Wali Kota Maulana Lantik 1.203 PPPK, Tekankan Integritas dan Inovasi Pelayanan Publik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Senyum bahagia terpancar di wajah ribuan Tenaga Kerja Kontrak (TKK) Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi yang akhirnya resmi menyandang status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Momen bersejarah itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan PPPK serta Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Fungsional PPPK Formasi Tahun 2024 Tahap II di lingkungan Pemkot Jambi, yang secara langsung dipimpin oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Kamis pagi (25/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Jambi menyerahkan SK pengangkatan kepada 1.203 orang PPPK, yang terdiri dari 148 tenaga pendidik, 64 tenaga kesehatan, dan 991 tenaga teknis. Bersamaan dengan itu, juga dilakukan penyerahan SK CPNS kepada 4 orang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII.

Wali Kota Maulana dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga amanah serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Saya tekankan, pegang teguh integritas, jadilah teladan dalam disiplin, kejujuran, dan etika. Tingkatkan kompetensi dengan terus belajar dan berinovasi agar pelayanan semakin berkualitas. Dan yang terpenting, layani masyarakat dengan hati. Karena kehadiran kita adalah untuk menghadirkan manfaat bagi warga Kota Jambi,” ujar Wali Kota Maulana.

Ia menyampaikan, dengan dilantiknya PPPK Formasi Tahun 2024 Tahap II ini, Pemkot Jambi kini memiliki sebanyak 5.907 Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK.

Jumlah tersebut bahkan lebih besar dibandingkan dengan ASN berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang saat ini berjumlah sekitar 4.200 orang.

“Alhamdulillah, berkat usaha dan doa kita bersama, Pemkot Jambi mampu merekrut seluruh Tenaga Kerja Kontrak menjadi PPPK. Memang masih ada sebagian kecil yang belum, namun itu terkendala persoalan administrasi dan tetap akan terus kita perjuangkan. Apalagi, jika dibandingkan dengan banyak daerah lain, masih banyak pemerintah daerah yang belum mampu menyelesaikan permasalahan honorer ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan, bahwa dengan jumlah ASN PPPK yang cukup besar tersebut, para aparatur dituntut untuk benar-benar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan ribuan PPPK ini bukan hanya sekedar penambahan jumlah pegawai, melainkan merupakan potensi besar yang dimiliki Pemkot Jambi dalam memperkuat roda pemerintahan dan mempercepat terwujudnya visi Kota Jambi Bahagia.

Dengan dukungan SDM yang lebih banyak, kompeten, dan tersebar di berbagai bidang, pelayanan kepada warga diharapkan menjadi lebih cepat, merata, serta berkualitas.

“Jumlah ASN PPPK yang besar ini adalah potensi yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dengan tambahan tenaga dan peningkatan kesejahteraan, maka yang kita harapkan adalah pelayanan publik yang semakin prima, inovatif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena tujuan akhirnya adalah mewujudkan Kota Jambi yang semakin maju, modern, dan bahagia warganya,” tegasnya.

Terkait dengan penganggaran gaji PPPK, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi telah menyiapkan alokasi sebesar Rp320 miliar per tahun untuk membiayai penggajian 5.907 orang ASN PPPK yang kini resmi menjadi bagian dari jajaran aparatur Pemkot Jambi.

Wali Kota menegaskan, ke depan pihaknya akan melakukan evaluasi langsung terhadap kinerja seluruh PPPK, termasuk Kepala Perangkat Daerah yang masih melakukan perekrutan tenaga kerja tambahan.

“Saya tegaskan, tidak ingin lagi mendengar OPD-OPD kekurangan tenaga kerja atau melakukan pengangkatan tenaga kerja baru. Karena kita sudah memiliki 5.907 PPPK yang harus dioptimalkan dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan visi besar Kota Jambi Bahagia,” terang Wali Kota.

Lebih jauh, Ia juga mengingatkan bahwa anggaran yang sangat besar itu harus sebanding dengan peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, setiap rupiah yang dialokasikan dari APBD untuk kesejahteraan ASN PPPK merupakan bentuk kepercayaan masyarakat yang harus dibalas dengan dedikasi, disiplin, serta hasil kerja nyata.

“Rp320 miliar per tahun bukan angka kecil. Karena itu, saya ingin seluruh PPPK benar-benar menunjukkan kinerja terbaiknya. Pastikan keberadaan saudara-saudara memberi nilai tambah bagi masyarakat, sehingga apa yang kita perjuangkan bersama ini benar-benar menghadirkan manfaat nyata,” tegasnya.

Diakhir sambutannya, Wali Kota Maulana juga berpesan kepada para PPPK maupun CPNS yang baru dilantik untuk senantiasa bersyukur dan mempersembahkan kebahagiaan atas pencapaian ini kepada orang-orang tercinta, khususnya kepada orang tua, pasangan, dan keluarga yang selama ini mendampingi serta mendoakan.

