Kemen-HAM Jambi dan DPRD Tingkatkan Sinergi Demi Pelayanan Publik Berkualitas

Jambi, sepucukjambi.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM (Kemenham) Jambi, Sukiman, didampingi oleh Kabid Pelayanan dan Kepatuhan HAM serta Kabag Tata Usaha dan Umum, melakukan kunjungan koordinasi ke Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz.

Pertemuan ini berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Jambi sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara instansi vertikal dan legislatif daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Sukiman memperkenalkan diri sebagai Kakanwil yang baru sekaligus memperkenalkan Kanwil Kemenham Jambi sebagai institusi strategis dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian HAM RI di wilayah Jambi.

Sukiman menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang diberikan oleh Ketua DPRD dan berharap adanya dukungan dalam berbagai program strategis Kemenkumham di Provinsi Jambi.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah pengadaan aset dan fasilitas perkantoran yang lebih representatif untuk menunjang pelayanan publik dan kinerja aparatur di daerah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz, menyampaikan komitmen lembaganya untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kelembagaan, termasuk dalam penguatan sarana dan prasarana penunjang tugas Kemenkumham.

Sebagai penutup pertemuan, kedua pihak saling menyerahkan plakat kenang-kenangan sebagai simbol kerja sama dan sinergi kelembagaan.

Penyerahan ini mencerminkan semangat kolaborasi antara lembaga legislatif daerah dan instansi pemerintah pusat dalam membangun pelayanan publik yang transparan, efektif, dan berkualitas di Provinsi Jambi.(*)




Wali Kota Maulana Temui Fadli Zon, Dorong Rumah Batu Jadi Pusat Edukasi Budaya Melayu Jambi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sejarah tidak cukup hanya disimpan. Ia harus dihidupkan, diceritakan, dan dirasakan. Itulah semangat yang dibawa Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, saat bertandang ke Gedung Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Di hadapan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Ia tak sekadar beraudiensi, namun membawa nafas budaya Kota Jambi, khususnya Rumah Batu Olak Kemang ke level nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Fadli Zon menyambut baik inisiatif Pemerintah Kota Jambi.

Ia menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk mendukung daerah-daerah yang aktif dalam pelestarian budaya, apalagi jika menyentuh akar sejarah dan potensi wisata edukatif.

“Rumah Batu Olak Kemang adalah bukti nyata kekayaan budaya Indonesia yang harus dilestarikan, tidak hanya untuk Jambi, tetapi juga sebagai bagian dari wajah budaya nasional. Kami siap bersinergi,” ujar Fadli Zon dalam audiensi itu.

Wali Kota Maulana yang hadir bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V, menyampaikan bahwa Rumah Batu bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol sejarah yang bisa menjadi pusat edukasi dan pariwisata budaya.

“Melestarikan Rumah Batu Olak Kemang bukan hanya menjaga bangunan, tapi menjaga jati diri Jambi. Kami ingin tempat ini hidup, menjadi ruang belajar dan destinasi wisata budaya,” tegas Maulana.

Rumah Batu sendiri berdiri sejak zaman kolonial, dibangun oleh Pangeran Wirokusumo (Said Idrus bin Hasan Al Djufri).

Bangunannya unik ; perpaduan rumah panggung Melayu Islam, atap khas Tiongkok, dan pilar-pilar bergaya Eropa. Sebuah simbol dari harmoni multikultur yang khas di tanah Jambi.

Sayangnya, meski telah berstatus sebagai cagar budaya, bangunan ini belum berfungsi maksimal.

Hingga kini, perawatannya ditangani secara mandiri oleh keluarga keturunan Said Idrus bin Hasan Al Djufri yakni Syarifah Aulia sebagai pengurus utama.

Setiap tahun, Rumah Batu Olak Kemang tak pernah sepi dari langkah peziarah.

Ribuan orang datang dalam rangka Haul mengenang pendirinya, Said Idrus bin Hasan Al Djufri bergelar Pangeran Wirokusumo.

Tradisi Haul ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi bukti bahwa Rumah Batu masih menjadi poros spiritual dan budaya.

