Jangan Salah Waktu Jemput! Ini Jadwal Kedatangan Pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi Hari Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi tetap berlangsung padat pada Jumat 7 Agustus 2026.

Bagi masyarakat yang berencana menjemput keluarga, kerabat, maupun mitra bisnis, terdapat delapan penerbangan kedatangan yang dijadwalkan tiba sepanjang hari ini.

Dari total kedatangan tersebut, mayoritas pesawat datang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) Jakarta.

Sementara satu penerbangan lainnya berasal dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulon Progo.

Jadwal kedatangan tersebar mulai pagi hingga malam hari. Berikut daftar lengkap pesawat yang dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Satu Penerbangan dari Yogyakarta Tiba Sore Hari

Bagi warga yang menunggu kedatangan penumpang dari Yogyakarta, hanya tersedia satu penerbangan pada hari ini.

17.35 WIB
Super Air Jet nomor penerbangan IU 376 dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Tujuh Penerbangan dari Jakarta Layani Kedatangan

Rute Jakarta–Jambi menjadi jalur penerbangan dengan jumlah kedatangan terbanyak. Sebanyak tujuh pesawat dijadwalkan tiba dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Jadwal pagi:

  • 08.25 WIB – Citilink QG 960
  • 10.10 WIB – Batik Air ID 6804
  • 10.25 WIB – Garuda Indonesia GA 126

Jadwal siang:

  • 15.15 WIB – Citilink QG 966
  • 15.20 WIB – Super Air Jet IU 840

Jadwal sore hingga malam:

  • 17.00 WIB – Citilink QG 964
  • 18.40 WIB – Batik Air ID 6806

Penerbangan Batik Air ID 6806 menjadi jadwal kedatangan terakhir yang dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Jumat malam.

Penjemput Diminta Perhatikan Perubahan Jadwal

Manajemen Bandara Sultan Thaha Jambi mengingatkan masyarakat yang hendak melakukan penjemputan agar tetap memantau perkembangan jadwal penerbangan.

Perubahan waktu kedatangan dapat terjadi akibat berbagai faktor, seperti kondisi cuaca, operasional maskapai, maupun penyesuaian layanan penerbangan.

Penjemput juga disarankan menggunakan area parkir dan lokasi pengambilan penumpang (pick-up point) yang telah tersedia agar arus kendaraan di kawasan bandara tetap berjalan lancar.

Khusus pada Jumat, masyarakat yang hendak menjemput diimbau memperhitungkan waktu perjalanan, terutama menjelang dan setelah pelaksanaan salat Jumat karena potensi peningkatan aktivitas masyarakat.

Dengan mengetahui jadwal kedatangan sejak awal, penjemput dapat mengatur waktu perjalanan lebih efisien dan menghindari menunggu terlalu lama di area bandara.(*)




Daftar Lengkap Jadwal Pesawat dari Jambi Jumat 7 Agustus 2026: Paling Pagi Pukul 06.00 WIB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Aktivitas penerbangan dari Bandara Sultan Thaha Jambi tetap berjalan normal menjelang akhir pekan.

Pada Jumat 7 Agustus 2026, sebanyak delapan penerbangan dijadwalkan melayani penumpang dengan tujuan Jakarta dan Batam.

Dari total penerbangan tersebut, rute Jakarta masih menjadi tujuan terbanyak dengan tujuh keberangkatan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).

Sementara satu penerbangan lainnya melayani rute luar Pulau Jawa menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.

Bagi masyarakat yang memiliki agenda perjalanan bisnis, pekerjaan, maupun keperluan pribadi, berikut jadwal keberangkatan pesawat dari Bandara Sultan Thaha Jambi yang perlu diperhatikan.

Rute Jambi–Batam

Satu-satunya penerbangan menuju kawasan Kepulauan Riau tersedia pada pagi hari.

09.00 WIB
Super Air Jet nomor penerbangan IU 377 berangkat dari Jambi menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Rute Jambi–Jakarta

Penumpang tujuan Jakarta memiliki tujuh pilihan jadwal penerbangan yang tersebar mulai pagi hingga sore.