“Ini adalah sesuatu yang luar biasa. Mungkin sebelumnya penghasilan masih terbatas, namun setelah resmi dilantik hari ini. Alhamdulillah terdapat peningkatan dari sisi kesejahteraan. Karena itu, hal yang paling utama adalah mempersembahkan kebahagiaan ini kepada mereka yang selama ini setia mendampingi dan berjuang bersama,” ungkap Wali Kota.

Sementara itu, khusus kepada tenaga pendidik, Wali Kota Maulana berharap setelah berganti status menjadi PPPK, para guru dapat semakin bersemangat dalam mendidik serta mampu menghadirkan berbagai inovasi pembelajaran di setiap kelas yang mereka pimpin.

“Harus ada inovasi pembelajaran di setiap kelas. Jangan hanya terpaku pada pola lama, tetapi ciptakan metode yang kreatif dan menyenangkan agar peserta didik semakin termotivasi. Dan ini saya minta Dinas Pendidikan untuk turut memberikan perhatian serius,” harapnya.

Ia juga menegaskan komitmennya sebagai pembina kepegawaian untuk terus memperhatikan kesejahteraan para aparatur. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan akan selalu dipikirkan dan diperjuangkan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Namun, di sisi lain, Wali Kota juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja.

“Sebagai pembina kepegawaian, saya pastikan perhatian terhadap kesejahteraan akan terus menjadi prioritas ke depan. Namun, di balik itu semua, kami juga menuntut agar kinerja ditingkatkan. Karena kesejahteraan dan kinerja harus berjalan seimbang demi kemajuan Kota Jambi,” pungkasnya.

Turut hadir dikesempatan itu, Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang Heni Sri Wahyuni beserta jajaran, Ketua Komisi I DPRD Kota Jambi Rio Ramadhan, Sekda A Ridwan beserta jajaran Pemkot Jambi, Kepala UPT BKN Jambi Supena Adi Putra, serta unsur instansi vertikal terkait lainnya.

Dengan demikian, pengangkatan 1.203 PPPK Formasi Tahun 2024 Tahap II ini tidak hanya menandai bertambahnya jumlah ASN di lingkungan Pemkot Jambi, tetapi juga menjadi bagian penting dari transformasi aparatur menuju pelayanan publik yang prima, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ribuan ASN PPPK yang kini resmi bergabung diharapkan dapat menjadi motor penggerak tercapainya tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efektif, dan berdaya saing, demi terwujudnya Kota Jambi yang Maju, Modern, dan Bahagia Warganya.

Dengan demikian, pengangkatan 1.203 PPPK Formasi Tahun 2024 Tahap II ini tidak hanya menandai bertambahnya jumlah ASN di lingkungan Pemkot Jambi, tetapi juga menjadi bagian penting dari transformasi aparatur menuju pelayanan publik yang prima, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ribuan ASN PPPK yang kini resmi bergabung diharapkan dapat menjadi motor penggerak tercapainya tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efektif, dan berdaya saing, demi terwujudnya Kota Jambi yang Maju, Modern, dan Bahagia Warganya.(*)




Suparyono Kembali Pimpin FKRT Kota Jambi, Siap Kawal Program Pembangunan Berbasis Komunitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi melantik jajaran pengurus Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) Kota Jambi periode 2025–2028, pada Rabu malam (24/9/2025), bertempat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh makna, ditandai dengan penyematan PIN secara simbolis oleh Wali Kota Maulana kepada Ketua FKRT terpilih, H. Suparyono, S.E., berdasarkan Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 811 Tahun 2025 tentang Pengangkatan FKRT Tingkat Kota Jambi Masa Bakti 2025–2028.

Pelantikan FKRT ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Kota Jambi dengan seluruh pengurus RT, dalam rangka mendukung kelancaran pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, FKRT diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan yang berbasis pada partisipasi masyarakat.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana, selaku Pembina FKRT Kota Jambi, menyampaikan harapannya agar kepengurusan FKRT yang baru dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kota dalam membangun dan menjalankan berbagai program Kota Jambi Bahagia, khususnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Ujung tombak dari seluruh program Kota Jambi Bahagia ini adalah para Ketua RT. Dengan adanya kelembagaan yang kuat, komunikasi yang solid, dan silaturahmi yang terjaga, insya Allah setiap program Pemerintah dapat tersampaikan dengan cepat, tepat, dan terlaksana dengan baik di tengah masyarakat,” ujar Maulana.

Ia menambahkan, proses pemilihan Ketua FKRT Kota Jambi telah berjalan secara demokratis dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) selaku leading sector, telah memfasilitasi pelaksanaan pemilihannya beberapa waktu lalu.

“Mudah-mudahan pada masa pengabdian kedua ini, Bapak H. Suparyono dapat semakin memberikan kontribusi nyata dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kota Jambi,” ujar Maulana.

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa setelah pelantikan ini, FKRT memiliki tugas penting untuk mengawal setiap program prioritas Pemerintah Kota Jambi, khususnya Program Kampung Bahagia. Program tersebut, menurutnya, hanya dapat berhasil apabila didukung melalui kolaborasi seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berbasis komunitas.

