Haru-Pilu Terima Santunan JMK dari Wali Kota, Maulana: Semoga Bermanfaat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Suasana haru menyelimuti rumah duka di RT 16, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan, Selasa siang (3/6/2025), saat Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., menyerahkan secara langsung santunan Jaminan Kematian (JMK) kepada ahli waris almarhum Syamsul Bahri Al Hafizd, SQ., M.Pd, petugas keagamaan Kota Jambi yang wafat di Kota Mekkah saat bertugas sebagai Pendamping Jamaah Calon Haji Provinsi Jambi tahun 2025.

Santunan tersebut diterima oleh istri almarhum, Siti Arasy, yang tak kuasa menahan tangis saat menyambut kehadiran para tamu.

Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi penguat di tengah duka mendalam yang dirasakan keluarga besar almarhum.

Wali Kota Maulana dalam keterangannya menjelaskan bahwa santunan yang diberikan merupakan manfaat Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 42 juta.

Selain itu, Pemerintah Kota Jambi saat ini juga tengah memproses hak tambahan berupa beasiswa pendidikan senilai Rp 155 juta bagi dua anak almarhum, apabila almarhum wafat saat dalam penugasan resmi.

“InsyaAllah bermanfaat. Saat ini kami menunggu konfirmasi resmi melalui surat keterangan kematian dari otoritas terkait di Arab Saudi. Jika benar almarhum wafat saat menjalankan tugas, maka anak-anaknya berhak atas beasiswa pendidikan dari BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Maulana.

Menurut Maulana, almarhum Samsul Bahri merupakan satu dari 1.316 petugas keagamaan yang telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan oleh Pemerintah Kota Jambi, dengan pembiayaan sepenuhnya ditanggung oleh APBD Kota Jambi

“Beliau adalah seorang hafizd Qur’an, insyaAllah husnul khatimah. Kami doakan almarhum diterima di sisi Allah dan mendapatkan tempat terbaik di surga-Nya,” tutup Maulana dengan penuh haru.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, yang juga mewakili keluarga almarhum, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi atas kepeduliannya terhadap para petugas keagamaan.

“Atas nama keluarga dan warga Talang Bakung, kami sangat berterima kasih atas perhatian ini. Semoga santunan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga, dan anak-anak almarhum dapat melanjutkan jejak sang ayah sebagai insan religius yang berguna bagi masyarakat,” ujarnya.

Penyerahan santunan tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi Alfian Saputra, Sekretaris BPKAD Kota Jambi Poppy Nurul Isnaini, Mewakili Kabag Kesra H. Fahrizal Nover, Camat Paal Merah M. Thoyib, para lurah se-Kecamatan Paal Merah, serta para tokoh agama dan masyarakat Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Paal Merah.(*)




Kinerja dan Inovasi Langsung Diuji Wali Kota : Tiga Lurah Nominasi Siap Menjadi yang Terbaik 

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menuju Lurah Terbaik Kota Jambi 2025 memasuki babak akhir. Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memimpin langsung proses penilaian final terhadap tiga besar Lurah berprestasi tingkat Kota Jambi, yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, pada Selasa (3/6/2025).

Penilaian ini menjadi ajang pembuktian kinerja dan inovasi terbaik dari tiga Lurah unggulan: Metty Novitasari (Lurah Budiman), Mukhtar (Lurah Pasir Panjang), dan Muhammad Nurkholis Mursid (Lurah Buluran Kenali), yang hadir bersama Ketua TP PKK Kelurahan masing-masing.

Turut hadir dalam Tim Penilai, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljozha, Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan, serta Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana.

Proses penilaian juga melibatkan jajaran kepala perangkat daerah Pemkot Jambi dan disaksikan langsung oleh para pendukung dari masing-masing kelurahan.

Dalam sesi presentasi yang berlangsung dinamis, para Lurah memaparkan program kerja dan inovasi unggulan, mulai dari tata kelola pemerintahan, digitalisasi layanan, pengelolaan persampahan, keamanan lingkungan, hingga sinergi PKK dan PAUD dalam mendukung 11 Program Unggulan Kota Jambi Bahagia.

Sesi tanya jawab dari Tim Penilai pun berlangsung intens, menyoroti ketajaman visi dan keberlanjutan program yang dijalankan di lapangan.

Wali Kota Maulana dalam sambutannya menekankan bahwa kompetisi ini bukan semata ajang lomba, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi dan peran strategis Lurah sebagai ujung tombak pembangunan kota.

“Proses ini hanyalah penilaian formal. Pada prinsipnya, semua Lurah di Kota Jambi adalah yang terbaik. Namun, melalui lomba ini, kita ingin menumbuhkan semangat dan motivasi agar seluruh Lurah semakin optimal mendukung program Kota Jambi Bahagia, terutama dalam pembangunan berbasis komunitas hingga tingkat RT,” ujar Maulana.

Wali Kota juga mengapresiasi berbagai inovasi yang dipaparkan, yang menurutnya bisa direplikasi di kelurahan lain yang memiliki karakteristik serupa.

Ia memastikan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif, terbuka, dan transparan, dengan melibatkan berbagai unsur profesional.

