Wawako Diza Ajak Siswa Junjung Sportivitas di O2SN dan FLS3N 2025

JAMBI,SEPUCUKJAMBI.ID – Ribuan siswa dari berbagai SMP se-Kota Jambi “tumpah ruah” memadati halaman SMP Negeri 16 Jambi, Rabu pagi (14/5/2025), dalam pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Jambi tahun 2025.

Suasana meriah membalut setiap sudut lokasi acara, yang dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., ditandai dengan pemukulan gong.

Gelaran bergengsi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi ke-624 Tanah Pilih Pusako Batuah, dengan mengusung tema “Siswa Berprestasi Menuju Kota Jambi Bahagia.”

Acara dibuka dengan parade devile kontingen, disusul pertunjukan seni dan olahraga seperti tarian tradisional, senam, karate, pencak silat, hingga aksi drum band yang menggugah semangat.

Sebanyak 1.020 siswa dari 52 SMP Negeri dan Swasta ambil bagian dalam ajang ini.

Selain menjadi ruang eksplorasi dan penyaluran minat-bakat, kegiatan ini juga menjadi wahana pembinaan karakter generasi muda yang kreatif, sehat, dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jambi Diza memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan O2SN dan FLS3N yang dinilainya sangat strategis dalam membentuk keunggulan non-akademik pelajar, khususnya di bidang olahraga dan seni budaya.

“Saya percaya, melalui ajang ini akan lahir generasi muda Kota Jambi yang tidak hanya cerdas intelektual, tapi juga kuat secara fisik, tangguh secara emosional, dan memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai budaya bangsa,” ujar Diza.

Ia juga menyampaikan harapan besar agar para peserta dapat terus mengukir prestasi, tak hanya di tingkat kota, tetapi juga menembus pentas provinsi bahkan nasional.

“Ini adalah kebanggaan kita semua. Ajang ini mencetak prestasi dari akar rumput hingga tingkat yang lebih tinggi. Tunjukkan bahwa pelajar SMP Kota Jambi hebat tak hanya di ruang kelas, tapi juga di gelanggang olahraga dan panggung seni,” tegasnya.

Wawako Diza turut menyampaikan pesan moral kepada seluruh peserta, wasit, juri, dan para guru pembina.

Ia mengajak untuk menjunjung tinggi semangat sportivitas, objektivitas, dan menjadikan ajang ini sebagai tolok ukur pembinaan ke depan.

“Kemenangan sejati bukan semata soal menjadi yang tercepat atau terhebat, tetapi tentang bagaimana kita bangkit setelah jatuh, menjunjung kejujuran, dan memperkuat semangat persaudaraan,” pungkasnya.

Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Jambi Hendriani, Kepala BPMP Provinsi Jambi Hendri Putra, sejumlah kepala perangkat daerah, para guru pendamping, pelatih, dan ratusan peserta yang siap menunjukkan kemampuan terbaik mereka.(*)




Pemkot Jambi Genjot Pajak Daerah, Sasar Wajib Pajak Bandel

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai langkah strategis menuju kemandirian fiskal daerah.

Melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), Pemkot resmi membentuk Tim Optimalisasi Pajak dan Retribusi Daerah 2025, Rabu (14/5), untuk menyisir seluruh wilayah dan mengejar para penunggak pajak.

Kepala BPPRD Kota Jambi, Nella Ervina, menyebut tim ini dibentuk setelah pendekatan persuasif seperti surat imbauan dan teguran tidak membuahkan hasil yang signifikan.

“Masih banyak wajib pajak yang menunggak bahkan berulang kali melakukan pelanggaran. Mereka menjadi target utama dalam agenda penertiban pajak tahun ini,” ujarnya.

Tim ini terdiri dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melibatkan BPPRD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, DPMPTSP, camat hingga lurah.

Tugas mereka meliputi penagihan aktif, pendekatan langsung kepada wajib pajak, hingga tindakan tegas seperti penyegelan usaha dan pencabutan izin bagi yang tidak kooperatif.

“Kami libatkan semua unsur agar eksekusinya berjalan efektif. Dukungan lintas sektor sangat penting dalam optimalisasi pajak daerah,” tambah Nella.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa upaya ini bukan kegiatan seremonial, melainkan bentuk keseriusan Pemkot dalam memperkuat basis penerimaan daerah.

“Pajak adalah urat nadi pembangunan daerah. Jangan ragu bertindak tegas terhadap penunggak pajak yang tidak patuh,” tegas Maulana saat melepas tim di lapangan.

Menurutnya, optimalisasi PAD Kota Jambi merupakan bagian dari strategi besar untuk mengurangi ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat.

“Kita harus bangun kemandirian fiskal. Kalau pajak dan retribusi daerah dimaksimalkan, kita bisa membiayai pembangunan tanpa harus menunggu APBN,” jelasnya.