Di sinilah Islam Melayu bertumbuh dalam harmoni: antara dakwah, adat, dan kearifan lokal. Rumah Batu memadukan nilai-nilai peradaban sebagai sebuah mosaik sejarah yang unik dan otentik.

Dengan warisan multikultural yang kaya ini, Rumah Batu menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat warisan Islam dan kebudayaan Melayu pesisir.

Tak hanya sebagai situs cagar budaya, tetapi sebagai destinasi wisata religi dan edukatif yang menghidupkan kembali denyut peradaban Islam di tanah Jambi.

Pertemuan antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wali Kota Jambi Maulana ini menjadi penanda awal sinergi nyata antara pusat dan daerah, dalam upaya menghadirkan kembali Rumah Batu sebagai ikon warisan sejarah dan budaya.

Rumah Batu Olak Kemang akan tampil sebagai ruang hidup peradaban, bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk menginspirasi dan menghidupkan kembali denyut kebudayaan dan ke-Islaman di tanah Jambi.(*)




Wawako Diza Pimpin Tanam Padi Serentak, Wujudkan Asta Cita Presiden

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus menunjukkan komitmennya mendukung percepatan swasembada pangan untuk ketahanan pangan nasional sebagaimana Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Hal itu kembali tampak saat Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha memimpin Gerakan “Tanam Padi Serentak Kota Jambi” Tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung bersama unsur Forkopimda, jajaran Pemkot Jambi dan Kelompok Tani (Poktan) itu berlangsung di area persawahan 10 hektar milik Poktan Tanjung Terap Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Selasa pagi (22/04/2025).

Kegiatan gerakan penanaman padi secara serentak itu juga berlangsung di Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi yang terhubung secara virtual. Pada kesempatan itu, turut dilakukan Interaksi dan dialog melalui platform zoom meeting bersama Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mewakili Gubernur Jambi didampingi unsur Forkopimda Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan seluruh Kabupaten/Kota dalam kegiatan tanam padi serentak mendukung ketahanan pangan itu.

“Kegiatan ini bisa terlaksana karena adanya kerja sama yang baik, termasuk dengan para kelompok tani,” ujar Wagub Sani.

Dirinya menyebut, pelaksanaan penanaman padi secara serentak ini juga dalam rangka mendukung perekonomian kelompok tani di Provinsi Jambi, termasuk juga penanganan inflasi.

Dia juga menekankan, bahwa Pemerintah terus berupaya meningkatkan pertanian, dalam mendukung kesejahteraan para petani.

“Berdasarkan data BPS Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi pada bulan Maret 2025 diangka 178,28, naik jika dibandingkan Januari 2025 diangka 174,41 persen. Saya berharap dengan adanya kenaikan ini bisa turut menambahkan kesejahteraan dan perekonomian bagi petani,” singkatnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mengatakan bahwa gerakan tanam padi serentak merupakan salah satu wujud dukungan Pemkot Jambi dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang masuk dalam salah satu Asta Cita Presiden RI.

“Di mana komoditas padi ini menjadi prioritas unggulan yang diharapkan penanamannya bisa dimaksimalkan guna memperoleh produksi yang optimal bagi kebutuhan pangan,” kata Diza.

Dalam rangka mendukung swasembada pangan itu, kata Diza, Pemkot Jambi telah memberikan bantuan benih padi unggul dan bermutu kepada kelompok tani yang berpengaruh pada produksi tanam.

“Tahun ini kita terus upayakan agar petani kota Jambi dapat menggunakan benih unggul bersertifikat, dimana sebanyak 12.500 kilogram bantuan akan disalurkan secara bertahap,” terang Diza.

Dirinya juga mengungkap, target tambah tanam Pemkot Jambi seluas 520 hektar.

Akan tetapi ada yang terkendala akibat lahan pertanian terdampak banjir.

“Lahan tersebut tersebar di sejumlah kawasan, yakni Kecamatan Telanaipura 107 hektar, Kecamatan Danau Teluk 200 hektar, Kecamatan Pelayangan 126 hektar, dan Kecamatan Jambi Timur 87 hektar,” ungkap Wawako.

