Udara Kota Jambi Memburuk, ISPU 105 Dipicu Asap Karhutla dari Wilayah Sekitar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memberi dampak langsung terhadap kualitas udara di Kota Jambi.

Pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) telah mencapai 105, yang berarti kualitas udara sudah masuk kategori tidak sehat.

Angka tersebut terpantau melalui Air Quality Monitoring System (AQMS) milik DLH Kota Jambi.

Sekretaris DLH Kota Jambi Pahlewi mengatakan angka 105 menjadi sinyal agar masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika aktivitas karhutla di wilayah sekitar masih berlangsung.

“Dari data yang kami terima melalui alat AQMS, nilai indeks saat ini berada di angka 105. Ini sudah masuk kategori tidak sehat,” ujar Pahlewi.

Dalam klasifikasi ISPU, rentang 100 hingga 200 masuk kategori tidak sehat.

Pada kondisi tersebut, kualitas udara mulai berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang lebih sensitif terhadap polusi.

Asap dari luar kota ikut masuk

Memburuknya kualitas udara Kota Jambi tidak serta-merta menunjukkan adanya sumber pencemaran di dalam wilayah kota.

DLH mencermati adanya aktivitas karhutla di sejumlah wilayah sekitar yang berpotensi menjadi sumber asap.

Beberapa daerah yang menjadi perhatian antara lain Muaro Jambi, Tebo dan Tanjung Jabung Barat.

Data pemantauan dari berbagai sumber juga menunjukkan keberadaan titik panas di sejumlah wilayah tersebut.

“Dari indikasi data yang ada, baik dari KLHK maupun hasil monitoring AQMS, ada kebakaran di beberapa titik wilayah tetangga Kota Jambi, seperti Muaro Jambi, Tebo dan Tanjung Jabung Barat. Ini menjadi salah satu indikasi sumber asap yang memengaruhi kualitas udara kita,” kata Pahlewi.

Menurutnya, asap karhutla tidak berhenti di lokasi kebakaran. Partikel asap dapat berpindah mengikuti kondisi atmosfer, terutama arah angin.

Kondisi itulah yang membuat Kota Jambi ikut merasakan dampak kebakaran yang terjadi di wilayah lain.

Arah angin jadi faktor penting

DLH Kota Jambi juga mencermati pergerakan angin untuk mengetahui potensi masuknya asap ke wilayah perkotaan.

Berdasarkan peta yang dipantau, arah angin memungkinkan asap dari sejumlah wilayah sekitar bergerak menuju Kota Jambi.

“Kalau kita lihat dari peta KLHK, arah angin mengarah ke Kota Jambi. Jadi salah satu penyebab asap terbawa dari kabupaten dan kota di sekitar, bahkan dari wilayah provinsi di sekitar Kota Jambi,” jelas Pahlewi.

Artinya, kualitas udara Kota Jambi sangat dipengaruhi kondisi di luar wilayah administrasinya.

Jika titik kebakaran bertambah atau arah angin berubah, kondisi udara di Kota Jambi juga dapat berubah dalam waktu relatif cepat.

Karena itu, DLH tidak hanya mengandalkan pengamatan visual terhadap kabut atau asap.

Data dari AQMS terus digunakan untuk melihat perubahan kualitas udara secara lebih terukur.

Anak-anak dan lansia diminta lebih waspada

Dengan ISPU yang sudah berada di angka 105, masyarakat diminta mulai menyesuaikan aktivitas, terutama kelompok yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.

Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, DLH mengingatkan warga agar tidak menambah pencemaran dengan melakukan pembakaran terbuka, termasuk membakar sampah.

“Yang paling penting adalah bagaimana kebakaran di sumbernya dapat segera ditangani sehingga asap yang masuk ke Kota Jambi juga bisa berkurang,” ujar Pahlewi.

Karhutla bukan lagi persoalan daerah sumber api

Kondisi ISPU Kota Jambi menjadi gambaran bahwa dampak karhutla tidak berhenti di lokasi titik api.

Kebakaran yang terjadi di kawasan gambut atau lahan kering di kabupaten sekitar dapat membawa persoalan baru ke wilayah perkotaan ketika asap bergerak mengikuti arah angin.

Karena itu, DLH menilai penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas daerah. Pemadaman di sumber kebakaran menjadi langkah penting untuk menekan dampak asap yang terbawa ke wilayah lain.

DLH Kota Jambi juga terus memantau perkembangan ISPU seiring kondisi cuaca, titik panas dan arah angin.

Masyarakat diminta aktif memantau informasi kualitas udara dan mengurangi aktivitas luar ruangan apabila indeks pencemaran kembali meningkat.

Dengan ISPU 105, kualitas udara Kota Jambi kini sudah berada pada level yang perlu diwaspadai.

Jika aktivitas karhutla terus meningkat dan kondisi angin tetap membawa asap ke arah kota, kualitas udara berpotensi kembali memburuk.(*)




Jambi Dilanda Panas dan Karhutla, Al Haris Ajak Ulama Gelar Salat Istisqa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Cuaca panas dan kondisi kering yang melanda sejumlah wilayah Jambi mulai memperbesar ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di tengah situasi tersebut, Gubernur Jambi Al Haris mengajak para ulama, kiai dan imam masjid menggelar salat istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

Ajakan itu disampaikan Al Haris saat meninjau langsung kebakaran lahan gambut di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu 9 Agustus 2026.

Al Haris bahkan ikut membantu proses penanganan kebakaran di lapangan. Ia melihat langsung kondisi lahan yang kering dan cuaca panas yang membuat risiko api semakin besar.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan seluruh lapisan masyarakat, terutama desa-desa yang memiliki kawasan gambut.

