Walikota Jambi Canangkan Program Sunat Gratis Tanpa Batas! Begini Caranya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi mencanangkan program sunat gratis sepanjang masa bagi masyarakat, terutama bagi keluarga kurang mampu.

Program ini menjadi terobosan baru karena layanan khitan tidak lagi bersifat musiman atau menunggu kegiatan sunatan massal, melainkan dapat diakses kapan saja secara gratis.

Wali Kota Jambi, dr Maulana, mengatakan kebijakan tersebut lahir dari temuan di lapangan bahwa masih banyak anak hingga remaja di Kota Jambi yang belum menjalani khitan karena keterbatasan ekonomi.

Selama ini, masyarakat cenderung menunggu agenda sunatan massal yang tidak rutin dilaksanakan.

“Banyak warga yang seharusnya sudah dikhitan, tapi masih menunggu sunatan massal. Alasannya sederhana, karena tidak punya biaya,” ujar Maulana, Jumat (30/1/2026).

Melihat kondisi tersebut, Pemkot Jambi memilih menghapus pola sunatan massal yang bersifat seremonial.

Sebagai gantinya, layanan khitan dibuka gratis sepanjang tahun tanpa batas waktu dan kuota.

“Siapapun boleh, kapanpun datang. Tidak perlu menunggu kegiatan tertentu. Ini gratis sepanjang masa,” tegasnya.

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkot Jambi akan menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) serta surat tugas resmi dari Wali Kota.

Pelaksanaan teknis akan melibatkan seluruh puskesmas di Kota Jambi di bawah koordinasi Dinas Kesehatan.

Selain fasilitas kesehatan, pihak sekolah juga akan dilibatkan secara aktif.

Kepala sekolah dan guru diminta membantu mendata siswa yang belum atau ingin dikhitan, kemudian diarahkan langsung ke puskesmas terdekat.

“Kalau ada siswa yang mau dikhitan, tinggal ke puskesmas. Jadwalnya nanti diatur, bisa seminggu sekali atau sesuai kebutuhan,” jelas Maulana.

Terkait anggaran, seluruh biaya khitan akan ditanggung melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi.

Dengan skema ini, masyarakat dipastikan tidak mengeluarkan biaya sedikit pun.

“Biayanya dari Baznas. Jadi tidak ada lagi acara sunatan massal yang kadang biaya seremonialnya justru lebih besar dari biaya sunatnya,” pungkasnya.

Program sunat gratis sepanjang masa ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan anak-anak di Kota Jambi.

Sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat dan memastikan tidak ada lagi anak yang tertunda khitannya karena alasan biaya.(*)




Program Bank Harkat Belum Optimal, Wali Kota Jambi Sebut Pemerintah Cari Solusi! Ini Alasannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Program Bank Harkat, salah satu unggulan dari 11 program prioritas “Kota Jambi Bahagia”, disebut masih menghadapi kendala dalam realisasi pembiayaan UMKM, meskipun pemerintah kota telah menyiapkan dana hingga Rp110 miliar.

Wali Kota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza, menegaskan bahwa meski Bank Harkat telah resmi berjalan, realisasi penyaluran modal bagi UMKM hingga kini masih sangat terbatas, yakni sekitar Rp300 juta.

Hal ini disebabkan beberapa kendala, antara lain tunggakan masyarakat sebelumnya dan keterbatasan pemahaman UMKM mengenai prosedur pembiayaan.

“Kami ingin mendorong UMKM agar tidak terjerat pinjaman online atau rentenir. Namun kenyataannya, sebagian masyarakat masih memiliki tunggakan lama, sehingga penyerapan dana Bank Harkat belum maksimal,” ungkap Maulana saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) antar-OPD, Kamis (29/1/2026).

Maulana menambahkan, pemerintah kota terus berupaya mencari solusi agar program ini dapat berjalan optimal.

Langkah ke depan meliputi kerja sama dengan OJK dan perbankan, sekaligus sosialisasi intensif kepada UMKM agar mereka lebih memahami mekanisme pembiayaan yang aman dan terjangkau.