Penerbangan pagi:

  • 06.00 WIB – Batik Air ID 6807
  • 08.55 WIB – Citilink QG 961

Penerbangan siang:

  • 10.50 WIB – Batik Air ID 6805
  • 11.10 WIB – Garuda Indonesia GA 127

Penerbangan sore:

  • 15.45 WIB – Citilink QG 967
  • 16.00 WIB – Super Air Jet IU 841
  • 17.30 WIB – Citilink QG 965

Dengan jadwal tersebut, penerbangan terakhir dari Bandara Sultan Thaha Jambi menuju Jakarta pada Jumat 7 Agustus 2026 dijadwalkan berangkat pukul 17.30 WIB.

Penumpang Diimbau Datang Lebih Awal

Untuk menghindari keterlambatan proses keberangkatan, penumpang disarankan tiba di terminal minimal dua jam sebelum jadwal penerbangan.

Selain memastikan dokumen perjalanan seperti identitas diri dan tiket telah tersedia, calon penumpang juga dianjurkan memanfaatkan layanan check-in online dari masing-masing maskapai agar proses di bandara menjadi lebih cepat.

Manajemen Bandara Sultan Thaha Jambi mengingatkan bahwa jadwal penerbangan dapat mengalami perubahan mengikuti kebijakan operasional maskapai maupun kondisi pelayanan penerbangan.

Karena itu, penumpang tetap disarankan melakukan pengecekan ulang jadwal sebelum menuju bandara.(*)




Anggaran Jalan Jambi Rp70 Miliar Dinilai Belum Cukup, DPRD Soroti Target Jalan Mantap 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Target peningkatan kualitas jalan provinsi di Jambi menghadapi tantangan besar.

Alokasi anggaran Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi dalam rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp70,197 miliar dinilai belum cukup untuk mendongkrak angka kemantapan jalan secara signifikan.

Dengan total jaringan jalan provinsi mencapai 1.183,787 kilometer, kemampuan fiskal daerah masih jauh dibanding kebutuhan penanganan infrastruktur yang harus dilakukan secara bertahap.

Data kondisi jalan hingga Mei 2026 menunjukkan, sebanyak 847,872 kilometer atau 71,62 persen jalan provinsi berada dalam kondisi mantap.

Sementara 335,915 kilometer lainnya atau 28,38 persen masih masuk kategori tidak mantap dan membutuhkan perbaikan.

Jika melihat kebutuhan biaya peningkatan jalan yang diperkirakan mencapai Rp3–5 miliar per kilometer, anggaran sekitar Rp70 miliar tersebut secara realistis hanya mampu menangani sekitar 10 hingga 18 kilometer jalan.

Artinya, kenaikan persentase jalan mantap diperkirakan tidak terlalu besar, hanya berada pada kisaran 0,8 hingga 1,5 persen.

DPRD: Jangan Sekadar Habiskan Anggaran, Fokus pada Dampak Ekonomi

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, menilai keterbatasan anggaran harus diikuti dengan strategi pembangunan yang lebih tajam.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan setiap program infrastruktur memberikan dampak nyata terhadap masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas wilayah dan menggerakkan ekonomi.

“Dengan kemampuan APBD yang terbatas, setiap program harus menghasilkan peningkatan jalan mantap yang terukur. Penanganan harus diarahkan kepada ruas yang memiliki dampak ekonomi besar, bukan hanya pemerataan anggaran,” ujar Ivan.

Ia menegaskan pembangunan jalan tidak cukup hanya dilihat dari jumlah anggaran yang terserap, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan setelah proyek selesai.

Menurutnya, ruas jalan yang menjadi penghubung kawasan produksi, distribusi barang, pusat ekonomi, hingga pelayanan publik harus menjadi prioritas utama.