“Pastikan lahan-lahan di desa kita aman dari api. Saya minta tolong masyarakat desa di mana pun di Jambi ini, pastikan desanya tidak ada lahan yang terbakar,” ujar Al Haris.

Al Haris minta desa petakan kawasan gambut

Gubernur meminta pemerintah desa bersama masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut.

Menurut Al Haris, karakteristik gambut membuat kawasan tersebut membutuhkan penanganan lebih cepat ketika muncul titik api.

Ia meminta setiap desa melakukan pemetaan terhadap kawasan rawan serta mengaktifkan relawan untuk melakukan pencegahan sejak dini.

“Petakan daerah gambut. Yang di desa-desanya ada gambutnya, mohon betul tim relawan desa siaga duluan. Jangan sampai terjadi kebakaran hutan di desa masing-masing,” katanya.

Langkah tersebut dinilai penting karena pencegahan menjadi kunci agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Al Haris ajak ulama gelar salat istisqa

Di tengah upaya pemadaman dan pencegahan karhutla, Al Haris juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar melalui doa.

Ia meminta para ulama, kiai dan imam masjid di berbagai daerah di Jambi menyediakan waktu untuk melaksanakan salat istisqa, yakni salat yang dilakukan untuk memohon turunnya hujan.

Seruan tersebut muncul karena kondisi cuaca yang semakin panas dan kering.

Al Haris menyebut ketersediaan air mulai menjadi persoalan di sejumlah lokasi, sementara kondisi lingkungan juga semakin berdebu.

“Mohon pada para ulama, kiai, imam masjid, mari kiranya kita sediakan waktu kita habis salat wajib untuk melakukan salat istisqa. Meminta kepada Allah agar hujan turun dengan cepat di bumi Jambi ini,” tuturnya.

Bagi Al Haris, salat istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar masyarakat di tengah kondisi alam yang sedang sulit.

Di sisi lain, ia menegaskan upaya penanganan karhutla tetap harus dilakukan secara nyata melalui kesiapsiagaan masyarakat dan kerja tim di lapangan.

Doakan petugas yang berjibaku melawan api

Selain meminta doa agar hujan segera turun, Al Haris juga mengajak masyarakat mendoakan personel yang saat ini berada di lapangan untuk menangani kebakaran.

Ia berharap seluruh tim yang terlibat dalam pemadaman diberikan keselamatan dan mampu mengendalikan api tanpa menimbulkan korban.

“Mohon doakan kami, mohon doanya agar kami, tim bekerja selamat, sukses, tidak ada korban, dan api bisa dipadamkan,” kata Al Haris.

Ia menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama.

Pemerintah, petugas, relawan dan masyarakat harus mengambil peran masing-masing untuk mencegah api meluas.

Dengan kondisi cuaca yang masih panas dan kering, Al Haris meminta kewaspadaan tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul.

Masyarakat diminta memastikan lingkungan desa, terutama kawasan gambut, tetap aman dari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Di tengah ancaman karhutla dan minimnya hujan, Pemprov Jambi kini mendorong dua ikhtiar berjalan bersamaan: memperkuat pencegahan dan pemadaman di lapangan sekaligus memperbanyak doa agar hujan segera turun.(*)




Veteran di Jambi Menua, Walikota Maulana Siapkan Layanan Kesehatan hingga Rumah Layak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Penghormatan kepada veteran di Kota Jambi tidak ingin berhenti pada seremoni tahunan.

Memasuki usia lanjut dan ketika jumlah mereka terus menyusut, Wali Kota Jambi Maulana memastikan perhatian pemerintah diarahkan pada kebutuhan nyata para veteran, mulai dari kesehatan, rumah layak hingga alat bantu.

Maulana mengatakan, kondisi para veteran saat ini berbeda dibanding masa ketika mereka masih aktif berjuang.

Sebagian telah mengalami penurunan kesehatan, sementara sebagian lainnya telah meninggal dunia.

Karena itu, menurut Maulana, pemerintah harus memberikan pelayanan terbaik kepada para veteran yang masih ada.

“Memang dari waktu ke waktu jumlah veteran semakin berkurang. Ada yang sakit dan ada juga yang meninggal dunia. Karena itu, yang masih ada harus kita berikan kehormatan selayaknya, termasuk pelayanan terbaik di bidang kesehatan,” ujar Maulana.

Pernyataan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Veteran Nasional (HARVETMAS) ke-77 dan HUT Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) ke-62 di Kota Jambi.

Rumah veteran dibedah, bantuan kursi roda disiapkan

Maulana menegaskan bentuk penghormatan terhadap veteran tidak hanya berupa piagam maupun kegiatan seremonial.

Pemkot Jambi juga melihat langsung kebutuhan para veteran, termasuk kondisi tempat tinggal mereka.

Sejumlah rumah veteran disebut telah mendapatkan program bedah rumah.

Sementara bagi veteran yang belum memiliki tempat tinggal layak, pemerintah akan mengupayakan pembangunan rumah.

Tidak berhenti di sana, Pemkot Jambi juga menyiapkan bantuan alat bantu bagi veteran yang membutuhkan.

“Ada beberapa veteran yang rumahnya sudah kami bedah. Bagi yang belum mempunyai rumah, kita bangunkan. Ada juga beberapa veteran yang membutuhkan kursi roda dan dalam waktu dekat akan kami berikan,” kata Maulana.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan para veteran dapat menjalani masa tua dengan kondisi yang lebih layak.

Kesehatan veteran jadi perhatian

Selain tempat tinggal, kesehatan menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian Pemkot Jambi.

