Pasukan Oranye Kota Jambi Tuntut Kenaikan Gaji! Ternyata Segini Jumlah Gaji Mereka

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ratusan petugas kebersihan atau pasukan oranye Kota Jambi menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Keris Siginjai, Senin (5/1/2026), menuntut kenaikan gaji yang setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Para petugas menyatakan upah harian mereka saat ini jauh di bawah pekerja sektor lain, dan berharap Pemkot Jambi segera melakukan penyesuaian.

“Kami menuntut kenaikan gaji, kalau bisa disesuaikan dengan UMP. Upah kami sekarang masih kalah dibandingkan pekerja lain,” ungkap seorang petugas menyampaikan.

Ia mencontohkan, upah tukang bangunan bisa mencapai Rp150 ribu per hari. Sementara kenek mendapatkan Rp100 ribu per hari, sedangkan upah petugas kebersihan jauh lebih rendah.

Saat ini rincian upah harian petugas di Kota Jambi: sopir Rp85.750, kru Rp65.750, dan penyapu Rp65.250.

Wali Kota Jambi, dr. Maulana, turun langsung menemui para pengunjuk rasa dan mendengarkan aspirasi mereka.

Maulana memastikan Pemkot akan menghitung dan menyesuaikan anggaran untuk peningkatan gaji, termasuk melalui pengalihan pos anggaran dan efisiensi dari operasional armada pengangkut sampah.

“Penghematan anggaran dari BBM dan perawatan armada akan dialihkan untuk kesejahteraan petugas kebersihan,” kata Maulana.

Pemkot Jambi berencana mengganti armada pengangkut sampah lama dengan kendaraan listrik berbasis GPS.

Sehingga pergerakan armada bisa dipantau secara real time dan biaya operasional berkurang.

Selain itu, seluruh petugas kebersihan juga akan terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Maulana menambahkan bahwa penanganan sampah juga membutuhkan kesadaran masyarakat.

“Masyarakat kita masih kurang disiplin. Lahan sudah dibersihkan, tidak lama kemudian sampah kembali menumpuk,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, menyebut jumlah petugas kebersihan di kota ini sekitar 1.100 orang.

Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan, dan para petugas berharap tuntutan kenaikan gaji dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan mereka.(*)




Pasukan Oranye Kota Jambi Demo, Wali Kota Janji Tingkatkan Gaji dan Kesejahteraan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr. Maulana, turun langsung menemui ratusan petugas kebersihan atau pasukan oranye yang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Keris Siginjai, Senin (5/1/2026).

Aksi ini menuntut kenaikan gaji yang setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan muncul di tengah keluhan masyarakat soal penanganan sampah di Kota Jambi.

Dalam pertemuan tersebut, Maulana mendengarkan aspirasi para petugas kebersihan.

Ia menegaskan bahwa, tuntutan mereka sejalan dengan rencana pemerintah kota untuk melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah.

Salah satu rencananya adalah mengganti armada pengangkut sampah lama dengan kendaraan listrik berbasis GPS, yang memungkinkan pemantauan armada secara real time dan efisiensi penggunaan BBM serta perawatan.

“Mobilnya menggunakan kendaraan listrik dan GPS, sehingga posisi armada bisa dipantau. Dengan sistem ini, tidak lagi dibutuhkan anggaran besar untuk BBM dan perawatan,” sebut Maulana.

“Penghematan anggaran nantinya akan dialihkan untuk peningkatan gaji dan kesejahteraan petugas kebersihan,” ujar Maulana.

Pemkot juga telah menganggarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh petugas.

Para petugas menilai penghasilan saat ini masih jauh di bawah pekerja sektor lain.

Salah seorang pengunjuk rasa mengatakan, upah mereka kalah dibandingkan tukang bangunan atau kenek.

“Kami menuntut kenaikan gaji, kalau bisa disesuaikan dengan UMP. Upah kami sekarang masih kalah dibandingkan pekerja lain,” ujarnya.

Maulana menambahkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan masyarakat.

“Masyarakat kita masih kurang disiplin. Lahan sudah dibersihkan, tidak lama kemudian sampah kembali menumpuk,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, menyebutkan jumlah petugas kebersihan di Kota Jambi saat ini sekitar 1.100 orang.

Rincian upah harian: sopir Rp85.750, kru Rp65.750, dan penyapu Rp65.250.

Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan, dengan harapan tuntutan gaji segera direalisasikan.(*)




Pasukan Oranye Kota Jambi Gelar Aksi, Tuntut Kenaikan Gaji Setara UMP

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ratusan petugas kebersihan Kota Jambi atau pasukan oranye menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Keris Siginjai, Senin (5/1/2026).