Data BPPRD menunjukkan, potensi PAD Kota Jambi dari sektor pajak dan retribusi masih sangat besar, namun belum tergarap optimal akibat rendahnya kepatuhan sebagian wajib pajak, terutama dari kalangan pelaku usaha.

Melalui pembentukan Tim Optimalisasi Pajak Daerah 2025, Pemkot Jambi menargetkan perbaikan kepatuhan pajak, peningkatan pendapatan daerah, serta percepatan pembiayaan program prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan publik.(*)




Wali Kota Maulana Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Atasi Banjir di Forum Sahabat Alam Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komunitas lingkungan Sahabat Alam Jambi menggelar Seminar Sehari bertema “Pemkot Jambi Mendengar”, yang digelar pada Rabu, 14 Mei 2025 di Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi. Mengangkat topik “Model Kolaborasi Penanganan Banjir,” seminar ini menghadirkan langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, yang memaparkan langkah-langkah nyata dan strategi besar penanganan banjir di Kota Jambi.

Seminar ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, hingga komunitas lingkungan, seperti Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H (Rektor Universitas Jambi), David Partonggo Oloan Marpaung S.T., M.P.SDA (Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VI), Yazzer Arafat, S.T., M.T (Kabid SDA Dinas PUPR Provinsi Jambi), Dr. (Cand) Soni Pratomo, N.T., I.A.I (Ahli Tata Ruang/Akademisi Universitas Adiwangsa Jambi/Ahli Tata Ruang) dan Prof. Dr. Ir. Aswandi, M.Si (Ahli Lingkungan/Akademisi Universitas Jambi).

Para narasumber turut memberikan beragam perspektif yang memperkaya diskusi mengenai penanganan banjir melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.

Wali Kota Jambi dokter Maulana yang juga sebagai Keynote Speaker, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar yang digagas oleh Sahabat Alam Jambi. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah positif dalam membuka ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam isu strategis penanganan banjir.

“Saya menyambut baik inisiatif yang dilakukan Sahabat Alam Jambi. Forum seperti ini penting untuk membangun kesalingpahaman, mempertemukan data teknis dengan suara warga, agar penanganan banjir bisa lebih tepat sasaran dan kolaboratif,” ujar Maulana.

Dalam paparannya, Ia menegaskan bahwa banjir bukan lagi masalah teknis semata, melainkan isu yang menuntut kolaborasi, keberanian menata ruang, serta kesadaran ekologis kolektif.

“Saat ini kita tidak bisa bekerja sendiri. Selain bersama-sama komponen masyarakat, kita juga harus memperkuat sinergi dengan semua instansi terkait, baik pusat maupun daerah,” tambah Maulana.

Ia memaparkan secara komprehensif sejumlah langkah konkret saat ini sebagai respons langsung terhadap banjir yang terjadi di Kota Jambi.

Kata Maulana, Pemkot telah membangun koordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI), Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, khususnya dalam menyelesaikan pekerjaan lintas kewenangan seperti revitalisasi sungai dan kolam retensi.

Selain itu, Pemkot juga menjalankan program normalisasi sungai dan perbaikan drainase sepanjang 28,4 kilometer yang dilakukan dalam program 100 hari kerja, seperti di kawasan Jalan H. Juanda, Kimaja, dan sejumlah area padat penduduk yang menjadi lokasi prioritas.

“Ini bukan janji, tapi aksi. Kita selesaikan satu per satu, terutama di titik-titik genangan kritis,” tegas Maulana.

Wali Kota Jambi itu juga memaparkan strategi besar penanganan banjir Kota Jambi, dari Infrastruktur hingga ketahanan ekologis, yang menjadi arah penanganan banjir jangka menengah dan panjang, sebagaimana tertuang dalam Masterplan Penanganan Banjir Kota Jambi Tahun 2024.

Pertama, menyebarkan Penampung Air Hujan (PAH) di permukiman. PAH akan dibangun di lingkungan warga untuk menggantikan fungsi kanopi dan aquifer tanah yang rusak. Tujuannya untuk menampung air hujan langsung di kawasan pemukiman agar tidak menambah beban saluran utama.

“Banyak kawasan kita yang kehilangan resapan air alami. Maka kita bangun PAH sebagai solusi sederhana namun berdampak besar,” jelasnya.

Kedua, membangun kolam retensi permanen di empat titik. Maulana menyebut, kolam retensi akan dibangun di Lorong Siswa, Lorong Arwah, MTsN Tanjung Sari, dan Lorong Amal. Kolam ini tidak hanya berfungsi teknis, tapi juga dirancang sebagai ruang terbuka hijau.

“Kita ingin kolam retensi ini tak hanya berfungsi teknis, tapi juga jadi paru-paru kota, tempat warga bisa berkumpul dan menikmati ruang hijau,” sebutnya.