Maulana mengatakan pemerintah memiliki program Lansia Bahagia yang dapat menjadi salah satu instrumen pelayanan bagi warga lanjut usia, termasuk para veteran.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan di bidang kesehatan, terutama melalui program Lansia Bahagia,” ujarnya.

Bagi Maulana, pelayanan kesehatan menjadi penting karena sebagian besar veteran kini telah memasuki usia lanjut dan membutuhkan perhatian yang lebih spesifik.

Ia menilai pemerintah tidak boleh menunggu persoalan muncul lebih besar sebelum memberikan intervensi.

Maulana minta semangat veteran diteruskan

Menurut Maulana, penghormatan kepada veteran juga memiliki makna yang lebih luas.

Pengorbanan para pejuang tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus diteruskan melalui sikap generasi sekarang dalam membangun daerah.

Jika generasi veteran dahulu berjuang dengan mempertaruhkan jiwa dan raga untuk kemerdekaan, generasi saat ini memiliki tugas menjaga serta mengisi kemerdekaan melalui pembangunan.

Maulana juga berharap anak-anak dan keluarga veteran dapat meneruskan nilai perjuangan tersebut.

“Anak-anak dari veteran kami berharap bisa meneladani semangat juang mereka. Sudah waktunya kita menunjukkan jati diri untuk membangun. Jangan sampai ada perpecahan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa persatuan menjadi salah satu warisan penting dari perjuangan para pendahulu.

Karena itu, semangat perjuangan harus diwujudkan dalam pembangunan dan kehidupan sosial, bukan sekadar diingat setiap peringatan Hari Veteran.

Pemerintah diminta hadir sampai masa tua veteran

Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, Jangcik Moza mengatakan peringatan HARVETMAS menjadi momentum untuk mengingat kembali jasa para pejuang sekaligus memastikan penghormatan kepada mereka tetap berjalan.

Menurutnya, bangsa yang besar tidak melupakan orang-orang yang telah berjuang untuk kemerdekaan.

“Peringatan ini bukan hanya untuk mengenang sejarah, tetapi juga mengingat kembali nilai-nilai perjuangan bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” ujar Jangcik.

Ia menilai perhatian pemerintah terhadap veteran harus diwujudkan dalam kebijakan yang menyentuh kebutuhan mereka.

Pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, peningkatan kesejahteraan dan pendampingan menjadi semakin penting karena para veteran kini mayoritas telah memasuki usia lanjut.

“Negara dan pemerintah harus memastikan para pejuang bangsa memperoleh penghargaan yang layak, termasuk melalui pelayanan kesehatan, perlindungan sosial dan dukungan terhadap kesejahteraan mereka,” katanya.

Jangan sampai veteran hanya dikenang saat seremoni

Bagi Pemkot Jambi, berkurangnya jumlah veteran justru membuat perhatian terhadap mereka semakin mendesak.

Kesempatan untuk memberikan penghormatan secara langsung kepada para pejuang yang masih hidup semakin terbatas.

Karena itu, program kesehatan, perbaikan rumah, bantuan kursi roda dan bentuk dukungan sosial lainnya menjadi bagian dari upaya menerjemahkan penghormatan tersebut ke dalam tindakan nyata.

Pada akhirnya, warisan terbesar para veteran bukan hanya catatan sejarah perjuangan, tetapi juga semangat persatuan dan pengabdian yang harus diteruskan generasi berikutnya.

Selagi para veteran masih berada di tengah masyarakat, penghormatan kepada mereka tidak cukup hanya melalui peringatan.

Perhatian harus hadir dalam bentuk pelayanan yang benar-benar mereka rasakan.(*)




Wali Kota Jambi Maulana Soroti Krisis Air Baku, Kolam Retensi Mulai Dilirik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kemarau panjang mulai menguji ketahanan pasokan air bersih di Kota Jambi.

Debit Sungai Batanghari yang menurun disertai meningkatnya kekeruhan air baku membuat Perumdam Tirta Mayang memangkas produksi sekitar 20 persen.

Dampaknya mulai dirasakan pelanggan, terutama mereka yang mendapat pasokan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni dan IPA Tanjung Sari). Sekitar 5.300 sambungan rumah (SR) terdampak akibat berkurangnya jam pelayanan.

Kondisi tersebut diperkirakan belum akan segera berakhir. Perumdam Tirta Mayang memperkirakan gangguan pasokan dapat berlangsung hingga September 2026, tergantung perkembangan musim kemarau dan kondisi Sungai Batanghari.

Persoalan tidak hanya terjadi pada pelanggan jaringan perpipaan. Warga yang selama ini mengandalkan sumur juga mulai menghadapi ancaman kekeringan di sejumlah wilayah.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan penurunan debit dan peningkatan kekeruhan Batanghari memaksa perusahaan daerah menyesuaikan proses pengolahan air.

“Memang kondisi kemarau menyebabkan debit air Batanghari turun dan kekeruhan meningkat. Akibatnya produksi harus dikurangi. Di sisi lain, masyarakat yang tidak menggunakan PDAM juga mulai mengalami sumurnya kering,” ujar Maulana.

Bukan sekadar produksi turun

Menurut Maulana, pengurangan produksi tidak dapat dilihat semata sebagai persoalan kapasitas Perumdam Tirta Mayang.

Air baku yang semakin keruh membutuhkan penyesuaian dalam proses pengolahan. Langkah tersebut dilakukan agar kualitas air yang sampai ke pelanggan tetap memenuhi standar.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto sebelumnya menjelaskan, pengurangan produksi awalnya berada di kisaran 10 persen.

Namun, ketika tingkat kekeruhan air baku meningkat, penyesuaian produksi harus diperbesar hingga sekitar 20 persen.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Langkah ini kami lakukan agar kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjaga,” kata Arianto.