“Terkait dengan sejumlah lahan pertanian yang sering terdampak banjir untuk kedepan kami akan menyeleksi lahan yang lebih tinggi dan cocok untuk kawasan pertanian,” lanjutnya.

Terkait bantuan lainnya kepada kelompok tani, Pemkot Jambi telah menyalurkan bantuan pertanian sebanyak 5.000 kilogram benih padi bersumber dari dana APBN dan APBD.

“Kita juga masih menunggu bantuan dari pusat dimana masih ada 2.500 kilogram lagi dan Provinsi Jambi sebanyak 5.000 kilogram,” pungkas Diza.

Turut hadir dikesempatan itu, Sekda A Ridwan, Staf Ahli dan Asisten, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Evridal Asri, Camat Telanaipura Rizalul Fikri beserta jajaran, serta para Kelompok Tani.(*)




Festival Tumpah Ruah Siap Digelar, Wawako Diza Tinjau Langsung Persiapan di Kawasan Pasar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jambi yang jatuh pada bulan Mei mendatang, Pemerintah Kota Jambi bersiap menggelar sebuah perhelatan akbar bertajuk Festival Tumpah Ruah.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, turun langsung meninjau persiapan lokasi acara di kawasan eks Terminal Rawasari, Kecamatan Pasar, Selasa (22/4/2025).

Didampingi oleh Sekretaris Daerah A. Ridwan, jajaran Kepala OPD terkait, dan Komunitas Pelaku Festival Tumpah Ruah, Wawako Diza memastikan seluruh aspek teknis maupun non-teknis berjalan sesuai rencana.

Lokasi yang nantinya menjadi pusat kegiatan festival ini pun disisir satu per satu.

“Hari ini kita ingin pastikan semua persiapan berjalan baik. Apa yang kurang akan segera kita lengkapi, agar saat pelaksanaan nanti tidak ada kendala berarti,” ujar Wawako Diza.

Festival yang dijadwalkan berlangsung selama 5 hari, mulai dari 27 hingga 31 Mei 2025, akan menjadi ajang besar bagi pelaku UMKM, seniman, dan komunitas kreatif Kota Jambi.

Sebanyak 45 UMKM lokal akan ambil bagian, menampilkan aneka produk unggulan. Tak hanya itu, panggung hiburan juga akan diisi dengan festival band, pertunjukan musik, seni rupa, dan aksi budaya lokal lainnya.

Tak kalah menarik, festival ini juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung, menambah daya tarik bagi masyarakat luas.

Menurut Wawako Diza, Festival Tumpah Ruah bukan hanya tentang hiburan dan pameran UMKM, tetapi juga memiliki visi besar sebagai wadah kreativitas generasi muda.

Kolaborasi dengan berbagai komunitas akan menghadirkan edukasi, workshop UMKM, hingga pelatihan peningkatan talenta milenial.

“Kami ingin menghadirkan Ruang Milenial (Rumel), tempat di mana anak-anak muda bisa bebas mengekspresikan ide dan bakat mereka,” tambah Diza.

Sebelumnya, Wawako juga telah memimpin rapat teknis bersama perangkat daerah dan komunitas festival pada Senin (21/4/2025), guna mematangkan konsep dan memastikan keterlibatan semua elemen, termasuk PKL di kawasan Pasar.

Tak kalah penting, Pemkot juga menyiapkan pengamanan optimal agar kegiatan tidak mengganggu aktivitas transportasi, terutama di jantung Kota Jambi.

Festival Tumpah Ruah menjadi langkah strategis Pemkot Jambi dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi kawasan Pasar, dengan mengaktifkan kembali kawasan Terminal Rawasari sebagai ruang publik yang produktif dan berkelanjutan.

