Maulana Wisuda Lansia Tangguh, Kota Jambi Cetak Generasi Emas di Masa Senja

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi mewisuda 44 peserta Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Rukun Mandiri Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kotabaru, dalam sebuah seremoni penuh makna yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Senin (26/5/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Lansia Bahagia, yang menjadi salah satu program prioritas dalam 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, Maulana-Diza, menuju terwujudnya Kota Jambi Bahagia.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia, tetapi juga menghidupkan semangat mereka untuk tetap Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif (SMART) di masa senja.

Saat ini, Kota Jambi telah memiliki tiga sekolah lansia berstandar, yakni Selantang Sehat Selalu di Kecamatan Paal Merah, Selantang Ramah di Kecamatan Jelutung, dan Selantang Rukun Mandiri di Kecamatan Kotabaru.

“Selantang ini bukan sekadar sekolah, tapi wadah kebahagiaan bagi lansia. Di sini mereka belajar tentang kesehatan, agama, keluarga, dan keterampilan lainnya. Ini adalah bentuk nyata kepedulian kita terhadap para lansia agar tetap bahagia dan berdaya,” ujar Wali Kota Maulana dalam sambutannya.

Selain acara wisuda, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan sejumlah agenda penting, seperti penyerahan honor kepada kader PPKBD dan Sub-PPKBD, bantuan operasional pendamping keluarga, penyerahan makanan tambahan (PMT) untuk anak berisiko stunting, serta pemberian penghargaan kepada Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) paripurna jenjang SD/MI dan SMP/MTs.

Maulana menegaskan, Selantang akan terus dikembangkan di seluruh kecamatan sebagai bentuk pembangunan non-fisik yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Ini adalah bagian dari pembangunan karakter masyarakat. Keberhasilan pembangunan bukan hanya dari infrastruktur, tapi juga dari manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada para lansia tangguh yang diwisuda, seraya berharap mereka dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam hal semangat hidup, kedisiplinan, dan kontribusi sosial.

“Program ini adalah penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal dan pengalaman hidup yang sangat berharga. Lansia adalah penjaga nilai, guru kehidupan, dan sumber inspirasi,” lanjut Maulana.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyerahkan langsung penghargaan kepada sekolah-sekolah yang berhasil dalam program SSK, serta mengapresiasi kader dan tim pendamping keluarga (TPK) yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan isu kependudukan dan keluarga berencana.

“Kepada para kader PPKBD dan TPK, kami sangat menghargai dedikasi dan kerja keras kalian. Pemberian honor ini bukan sekadar insentif, tapi bentuk nyata apresiasi dan dukungan dari Pemerintah Kota Jambi,” tegasnya.

Terkait program penurunan stunting, Maulana menyebut PMT merupakan intervensi gizi terintegrasi untuk melindungi masa depan generasi Jambi.

“Stunting bukan sekadar isu kesehatan, tapi menyangkut masa depan Kota Jambi. Anak-anak adalah investasi terbaik kita,” ujar Maulana.

“Setiap program pembangunan harus menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Inilah semangat kerja cepat, kerja nyata, dan kerja bersama yang kami usung,” pungkasnya.

Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas PPKB Kota Jambi, Mulyadi Yatub, dalam laporannya menyampaikan bahwa PMT kali ini merupakan tahap kedua dari enam tahap yang direncanakan sepanjang tahun 2025, menyasar 281 anak berisiko stunting berdasarkan data E-PPGBM Dinas Kesehatan

Ia juga melaporkan bahwa hingga saat ini telah terbentuk 242 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari 726 personel gabungan dari tenaga kesehatan, kader PKK kelurahan, dan kader KB.

Selain itu, Kota Jambi telah memiliki 30 satuan pendidikan siaga kependudukan di tingkat SD dan SMP.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, sejumlah kepala OPD, camat dan lurah, Koordinator PKB Kota Jambi, kepala sekolah lansia, serta para undangan lainnya.(*)




Seloko Adat Jadi Ruang Reproduksi Budaya, Wali Kota Maulana Serukan Kolaborasi Lestarikan Kearifan Lokal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kota Jambi ke-79 dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-624 tahun ini diwarnai dengan semangat pelestarian budaya.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi membuka perlombaan Seloko Adat Melayu Jambi Tahun 2025, yang digelar Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi di Balai Adat Kota Jambi, Senin (26/5).