Dengan kondisi tersebut, Perumdam memilih mempertahankan kualitas air yang diproduksi meski konsekuensinya jam pelayanan kepada sebagian pelanggan harus dikurangi.

Mobil tangki dikerahkan

Pemkot Jambi kini meminta Perumdam Tirta Mayang memperkuat penanganan di lapangan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengerahkan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih secara gratis ke kawasan yang mengalami gangguan pasokan maupun wilayah yang sumber airnya mulai mengering.

“Kami sudah perintahkan PDAM untuk mengantarkan kebutuhan air bersih semaksimal mungkin ke daerah-daerah yang memang terdampak kekeringan,” ujar Maulana.

Selain mobil tangki, Perumdam juga menyiapkan pompa bergerak dan pemasangan pipa intake untuk menjaga keberlangsungan pengambilan air baku.

Langkah tersebut menjadi penanganan darurat sembari pemerintah melihat perkembangan kondisi Sungai Batanghari dan musim kemarau.

Pemkot mulai pikirkan sumber air selain Batanghari

Di tengah tekanan terhadap sumber air utama, Pemkot Jambi mulai melihat persoalan ini sebagai masalah jangka panjang.

Maulana mengatakan ketergantungan terhadap Sungai Batanghari perlu dikurangi dengan menyiapkan sumber air baku alternatif.

Salah satu opsi yang mulai dipertimbangkan adalah pemanfaatan kolam retensi sebagai sumber air baku tambahan bagi Perumdam Tirta Mayang.

“Kita juga harus berpikir soal ketersediaan air baku. Bisa kita pertimbangkan nanti apakah kolam-kolam retensi ini bisa menjadi sumber air baku bagi PDAM,” katanya.

Namun, rencana tersebut belum bisa langsung diterapkan.

Pemerintah perlu mengkaji kapasitas tampungan, kontinuitas debit, kualitas air serta teknologi pengolahan yang dibutuhkan sebelum kolam retensi dapat digunakan sebagai sumber air baku.

Jika layak secara teknis, keberadaan sumber air alternatif tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap kondisi Sungai Batanghari ketika kemarau panjang kembali terjadi.

Krisis air berpotensi berulang

Bagi Pemkot Jambi, kondisi yang terjadi saat ini menjadi peringatan bahwa persoalan air baku tidak cukup ditangani dengan langkah darurat setiap musim kemarau.

Penurunan debit sungai dan perubahan kualitas air berpotensi kembali terjadi ketika kemarau berlangsung panjang.

“Ke depan ini harus dipikirkan karena masalah seperti ini memang terjadi setiap tahun,” tegas Maulana.

Karena itu, selain memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi darurat, pemerintah mulai diarahkan untuk membangun sistem penyediaan air yang lebih tahan terhadap perubahan musim.

Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak selama kondisi pasokan belum kembali normal.

Di sisi lain, Perumdam Tirta Mayang memastikan proses pengolahan tetap mengikuti standar operasional, sementara distribusi bantuan air bersih terus diarahkan ke wilayah yang paling terdampak.

Dengan perkiraan gangguan dapat berlangsung hingga September, persoalan air bersih Kota Jambi kini bukan hanya soal berkurangnya produksi.

Krisis air baku juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memastikan ketahanan pasokan air dalam menghadapi kemarau berikutnya.(*)




Buat yang Mau Menjemput, Ini Jadwal 10 Pesawat Tiba di Bandara Jambi Esok Hari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Bagi warga yang hendak menjemput keluarga, kerabat maupun rekan bisnis di Bandara Sultan Thaha Jambi, jangan sampai salah mencatat waktu kedatangan.

Pada Senin, 10 Agustus 2026, sebanyak 10 penerbangan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pesawat tersebut datang dari Jakarta serta sejumlah kota di wilayah Sumatera.

Dari total tersebut, tujuh penerbangan berasal dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta, sedangkan tiga lainnya datang dari Dabo Singkep, Kerinci dan Batam.

Penerbangan pertama dijadwalkan mendarat pada 07.45 WIB, sementara kedatangan terakhir dijadwalkan pada 18.40 WIB.

7 Pesawat dari Jakarta Tiba di Jambi

Jakarta menjadi asal penerbangan dengan frekuensi kedatangan terbanyak ke Jambi pada Senin ini, 10 Agustus 2026.

Berikut jadwal lengkapnya:

  • 08.25 WIB — Citilink QG 960
  • 10.20 WIB — Batik Air ID 6804
  • 10.25 WIB — Garuda Indonesia GA 126
  • 15.15 WIB — Citilink QG 966
  • 15.20 WIB — Super Air Jet IU 840
  • 17.00 WIB — Citilink QG 964
  • 18.40 WIB — Batik Air ID 6806

Bagi penjemput dari Jakarta, terdapat jeda kedatangan yang cukup rapat pada sejumlah waktu.

Batik Air ID 6804 dijadwalkan tiba pukul 10.20 WIB, kemudian disusul Garuda Indonesia GA 126 hanya lima menit setelahnya, yakni pukul 10.25 WIB.

Kondisi serupa terjadi pada sore hari. Citilink QG 966 dijadwalkan tiba pukul 15.15 WIB dan Super Air Jet IU 840 menyusul pada pukul 15.20 WIB.

Batik Air ID 6806 menjadi penerbangan terakhir dari Jakarta yang dijadwalkan mendarat di Sultan Thaha, yakni pukul 18.40 WIB.

Ada Tiga Penerbangan dari Rute Regional

Selain Jakarta, Bandara Sultan Thaha juga akan menerima tiga penerbangan regional.

Ketiganya berasal dari Dabo Singkep, Kerinci dan Batam.