Selain Bank Harkat, program Kampung Bahagia di bidang kesehatan disebut telah berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Penandatanganan PK antar-OPD diharapkan memperkuat sinergi seluruh perangkat daerah, sehingga setiap program prioritas dapat terlaksana sesuai target.

“Setiap OPD memiliki peran penting. Dengan koordinasi yang baik, kami optimis program-program ini, termasuk Bank Harkat, akan dapat memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat,” tutup Maulana.(*)




OPD Tandatangani Perjanjian Kinerja, Program Unggulan ‘Kota Jambi Bahagia’ Telah Berjalan Nyata

JJAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – OPD Kota Jambi menegaskan komitmen dalam mewujudkan 11 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2026, melalui penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) yang berlangsung pada Kamis (29/1/2026).

Wali Kota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza, menegaskan bahwa kolaborasi antar-OPD menjadi kunci kesuksesan program “Kota Jambi Bahagia.”

Penandatanganan PK ini tidak hanya formalitas, tetapi juga sebagai penguat akuntabilitas dan sinergi seluruh perangkat daerah untuk memastikan setiap program memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berkumpul bersama staf ahli, asisten, kepala OPD, hingga camat, untuk memastikan 11 program prioritas berjalan optimal,” sebutnya.

“Semua OPD bekerja sama dengan koordinasi melalui staf ahli atau asisten yang membidangi program tertentu. Secara umum, program-program ini sudah memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Maulana.

Salah satu program unggulan, Bank Harkat, dirancang untuk membantu UMKM dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada pinjaman online atau rentenir.

Program ini bekerja sama dengan perbankan untuk menyalurkan dana sebesar Rp110 miliar, meski realisasi saat ini baru mencapai sekitar Rp300 juta.

“Kami ingin mendorong pembiayaan UMKM agar tidak terjerat pinjol atau rentenir. Sebagian masyarakat masih memiliki tunggakan sebelumnya,” kata Maulana.

“Tapi ke depan kami akan berinovasi bersama OJK dan perbankan agar UMKM mendapatkan modal yang layak,” tambah Maulana.

Selain itu, program Kampung Bahagia di sektor kesehatan juga disebut telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Penandatanganan Perjanjian Kinerja antar-OPD ini diharapkan memperkuat sinergi, memastikan program prioritas dapat terlaksana sesuai target, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah kota.

“Setiap OPD memiliki peran penting dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

Dengan koordinasi yang baik, kami optimis program ini akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Maulana.(*)




168 Atlet Jambi Jalani Tes Kesehatan Jelang PON Beladiri 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak 168 atlet Jambi yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2026 di Sulawesi Selatan, mulai mengikuti tes kesehatan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi menyatakan keyakinannya bahwa atlet Jambi memiliki potensi untuk meraih prestasi maksimal di ajang nasional tersebut.

Menurutnya, kondisi fisik dan kesehatan menjadi faktor penting untuk mendukung performa di arena pertandingan.

“Dengan persiapan matang, termasuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh, kami optimis atlet Jambi dapat bersaing dan meraih hasil terbaik,” ujar Ketua KONI.

Rangkaian Tes Kesehatan

Tes kesehatan dilakukan oleh tim dokter Mefi, dengan pemeriksaan dasar untuk memastikan atlet berada dalam kondisi prima. Pemeriksaan meliputi:

  • Pengukuran tensi darah

  • Penimbangan berat badan

  • Cek kadar gula darah

  • Pemeriksaan nikotin

  • Pengukuran lingkar perut

Selain pemeriksaan, tim medis memberikan edukasi kesehatan agar atlet menjaga pola hidup sehat selama masa latihan intensif.

Atlet diimbau untuk cukup istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga stamina agar daya tahan tubuh tetap optimal.