Dengan mengusung tema “Kito Wujudkan Negeri Nan Beradat dan Berbudayo,” ajang tahunan ini menjadi ruang penguatan adat serta regenerasi kader-kader budaya.

Sebanyak 98 peserta dari seluruh kecamatan di Kota Jambi mengikuti perlombaan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Mei 2025, dengan tiga kategori utama, yaitu Kato Berjawab, Melamar Sambil Meletak Tando, dan Serah Terimo Adat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana yang juga selaku pemangku adat menegaskan komitmen Pemerintah Kota dalam membumikan nilai-nilai adat dan budaya di tengah kehidupan masyarakat.

“Keseriusan kami dalam menumbuhkembangkan adat tidak hanya sebatas simbol. Saat ini, sebanyak 1.650 Ketua RT telah dikukuhkan sebagai pemangku adat, sebagai bentuk penguatan peran adat di tingkat masyarakat,” ungkap Maulana.

Ia juga menyampaikan bahwa melalui program prioritas “Bahagia Berbudaya”, Pemerintah Kota Jambi terus mendorong eksistensi nilai-nilai lokal dalam pembangunan.

Tak hanya itu, Pemkot juga tengah memfinalisasi rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hukum Adat, sebagai solusi alternatif penyelesaian konflik masyarakat secara damai dan berakar dari kearifan lokal.

“Adat melayu adalah salah satu pilar kebudayaan nasional. Ia merefleksikan nilai, sejarah, dan tradisi yang menjadi fondasi identitas masyarakat kita. Maka, adat harus kita jaga, kita hidupkan, dan kita wariskan,” ujar Maulana.

Ia berharap, lomba seperti Seloko Adat ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar budaya Melayu Jambi tetap hidup dan menjadi kebanggaan bersama, terutama dalam keberagaman masyarakat urban saat ini.

Selain membahas isu budaya, Wali Kota Maulana turut menyampaikan capaian dan fokus kerja Pemerintah Kota Jambi tahun 2025, termasuk pembangunan infrastruktur, penanganan banjir, serta sistem pengelolaan sampah.

“Saya minta semua pihak ikut mengawasi agar setiap program berjalan baik, tepat, dan tuntas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LAM Kota Jambi, Datuk Aswan Hidayat, mengungkapkan rencana untuk memperluas cakupan lomba Seloko Adat hingga ke kalangan pelajar SD dan SMP.

“Regenerasi pelestari adat harus dimulai sejak dini. Kita ingin generasi muda terhindar dari pengaruh negatif dan menjadi pelopor dalam mewujudkan Kota Jambi Berbudaya dan Berbahagia,” katanya.

Datuk Aswan juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi adat Melayu dalam setiap peringatan hari bersejarah Kota Jambi, sebagai upaya menambah marwah dan identitas daerah.

Mewakili Ketua Umum LAM Provinsi Jambi, Datuk Abdul Khadir turut menyampaikan apresiasi atas komitmen Wali Kota dan LAM Kota Jambi dalam menjaga budaya.

“Seloko Adat atau Hadits Melayu ini bukan semata kompetisi. Ia adalah cara kita menghidupkan warisan luhur, menampilkan yang terbaik sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya,” ujarnya.

Pembukaan perlombaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota Maulana, yang disaksikan oleh unsur Forkopimda, anggota DPRD Kota Jambi, tokoh adat, perwakilan instansi vertikal, OPD, komunitas pencinta adat, serta para mahasiswa dan pelajar.(*)




Turun Langsung, Walikota Jambi Gerak Cepat Atasi Banjir Lingkar Selatan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah Kelurahan Lingkar Selatan, khususnya di RT 56 dan RT 23, Walikota Jambi,  Maulana, turun langsung ke lapangan meninjau pengerjaan pengangkatan sedimen drainase, Senin (26/5/2025).