“Siapapun yang terpilih nantinya, itulah yang terbaik dan akan membawa nama Kota Jambi di tingkat Provinsi. Harapannya, ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh Lurah untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Adapun tujuan utama dari seleksi Lurah Berprestasi ini adalah untuk mendorong peningkatan kapasitas aparatur kelurahan dalam tata kelola yang responsif dan partisipatif.

Sekaligus memastikan bahwa pelayanan publik di tingkat akar rumput dapat berjalan secara efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.(*)




Keren! Festival Indomaret Jambi Tahun 2025 Berhasil Berhasil Membuat Momen Tak Terlupakan 

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Hujan gerimis yang mengguyur sejak sore tak mampu meredam semangat ribuan warga Jambi yang memadati Lapangan Bandara Lama, Sabtu (31/5/2025) malam.

Kerabat Kotak dan Virginity Jambi datang untuk menyaksikan Festival Indomaret 2025, yang menghadirkan aksi panggung spektakuler dari Kotak dan The Virgin.

Duo Mitha dan Dara menyajikan nuansa berbeda dengan lagu-lagu bernuansa galau namun tetap enerjik seperti “Cinta Terlarang” dan “Belahan Jiwa.” Penonton tampak larut dalam suasana, beberapa bahkan ikut bernyanyi.

Sejak awal penampilan The Virgin penonton ikut bernyanyi, melompat, Vibenya? Gak main-main, pecah abis!

Teriakan penonton langsung pecah saat Band Kotak tampil.

Suara Tantri yang khas dan penuh tenaga, dipadukan dengan hentakan drum serta petikan gitar yang agresif, sukses menghidupkan suasana.

Menariknya lagi, ketika Tantri mendapatkan kejutan dari sang suami, Arda yang tiba-tiba muncul diatas panggung tanpa sepengetahuan Tantri.

“Eh… kok ada di sini? Anak mana? Siapa yang jaga?” celetuk Tantri sambil tertawa dan menatap sang suami, disambut riuh tepuk tangan penonton.

Momen itu seketika jadi perhatian. Penonton bersorak ramai, sebagian merekam dengan ponsel mereka, menyaksikan secara langsung momen romantis yang jarang terjadi di atas panggung rock.

Arda pun terlihat tersenyum dan langsung memeluk Tantri singkat, sebelum kembali turun panggung.

Panitia pelaksana sangat berperan penting membuat sukses nya prank arda ke istrinya.

Kehadiran Arda bukan hanya jadi kejutan pribadi bagi Tantri, tapi juga menambah warna dalam gelaran Festival Indomaret malam itu.

Sentuhan emosional di tengah riuhnya musik menjadikan penampilan Kotak terasa lebih hangat dan membekas di hati para penonton.

Malam itu, hujan tak jadi penghalang bagi warga jambi.

Ini menjadi bukti semangat luar biasa warga Jambi untuk tetap menikmati Festival Indomaret Jambi 2025.(*)




Bantah Tolak Pasien, RS Mitra Sebut Sempat Lakukan Pemeriksaan Awal, Tapi Pasien Minta Pulang untuk Diurut Saja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pihak Rumah Sakit (RS) Mitra membantah pemberitaan yang menyebutkan Nurbati korban kebakaran yang tinggal di Jalan Guru Muchtar RT 14 Kelurahan Jelutung ditolak rumah sakit dan disuruh pulang.

“Tidak benar sama sekali,” kata Dr Rahmat Yusuf Mars Direktur Rumah Sakit Mitra, Selasa (3/6/2025) kepada wartawan di DPRD Kota Jambi.

Dr Rahmat Yusuf sebagai pihak manajemen rumah sakit memenuhi undangan rapat dengar pendapat dari Komisi IV DPRD Kota Jambi terkait adanya pemberitaan pasien peserta BPJS Kesehatan ditolak rumah sakit.

Komisi IV juga mengundak pihak BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Jambi yang langsung dihadiri Kepala Dinas Fahmi.

Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi IV Martua Muda Siregar, SP dan dihadiri Koordinator Komisi IV Naim.

Dalam rapat tersebut, pihak rumah sakit, BPJS, dan Dinas Kesehatan diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi.

Saat RDP, Wakil Ketua III DPRD Kota Jambi, Naim menyatakan, penolakan terhadap pasien BPJS merupakan pelanggaran serius.

DPRD bahkan merekomendasikan agar rumah sakit yang terbukti melanggar diberhentikan kerja samanya dengan BPJS.

“Jika rumah sakit menolak pasien yang menggunakan BPJS, maka kami rekomendasikan agar izin kerjasamanya dicabut. Kami sudah pernah memberikan rekomendasi serupa, salah satunya kepada RS Royal Prima,” katanya.

Menurutnya, rumah sakit harus mengutamakan penyelamatan nyawa pasien dan tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis.

Usai rapat, Dr Rahmat Yusuf menjelaskan tentang Nurbati.

Awalnya, kata Dr Rahmat Yusuf, pasien diantar petugas Puskesmas Handil dan diterima pihaknya.

