jika tidak segera dibenahi.

“Ini harus ditata dengan baik. Jangan sampai kabel listrik dan kabel internet tumpang tindih tanpa perencanaan yang jelas,” ujarnya.

Dorong Pemerataan Energi Nasional

Fasha menegaskan akan terus mendorong pemerintah serta PLN untuk mempercepat pemerataan infrastruktur energi di seluruh Indonesia.

Ia menilai keadilan energi menjadi kunci penting dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.

“Pemerataan energi harus menjadi prioritas. Tidak boleh ada lagi kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa, terutama daerah penghasil energi seperti Jambi,” tutupnya.(*)




Ikuti Ladies Program APEKSI 2026, Ketua TP PKK Kota Jambi Serap Inovasi Pemberdayaan Perempuan

MEDAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., memanfaatkan keikutsertaannya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 sebagai ruang belajar dan bertukar pengalaman mengenai pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, hingga pengembangan UMKM.

Selama pelaksanaan Rakernas APEKSI yang berlangsung di Kota Medan pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026, Nadiyah mengikuti berbagai agenda khusus yang diperuntukkan bagi para pendamping wali kota dari seluruh Indonesia melalui rangkaian Ladies Program.

Selain mendampingi Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., pada sejumlah agenda resmi, Nadiyah aktif mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari Indonesia City Expo (ICE) 2026, pentas seni, senam bersama, penanaman pohon, peresmian Monumen APEKSI hingga bazar kuliner yang memperkenalkan beragam potensi daerah.

Dalam salah satu agenda, para pendamping kepala daerah juga diajak menikmati suasana Kota Medan menggunakan becak motor, transportasi khas yang menjadi bagian dari pengenalan budaya lokal kepada para peserta Rakernas.

Bagi Nadiyah, seluruh rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi kesempatan memperluas wawasan melalui diskusi dan berbagi pengalaman dengan para pendamping kepala daerah dari berbagai kota.

“Melalui kegiatan ini kami belajar banyak, termasuk mengenai public speaking, bagaimana membangun rasa percaya diri dan komunikasi yang efektif agar mampu menyampaikan ide kepada masyarakat. Sebagai istri wali kota, tentu kami juga memiliki peran untuk sering tampil di ruang publik,” ujar Nadiyah, Kamis 2 Juli 2026 malam.

Ia mengatakan, salah satu agenda yang paling bermanfaat adalah sesi berbagi praktik terbaik (best practice) terkait program PKK dan Posyandu yang telah diterapkan di berbagai daerah.

Menurutnya, forum tersebut memberi kesempatan bagi setiap daerah untuk saling bertukar pengalaman sekaligus mencari solusi atas tantangan yang hampir serupa.

“Dalam forum itu kami saling berbagi pengalaman. Program yang terbukti berhasil di daerah lain bisa menjadi referensi untuk diterapkan di Kota Jambi, karena tantangan yang dihadapi setiap daerah pada dasarnya tidak jauh berbeda,” katanya.

Selain mengikuti Ladies Program, Nadiyah juga mengunjungi berbagai stan pada Indonesia City Expo 2026 yang menampilkan produk unggulan UMKM, ekonomi kreatif, destinasi wisata, hingga inovasi pelayanan publik dari pemerintah kota di seluruh Indonesia.

Ia menilai pameran tersebut membuka peluang kolaborasi sekaligus menjadi inspirasi dalam mendorong pengembangan produk lokal dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Keikutsertaan Ketua TP PKK Kota Jambi dalam Rakernas APEKSI diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama antardaerah.

Serta menghadirkan berbagai inovasi baru yang dapat diimplementasikan dalam program pemberdayaan keluarga, penguatan peran perempuan, pengembangan UMKM, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Jambi.

