Hari Donor Darah Sedunia, Wali Kota Jambi Serukan Budaya Donor di Kalangan Pelajar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Ratusan siswa SMP dan SMA se-Kota Jambi yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) dan Palang Merah Indonesia (PMI) mengikuti apel puncak peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2025 tingkat Kota Jambi.

Kegiatan ini digelar di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Senin (16/6/2025).

Acara apel berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. Turut hadir Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., Sekretaris Daerah A. Ridwan, Sekretaris PMI Provinsi Jambi, Syarasaddin, serta Ketua PMI Kota Jambi, M. Nasir.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran dan semangat kemanusiaan melalui gerakan donor darah.

“Donor darah adalah donor harapan. Melalui setetes darah, kita bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” ujarnya.

Wali Kota juga mengapresiasi peran PMI Kota Jambi dalam memenuhi kebutuhan darah serta tanggap terhadap bencana.

Ia menyebut gerakan donor darah sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda.

“Gerakan donor darah ini adalah latihan kemanusiaan yang luar biasa. Ini juga menjadi cara untuk menjauhkan anak muda dari pengaruh negatif,” tambahnya.

Maulana mendorong PMR dan PMI agar terus membina generasi muda melalui kegiatan positif dan adaptif terhadap era digital.

Usai apel, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi meninjau langsung kegiatan donor darah massal yang digelar PMI Kota Jambi.

Ketua PMI Kota Jambi, M. Nasir, mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari budaya hidup.

“Setiap tetes darah adalah harapan hidup. Mari jadikan donor darah sebagai gaya hidup, khususnya di kalangan milenial,” katanya.

Nasir juga mengungkapkan bahwa saat ini PMI Kota Jambi hanya mampu memenuhi sekitar 65 persen kebutuhan darah harian, dengan rata-rata 2.200–2.600 kantong darah per bulan.

“Untuk mencukupi kebutuhan minimal 127 kantong darah per hari, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, sebanyak 23 kelurahan di Kota Jambi telah membentuk Kampung Donor Darah Bahagia guna memperkuat gerakan donor darah dari tingkat komunitas.(*)




Tegaskan Tak Ada Calo dan Titipan dalam SPMB 2025, Walikota Jambi: Laporkan!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, menegaskan bahwa pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di Kota Jambi harus berjalan transparan dan bersih dari praktik percaloan, titipan, serta gratifikasi.

Ia menyampaikan, jika pihaknya telah menerima laporan adanya indikasi kecurangan dalam proses ini dan akan menindak tegas jika ditemukan bukti yang sah.

“Tidak boleh ada calo, tidak ada titipan, dan tidak boleh ada gratifikasi. Jika ketahuan, akan langsung ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Maulana saat memberikan pernyataan resmi.

Lebih lanjut, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya komitmen terhadap program Wajib Belajar 13 Tahun yang sedang digalakkan Pemerintah Kota Jambi.

Ia meminta seluruh pihak, baik panitia SPMB, instansi terkait, maupun masyarakat umum untuk mengawasi jalannya proses seleksi secara bersama-sama.

“Mari kita awasi bersama. Jangan ada yang bermain-main dengan masa depan pendidikan anak-anak kita. Ini soal keadilan dan hak setiap pelajar,” ujar Maulana.

Pemerintah Kota Jambi juga membuka kanal pengaduan masyarakat bagi siapa saja yang mengetahui adanya pelanggaran selama proses SPMB berlangsung.

Semua laporan akan diverifikasi dan ditindaklanjuti dengan cepat dan profesional.

Dengan sikap tegas ini, Pemkot Jambi ingin memastikan bahwa akses pendidikan tetap adil, bersih, dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik.(*)




Panggung Harmoni Bahagia Tanah Pilih, Hibur Pengunjung Rumel Rawasari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi konsisten mengembangkan Terminal Rawasari menjadi Ruang Milenial (Rumel), sebagai wadah kreatif, edukatif, dan produktif bagi generasi muda. Kawasan itu disulap menjadi ruang publik multifungsi yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas kepemudaan, seni, budaya, namun juga menjadi tempat pengembangan UMKM dan kewirausahaan lokal.

Mengusung konsep terbuka dan inklusif, Rumel Rawasari dengan ikon Kota Tua Pasar Jambi yang menggabungkan konsep tradisional dan modern terus menjadi episentrum tumbuhnya ide-ide segar dan kolaborasi antar komunitas di Kota Jambi

Hal itu kembali tampak saat digelarnya “Harmoni Bahagia Tanah Pilih Kota Jambi” yang digelar oleh Forum Camat se-Kota Jambi, pada Sabtu malam (14/6/2025).

Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., serta Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A.

Disambut antusias masyarakat, kegiatan “Harmoni Bahagia Tanah Pilih Kota Jambi” menghadirkan beragam agenda menarik. Mulai dari kehadiran tenan-tenan UMKM dari seluruh kecamatan se-Kota Jambi yang memamerkan produk-produk unggulan masing-masing wilayah, pertunjukan kesenian daerah, hingga penampilan band-band lokal Jambi yang menambah semarak suasana.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan, kegiatan-kegiatan yang digelar di kawasan kota tua ini juga merupakan bagian dari membangkitkan kembali pusat-pusat ekonomi, baik yang telah ada maupun yang akan dikembangkan. Namun tetap tidak menghilangkan ciri khas dan lokal sejarah yang ada.