Cabang Olahraga yang Dites

Tes kesehatan diikuti oleh atlet dari beberapa cabang olahraga, antara lain:

  • Anggar

  • IBCA MMA

  • Muaythai

  • Tinju

  • Kickboxing

  • Kurash

Dengan langkah ini, KONI Jambi berharap seluruh atlet dapat menjalani program latihan optimal dan terhindar dari risiko cedera maupun gangguan kesehatan menjelang keberangkatan ke Sulawesi Selatan untuk PON Beladiri 2026.(*)




Prestasi Membanggakan, Pemprov Jambi Dapat Opini Kualitas Tertinggi dari Ombudsman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Provinsi Jambi mencetak prestasi gemilang dalam penilaian pelayanan publik nasional tahun 2025 yang dilakukan oleh Ombudsman RI.

Berdasarkan hasil penilaian yang dikenal dengan Opini Ombudsman, Provinsi Jambi berhasil menduduki peringkat pertama dan meraih predikat Opini Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi.

Penghargaan diterima langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, pada Kamis (29/1/2026).

Dari seluruh provinsi di Indonesia, hanya dua provinsi yang berhasil meraih predikat tertinggi, yakni Jambi dan Jawa Timur.

Namun Jambi berada di posisi pertama dan diberikan kesempatan menyampaikan testimoni di acara penganugerahan.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi, Saiful Roswandi, mengapresiasi pencapaian Pemprov Jambi.

Menurutnya, penghargaan ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Pencapaian Pemprov Jambi tidak boleh berhenti di sini. Harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pelayanan publik untuk masyarakat akan terus meningkat, termasuk bagi pemerintah daerah lainnya di Jambi agar dapat bersaing dan memenuhi harapan masyarakat,” ujar Saiful pada Jumat (30/1/2026).

Saiful menambahkan, penilaian Ombudsman tidak hanya menitikberatkan pada kualitas pelayanan, tetapi juga kepedulian pemerintah daerah terhadap pengaduan masyarakat.

Menurutnya, fasilitas pelayanan yang baik harus diimbangi dengan pengelolaan pengaduan yang efektif agar masyarakat benar-benar puas.

Salah satu indikator utama penilaian adalah kepuasan masyarakat, yang diperoleh melalui wawancara langsung oleh tim penilai Ombudsman.

“Komponen kepuasan masyarakat menjadi bagian penting. Dan Pemprov Jambi berhasil memenuhi standar tersebut,” tutup Saiful.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pemerintah daerah di Jambi untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan berkompetisi di tingkat nasional.(*)




Euforia Piala Dunia 2026 Dimulai di Jambi, Kick Off TVRI Hadirkan Senam Massal dan Game Seru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Masyarakat Indonesia kini bisa merasakan euforia Piala Dunia 2026 lebih mudah, termasuk di daerah, berkat penunjukan TVRI sebagai pemegang hak siar resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kepala TVRI Stasiun Jambi, Herly Marjoni, mengungkapkan, sebagai pemanasan sebelum siaran resmi, TVRI akan menggelar Kick Off World Cup 2026 secara serentak nasional pada Minggu, 1 Februari 2026.

“Kegiatan diawali dengan senam massal bersama instruktur profesional dan terbuka untuk masyarakat. Tendangan bola pertama akan dilakukan Presiden RI pukul 07.30 WIB, diikuti gubernur seluruh Indonesia, termasuk Gubernur Jambi, Al Haris,” jelas Herly.

Rangkaian acara di Jambi mencakup:

  • Senam pagi bersama instruktur profesional

  • Berbagai permainan interaktif bertema Piala Dunia 2026, seperti Penalty Challenge, Crossbar Challenge, Quiz World Cup, Juggling Challenge, hingga Goal Celebration Challenge

  • Pembagian doorprize dan merchandise resmi TVRI

  • Penampilan hiburan lokal dan partisipasi UMKM untuk memeriahkan atmosfer

Kick Off ini menjadi bagian dari program nasional bertajuk “Special Kick Off Piala Dunia 26” dengan tema “Bola Gembira”, menekankan semangat kebersamaan melalui olahraga.

Peserta dan kru mengenakan jersey negara-negara peserta Piala Dunia sebagai simbol persatuan.