Mereka menuntut kenaikan gaji yang setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP). Aksi ini muncul di tengah maraknya keluhan masyarakat soal penanganan sampah di kota ini.

Para petugas menyatakan penghasilan saat ini masih jauh di bawah pekerja sektor lain.

Salah seorang pengunjuk rasa mengatakan, upah mereka saat ini kalah dibanding tukang bangunan atau kenek

“Kami menuntut kenaikan gaji, kalau bisa disesuaikan dengan UMP. Upah kami sekarang masih kalah dibandingkan pekerja lain,” ujarnya.

Wali Kota Jambi, dr. Maulana, turun langsung menemui para pengunjuk rasa dan mendengarkan aspirasi mereka.

Maulana menegaskan tuntutan ini sejalan dengan rencana Pemkot Jambi melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah.

Salah satunya adalah peralihan armada pengangkut sampah ke kendaraan listrik dengan teknologi GPS, yang memungkinkan pemantauan pergerakan armada secara real time.

“Mobilnya menggunakan kendaraan listrik dan GPS, sehingga posisi armada bisa dipantau. Dengan sistem ini, tidak lagi dibutuhkan anggaran besar untuk BBM dan perawatan,” kata dia.

“Penghematan anggaran nantinya akan dialihkan untuk peningkatan gaji dan kesejahteraan petugas kebersihan,” ujar Maulana.

Pemkot juga telah menganggarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh petugas.

Maulana menambahkan bahwa penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan warga.

“Masyarakat kita masih kurang disiplin. Lahan sudah dibersihkan, tidak lama kemudian sampah kembali menumpuk,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, menyebutkan jumlah petugas kebersihan saat ini sekitar 1.100 orang.

Rincian upah harian adalah sopir Rp85.750, kru Rp65.750, dan penyapu Rp65.250.

Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan, dengan harapan tuntutan gaji segera direalisasikan.(*)




Hanya 3 Bandara di Sumatera Catat Tren Naik Penumpang di Momen Nataru, Jambi Termasuk!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bandara Sultan Thaha Jambi menjadi salah satu dari tiga bandara di Sumatera yang mencatat kenaikan jumlah penumpang selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Bersama Bandara Kualanamu (Sumatera Utara) dan Bandara Minangkabau (Sumatera Barat), Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami pertumbuhan penumpang sebesar 2,6 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Eksekutif General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, menjelaskan bahwa sepanjang periode 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, bandara melayani sekitar 71 ribu penumpang dari berbagai rute penerbangan.

“Pada awal Nataru, kenaikan penumpang sekitar 1,5 persen, kemudian meningkat menjadi 2,6 persen seiring bertambahnya mobilitas masyarakat,” ujar Ardon, Senin (5/1/2026).

Meskipun kenaikan jumlah pesawat yang mendarat dan lepas landas tidak terlalu signifikan, aktivitas penerbangan tetap berjalan stabil.

Secara nasional, angkutan udara pada Nataru 2025–2026 tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi udara.

Di sisi lain, sebagian bandara lain di Sumatra, termasuk Pekanbaru dan Padang, justru mencatat penurunan jumlah penumpang.

Hal ini menjadikan posisi Bandara Sultan Thaha Jambi sebagai salah satu bandara yang menunjukkan tren positif di wilayah Regen 3 Sumatra.

Manajemen Bandara Sultan Thaha Jambi menilai capaian ini menjadi sinyal positif bagi sektor transportasi udara di Jambi.

Ke depan, bandara akan terus meningkatkan pelayanan dan kesiapan operasional untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada libur panjang berikutnya.(*)




Selama Momen Nataru, Bandara Sultan Thaha Layani 71 Ribu Penumpang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bandara Sultan Thaha Jambi mencatat peningkatan jumlah penumpang selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun kenaikan di awal liburan relatif kecil, tren pertumbuhan penumpang terus meningkat hingga awal Januari 2026.

Eksekutif General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, menyampaikan bahwa pada awal Nataru, jumlah penumpang naik sekitar 1,5 persen.

Namun seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, angka tersebut bertambah menjadi 2,6 persen hingga 4 Januari 2026.

“Selama periode 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Bandara Sultan Thaha Jambi melayani sekitar 71 ribu penumpang dari berbagai rute penerbangan,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Pergerakan pesawat juga mengalami peningkatan meskipun tidak signifikan, menunjukkan aktivitas penerbangan tetap stabil.

Secara nasional, angkutan udara pada masa Nataru 2025–2026 tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi udara.

