Super Flu Tipe A H3N2, Ini Tips Masyarakat Jambi Tetap Sehat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Munculnya isu super flu yang menyebar di beberapa wilayah Indonesia membuat masyarakat diminta tetap waspada.

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu di Jambi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Dr.dr. Hj. Ike Silviana, MKM, Sp.KKLP, FISQua, menjelaskan bahwa super flu sebenarnya merupakan flu musiman yang disebabkan oleh virus influenza tipe A H3N2.

“Super flu sebetulnya adalah flu musiman, namun disebut super flu karena dikaitkan dengan kondisi yang dianggap lebih berat dibanding flu biasa. Data Kemenkes menunjukkan tidak ada peningkatan keparahan dibanding influenza lainnya,” jelas Dr. Ike.

Berdasarkan data nasional hingga Desember 2025, tercatat 62 kasus super flu di Indonesia yang tersebar di delapan provinsi.

Kasus terbanyak di Jawa Timur (23 kasus), Kalimantan Selatan (18 kasus), Jawa Barat (10 kasus), Sumatera Selatan (5 kasus), Sumatera Utara (3 kasus), serta masing-masing 1 kasus di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sulawesi Utara.

ementara itu, Provinsi Jambi masih dinyatakan aman.

“Di Jambi, belum ada kasus super flu yang terdata,” tambahnya.

Dr. Ike menjelaskan bahwa gejala super flu hampir sama dengan flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, pegal-pegal, dan nyeri tulang. Secara klinis, penyakit ini sulit dibedakan tanpa pemeriksaan khusus.

“Karena sama-sama disebabkan oleh virus influenza tipe A, gejalanya hampir tidak bisa dibedakan. Untuk diagnosis pasti, prosedurnya sama seperti COVID-19, melalui tes swab tenggorokan atau hidung, kemudian pemeriksaan PCR di laboratorium pusat,” jelas Dr. Ike.

Meski belum ditemukan kasus di Jambi, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Jaga pola makan bergizi, istirahat cukup, aktivitas seimbang, dan jangan lupa etika batuk. Tutup batuk dengan tisu atau lengan atas,” imbau Dr. Ike.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu yang semakin berat.(*)




Akun WhatsApp Palsu Catut Ketua PWI Kota Jambi, Masyarakat Diminta Waspada

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sejumlah pihak dilaporkan menerima pesan WhatsApp mencurigakan dari seseorang yang mengatasnamakan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi, Irwansyah.

Pesan tersebut diduga merupakan upaya penipuan dengan menggunakan identitas palsu.

Modus ini terungkap setelah beberapa penerima pesan melakukan konfirmasi langsung kepada pengurus PWI Kota Jambi.

Dari hasil klarifikasi tersebut, dipastikan bahwa akun WhatsApp yang digunakan pelaku bukan milik Irwansyah.

Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang beredar, pelaku menggunakan nama dan foto profil Irwansyah serta nomor WhatsApp +62 821 1393 3385.

Dalam pesannya, pelaku juga menyisipkan istilah yang berkaitan dengan urusan pemerintahan dan pengelolaan aset untuk menimbulkan kesan resmi dan meyakinkan.

Menanggapi hal itu, Ketua PWI Kota Jambi, Irwansyah, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menggunakan nomor tersebut untuk berkomunikasi dengan pihak mana pun.

Ia meminta masyarakat untuk waspada terhadap segala bentuk pesan yang mengatasnamakan dirinya.

“Hati-hati jika ada yang menghubungi menggunakan nama dan foto saya. Saya pastikan itu bukan saya,” tegas Irwansyah.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya maupun organisasi PWI Kota Jambi tidak pernah meminta uang dalam bentuk apa pun melalui pesan singkat atau panggilan pribadi.

Menurutnya, permintaan uang dengan mengatasnamakan dirinya merupakan tindakan penipuan.

“Jika ada yang meminta sejumlah uang mengatasnamakan saya atau PWI, jangan ditanggapi. Itu jelas penipuan,” ujarnya.

Irwansyah mengimbau masyarakat, khususnya mitra kerja dan instansi pemerintahan, agar selalu melakukan konfirmasi langsung jika menerima pesan atau panggilan yang mencurigakan.

Ia juga meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan modus serupa agar tidak ada korban lain.

PWI Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk melindungi nama baik organisasi dan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penyalahgunaan identitas di media sosial dan aplikasi pesan instan.(*)




Video Pungli di Tol Muaro Sebapo Viral, Hutama Karya Ambil Tindakan Tegas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) menanggapi beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas layanan di Gerbang Tol Muaro Sebapo.