“Ketua RT adalah corong Pemerintah dalam menyukseskan setiap program. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah dan masyarakat, agar seluruh program dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata,” ungkapnya.

Maulana juga menekankan pentingnya peran FKRT Kota Jambi sebagai perpanjangan tangan Pemerintah dalam menyosialisasikan program dan kebijakan kepada seluruh RT di Kota Jambi.

“Tentunya, sebagai mitra strategis Pemerintah dan dengan legitimasi yang dimiliki, saya berharap FKRT dapat menjadi saluran resmi Pemerintah Kota dalam menjangkau 1.650 RT, sekaligus turut mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia,” tegas Maulana.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Maulana juga memaparkan 11 program prioritas Kota Jambi Bahagia, terutama yang berorientasi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program-program tersebut antara lain Kartu Bahagia, Balai Latihan Kerja Tematik (BALIKAT), Bantuan Usaha Masyarakat (Banharkat), Ruang Milenial (Rumel), Call Center Bahagia, Kota Tangguh, hingga Kampung Bahagia.

“Kampung Bahagia adalah bintang dari 11 program prioritas yang ada, karena seluruh roh dan semangat program terintegrasi di dalamnya,” ujar Maulana.

Ia pun berpesan kepada seluruh Ketua RT untuk memahami dan menyerap setiap program tersebut, sehingga informasi dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. “Dengan demikian, seluruh program Pemkot Jambi benar-benar dapat dinikmati oleh masyarakat dan berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua FKRT Kota Jambi, H. Suparyono, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi, khususnya Wali Kota Maulana, yang senantiasa memberikan dukungan dan arahan sehingga FKRT Kota Jambi mampu melaksanakan berbagai kegiatan yang tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya selaku Ketua Forum RT terpilih mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada Wali Kota Jambi, selaku Pembina, DPMPPA selaku leading sector, serta segenap para Ketua RT yang telah memberikan kepercayaannya kepada kami, untuk kembali memimpin FKRT Kota Jambi untuk periode 2025 – 2028,” singkatnya.

Dengan kepengurusan yang baru ini, FKRT Kota Jambi diharapkan dapat semakin memperkuat peran strategisnya sebagai mitra Pemerintah Kota dalam menyukseskan berbagai program pembangunan berbasis masyarakat. Melalui sinergi dan kolaborasi yang erat antara FKRT, para Ketua RT, dan Pemkot Jambi, seluruh program prioritas diharapkan dapat terlaksana lebih optimal, serta mampu mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia yang sejahtera dan berdaya saing.

Turut hadir dalam pelantikan FKRT Kota Jambi itu, Sekda A Ridwan, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Lurah dilingkungan Pemkot Jambi, serta Forum Ketua RT Kecamatan dan Kelurahan dilingkup Pemkot Jambi.(*)




Polda Jambi Gandeng PWI Bahas Peran Media Ciptakan Kamtibmas Kondusif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di wilayah Provinsi Jambi, khususnya Kota Jambi, Direktorat Intelkam Polda Jambi menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Kamis, 25 September 2025, bertempat di Hotel Ceria, Kota Jambi.

Acara ini diikuti oleh seluruh personel Dit Intelkam Polda Jambi dan dibuka langsung oleh Direktur Intelkam Polda Jambi, Kombes Pol Hendri Siregar.

Turut hadir Wakil Direktur Intelkam, AKBP Safi’i Bagus Santoso, serta menghadirkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi, Irwansyah, sebagai narasumber utama.

Dalam FGD tersebut, Irwansyah memaparkan materi bertajuk “Peran Media dalam Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif di Masyarakat”.

a menegaskan bahwa menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan damai adalah tanggung jawab bersama antara aparat keamanan dan masyarakat, termasuk peran strategis dari media massa.

“Media memiliki peran penting dalam menciptakan suasana kondusif melalui pemberitaan yang seimbang, faktual, dan edukatif. Selain itu, media juga membantu aparat keamanan dalam menyosialisasikan program-program strategis,” jelas Irwansyah.

Namun demikian, menurutnya, tantangan media dalam mendukung kamtibmas juga cukup kompleks.

Beberapa di antaranya adalah penyebaran berita hoaks, disinformasi, penggunaan media sebagai alat provokasi, rendahnya literasi digital masyarakat, serta tekanan persaingan antar media yang memicu munculnya konten clickbait.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Irwansyah menyampaikan bahwa media harus mengadopsi strategi yang tepat.

Di antaranya adalah dengan memperkuat kerja sama dengan aparat keamanan, meningkatkan literasi digital publik, menjaga independensi dan netralitas redaksi, serta menjunjung tinggi prinsip jurnalisme damai.

“Media dapat menjadi mitra strategis bagi masyarakat dan aparat penegak hukum. Dengan penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif, media berperan vital dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat,” pungkasnya.(*)




Perkuat Sinergi Demi Prestasi Olahraga, DPRD Provinsi Sambut Hangat Koni Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi, Mat Sanusi, bersama jajaran pengurus melakukan silaturahmi dengan Ketua dan pimpinan DPRD Provinsi Jambi di Gedung DPRD, Kamis (25/9/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membahas perkembangan olahraga di Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Mat Sanusi menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat pimpinan DPRD. Ia juga memperkenalkan jajaran pengurus KONI Provinsi Jambi yang hadir, di antaranya Wakil Ketua Umum I Adri, Wakil Ketua Umum VII Yuzar, Sekretaris Umum M. Ali, serta sejumlah pengurus lainnya.