Di wilayah Sumatra, khususnya Regen 3, hanya tiga bandara yang mencatat kenaikan jumlah penumpang.

Yakni, Bandara Kualanamu (1,9 persen), Bandara Sultan Thaha Jambi (2,6 persen), dan Bandara Minangkabau (4 persen).

Sementara bandara lain di Sumatra, termasuk Pekanbaru dan Padang, justru mengalami penurunan penumpang.

Manajemen Bandara Sultan Thaha Jambi menilai capaian ini sebagai sinyal positif bagi sektor transportasi udara di Jambi.

Ke depan, bandara berencana meningkatkan pelayanan dan kesiapan operasional untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada libur panjang berikutnya.(*)




Damkartan Kota Jambi Evakuasi Ular Kobra 1,2 Meter di Permukiman Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Damkartan Kota Jambi, Evakuasi Ular, Ular Kobra, Damkar Jambi, Penyelamatan Warga, Kota Jambi, Respon Cepat Damkar– Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi kembali menunjukkan respon cepat dalam pelayanan non-kebakaran.

Pada Senin, 5 Januari 2026, petugas Damkartan mengevakuasi seekor ular kobra yang masuk ke area permukiman warga di Jalan Lorong Sanjaya RT 05, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru.

Laporan diterima melalui layanan WhatsApp Damkartan pada pukul 13.00 WIB dari seorang warga bernama Ikhsan.

Hanya berselang delapan menit, tim langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pukul 13.12 WIB, dengan jarak tempuh sekitar 1,8 kilometer.

Operasi evakuasi dipimpin oleh Danpos yang didampingi Danru 2 Posyankar Kota Baru Agus Wiyoto, serta Babinsa Kelurahan Kenali Asam Widisono.

Sebanyak lima personel Regu 2 Posyankar Kota Baru diterjunkan dengan perlengkapan lengkap, termasuk kendaraan R2 Rescue, stik hook, stik grab, lakban, dan alat pelindung diri.

Petugas melakukan penanganan secara terukur dengan menggunakan grab stick untuk mengamankan ular.

Mulut ular kemudian dilakban dan dimasukkan ke dalam karung khusus. Proses evakuasi berlangsung sekitar 20 menit dan berjalan aman tanpa menimbulkan korban.

Ular kobra yang berhasil diamankan diketahui memiliki panjang sekitar 1,2 meter dengan berat kurang lebih 0,7 kilogram.

Seluruh rangkaian operasi dilaksanakan sesuai prosedur standar dan prinsip 5T, yaitu Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas.

Kepala Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, menyampaikan bahwa pelayanan evakuasi hewan berbahaya merupakan bagian dari komitmen Damkartan dalam melindungi keselamatan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penanganan sendiri apabila menemukan hewan berbahaya seperti ular kobra,” kata dia.

“Segera laporkan ke Damkartan agar dapat ditangani oleh petugas terlatih dengan peralatan yang memadai,” ujar Mustari Affandy.

Ia menambahkan bahwa seluruh pelayanan Damkartan Kota Jambi berpedoman pada Permendagri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis SPM Sub Urusan Kebakaran Daerah Kabupaten/Kota.

Setelah evakuasi selesai, tim kembali ke pos pada pukul 13.33 WIB dalam kondisi aman dan tanpa kendala.(*)




Gubernur Jambi Serukan Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam sepanjang tahun 2026.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi yang memperkirakan musim hujan akan terjadi lebih dari satu periode.

Menurut Al Haris, berdasarkan informasi BMKG, musim hujan diperkirakan berlangsung pada Januari dan kembali terjadi pada April 2026.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.

“BMKG memprediksi Januari masuk musim hujan, dan April nanti kembali terjadi musim hujan,” ujar Al Haris.

Menghadapi kondisi tersebut, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Upaya sederhana seperti menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga kawasan rawan longsor dinilai penting untuk meminimalkan dampak bencana.

Selain banjir dan longsor, Al Haris juga menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hampir setiap tahun melanda Jambi.

Terutama saat musim kemarau. Ia menekankan bahwa, persoalan bencana tidak bisa ditangani pemerintah saja, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Setiap tahun kita menghadapi karhutla, banjir, dan berbagai bencana lainnya. Ini butuh rasa persatuan dan kepedulian bersama. Jambi ini kampung kita, jadi harus kita jaga bersama-sama,” tegasnya.