“Setelah festival selesai, kami ingin kawasan ini tetap hidup. Akan ada banyak kegiatan ke depannya untuk mendorong kreativitas dan perekonomian warga,” tutup Diza.(*)




Ditanya Soal Pembukaan Kembali, Pihak Helen’s Play Mart Jawab ‘Tak Tahu Bang’

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Usai menghadiri pertemuan bersama Tim Terpadu Pemerintah Kota Jambi pada Selasa (22/4/2025) sore, perwakilan manajemen Helen’s Play Mart Jambi memilih irit bicara saat dimintai keterangan oleh awak media.

Seorang pria berbadan gempal yang mengenakan baju hitam tampak enggan menjawab pertanyaan wartawan, soal nasib usaha hiburan malam yang telah disegel sejak Februari lalu.

Ketika disinggung apakah Helen’s Play Mart akan kembali beroperasi, ia hanya menjawab singkat,

“Tak tahu, bang,” ujarnya singkat sambil buru-buru masuk ke dalam mobil putih yang sudah ditunggu rekan-rekannya.

Sikap bungkam dari perwakilan Helen’s Play Mart ini menambah tanda tanya besar di tengah upaya mereka yang terus melobi agar bisa kembali membuka usaha tersebut.

Sebelumnya, polemik Helen’s Play Mart kembali mencuat setelah manajemen menghadiri pertemuan bersama Tim Terpadu di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi.

Dalam pertemuan itu, pihak manajemen menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan keinginan untuk melakukan beberapa perubahan, termasuk pada desain pintu masuk.

Pertemuan itu turut dihadiri Sekda Kota Jambi, Kepala DPMPTSP, Kadis Perindag, Kasat Pol PP, dan perwakilan LAM Kota Jambi.

Namun demikian, sejumlah alasan kuat menjadi dasar mengapa tempat hiburan malam tersebut dianggap tidak layak untuk kembali beroperasi:

1. Dekat Rumah Dinas Gubernur 

Helen’s Play Mart berlokasi tepat di seberang Rumah Dinas Gubernur Jambi, yang dinilai tidak elok secara etika dan mengganggu citra lingkungan pemerintahan.

2. Bertentangan dengan Pengembangan Kawasan Wisata Religi  

Letaknya yang berdekatan dengan kawasan wisata religi Jambi Kota Seberang dianggap tidak sejalan dengan upaya Pemkot dalam membangun wilayah yang religius dan kondusif.

3. Dekat dengan Tiga Rumah Sakit  

Keberadaannya di sekitar RS Bhayangkara, RS Bratanata, dan RS Theresia dinilai mengganggu kenyamanan dan ketenangan pasien.

4. Diduga Langgar Perda Alkohol  

Helen’s Play Mart diduga melanggar Perda No. 7 Tahun 2010 terkait pelarangan penjualan minuman beralkohol di tempat umum.

5. Izin Usaha Belum Lengkap  

Tim Terpadu menemukan bahwa tempat ini belum mengantongi izin operasional secara lengkap, sehingga penyegelan dilakukan sesuai prosedur.

6. Berpotensi Merusak Generasi Muda  

Keterbukaan akses terhadap alkohol dan konsep hiburan malam dinilai berisiko terhadap moral dan masa depan anak muda di Jambi.

Terkait hal ini, Kasat Pol PP Kota Jambi, Feriadi, juga telah memberikan tanggapan.

Ia menegaskan bahwa, pihaknya hanya mendampingi Tim Terpadu dan akan bertindak jika ke depannya ditemukan pelanggaran.

“Kami akan turun kalau usaha tersebut kembali buka dan ada pelanggaran. Tapi sejauh ini, kami hanya bertugas mendampingi dan mengawal,” ungkapnya.

Dengan semakin kuatnya desakan publik dan tokoh masyarakat, banyak pihak berharap Pemkot Jambi mengambil sikap tegas untuk menutup Helen’s Play Mart secara permanen, demi menjaga ketertiban umum dan moralitas generasi muda di Kota Jambi.(*)




Kasat Pol PP Jambi Tanggapi Upaya Helen’s Play Mart yang Ingin Buka Lagi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Polemik Helen’s Play Mart Jambi kembali mencuat setelah manajemen tempat hiburan malam tersebut berupaya membujuk Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi agar diizinkan beroperasi kembali.