Pihaknya langsung mengambil tindakan dengan melakukan pemeriksaan. “Kami lakukan tindakan dan pemeriksaan ditemukan luka bakar dan bengkak di kaki kiri,” ujarnya.

Tindakan selanjutnya akan dilakukan rontgen pada kaki kiri pasien. Sembari menunggu persetujuan dari pasien dan keluarganya, pihaknya sudah minta KTP dan dicek BPJS Kesehatan pasien aktif.

“Iya, kami cek memang BPJS nya aktif, tidak ada kendala lagi, sehingga persetujuan, yang bersangkutan mau atau tidak. Anaknya (Deni) tidak bisa memutuskan kemauan ibunya, panggil istrinya, sempat pulang itu. selang satu jam ibunya di rumah sakit tetap, datang lagi bersama istrinya tidak bisa memutuskan. Telepon, kakak yang perempuan sampai 1 jam tidak datang juga, akhirnya diputuskan pulang, ia keluar pakai motor,” ujarnya.

Menurutnya, perawat sudah menanyakan kepada anak pasien saat akan membawa ibunya. “Bapak mau kemana,” “Saya mau membawa mamak pulang,” kata anak pasien.

Perawat sudah melarang, “Gak bisa pak,” kata perawat tersebut.

Dr  Rahmat bilang, anak korban tetap ingin membawa pulang ke rumah. “Sepertinya ibunya takut dirontgen dan takut diambil tindakan operasi. minta pulang untuk diurut,” ujarnya.

Pihaknya bahkan sudah mendaftarkan pasien tersebut di aplikasi Surat Eligibilitas Peserta (SEP).

“Seandainya ibu ini sorenya datang lagi, tetap kami terima. Karena sudah kami daftarkan, tinggal klik Surat Eligibilitas Peserta (SEP) untuk rawat inap, sudah, selesai, tidak ada masalah. Masuk rumah sakit tanggal 31 Mei, jam 11 siang, pulang 13.15. Di mana kami menolaknya?” katanya.

Menurutnya, dari jeda waktu saat masuk dan pulang tersebut, hanya menunggu dirontgen. Namun, pasien tidak mau dan anaknya tidak bisa memutuskan.

“Tindakan sebelum rontgen itu pembersihan luka. Kan luka bakar tuh, pemeriksaan ditemukan luka, dagu, siku, punggung tangan dan paha. 1 atau 3 persen, kalau luka tidak parah. cuma lututnya,” ujarnya.

“Kami bisa mengantarkan pakai ambulans rumah sakit. Kebetulan ambulans milik rumah sakit tidak ada. Akhirnya keluarga minta pesankan taksi online, akhirnya dipesankan dari akun milik dokter jaga.”

Selama perawatan, pasien tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. “Ongkos taksi online sekitar Rp 13.500,” ujarnya. (*)




Keluarga Bingung Pasien Kerap Ditolak IGD? Ini Penjelasan BPJS Kesehatan Cabang Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – BPJS Kesehatan Cabang Jambi menegaskan bahwa penanganan pasien dalam kondisi emergency atau gawat darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan ranah medis sepenuhnya, bukan ranah intervensi BPJS.

Hal ini disampaikan menyusul munculnya sejumlah pertanyaan masyarakat terkait penolakan layanan pasien JKN-KIS di IGD.

Agusrianto, Kepala Bagian SDM, Umum, dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Jambi menjelaskan, penentuan apakah kondisi pasien termasuk emergency atau tidak sepenuhnya merupakan tanggung jawab dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) di rumah sakit atau faskes.

“BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi penilaian medis. Yang menentukan kondisi emergency adalah dokter. Selama dinyatakan benar-benar kondisi gawat darurat, maka akan ditanggung sesuai prosedur JKN,” tegas Agusrianto, Senin (2/6/2025).

Lebih lanjut, Agusrianto menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan transparan dari pihak rumah sakit kepada keluarga pasien.

Menurutnya, sering kali penolakan atau ketidaksesuaian dalam pelayanan menimbulkan kebingungan karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap aturan yang berlaku.

“Kadang keluarga pasien tidak paham kenapa ada penolakan atau kenapa tidak bisa langsung ditangani. Di sinilah pentingnya rumah sakit menyampaikan informasi dengan cara yang baik dan mudah dipahami,” jelasnya.

BPJS Kesehatan Cabang Jambi meminta seluruh faskes dan rumah sakit mitra untuk memiliki komitmen komunikasi yang baik, terutama dalam situasi sensitif seperti kasus emergency.

Edukasi kepada pasien dan keluarganya menjadi kunci agar tidak terjadi kesalahpahaman dan ketidakpuasan terhadap layanan.

Agusrianto juga mengingatkan bahwa dalam skema JKN-KIS, layanan emergency memiliki kriteria medis yang jelas.

Seperti kondisi yang mengancam nyawa, membahayakan fungsi organ tubuh, atau menimbulkan disabilitas permanen jika tidak segera ditangani.

“Kalau kondisi tersebut terpenuhi, maka tindakan medis dapat dilakukan langsung meskipun pasien belum memiliki rujukan atau status administratif lainnya. Tapi penilaian ini tetap harus berdasarkan keputusan dokter,” ujarnya.

BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk memahami bahwa tidak semua kondisi dapat dikategorikan sebagai emergency secara administratif JKN.

Karena itu, penting untuk tetap mengacu pada penilaian medis yang objektif dan sesuai standar.

“Kami terbuka terhadap laporan masyarakat, tapi harus dipahami juga bahwa kami bekerja berdasarkan ketentuan medis dan regulasi. Jika ada kendala, kami siap menindaklanjuti,” tutup Agusrianto.(*)




Soroti Alasan ‘Kamar Penuh’, BPJS Kesehatan Cabang Jambi Sebut Rumah Sakit Jangan Diskriminatif Terhadap Pasien

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID BPJS Kesehatan Cabang Jambi menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan (faskes) dan rumah sakit mitra tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Penegasan ini disampaikan menanggapi keluhan masyarakat yang merasa diperlakukan berbeda saat berobat menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Agusrianto, Kepala Bagian SDM, Umum, dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Jambi, menyatakan bahwa hak peserta JKN-KIS dilindungi oleh undang-undang dan tidak boleh dibedakan dengan pasien umum dalam hal pelayanan kesehatan.

“Peserta JKN-KIS tidak boleh diperlakukan berbeda dengan pasien umum. Semua rumah sakit dan faskes mitra wajib memberikan pelayanan setara tanpa diskriminasi,” ujar Agusrianto, Senin (2/6/2025).

BPJS Kesehatan Jambi juga menyoroti praktik yang kerap terjadi di lapangan, di mana pasien BPJS kerap ditolak atau dipersulit dengan alasan seperti kamar penuh atau administrasi lainnya.

Menurut Agusrianto, alasan-alasan seperti itu tidak bisa dijadikan pembenaran untuk membedakan layanan antara pasien umum dan peserta BPJS.

“Kami menerima laporan adanya penolakan dengan alasan kamar penuh, namun saat dicek ternyata masih tersedia ruang untuk pasien umum. Ini tidak bisa dibenarkan dan bertentangan dengan prinsip pelayanan kesehatan universal,” tambahnya.

BPJS Kesehatan terus mengingatkan bahwa seluruh peserta JKN-KIS memiliki hak mendapatkan pelayanan medis yang layak, cepat, dan manusiawi.

Agusrianto menegaskan, BPJS Kesehatan memiliki mekanisme pengawasan dan sanksi bagi faskes atau rumah sakit yang terbukti melanggar aturan kerja sama, termasuk praktik diskriminasi terhadap pasien BPJS.

“Jika ada faskes yang terbukti tidak melayani peserta BPJS secara adil, kami tidak segan memberikan teguran hingga pemutusan kerja sama,” tegasnya.

BPJS Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak segan melapor jika mengalami perlakuan tidak adil saat berobat.

Laporan dapat disampaikan melalui Care Center yang tersedia, aplikasi Mobile JKN, atau datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan terdekat.

“Layanan kesehatan adalah hak semua warga negara. Jangan ragu melapor jika ada layanan yang diskriminatif,” tutup Agusrianto.




Peringati Harlah Pancasila, Walikota Maulana: Pancasila Harus Jadi Jiwa di Tiap Denyut Pembangunan

JAMBi, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 di lapangan kantor utama Wali Kota Jambi, Senin (2/6/2025).

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan semangat kebangsaan. Upacara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana,M.K.M., dengan turut dihadiri Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Wakapolresta Jambi AKBP Nurhadiansyah, Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Yoga Cahya Prasetya, Dandenpom II/2 Jambi Letkol Cpm Sundoro, Kepala BNN Kota Jambi Kombes Pol. Katino, Sekda A Ridwan beserta jajaran Pemkot Jambi dan organisasi Kepramukaan kota Jambi.

Tahun ini, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”. Tema tersebut mengandung pesan mendalam bahwa pembangunan bangsa Indonesia harus terus bertumpu pada nilai-nilai dasar Pancasila, Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.

Dikesempatan itu, Wali Kota Jambi dokter Maulana membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. KH Yudian Wahyudi, M.A., P.hd., yang menegaskan, Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Pancasila adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, izinkan Saya mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia mempersatukan lebih dari 270 (dua ratus tujuh puluh) juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda. Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” ujar Wali Kota Maulana membacakan amanat Kepala BPIP RI.

Dalam konteks pembangunan Nasional saat ini, lanjutnya, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Karena disadari bahwa kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi.

“Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata. Kita menyaksikan penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial kita. Oleh karena itu, melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan: dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital,” lanjutnya.

Dalam dunia pendidikan, perlu ditanamkan Pancasila sejak dini, bukan sekadar dalam pelajaran formal, tetapi dalam praktik keseharian. Sekolah dan universitas harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter dan kuat dalam integritas moral.

Dalam Birokrasi, nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan dan berpihak pada rakyat. Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok atau golongan.