Rinciannya:

  • 07.45 WIB — Susi Air SI 7219, dari Dabo Singkep melalui Bandara Dabo
  • 10.25 WIB — Susi Air SI 7222, dari Kerinci melalui Bandara Depati Parbo
  • 17.30 WIB — Super Air Jet IU 973, dari Batam melalui Bandara Internasional Hang Nadim

Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep menjadi pesawat pertama yang dijadwalkan tiba di Jambi esok.

Sementara Super Air Jet IU 973 dari Batam dijadwalkan mendarat pada sore hari, pukul 17.30 WIB.

Penjemput Diminta Jangan Terlalu Cepat Datang

Bagi masyarakat yang hendak menjemput, mengetahui jadwal kedatangan saja belum cukup.

Status penerbangan tetap perlu dipantau karena waktu mendarat dapat berubah akibat kondisi operasional maskapai maupun faktor lainnya.

Penjemput disarankan mengecek status penerbangan melalui aplikasi atau kanal informasi resmi maskapai sebelum berangkat ke Bandara Sultan Thaha.

Penjemput juga diminta menggunakan area pick-up yang telah disediakan dan tidak berhenti sembarangan di jalur kendaraan terminal.

Pengaturan tersebut penting untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, terutama pada jam kedatangan yang berdekatan.

Area parkir bandara juga dapat dimanfaatkan bagi penjemput yang harus menunggu lebih lama.

Jadwal dapat berubah

Data jadwal kedatangan tersebut merupakan jadwal penerbangan yang direncanakan untuk Senin, 10 Agustus 2026.

Waktu penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi operasional maskapai, cuaca maupun kebijakan otoritas bandara.

Karena itu, masyarakat yang hendak menjemput disarankan melakukan pengecekan terakhir kepada maskapai atau pihak Bandara Sultan Thaha Jambi sebelum berangkat.

Catat waktunya, cek status penerbangan, dan gunakan area penjemputan yang telah disediakan agar aktivitas di terminal tetap lancar.(*)




Mulai Pukul 06.00, Ini Daftar Lengkap Penerbangan dari Bandara Jambi Besok

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Bagi warga yang berencana melakukan perjalanan udara dari Kota Jambi pada Senin, 10 Agustus 2026, penting mencatat jadwal keberangkatan sebelum menuju bandara.

Bandara Sultan Thaha Jambi dijadwalkan melayani 11 penerbangan keberangkatan sepanjang Senin, dengan tujuan Jakarta dan sejumlah kota di wilayah Sumatera.

Dari total penerbangan tersebut, tujuh penerbangan menuju Jakarta, sedangkan empat lainnya melayani rute regional, yakni Medan, Kerinci, Batam dan Dabo Singkep.

Jadwal penerbangan paling pagi dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB, sementara penerbangan terakhir menuju Jakarta dijadwalkan pada pukul 17.30 WIB.

7 penerbangan dari Jambi menuju Jakarta

Jakarta menjadi rute dengan pilihan penerbangan terbanyak dari Bandara Sultan Thaha pada Senin besok.

Seluruh penerbangan Jakarta tersebut menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).

Berikut jadwalnya:

  • 06.00 WIB — Batik Air ID 6807
  • 08.55 WIB — Citilink QG 961
  • 11.00 WIB — Batik Air ID 6805
  • 11.10 WIB — Garuda Indonesia GA 127
  • 15.45 WIB — Citilink QG 967
  • 16.00 WIB — Super Air Jet IU 841
  • 17.30 WIB — Citilink QG 965

Dengan jadwal tersebut, penumpang yang memiliki keperluan ke Jakarta mempunyai sejumlah pilihan waktu, mulai dari penerbangan pagi hingga sore.

Penerbangan pukul 06.00 WIB menjadi keberangkatan paling awal dari Bandara Sultan Thaha, sedangkan Citilink QG 965 pada pukul 17.30 WIB menjadi penerbangan Jakarta paling akhir dalam daftar jadwal besok.

Empat rute regional dari Jambi

Selain Jakarta, Bandara Sultan Thaha juga melayani empat penerbangan menuju sejumlah daerah di Sumatera dan Kepulauan Riau.

Rute tersebut meliputi Medan, Kerinci, Batam dan Dabo Singkep.

Berikut jadwal lengkapnya:

  • 07.55 WIB — Batik Air ID 6879, tujuan Medan melalui Bandara Internasional Kualanamu
  • 08.15 WIB — Susi Air SI 7223, tujuan Kerinci melalui Bandara Depati Parbo
  • 09.00 WIB — Super Air Jet IU 974, tujuan Batam melalui Bandara Internasional Hang Nadim
  • 10.55 WIB — Susi Air SI 7218, tujuan Dabo Singkep melalui Bandara Dabo

Keberadaan sejumlah rute regional tersebut memberi alternatif bagi penumpang yang tidak menuju Jakarta dan membutuhkan penerbangan langsung dari Jambi.

Penumpang diminta datang lebih awal

Manajemen Bandara Sultan Thaha mengimbau penumpang memperhitungkan waktu perjalanan menuju terminal.

Penumpang disarankan sudah berada di bandara setidaknya dua jam sebelum jadwal keberangkatan, terutama bagi mereka yang mendapatkan penerbangan pada pagi hari.

Selain datang lebih awal, calon penumpang juga dapat melakukan check-in secara online melalui aplikasi atau situs resmi maskapai masing-masing apabila fasilitas tersebut tersedia.

Dokumen perjalanan seperti KTP, SIM atau paspor juga perlu dipastikan sudah tersedia bersama tiket penerbangan.

Jadwal bisa berubah

Penumpang perlu memperhatikan bahwa jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi operasional maskapai maupun kebijakan otoritas bandara.