Sebagai pengelola Jalan Tol Cabang Betung (Sp. Sekayu)–Tempino–Jambi atau Tol Betejam, Hutama Karya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jalan.

Hutama Karya menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan bertentangan dengan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan yang berintegritas.

Berdasarkan hasil penelusuran internal, kejadian itu merupakan tindakan individu dan tidak mencerminkan kebijakan maupun sistem pelayanan perusahaan.

Sebagai langkah tindak lanjut, Hutama Karya telah menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum petugas yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Perusahaan juga menegaskan bahwa hingga saat ini Jalan Tol Betejam masih beroperasi tanpa tarif atau gratis, sehingga tidak ada pungutan apa pun yang dibenarkan kepada pengguna jalan.

Dalam rangka mencegah kejadian serupa, Hutama Karya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pelayanan di gerbang tol.

Langkah tersebut mencakup penguatan pengawasan, pembinaan petugas, serta pengendalian internal untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Hutama Karya juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tidak memberikan uang atau imbalan dalam bentuk apa pun kepada petugas.

Jika menemukan indikasi pelanggaran prosedur, kondisi darurat, atau keluhan layanan, pengguna jalan dapat menghubungi Call Center Tol Betejam di nomor 0821 8888 7710 atau menggunakan fitur Panic Button melalui aplikasi HK Toll Apps.(*)




Tragedi Bocah Tenggelam, Wali Kota Jambi Minta Orang Tua Lebih Waspada

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Fariz Naufal (11), bocah yang tewas akibat tenggelam di aliran Sungai Buntung, Kecamatan Jelutung.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi perhatian bersama agar tidak terulang di kemudian hari.

Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan Maulana saat melayat ke rumah duka di Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin

“Kami menyampaikan duka yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan,” ujar Maulana.

Fariz diketahui merupakan anak yatim piatu yang tinggal bersama kakek dan neneknya. Ia dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Buntung pada Sabtu (17/1/2026).

Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh warga bersama tim SAR pada malam hari.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kota Jambi melalui program Jambi Kota Peduli menyalurkan bantuan sebesar Rp2,5 juta serta kebutuhan pokok kepada keluarga korban.

Bantuan tersebut disalurkan bekerja sama dengan Baznas Kota Jambi.

Dalam kesempatan itu, Maulana juga menekankan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam menjaga keselamatan anak, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Anak-anak, khususnya yang masih di bawah umur, sebaiknya tidak bermain di sungai atau aliran air. Arus bisa meningkat secara tiba-tiba dan sangat berbahaya,” tegasnya.

Selain itu, Pemkot Jambi akan melibatkan pihak sekolah dan para guru untuk turut mengingatkan peserta didik mengenai bahaya bermain di sungai maupun saat hujan deras.

Menurut Maulana, edukasi dan pengawasan harus dilakukan secara bersama.

“Peran orang tua dan guru sangat penting agar keselamatan anak-anak tetap terjaga,” pungkasnya.(*)




Walikota Jambi: Kampung Batik akan Dijadikan Kawasan Tematik Melayu Kuno

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Walikota Jambi, Maulana, menyatakan bahwa Kampung Bantik di Ulu Gedong,  Kecamatan Danau Teluk akan dijadikan kawasan tematik berbasis Melayu kuno.

Hal ini disampaikannya saat memimpin FGD pembahasan dan pembangunan Kammpung Batik di Kelurahan Ulu gedong, Danau Telukm

“Kawasan 2 Kecamatan (Pelayangan dan Danau Teluk) itu akan kita kembangkan menjadi kawasan tematik berbasis Melayu kuno,” kata Walikota Maulana, Selasa 20 Januari 2026.

Beliau menambahkan bahwa, outline pengembangan kawasan ini telah dipaparkan di Unesco.

Walikota Maulana menjelaskan bahwa, pengembangan Kampung Bantik akan dilakukan secara berkesinambungan dan melibatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

“Pemberdayaan ekonomi itu penting, kalau masyarakat tidak dilibatkan dan tidak mendapatkan manfaat secara langsung, program ini tidak akan jalan,” katanya.

Beliau menambahkan bahwa, pengembangan Kampung Bantik akan meliputi pembangunan rumah adat Melayu, pusat kuliner Melayu, dan game house.

“Rumah-rumah tua akan disulap menjadi castle yang standarnya 5 turis bisa nginep di sana,” katanya.