Selanjutnya, dalam bidang ekonomi, perlu dipastikan bahwa pembangunan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi menjadi berkah bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial, sebagaimana termaktub dalam sila kelima, harus menjadi orientasi utama. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan dan koperasi harus terus diberdayakan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam kemajuan bangsa.

“Sementara itu, dalam ruang digital, kita harus membangun kesadaran kolektif bahwa dunia maya bukan ruang bebas nilai. Etika, toleransi dan saling menghargai tetap harus ditegakkan. Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital lainnya. Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi, dengan literasi digital dan semangat gotong-royong,” tegasnya.

Dirnya juga menyebutkan, BPIP sebagai lembaga yang bertugas membina dan memperkuat ideologi Pancasila terus berkomitmen menghadirkan berbagai program strategis : dari pembinaan ideologi di lingkungan pendidikan, pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan aparat negara, penguatan kurikulum Pancasila, hingga kolaborasi lintas sektor untuk mengarusutamakan Pancasila di berbagai lapisan masyarakat. Dengan tujuan agar Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi dihidupi dan dijalankan dalam tindakan nyata.

“Namun, tugas ini tidak bisa dijalankan sendiri. Kita semua, seluruh elemen bangsa dari pusat hingga daerah, dari pejabat hingga masyarakat, dari tokoh agama hingga pemuda, memiliki peran untuk menjadi pelaku utama pembumian Pancasila. Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekedar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan kita sebagai cerminan dari semangat Pancasila,” sebutnya.

“Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tetapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan. Kita ingin Indonesia yang dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya. Peringatan Hari Lahir Pancasila ini harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan kita. Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan. Marilah kita terus bergotong-royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegara,” tutup Maulana membacakan amanat Kepala BPIP RI.

Usai pelaksanaan upacara itu, kepada awak media, Wali Kota Maulana menyampaikan pesan penting mengenai penguatan karakter bangsa di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.

Dalam keterangannya, Maulana menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai karakter bangsa di segala bidang kehidupan, sebagaimana diamanatkan oleh BPIP RI.

“Mulai dari menjaga sopan santun, keramahan, hingga tidak menyebarkan hoaks, khususnya dalam penggunaan media sosial. Ini menjadi hal mendasar yang harus terus kita tanamkan kepada masyarakat,” ujar Maulana.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan serius yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti maraknya kasus kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta praktik judi online yang semakin mengkhawatirkan.

“Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Jambi akan menyusun lebih banyak program yang menyasar dan merangkul kalangan pemuda. Seperti penguatan Paskibraka, Gerakan Pramuka, dan Palang Merah Remaja (PMR). Pemuda-pemudi pelopor seperti ini sangat dibutuhkan untuk menyebarluaskan semangat kebangsaan,” tegasnya.

Wali Kota Maulana juga mencontohkan gerakan Kepramukaan yang saat ini dikomandani oleh Ketua DPRD Kota Jambi selaku Ketua Kwarcab. Dalam program tersebut, pejabat publik dijadwalkan turun langsung ke sekolah-sekolah guna menyampaikan pesan-pesan moral dan nilai kebangsaan secara langsung kepada generasi muda.

“Pada prinsipnya, kita semua sebagai anak bangsa harus memegang teguh nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Itu menjadi benteng utama agar kita tidak mudah terjerumus ke dalam perilaku negatif,” tutup Maulana.

Upacara Hari Lahir Pancasila tahun ini berlangsung khidmat dan tertib. Bertindak sebagai Perwira Upacara adalah Kasatres Narkoba Polresta Jambi, AKP Simsal Siahaan, sementara pembaca teks Pembukaan UUD 1945 oleh Camat Paal Merah, M. Toyib. Sementara pengibaran bendera dilakukan oleh pasukan pengibar bendera dari Paskibraka Kota Jambi Tahun 2024.(*)




Wali Kota Jambi Lantik 86 Pejabat Baru, Tegaskan Komitmen Reformasi Birokrasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan adaptif.

Hal ini ditandai dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 86 pejabat Administrator dan Pengawas (Eselon III dan IV) oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., pada Senin (2/6/2025) di Aula Grha Siginjai Kantor Wali Kota Jambi.

Pelantikan ini bukan sekedar formalitas, melainkan bagian dari langkah konkret dalam penyegaran birokrasi serta pengisian jabatan struktural yang kosong, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas kerja pemerintahan.

Turut hadir dalam prosesi tersebut Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Sekda A. Ridwan, para Staf Ahli Wali Kota dan Asisten Sekda, serta sejumlah kepala OPD, Camat dan Bagian di lingkup Pemkot Jambi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan pentingnya dedikasi dan loyalitas ASN dalam mendukung reformasi birokrasi yang adaptif dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi ini dilakukan berdasarkan penilaian objektif terhadap kapasitas dan integritas para pejabat yang bersangkutan.

“Sebagai contoh, hari ini kami telah menempatkan pejabat baru pada posisi strategis seperti Kepala UPTD PSC, untuk memastikan layanan kegawatdaruratan 24 jam berjalan optimal,” ujar Maulana.

Wali Kota juga mengungkapkan, bahwa penempatan pejabat di sejumlah OPD dilakukan untuk memperkuat kinerja institusi tersebut.