“Ini adalah tempat yang sangat melegenda, oleh karena itu, kawasan ini harus dibangun kembali untuk menciptakan dan mengembalikan transaksi-transakai ekonomi pada masanya,” tekannya.

Maulana mengungkap, dikawasan pasar Jambi itu juga akan digelar pertunjukan bertajuk “Sungai Asam Festival” yang akan digelar pada setiap Sabtu dan Minggu pertama di awal bulan.

“Kegiatan ini nantinya akan menitik beratkan pada etnik dan kultur budaya yang ada di kota Jambi. Mulai dari Melayu, Arab, India dan Tionghoa, hehingga dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung yang sudah tentu akan menggerakkan sektor ekonomi yang berdampak pada pendapatan daerah. Sekaligus juga menunjukkan Harmoni Bahagia di Tanah Pilih Pusako Batuah yang kita cintai ini,” lanjutnya.

Maulana juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong secara bergiliran partisipasi berbagai elemen, mulai dari Perangkat Daerah, para Camat, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, hingga Forum Dekranasda, guna menggelar berbagai kegiatan secara rutin di kawasan Kota Tua Pasar Jambi.

“Intinya, setiap Sabtu dan Minggu harus ada kegiatan. Sehingga terminal ini benar-benar hidup dan terintegrasi antara nuansa tradisional dan sentuhan modern,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus mendatang, Wali Kota Maulana, menyampaikan rencananya untuk mempercantik kawasan Pasar dengan nuansa merah putih. Ia akan mendorong para pemilik bangunan untuk bersama-sama menghias bangunan mereka dengan warna kebanggaan bendera Merah Putih, guna menciptakan suasana yang semarak dan patriotik.

Sebelumnya, Pemkot Jambi sukses menggelar “Festival Tumpah Ruah”. Kesuksesan Festival Tumpah Ruah menjadi bukti nyata bahwa ruang-ruang publik di Kota Jambi mampu disulap menjadi pusat keramaian yang hidup, kreatif, dan penuh semangat kolaboratif. Festival yang dipadati ribuan pengunjung itu bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah ekspresi budaya, promosi UMKM, dan kebanggaan kota.

Keberhasilan itulah yang kini menjadi pijakan semangat untuk menghadirkan lebih banyak lagi kegiatan serupa, termasuk di kawasan Kota Tua Pasar Jambi dan Rumel Rawasari, yang terus dikembangkan sebagai ruang interaksi milenial, tradisi, dan inovasi.

Turut hadir dikesempatan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) A Ridwan, Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian, Camat dan Lurah, para Ketua TP PKK Kecamatan se-Kota Jambi serta masyarakat yang turut antusias menyaksikan.(*)




Wali Kota Maulana Cetuskan Gerakan Masif : Gotong Royong Serentak di 1.650 RT se-Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025, Pemerintah Kota Jambi menggelar aksi nyata yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Pada Minggu pagi (15/6/2025), Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., turun langsung memimpin Gotong Royong Serentak se-Kota Jambi, sebuah gerakan kolaboratif untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dipusatkan di Rest Area Kawasan Wisata Danau Sipin, aksi gotong royong ini serentak dilaksanakan di 1.650 Rukun Tetangga (RT) se-Kota Jambi, dan juga menjadi bagian dari program 100 Hari Kerja RT, sebagai wujud komitmen bersama dalam menjadikan Kota Jambi yang bersih dan tertib.

Berdasarkan pantauan dilapangan, kegiatan gotong royong masal ini berlangsung semarak dan penuh semangat. Ribuan warga di berbagai penjuru kota tumpah ruah di lingkungan RT masing-masing, berpartisipasi aktif membersihkan selokan, menata taman, hingga merapikan fasilitas umum. Suasana kekeluargaan dan semangat gotong royong terasa kuat, menjadikan momen ini sebagai tonggak budaya kebersamaan warga menjaga lingkungan Kota Jambi tetap bersih dan sehat.

Yang menarik dalam rangkaian kegiatan itu, Wali Kota Maulana dan Wawako Diza juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyapa langsung ratusan Ketua RT dan warga yang sedang bergotong royong melalui sambungan virtual. Dialog hangat pun terjalin antara pemimpin dan masyarakat di akar rumput. Sambutan antusias dari para Ketua RT dan warga yang terhubung secara daring itu menunjukkan semangat kolektif yang kuat dalam menjaga lingkungan.

Tidak hanya melaporkan kegiatan gotong royong yang sedang berlangsung dilingkungannya, sebagian RT lagi memanfaatkan dialog daring bersama Wali Kota dan Wawako itu untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan warga. Beragam isu pun mencuat dalam dialog tersebut, mulai dari persoalan pengelolaan sampah, perbaikan drainase, kondisi jalan lingkungan, hingga kebutuhan penerangan jalan.

Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasinya kepada warga yang aktif dalam gotong royong setentak itu. Ia juga mendengarkan satu-persatu dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan warga melalui dialog daring itu.

“Saya salut dengan kekompakan warga kita yang hari ini serentak melaksanakan gotong royong dilingkungan masing-masing. Kekompakan seperti inilah yang menjadi modal kita untuk mempercepat terwujudnya Kota Jambi Bahagia,” ujar Wali Kota Maulana.

“Melalui dialog daring ini, Saya juga mendengarkan langsung satu per satu aspirasi dari warga. Dan beberapa hal yang disampaikan tadi langsung Saya tindaklanjuti saat ini juga. Misalnya, terkait kabel listrik di salah satu RT, Saya langsung menghubungi pihak PLN untuk segera melakukan penataan. Begitu pula dengan persoalan penerangan jalan, Saya telah menginstruksikan Kepala Dinas dan jajaran terkait untuk segera merealisasikan pemasangan titik-titik lampu yang dibutuhkan masyarakat. Kami berkomitmen, bahwa perbaikan infrastruktur jalan, drainase dan penerangan akan menjadi prioritas utama, khususnya di kawasan strategis yang menjadi akses utama menuju permukiman warga, rumah ibadah, sekolah, dan pemakaman. Titik-titik tersebut akan kami tangani terlebih dahulu secara bertahap dan terencana,” lanjutnya.

Dalam arahannya di hadapan para Ketua RT dan warga yang terhubung secara virtual itu, Wali Kota Maulana menekankan, pentingnya momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk menguatkan semangat pengelolaan sampah yang kolaboratif di tingkat komunitas. Menurutnya, partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari upaya bersama untuk merealisasikan visi “Kota Jambi Bahagia” yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Jadi kedepan kita akan dorong sistem pengelolaan sampah tertutup yang dipilah langsung dari rumah tangga, diangkut langsung oleh gerobak motor (Germo). Dalam hal ini peranan Ketua RT sangat dibutuhkan, sehingga tidak ada lagi sampah di TPS liar pinggir jalan,” tekannya.

Sementara itu, terkait dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Jambi dengan PT. Regen Bioteknologi Solusi Indonesia mengenai pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, Wali Maulana menegaskan, bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian strategis dalam membangun sistem persampahan yang lebih modern dan berkelanjutan di Kota Jambi.

“Hadirnya fasilitas pengelolaan sampah ini tentu akan memberikan kontribusi besar, tidak hanya dalam mengurangi volume sampah, tetapi juga dalam mendorong peningkatan pendapatan daerah serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” terang Maulana.

Ia menambahkan, dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi, didukung kolaborasi lintas sektor yang solid, Pemerintah Kota Jambi optimistis dapat mencapai target besar yang telah ditetapkan.

“Dengan dukungan semua pihak, saya yakin target kita untuk mewujudkan ‘zero waste’ di pinggir jalan pada tahun depan bukanlah hal yang mustahil,” ucapnya optimis.

Wali Kota Maulana, menegaskan bahwa salah satu aspek terpenting dari kegiatan gotong royong itu adalah menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kebersihan sungai, danau, serta saluran drainase dari ancaman sampah plastik yang sulit terurai dan dapat merusak ekosistem air.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran kolektif agar kita semua peduli terhadap lingkungan, termasuk menjaga kebersihan sungai, anak-anak sungai, danau, hingga saluran drainase di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Ia kembali menekankan, persoalan kebersihan tidak dapat ditangani oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Yang perlu kita pahami bersama, bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kolektif, bukan semata-mata tugas pemerintah saja,” tekannya.

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana mengingatkan, bahwa persoalan persampahan merupakan program prioritas yang juga berkaitan erat dengan upaya pengembangan sektor pariwisata di Kota Jambi. Menurutnya, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam menciptakan daya tarik dan kenyamanan bagi wisatawan.

“Tidak mungkin kita menggelar event-event besar jika kota kita masih kotor dan tidak ramah bagi wisatawan. Kondisi seperti itu bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga berpotensi menimbulkan penyakit,” ungkapnya.

Ia pun optimistis, melalui pemilihan dan pelantikan para Ketua RT serta semangat kebersamaan yang terus dibangun, persoalan sampah di Kota Jambi dapat ditangani secara lebih efektif.

“Dengan kekompakan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, Saya yakin persoalan sampah ini bisa kita selesaikan bersama. Selamat Pak Ketua RT, teruslah berbuat yang terbaik untuk masyarakat di lingkungan masing-masing. Semoga Allah SWT membalas setiap niat baik dan usaha kita semua,” tutup Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, anggota DPR-RI H. A. Bakri, yang hadir langsung dalam kegiatan gotong royong serentak Pemkot Jambi itu turut menyampaikan apresiasinya.

“Saya mendukung penuh gerakan Pak Wali Kota Jambi bersama Wakil Wali Kota dan jajaran sebagai upaya memperindah wilayah Jambi ini sebagai role modelnya Provinsi Jambi,” katanya.