APBD Dinilai Tidak Bisa Jadi Satu-satunya Andalan

Ivan yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur jalan tidak dapat hanya bergantung pada kemampuan APBD.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jambi perlu memperkuat lobi pendanaan dari pemerintah pusat, termasuk memaksimalkan peluang Dana Alokasi Khusus (DAK), skema pembangunan multiyears, hingga kerja sama pembiayaan lainnya.

“Kalau ingin meningkatkan kemantapan jalan secara signifikan, sumber pembiayaan harus diperluas. Dukungan pemerintah pusat dan skema pendanaan alternatif menjadi sangat penting agar pembangunan tidak berjalan lambat,” katanya.

Empat Daerah Masih Butuh Percepatan Penanganan

Berdasarkan data kondisi jalan, terdapat sejumlah wilayah yang masih memiliki tingkat kemantapan jalan relatif rendah dibanding daerah lain.

Empat wilayah yang menjadi perhatian antara lain:

  • Kabupaten Tanjung Jabung Timur: jalan mantap 46,57 persen
  • Kabupaten Sarolangun: jalan mantap 53,39 persen
  • Kabupaten Tebo: jalan mantap 66,40 persen
  • Kabupaten Merangin: jalan mantap 73,88 persen

Wilayah tersebut memiliki persentase jalan tidak mantap cukup tinggi sehingga dinilai membutuhkan perhatian lebih dalam penyusunan program pembangunan tahun 2027.

Ukuran Keberhasilan Bukan Hanya Kilometer Jalan

Ivan berharap pembahasan APBD 2027 tidak hanya berorientasi pada besarnya anggaran, tetapi juga target kinerja yang jelas.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan jalan harus diukur dari berbagai indikator, mulai dari bertambahnya kilometer jalan mantap, meningkatnya konektivitas antarwilayah, turunnya biaya distribusi, hingga dampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar membangun jalan, tetapi bagaimana infrastruktur tersebut membuka akses ekonomi, mempercepat pelayanan publik, dan meningkatkan daya saing Provinsi Jambi,” tegasnya.

Dengan pendekatan berbasis hasil atau outcome, pembangunan jalan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemerataan pembangunan, bukan hanya meningkatkan angka statistik kemantapan jalan.(*)




Update Program Nikah Walimah Massal Gratis Jambi 2026: 9 Pasangan Sudah Mendaftar, Berikut Sebarannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Program Nikah dan Walimah Massal Gratis 2026 yang digagas Pemerintah Kota Jambi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi mulai memasuki tahap seleksi peserta.

Hingga Kamis 6 Agustus 2026, sebanyak sembilan pasangan calon pengantin dinyatakan memenuhi verifikasi awal setelah melalui pemeriksaan administrasi dan persyaratan dari Kantor Urusan Agama (KUA).

Program yang menyasar masyarakat dengan keterbatasan ekonomi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memberikan kemudahan bagi warga yang ingin membangun keluarga tanpa terbebani biaya pernikahan.

Ketua BAZNAS Kota Jambi, Muhammad Padli, mengatakan proses verifikasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan diberikan kepada pasangan yang benar-benar memenuhi kriteria.

“Program ini memang diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Karena itu setiap calon peserta harus melewati proses verifikasi agar manfaatnya tepat sasaran,” ujar Padli.

Berdasarkan hasil sementara, sembilan pasangan yang lolos berasal dari sejumlah kecamatan di Kota Jambi.

Dua pasangan berasal dari wilayah Telanaipura dan Danau Sipin, empat pasangan dari Kecamatan Jambi Selatan dan Paal Merah, dua pasangan dari Jelutung, serta satu pasangan dari Kecamatan Jambi Timur.

Sementara beberapa kecamatan lainnya masih dalam proses pengajuan dan pemeriksaan dokumen calon peserta.

Seleksi Utamakan Data Ekonomi Calon Pengantin

BAZNAS Kota Jambi memastikan program ini tidak hanya melihat kelengkapan administrasi pernikahan, tetapi juga kondisi ekonomi calon peserta.

Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi calon mempelai pria adalah tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori desil 1 hingga 4.