Tak hanya itu, Pemkot juga tengah menguatkan sistem pelayanan publik berbasis komunitas dari tingkat paling bawah.

Wali Kota menyebut, peran kelurahan akan semakin ditingkatkan sebagai garda terdepan dalam menyinkronkan pelayanan hingga ke tingkat RT.

“TPP mereka juga telah kami naikkan. Kami berharap ini dapat memacu kinerja dan memperkuat pelayanan yang terintegrasi dari atas ke bawah,” jelasnya.

Dengan banyaknya pejabat eselon II yang akan memasuki masa pensiun, Wali Kota Maulana mengungkapkan akan ada sembilan posisi kosong yang harus segera diisi.

Proses job fit akan dilakukan pada Agustus 2025, termasuk untuk jabatan strategis pada badan baru seperti BPBD.

“Nanti akan ada evaluasi dari Pansel. Bila pejabat saat ini masih inovatif dan mampu bekerja, maka akan kita pertahankan. Namun jika sudah stagnan, akan kita lakukan pergeseran sesuai kebutuhan organisasi,” jelasnya.

Kepada para pejabat yang baru dilantik, Maulana berpesan agar selalu menjaga semangat, menunjukkan kinerja terbaik, dan membawa manfaat di manapun ditugaskan.

“Pergeseran itu hal biasa. Yang luar biasa adalah bagaimana kita berkontribusi nyata bagi pemerintah, masyarakat, bahkan keluarga dan lingkungan kerja kita,” ujarnya.

Ia juga meminta para Camat dan Lurah untuk lebih aktif turun ke lapangan dan mendengar langsung aspirasi warga.

Ia mendorong kolaborasi lintas jenjang birokrasi agar seluruh program pemerintah, termasuk penyelarasan dengan Ketua RT yang baru dilantik secara serentak, bisa berjalan efektif dan merata.

“Mudah-mudahan amanah yang diterima hari ini menjadi langkah awal menuju karier dan pelayanan yang lebih baik. Jadilah ASN yang memberi manfaat dan memahami arah pembangunan Kota Jambi Bahagia,” pungkas Wali Kota.

Sebagai penanda simbolis, pelantikan dilakukan dengan penyematan tanda pangkat dan jabatan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik.

Suasana khidmat, optimis dan penuh semangat menyelimuti momen tersebut, yang mencerminkan semangat baru dalam tata kelola birokrasi Kota Jambi.(*)




Cek Hewan Kurban, Wali Kota Maulana Pastikan Kurban Aman dan Harga Daging Tetap Terkendali

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi, Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah proaktif untuk memastikan seluruh hewan kurban yang akan disembelih berada dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi melepas sebanyak 42 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban pada Senin (2/6/2025).

Upacara pelepasan tersebut digelar di Peternakan Moro Seneng milik Pak Satiman di RT 21, Kelurahan Aur Duri, Kecamatan Telanaipura.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap sapi kurban milik Presiden RI, jenis Simental dengan bobot 770 kilogram, yang disiapkan khusus untuk masyarakat Kota Jambi.

Satgas pemeriksa ini terdiri dari petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, yang didukung oleh para mahasiswa dari Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Mereka akan bertugas memeriksa 4.300 ekor hewan kurban yang telah terdata, guna memastikan kondisi fisik dan kesehatannya layak untuk disembelih.

“Dari kebutuhan kita sekitar 3.900 ekor, tersedia 4.300. Jadi, jumlah hewan kurban di Kota Jambi bukan hanya cukup, tapi melebihi kebutuhan. Yang sekarang menjadi fokus utama kita adalah memastikan kesehatan hewan-hewan tersebut,” ujar Wali Kota Maulana.

Setiap petugas, lanjutnya, akan bertanggung jawab memeriksa sekitar 100 ekor hewan kurban. Di Peternakan Moro Seneng sendiri, sebanyak 204 ekor telah selesai diperiksa dan dinyatakan sehat.

“Saya juga sudah menyerahkan langsung sertifikat kelayakan hewan kurban kepada Pak Satiman selaku pemilik. Ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan daging kurban yang aman dan sehat,” ungkap Maulana.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Jambi juga akan melaksanakan pemotongan hewan kurban secara kolektif melalui partisipasi ASN dan keluarga besar Pemkot. Tahun ini, tercatat sebanyak 180 hewan kurban akan didistribusikan ke masyarakat, masjid, pegawai harian lepas (PHL), serta lembaga lainnya.

Dengan jumlah hewan kurban yang melebihi kebutuhan, Wali Kota menyampaikan bahwa hal ini berkontribusi terhadap stabilisasi harga komoditas, terutama daging, yang biasanya melonjak menjelang Idul Adha.