Siaran resmi Piala Dunia 2026 di TVRI dijadwalkan mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Herly Marjoni mengingatkan masyarakat untuk menyiapkan antenna UHF guna memastikan kualitas penerimaan siaran tetap optimal.

Melalui program ini, TVRI Jambi mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta merayakan Kick Off, sekaligus mendukung TVRI sebagai televisi penayang resmi Piala Dunia 2026.

Sehingga euforia sepak bola terbesar dunia bisa dinikmati hingga pelosok negeri.

“Dengan tayangan berkualitas dan mudah diakses, TVRI berharap semua lapisan masyarakat dapat merasakan semangat Piala Dunia 2026 bersama-sama,” tutup Herly.(*)




Rencana Tol Jambi–Rengat Dimatangkan, Target Selesaikan Konektivitas Sumatera

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan nasional melalui percepatan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II, khususnya di koridor Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,70 km.

Selain itu, perusahaan juga merencanakan pembangunan Ruas Tol Jambi–Rengat untuk memperlancar mobilitas, memperkuat konektivitas antarprovinsi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Jambi, Sumatra Selatan, hingga Riau.

Saat ini, Tol Betung–Tempino–Jambi terdiri dari segmen yang sudah beroperasi dan segmen konstruksi yang masih berjalan.

Segmen Bayung Lencir–Tempino sepanjang 34,10 km dan Tempino–Ness 18,49 km sudah beroperasi tanpa tarif.

Sementara itu, 118,14 km masih dalam tahap konstruksi, terbagi menjadi Seksi 1 (Betung–Tungkal Jaya) sepanjang 62,38 km dan Seksi 2 (Tungkal Jaya–Bayung Lencir) sepanjang 55,76 km.

“Misi kami adalah memperkuat konektivitas antarwilayah, mempermudah arus logistik, dan memastikan manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat serta pelaku usaha,” kata Mardiansyah, Executive Vice President (EVP) Hutama Karya.

Progres pembebasan lahan dan konstruksi tiap seksi menunjukkan capaian signifikan.

Seksi 1A mencatat 48,32% pembebasan lahan dan 57,64% konstruksi, dengan target selesai Kuartal I 2027.

Seksi 1B mencapai 41,14% lahan dan 13,39% konstruksi, target Kuartal I 2027.

Sementara itu, Seksi 2A mencapai 28,45% lahan dan 22,03% konstruksi, Seksi 2B 40,48% lahan dan 22,37% konstruksi, target penyelesaian Kuartal IV 2027.

Dalam rangka pengawasan dan sinergi lintas pemangku kepentingan, Kamis (29/01), dilakukan kunjungan kerja ke Gerbang Tol Pijoan.

Hadir dalam kunjungan anggota Komisi V DPR RI, pejabat Kementerian Pekerjaan Umum, perwakilan Pemprov Jambi, serta jajaran Hutama Karya.

Ketua rombongan A. Bakri menyampaikan dukungan penuh agar pembangunan Tol Jambi–Rengat dapat terealisasi.

Selain memperkuat konektivitas, proyek ini diharapkan memberikan dampak sosial positif, antara lain mendukung pengembangan UMKM lokal di rest area, menyediakan fasilitas overpass dan underpass, serta menjaga mobilitas masyarakat sekitar.

Ruas Tol Jambi–Rengat sepanjang 198,13 km menjadi kelanjutan penting JTTS untuk menghubungkan Jambi dengan Riau dan pusat aktivitas ekonomi seperti kawasan industri Sungai Enok.

Tol ini juga membuka akses strategis ke destinasi wisata dan konservasi, seperti Kompleks Candi Muaro Jambi, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Berbak–Bukit Tigapuluh.

“Dengan pengembangan JTTS yang berkelanjutan, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan infrastruktur andal dan terkoneksi, sehingga manfaatnya dirasakan langsung masyarakat dan mendukung daya saing ekonomi regional,” tutup Mardiansyah.(*)




Dugaan Pemerkosaan Remaja di Jambi oleh Oknum Polisi, UPTD PPA Kawal Pemulihan Mental Korban

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Jambi, Rosa Rosilawati, memastikan pihaknya akan memberikan pendampingan penuh kepada ANI (18), remaja yang menjadi korban dugaan pemerkosaan.