Sementara itu, penegakan aturan sempadan sungai dan penertiban bangunan juga menjadi hal penting. Maulana menegaskan komitmennya menertibkan bangunan liar di tepi sungai sesuai Perda RTRW Nomor 5 Tahun 2024.

“Ini bukan soal menggusur, tapi soal menyelamatkan. Kalau kita biarkan bangunan berdiri di tepi sungai, maka kita sedang mengundang bencana,” tegas Maulana.

Maulana juga mengatakan, perlunya mendesain ulang kapasitas sungai sesuai debit banjir Q25. Sungai-sungai Kota Jambi akan direvitalisasi agar mampu menampung debit hujan ekstrem berdasarkan perhitungan Q25.

“Kita tidak bisa terus bermain di debit Q2. Sekali hujan ekstrem, habis semuanya. Maka desain ulang ini sangat penting,” ungkapnya.

Selain itu, juga perlu dilakukan optimalisasi penampang air dan sistem drainase. Kata Maualana, Pemkot Jambi akan menjalankan normalisasi dan naturalisasi sungai serta meningkatkan kapasitas drainase kawasan.

“Air itu harus diberi ruang. Maka drainase bukan hanya tentang gorong-gorong, tapi soal sistem alir yang berpikir ke depan,” katanya.

Maulana juga menegaskan pentingnya kolaborasi multisektor dan diplomasi teknis. Pemkot Jambi, kata Maulana akan terus memperluas jejaring kerja sama dengan mitra nasional dan internasional, termasuk dengan Temasek Polytechnic Singapore, untuk pengelolaan air berbasis pengetahuan.

“Kita sudah berdiskusi dengan Temasek. Ini langkah awal menuju tata kelola banjir yang modern dan berbasis ilmu pengetahuan,” terang Maulana.

Maulana kembali menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi banjir. Ia menegaskan bahwa pembangunan kota harus berjalan seiring dengan ketangguhan menghadapi bencana.

“Kita ingin kota ini tumbuh, tapi tidak boleh rapuh terhadap bencana. Kebersamaan membuat kita bisa bekerja lebih efektif dan efisien. Sekecil apapun peran dari warga, seperti dengan tidak membuang sampah sembarangan, itu sudah termasuk menolong kami dalam upaya penanganan banjir di Kota Jambi ini,” katanya.

Lebih lanjut, Maulana menyampaikan rasa bangganya ketika semua elemen masyarakat, akademisi, ahli, komunitas, hingga tokoh masyarakat berkumpul dalam satu forum untuk menyamakan persepsi dan bersama-sama mencari solusi.

“Kita ingin mendengar masukan dan paparan dari para akademisi dan berbagai ahli di bidangnya. Ini merupakan langkah kolaboratif yang telah dan akan terus kita lakukan, demi menjaga Kota Jambi secara bersama-sama,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Muhtadi Putra Nusa dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan seminar ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan bersama atas meningkatnya intensitas dan dampak banjir yang terjadi di Kota Jambi.

“Sebagai komunitas yang konsisten mendorong kesadaran lingkungan dan tata kelola air yang berkelanjutan, Sahabat Alam Jambi memandang perlunya ruang dialog terbuka antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, forum ini diharapkan menjadi jembatan aspirasi publik, sekaligus wadah mendorong kolaborasi nyata dalam merumuskan solusi-solusi sistemik yang tak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan berorientasi jangka panjang.

Sementara itu, Ketua Sahabat Alam Jambi, Jefri B.E., menegaskan bahwa seminar ini juga lahir dari semangat untuk membangun pemahaman bersama dalam menghadapi persoalan banjir. Ia mencermati, Wali Kota Jambi beserta jajarannya telah melakukan berbagai langkah nyata dalam penanganan banjir. Namun demikian, tidak semua capaian dan kerja-kerja teknis tersebut tercermin secara utuh di tengah persepsi publik. Sementara itu, peran serta masyarakat sangatlah krusial, karena penanganan banjir sejatinya bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kolektif.

“Kami melihat Wali Kota Jambi beserta jajaran telah bekerja keras dalam menangani persoalan banjir. Namun, masih banyak upaya itu yang belum diketahui secara luas oleh masyarakat. Padahal, partisipasi warga adalah kunci, karena banjir bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal kebiasaan dan kesadaran kolektif,” ujarnya.

Jefri menambahkan, pendekatan yang dibangun Pemkot Jambi melalui model pembangunan berbasis komunitas (community-based development) merupakan arah yang tepat, dan perlu terus diperkuat melalui ruang-ruang dialog seperti ini.

“Kami percaya, semakin masyarakat merasa dilibatkan, maka semakin besar pula tanggung jawab bersama dalam menjaga kota ini dari risiko bencana,” jelasnya.

Forum yang melibatkan berbagai unsur kepentingan tersebut, menumbuhkan dukungan kepada Pemerintah Kota Jambi untuk membangun sinergi agar tercipta kerangka kerja kolaboratif yang konkret dan berkelanjutan dalam upaya penanganan banjir di Kota Jambi.