“Kegiatan seperti ini juga bukan kali ini saja, namun Pemerintah Kota Jambi sudah melakukannya setiap hari melalui dinas terkait yang secara rutin menjaga kebersihan dan keindahan Kota Jambi,” singkatnya.

Kegiatan gotong royong serentak Pemkot Jambi dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini diawali dengan Apel Gabungan personel yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi.

Dalam rangakaian acara itu, juga dilakukan penandatanganan Pakta Integritas tentang Pengelolaan Sampah Secara Tertutup yang ditandatangani oleh seluruh Camat se-Kota Jambi yang disaksikan langsung oleh Wali Kota Jambi.

Turut hadir secara langsung di lokasi pusat kegiatan tersebut, Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf. Yoga Cahya Prasetya, Kabag Ops Polresta Jambi Kompol Army, Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan beserta jajaran Pemerintah Kota Jambi, Ketua I TP PKK Kota Jambi Marsha Lystia, serta Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan.(*)




Tingkatkan Deteksi Penyakit Jantung, Heartology Kenalkan Terobosan Penanganan Penyakit Katup Jantung ke Kalangan Medis Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia, termasuk di Jambi.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi penyakit jantung di Provinsi Jambi tercatat sebesar 1,56%, dengan kasus tertinggi pada kelompok usia di atas 50 tahun.

Salah satu penyakit yang sering luput dikenali namun dapat berujung fatal adalah penyakit katup jantung.

Penyakit katup jantung dapat terjadi di semua katup jantung yang ada, yaitu katup aorta, katup mitral, katup trikuspid atau katup pulmonal.

Gangguan fungsi dapat berupa katup yang sulit untuk membuka (stenosis) atau katup yang tidak dapat menutup dengan rapat (bocor/regurgitasi).

Katup jantung dapat juga terkena infeksi. Pada orang dewasa, stenosis katup aorta, kebocoran katup mitral atau stenosis katup mitral merupakan penyakit katup jantung yang lebih sering ditemukan.

Kondisi ini kerap disebut sebagai “silent killer” karena sering baru terdeteksi saat sudah parah.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai penyakit katup jantung serta tantangan intervensinya, Heartology Cardiovascular Center–rumah sakit spesialis jantung–mengadakan diskusi medis bersama para dokter umum di Jambi.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K), Consultant Cardiologist Heartology Cardiovascular Hospital, untuk berbagi wawasan klinis dan teknologi terkini dalam menangani kasus-kasus katup jantung kompleks.

“Penyakit katup jantung dapat berkembang secara perlahan tanpa gejala khas, hingga tiba-tiba menyebabkan sesak napas, nyeri dada, berdebar-debar atau bahkan gagal jantung. Penyakit ini bisa dikenali lebih dini jika gejala-gejalanya dipahami dengan baik. Namun tidak jarang pasien datang dalam kondisi sudah rumit, termasuk adanya penyumbatan di arteri koroner akibat kalsifikasi. Maka dari itu, bila ada gejala-gejala di atas yang bisa merupakan tanda peringatan awal, se ringan apapun hendaknya jangan disepelekan,” ungkap Dr. Denio.

Penyakit Katup Jantung, Ancaman Tersembunyi bagi Pasien Jantung

Di negara-negara maju dengan penghasilan yang tinggi, proses penuaan atau degeneratif merupakan penyebab tersering penyakit katup.

Di negara-negara yang sedang berkembang dengan pendapatan yang lebih rendah, sekuele atau gejala sisa dari penyakit demam rematik akut (penyakit jantung rematik) mendominasi penyebab penyakit katup jantung pada populasi dewasa muda.

Proses penuaan ataupun penyakit jantung rematik membuat perubahan fungsi katup yang umumnya timbul secara perlahan namun progresif.

Fase penyakit yang tidak menimbulkan gejala dapat berlangsung cukup lama. Dengan berjalannya waktu, gejala dan komplikasi dapat timbul, mulai dari yang ringan (seperti sesak, nyeri dada dengan aktivitas, kaki bengkak) hingga yang berat (seperti pingsan, sesak di saat istirahat dan gagal jantung).

Beban kerja jantung yang di fase awal masih dapat ditolerir, lama kelamaan akan menjadi lebih berat sehingga mengganggu fungsi jantung dan menyebabkan perubahan struktur jantung seperti penebalan dinding jantung atau pembengkakan rongga jantung.

Perubahan atau kerusakan terus menerus dapat menurunkan fungsi pompa jantung. Hal ini sangat menentukan prognosis atau luaran jangka panjang penyakit katup jantung.

Penanganan Penyakit Katup Jantung

Pengenalan dan deteksi dini mempunyai peranan yang sangat penting dalam penanganan penyakit katup jantung.

Alat Ultrasonografi (USG) jantung atau dikenal juga dengan Echokardiografi dengan teknologi yang mutakhir merupakan penunjang diagnostik yang menentukan dalam penegakan Diagnosis penyakit katup jantung.