Menurut Padli, indikator tersebut digunakan untuk memastikan program benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan dukungan.

“Kami ingin pasangan yang mengikuti program ini mendapatkan manfaat maksimal sehingga mereka bisa memulai kehidupan rumah tangga tanpa tekanan biaya awal pernikahan,” jelasnya.

Calon peserta juga harus memenuhi sejumlah ketentuan lain, seperti berdomisili di Kota Jambi, calon pengantin pria berstatus jejaka atau belum pernah menikah, usia minimal 19 tahun, serta memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan Kementerian Agama.

Fasilitas Pernikahan Disiapkan hingga Resepsi

Program Nikah Walimah Massal Gratis 2026 rencananya digelar pada September 2026 di Maulidia Convention Center, Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Pasangan yang dinyatakan lolos nantinya akan mendapatkan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari akad nikah bersama, resepsi atau walimah, busana pengantin, tata rias, dokumentasi foto dan video, hingga bimbingan perkawinan.

BAZNAS Kota Jambi mengingatkan masyarakat yang berminat agar segera melakukan pengecekan persyaratan melalui KUA di wilayah masing-masing.

Calon pengantin pria cukup membawa KTP untuk dilakukan pengecekan status DTSEN. Apabila memenuhi kriteria, proses administrasi dapat dilanjutkan.

“Calon peserta tidak mendaftar langsung ke panitia, tetapi melalui KUA kecamatan masing-masing agar seluruh proses berjalan tertib dan sesuai aturan,” kata Padli.

Kuota Terbatas, Warga Diminta Segera Cek Syarat

Selain persyaratan utama terkait kondisi ekonomi, calon peserta wajib menyiapkan sejumlah dokumen pendukung, seperti surat pengantar nikah dari kelurahan, fotokopi KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, surat keterangan sehat, surat persetujuan calon pengantin, serta dokumen lain sesuai kebutuhan.

BAZNAS Kota Jambi menyebut kuota peserta program terbatas sehingga masyarakat yang memenuhi kriteria diminta tidak menunda proses pengecekan.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Jambi dan BAZNAS berharap masyarakat kurang mampu tetap dapat melaksanakan pernikahan secara layak sekaligus membangun keluarga yang harmonis dan mandiri.

Program ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, serta instansi terkait dalam menghadirkan pelayanan sosial yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.(*)




DPRD Kota Jambi dan Polresta Perkuat Sinergi, Sepakat Jaga Kamtibmas dan Dukung Pembangunan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – DPRD Kota Jambi dan Polresta Jambi memperkuat komitmen membangun sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Penguatan kolaborasi itu ditandai dengan pertemuan silaturahmi Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polresta Jambi dengan pimpinan DPRD Kota Jambi, Kamis 6 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal mempererat koordinasi antara kepolisian dan lembaga legislatif guna mendukung terciptanya situasi Kota Jambi yang aman, kondusif, sekaligus menunjang kelancaran pembangunan daerah.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolresta Jambi yang baru menjabat.

Menurutnya, komunikasi yang baik antarinstansi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menyambut baik silaturahmi Kapolresta Jambi beserta jajaran. Sinergi yang kuat antara DPRD dan Polresta sangat penting untuk mendukung pelayanan publik sekaligus menjaga keamanan di Kota Jambi,” ujar Kemas Faried.

Ia menilai kolaborasi tersebut tidak hanya sebatas membangun komunikasi, tetapi juga membuka peluang kerja sama dalam berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Ke depan tentu banyak program yang bisa disinergikan bersama Polresta Jambi. Harapan kami, kerja sama ini semakin memperkuat pelayanan publik dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan dengan DPRD Kota Jambi sebagai mitra strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Menurutnya, menciptakan keamanan dan ketertiban tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD dan pemerintah daerah.

“Kami hadir bersama para pejabat utama Polresta Jambi untuk membangun sinergitas dengan DPRD Kota Jambi. Harapannya semakin banyak program yang dapat dikolaborasikan demi kepentingan masyarakat,” ujar Ananto.