Turut hadir dalam seminar itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jambi Johansyah, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, perwakilan unsur Forkopimda kota Jambi, Kepala Perangkat Daerah terkait dilingkup Pemkot Jambi, unsur Kecamatan, Forum RT, perwakilan Organisasi Masyarakat, NGO, serta Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jambi.(*)




221 Jamaah Dari Kloter 13 Kota Jambi Dilepas, Sekda Ridwan Titip Doa dan Harapan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Kantor Wali Kota Jambi, Selasa pagi (13/5/2025), saat 660 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kota Jambi secara resmi dilepas keberangkatannya menuju Tanah Suci.

Prosesi pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi, A. Ridwan, mewakili Wali Kota Jambi, sebagai bentuk dukungan dan doa restu dari Pemerintah Kota Jambi kepada para tamu Allah itu

Para CJH asal Kota Jambi akan diberangkatkan melalui Embarkasi Batam yang tergabung dalam lima kelompok terbang (kloter), dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama.

“Alhamdulillah, hari ini kita melepas Kloter 13 sebanyak 221 jamaah yang akan memasuki Asrama Haji Provinsi Jambi. Insya Allah, besok mereka akan diterbangkan menuju Jeddah untuk menunaikan ibadah haji,” ujar Sekda A. Ridwan dalam sambutannya, didampingi Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kota Jambi yang juga Kepala Kemenag Kota Jambi H. Abd Rahman.

Ia menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental para jamaah dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan stamina, kesabaran, dan kedisiplinan tinggi.

Ridwan juga mengimbau agar seluruh jamaah mematuhi arahan dari ketua rombongan, petugas haji, serta tenaga medis yang akan mendampingi selama di Tanah Suci.

“Jagalah kesehatan dan kekompakan antarsesama jamaah. Kami ingin seluruh proses berjalan tertib dan lancar. Insya Allah, dengan niat yang tulus dan ibadah yang teratur, semuanya akan menjadi haji yang mabrur dan membawa keberkahan sepulang dari Tanah Suci,” lanjut Ridwan.

Usai prosesi pelepasan, Sekda A Ridwan menyempatkan diri menaiki salah satu bus yang mengangkut para jamaah menuju Asrama Haji, untuk memastikan kesiapan perjalanan serta memberikan semangat secara langsung.

Dari dalam bus, Ridwan kembali memotivasi jamaah dan menitipkan pesan-pesan penting.

“Bapak dan Ibu semua bukan hanya jamaah, tapi juga duta daerah dan tamu Allah. Tampilkan sikap terbaik, jaga kebersamaan, dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kami di sini mendoakan, semoga semua ibadah berjalan lancar dan penuh keberkahan,” ucapnya, disambut haru oleh para jamaah.

Tak lupa, Ridwan juga menitipkan harapan agar para jamaah turut mendoakan Kota Jambi agar senantiasa diberi keberkahan dan kedamaian.

Dengan persiapan yang matang, sinergi antara Pemkot Jambi dan Kemenag, serta dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan seluruh jamaah haji asal Kota Jambi dapat menjalankan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air dengan selamat, dan membawa semangat spiritual yang baru untuk keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Berikut Jadwal Masuk Asrama Haji Embarkasi Batam CJH Kota Jambi :

• Kloter 13: 221 jamaah – 13 Mei 2025

• Kloter 14: 230 jamaah – 14 Mei 2025

• Kloter 17: 2 jamaah – 16 Mei 2025

• Kloter 20: 1 jamaah – 21 Mei 2025

• Kloter 24: 206 jamaah – 27 Mei 2025. (*)




Bank Harkat dan Digitalisasi : Strategi Pemkot Jambi Dongkrak UMKM dan UP2K

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) kembali ditunjukkan melalui kolaborasi bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Jambi dengan menggelar kegiatan Sosialisasi Personal Branding yang diikuti lebih dari 350 pelaku UMKM dan UP2K se-Kota Jambi.

Sosialisasi yang berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Selasa pagi (13/5/2025) itu dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG. Kegiatan itu juga menghadirkan para narasumber profesional, seperti dr Mega Putra, Sp.OT., M.Si, Alfo. K, dan Herma Puspita, SE., yang membahas berbagai aspek penting dalam membangun citra diri, memanfaatkan media sosial, hingga strategi meningkatkan daya saing produk lokal.

“Personal branding dan pemanfaatan teknologi digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. UMKM kita harus naik kelas, harus dikenal secara luas. Dengan media sosial, produk bisa dilihat jutaan orang tanpa harus keluar rumah,” tegas Wali Kota Maulana dalam sambutannya.

Maulana juga mengapresiasi peran aktif TP PKK Kota Jambi yang konsisten mendampingi dan membina pelaku UMKM, termasuk mendorong pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari strategi peningkatan ekonomi keluarga.