Wilayah tersebut termasuk zona rawan genangan akibat hujan deras berdurasi lebih dari 30 menit. Walikota Maulana memastikan pengerjaan normalisasi saluran air menggunakan alat berat untuk mempercepat penanganan dan mencegah banjir susulan.

“Kita telusuri langsung penyebabnya. Drainase utama sudah penuh dengan sedimen dan tidak berfungsi. Hari ini langsung kita kerahkan alat berat untuk normalisasi,” ungkap Walikota Jambi, saat diwawancarai di lokasi.

Dari hasil penelusuran di lapangan, ditemukan bahwa banyak saluran air tertutup bangunan dan mengalami penumpukan sedimen yang menghambat aliran air.

Beberapa titik di sepanjang Jalan Mayang juga menjadi perhatian karena drainase di depan ruko-ruko sudah tertutup total.

Walikota menyebut sekitar 15 hingga 17 rumah terdampak banjir secara rutin akibat sistem drainase yang tidak lagi mampu menampung air hujan.

“Kami buka saluran yang tertutup, ternyata di dalamnya penuh sedimen. Ini sudah tidak ada ruang bagi air mengalir,” tambahnya.

Selain meninjau lokasi, Walikota Maulana juga berdiskusi dengan warga dan tokoh masyarakat terkait solusi jangka panjang.

Salah satu opsi yang dibahas adalah pemanfaatan lahan kosong di sekitar masjid untuk dijadikan kolam resapan air, guna menahan debit air saat hujan deras.

“Kita butuh kolaborasi semua pihak. Tadi juga sudah ada bangunan di atas drainase yang siap dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Ini bentuk kesadaran warga yang patut diapresiasi,” katanya.

Pemerintah Kota Jambi saat ini juga tengah mengerjakan berbagai proyek penanganan banjir, termasuk pembebasan lahan dan pembangunan kolam retensi di beberapa wilayah rawan seperti Rawasari dan Kampung Banjir.

Dengan total anggaran mencapai Rp75 miliar, program ini ditargetkan bisa mengurangi potensi banjir hingga 77 persen di wilayah terdampak.

“Proyek ini tidak hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan Kota Jambi. Kami mohon doa dan dukungan agar ikhtiar ini berjalan lancar,” pungkasnya.(*)




Bus Listrik Pertama Resmi Tiba, Kota Jambi Siap Uji Coba Dimulai Sebelum Launching

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Inovasi transportasi ramah lingkungan resmi hadir di Kota Jambi.

Dua unit bus listrik pertama telah tiba di Kantor Dinas Perhubungan Kota Jambi, menandai dimulainya era baru transportasi publik berbasis energi bersih di kota ini.

Kehadiran bus listrik ini menjadi yang pertama di Provinsi Jambi dan akan segera menjalani uji coba sebelum peluncuran resminya.

Peluncuran resmi bus listrik Kota Jambi dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei 2025, bertepatan dengan Rapat Paripurna DPRD dalam rangka HUT ke-79 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi ke-624 Tanah Pilih Pusako Batuah.

Sebelumnya, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Kalista Soter Hastia pada 19 Mei 2025.

Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam transformasi transportasi publik Kota Jambi menuju sistem yang modern, bersih, dan efisien.

“Ini bukan sekadar MoU, tapi fondasi masa depan transportasi Kota Jambi. Kita mulai dari uji coba, evaluasi, lalu bertahap memperluas layanan melalui kemitraan,” ujar Wali Kota Maulana.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridha, menjelaskan bahwa dua unit bus listrik akan melayani rute Terminal Rawasari – Terminal Alam Barajo PP, melalui Simpang Kawat dan Jamtos.

Selama masa uji coba, masyarakat dapat menikmati layanan ini secara gratis, sambil dilakukan evaluasi terhadap performa dan respons publik.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kalista Soter Hastia, Albert Auliya Ilyas, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menyediakan kendaraan, tapi juga membangun ekosistem transportasi listrik lengkap.