Meski telah disegel sejak Februari 2025, pengelola terus melakukan pendekatan, termasuk dengan menghadiri pertemuan bersama Tim Terpadu Pemkot Jambi.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Pol PP Kota Jambi, Feriadi, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa secara teknis, pihaknya tidak terlibat secara intens dalam pembahasan pembukaan kembali usaha tersebut.

“Kami hanya bersifat mendampingi Tim Terpadu. Kalau nanti Helen’s Play Mart kembali beroperasi dan terbukti ada pelanggaran, baru kami akan turun menindak,” ujar Feriadi kepada awak media, Selasa (22/4/2025).

Feriadi juga menjelaskan bahwa, peran Satpol PP dalam waktu dekat hanya sebagai pengawal saat tim terpadu turun ke lapangan, bukan sebagai pihak utama dalam pengambilan keputusan teknis terkait izin usaha.

Sebelumnya, perwakilan manajemen Helen’s Play Mart Jambi terlihat menghadiri pertemuan dengan Tim Terpadu Pemkot Jambi di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Pertemuan itu turut dihadiri oleh Sekda Kota Jambi, Kepala DPMPTSP, Kadis Perindag, Kasat Pol PP, perwakilan LAM Kota Jambi, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Helen’s Play Mart menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan komitmennya untuk melakukan perubahan, termasuk pada desain pintu masuk agar tidak lagi terlalu terbuka.

Namun, sejumlah alasan kuat tetap menjadi dasar mengapa usaha ini tidak layak untuk kembali dibuka, antara lain:

1. Lokasi Dekat Rumah Dinas Gubernur

Berlokasi tepat di seberang Rumah Dinas Gubernur Jambi, keberadaan tempat hiburan malam ini dinilai tidak etis dan berisiko menimbulkan persepsi negatif di lingkungan pemerintahan.

2. Bertentangan dengan Kawasan Wisata Religi

Letaknya yang tidak jauh dari Jambi Kota Seberang—yang sedang dikembangkan sebagai kawasan wisata religi—menjadikan keberadaan Helen’s Play Mart kontradiktif dengan upaya pelestarian nilai religius di kota tersebut.

3. Dekat Rumah Sakit

Tiga rumah sakit besar berada dalam radius dekat dari lokasi ini: RS Bhayangkara, RS Bratanata, dan RS Theresia.

Aktivitas malam hari di Helen’s Play Mart dianggap mengganggu ketenangan pasien dan keluarga.

4. Diduga Langgar Perda Minuman Beralkohol

Helen’s Play Mart diduga melanggar Perda No. 7 Tahun 2010 tentang larangan penjualan minuman beralkohol di tempat umum, terutama karena aksesnya yang terbuka dan minim kontrol.

5. Izin Operasional Belum Lengkap

Tim Terpadu menemukan bahwa tempat ini belum memiliki izin usaha yang lengkap.

Hal ini menjadi dasar hukum penyegelan dan pertimbangan kuat untuk penutupan permanen.

6. Berpotensi Merusak Generasi Muda

Konsep hiburan malam dengan penjualan alkohol secara terbuka diyakini membawa pengaruh negatif bagi generasi muda.

Banyak tokoh masyarakat dan agama yang telah menyampaikan keresahan mereka.

Melihat berbagai alasan tersebut, desakan agar Helen’s Play Mart ditutup secara permanen terus menguat.

Masyarakat meminta Pemkot Jambi mengambil langkah tegas demi menjaga norma sosial, ketertiban umum, dan moral generasi muda.(*)




Bujuk Pemkot, Helen’s Play Mart Jambi Masih Berusaha Buka Lagi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Meski telah disegel sejak Februari lalu, manajemen Helen’s Play Mart Jambi tampaknya belum menyerah. Mereka terus berupaya membujuk Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi agar tempat hiburan malam tersebut dapat kembali beroperasi.

Namun, sejumlah alasan menunjukkan bahwa keberadaan Helen’s Play Mart sebenarnya tidak layak untuk diteruskan.