Mat Sanusi menjelaskan beberapa agenda terdekat KONI, antara lain pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Tanjung Jabung Barat tahun 2026, serta persiapan menghadapi PON Beladiri di Kudus pada Oktober 2025.

“Kami berharap sinergi dengan DPRD Provinsi Jambi dapat semakin menguat, sehingga program-program olahraga bisa terlaksana dengan baik dan prestasi atlet Jambi terus meningkat,” ujar Mat Sanusi.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Hafidz, menekankan bahwa olahraga memiliki dampak besar terhadap perkembangan daerah. Menurutnya, KONI Provinsi Jambi diharapkan mampu membuat lompatan besar dalam pembinaan cabang olahraga prioritas, meski dihadapkan pada tantangan fiskal daerah.

“Olahraga bukan hanya soal prestasi, tapi juga membawa nama baik daerah dan meningkatkan semangat masyarakat. Kami siap bekerja sama, dan berharap kolaborasi antara KONI dan DPRD bisa terjalin lebih baik lagi,” ungkap Hafidz.

Dari pihak DPRD, hadir pula Wakil Ketua DPRD I Ivan Wirata, Wakil Ketua DPRD II Samsul Ridwan, serta anggota DPRD Zulkifli Linus. Dalam kesempatan itu, Ivan Wirata menegaskan kesiapan DPRD untuk mendukung kemajuan olahraga di Jambi, termasuk melalui program pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota dewan.

“Kami siap membantu, baik dalam bentuk dukungan program maupun fasilitasi kebutuhan KONI agar pembinaan atlet berjalan maksimal,” kata Ivan.

Lebih jauh, Ivan juga menyampaikan pesan inspiratif bahwa olahraga merupakan wadah pembentukan karakter generasi muda.

“Prestasi atlet Jambi bukan hanya kebanggaan di arena pertandingan, tetapi juga bukti bahwa anak-anak Jambi mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Tugas kita bersama adalah menciptakan ekosistem yang sehat bagi olahraga, karena di situlah lahir generasi yang tangguh, disiplin, dan berprestasi,” tegas Bang Ivan Wirata (BIW).

Silaturahmi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara KONI dan DPRD Provinsi Jambi. Harapannya, olahraga Jambi dapat lebih berprestasi, sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat serta pembangunan daerah.(*)




Gaji Naik, SK Diterima! PPPK Kena Warning, Walikota Maulana: Kinerja Buruk Saya Evaluasi!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tak hanya menerima SK, para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan menerima kenaikan gaji.

Ini seperti yang ditegaskan Wali Kota Jambi, Maulana saat memberikan sambutan usai secara simbolis memberikan SK.

“Bulan depan naik ya gajinya. Sudah kita anggarkan, ” sebut Maulana, yang disambut sorakan ribuan pegawai.

Maka dari itu, Maulana berharap dengan adanya kenaikan gaji ini diharapkan para pegawai bisa mumpuni kinerjanya.

“Saya akan evaluasi, apabila kinerja anda-anda baik,” timpalnya.

Bahkan, Maulana juga menyinggung profesi guru dan tenaga kesehatan yang telah diangkat menjadi PPPK agar dapat berinovasi dan memperbaiki pelayanan maupun kinerja.

“Jangan banyak gak masuk kelas. Jangan sampai saya nampak anda-anda nongkrong di kantin, akan saya evaluasi!,” tegasnya.

Pagi ini, 1203 jabatan fungsional Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan IPDN Angkatan 32 4 pegawai   lingkungan Pemkot Jambi, menerima Surat Keputusan (SK), Kamis 25 September 2025

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji serta Penyerahan secara Simbolis SK PPPK Kota Jambi 2024 itu dipimpin langsung oleh Penjabat Wali Kota Jambi, Maulana, di Lapangan Balaikota Jambi.

Dalam arahannya, Maulana meminta agar PPPK Kota Jambi bisa menjalankan tugas dengan baik sebagai abdi negara.

“Utamakan kepentingan negara dan daerah dibandingkan kepentingan diri sendiri ataupun golongan,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta agar PPPK untuk bekerja secara optimal dan kinerjanya semakin baik.

“Saya percaya bahwa saudara bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tupoksi masing-masing,” tambahnya.

Sebelumnya, Maulana mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan Kota Jambi memperoleh formasi PPPK terbanyak se-Provinsi Jambi.

“Total PPPK di Kota Jambi akan mencapai 5.907 orang,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya membalas kepercayaan pemerintah pusat dengan kinerja prima dan pelayanan publik yang berkualitas.