Ini meliputi stasiun pengisian daya, fasilitas pemeliharaan, hingga edukasi bagi pemerintah dan masyarakat.

“Kami memilih Jambi karena komitmennya jelas dalam transisi menuju transportasi rendah emisi. Setelah Jakarta dan Medan, kini saatnya Jambi menjadi contoh berikutnya,” kata Albert.

PT Kalista sebelumnya telah sukses memperkuat armada TransJakarta dengan 26 bus listrik pada akhir 2023, dan menambah 60 bus lagi di Medan pada 2024.

Kini, seluruh armada Medan telah beralih ke sistem listrik penuh.

Langkah ini selaras dengan visi Kota Jambi sebagai kota cerdas, bersih, dan layak huni.

Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pelayanan transportasi publik, tetapi juga mendukung pengurangan polusi udara, emisi karbon, dan kemacetan lalu lintas.

Dengan dimulainya uji coba ini, Kota Jambi semakin menunjukkan keseriusannya sebagai kota yang siap menghadapi tantangan masa depan melalui inovasi berkelanjutan.(*)




Walikota Jambi Resmi Buka Lomba Seloko Adat Melayu 2025, Ini Pesan Budayanya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kota Jambi ke-79 dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-624, Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, M.K.M, secara resmi membuka Lomba Seloko Adat Melayu Jambi 2025, yang digelar oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi, Senin (26/05/2025).

Acara pembukaan berlangsung di Gedung Balai Adat Kota Jambi, dengan mengusung tema “Kito Wujudkan Negeri Nan Beradat dan Berbudaya”.

Lomba ini menjadi agenda tahunan LAM Kota Jambi yang dilaksanakan selama dua hari, 26–27 Mei 2025, dan diikuti oleh 98 peserta dari seluruh kecamatan di Kota Jambi.

Wali Kota Jambi, Maulana dalam kapasitasnya sebagai pemangku adat turut menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Melayu Jambi sebagai bagian dari identitas kota.

Sementara itu, Ketua LAM Kota Jambi, Datuk Aswan Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ke depan lomba ini akan diperluas cakupannya hingga ke tingkat pelajar SMP.

“Kami ingin HUT Kota Jambi menjadi lebih semarak, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai adat Melayu yang memperkuat marwah Kota Jambi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa perlombaan ini juga menjadi bagian dari program Kota Jambi Berbudaya dan Berbahagia, yang bertujuan untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif melalui pendekatan budaya.

Perwakilan Ketua LAM Provinsi Jambi, Datuk Abdul Khadir Husein, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi dan LAM atas dukungan dalam melestarikan adat dan budaya.

“Banyak masyarakat yang belum mengenal Seloko Adat, padahal ini adalah bagian dari Hadits Melayu zaman dahulu yang sarat makna,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa lembaga adat hadir bukan untuk bersaing, melainkan untuk menampilkan yang terbaik sebagai cerminan nilai-nilai luhur.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua Komisi I DPRD Kota Jambi Rio Ramadhan, Kepala DPMPPA Noverentiwi Dewanti, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, serta unsur Forkopimda Kota Jambi, Datuk dan Datin dari kecamatan dan kelurahan, serta Ketua Pelaksana Datuk Bachtiar.(*)




Strike Fest 2025, Lomba Mancing Antar OPD Warnai Kemeriahan HUT Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., secara simbolis membuka lomba mancing Strike Fest Bahagia 2025, yang berlangsung di Lokasi Taman Wisata Pemancingan Donorejo, Sabtu (24/05/2025).

Ditandai dengan pelepasan Ikan Mas kedalam kolam oleh Wali Kota Jambi Maulana, Strike Fest Bahagia itu diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi sebagai peserta dalam rangka menyambut dan menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kota Jambi ke-79 dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-624.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan, perlombaan mancing antar OPD ini bukan sekedar wadah menyalurkan hobi, namun yang lebih penting untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi antar Perangkat Daerah dan Unit Kerja.