Walikota Maulana juga menyatakan bahwa, pengembangan Kampung Bantik akan diintegrasikan dengan pengembangan Danau Teluk secara tradisional.

“Nanti ada jadwal paket-paket wisata yang integratif, misalnya paket 2 malam mengikuti kehidupan Melayu,” katanya.

Beliau menambahkan bahwa, pengembangan Kampung Bantik akan melibatkan masyarakat lokal dan akan difokuskan pada pemberdayaan ekonomi dan pelestarian budaya Melayu.

“Kita akan narasikan kehidupan Melayu yang komprehensif, mulai dari bangun pagi sampai tidur malam,” katanya.(*)




PGRI Jambi Kecam Kekerasan Terhadap Guru di SMK Negeri 3 Tanjab Timur

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jambi mengecam keras insiden pengeroyokan terhadap seorang guru di SMK Negeri 3 Tanjab Timur.

Peristiwa ini dianggap melampaui batas dan mencederai marwah dunia pendidikan, yang seharusnya menegakkan nilai adab, etika, dan kemanusiaan.

Sekretaris Umum PGRI Provinsi Jambi, Khairu Azmi, menegaskan bahwa sekolah adalah ruang aman bagi guru dan siswa, bukan tempat terjadinya kekerasan.

“Kekerasan di lingkungan pendidikan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Peristiwa ini menjadi alarm serius bagi semua pihak untuk melakukan pembenahan,” kata Khairu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula dari persoalan komunikasi antara guru dan salah satu siswa.

Kesalahpahaman ini kemudian memicu ketegangan dan berujung pada pengeroyokan terhadap guru tersebut.

PGRI menilai persoalan seharusnya dapat diselesaikan melalui mekanisme pembinaan, dialog, dan pendekatan edukatif, bukan dengan kekerasan.

Peristiwa ini pun menarik perhatian publik, termasuk di media sosial, dengan beragam respons masyarakat.

Menanggapi insiden ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi bersama pihak terkait melakukan pendalaman kasus, mediasi, dan melibatkan aparat kepolisian untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

PGRI Provinsi Jambi menyambut baik langkah tersebut dan menekankan pentingnya penyelesaian secara objektif dan adil.

“Penyelesaian persoalan pendidikan harus dilakukan berdasarkan fakta, bukan emosi,” tegas Khairu.

PGRI juga menegaskan sikap menolak tegas segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, baik oleh siswa maupun guru.

Guru sebagai profesi wajib mendapatkan perlindungan hukum, namun tetap terikat kode etik dan profesionalisme.

Apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran kode etik atau tindakan tidak proporsional oleh guru, PGRI mendukung proses pembinaan dan penegakan kode etik sesuai aturan.

Namun, dugaan pelanggaran kode etik guru tidak bisa dijadikan pembenaran atas pengeroyokan.

“Tindakan kekerasan tetap merupakan pelanggaran hukum dan kemanusiaan yang tidak bisa ditoleransi,” ujar Khairu.

Ketua PGRI Provinsi Jambi, Nanang Sunarya, menambahkan bahwa insiden ini menjadi refleksi bagi seluruh insan pendidikan.

“Ini pengingat bagi guru, siswa, dan orang tua agar setiap persoalan diselesaikan secara bijak, bermartabat, dan mengedepankan dialog,” katanya.

PGRI Provinsi Jambi menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini secara profesional, sekaligus menjadikannya momentum memperbaiki tata kelola pendidikan dan membangun iklim sekolah yang aman, manusiawi, dan berkeadilan.(*)




Tinjau RS Adhyaksa di Seberang, Ini Catatan Gubernur Jambi yang Jadi Perhatian

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Sugeng Hariadi meninjau Rumah Sakit Adhyaksa di Seberang Kota Jambi, Senin (19/01/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk mengecek kesiapan rumah sakit menjelang operasional, mulai dari fasilitas medis hingga jumlah tenaga kesehatan yang akan melayani masyarakat.

Rombongan didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Kepala Dinas Kesehatan, dan pimpinan RSUD Raden Mattaher serta RSDJ.

Gubernur meninjau ruang perawatan, laboratorium, dan fasilitas pendukung lainnya, sekaligus mencatat kebutuhan SDM agar rumah sakit bisa segera beroperasi dengan layanan optimal bagi masyarakat.