Karena itu, penumpang disarankan melakukan pengecekan kembali kepada maskapai sebelum berangkat ke Bandara Sultan Thaha.

Jadwal di atas merupakan daftar keberangkatan yang dijadwalkan untuk Senin, 10 Agustus 2026, dan dapat mengalami perubahan.(*)




Festival Batanghari 2026 Bidik Wisatawan, 12 Agenda Disiapkan Selama 9 Hari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kota Jambi kembali bersiap menjadi panggung perayaan budaya dan pariwisata melalui Festival Batanghari 2026.

Event yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 tersebut akan berlangsung selama sembilan hari, mulai 14 hingga 22 Agustus 2026.

Pusat kegiatan dipusatkan di Taman Mini Melayu, kawasan eks Arena MTQ Jambi, dengan mengusung tema “Dari Jejak Jalur Perdagangan Rempah”.

Festival ini tidak hanya menawarkan pertunjukan budaya. Sejumlah agenda olahraga, kuliner, seni, ekonomi kreatif hingga promosi produk lokal turut disiapkan untuk menarik masyarakat dan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi Imron Rosyadi mengatakan Festival Batanghari menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif di daerah.

“Ini bukan hanya festival biasa. Ada 12 rangkaian acara yang memadukan tradisi, budaya, olahraga, hingga kuliner. Kita ingin pengunjung merasakan langsung pesona Batanghari,” ujar Imron, Sabtu 9 Agustus 2026.

12 agenda Festival Batanghari 2026

Beragam kegiatan akan mengisi Festival Batanghari 2026 selama sembilan hari.

Agenda yang disiapkan antara lain Parade Kapal Dagang Jalur Rempah, yang mengangkat kembali sejarah Batanghari sebagai bagian dari jalur perdagangan.

Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan Pacu Perahu serta mengikuti Batanghari FUNRUN 7K.

Festival juga menghadirkan Exhibition Layang-Layang Hias, Gastronomi Masakan Tradisional, serta Penampilan Seni dan Musik Tradisi.

Agenda lainnya yakni Malam Anugerah Duta Wisata 2026, Expo & Bazaar Kuliner, Tarian Massal Dagang Rempah, serta Pertunjukan Kreatif Pelajar dan Mahasiswa.

Sementara untuk sektor ekonomi kreatif, panitia menyiapkan Kampung E-Kraf sebagai ruang promosi sekaligus etalase produk kreatif lokal.

Panitia juga menyediakan Expo & Bazaar UMKM untuk mempertemukan produk pelaku usaha lokal dengan masyarakat dan pengunjung festival.

Bawa jejak perdagangan rempah ke panggung festival

Tema jalur perdagangan rempah menjadi salah satu daya tarik utama Festival Batanghari tahun ini.

Konsep tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai tema acara, tetapi dikemas melalui sejumlah pertunjukan dan atraksi yang menghubungkan sejarah, budaya Melayu dan kehidupan masyarakat di sepanjang Batanghari.

Pemerintah Provinsi Jambi berharap festival dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Dengan masuknya Festival Batanghari dalam kalender KEN 2026, penyelenggaraan tahun ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Tim Kementerian Pariwisata akan melakukan penilaian

Gubernur Jambi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dijadwalkan membuka Festival Batanghari 2026 pada 14 Agustus 2026.

Perwakilan Kementerian Pariwisata juga dijadwalkan hadir dalam pembukaan.

Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata Raden Wisnu Sindhutrisno disebut akan mewakili Menteri Pariwisata Republik Indonesia bersama tim penilai untuk melihat langsung penyelenggaraan Festival Batanghari sebagai bagian dari KEN 2026.

Kehadiran tim tersebut menjadi momentum penting bagi penyelenggara untuk menunjukkan kualitas festival di tingkat nasional.

Gubernur Jambi mengatakan keterlibatan pemerintah pusat sekaligus menjadi dorongan bagi daerah untuk menghadirkan penyelenggaraan yang semakin baik.

“Kehadiran perwakilan Kementerian Pariwisata RI menjadi bukti bahwa Festival Batanghari sudah diakui di tingkat nasional. Ini motivasi kita untuk memberikan penyelenggaraan terbaik,” ujarnya.

Dorong UMKM dan ekonomi kreatif Jambi

Festival Batanghari 2026 juga diarahkan tidak berhenti sebagai tontonan.

Kehadiran Expo & Bazaar UMKM dan Kampung E-Kraf membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung.

Konsep tersebut diharapkan membuat perputaran ekonomi selama festival ikut dirasakan pelaku UMKM, kuliner, ekonomi kreatif hingga sektor pendukung pariwisata.

Bagi masyarakat, festival ini sekaligus menjadi pilihan agenda liburan selama sembilan hari penyelenggaraan.

Masyarakat Jambi dan wisatawan diimbau datang bersama keluarga untuk menikmati berbagai atraksi yang telah disiapkan.

Informasi mengenai rangkaian Festival Batanghari 2026 dapat dipantau melalui akun Instagram @festivalbatanghari dan @jambitourism.

Festival Batanghari 2026 berlangsung 14–22 Agustus 2026 di Taman Mini Melayu, eks Arena MTQ Jambi.(*)




Bukan Cuma Silaturahmi! Turnamen Domino SIWO PWI Kota Jambi, Jadi Ajang Cari Atlet

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak 64 wartawan dari berbagai media di Kota Jambi selama tiga hari tak hanya sibuk dengan berita dan aktivitas jurnalistik.

Mereka berganti meja liputan dengan meja domino dalam turnamen antarwartawan yang digelar Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi.

Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia 2026.