Ia menegaskan, tujuan utama dari kolaborasi tersebut adalah menciptakan situasi kamtibmas yang tetap aman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat ditangani secara bersama,” tegasnya.

Melalui penguatan komunikasi antara DPRD Kota Jambi dan Polresta Jambi, kedua institusi berharap koordinasi dalam mendukung pembangunan daerah, pelayanan publik, serta menjaga stabilitas keamanan dapat berjalan lebih efektif demi terciptanya Kota Jambi yang aman dan kondusif.(*)




Kobra Satu Meter Gegerkan Warga Danau Teluk, Tim Damkar Jambi Bergerak 4 Menit ke Lokasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kemunculan seekor ular kobra di kawasan permukiman kembali membuat warga Kota Jambi waspada.

Reptil berbisa itu ditemukan di sekitar rumah warga di Jalan Hj Nurijah, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Danau Teluk, Kamis 6 Agustus 2026.

Laporan warga langsung ditindaklanjuti Tim Penyelamat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.

Hanya berselang empat menit setelah menerima laporan, petugas tiba di lokasi dan segera melakukan proses evakuasi.

Kepala Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan diterima melalui layanan WhatsApp Damkar sekitar pukul 11.36 WIB. Tim Rescue Regu 2 Pos Pelayanan Kebakaran (Posyankar) Jamkose kemudian diterjunkan untuk mengamankan ular tersebut.

“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi. Penanganan dilakukan sesuai prosedur sehingga ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun gangguan terhadap warga,” kata Mustari.

Ular kobra sepanjang sekitar satu meter dengan berat diperkirakan mencapai setengah kilogram itu ditemukan berada di sekitar lingkungan rumah warga.

Keberadaannya dikhawatirkan membahayakan penghuni, terutama anak-anak maupun hewan peliharaan.

Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan peralatan khusus berupa stick hook dan stick grab untuk menjepit tubuh ular.

Setelah itu, bagian mulut ular diamankan menggunakan lakban guna mencegah risiko gigitan selama proses penyelamatan.

Seluruh proses evakuasi berlangsung sekitar 10 menit dan berjalan lancar tanpa kendala.

Mustari menjelaskan, kemunculan ular di kawasan permukiman kerap dipengaruhi perubahan lingkungan, termasuk cuaca, berkurangnya habitat alami, hingga keberadaan semak belukar dan lahan kosong di sekitar rumah warga.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di dekat kawasan perairan maupun area yang masih banyak ditumbuhi vegetasi liar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular sendiri karena sangat berisiko, terutama jika jenisnya berbisa seperti kobra. Segera laporkan kepada petugas agar penanganan dilakukan secara aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain menangani kebakaran, Damkartan Kota Jambi juga memberikan layanan penyelamatan (rescue), termasuk evakuasi satwa liar yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

Untuk mempercepat respons, masyarakat dapat melaporkan kejadian melalui WhatsApp Damkar di 0811-7113-113, telepon (0741) 41171, atau layanan darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam.

Menurut Mustari, pelaporan sejak dini sangat membantu petugas mencegah potensi bahaya yang lebih besar.

“Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas melakukan penanganan sehingga risiko terhadap masyarakat dapat diminimalkan,” pungkasnya.(*)




Diza Saksikan Teater Jambi Tampil di DITP 2026, Angkat Pesan Lingkungan hingga Kota Hijau

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Karya seni asal Jambi kembali mencuri perhatian di panggung nasional dan internasional.

Kelompok teater Runsmitter Club tampil dalam Festival Djakarta International Theater Platform (DITP) 2026 melalui pementasan “Naga Dari Selatan”, sebuah pertunjukan yang mengangkat pesan kuat tentang pelestarian lingkungan dan hubungan manusia dengan alam.

Pementasan yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026, turut disaksikan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang hadir memberikan dukungan langsung kepada seniman asal daerah.