“Penanganan tergantung dari derajat keparahan penyakit katup jantungnya. Pengobatan yang optimal sesuai panduan dari asosiasi jantung nasional maupun internasional dapat membantu mengurangi gejala, namun pada kelainan katup yang berat diperlukan tatalaksana invasif (bedah vs intervensi). Penanganan bedah untuk mengganti atau mereparasi dapat dilakukan dengan membelah rongga dada baik secara konvensional di tengah atau dengan teknik operasi minimal invasif.” Jelas dr Denio.

Penanganan intevensi dilakukan dengan mengganti katup yang lama dengan katup yang baru melalui akses perkutan seperti pada kateterisasi jantung, bukan secara pembedahan dengan membelah rongga dada.

Contoh teknik ini adalah penggantian katup Aorta yang disebut TAVI (transcatheter Aortic Valve Implantation) yang mengganti katup Aorta lama dengan baru menggunakan kateter. Teknik intervensi lain adalah mengurangi kebocoran katup jantung mitral dengan MitraClip, teknik menjepit daun-daun katup mitral yang menyebabkan kebocoran dengan menggunakan kateter.

Untuk katup Trikuspid, terdapat teknik TricValve yang dapat mengurangi beban kerja jantung pada kebocoran katup Trikuspid yang berat. Kelainan pada katup Pulmonal juga dapat ditangani dengan kateterisasi, baik penyempitan maupun kebocoran.

Terkadang penyakit katup jantung bisa juga disertai dengan adanya penyempitan pembuluh darah koroner yang juga membutuhkan penanganan.

Pada kasus seperti ini, penanganan menyeluruh secara bedah bisa menjadi pilihan utama.

Teknik-teknik intervensi yang disebut di atas dapat menjadi alternatif pada kasus-kasus dimana bedah tidak dapat dilakukan karena adanya faktor penyulit atau risiko bedah yang tinggi.

Dalam praktik klinis, penanganan penyakit katup jantung membutuhkan ketepatan waktu mendeteksi dan terapi, baik obat-obatan maupun secara prosedural.

Ketepatan mengenali gejala dan diagnosis akan menentukan luaran jangka panjang pasien.

Selain itu, screening dengan menggunakan echokardiografi membantu dalam mendeteksi kelainan pada katup jantung.

Penjagaan dengan mencegah sklerosis pada katup dapat juga dicapai dengan menjaga kadar kolesterol dan gula.

Diskusi ini juga menjadi bagian dari upaya Heartology memperluas kolaborasi dengan dokter-dokter umum di luar Jakarta, termasuk di Jambi, sebagai mitra rujukan.

Harapannya, pasien dengan indikasi penyakit katup jantung atau kasus-kasus jantung kompleks bisa segera dideteksi dan bila diperlukan dapat dirujuk ke fasilitas spesialis yang tepat.

Hingga 2025, hampir 60% pasien Heartology berasal dari luar Jakarta—menunjukkan bahwa masyarakat di berbagai daerah semakin teredukasi dan percaya terhadap kemampuan Heartology dalam menangani kasus jantung yang kompleks, didukung oleh teknologi terkini dan tim dokter subspesialis multidisipliner.

Heartology Cardiovascular Hospital merupakan pusat layanan jantung dan pembuluh darah yang berfokus pada diagnostik, tindakan intervensi dan bedah pada jantung dan pembuluh darah.

Berdiri di akhir 2023, hingga kini, Heartology ditopang oleh 28 dokter sub-spesialis multi disipliner yang bekerja secara tim dan menangani setiap kasus jantung dan pembuluh darah secara maksimal.

Sebagai rumah sakit spesialis jantung, Heartology mampu menangani berbagai kondisi kesehatan jantung, dari mulai diagnostik jantung dan pembuluh darah, intervensi kardiologi dan pembuluh darah, gangguan irama jantung, jantung pediatrik, struktural sampai bedah jantung. (*)




Heartology Cardiovascular Hospital Perkuat Kolaborasi untuk Atasi Penyakit Katup Jantung di Jambi

Jambi, sepucukjambi.id – Penyakit katup jantung masih menjadi salah satu kondisi serius yang kerap tidak terdeteksi sejak dini.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dr med dr Denio Ridjab, Sp JP(K) FIHA, FESC mengungkapkan, hal ini disebabkan karena penyakit ini berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan gejala khas, sehingga banyak pasien datang dalam kondisi sudah parah.

Dalam sejumlah kasus, penyakit katup jantung juga disertai komplikasi lain seperti Kalsifikasi Arteri Koroner (KAK), yang membuat penanganannya menjadi lebih kompleks.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat berujung pada gagal jantung bahkan kematian mendadak.

Menanggapi hal ini, Heartology Cardiovascular Hospital sebagai rumah sakit khusus jantung berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran dan pemahaman para tenaga medis, terutama dokter umum di daerah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas kerja sama dan diskusi ilmiah dengan para dokter di wilayah seperti Jambi.

“Melalui kegiatan diskusi dan edukasi, kami ingin mendorong deteksi dini yang lebih tepat dan akurat terhadap penyakit jantung, khususnya katup jantung,” kata dia.