Pada Selasa (22/4/2025) sore, perwakilan manajemen Helen’s Play Mart Jambi terlihat menghadiri pertemuan bersama Tim Terpadu Pemkot Jambi di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekda Kota Jambi, Kasat Pol PP, Kepala DPMPTSP, Kadis Perindag, perwakilan LAM Kota Jambi, dan beberapa pejabat terkait lainnya.

Dalam pertemuan itu, pihak manajemen Helen’s Play Mart terdengar menyampaikan permintaan maaf kepada Tim Terpadu dan berharap agar usahanya dapat kembali berjalan.

Mereka juga menjanjikan perubahan pada pintu masuk utama agar tidak lagi terlalu terbuka seperti sebelumnya.

Namun, sederet alasan kuat menjadi dasar mengapa Helen’s Play Mart Jambi harus ditutup secara permanen:

1. Terlalu Dekat dengan Rumah Dinas Gubernur

Lokasinya yang berada tepat di seberang Rumah Dinas Gubernur Jambi di Jalan Sultan Thaha dinilai tidak pantas.

Aktivitas hiburan malam di dekat pusat pemerintahan menimbulkan kesan negatif dan berisiko mengganggu ketenangan lingkungan sekitar.

2. Mengancam Konsep Kawasan Wisata Religi

Pemerintah tengah mengembangkan kawasan Jambi Kota Seberang sebagai destinasi wisata religi.

Keberadaan tempat hiburan malam di sekitar area yang sarat dengan nilai religius dan sejarah jelas bertentangan dengan semangat pengembangan kawasan tersebut.

3. Berada di Dekat Tiga Rumah Sakit

Helen’s Play Mart berdekatan dengan RS Bhayangkara, RS Dr. Bratanata, dan RS Theresia.

Aktivitas malam dan kebisingan dari tempat hiburan semacam ini bisa berdampak pada kenyamanan pasien dan keluarga yang membutuhkan ketenangan.

4. Langgar Perda tentang Alkohol dan Ketertiban Umum

Tempat ini diduga melanggar Perda No. 7 Tahun 2010 terkait pelarangan penjualan minuman beralkohol di tempat umum.

Keterbukaan akses dan kemudahan memperoleh alkohol di lokasi itu juga dinilai membahayakan moral masyarakat, terutama kalangan muda.

5. Izin Operasional Belum Lengkap

Hasil inspeksi Tim Terpadu menunjukkan bahwa tempat usaha tersebut belum mengantongi izin operasional yang lengkap.

Ini menjadi alasan sah penyegelan dan dasar kuat untuk mempertimbangkan penutupan permanen.

6. Mengancam Moral Generasi Muda

Dengan konsep hiburan malam dan konsumsi alkohol terbuka, Helen’s Play Mart dianggap berkontribusi pada penyimpangan sosial seperti pergaulan bebas dan kebiasaan minum-minuman keras di kalangan remaja.

Tokoh masyarakat dan agama telah menyuarakan keresahan atas dampak negatif ini.

Melihat fakta-fakta tersebut, banyak pihak mendesak agar Pemkot Jambi tidak hanya melakukan penyegelan sementara.

Tetapi mengambil langkah tegas untuk menutup Helen’s Play Mart secara permanen.

@sepucukjambi.id Mau buka lagi? Tapi posisinya dekat rumah sakit, rumah dinas gubernur, dan kawasan religi. Helen’s Play Mart Jambi masih terus lobi pemkot meski banyak pihak mendesak ditutup permanen. baca selengkapnya di sepucukjambi.id #pemkotjambi #helensplaymart Helen’sPlayMartJambi #fypシ゚ #fyp #viraltiktok #viralvideo #Helen

♬ suara asli – SEPUCUK JAMBI – SEPUCUK JAMBI

Langkah ini dinilai krusial dalam menjaga ketertiban umum, norma sosial, dan mendukung visi Kota Jambi yang lebih religius, nyaman, dan bermartabat.(*)




Kota Jambi Bahagia Disorot Nasional, Wali Kota Maulana Jadi Narasumber Podcast Nusa Raya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi dokter Maulana, melakukan kunjungan ke kantor media nasional Kompas Group pada Selasa (22/4/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda strategis Pemerintah Kota Jambi untuk memperkuat jejaring komunikasi pembangunan sekaligus mempromosikan visi besar “Kota Jambi Bahagia” di tingkat nasional.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Maulana juga tampil sebagai narasumber dalam program podcast unggulan Kompas.com, Nusa Raya.