Rakernas XVIII APEKSI sendiri menjadi forum nasional yang mempertemukan pemerintah kota se-Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, berbagi praktik terbaik, serta mempromosikan potensi daerah melalui berbagai agenda, termasuk Indonesia City Expo dan Ladies Program.(*)




Wali Kota Jambi Suarakan Isu Krusial Daerah di Rakernas APEKSI, dari Dana Transfer hingga SDM

MEDAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis yang mewakili pemerintah kota di wilayah Sumatera Bagian Selatan dalam Sidang Pleno Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Kamis 2 Juli 2026 malam.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) II APEKSI Sumatera Bagian Selatan, Maulana menyoroti berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi tantangan utama pemerintah daerah, mulai dari penguatan fiskal, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga akses pembiayaan pembangunan.

Sidang pleno tersebut dihadiri delegasi dari 98 pemerintah kota di Indonesia dan menjadi forum penyampaian berbagai rekomendasi hasil Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) II APEKSI yang digelar di Kota Jambi pada 26–28 November 2025.

Maulana menjelaskan, salah satu rekomendasi utama yang dibawa Komwil II adalah perlunya penguatan pembangunan daerah melalui kebijakan fiskal yang lebih berpihak kepada pemerintah daerah.

Menurutnya, pemerintah pusat perlu mempertahankan sekaligus mengoptimalkan dana transfer ke daerah dengan mekanisme pembagian dana bagi hasil yang transparan, objektif, dan mampu menjawab kebutuhan riil pemerintah kota.

“Dari Muskomwil tersebut lahir sejumlah rekomendasi agar Dewan Pengurus APEKSI terus memperjuangkan program kerja Komwil II sekaligus memperkuat pembangunan daerah melalui dukungan pemerintah pusat,” ujar Maulana.

Selain itu, Komwil II juga mengusulkan penyempurnaan skema Dana Alokasi Umum (DAU) dengan mempertimbangkan tantangan yang dihadapi daerah, termasuk kebutuhan pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN), dukungan pendanaan untuk proyek strategis daerah, serta penyesuaian gaji dan tunjangan kepala daerah yang dinilai perlu disesuaikan dengan tanggung jawab jabatan.

Maulana juga meminta pemerintah pusat meninjau kembali ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), khususnya terkait batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen.

Di sektor pembangunan kawasan, Maulana menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, terutama pada ruas yang menghubungkan wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Menurutnya, infrastruktur tersebut akan berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi logistik, mobilitas masyarakat, hingga ketahanan pangan di kawasan.

“Kami mendorong APEKSI bersama pemerintah pusat mempercepat penyelesaian Tol Sumatera karena menyangkut akses barang, akses pangan, dan mobilitas masyarakat,” katanya.

Selain jalan tol, Maulana turut menyoroti masih terbatasnya layanan transportasi publik dan jaringan perkeretaapian di sejumlah wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Ia berharap pemerintah pusat memberikan dukungan terhadap pengembangan sistem transportasi perkotaan sekaligus pembangunan jalur kereta api yang mampu menghubungkan daerah-daerah di kawasan tersebut.

Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, Komwil II APEKSI juga mengusulkan pemerataan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Beberapa usulan yang disampaikan antara lain penambahan lokasi pembangunan Sekolah Garuda di wilayah Sumatera Bagian Selatan, pembangunan rumah sakit tematik untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat, serta revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja daerah.

Tak hanya itu, Maulana juga berharap pemerintah daerah diberi ruang yang lebih luas untuk memperoleh sumber pembiayaan pembangunan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui regulasi yang lebih sederhana dan berkeadilan.

Menutup laporannya, Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran APEKSI atas terselenggaranya Rakernas XVIII dan berharap seluruh rekomendasi yang dihasilkan dapat diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai bahan penyusunan kebijakan nasional.

“Semoga Rakernas ini menghasilkan keputusan terbaik bagi seluruh pemerintah kota dan semakin memperkuat sinergi membangun kota yang tangguh menuju bangsa yang berdaulat,” tutupnya.

Dalam sidang pleno tersebut, seluruh komisariat wilayah APEKSI juga menyampaikan berbagai usulan strategis lainnya, mulai dari pengelolaan sampah, penanganan banjir, digitalisasi pemerintahan, hingga percepatan pembangunan infrastruktur, yang selanjutnya diharapkan menjadi rekomendasi resmi APEKSI kepada Presiden Republik Indonesia.(*)




Rakernas APEKSI 2026, Wali Kota Jambi Tanam Pohon dan Siapkan Healthy Cities Summit

MEDAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengikuti aksi penanaman pohon serentak bersama para wali kota dari berbagai daerah di Indonesia dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Taman Cadika Hutan Kota Medan, Kamis 2 Juli 2026.