Hasil peninjauan Gubernur Jambi mencatat beberapa hal utama:

  1. Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM)

    • Gubernur menekankan pentingnya jumlah dan kompetensi tenaga kesehatan, termasuk dokter, perawat, dan tenaga farmasi.

    • Pemprov Jambi akan menghitung kebutuhan SDM, menyiapkan tenaga medis kompeten, dan melaporkan ke Kejaksaan Agung agar rumah sakit bisa beroperasi optimal.

  2. Fasilitas dan Infrastruktur

    • Bangunan rumah sakit yang megah dan fasilitas medis lengkap sudah siap, namun Gubernur menekankan perlunya dukungan pemerintah daerah agar fasilitas dapat dimanfaatkan maksimal.

    • Pemprov Jambi juga siap membangun dermaga untuk mendukung operasional rumah sakit.

  3. Pelayanan Masyarakat

    • Rumah Sakit Adhyaksa direncanakan menjadi rumah sakit tipe C dengan layanan berbasis BPJS Kesehatan.

    • Sekitar 97 persen kapasitas kamar diperuntukkan bagi masyarakat umum, sedangkan 3 persen digunakan untuk kepentingan internal Kejaksaan.

  4. Koordinasi dan Dukungan Pemerintah

    • Gubernur menegaskan pentingnya koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk pembagian tenaga kesehatan agar operasional rumah sakit berjalan lancar sejak awal.

    • Tujuannya agar masyarakat dari berbagai daerah di Jambi dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan.

Gubernur Al Haris menyimpulkan bahwa Rumah Sakit Adhyaksa akan memberi manfaat besar bagi masyarakat Jambi, terutama bagi mereka yang sering menghadapi kondisi rumah sakit penuh di malam hari.

“Kami siap mendukung kesiapan tenaga medis dan fasilitas agar rumah sakit ini segera melayani masyarakat dengan maksimal,” ujar Gubernur.

Kajati Jambi Sugeng Hariadi menambahkan bahwa pihaknya terus mempersiapkan koordinasi SDM dari daerah maupun pusat agar operasional rumah sakit tidak menemui kendala.(*)




Gubernur Jambi Tinjau Kesiapan Rumah Sakit Adhyaksa Menjelang Operasional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Sugeng Hariadi, meninjau Rumah Sakit Adhyaksa di Seberang Kota Jambi, Senin (19/01/2026).

Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia (SDM) menjelang operasional.

Rombongan yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Kepala Dinas Kesehatan, serta pimpinan RSUD Raden Mattaher dan RSDJ, meninjau seluruh fasilitas dari lantai satu hingga lima yang kini memasuki tahap finishing.

Gubernur Al Haris menekankan pentingnya kesiapan SDM, termasuk dokter, perawat, dan tenaga farmasi, agar rumah sakit dapat segera beroperasi optimal.

“Pemprov Jambi siap membantu penyiapan tenaga kesehatan agar Rumah Sakit Adhyaksa melayani masyarakat, khususnya masyarakat kecil dan yang membutuhkan,” ujarnya.

Pemprov Jambi juga berencana membangun dermaga untuk mendukung operasional rumah sakit.

Al Haris menyampaikan apresiasi kepada Jaksa Agung atas pembangunan rumah sakit megah ini dengan fasilitas medis lengkap.

Kajati Jambi, Sugeng Hariadi, menegaskan fokus koordinasi dengan Pemprov Jambi dalam pembagian dan pemenuhan tenaga kesehatan dari daerah maupun pusat.

Rumah Sakit Adhyaksa direncanakan menjadi rumah sakit tipe C dengan layanan berbasis BPJS Kesehatan.

Hanya sekitar 3 persen kamar digunakan untuk kepentingan internal Kejaksaan, sedangkan 97 persen diperuntukkan bagi masyarakat umum.

“Dengan sekitar 100 kamar, hampir seluruhnya untuk masyarakat umum. Rumah Sakit Adhyaksa diharapkan memberi manfaat besar bagi masyarakat Jambi,” pungkas Sugeng.(*)




Bulan K3 di Jambi, Gubernur Al Haris Apresiasi Dunia Usaha Inklusif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dirangkaikan dengan Apel Kesadaran Nasional Aparatur Sipil Negara (ASN), di lapangan depan Kantor Gubernur Jambi, Senin (19/01/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjamin keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan pekerja, termasuk tenaga kerja penyandang disabilitas.

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban normatif, tetapi wujud nyata perhatian pemerintah dan perusahaan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi pekerja.