Namun, di balik persaingan merebut gelar juara, SIWO PWI Kota Jambi membawa misi lain: mencari potensi atlet domino dari kalangan wartawan.

Turnamen berakhir di Senyala Space Cafe, Kota Jambi, Jumat malam 7 Agustus 2026.

Ketua PWI Kota Jambi Irwansyah mengatakan kegiatan tersebut tidak dirancang sekadar sebagai pertandingan untuk memperebutkan hadiah.

Menurutnya, turnamen menjadi salah satu cara melihat kemampuan anggota PWI yang berpotensi dikembangkan untuk mengikuti kompetisi olahraga wartawan di tingkat berikutnya.

“Selain menghasilkan pemenang, ini juga mencari bibit pemain atau atlet domino yang nantinya bisa diikutsertakan bagi anggota PWI,” kata Irwansyah.

Dari silaturahmi hingga pembinaan atlet

Domino selama ini lebih dikenal sebagai permainan yang lekat dengan aktivitas rekreatif.

Namun bagi SIWO PWI Kota Jambi, cabang tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu arena prestasi bagi wartawan.

Karena itu, turnamen diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Kemampuan para peserta dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat siapa saja yang memiliki potensi bersaing dalam event olahraga wartawan.

Irwansyah mengatakan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan akan membuat potensi tersebut lebih mudah dipetakan dan dikembangkan.

Di sisi lain, turnamen juga menjadi ruang pertemuan bagi wartawan dari berbagai media di luar rutinitas peliputan.

“Silaturahmi ini penting untuk memperkuat soliditas wartawan. Dengan hubungan yang semakin baik, komunikasi dan kebersamaan dalam menjalankan tugas juga akan semakin kuat,” ujarnya.

PWI Jambi dorong kegiatan olahraga berlanjut

Ketua PWI Provinsi Jambi Ridwan Agus mengapresiasi turnamen yang digagas SIWO PWI Kota Jambi.

Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan wartawan dalam suasana nonformal dapat membantu menjaga kekompakan organisasi sekaligus membuka ruang bagi anggota untuk mengembangkan minat di bidang olahraga.

Ridwan berharap jajaran PWI Kota Jambi tetap menjaga kebersamaan dan menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat bagi anggota.

“Harapan kami wartawan di Kota Jambi saling kompak dan pengurus PWI Kota Jambi saling asih, asah, asuh,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang. Ia menilai kegiatan olahraga bersama dapat menjadi sarana positif untuk membangun komunikasi di antara insan pers.

“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa untuk mempererat silaturahmi di kalangan wartawan. Semoga wartawan di Kota Jambi tetap solid dan kompak,” ujarnya.

Rio juara tunggal, Safi’i–Andre menang ganda

Setelah tiga hari pertandingan, turnamen menghasilkan sejumlah pemenang pada kategori tunggal dan ganda.

Pada kategori ganda, pasangan Safi’i–Andre keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Reza–Tarmizi, sedangkan Soleh–Jefri meraih peringkat ketiga.

Sementara pada kategori tunggal, Rio dari Jambi Ekspres menjadi juara pertama.

Posisi runner-up ditempati Nanang Mariadi dari Antara Jambi, sedangkan Yosua Gultom dari Wahana News berada di posisi ketiga.

Hasil pertandingan tersebut menjadi catatan awal bagi SIWO PWI Kota Jambi untuk melihat komposisi pemain yang berpotensi dikembangkan menghadapi event olahraga wartawan berikutnya.

Momentum HUT RI sekaligus membuka jalur prestasi

Bagi SIWO PWI Kota Jambi, turnamen domino tersebut memiliki dua fungsi sekaligus. Di satu sisi, kegiatan menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan mempererat hubungan antarwartawan.

Di sisi lain, pertandingan menjadi pintu awal untuk mengidentifikasi potensi atlet di lingkungan PWI Kota Jambi.

Jika dikembangkan secara konsisten, kegiatan olahraga wartawan tidak hanya menjadi agenda rekreatif, tetapi juga dapat menjadi jalur pembinaan prestasi bagi insan pers.

Turnamen tiga hari tersebut pun menjadi pijakan awal SIWO PWI Kota Jambi untuk melanjutkan program olahraga yang lebih terarah, dengan harapan semakin banyak wartawan yang tidak hanya aktif dalam dunia jurnalistik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga.(*)




Besok Presisi Merdeka Run 2026, Sejumlah Jalan di Kota Jambi Ditutup

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Warga Kota Jambi yang beraktivitas pada Minggu, 9 Agustus 2026, perlu mengantisipasi perubahan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan.

Polda Jambi bersama Polresta Jambi menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengamankan pelaksanaan Presisi Merdeka Run 2026 yang dipusatkan di kawasan Lapangan Garuda, Kompleks Kantor Gubernur Jambi.

Kegiatan yang mengusung tema “Satu Langkah, Sejuta Perubahan” tersebut diperkirakan diikuti ribuan peserta.

Sejumlah ruas jalan yang menjadi akses menuju kawasan kegiatan akan ditutup sementara, sementara beberapa jalur lainnya menerapkan sistem buka-tutup secara situasional.

Langkah tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus menjaga keselamatan peserta lomba dan pengguna jalan.

Ini ruas jalan yang ditutup

Bagi masyarakat yang hendak bepergian pada Minggu pagi, berikut sejumlah titik yang perlu diperhatikan karena akan mengalami penutupan sementara:

  • Simpang Karya menuju Simpang BI
  • Simpang Empat Koramil Telanaipura menuju Kantor Gubernur
  • Simpang Museum menuju Simpang BI
  • Simpang Pulai menuju Simpang Tanjung
  • Simpang Tugu Juang menuju Simpang Masjid Nurul Hikmah

Selain penutupan, petugas juga akan memberlakukan sistem buka-tutup pada ruas tertentu.