Festival DITP 2026 merupakan ajang seni pertunjukan internasional yang mempertemukan seniman, kurator, akademisi, dan komunitas budaya dari berbagai negara untuk berbagi gagasan serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan seni pertunjukan kontemporer.

Diza menilai keikutsertaan Runsmitter Club menjadi kebanggaan bagi Kota Jambi karena mampu membawa identitas budaya daerah ke panggung internasional.

Menurutnya, karya “Naga Dari Selatan” tidak hanya menawarkan pertunjukan artistik, tetapi juga menyampaikan pesan penting mengenai kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Pertunjukan ini mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Seni mampu menyampaikan pesan dengan cara yang menyentuh sehingga lebih mudah diterima. Kesadaran seperti inilah yang ingin terus kita bangun untuk mendukung terwujudnya Kota Jambi sebagai kota yang bersih dan ramah lingkungan,” ujar Diza.

Ia mengatakan pembangunan kota hijau tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan perubahan cara pandang masyarakat.

Karena itu, seni dinilai memiliki peran strategis sebagai media edukasi yang mampu membangun kepedulian publik terhadap isu-isu lingkungan.

“Kota yang hijau harus dibangun bersama. Partisipasi masyarakat sangat penting dan seni menjadi salah satu sarana efektif untuk menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga lingkungan,” katanya.

Selain memberikan apresiasi, Diza juga mengajak masyarakat Jambi mendukung karya anak daerah dengan menyaksikan pementasan “Naga Dari Selatan” yang dijadwalkan tampil di Taman Budaya Jambi pada 14–15 Agustus 2026.

Menurutnya, pertunjukan tersebut tidak hanya menyuguhkan kualitas artistik, tetapi juga membawa pesan moral mengenai pentingnya menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan melestarikan lingkungan.

“Saya mengajak masyarakat hadir dan memberikan dukungan kepada karya putra-putri Jambi. Selain menikmati pertunjukan yang berkualitas, kita juga diajak memahami pentingnya menjaga bumi dan lingkungan untuk masa depan,” ujarnya.

Festival DITP 2026 sendiri berlangsung pada 5–8 Agustus 2026 dengan menghadirkan berbagai karya seni yang mengangkat isu sosial, budaya, hingga lingkungan.

Keikutsertaan Runsmitter Club dalam ajang tersebut menjadi bukti bahwa komunitas seni Jambi mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan kreativitas daerah kepada publik yang lebih luas.(*)




Kota Jambi Unjuk Gigi di Forum Internasional, Maulana Paparkan Inovasi Pengelolaan Sampah Jadi Energi

PEKANBARU, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi memanfaatkan forum internasional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) 2026 sebagai panggung untuk memperkuat komitmen pembangunan berkelanjutan sekaligus memperluas kerja sama lintas negara dalam pengelolaan lingkungan dan transformasi kota hijau.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memimpin langsung delegasi Kota Jambi dalam forum yang berlangsung di Pekanbaru pada 4–7 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri kepala daerah dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk membahas berbagai strategi pembangunan kota yang lebih ramah lingkungan, tangguh, dan berkelanjutan.

Bagi Kota Jambi, keikutsertaan dalam forum ini bukan sekadar menghadiri agenda internasional, tetapi juga menjadi kesempatan mempelajari berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan sejumlah kota di kawasan Asia Tenggara.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Maulana menghadiri seminar internasional, mengunjungi Green School, hingga meninjau pengelolaan Bank Sampah di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaca Mayang yang dinilai berhasil melibatkan masyarakat dalam sistem pengelolaan sampah modern.

Menurut Maulana, sejumlah inovasi tersebut memiliki kesamaan dengan program yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Jambi, terutama dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Forum ini memberikan banyak referensi yang dapat diadaptasi di Kota Jambi. Salah satunya penguatan Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang saat ini telah berjalan melalui sistem pengangkutan sampah langsung dari sumbernya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah terus mengarahkan pengelolaan sampah dari hulu agar volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir semakin berkurang sekaligus meningkatkan nilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular.