Ia menyebut, bahwa saat ini Pemkot Jambi tengah menggulirkan program bantuan modal usaha tanpa agunan melalui Bank Harkat dengan total dana Rp42 miliar untuk mendukung pengembangan UMKM.

“Ini bukan sekedar program pelatihan, ini investasi jangka panjang. Kita ingin pelaku UMKM dan UP2K tidak hanya mampu bertahan, tapi juga berkembang menjadi pengusaha mandiri dan profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Jambi, Nadiyah Maulana, menekankan pentingnya membangun citra yang kuat di era digital.

Menurutnya, personal branding melalui media sosial dapat menjadi pintu masuk menuju pasar yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing UMKM di tengah tantangan global.

“Dengan lebih dari 60 ribu UMKM di Kota Jambi, kita punya potensi luar biasa. Sebagian besar pelaku usahanya adalah ibu-ibu rumah tangga yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Inilah yang harus kita dorong dan fasilitasi,” ujar Nadiyah.

Nadiyah juga menyampaikan apresiasinya kepada para narasumber yang hadir dari luar Provinsi Jambi dan berbagi ilmu kepada peserta.

Ia berharap materi yang disampaikan dapat benar-benar diaplikasikan di lapangan dan diteruskan kepada komunitas masing-masing.

Di akhir acara pembukaan, Wali Kota Maulana bersama Ketua TP PKK Kota Jambi menyerahkan cinderamata kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi. Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris TP PKK Provinsi Jambi Sukma, Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, sejumlah Kepala Perangkat Daerah Pemkot Jambi, pengurus PKK kecamatan, serta ratusan peserta yang memenuhi Aula Griya Mayang.(*)




Tak Hanya Bahan Pokok, Wali Kota Maulana Juga Salurkan Bantuan Roda dan Tongkat untuk Warga Rentan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk selalu hadir di tengah masyarakat kembali terbukti. Di hari libur, Senin (12/5/2025), Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, tetap turun langsung ke lapangan menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi warga yang tertimpa musibah dan membutuhkan uluran tangan.

Dengan penuh empati, Wali Kota Maulana menyambangi warga korban kebakaran di RT 24 Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, atas nama Mulyadi dan Anang Mansur.

Kepada dua keluarga yang rumahnya dilalap si jago merah itu, Ia menyerahkan bantuan bahan pokok dan kebutuhan sandang untuk meringankan beban di tengah musibah.

Tak hanya itu, Wali Kota Maulana juga menyasar beberapa lokasi penyandang disabilitas dan lansia yang membutuhkan bantuan.

Di antaranya Hendri, warga Jalan Hayam Wuruk RT 13 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung; M. Abdillah, warga Jalan Amin Aini RT 3 Kelurahan Legok; serta Hasanudin, warga RT 24 Kelurahan Legok.

Mereka menerima bantuan kursi roda dan tongkat bantu jalan sebagai bentuk perhatian Wali Kota Jambi itu kepada warga berkebutuhan khusus.

“InsyaAllah, untuk korban kebakaran, kita juga akan bantu kebutuhan material untuk pembangunan kembali rumah yang rusak berat,” ungkap Wali Kota Maulana kepada awak media, seraya menegaskan bahwa Pemkot Jambi akan terus hadir dalam situasi darurat warganya.

Wali Kota juga tak lupa mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan menghadapi musim kemarau, yang kerap disertai meningkatnya risiko kebakaran, khususnya akibat korsleting listrik.

“Musim kemarau seperti ini sangat rentan. Saya imbau warga agar memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggal, kompor, listrik, atau sumber api lainnya harus benar-benar dimatikan,” pesannya.

Dalam upaya mitigasi, Pemkot Jambi melalui Dinas Kebakaran dan Penyelamatan juga tengah menyiapkan penambahan pos-pos pemadam kebakaran, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, agar respons terhadap bencana bisa lebih cepat dan efektif.

“Kami ingin mencegah agar kejadian serupa tak meluas. Penanganan cepat dan edukasi warga menjadi kunci utama,” lanjut Maulana.

Terkait bantuan alat bantu mobilitas, Wali Kota berharap warga penerima manfaat bisa menjalani aktivitas dengan lebih leluasa dan penuh semangat.

“Kami ingin mereka tetap bisa produktif, bisa berjemur pagi, bersosialisasi, dan tetap semangat menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kehadiran langsung pemimpin daerah di tengah masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa “Pemkot Hadir” bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata dalam setiap keadaan.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, Wali Kota Maulana turut didampingi oleh Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Mustari Affandi, Kepala Dinas Sosial Yunita Indrawati, serta para camat dan lurah setempat.(*)




Dilepas Wali Kota, 660 Calon Jamaah Haji Kota Jambi Siap Menuju Baitullah 

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Griya Mayang Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin pagi (12/5/2025), saat Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, secara resmi melepas keberangkatan 660 calon jamaah haji asal Kota Jambi untuk menunaikan Rukun Islam kelima di Tanah Suci.