Wali Kota juga menekankan pentingnya nilai-nilai ASN yang Ber-AKHLAK: berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

“Kinerja pegawai akan terus kami evaluasi selama lima tahun ke depan. Jangan sampai kenaikan pendapatan diikuti dengan menurunnya kinerja. Itu namanya kufur nikmat,” tegas Maulana.

Ia juga mengutip Buya Hamka untuk memotivasi peserta: “Kalau bekerja hanya sekadar bekerja, kera juga bekerja.”

Selain itu, Pemkot Jambi juga tengah mengkaji solusi untuk tenaga kerja kontrak (TKK) yang belum lolos menjadi PPPK, salah satunya melalui mekanisme outsourcing dengan tetap memperhatikan aturan dan kemampuan keuangan daerah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap keadilan dan kesinambungan pengelolaan SDM.(*)




Hore! 1.203 PPPK Tahun 2024 Lingkungan Pemkot Jambi Terima SK

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pagi ini, 1203 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) gelombang 2 tahun 2024 dan 4 pegawai IPDN angkatan 32  di lingkungan Pemkot Jambi, menerima Surat Keputusan (SK), Kamis 25 September 2025

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji serta Penyerahan secara Simbolis SK PPPK Kota Jambi 2024 itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, di Lapangan Balaikota Jambi.

Dalam arahannya, Maulana meminta agar PPPK Kota Jambi bisa menjalankan tugas dengan baik sebagai abdi negara.

“Utamakan kepentingan negara dan daerah dibandingkan kepentingan diri sendiri ataupun golongan,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta agar PPPK untuk bekerja secara optimal dan kinerjanya semakin baik.

“Saya percaya bahwa saudara bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tupoksi masing-masing,” tambahnya.

Sebelumnya, Maulana mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan Kota Jambi memperoleh formasi PPPK terbanyak se-Provinsi Jambi.

“Total PPPK di Kota Jambi akan mencapai 5.907 orang,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya membalas kepercayaan pemerintah pusat dengan kinerja prima dan pelayanan publik yang berkualitas.

Wali Kota juga menekankan pentingnya nilai-nilai ASN yang Ber-AKHLAK: berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

“Kinerja pegawai akan terus kami evaluasi selama lima tahun ke depan. Jangan sampai kenaikan pendapatan diikuti dengan menurunnya kinerja. Itu namanya kufur nikmat,” tegas Maulana.

Ia juga mengutip Buya Hamka untuk memotivasi peserta: “Kalau bekerja hanya sekadar bekerja, kera juga bekerja.”

Selain itu, Pemkot Jambi juga tengah mengkaji solusi untuk tenaga kerja kontrak (TKK) yang belum lolos menjadi PPPK, salah satunya melalui mekanisme outsourcing dengan tetap memperhatikan aturan dan kemampuan keuangan daerah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap keadilan dan kesinambungan pengelolaan SDM.(*)




Transformasi Kota Jambi Dimulai, Program Kampung Bahagia Jadi Tonggak Partisipasi Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Kota Jambi resmi memulai babak baru pembangunan berbasis komunitas. Melalui Kick-off Implementasi Program Kampung Bahagia, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., meresmikan 67 RT sebagai pilot project yang akan menjadi contoh penggerak perubahan di tingkat masyarakat.

Kick-off tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Maulana di hadapan para Ketua Pokja 67 RT percontohan Kampung Bahagia dari 68 kelurahan yang terhubung secara virtual. Acara ini berlangsung bersamaan dengan gotong royong serentak se-Kota Jambi dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) Indonesia 2025, yang dipusatkan di kawasan wisata Danau Sipin, Rabu pagi (24/9/2025). Gotong royong masal gabungan dalam rangka WCD ini diikuti oleh jajaran Kodim 0415/Jambi, Brimob Polda Jambi, BWS Sumatera VI, serta Perangkat Daerah dilingkungan Pemkot Jambi.

Kepada awak media, Wali Kota Maulana mengatakan, momentum ini menjadi tonggak penting, karena 67 RT tersebut akan menjadi percontohan awal bagaimana konsep pembangunan berbasis komunitas (community based development-red) diwujudkan secara nyata di tengah masyarakat.

“Melalui RT-RT inilah, semangat kebersamaan, gotong royong, dan pembangunan partisipatif dijalankan sekaligus diperkuat. Dengan tujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat agar mampu mengelola sumber daya sekaligus membangun lingkungannya secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Wali Kota Maulana.

Wali Kota menambahkan, keberhasilan 67 RT ini nantinya akan menjadi model pembangunan partisipatif yang direplikasi ke 1.650 RT se-Kota Jambi.

“Dengan demikian, Program Kampung Bahagia benar-benar lahir dari, oleh, dan untuk masyarakat, serta menjadi langkah awal implementasi nyata yang menandai transformasi pembangunan Kota Jambi menuju kota yang lebih partisipatif, inklusif, berkelanjutan, dan membahagiakan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Maulana menekankan, bahwa keberhasilan Kampung Bahagia tidak hanya diukur dari fisik pembangunan, tetapi dari tumbuhnya solidaritas, kepedulian sosial, kemandirian warga, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

“Bertepatan dengan World Cleanup Day, pesan ini semakin kuat, bahwa kebahagiaan warga Kota Jambi berangkat dari lingkungan yang bersih, sehat, hijau, serta kehidupan sosial yang harmonis,” lanjutnya.