“Peran dokter umum di daerah sangat penting dalam mengenali tanda-tanda awal,” ujar perwakilan Heartology.

Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat sistem rujukan dan penanganan penyakit jantung di Indonesia.

Sehingga pasien bisa mendapatkan perawatan yang sesuai sejak tahap awal.

Heartology juga menegaskan bahwa, edukasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas profesi menjadi kunci dalam mengurangi angka keterlambatan diagnosis dan komplikasi penyakit jantung di masa mendatang.

Disamping itu, kata dia oenyakit katup jantung di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan Menurut Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS), pembiayaan kesehatan terbesar tahun 2022 adalah untuk penyakit jantung yakni sebesar Rp 12.144 triliun.

Prinsip tata laksana definitif penyakit katup jantung perbaikan atau penggantian katup melalui pembedahan atau onbedah yang berbiaya tinggi intervensi

Sementara dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018, Kata dia, melaporkan 1.017.290 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung. Prevalensi penyakit katup jantung diperkirakan berkisar antara 2-5%.

“Prevalensi meningkat menjadi 13% pada usia di atas 75 tahun,” jelasnya.

Dia juga membeberkan jenis-jenis penyakit katup jantung. Seperti Stenosis, yakni katup Aorta, katup mitral pada dewasa, Regurgitasi katup mitral, katup tricuspid.

“Penyebab Primer, kelainan pada katupnya, misal sklerosis atau putusnya muskulus papilaris/korda tendinae,” sebutnya.

“Kemudian sekunder biasanya pada regurgitasi, misal pada dilatasi ventrikel kiri,” pungkasnya. (*)




Keren! Dipimpin Walikota, 1.650 RT di Kota Jambi Serentak Gotong-Royong Bersama

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemerintah Kota Jambi menggelar aksi gotong royong massal yang melibatkan 1.650 Rukun Tetangga (RT) secara serentak.

Kegiatan yang digelar pada Minggu (15/6) ini mengusung semangat kolaborasi antara warga, RT, lurah, camat, jajaran TNI/Polri, serta seluruh aparatur Pemerintah Kota Jambi.

Aksi ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, bersama Wakil Wali Kota Jambi*, Diza Aljosha Hazra, di kawasan wisata Danau Sipin.

Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup di Kota Jambi.

“Gotong royong ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari gerakan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya hidup bersih dan sehat,” tegas Maulana.

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa untuk mewujudkan Kota Jambi yang bersih dan sehat, dibutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya bersama.

“Kalau 1.650 RT kompak gotong royong, maka Jambi benar-benar bergerak. Kita ingin menjadikan lingkungan bersih sebagai gaya hidup masyarakat Kota Jambi,” ujarnya.

Maulana juga mengingatkan pentingnya menjaga area publik, terutama kawasan wisata seperti Danau Sipin, dari sampah dan polusi.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga keindahan dan kenyamanan kota.

Pantauan di berbagai wilayah Kota Jambi menunjukkan antusiasme tinggi dari warga.

Dari pusat kota hingga kawasan pinggiran, masyarakat terlihat kompak membersihkan saluran air, merapikan taman, dan mengangkut sampah rumah tangga.

Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih kuat tertanam di tengah masyarakat.

Kegiatan gotong royong serentak ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga lingkungan bersih dan sehat.

Pemerintah Kota Jambi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala demi menciptakan kota yang nyaman dan layak huni.(*)




Wawako Diza Hadir, Pemkot Jambi Tunjukkan Komitmen Nyata untuk Anak Disabilitas

JAMBi, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif. Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., hadir dan secara resmi membuka kegiatan bertajuk “Satu Hari Bersama Anak Disabilitas” Kota Jambi Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Insani Anak Istimewa, Kelurahan Selamat, Kecamatan Danau Sipin, pada Sabtu (14/6/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema “Meningkatkan Kemampuan dan Memberi Ruang yang Sama kepada Anak Disabilitas”, sebagai bentuk dukungan terhadap kesetaraan hak dan partisipasi aktif anak-anak penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Kota Jambi Yunita Indrawati, Camat Danau Sipin Efrin, Kepala Yayasan Bina Insani Terapi Edy Purnomo, Ketua dan Founder Forum Anak Disabilitas Amanda, serta para volunteer yang terlibat secara aktif dalam mendampingi dan memfasilitasi anak-anak peserta kegiatan.

Melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan, seperti aktivitas melukis yang menjadi wadah kreativitas dan sarana pengenalan diri bagi anak-anak disabilitas, kegiatan “Satu Hari Bersama Anak Disabilitas” berlangsung dalam suasana yang hangat, penuh kekeluargaan, dan kebersamaan.
Nuansa tersebut kian terasa dengan kehadiran Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang secara aktif berinteraksi dan berbaur dengan para peserta, memperlihatkan kepedulian dan komitmen nyata Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak disabilitas secara inklusif dan setara.

Dalam sambutannya, Wawako Diza mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada Ketua Yayasan Bina Insani Anak Istimewa Jambi beserta seluruh pengurus yang telah berpartisipasi dalam mencurahkan kasih sayangnya kepada anak-anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.