Para jamaah yang terbagi dalam 5 kloter melalui embarkasi Batam ini telah melalui berbagai proses pembekalan, baik di tingkat kota maupun kecamatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan ucapan selamat dan doa agar seluruh jamaah mendapatkan haji yang mabrur.

“Ibadah haji adalah perjalanan luar biasa dalam hidup seorang muslim. Ini adalah panggilan langsung dari Allah SWT, sebuah anugerah yang tidak semua orang dapatkan. Selamat kepada Bapak dan Ibu semua yang tahun ini menjadi tamu-tamu Allah,” ujar Maulana.

Ia juga mengingatkan para jamaah agar menjadikan ibadah haji sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan membangun ketenangan jiwa.

“Gunakan waktu di Tanah Suci untuk membersihkan hati, merenungi kehidupan, serta memperkuat ketaatan. Dan yang tak kalah penting, jaga kesehatan. Karena ibadah ini tak hanya menguji rohani, tapi juga fisik,” tambahnya

Sebagai bentuk perhatian, Maulana memberikan souvenir makanan cepat saji kepada para jamaah sebagai simbol pengingat pentingnya asupan nutrisi di tengah suhu ekstrem di Arab Saudi, yang diprediksi bisa mencapai 44 derajat celsius.

Ia secara khusus juga mengimbau jamaah, terutama lanjut usia, untuk menghindari paparan matahari langsung.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kota Jambi, H. Abd Rahman, yang juga Kepala Kemenag Kota Jambi, menyampaikan bahwa dari 660 jamaah, terdapat 142 orang lansia, menjadikan Kota Jambi sebagai salah satu daerah dengan jumlah lansia tertinggi tahun ini.

“Jamaah tertua kami atas nama Darma Ibrahim, berusia 93 tahun saat pendaftaran pada 2019. Sementara yang termuda, Ummi Habibah Salsabila, 19 tahun saat pendaftaran 2012,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa satu jamaah atas nama Nurhayati, dinyatakan batal berangkat karena kondisi stroke menjelang keberangkatan.

Namun, yang bersangkutan akan menjadi jamaah prioritas tahun berikutnya bila sudah dinyatakan sehat.

Acara pelepasan turut diisi dengan tausiyah singkat dari Ustadz H. M. Amin, yang mengingatkan para jamaah bahwa ibadah haji bukan untuk mencari gelar, tetapi sebagai jalan menuju ampunan dan ridho Allah SWT.

“Ini adalah kehormatan, bukan sekedar perjalanan ibadah. Maka jangan ada ketakutan selain kepada Allah. Pergilah dengan hati yang berserah, dan niatkan untuk meraih ampunan serta ridho-Nya. Jangan hanya berharap gelar ‘haji’, tapi pulanglah membawa perubahan diri dan keimanan yang lebih kokoh,” ujar Ustadz Amin dengan nada penuh makna.

Ia juga mengajak para jamaah untuk menjaga keikhlasan dan menghidupkan makna sejati dari ibadah haji yang telah diwariskan sejak zaman Nabi Adam, hingga hari ini terus menjadi salah satu bentuk ibadah paling agung dalam Islam. Rangkaian acara ini ditutup dengan doa bersama.

Turut hadir dalam acara ini Sekda A. Ridwan, Ketua MUI Kota Jambi KH. Kapsul Anwar, jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemkot Jambi, Ketua Baznas Kota Jambi Syamsir Naim, serta keluarga besar jamaah.

Sebagai informasi, jadwal masuk Asrama Haji Batam bagi para jamaah asal Kota Jambi adalah sebagai berikut:

1. Kloter 13: 221 jamaah – masuk Asrama 13 Mei 2025

2. Kloter 14: 230 jamaah – masuk Asrama 14 Mei 2025

3. Kloter 17: 2 jamaah – masuk Asrama 16 Mei 2025

4. Kloter 20: 1 jamaah – masuk Asrama 21 Mei 2025

5. Kloter 24: 206 jamaah – masuk Asrama 27 Mei 2025.(*)




Maria Magdalena Tegaskan Sekolah di Kota Jambi Tidak Boleh Tahan Ijazah Siswa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota DPRD Kota Jambi, Maria Magdalena, menegaskan pentingnya hak siswa untuk menerima ijazah tanpa hambatan, termasuk karena alasan tunggakan biaya.

Ia meminta seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, untuk tidak menahan ijazah para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, ijazah merupakan dokumen penting yang sangat dibutuhkan siswa untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan.

Menahan ijazah hanya karena permasalahan administrasi dinilai tidak adil dan merugikan masa depan anak-anak.

“Apapun alasannya, ijazah adalah hak siswa. Jangan sampai karena faktor biaya, masa depan mereka terhambat. Kami minta sekolah segera meninjau ulang kebijakan ini,” ujar Maria.