Dalam program inovatif ini, Pemerintah Kota Jambi mengalokasikan dana pembangunan sebesar Rp100 juta per RT setiap tahun, sebagai upaya nyata untuk memberdayakan masyarakat dan mendorong inisiatif lokal. Dana ini menjadi modal strategis bagi warga untuk mewujudkan kegiatan prioritas di lingkungannya, mulai dari pembangunan sarana dan prasarana, penguatan kelembagaan, hingga pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.

“Nantinya, 67 RT percontohan ini akan menjadi pelopor pelaksanaan program pembangunan berbasis komunitas dengan anggaran Rp100 juta yang telah disediakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah uji coba tahun ini, program ini akan diperluas pada tahun berikutnya untuk mencakup seluruh RT di Kota Jambi, yaitu 1.650 RT, sehingga manfaatnya dirasakan secara menyeluruh.

“Tahun depan, kita akan menganggarkan total Rp165 miliar yang akan berputar langsung di tengah masyarakat, sebagai kekuatan nyata untuk membangun komunitas yang mandiri, kreatif, dan produktif,” tegasnya.

Program Kampung Bahagia menitikberatkan pada pengelolaan sampah yang lebih modern dan terstruktur. Menurut Maulana, nantinya tidak akan ada lagi sistem pembuangan sampah terbuka; seluruh sampah akan dikelola melalui sistem tertutup dan diambil langsung dari rumah tangga.

“Nanti masyarakat tidak boleh keluar membuang sampah, kecuali diambil oleh petugas, sehingga tidak ada lagi TPS-TPS liar. Pemahaman ini perlu kita dorong secara bersama-sama,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui Kampung Bahagia, armada bentor akan disiapkan, dan anak-anak muda yang belum bekerja dapat diberdayakan untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah, kemudian memilah dan mengolahnya sehingga memiliki nilai ekonomi.

“Proses ini memang membutuhkan waktu, tapi kami yakin, kalau kita mencintai kota ini, kita harus menjaga kebersihannya bersama-sama. Mudah-mudahan komitmen ini bisa kita mulai hari ini,” tuturnya.

Menurutnya, sebagai pilot project di 67 RT, Program Kampung Bahagia memiliki dampak signifikan terhadap pembangunan di tingkat RT.

“Seluruh tahapan telah kita selesaikan, termasuk Peraturan Wali Kota yang mengatur mekanismenya. InsyaAllah, jika program ini berhasil tahun ini, akan diterapkan secara menyeluruh di seluruh RT se-Kota Jambi,” sebutnya.

Sementara, dalam momentum World Cleanup Day ini, Wali Kota Maulana menekankan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

“Menciptakan lingkungan yang bersih tidak mungkin tercapai jika semangatnya hanya datang dari jajaran Pemerintah, atau TNI-Polri saja. Hal ini harus disosialisasikan secara sistemik kepada masyarakat. Momentum hari ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

TINJAU KAMPUNG BAHAGIA

Usai melakukan peresmian secara simbolis pelaksanaan program Kampung Bahagia di Kawasan Wisata Danau Sipin, Wali Kota Maulana langsung meninjau aktivitas gotong royong warga di RT 14 Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kotabaru, yang menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut.

Di lokasi itu, Wali Kota Maulana tidak hanya hadir, tetapi juga ikut terlibat dalam kegiatan gotong royong bersama masyarakat. Ia bahkan melakukan pengecoran awal pembangunan infrastruktur drainase di RT 14, sebagai penanda dimulainya pelaksanaan program Kampung Bahagia, atau yang dikenal dengan program Rp100 juta per RT secara serentak di Kota Jambi.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengatakan, pelaksanaan program Kampung Bahagia di RT 14 ini setelah melalui berbagai mekanisme. Mulai dari, musyawarah warga, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Bahagia yang terdiri dari perwakilan ibu-ibu, pemuda, tokoh agama dan Ketua RT, hingga penyusunan RAB (Rencana Anggaran Biaya) secara rinci.

“RT 14 ini menjadi pilot project bagi RT-RT yang mendapatkan program Kampung Bahagia karena telah melewati semua tahapan dengan baik,” katanya.

Dirinya menyebut, nantinya penggunaan anggaran sebesar Rp 100 juta ini akan dipergunakan sesuai dengan kebutuhan pembangunan yang telah disepakati melalui musyawarah warga.

“Dana ini akan langsung ditransfer ke rekening Pokja Bahagia yang telah dibuka di Bank Jambi, tanpa potongan atau biaya administrasi. Ini adalah metode pengelolaan langsung oleh warga. Setelah dana masuk, mereka bisa langsung memulai pembangunan dengan gotong royong, mulai dari pembelian bahan hingga pengerjaan,” sebutnya.