“Saya sengaja menggelar lomba mancing ini dengan tema “Mancingnya Santai, Akrabnya Nyata, untuk Kota Jambi Bahagia” agar yang selama ini terlalu penat dan sibuk dengan aktifitas kerja masing-masing bisa saling berkomunikasi dan koordinasi dengan santai,” ujarnya.

Dirinya juga menyebut, bahwa lomba mancing yang diadakan juga dapat menjadi daya tarik wisata, yang berdampak pada meningkatnya perekonomian lokal, serta menjadi ajang promosi bagi produk-produk perlengkapan memancing dan potensi daerah.

“Selain itu, juga merupakan peluang untuk mengembangkan usaha dari sektor perikanan dalam mendukung ketahanan pangan terutama untuk produksi ikan (budidaya ikan),” sebut Maulana.

Lebih lanjut, Wali Kota Jambi itu juga memberikan apresiasi kepada pemilik kolam pemancingan Donorejo yang terus hadir berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Pemerintah Kota Jambi.

“Sebagai kota perdagangan dan jasa, kita pemerintah mendorong agar pengusaha untuk berinvestasi. Salah satunya yang kita lihat disini ada jasa pariwisata keluarga yang pemiliknya menjadi contoh pengusaha yang memiliki kepedulian. Untuk itu kita hadir disini, mengkampanyekan kawasan Donorejo ini sebagai tempat wisata, yang sebentar lagi juga akan diresmikan wahana kolam Waterboom terbesar di Provinsi Jambi,” ucap Maulana.

Pada kesempatan itu, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota juga berkesempatan menyerahkan hadiah Doorprize berupa TV LED 24 inchi dan kipas angin kepada peserta dalam kategori pemancing tercepat mendapatkan ikan yang diberikan kepada Kecamatan Kotabaru.

Turut hadir di kesempatan itu, Anggota DPRD Kota Jambi Jokas Siburian, Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana, Sekretaris Daerah (Sekda) A Ridwan beserta jajaran Pemkot Jambi, Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, perwakilan Kejari Jambi, serta tokoh masyarakat pemilik kolam pemancingan Donorejo H. Muhammad Sandi.(*)




Arena Taman Remaja Bergemuruh! 800 Peserta Ikuti TPMF 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi membuka Tanah Pilih Marching Festival (TPMF) Tahun 2025, Sabtu pagi (24/5/2025).

Event yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Jambi ke-79 dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke- 624 tahun itu berlangsung selama 2 hari dari tanggal 24 hingga 25 Mei 2025 di Arena Taman Remaja Kota Jambi.

Sebanyak 800 pelajar tingkat SD, SMP dan SMA yang terbagi kedalam 19 tim mengikuti event ini. Tidak hanya dari dalam kota Jambi, namun juga dari Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Jambi.

Event yang memperlombakan kategori Junior, Senior Nob Brass dan Senior Brass ini dibuka dengan ditandai pemukulan Brass Drum oleh Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha. Pembukaan Marching Festival yang terselenggara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) ini merupakan event tahunan Pemkot Jambi yang telah 3 kali berturut-turut dilaksanakan yang diisi dengan berbagai keterampilan pertunjukan marching band.

Dikesempatan itu, Wali Kota Maulana menyebut, Marching Festival ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan meningkatkan kekompakan.

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan semangat anak-anak, terutama pecinta drum band untuk terus berlatih,” sebutnya.

Dirinya berharap, agar Dispora Kota Jambi semakin giat menggelar berbagai kegiatan dan event yang bisa mengangkat nama Kota Jambi di kancah Nasional maupun Internasional yang akan berdampak pula pada perekonomian daerah.

Maulana juga mengungkapkan, kegiatan ini turut memperkuat citra Kota Jambi sebagai kota kreatif dan berbudaya yang menjunjung tinggi karakter anak muda.

“TPMF tidak hanya melatih aspek psikomotorik dan seni, tapi juga menanamkan nilai-nilai karakter bagi generasi muda kita. Ini sangat positif dan perlu didukung terus-menerus,” ungkapnya.