Ia menilai, pihak sekolah seharusnya bisa mencari solusi yang lebih manusiawi dalam menangani tunggakan atau persoalan administrasi lainnya, tanpa harus menahan dokumen penting siswa.

Maria juga mengimbau agar Pemerintah Kota Jambi, melalui Dinas Pendidikan, mengawasi secara ketat praktik penahanan ijazah dan memberikan arahan tegas kepada seluruh satuan pendidikan.

“Negara hadir untuk menjamin hak pendidikan bagi setiap anak. Jangan sampai kebijakan di tingkat bawah justru bertolak belakang dengan semangat itu,” tambahnya.

Di sisi lain, Maria juga tetap menyoroti perlunya pemerataan SDM guru dan sarana prasarana sekolah di Kota Jambi.

Namun ia menekankan bahwa persoalan ijazah ini harus menjadi perhatian utama dalam waktu dekat.(*)




Sukses Digelar! 835 Pembalap Adu Gengsi di Kejurprov Wali Kota Jambi Cup Race 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kejurprov Wali Kota Jambi Cup Race 2025 berhasil menyulap Kota Jambi menjadi pusat perhatian dunia otomotif regional dan nasional.

Ajang balap motor bergengsi yang digelar dalam rangka peringatan HUT ke-79 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi ke-624 Tanah Pilih Pusako Batuah ini resmi ditutup pada Minggu (11/5/2025) sore dengan penuh kemeriahan, setelah mencatatkan partisipasi spektakuler dengan 835 pembalap serta menyedot puluhan ribu pasang mata yang menyaksikan langsung di arena.

Event yang digelar di sirkuit non permanent kawasan wisata Tugu Keris Siginjai Kota Jambi itu, tidak hanya menarik pembalap lokal, namun antusiasme juga datang dari rider luar daerah seperti Sumatera Barat dan Palembang.

Mereka meramaikan 20 kategori lomba yang dipertandingkan, sekaligus membuktikan bahwa olahraga otomotif di Kota Jambi telah bangkit kembali setelah tujuh tahun vakum.

Kemeriahan semakin terasa saat Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, didampingi Forkompimda dan Sekda A Ridwan serta para tamu kehormatan beraksi di lintasan, menyapa penonton dengan mengendarai sepeda motor masing-masing. Mereka kemudian turut menyaksikan langsung balapan kelas MP1, yang dikenal sebagai “kelas Para Raja”, yang diikuti oleh 17 rider terbaik.

Adu cepat di kelas Para Raja itu akhirnya mencatatkan para juara : posisi pertama diraih Agung Septian Alba (Jambi), posisi kedua ditempati Wahyu Nugraha (Jambi), dan posisi ketiga berhasil diraih oleh Rama SR (Sumbar).

Sementara di peringkat ke-empat dan lima berhasil di raih oleh Ega Sipon (Kota Jambi) dan M. Teguh Wijaya (Kota Jambi). Selain itu, event ini juga mencatatkan nama Agung Septian Alba sebagai juara umum open dengan raihan 80 poin.

Penutupan Kejurprov ini ditandai dengan penyerahan trofi, uang pembinaan, dan dua unit sepeda motor masing-masing kepada para juara secara simbolis oleh Wali Kota Maulana beserta Ketua TP PKK dan unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana terlebih dahulu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pembalap yang telah menunjukkan kemampuan terbaik mereka selama dua hari pelaksanaan kejuaraan ini.

“Saya bangga melihat semangat dan sportivitas para rider, baik dari Jambi maupun dari luar daerah. Kalian adalah bagian dari sejarah kebangkitan olahraga otomotif di Kota Jambi. Terima kasih sudah menjadikan event ini begitu hidup dan membanggakan,” ujar Maulana.

Ia berharap kejuaraan ini menjadi titik awal pembinaan atlet balap motor yang lebih terarah, dan mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Setelah menyampaikan apresiasinya kepada para peserta, Maulana juga memberikan penghargaan kepada 24 sponsor yang telah berkontribusi besar dalam menyukseskan kejuaraan ini tanpa membebani anggaran pemerintah.

“Alhamdulillah, seluruh pendanaan event ini murni berasal dari sponsor. Ini bukti bahwa dengan kolaborasi dan partisipasi dunia usaha, kita bisa menghadirkan event besar tanpa membebani APBD,” tambahnya.

Ia menegaskan, bahwa Kejurprov ini bukan hanya sekedar ajang balapan atau hiburan semata, namun menjadi bukti konkret model pembangunan berbasis kolaborasi, yang berdampak langsung pada sektor ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bukti kekuatan sinergi. Pemerintah cukup menjadi fasilitator, dan semua pihak, baik dari sponsor, panitia, hingga komunitas turut bergerak bersama. Inilah semangat yang ingin terus kita bangun di Kota Jambi,” jelasnya.