Pendampingan mencakup aspek psikologis, hukum, hingga pendampingan di pengadilan.

“Informasi yang kami terima, terjadi pencabulan oleh empat pria, dua di antaranya diduga anggota Kepolisian. Diduga kasus ini dipengaruhi oleh konten pornografi dan media sosial. Kami akan kawal pemulihan mental korban,” ujar Rosilawati.

Rosilawati menegaskan, pihaknya telah menyiapkan tim psikolog dan fasilitator hukum untuk mendampingi ANI dan memastikan korban mendapatkan perlindungan maksimal selama proses hukum berjalan.

Adapun inisial terduga pelaku yang dilaporkan keluarga korban adalah CS, IS, PSP, dan N.

Pihak masyarakat kini menunggu langkah tegas dari Polda Jambi untuk mengusut dugaan keterlibatan oknum anggotanya dan memastikan keadilan bagi korban.

Kronologi Dugaan Pemerkosaan dari Sudut Pandang Ibu Korban

Meski fokus berita adalah UPTD PPA, penting untuk menyoroti kronologi peristiwa agar publik memahami konteks:

  1. November 2025 – Awal perkenalan
    ANI berkenalan dengan seorang pria berinisial IN di sebuah gereja.

  2. 2 Januari 2026 – Fakta terungkap
    Monica, ibu korban, mengetahui kejadian sebenarnya setelah menemukan pesan curhat anaknya ke teman-temannya. ANI tidak berani bercerita langsung.

  3. Malam kejadian
    ANI berada di rumah rekannya LN. Pelaku IN menjanjikan akan menjemput korban untuk pulang. Namun, pelaku datang tengah malam dan membawa ANI pergi.

  4. Dibawa berkeliling dan ke rumah kos
    Korban dibawa ke kawasan Kebun Kopi dan kemudian ke sebuah rumah kos di kawasan Arizona, yang disebut disewa oleh seorang anggota polisi. ANI dibawa dalam kondisi tidak sadar dan digotong.

  5. Ditinggalkan di Terminal Alam Barajo
    Setelah peristiwa tersebut, korban ditinggalkan begitu saja. ANI mengalami trauma berat, sering mengurung diri, dan sempat menyatakan keinginan untuk mengakhiri hidup.

Monica berharap proses hukum segera berjalan, sementara UPTD PPA siap memastikan pendampingan korban dari sisi hukum dan psikologis tetap berjalan hingga tuntas.(*)




Kasus Kekerasan Seksual Guncang Kota Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi Minta Kapolda Kawal Langsung

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dugaan kasus kekerasan seksual kembali mencoreng wajah Kota Jambi.

Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun, berinisial ANI, warga Kecamatan Alam Barajo, dilaporkan menjadi korban pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh empat orang pria.

Yang mengejutkan, dua dari empat terduga pelaku disebut-sebut merupakan oknum anggota kepolisian yang aktif bertugas di wilayah Jambi.

Informasi ini memicu perhatian publik dan kekhawatiran luas terhadap penegakan hukum serta perlindungan korban.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyampaikan rasa prihatin mendalam atas peristiwa yang menimpa korban.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan resmi dari keluarga korban dan langsung mengambil langkah cepat.

DPRD Kota Jambi, kata Faried, telah memfasilitasi pendampingan psikologis dan perlindungan hukum melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Jambi.

Termasuk melibatkan tenaga psikolog untuk memulihkan kondisi mental korban.

“Kami fokus memastikan korban mendapatkan pendampingan yang layak, baik secara psikologis maupun hukum. UPTD PPA dan psikolog telah kami libatkan untuk mendalami dampak yang dialami korban,” ujarnya.

Lebih lanjut, Faried menegaskan bahwa kasus ini harus dikawal secara serius dan transparan, terlebih jika benar melibatkan aparat penegak hukum.