Al Haris berharap tahun 2026 dapat dilalui tanpa bencana besar dan Provinsi Jambi tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

Ia menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh keamanan, ketertiban, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Pembangunan bukan hanya soal fisik, tapi juga keamanan dan ketertiban. Mari kita jaga lingkungan dan situasi sosial agar Jambi tetap aman,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, kondisi sosial yang kondusif menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi.(*)




Maulana Dorong Semangat Gotong Royong! Wujudkan Kota Jambi Tangguh Bencana

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat upaya pencegahan banjir sebagai bagian dari visi besar menjadikan Kota Jambi tangguh terhadap bencana.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui gotong royong gabungan tingkat RT se-Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Minggu pagi (4/1/2026).

Kegiatan gotong royong ini menjadi langkah jangka pendek Pemkot Jambi untuk menurunkan risiko banjir, menyusul tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

Fokus utama kegiatan berada di RT 10 Kelurahan Lingkar Selatan, dengan sasaran pembersihan dan normalisasi drainase.

Uniknya, gotong royong ini melibatkan perwakilan seluruh RT di Kelurahan Lingkar Selatan.

Konsep yang diterapkan bersifat bergilir, sehingga setiap RT akan mendapat giliran menjadi lokasi kegiatan berikutnya.

Sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. turun langsung membersihkan drainase bersama warga.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua III DPRD Kota Jambi Naim, S.H., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mahruzar, S.T., Camat Paal Merah Abdul Salim, S.Pd., para lurah se-Kecamatan Paal Merah, Ketua Forum RT, serta masyarakat setempat.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengapresiasi inisiatif camat dan lurah yang telah menggerakkan gotong royong lintas RT sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

“Gotong royong ini melibatkan perwakilan seluruh RT. Sistemnya seperti arisan, minggu ini di RT ini, minggu depan di RT lainnya. Ini contoh kolaborasi yang baik,” ujar Maulana.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan Program Harmoni dan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi pembangunan Kota Jambi.

“Kami melihat masyarakat benar-benar terlibat, turun langsung ke drainase untuk normalisasi. Ini bukan sekadar seremonial, tapi kerja nyata,” tambahnya.

Maulana berharap, pola gotong royong di Kelurahan Lingkar Selatan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Jambi. Menurutnya, semangat kebersamaan merupakan kunci sukses mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia.

“Kegiatan ini juga bagian dari 11 program prioritas Kota Jambi, yakni Program Kampung Bahagia. Nantinya akan didukung dengan anggaran yang cukup besar,” kata dia.

“Kalau jiwa gotong royongnya seperti ini, saya yakin program ini bisa sukses 100 persen,” jelasnya.

Selain fokus pada penanganan banjir, Pemkot Jambi juga tengah menjalankan berbagai proyek strategis jangka panjang.

Seperti penyediaan kantong parkir di pasar, pembangunan diorama budaya di kawasan eks Pasar Talang Banjar, pengembangan kawasan ekonomi kreatif Talang Banjar, hingga kawasan wisata Avia Bird di Hutan Muhammad Sabki.

Seluruh program tersebut diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor ekonomi dan pariwisata.

Di akhir kegiatan, Wali Kota mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim hujan yang rawan banjir dan gangguan kesehatan.

“Gerakan peduli lingkungan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga memperkuat kebersamaan, kekompakan, dan kenyamanan hidup warga,” pungkasnya.

Gotong royong gabungan ini menjadi bukti kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung program Kota Jambi Bahagia, dengan harapan sinergi tersebut terus terjaga demi kesejahteraan warga.(*)




22 Ribu Perlintasan di TPI Jambi, Layanan Makin Cepat!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi mencatat capaian signifikan pada layanan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) serta izin tinggal dan status keimigrasian sepanjang periode berjalan.

Total perlintasan orang mencapai 22.256, jauh melebihi target 1.000 orang selama tahun 2025.

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi, Petrus Teguh Afrianto, menyampaikan bahwa hasil ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat serta efektivitas layanan di TPI.

“Pencapaian ini menjadi bukti kerja keras seluruh jajaran, sekaligus menunjukkan peran penting TPI dalam memfasilitasi mobilitas legal warga dan pekerja migran,” kata Petrus Teguh Afrianto.

Kantor Wilayah Imigrasi Jambi memiliki tiga Tempat Pemeriksaan Imigrasi, yaitu TPI Jambi (DJM), TPI Kuala Tungkal (KTK) dan TPI Muara Sabak (MSK).

Berdasarkan data, dari target keberangkatan 1.000 orang, realisasinya mencapai 10.529 keberangkatan dan 11.727 kedatangan, sehingga total perlintasan orang mencapai 22.256 orang.