“Kegiatan ini memperlihatkan kepada kita semua sinergi, antara seni, ekonomi, dan pembangunan karakter, sehingga dengan banyaknya pengunjung datang, kota Jambi semakin dikenal sebagai kota yang aktif, inovatif, dan ramah bagi pengembangan potensi generasi muda,” lanjutnya.

Maulana juga menyampaikan rencana revitalisasi kawasan wisata Taman Remaja yang terletak di tengah-tengah pusat Kota Jambi itu menjadi alun-alun sebagai ruang ekspresi publik yang lebih terbuka.

“Kami bersama pak Wakil Wali Kota sudah merencanakannya. Jadi kawasan ini nanti bisa dipakai, baik diwaktu malam maupun siang dengan sarana yang lengkap untuk kegiatan seperti mini konser, kesenian hingga menampilkan produk-produk UMKM, sehingga bisa dinikmati bagi siapapun,” tutup Wali Kota Maulana.

Sementara itu, dalam laporan kegiatan Kepala Dispora Erwandi mengatakan, kegiatan Marching Festival ini diselenggarakan juga dalam rangka program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi pada program Balai Latihan Kerja Tematik (BALIKAT) dan Ruang Milenial (Rumel) sebagai wadah kaum milenial untuk berkreasi dan berkreativitas.

“Tidak hanya sebagai wadah pengembangan kapasitas bagi milenial, event ini iuga menarik kunjungan masyarakat yang diestimasi 2.000an orang, sehingga turut berdampak pada bergeliatnya aktivitas ekonomi, khususnya para pelaku UMKM,” katanya.

Untuk menjunjung tinggi sportivitas penyelenggaraan Marching Festival ini, Erwandi juga menjelaskan, panitia telah menunjuk dewan juri yang bersertifikat dan profesional dari luar Provinsi Jambi, seperti dari Riau, dan Sumatera Barat.

“Dengan harapan penilaian diberikan sangat objektif karena tidak ada keterikatan emosional dengan para peserta,” jelasnya.

Pembukaan Marching Festival tersebut turut dhadiri
Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana, Sekretaris Daerah (Sekda) A Ridwan. sejumlah Kepala Perangkat Daerah, PDBI Provinsi dan Kota Jambi, serta para Dewan Juri serta peserta lomba.(*)




Overload Target, Program 100 Hari Kerja Walikota Jambi: 101 Jalan Diperbaiki Jelang Akhir Mei 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Program 100 Hari Kerja Wali Kota Jambi Maulana  dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menunjukkan progres yang luar biasa.

Hingga akhir Mei 2025, tercatat sebanyak 101 ruas jalan di Kota Jambi telah berhasil diperbaiki, melampaui target awal yang ditetapkan.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Jambi juga menargetkan perbaikan 400 ruas jalan lingkungan dan jalan berstatus kota sepanjang tahun ini.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan untuk mendorong pemerataan dan meningkatkan kualitas hidup warga.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan yang transparan dan partisipatif, Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza melakukan peninjauan langsung ke beberapa lokasi proyek. Salah satunya di RT 11, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, di mana jalan sepanjang 165 meter tengah diaspal.

“Pembangunan jalan ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat ke fasilitas umum seperti sekolah, pesantren, dan masjid, serta mendorong aktivitas ekonomi lokal,” kata Wali Kota Maulana saat berada di lokasi.

Pemerintah Kota Jambi menegaskan bahwa perbaikan dan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama selama masa kepemimpinan Maulana–Diza.

Langkah ini sejalan dengan visi menciptakan kota yang nyaman, terhubung, dan berkeadilan.

“Infrastruktur yang baik bukan hanya soal fisik, tapi juga soal layanan publik, konektivitas antarwilayah, dan pemerataan pembangunan,” ujar Maulana.

Program 100 Hari ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkot Jambi serius menjawab kebutuhan warga dan membangun dari bawah, dengan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat di setiap kecamatan.(*)




Walikota Jambi Buka Lomba Mancing, Promosi Wisata dan Pererat Silaturahmi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-79 Pemerintah Kota Jambi, Wali Kota Jambi, Maulana secara resmi membuka Lomba Mancing Ikan yang digelar sebagai sarana hiburan sekaligus upaya mempererat silaturahmi antar Perangkat Daerah, Forkopimda, dan masyarakat umum.