“Ini adalah bentuk komitmen dari pemerintah dan perusahaan untuk memberikan layanan, perhatian, dan perlindungan kepada seluruh pekerja kita,” kata dia.

“Pekerja harus bekerja dengan aturan yang ada, namun perusahaan juga wajib menjalankan kewajibannya, yakni mempekerjakan pekerja dengan rasa aman, nyaman, dan dilindungi,” ujar Al Haris.

Gubernur juga menekankan pentingnya jaminan perlindungan apabila terjadi kecelakaan kerja, termasuk melalui regulasi asuransi pekerja yang telah tertata dengan baik.

Selain itu, Al Haris menyoroti kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Provinsi Jambi yang terus meningkat setiap tahunnya, sebagai indikator perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pekerja.

Dalam acara tersebut, Pemprov Jambi memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki komitmen tinggi dalam mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas, antara lain:

  1. PT Selaras Jaya Indah Hotelindo (Swiss-Belhotel)

  2. PT Agrowiyana

  3. PT Agro Mitra Madani

  4. PT Petaling Mandraguna

  5. PT Wirakarya Sakti

  6. PT Dasa Anugrah Sejati PMKS Taman Rajo

  7. PT Sumber Alfaria Trijaya

  8. PT Surya Utama Agro Lestari

  9. PT Aneka Bumi Pratama

  10. PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry

  11. PT Surya Gemilang Agro Mandiri

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar dunia usaha semakin inklusif dan memberikan kesempatan kerja yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)




Kasus Guru SMKN 3 Tanjab Timur, Jubir Pemprov Jambi Tegaskan Surat Gubernur Hoak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Beredar luas di Facebook surat terbuka yang mengatasnamakan Gubernur Jambi, Al Haris terkait kasus pengeroyokan guru SMKN 3 Tanjabtim oleh beberapa siswanya.

Surat tersebut meminta Presiden dan Kapolri menindak pelaku pengeroyokan.

Namun, Juru Bicara Pemprov Jambi, Drs Ariansyah, ME, menegaskan bahwa Gubernur Jambi dan Kepala OPD lingkungan Provinsi Jambi tidak pernah membuat atau mengirim surat terbuka tersebut.

Ariansyah menyebut konten tersebut sebagai hoaks, adu domba, dan propaganda dengan tujuan tertentu.

Ariansyah meminta masyarakat Jambi agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa memverifikasi kebenarannya.

Ia menekankan pentingnya mencari informasi dari sumber resmi dan kredibel sebelum membagikannya.

“Dimohon masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi, saring terlebih dahulu dan pastikan sumbernya jelas sebelum men-sharing berita,” tegas Ariansyah.

Sementara itu, kasus pengeroyokan guru SMKN 3 Tanjabtim masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib.

Kedua belah pihak, guru dan siswa, telah saling melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tanjabtim, sehingga penanganan kasus ini akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan atau perlakuan tidak pantas yang menimpa seorang guru bernama Agus Saputra di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur tengah menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa pagi, 13 Januari 2026.

Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan menindaklanjuti insiden ini secara serius.

Ia menyebutkan akan menurunkan tim dari Dinas Pendidikan, khususnya bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), untuk mendalami kasus tersebut.

“Tim dari Diknas akan turun ke sana, kita lihat nanti bagaimana hasilnya,” kata Al Haris.

Menurutnya, masalah ini sudah ditangani melalui rapat mediasi yang melibatkan orang tua siswa, pihak sekolah, camat, dan kepolisian. Al Haris berharap kasus ini tidak berkembang lebih luas.

“Rapat mediasi sudah dilakukan. Saya ingin masalah ini tidak melebar ke mana-mana,” ujarnya.

Gubernur Jambi menegaskan, jika dalam penyelidikan ditemukan kesalahan dari guru, pemerintah akan memberikan sanksi tegas.

Namun, ia juga mengingatkan agar siswa tidak mengambil sikap menghakimi guru secara sendiri, karena hal itu dapat mencoreng dunia pendidikan.

“Kalau gurunya salah tentu akan kita beri sanksi. Kalau perkataannya memang tidak pantas seorang guru, ya ditindak. Tapi siswa juga tidak boleh menghakimi gurunya, ini mencoreng dunia pendidikan,” jelas Al Haris.

Ia berharap kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

“Dunia pendidikan harus tetap utuh, tidak boleh ada yang mencoreng. Saya kira ini insiden yang kurang baik di dunia pendidikan,” tutupnya.(*)