Ia berharap Kapolda Jambi beserta jajaran turun langsung mengawasi proses penanganan perkara tersebut.

“Ini bukan hanya soal hukum, tapi menyangkut masa depan korban dan kepercayaan publik terhadap institusi. Jangan sampai ada upaya menutup-nutupi,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kasus dugaan pemerkosaan tersebut masih dalam proses penanganan oleh pihak berwenang.(*)




Walikota Jambi Sosialisasikan Program Kampung Bahagia 2026, Seluruh RT Tersentuh Pembangunan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Pemkot Jambi terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan melalui sosialisasi Program Kampung Bahagia 2026, Kamis (29/1/2026).

Program Kampung Bahagia 2026 merupakan kelanjutan dari pilot project di 67 RT sepanjang 2025 yang dinilai berhasil dan mendapat apresiasi dari berbagai daerah.

Keberhasilan uji coba tersebut menjadi landasan Pemkot Jambi untuk mengimplementasikan program secara menyeluruh di seluruh wilayah kota.

Pada tahun 2026, tidak ada satu pun RT di Kota Jambi yang luput dari sentuhan pembangunan.

Seluruh elemen masyarakat, mulai dari kalangan tua hingga muda, dilibatkan secara aktif melalui pendekatan swadaya dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas pelaksanaan Program Kampung Bahagia dengan dukungan APBD Kota Jambi sebesar Rp136 miliar.

Hal itu disampaikan Maulana saat evaluasi Pilot Project Kampung Bahagia 2025 bersama seluruh lurah se-Kota Jambi yang digelar di Aula DPMPPA, beberapa waktu lalu.

“Kita sudah menyiapkan skema pelaksanaan tahun 2026. InsyaAllah seluruh RT akan melaksanakan Program Kampung Bahagia,” kata Maulana.

Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola keuangan agar program berjalan bersih, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat integritas pemerintahan hingga tingkat kelurahan dan RT.

Program Kampung Bahagia merupakan salah satu dari 11 program unggulan Kota Jambi yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas.

Program ini mencakup aspek lingkungan, sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

Untuk mempermudah pengawasan, Pemkot Jambi membagi pelaksanaan program ke dalam dua kelompok.

Kelompok A dijadwalkan melaksanakan kegiatan pada Januari–Juli 2026, sementara Kelompok B pada Agustus–Desember 2026.

Meski demikian, setiap RT tetap diwajibkan menggelar musyawarah warga untuk menentukan prioritas kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan tahapan pelaksanaan program secara terstruktur yang menyasar 1.583 RT di seluruh Kota Jambi.

Tahapan dimulai pada Januari 2026 dengan seleksi dan rekrutmen tenaga pendamping Kampung Bahagia, dilanjutkan sosialisasi kepada masyarakat pada minggu ketiga dan keempat.

Pada Februari, dilakukan rembuk kesiapan warga, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja), pemetaan swadaya masyarakat, serta penyusunan rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan.

Selanjutnya, pada Maret RT menyusun proposal Kampung Bahagia.

Pencairan dana ke rekening Pokja dilakukan pada April 2026 untuk memulai pelaksanaan kegiatan.

Program berlangsung pada April hingga Mei, kemudian dilanjutkan dengan serah terima hasil kegiatan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban pada Juni 2026.

“Dengan tahapan yang jelas, setiap RT dapat melaksanakan program secara tertata dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Noverentiwi.

Besaran Dana Kampung Bahagia disesuaikan dengan jumlah kepala keluarga (KK) di setiap RT.

RT dengan lebih dari 100 KK menerima Rp100 juta, RT dengan 60–99 KK sebesar Rp70 juta, dan RT dengan kurang dari 60 KK memperoleh Rp50 juta.

Selain itu, Pemkot Jambi juga menyiapkan tenaga pendamping, petunjuk teknis, peraturan wali kota, serta tim monitoring khusus guna memastikan pelaksanaan Program Kampung Bahagia berjalan sesuai aturan dan terhindar dari penyalahgunaan anggaran. (*)