Selain perlintasan, Ditjen Imigrasi Jambi juga menangani izin tinggal dan status keimigrasian, dengan rincian layanan:

  • ITK (Baru & Perpanjangan): 79 permohonan

  • ITAS (Baru & Perpanjangan): 114 permohonan

  • ITAP: 4 permohonan

  • MREP: 13 permohonan

  • SKIM: 1 permohonan

  • Dahsuskim/Affidavit: 8 permohonan

  • EPO: 47 permohonan

  • MREP Tidak Kembali: 23 permohonan

  • Penolakan Mutasi Sponsor: 1 permohonan

  • Alih Status: 42 permohonan

  • Mutasi Alamat: 22 permohonan

  • Perubahan Nomor Paspor: 9 permohonan

Total layanan yang tercatat 363 permohonan dari target 630 permohonan, menunjukkan masih adanya ruang untuk peningkatan layanan.

Petrus Teguh Afrianto menegaskan bahwa Ditjen Imigrasi Jambi terus meningkatkan layanan publik.

Terutama pada proses izin tinggal dan pengawasan perlintasan orang agar sesuai regulasi nasional.

“Kami mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk mempersiapkan dokumen lengkap sehingga proses di TPI maupun izin tinggal bisa lebih cepat dan lancar,” ujarnya.(*)




Diperkirakan Rampung September 2026, Ini Penjelasan Walikota Maulana Soal Pengendalian Banjir di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M menyampaikan perkembangan terbaru Program Kampung Tangguh, khususnya dalam upaya pengendalian banjir di Kota Jambi.

Program strategis ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam membangun kota yang lebih aman, tertata, dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa pada tahap pertama, pemerintah telah berhasil membebaskan lahan seluas 3,9 hektare.

Seluruh lahan tersebut kini telah bersertifikat dan resmi menjadi milik Pemerintah Kota Jambi.

Tahap kedua pembangunan akan dilanjutkan pada awal tahun 2026, dengan target pembebasan lahan dan pembangunan danau retensi seluas 9 hektare.

Danau tersebut dirancang untuk menampung luapan air dari sistem Sungai Asam, yang selama ini menjadi salah satu titik rawan banjir.

“Danau ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, tetapi juga akan dikembangkan menjadi kawasan wisata dan ruang publik baru bagi masyarakat Kota Jambi,” jelas Wali Kota Maulana.

Ganti Rugi Lahan Diserahkan Secara Simbolis

Sebelumnya, pada Selasa (30/12/2025), Wali Kota Jambi secara simbolis menyerahkan ganti rugi lahan kepada masyarakat terdampak.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Wali Kota Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.

Pada tahap awal ini, ganti rugi diberikan kepada 13 pemilik lahan dari total 17 sertifikat bidang tanah. Secara keseluruhan.

Tercatat terdapat 51 sertifikat tanah dengan luas total mencapai 9 hektare yang akan dibebaskan untuk mendukung proyek pengendalian banjir tersebut.

Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa, pada tahap awal ini, lahan seluas 3,1 hektare telah diselesaikan pembayaran ganti kerugiannya.

Pendanaan berasal dari APBD Kota Jambi dan APBD Provinsi Jambi.

“Hari ini 3,1 hektare tanah telah dibayarkan. Insya Allah pada Januari sisanya akan dibayarkan melalui APBN,” kata dia.

“Sehingga proses pembangunan dapat segera dikebut dan ditargetkan selesai pada September tahun depan,” ujar Maulana.

Maulana juga menegaskan bahwa untuk menjaga keseimbangan tata air Kota Jambi, diperlukan setidaknya empat kolam atau danau retensi yang terintegrasi dalam sistem pengendalian banjir.

“Setelah tahapan ini selesai, secara bertahap kami akan kembali bersurat untuk meminta dukungan lanjutan melalui Sistem Kenali,” sebutnya.

Hingga saat ini, pengerjaan Sistem Sungai Asam telah berjalan sepanjang 2,8 kilometer.

Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak banjir secara signifikan.

“Dengan pengerjaan dan upaya ini, kami sampaikan bahwa banjir memang tidak bisa dihilangkan 100 persen, tetapi diperkirakan dapat mengurangi dampaknya hingga 60 persen,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kota Jambi menjelaskan bahwa proses pembayaran ganti rugi untuk tahap selanjutnya masih menunggu persetujuan dari kementerian terkait.

“Kurang lebih masih ada 5,1 hektare lahan yang belum dibayarkan,” ujarnya singkat.

Sebagai informasi, dalam rangka pengadaan tanah pembangunan drainase utama dan revitalisasi drainase Sungai Asam, Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp75 miliar.

Anggaran tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Pusat.(*)