Sebanyak 98 pemerintah kota ambil bagian dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama terhadap pembangunan kota yang berkelanjutan sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan.

Dalam kegiatan itu, Maulana menanam pohon kenanga (Cananga odorata), yang menjadi simbol kepedulian terhadap penghijauan kawasan perkotaan.

Sebelum mengikuti penanaman pohon, Maulana bersama Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., serta jajaran Pemerintah Kota Jambi mengikuti senam bersama yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Rakernas APEKSI di Lapangan Cadika, Kota Medan.

Usai kegiatan, Maulana mengatakan kehadiran Pemerintah Kota Jambi di Rakernas APEKSI tidak hanya mengikuti agenda seremonial, tetapi juga memanfaatkan forum tersebut untuk memperkuat kolaborasi antardaerah melalui berbagai diskusi strategis.

Menurutnya, sejak pembukaan Rakernas, para kepala daerah telah mengikuti berbagai agenda, termasuk Dialog Kota Tangguh yang menjadi wadah berbagi pengalaman dan inovasi pembangunan antarkota.

“Kami hadir sejak pembukaan Rakernas hingga mengikuti Dialog Kota Tangguh sebagai ruang belajar bersama mengenai berbagai inovasi yang telah diterapkan di kota-kota di Indonesia,” ujar Maulana.

Sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) II APEKSI Sumatera Bagian Selatan, Maulana menilai aksi penanaman pohon memiliki makna lebih dari sekadar penghijauan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah kota dalam membangun daerah yang lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan perkotaan.

Ia menyebut konsep kota tangguh tidak hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan, tetapi juga mencakup penanganan banjir, pengelolaan sampah, sistem pemilahan limbah, hingga peningkatan kualitas layanan publik.

Maulana mengungkapkan semangat serupa juga akan diterapkan saat Kota Jambi menjadi tuan rumah Healthy Cities Summit (HCS) yang akan mempertemukan pemerintah kabupaten dan kota dari seluruh Indonesia.

“Insya Allah kegiatan seperti ini juga akan kami laksanakan pada Healthy Cities Summit di Kota Jambi. Semangatnya adalah membangun kota yang tangguh melalui penguatan lingkungan, pengelolaan sampah, penanggulangan banjir, dan berbagai aspek pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Selain mengikuti penanaman pohon, Maulana dijadwalkan menyampaikan laporan sebagai Ketua Komwil II APEKSI dalam forum Rakernas yang membahas sejumlah isu strategis pemerintahan daerah.

Ia juga mengungkapkan Kota Jambi akan ikut ambil bagian dalam Karnaval Budaya APEKSI yang menampilkan kekayaan budaya dari seluruh kota di Indonesia

Pada agenda tersebut, kontingen Kota Jambi mendapat kesempatan tampil pada urutan kelima dengan membawa budaya Melayu khas Jambi.

Menurut Maulana, rangkaian Rakernas APEKSI diharapkan mampu memperkuat kerja sama antarpemerintah daerah sekaligus melahirkan berbagai gagasan baru yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembangunan di masing-masing kota.

“Harapannya, forum ini semakin memperkuat kolaborasi antardaerah, khususnya di Sumatera bagian selatan, sekaligus memberi manfaat bagi pembangunan kota-kota di Indonesia,” tutupnya.(*)




Kemas Faried Gerak Cepat Bantu Warga Diduga Terserang Stroke, PSC 119 Langsung Turun ke Lokasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menunjukkan respons cepat setelah menerima laporan adanya seorang warga yang diduga mengalami gejala stroke ringan di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Kasang Jaya, Kecamatan Jambi Timur, Selasa 30 Juni 2026.

Sesaat setelah memperoleh informasi, Kemas Faried langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Jambi, pihak Kelurahan Kasang Jaya, serta Public Safety Center (PSC) 119 agar pasien segera mendapatkan pertolongan medis.