Acara yang digelar di salah satu kolam pemancingan unggulan di Kota Jambi ini diikuti ratusan peserta dari berbagai instansi dan komunitas pemancing.

Dengan mengusung tema “Mancingnya Santai, Akrabnya Nyata, untuk Kota Jambi Bahagia”, lomba ini menjadi ajang yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh makna.

“Setelah sekian lama disibukkan dengan pekerjaan yang padat, kita semua butuh momen refreshing. Memancing bukan hanya sekadar hobi, tapi juga sarana untuk relaksasi dan meningkatkan kesabaran. Di sinilah kita bisa santai, tertawa bersama, dan menjalin komunikasi yang positif antarinstansi,” ujar Wali Kota Maulana dalam sambutannya, Sabtu (24/5).

Menurut Maulana, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempromosikan wisata Kota Jambi.

Selain menjadi hiburan, lomba ini dinilai sebagai strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Lomba ini bisa jadi daya tarik wisata baru, terutama bagi wisatawan domestik yang gemar memancing. Di samping itu, kegiatan ini juga mendorong perputaran ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha perikanan, alat pancing, hingga UMKM kuliner,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini merupakan wadah interaksi strategis yang mampu menciptakan sinergi positif lintas sektor, demi terwujudnya Kota Jambi yang BAHAGIA.

Tak hanya sebagai kompetisi, Lomba Mancing ini dikemas dalam suasana penuh kekeluargaan.

Wali Kota Maulana mengajak seluruh peserta untuk menjunjung sportivitas dan menjadikan acara ini sebagai ajang mempererat hubungan antar perangkat daerah serta menjalin komunikasi yang lebih cair dan terbuka.

“Di pinggir kolam nanti, kita semua bersaing secara sehat. Tapi yang paling penting adalah tawa dan kebersamaan. Kita ingin membangun Kota Jambi dengan semangat gotong-royong dan rasa saling percaya,” pungkasnya.

Acara ini disambut antusias oleh masyarakat dan peserta, yang berharap lomba mancing dapat menjadi agenda rutin tahunan dan bagian dari kalender pariwisata Kota Jambi.(*)




Walikota Jambi Dukung TPMF, Harap Dispora Aktif Promosikan Kota Lewat Kegiatan Kreatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Wali Kota Jambi, Maulana mengungkapkan harapannya agar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Jambi semakin giat menggelar berbagai kegiatan kreatif dan positif yang bisa mengangkat nama Kota Jambi di kancah nasional maupun internasional.

Salah satu kegiatan yang mendapat apresiasi tinggi adalah Tanah Pilih Marching Festival (TPMF).

Ajang ini dinilai mampu mencerminkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan seni melalui pertunjukan marching band yang melibatkan berbagai pelajar dan komunitas dari dalam maupun luar kota.

“TPMF tidak hanya melatih aspek psikomotorik dan seni, tapi juga menanamkan nilai-nilai karakter bagi generasi muda kita. Ini sangat positif dan perlu didukung terus-menerus,” ujar Maulana, Sabtu (24/5).

Menurutnya, kegiatan seperti TPMF turut memperkuat citra Kota Jambi sebagai kota kreatif dan berbudaya.

Tak hanya berdampak di bidang pendidikan dan karakter anak muda, acara ini juga memberi kontribusi nyata terhadap perputaran ekonomi.

Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terlibat dalam event tersebut.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, sektor UMKM ikut terdongkrak. Banyak pengunjung, kuliner dan produk lokal laku terjual. Ini adalah sinergi antara seni, ekonomi, dan pembangunan karakter,” tambahnya.

Maulana berharap TPMF dan kegiatan serupa bisa rutin dilaksanakan, sehingga Jambi semakin dikenal sebagai kota yang aktif, inovatif, dan ramah bagi pengembangan potensi generasi muda.(*)