“Alhamdulillah, dengan ketersediaan yang cukup ini, harga daging tetap terkendali, sehingga masyarakat tidak terbebani,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Evridal Asri, Wali Kota turut secara simbolis memasang label sehat pada sapi bantuan Presiden RI, setelah dinyatakan sehat secara klinis oleh tim dokter hewan.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memastikan pelaksanaan kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dan stabilitas ekonomi di masa perayaan besar keagamaan.(*)




Bukan Sekedar Konser : Festival Tumpah Ruah HUT Kota Jambi Hadirkan Transformasi Sosial dan Ekonomi Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Puluhan ribu pasang mata tumpah ruah memadati kawasan Terminal Rawasari, Kecamatan Pasar Jambi, pada Minggu malam (1/6/2025), untuk menyaksikan kemeriahan Malam Hiburan Rakyat yang menjadi puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi ke-624 Tanah Pilih Pusako Batuah.

Acara ini juga merupakan penutup dari rangkaian Festival Tumpah Ruah, yang selama lima hari terakhir menyuguhkan ragam hiburan, edukasi, pelatihan, hingga pertunjukan seni dan olahraga komunitas.

Mengusung tema “Kolaborasi untuk Mewujudkan Kota Jambi Bahagia”, gelaran ini menjadi momentum penting dalam membangkitkan kawasan bersejarah Kota Tua Jambi dan memperkuat partisipasi generasi muda.

Kemeriahan di malam puncak itu, semakin terasa dengan penampilan spektakuler dari band legendaris tanah air, Kangen Band, yang sukses mengguncang panggung lewat tembang-tembang penuh nostalgia. Disusul artis muda berbakat, Kris Tomahu, dan Semiotika Band yang turut membangkitkan semangat penonton sejak awal acara.

Namun malam itu, tak hanya soal gemerlap musik dan cahaya. Salah satu momen paling mengharukan adalah ketika anak-anak difabel tampil menunjukkan talenta dan keterampilan mereka. Penampilan yang tulus dan penuh semangat tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh ribuan warga yang hadir.

Suasana pun berubah menjadi semakin haru saat Wali Kota dan Wakil Wali Kota beserta istri naik ke atas panggung untuk memberikan apresiasi secara langsung kepada para penyandang disabilitas yang berkreasi diatas panggung. Dalam momen penuh makna tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota masing-masing menerima setangkai bunga sebagai simbol penghormatan, sementara para istri mereka menerima jaket hasil karya tangan anak-anak difabel.

Gestur sederhana namun penuh makna ini menjadi cerminan nyata empati dan penghargaan tinggi dari para pemimpin daerah kepada seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali. Lebih dari sekedar seremoni, momen tersebut menyiratkan pesan bahwa Pemerintah Kota Jambi hadir untuk semua, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Tampilnya para penyandang disabilitas dalam malam puncak Festival Tumpah Ruah itu, merupakan inisiatif langsung dari Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang juga bertindak selaku Ketua Panitia Pelaksana. Gagasan ini dihadirkan sebagai bentuk nyata komitmen inklusivitas dan kepedulian dalam setiap ruang ekspresi publik.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Festival Tumpah Ruah adalah milik semua warga. Memberikan ruang bagi teman-teman disabilitas untuk tampil bukan hanya soal panggung, tapi juga pengakuan atas keberadaan dan potensi mereka sebagai bagian dari Kota Jambi Bahagia,” ungkap Diza.

Apresiasi kepada para difabel dalam acara itu menjadi pengingat bahwa pembangunan manusia bukan hanya tentang angka, tetapi tentang keberpihakan, kesetaraan, dan kasih sayang.

Para difabel yang terlibat pun tak sekedar tampil sebagai penerima apresiasi, melainkan sebagai pelaku aktif yang menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menciptakan karya dan menginspirasi.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Diza, kembali menegaskan, bahwa Festival Tumpah Ruah merupakan manifestasi dari revitalisasi ruang kota yang dipadukan dengan pemberdayaan generasi muda Kota Jambi. Terminal Rawasari yang dulunya dikenal sebagai pusat aktivitas masyarakat, kini kembali hidup melalui tangan-tangan kreatif anak muda.

“Pak Wali secara khusus meminta kami, para pemuda, untuk memanfaatkan kawasan ini. Alhamdulillah, teman-teman panitia semuanya warga Kota Jambi dan siap menggarap tantangan ini,” jelas Diza.

“Festival ini kami selenggarakan tanpa menggunakan event organizer (EO) komersial, semuanya murni hasil kolaborasi bersama komunitas-komunitas lokal,” lanjutnya.

Wawako Diza juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota atas kepercayaan besar yang diberikan kepada generasi muda. Festival tersebut, katanya bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang pengabdian masyarakat, yang dibuktikan melalui berbagai kegiatan lainnya seperti pelatihan membatik, pelatihan ekonomi kreatif, pameran seni rupa dari seniman lokal, hingga aksi komunitas olahraga sepeda, lari, dan breakdance.

“Meski pengalaman kami masih terbatas, tapi dengan diberi ruang dan kepercayaan, kami bisa membuktikan bahwa pemuda Kota Jambi mampu,” tegas Diza.

Dengan konsep Co-Working Space, Wawako Diza optimis, menjadikan Terminal Rawa Sari sebagai Ruang Millenial (Rumel) yang menjadi wadah kreativitas bagi talenta muda, wadah kolaborasi komunitas, serta ruang tumbuh bagi pelaku UMKM.