Tak hanya sukses dari sisi teknis penyelenggaraan, Kejurprov ini juga mencatatkan dampak ekonomi yang signifikan.

Selama dua hari pelaksanaan, lebih dari 1.000 pelaku UMKM dan pedagang terlibat aktif.

Lapak-lapak kuliner, minuman, suvenir, hingga bengkel mini di sekitar area balapan tampak ramai diserbu penonton.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Selama dua hari pelaksanaan, diperkirakan lebih dari 15.000 penonton memadati kawasan Tugu Keris Siginjai. Antusiasme ini, tak lepas dari konsep penyelenggaraan yang terbuka untuk umum dan tanpa pungutan tiket, sehingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Aktivitas ekonomi pun ikut bergerak cepat, perputaran uang dari transaksi UMKM diperkirakan menembus angka Rp1,2 miliar,” ungkap Maulana.

Ia menambahkan, kondisi ini menjadi refleksi bahwa setiap kegiatan yang digagas pemerintah, jika dirancang inklusif dan kolaboratif, tidak hanya berdampak dari sisi sportivitas, tetapi juga pada peningkatan ekonomi kerakyatan dan penguatan citra kota.

Tak hanya berhenti di situ, Maulana juga mengatakan, Pemkot Jambi sedang mewacanakan pembangunan sirkuit balap permanen di kawasan TPA Talang Gulo.

Setelah pengelolaan sampah berbasis teknologi selesai dibangun, sebagian lahan akan dimanfaatkan sebagai arena balap resmi bagi komunitas pecinta otomotif.

“Kami merencanakan pembangunan sirkuit permanen sebagai wadah yang positif bagi generasi muda, agar mereka tak terjerumus dalam aksi balap liar,” tegasnya.

Melihat antusiasme yang tinggi, Pemkot Jambi juga akan menjadikan Kejurprov ini sebagai agenda tahunan ganda dua kali dalam setahun.

“Insya Allah kita gelar lagi di akhir tahun. Ini bagian dari upaya berkelanjutan membina atlet dan menumbuhkan ekosistem otomotif di Kota Jambi,” ucap Maulana.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Maulana mengajak masyarakat untuk terus mendukung setiap agenda pembangunan dan kegiatan positif pemerintah.

“Kami memahami setiap event punya dampak, seperti penutupan jalan. Tapi ini bagian dari dinamika kemajuan kota. Kami mohon dukungan dari semua lapisan masyarakat,” tutupnya.

Penutupan Kejurprov ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah A. Ridwan, Anggota DPRD Kota Jambi Saiful, Ketua KONI Kota Jambi Antoni Karia Gumay, Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, perwakilan Forkopimda, sejumlah kepala perangkat daerah dilingkup Pemkot Jambi, para sponsor, komunitas pecinta motor Jambi, serta tamu undangan lainnya.

Berikut daftar hasil lengkap pemenang Kejurprov Wali Kota Jambi Cup Race 2025 dari berbagai kategori : https://drive.google.com/file/d/12T6Q4Z4vgTfGO30Xb_UmS3z82xr15e6t/view?usp=drivesdk..(*)




Maria Magdalena Minta Pemerataan Guru dan Sarpras Sekolah di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota DPRD Kota Jambi, Maria Magdalena, menyoroti pentingnya pemerataan sumber daya manusia (SDM) di seluruh sekolah yang ada di Kota Jambi, khususnya jenjang SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Jambi.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kualitas pendidikan tidak akan maksimal jika guru-guru profesional hanya menumpuk di sekolah-sekolah yang berlokasi di pusat kota atau sekolah yang sudah dianggap favorit.

“Kita perlu pastikan pemerataan guru profesional di semua sekolah, termasuk di pinggiran kota, agar seluruh anak didik memiliki kesempatan belajar yang sama baiknya,” ujar Maria.

Selain SDM, Maria juga menegaskan bahwa sarana dan prasarana (sarpras) sekolah harus tersebar secara adil dan layak.

Ia berharap pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi fisik dan fasilitas pendidikan di semua sekolah, tanpa terkecuali.

Tak hanya itu, Maria juga mengingatkan pihak sekolah—baik negeri maupun swasta—untuk tidak menahan ijazah siswa hanya karena alasan administrasi atau pembiayaan.

Ia menyebut, hal ini sangat merugikan masa depan anak-anak yang seharusnya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi atau mencari pekerjaan.

“Pendidikan adalah hak semua anak. Menahan ijazah karena biaya sangat tidak bijak. Kami minta ini jadi perhatian serius semua pihak,” tegasnya.

Maria berharap ke depan Dinas Pendidikan Kota Jambi bisa melakukan pemetaan dan distribusi SDM, serta inventarisasi kebutuhan sarana prasarana, demi menciptakan sistem pendidikan yang lebih merata dan berkeadilan di Kota Jambi.(*)