Dorong Sampah Jadi Energi

Dalam forum tersebut, Kota Jambi yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Energi IMT-GT Green Cities Mayor Council juga memaparkan perkembangan pemanfaatan energi terbarukan di sejumlah kota anggota.

Salah satu fokus yang disampaikan adalah pengembangan konsep waste to energy, yakni mengubah sampah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi sekaligus mengurangi beban lingkungan.

“Ke depan kami ingin sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi sebagai sumber energi yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pembangunan rendah karbon,” kata Maulana.

Menurutnya, sejumlah negara anggota IMT-GT telah berhasil membangun sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi dan digital yang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus partisipasi masyarakat.

Pengalaman tersebut akan menjadi referensi bagi Kota Jambi dalam mempercepat transformasi tata kelola lingkungan.

Selain pengelolaan sampah, Pemkot Jambi juga terus mengembangkan penggunaan kendaraan listrik, pemanfaatan energi baru terbarukan, hingga perluasan jaringan city gas sebagai bagian dari strategi menuju kota rendah emisi.

Perkuat Kerja Sama dengan Pekanbaru

Di sela pelaksanaan forum, Pemerintah Kota Jambi juga memperkuat sinergi antardaerah melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru.

Dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho pada agenda Gala Dinner GCMC IMT-GT 2026.

Kerja sama itu mencakup penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kapasitas kelembagaan, pengembangan ekonomi daerah, hingga sinergi pengendalian inflasi.

Selain itu, kedua daerah juga menyepakati kerja sama penerapan Sistem Informasi Perizinan Akuntabel, Mudah, Amanah, dan Nyaman (SIP AMAN) guna mempercepat transformasi digital pelayanan perizinan, meningkatkan efisiensi birokrasi, serta menghadirkan layanan publik yang lebih cepat dan transparan.

Forum GCMC IMT-GT 2026 turut dihadiri berbagai lembaga internasional seperti Institute for Global Environmental Strategies (IGES), UN-Habitat, dan Asosiasi Perdagangan Karbon Indonesia (APERKARIA).

Keikutsertaan Kota Jambi dalam forum tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan kota hijau, penguatan kebijakan lingkungan, serta penerapan inovasi berkelanjutan menuju Kota Jambi yang lebih bersih, sehat, dan berdaya saing.(*)




Pos Damkar hingga PDAM Terancam Longsor, DPR RI dan DPRD Kota Jambi Tinjau Pasir Panjang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ancaman longsor di bantaran Sungai Batanghari, tepatnya di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Danau Teluk, kian mengkhawatirkan.

Kerusakan tebing sungai kini tidak hanya mengancam lingkungan sekitar, tetapi juga sejumlah fasilitas publik penting seperti Pos Pemadam Kebakaran (Damkar), instalasi Perumda Air Minum (PDAM), kantor lurah, hingga permukiman warga.

Kondisi tersebut mendorong Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, bersama Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, Edi Purwanto, turun langsung meninjau lokasi pada Kamis 6 Agustus 2026.

Peninjauan dilakukan di beberapa titik yang mengalami abrasi cukup parah untuk melihat secara langsung tingkat kerusakan sekaligus menghimpun kebutuhan penanganan yang mendesak.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mengatakan kehadiran Anggota Komisi V DPR RI menjadi langkah penting agar persoalan tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, salah satu wakil masyarakat Jambi di DPR RI hadir langsung melihat kondisi di lapangan. Ini menjadi harapan besar bagi masyarakat agar pembangunan pengaman tebing sungai dapat segera direalisasikan,” ujarnya.

Menurut Kemas Faried, abrasi yang terus terjadi berpotensi mengancam sejumlah aset pemerintah dan keselamatan warga apabila tidak segera ditangani.

Ia berharap pembangunan turap atau penguatan tebing sungai dapat menjadi prioritas karena kawasan tersebut merupakan lokasi strategis yang dipenuhi fasilitas pelayanan publik.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, mengaku sengaja turun ke lokasi setelah menerima laporan mengenai longsor yang mulai mengancam sejumlah objek vital di kawasan Danau Teluk.