Program ini dikenal menampilkan tokoh-tokoh kepala daerah dengan gagasan inspiratif dan program berdampak.

Bersama host Vivien, Wali Kota Maulana memaparkan sejumlah kebijakan strategis yang menjadi pilar utama pembangunan partisipatif berbasis komunitas yang tengah digalakkan di Kota Jambi.

Wali Kota Maulana menyoroti sejumlah program unggulan yang mencerminkan karakter kepemimpinan partisipatif di Kota Jambi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pemilihan Ketua RT Serentak, sebuah langkah progresif yang menandai sejarah baru demokrasi lokal di Indonesia.

Pemkot Jambi akan menggelar pemilihan serentak untuk 1.662 Ketua RT di 68 kelurahan dan 11 kecamatan.

Proses ini dirancang terbuka, transparan, dan partisipatif.

“Ketua RT sebagai garda terdepan pelayanan publik harus memiliki legitimasi kuat. Maka, kita beri ruang kepada masyarakat untuk memilih langsung, memperkuat kepercayaan dan kolaborasi antara warga dan pemerintah,” jelas Wali Kota Maulana.

Ia juga memaparkan program Kampung Bahagia, sebagai upaya membangun wilayah berbasis komunitas.

Dalam konsep ini, masyarakat dilibatkan sejak awal dalam perencanaan hingga pengelolaan fasilitas publik.

Program ini menyatukan layanan dasar, pemberdayaan ekonomi, penguatan budaya lokal, dan penciptaan lingkungan yang sehat dan inklusif.

Sementara itu, generasi muda Kota Jambi juga mendapat ruang khusus dalam program Ruang Milenial (Rumel), yang digerakkan oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.

Rumel menjadi pusat kolaborasi kreatif yang menawarkan co-working space, ruang diskusi terbuka, pelatihan digital dan UMKM, hingga inkubator ide-ide sosial.

“Anak muda Jambi kita dorong menjadi pelaku perubahan. Pemerintah hadir sebagai fasilitator, bukan pengendali,” terang Wali Kota Maulana.

Tak kalah penting, Wali Kota juga memaparkan strategi penanganan banjir yang selama ini menjadi tantangan klasik di Kota Jambi.

Ia menegaskan bahwa pendekatan yang diambil tidak semata-mata berbasis infrastruktur, tetapi mengedepankan kolaborasi dan partisipasi warga.

Beberapa langkah konkret antara lain pembangunan kolam retensi di kawasan strategis yang berfungsi sebagai tampungan air sekaligus ruang terbuka hijau dan sarana edukasi lingkungan.

Selain itu, Maulana juga menggagas gerakan “Sejuta Biopori” sebagai upaya masif memperkuat daya resap tanah melalui partisipasi masyarakat.

Warga diajak membuat lubang biopori di pekarangan rumah, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum.

Inisiatif ini dipadukan dengan revitalisasi saluran drainase dan kampanye literasi lingkungan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga ekosistem air.

Obrolan dalam podcast Nusa Raya pun ditutup dengan penuh optimisme.

Wali Kota Maulana menegaskan, bahwa pembangunan yang berpihak pada rakyat hanya bisa dicapai jika masyarakat diberi ruang untuk tumbuh bersama pemerintah.

Ia juga mengapresiasi Kompas.com yang telah memberi ruang untuk menyuarakan semangat kolaborasi dan inovasi dari daerah.

“Kami percaya, ketika media dan pemerintah berjalan beriringan, maka pesan-pesan pembangunan yang memberi harapan bisa sampai ke hati masyarakat,” tutupnya.