“Atas nama Pemerintah Kota Jambi dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para pendidik, pendamping, serta relawan yang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan telah mendidik, menguatkan, dan memotivasi anak-anak disabilitas, termasuk para orang tua mereka. Upaya ini sangat mulia, karena turut membantu mewujudkan generasi yang mandiri dan memiliki pengetahuan serta keterampilan yang baik,” ujar Wawako Diza.

Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya pemahaman dan dukungan terhadap penyandang autisme yang kerap menghadapi hambatan dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, sebuah kondisi yang memengaruhi kemampuan mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Oleh karena itu, kehadiran kita semua sebagai lingkungan yang inklusif sangat dibutuhkan untuk membuka jalan bagi mereka agar tetap tumbuh, belajar, dan berkembang dengan baik,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengungkapkan pentingnya keberagaman metode pembelajaran dalam mendukung pendidikan dan kehidupan anak-anak istimewa, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara setara serta berdampingan dengan masyarakat lainnya.

“Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk terus berupaya menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai penanganan anak-anak istimewa. Ilmu dan pendekatan dalam dunia pendidikan dan terapi akan terus berkembang dan maju. Saat ini telah banyak metode yang dikembangkan oleh para ahli, baik melalui teknik terapi modern maupun pendekatan tradisional, yang tentu sangat bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak istimewa kita,” ungkap Diza.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Satu Hari Bersama Anak Disabilitas, yang tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Kota Jambi untuk lebih memahami dunia pendidikan dan kebutuhan anak-anak disabilitas.

“Sering kali kita tidak menyadari bahwa sebagian anak penyandang disabilitas, terutama dengan spektrum autisme, sebenarnya memiliki tingkat kecerdasan (IQ) yang sama atau bahkan lebih tinggi dari anak-anak pada umumnya. Namun, keterbatasan pada sistem sensorik membuat mereka sangat sensitif terhadap rangsangan dari lingkungan sekitar,” ujar Diza.

Ia menambahkan, bahwa anak-anak penyandang disabilitas memerlukan pendekatan yang khusus dan berkelanjutan.

“Penanganannya tidak cukup hanya melalui pemberian obat-obatan, tetapi juga harus disertai dengan terapi dan stimulasi jangka panjang. Inilah mengapa mereka disebut anak berkebutuhan khusus, karena membutuhkan perhatian dan metode pembelajaran yang berbeda dan tepat sasaran,” sebutnya.

Ia pun menyampaikan harapannya agar kegiatan Satu Hari Bersama Anak Disabilitas ini dapat membuka wawasan masyarakat terhadap penyandang autisme dan disabilitas lainnya. Dengan demikian, akan tumbuh pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus, sebagaimana halnya masyarakat umum.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana yang positif untuk menyalurkan bakat dan keterampilan anak-anak disabilitas, sekaligus membangun rasa percaya diri mereka. Ini penting untuk memberikan motivasi, baik bagi anak-anak maupun para orang tua, agar terus semangat dalam belajar, berlatih, dan bersosialisasi dengan lingkungan yang lebih luas,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Faris Akbar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diinisiasi oleh Forum Disabilitas dan Bina Insani Terapi, sebagai lembaga yang aktif mendampingi dan menaungi para penyandang disabilitas di Provinsi Jambi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun ruang kebersamaan serta memberikan wadah ekspresi bagi adik-adik disabilitas yang luar biasa. Mereka layak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki,” ujar Faris.

Ia juga menyoroti masih banyaknya persoalan yang dihadapi anak-anak berkebutuhan khusus di tengah masyarakat, mulai dari keterbatasan akses, minimnya sarana pendukung, hingga diskriminasi dan eksploitasi. Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Jambi dapat terus memberikan dukungan nyata dan berkelanjutan bagi komunitas disabilitas.

“Masih banyak saudara-saudara kita yang belum terjangkau oleh layanan dan ruang pengembangan yang memadai. Mereka hidup dalam keterbatasan ruang lingkup, bahkan masih menghadapi diskriminasi. Padahal mereka memiliki hak yang sama sebagai warga negara, untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara ini,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Faris juga menyampaikan pesan semangat bagi anak-anak penyintas disabilitas. Ia mendorong mereka untuk tetap berpikir positif, terus belajar, dan berupaya menjadi pribadi yang bermanfaat, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat luas.

Sebagaimana diketahui, dalam upaya mewujudkan masyarakat yang inklusif, Pemerintah Kota Jambi telah menetapkan kebijakan konkret melalui penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwal) Jambi Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pendidikan Inklusif. Regulasi ini menjadi landasan hukum yang kuat untuk memperluas akses serta mewujudkan kesetaraan hak bagi anak-anak penyandang disabilitas dan berkebutuhan khusus, tidak hanya di sektor pendidikan, tetapi juga dalam pelayanan publik hingga dunia usaha.