“Saya mendapat informasi ada longsor yang mengancam Pos Damkar, instalasi PDAM, permukiman warga, dan fasilitas lainnya. Karena itu saya memilih melihat langsung kondisi di lapangan agar mengetahui kebutuhan yang sebenarnya,” katanya.

Menurut Edi, penanganan permanen harus dilakukan melalui pembangunan pengaman tebing sungai yang diusulkan kepada pemerintah pusat sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran.

Ia menjelaskan, usulan pembangunan akan diawali dengan penyusunan desain teknis sebelum diperjuangkan masuk dalam program penganggaran nasional.

“Harapannya lokasi yang sudah diusulkan dapat mulai dibangun tahun depan. Setelah desain teknis selesai, kami akan memperjuangkan anggarannya. Kawasan ini merupakan salah satu wajah Kota Jambi sehingga harus dijaga agar tidak terus mengalami kerusakan akibat longsor,” jelasnya.

Masyarakat berharap percepatan pembangunan turap dapat segera dilakukan mengingat abrasi Sungai Batanghari terus mengikis tebing dan meningkatkan risiko terhadap fasilitas umum maupun permukiman di sekitarnya.(*)




Viral Diduga Siswi Sekolah Rakyat Jambi Keracunan, Dinsos Kota Jambi Ungkap Penyebab Sebenarnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Video tiga siswi Sekolah Rakyat Kota Jambi Tengah yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit sempat memicu perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, para siswa disebut mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan katering.

Informasi yang beredar menyebutkan, ketiga siswi tersebut diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makanan yang disediakan melalui program makan di sekolah.

Video berdurasi sekitar 55 detik itu memperlihatkan kondisi para siswa saat mendapatkan perawatan di RSUD Abdul Manap Kota Jambi.

Dalam narasi video, disebutkan para siswi mengalami keluhan setelah mengonsumsi ikan lele dari katering.

“Kasihan baru berapa hari masuk sekolah, anak Sekolah Rakyat pada muntah-muntah, katanya makan ikan lele dari catering. Saat ini berada di Rumah Sakit Abdul Manap, Kota Jambi,” demikian narasi yang terdengar dalam video tersebut.

Namun, Pemerintah Kota Jambi memastikan informasi tersebut tidak mengarah pada kasus keracunan makanan.

Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, menyatakan tiga siswi yang mendapatkan perawatan mengalami gangguan kesehatan berupa sakit maag, bukan keracunan akibat makanan.

“Bukan keracunan, tapi sakit maag. Keluarga juga sudah kami tanyakan, ada yang memang sudah beberapa kali masuk rumah sakit karena maag,” kata Yunita saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kondisi tersebut juga berkaitan dengan pola makan para siswa sebelum mengikuti kegiatan di Sekolah Rakyat.

Berdasarkan informasi dari keluarga, beberapa siswa memiliki kebiasaan makan yang kurang teratur.

“Kebiasaan makan di rumah tidak teratur. Yang dirawat ada tiga orang di rumah sakit,” ujarnya.

Yunita menegaskan pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa sebagai bentuk perhatian terhadap peserta didik Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Direktur RSUD Abdul Manap Kota Jambi, dr. Yekti, membenarkan adanya siswi Sekolah Rakyat yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

“Ya Bang, silakan hubungi pelayanan ya, saya sedang rapat,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Hingga saat ini, pihak rumah sakit belum menyampaikan hasil pemeriksaan medis secara lengkap terkait kondisi ketiga siswi tersebut, termasuk diagnosis akhir dari keluhan kesehatan yang dialami.

Pemerintah dan pihak terkait masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi para siswa serta memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Sebelumnya, munculnya video tersebut membuat masyarakat mempertanyakan keamanan makanan yang dikonsumsi siswa Sekolah Rakyat.

Namun, berdasarkan keterangan awal Dinas Sosial Kota Jambi, tidak ditemukan indikasi bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh keracunan makanan.(*)