Media visit ke Kompas Gramedia Group ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam memperluas jangkauan komunikasi pembangunan dan memperkenalkan wajah baru Kota Jambi sebagai kota yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebahagiaan warganya.

Melalui sinergi bersama media nasional, Kota Jambi berharap pesan-pesan pembangunan yang positif dan inspiratif dapat menjangkau lebih luas, sekaligus menguatkan citra daerah sebagai model kepemimpinan partisipatif yang relevan dengan tantangan zaman.

Turut hadir mendampingi Wali Kota Maulana dalam kunjungan ini, Kepala Dinas Kominfo Kota Jambi, Abu Bakar beserta tim Komunikasi Publik Pemerintah Kota Jambi.(*)




Ketua DPRD Jambi Sambut Dansat Brimob Baru, Dorong Sinergi Kelembagaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz, menerima kunjungan silaturahmi Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Jambi, Kombes Pol Zulkifli, di ruang kerjanya pada Selasa siang (22/4/2025).

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mempererat sinergi antar lembaga serta sebagai perkenalan Dansat Brimob yang baru bertugas di wilayah Provinsi Jambi.

Ketua DPRD Jambi, M Hafiz, menyambut hangat kedatangan Kombes Pol Zulkifli dan mengungkapkan harapannya agar komunikasi antara lembaga legislatif dan kepolisian, khususnya Brimob, semakin terbuka dan solid.

“Beliau menyampaikan baru 10 hari bertugas aktif di Jambi. Tentu kami menyambut dengan terbuka. Sebagai legislatif, kami siap bersinergi demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Hafiz usai pertemuan.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas sejumlah isu terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Termasuk peran Brimob dalam pengamanan sidang paripurna DPRD dan penanganan situasi jika terjadi unjuk rasa atau gangguan keamanan lainnya di sekitar lingkungan DPRD.

“Silaturahmi ini harapannya mencairkan komunikasi ke depan, agar sinergi Brimob dan DPRD bisa semakin kuat demi menjaga keamanan dan ketertiban di Provinsi Jambi,” tambah politisi muda dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Sementara itu, Dansat Brimob Kombes Pol Zulkifli menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung pengamanan kegiatan DPRD, termasuk sterilisasi lokasi sidang paripurna dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.

“Kami sowan ke Ketua DPRD untuk menjalin sinergi. Jika ada unjuk rasa atau kegiatan besar lainnya di lingkungan DPRD, Brimob siap mendukung pengamanan dan pengendalian situasi,” ujarnya.

Kunjungan ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun kolaborasi strategis antara Brimob Polda Jambi dan DPRD Provinsi Jambi, guna menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat.(*)




Produk Warga Binaan Jambi Tampil di IPPAFest 2025, Menteri Agus Berikan Apresiasi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menteri IMIPAS, Agus, mengunjungi stand Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi dalam Indonesian Prison Product Art Festival (IPPAFest) 2025 yang digelar di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-61 yang berlangsung pada 21–23 April 2025.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Hidayat, yang mendampingi Menteri Agus selama meninjau berbagai produk hasil karya warga binaan.

Menteri Agus mengapresiasi partisipasi aktif Kanwil Ditjenpas Jambi dalam mempromosikan hasil pembinaan warga binaan melalui pameran IPPAFest.

“Terus giat dan pasarkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan motto kita: Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat,” ujar Menteri Agus.

Stand Kanwil Ditjenpas Jambi menampilkan beragam produk kreatif warga binaan, seperti kerajinan tangan, batik khas Jambi, makanan olahan, dan karya seni. Semua produk ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang bertujuan untuk memberdayakan warga binaan secara produktif.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agus juga berbincang dengan para petugas penjaga stand, sekaligus melihat langsung antusiasme mereka dalam mempromosikan hasil karya warga binaan kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Hidayat menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Menteri IMIPAS kepada Kanwil Ditjenpas Jambi.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong pembinaan yang humanis dan produktif, agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat,” ujar Hidayat.

IPPAFest 2025 menjadi sarana untuk memperlihatkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga pusat pembinaan dan pengembangan potensi warga binaan.(*)