Pengaturan tersebut bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan kondisi kepadatan kendaraan serta pergerakan peserta di lapangan.

Warga diminta atur waktu perjalanan

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan agar kegiatan tetap berjalan aman tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat yang menggunakan jalan.

“Rekayasa lalu lintas ini merupakan langkah yang harus dilakukan demi menjamin keamanan dan keselamatan seluruh peserta maupun pengguna jalan selama berlangsungnya Presisi Merdeka Run 2026,” kata Erlan.

Menurutnya, petugas akan ditempatkan di sejumlah titik untuk mengatur kendaraan, memberikan informasi kepada pengendara, sekaligus mengarahkan arus ke jalur yang dapat dilalui.

Karena itu, masyarakat yang memiliki agenda perjalanan pada Minggu disarankan memperhitungkan waktu tempuh dan memilih rute alternatif sebelum berangkat.

Polda Jambi juga meminta pengendara tidak memaksakan diri melewati ruas yang sedang ditutup dan mengikuti arahan personel di lapangan.

Penutupan bisa berdampak pada mobilitas warga

Rekayasa lalu lintas berpotensi membuat waktu perjalanan masyarakat berubah, terutama pada ruas jalan yang menjadi akses utama menuju pusat kegiatan.

Polda Jambi menyampaikan permohonan maaf apabila kebijakan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan atau mengganggu mobilitas warga.

“Langkah ini dilakukan semata-mata untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kesuksesan pelaksanaan Presisi Merdeka Run 2026,” ujar Erlan.

Selain aspek keamanan, Presisi Merdeka Run 2026 diharapkan menjadi ajang olahraga sekaligus memperkuat interaksi antara Polri dan masyarakat.

Polda Jambi juga berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di Kota Jambi, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama pelaksanaan acara.

Dengan adanya rekayasa tersebut, warga yang tidak berkepentingan menuju kawasan kegiatan diimbau mempertimbangkan rute lain agar tidak terjebak kepadatan di sekitar lokasi Presisi Merdeka Run 2026.(*)




Di Sarolangun, Wagub Jambi Tekankan Pencegahan Radikalisme dan Bullying Harus Dimulai dari Sekolah

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pesatnya perkembangan teknologi digital dinilai membawa dua sisi bagi dunia pendidikan.

Di satu sisi membuka akses pengetahuan tanpa batas, namun di sisi lain menjadi pintu masuk penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme (IRET), pengaruh True Crime Community (TCC), hingga maraknya perundungan yang menyasar kalangan pelajar.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, saat membuka Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham IRET, TCC dan Perundungan di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Sarolangun di GOR Sarolangun, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurut Abdullah Sani, sekolah memiliki posisi strategis sebagai benteng pertama dalam membangun karakter generasi muda agar tidak mudah terpengaruh berbagai ideologi maupun aktivitas negatif yang berkembang di ruang digital.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital RI, pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 221 juta orang atau setara 79,5 persen dari total populasi.

Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang masyarakat memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan, namun juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran propaganda kekerasan, paham radikal hingga glorifikasi tindak kriminal melalui komunitas tertentu apabila tidak disikapi secara kritis.

“Ruang digital harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan meningkatkan kapasitas diri, bukan justru menjadi tempat berkembangnya paham yang mengancam persatuan bangsa maupun masa depan generasi muda,” kata Abdullah Sani.

Selain ancaman di ruang digital, ia juga menyoroti masih tingginya angka perundungan di lingkungan pendidikan.

Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sepanjang 2025 tercatat 641 kasus perundungan di Indonesia dan sekitar 57 persen terjadi di sekolah. Sementara itu, Provinsi Jambi mencatat persentase sebesar 0,49 persen.

Menurutnya, perundungan tidak bisa dipandang sebagai persoalan sepele karena berdampak langsung terhadap kesehatan mental, prestasi belajar hingga perkembangan psikologis peserta didik.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Pemprov Jambi telah menerbitkan Instruksi Gubernur tentang percepatan sosialisasi penolakan terhadap paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme.

Kebijakan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

Abdullah Sani mengajak pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga pendidik, orang tua hingga masyarakat membangun kolaborasi agar lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif.

Ia juga mengingatkan para pelajar untuk menjadikan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, siswa diminta menghormati perbedaan, lebih bijak menggunakan media sosial, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, menolak ujaran kebencian maupun ajakan kekerasan, serta berani melapor apabila menemukan indikasi penyebaran paham radikal.

“Fokus utama pelajar adalah menuntut ilmu. Pendidikan menjadi bekal penting untuk meraih masa depan. Hindari hoaks, pergaulan negatif, maupun pengaruh yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Abdullah Sani mengajak generasi muda Jambi mengambil peran sebagai penjaga persatuan dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai serta berkarakter.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sarolangun Hurmin juga mengingatkan para pelajar agar mengikuti sosialisasi tersebut secara serius.

Ia menilai tantangan yang dihadapi remaja saat ini semakin kompleks, mulai dari penyebaran paham radikal melalui media sosial, ajakan bergabung ke komunitas negatif, penyalahgunaan narkoba hingga kasus perundungan di sekolah.

Menurut Hurmin, masa depan daerah sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya sehingga seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk melindungi pelajar dari berbagai pengaruh negatif.

Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) serta Kepala Satuan Tugas Wilayah Jambi Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Acara juga diikuti unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, kepala sekolah, guru serta ribuan pelajar dari SMA, SMK, MA, MTs hingga SMP negeri dan swasta di Kabupaten Sarolangun.(*)