Tim Reaksi Cepat PSC 119 kemudian bergerak menuju lokasi didampingi Lurah Kasang Jaya dan Ketua RT setempat.

Setelah melakukan pemeriksaan awal terhadap Sandi Setiawan (34), petugas memutuskan untuk segera mengevakuasi pasien menggunakan ambulans menuju rumah sakit guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dalam proses penanganan, petugas juga mendapati pasien belum memiliki dokumen administrasi kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), maupun kepesertaan BPJS Kesehatan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghambat pelayanan darurat sehingga pasien tetap diprioritaskan untuk memperoleh tindakan medis.

Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya melengkapi administrasi kependudukan dan jaminan kesehatan agar proses pelayanan medis dapat berlangsung lebih cepat, terutama saat menghadapi situasi darurat.

Kemas Faried mengatakan, keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama sehingga setiap laporan kondisi darurat harus segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi.

“Begitu menerima informasi, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, pihak kelurahan, dan PSC 119 agar pasien segera mendapatkan pertolongan. Dalam kondisi darurat, kecepatan penanganan sangat menentukan keselamatan pasien,” ujar Kemas Faried.

Ia mengaku bersyukur proses evakuasi dan penanganan medis dapat dilakukan dengan cepat berkat kerja sama berbagai pihak.

“Alhamdulillah, warga yang sakit cepat tertangani,” katanya.

Sementara itu, mewakili keluarga pasien, Imron menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergerak cepat membantu proses evakuasi hingga pasien memperoleh penanganan medis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Kota Jambi Bapak Kemas Faried Alfarelly, Lurah Kasang Jaya, Ketua RT 04, Tim Reaksi Cepat PSC 119 Kota Jambi, serta seluruh warga yang telah membantu sehingga Sandi bisa segera mendapatkan penanganan medis,” ucapnya.

Peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, aparat wilayah, dan masyarakat dalam memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat.

Kolaborasi yang baik dinilai mampu mempercepat proses penyelamatan sehingga warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera memperoleh layanan kesehatan.(*)




Di Medan, Walikota Maulana Ajak Seluruh Wali Kota Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Kota Indonesia

MEDAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., menghadiri Gala Dinner yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2026) malam.

Jamuan makan malam tersebut dihadiri 98 wali kota dari berbagai daerah di Indonesia beserta para pendamping. Selain mempererat hubungan antarkepala daerah, kegiatan itu juga menjadi ruang membangun komunikasi dan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan.

Sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) II APEKSI, Maulana menegaskan bahwa Rakernas APEKSI menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarpemerintah kota demi mendorong pembangunan yang inovatif, berkelanjutan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Malam ini saya bersama Ketua TP PKK Kota Jambi dan jajaran Pemerintah Kota Jambi menghadiri Gala Dinner APEKSI 2026 di Lapangan Merdeka Kota Medan bersama 98 wali kota dari seluruh Indonesia,” ujar Maulana usai mengikuti kegiatan.

Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah bertukar pengalaman, gagasan, dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Kami berdiskusi bersama para wali kota untuk memperkuat kolaborasi dan membangun sinergi demi mewujudkan kemajuan kota-kota di Indonesia secara bersama-sama,” katanya.

Maulana menambahkan, sebagai Ketua Komwil II APEKSI, dirinya berharap forum Rakernas mampu menghasilkan berbagai gagasan strategis yang dapat diterapkan di masing-masing daerah.

“Melalui Rakernas APEKSI ini kita dapat saling belajar, berbagi inovasi, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan perkotaan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat daya saing kota-kota di Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga menyerahkan cendera mata kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, sebagai bentuk apresiasi kepada tuan rumah Rakernas APEKSI XVIII Tahun 2026 sekaligus ucapan selamat atas Hari Jadi Kota Medan.

Rakernas XVIII APEKSI 2026 mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat” dan berlangsung di Kota Medan pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026. Forum nasional ini menghadirkan berbagai agenda strategis yang diikuti pemerintah kota dari seluruh Indonesia guna memperkuat kerja sama, inovasi, serta pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.(*)