Ia menjelaskan, program ini bagian dari proses pembelajaran masyarakat dalam pengelolaan pembangunan secara mandiri dan transparan.

“Selain pembangunan fisik, warga juga bisa mengusulkan kegiatan sosial, tergantung kebutuhan masing-masing RT. Namun ditahun pertama ini fokusnya lebih kepada fisik, karena kita tahu, infrastruktur di tingkat RT masih banyak memerlukan perbaikan,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan secara gotong royong ini jauh lebih besar manfaatnya dibandingkan pola pembangunan biasa.

“Dengan gotong royong, ditambah tidak ada biaya pajak, sehingga hasilnya lebih optimal. Program Kampung Bahagia ini menjadi wujud nyata pembangunan berbasis musyawarah dan kebersamaan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, Ketua RT 14, H. Suparyono secara langsung mengapresiasi program Kampung Bahagia ini. Dimana, langkah ini merupakan bentuk kolaborasi yang kuat, karena Pemerintah telah memberikan kepercayaan terhadap para Ketua RT di Kota Jambi untuk mengelola anggaran yang cukup besar senilai 100 juta rupiah yang akan digunakan untuk melakukan pembangunan.

“Tidak ada dimanapun diseluruh Indonesia Ketua RT diberikan anggaran sebesar ini dan dipercaya oleh Pemerintah untuk mengelolanya secara langsung. Oleh karena itu, kami sangat berterimakasih atas gebrakan Pemkot Jambi dibawah kepemimpinan Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota Maulana-Diza,” ucapnya.

Kepada seperjuangannya sebagai Ketua RT di Kota Jambi, Suparyono berharap agar memegang penuh kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemerintah ini.

Dikesempatan ini, turut hadir Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi Hendra Elvian, Pimpinan Bank Jambi Cabang Sutomo Rahma Derita, Kepala DPMPPA Noverentiwi Dewanti, Camat Kotabaru Hendry Asmy Saputra beserta Lurah, serta para Ketua Forum RT Kecamatan di Kota Jambi dan Fasilitator Kampung Bahagia.(*)




Mulai Bergulir! Walikota Jambi Resmikan Pilot Project Kampung Bahagia di RT 14 Kenali Asam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, meresmikan peluncuran pilot project Kampung Bahagia yang dilaksanakan di RT 14, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Maulana menjelaskan bahwa program Kampung Bahagia merupakan inisiatif pembangunan berbasis komunitas yang mengedepankan partisipasi warga.

Sebanyak 67 RT di Kota Jambi akan mengikuti program ini secara bertahap.

“RT 14 ini menjadi percontohan karena telah melewati semua tahapan dengan baik. Mulai dari musyawarah warga, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Bahagia yang terdiri dari perwakilan ibu-ibu, pemuda, tokoh agama, hingga Ketua RT. Mereka juga telah menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya) secara rinci,” ujar Maulana.

Setiap RT mendapatkan plafon dana maksimal sebesar Rp100 juta yang digunakan sesuai dengan kebutuhan pembangunan yang telah disepakati melalui musyawarah warga.

Dana ini akan langsung ditransfer ke rekening Pokja Bahagia yang telah dibuka di Bank Jambi, tanpa potongan atau biaya administrasi.

“Ini adalah metode pengelolaan langsung oleh warga. Setelah dana masuk, mereka bisa langsung memulai pembangunan dengan gotong royong, mulai dari pembelian bahan hingga pengerjaan,” tambahnya.

Program ini, lanjut Maulana, merupakan bagian dari proses pembelajaran masyarakat dalam pengelolaan pembangunan secara mandiri dan transparan.

Ia berharap RT lainnya dapat menjadikan RT 14 sebagai contoh untuk replikasi di tahun-tahun berikutnya.

Selain pembangunan fisik seperti jalan dan Posyandu, warga juga bisa mengusulkan kegiatan sosial, tergantung kebutuhan masing-masing RT.

Bahkan, Maulana menekankan bahwa manfaat dari pembangunan secara gotong royong ini jauh lebih besar dibandingkan pola pembangunan biasa.

“Pak RT tadi menyampaikan bahwa kalau dibangun dengan cara lain, mungkin biayanya lebih besar. Dengan gotong royong, ibu-ibu bahkan menyumbang makanan untuk para pekerja. Belum lagi tidak ada biaya pajak, sehingga hasilnya lebih optimal,” ungkapnya.

Program Kampung Bahagia menjadi wujud nyata pembangunan berbasis musyawarah dan kebersamaan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.(*)




Peringati Hari Bersih-Bersih Sedunia, Wali Kota Jambi Ikut Bersih-Bersih di Danau Sipin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Bersih-Bersih Sedunia (World Cleanup Day), Pemerintah Kota Jambi resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “Kampung Bahagia” yang melibatkan 67 RT dalam kegiatan gotong royong dan pembangunan berbasis komunitas.

Wali Kota Jambi, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan unsur TNI/Polri dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Program ini juga didukung dengan anggaran sebesar Rp100 juta untuk setiap RT, dengan total dana awal mencapai Rp6,7 miliar.