“Saya bersama Pak Wali Kota optimis Terminal ini akan bertransformasi menjadi sebuah pusat generasi muda dapat mengekspresikan diri dan mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan positif seperti pelatihan, workshop, hingga inkubasi usaha yang mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri dan inovatif,” ucap Diza dengan optimis.

Dirinya berharap, dengan kolaborasi dan kreativitas anak-anak muda, efek “Festival Tumpah Ruah” tidak berhenti sampai pada kegiatan ini semata, namun harus terus berkembang dan berkelanjutan.

“Sebagai Ketua Penyelenggara Festival ini, saya merasa sangat terhormat dapat berada di tengah-tengah para pemuda kreatif Kota Jambi. Harapan saya, ke depan, berbagai program yang akan digulirkan di Rumel ini dapat melibatkan mereka secara aktif, baik sebagai penggagas, pelaksana kegiatan, maupun motor penggerak komunitas dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia,” tutup Diza.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, dokter Maulana mengawali sambutannya dengan menyapa hangat ribuan warga yang memadati kawasan Terminal Rawasari. Dalam kesempatan itu, ia juga mengenang kejayaan terminal tersebut pada masa lalu, yang pernah menjadi pusat aktivitas warga Kota Jambi.

“Rasanya, siapa pun yang tinggal di Kota Jambi pasti pernah ke sini naik angkot berwarna-warni,” kenangnya, disambut tepuk tangan warga.

Namun, lanjutnya, kawasan ini perlahan ditinggalkan akibat terputusnya hubungan antara pasar tradisional dan aktivitas masyarakat modern. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah strategis dengan melakukan penataan ulang dan menunjuk Wakil Wali Kota sebagai representasi generasi muda untuk memimpin kebangkitan kawasan ini.

“Kami gabungkan warisan masa lalu dengan semangat kekinian. Hasilnya adalah Festival Tumpah Ruah, kolaborasi besar antara pemerintah, komunitas, dan anak-anak muda Kota Jambi,” ujar Wali Kota.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kesuksesan Festival Tumpah Ruah yang mampu mencatat hingga 60.000 kunjungan dengan transaksi mencapai 1,2 miliyar.

“Ini bukti bahwa saat anak muda diberi ruang dan kepercayaan, mereka mampu menghadirkan perubahan,” tambahnya.

Wali Kota Maulana juga menyampaikan Kawasan Tua, Pasar Jambi ini akan segera direvitalisasi, dengan mencontoh apa yang telah dilakukan di sejumlah kota-kota besar di Indonesia, bahkan juga dunia, dimana sudah membangun kembali Kota Tuanya dengan pendekatan menggabungkan unsur tradisional dan modern.

“Sudah waktunya kita membangun kawasan Kota Tua Pasar Jambi ini. Kita akan siapkan menjadi pusat kuliner, dan terminal ini juga harus kita hidupkan kembali dengan konsep ramah lingkungan. Bukan sekedar terminal, tetapi menjadi simpul ekonomi dan budaya baru. Bus listrik akan segera hadir di kota ini, namun kita juga akan memberdayakan angkot sebagai feeder, untuk mengantar warga menuju titik-titik strategis di seluruh penjuru Kota Jambi,” ujar Wali Kota Maulana.

Dengan revitalisasi kawasan Terminal Rawasari sebagai contoh sukses, Pemerintah Kota Jambi akan melanjutkan penataan ruang publik lainnya, termasuk kawasan pasar tradisional, pusat kegiatan seni, dan ruang terbuka hijau berbasis komunitas.

“InsyaAllah, ini baru permulaan. Ke depan, kita akan hidupkan lebih banyak ruang kolaboratif seperti ini, dimana ekonomi bergerak, kreativitas tumbuh, dan masyarakat merasa bahagia menjadi bagian dari kotanya sendiri,” terang Maulana.

Sebagai kota perdagangan dan jasa, Maulana kembali menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung Sport Tourism secara berkelanjutan yang memberikan multiplier effect bagi daerah.

“Contohnya sudah kita lakukan satu bulan penuh ini dalam menyambut HUT Kota Jambi dan Tanah Pilih Pusako Batuah dengan konsep Sport Tourism, perpaduan antara olahraga dan pariwisata, dimana kegiatan olahraga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan ke suatu tempat. Wisatawan dapat menyaksikan event olahraga atau bahkan berpartisipasi secara aktif. Konsep ini sekaligus ajang mempromosikan daerah tidak hanya di tingkat regional, nasional bahkan internasional yang tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Turut hadir pada Malam Hiburan Rakyat itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi Warsono, mewakili Gubernur Jambi Asisten II Setda Provinsi Jambi Johansyah, Anggota DPRD Provinsi Jambi Muhammad Nasir, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kajari Jambi M. N. Ingratubun, perwakilan unsur Forkopimda kota Jambi lainnya, tokoh masyarakat Jambi H. Hazrin Nurdin, Sekda A Ridwan, beserta jajaran Pemkot Jambi, Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana, Ketua GOW Kota Jambi Marsha Lystia Diza, Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, serta tamu undangan lainnya.(*)