“Hari ini kita launching Kampung Bahagia dengan melibatkan 67 RT yang akan bergotong royong. Setiap RT menerima Rp100 juta untuk pembangunan berbasis komunitas. Tahun depan, kita targetkan 1.650 RT dengan total anggaran mencapai Rp165 miliar,” ujar Wali Kota Jambi.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga mengungkapkan bahwa kota Jambi menghasilkan sekitar 430 ton sampah per hari, dengan rata-rata timbunan sampah rumah tangga sebesar 0,7 kg per orang per hari.

Ia menyoroti pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terhadap tanggung jawab pengelolaan sampah.

“Selama ini, banyak masyarakat hanya berpikir ‘yang penting sampah keluar dari rumah saya’. Ini harus kita ubah. Melalui Kampung Bahagia, tidak ada lagi sistem buang sampah sembarangan. Semua pihak harus bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa, waktu pembuangan sampah telah diatur dari pukul 18.00 hingga 06.00 pagi, namun masih banyak masyarakat yang belum mematuhi ketentuan tersebut.

Tak hanya soal kebersihan, Pemerintah Kota Jambi juga sedang mempersiapkan pembangunan danau buatan seluas 9,1 hektare untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi persoalan utama.

Proyek ini diharapkan mampu menampung aliran air hujan dan mengurangi potensi banjir hingga 60% di wilayah kota.

“Insyaallah tahun depan akan dibangun danau seluas 9,1 hektar. Selain sebagai solusi banjir, danau ini juga akan menjadi ruang terbuka hijau dan tempat wisata baru yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.

Wali Kota menekankan bahwa keberhasilan program-program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah saja, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.

Ia mengajak seluruh elemen kota untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kalau kita merasa memiliki kota ini, maka kita harus bekerja bersama. Kita ingin Jambi menjadi kota yang bersih, sehat, dan ekonominya tumbuh. Semua itu hanya bisa dicapai jika kita satu semangat,” tutupnya.(*)




Dalam Sepekan, Hutama Karya Catat 51.947 Kendaraan Gunakan Tol Betejam Seksi 3 Tempino-Ness

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kehadiran Tol Betung–Tempino–Jambi (Betejam) Seksi 3, khususnya pada segmen Tempino–Ness, disambut antusias oleh masyarakat Provinsi Jambi.

Sejak dibuka untuk umum tanpa tarif mulai Minggu, 14 September 2025, hingga 21 September 2025, tercatat sebanyak 51.947 kendaraan telah melintasi ruas tol ini.

Data ini disampaikan oleh PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola jalan tol, melalui pernyataan Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan, Adjib Al Hakim.

Menurut Adjib, tingginya trafik kendaraan yang melintas dalam waktu singkat menunjukkan bahwa masyarakat Jambi memang membutuhkan akses jalan tol sebagai alternatif perjalanan yang lebih cepat, nyaman, dan efisien di jalur Lintas Sumatera.

“Kehadiran Gerbang Tol Pijoan memperluas konektivitas. Perjalanan dari Bayung Lencir ke Simpang Ness kini lebih lancar dan jauh lebih singkat,” jelas Adjib dalam keterangan resmi.

Segmen tol baru ini membawa dampak signifikan terhadap efisiensi waktu. Beberapa contoh pemangkasan waktu tempuh:

  • Bayung Lencir ke Simpang Ness: dari hampir 3 jam menjadi ±45 menit

  • Jambi ke Betung: dari lebih 4 jam menjadi sekitar 2 jam

Manfaat ini dirasakan langsung oleh pengguna jalan. Salah satunya, Muhammad Royan Rivaldo, warga Kota Jambi, menyebut tol ini sangat membantu aktivitasnya sehari-hari.

“Biasanya saya harus menempuh perjalanan jauh dan macet. Sekarang lebih cepat dan nyaman. Harapan saya, tol ini bisa disambung ke lebih banyak daerah,” ungkapnya.

Tol Tempino–Ness tidak hanya memudahkan mobilitas, tapi juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di wilayah Jambi dan sekitarnya.

Dengan akses jalan bebas hambatan, distribusi logistik dan pergerakan wisatawan menjadi lebih mudah.

Meski masih dibuka secara gratis selama masa sosialisasi, Hutama Karya tetap mengimbau pengguna jalan untuk membawa kartu uang elektronik (e-money) sebagai persiapan saat memasuki gerbang tol (GT).

“Kami imbau pengguna tetap mematuhi aturan berkendara di jalan tol. Batas kecepatan maksimal 80 km/jam dan bahu jalan hanya boleh digunakan untuk kondisi darurat,” tambah Adjib.

Untuk mempermudah komunikasi dengan pengguna jalan, Hutama Karya menyediakan beberapa saluran informasi:

  • Instagram & Twitter: @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya

  • Call Center Tol Betejam: +62 811-9111-0777

Pengguna jalan juga disarankan untuk terus mengikuti informasi terbaru terkait perkembangan jalan tol melalui media resmi Hutama Karya.(*)