Perwal tersebut tidak sekadar menjadi simbol keberpihakan, tetapi merupakan instrumen nyata yang digunakan oleh pemerintah daerah dalam menciptakan ruang yang setara dan ramah disabilitas. Tujuannya adalah memberikan kemudahan akses terhadap layanan dasar serta membuka peluang yang adil bagi seluruh warga, termasuk kelompok disabilitas, untuk berkembang dan berdaya.

Rangkaian kegiatan itu, ditutup dengan aksi Wakil Wawako Diza memberikan gestur high five atau tos kepada anak-anak yang hadir. Gestur ini menjadi simbol semangat, apresiasi, serta solidaritas antara pemerintah dan komunitas disabilitas, mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun Kota Jambi yang inklusif, ramah, dan membahagiakan untuk semua.(*)




Pemerintah dan DPRD Kota Jambi Kompak Kawal Arah Pembangunan Lewat APBD-P 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) tentang Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Jambi Tahun Anggaran 2025, Sabtu (14/6/2025).

Dilangsungkan di Ruang Rapat A DPRD Kota Jambi, penandatanganan dilakukan langsung antara Wali Kota Jambi Dokter Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha bersama Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly dan para unsur Pimpinan DPRD, Wakil Ketua I M Yasir, Wakil Ketua II Jefrizen dan Wakil Ketua III Naim.

Dalam penyampaiannya, Wali Kota Jambi Maulana, menegaskan bahwa salah satu prioritas utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah adalah dengan mendorong pengembangan UMKM dan sektor ekonomi kreatif. Hal ini sejalan dengan langkah strategis Pemerintah Kota Jambi yang saat ini tengah merevitalisasi berbagai titik atau pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Salah satunya adalah kawasan Kota Tua Pasar Jambi. Di wilayah ini, kami terus menggelar berbagai kegiatan untuk membangkitkan kembali geliat perekonomian, dengan mengusung perpaduan antara konsep tradisional dan modern. Salah satu contohnya adalah pelaksanaan Festival Tumpah Ruah, yang menjadi brand sekaligus motor penggerak dalam menghidupkan kembali kawasan Kota Tua kita,” ujar Wali Kota Maulana.

“Kegiatan lainnya, secara rutin festival Sungai Asam yang akan digelar setiap minggu pertama awal bulan, yang akan dimulai bulan Juli ini dengan menampilkan tema-tema bernuansa kultur budaya. Dan malam ini juga ada penampilan dari masing-masing Kecamatan di kota Jambi,” sambungnya.

Pusat ekonomi baru lainnya yang telah dipersiapkan Pemkot Jambi, yakni Taman Remaja yang akan disiapkan menjadi alun-alun dan kawasan Talang Banjar yang baru saja ditertibkan dari pedagang kaki lima akan dijadikan Pedestrian, sehingga menjadi tempat wisata dan ekonomi baru, khususnya untuk wilayah Jambi Timur, Jambi Selatan dan Paal Merah.

Dirinya menyebut, PPD (Perencanaan Pembangunan Daerah) kota Jambi tahun ini mengalami kenaikan menjadi 1,94 triliun yang didapat dari sektor PAD (Pendapatan Asli Daerah) melalui opsen pajak dan lainnya.

“Mari bersama-sama kita mengawal penyusunan APBD-P ini untuk pembangunan di berbagai sektor, termasuk bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan untuk menumbuhkan ekonomi kreatif, sesuai dengan tema pembangunan tahun ini,” sebutnya.

Terkait optimalisasi aset daerah yang berpotensi produktif, Wali Kota Jambi, Maulana, menyatakan komitmennya untuk mendorong pengelolaannya melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pengelolaan ini akan tetap mempertahankan konsep yang ada dengan mengedepankan perpaduan nilai tradisional dan sentuhan modern, sehingga tidak menghilangkan nilai historis yang melekat, sekaligus secara bertahap mampu mempercantik dan mengubah wajah Kota Jambi menjadi lebih menarik dan bernilai ekonomi.

“Kita telah melaksanakan seleksi terbuka untuk jabatan Direktur Siginjai Sakti dan dalam waktu dekat akan segera dilantik. Direktur baru ini akan kami tantang untuk mengelola aset-aset milik daerah yang selama ini belum produktif. Ini adalah bagian dari langkah akseleratif yang harus segera dilakukan. Harapannya, tahun depan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita bisa meningkat melalui pengelolaan aset-aset yang selama ini terbengkalai,” jelas Wali Kota Maulana.

Terkait optimalisasi pendapatan daerah dari sektor perparkiran sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), Wali Kota Jambi, Maulana, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota telah mulai menerapkan sistem pembayaran digital melalui QRIS dengan skema bagi hasil: 40% untuk Pemerintah dan 60% untuk Juru Parkir.

“Skema ini masih terus berjalan bersama bank mitra Pemerintah Kota, sambil menunggu hasil konsultasi resmi dari BPK. Kami memang memprioritaskan kesejahteraan para Juru Parkir, karena bagi mereka, penghasilan dari sektor ini adalah sumber utama nafkah. Selain itu, kami juga telah menyiapkan fasilitas perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk para Juru Parkir,” jelas Wali Kota Maulana.

Wali Kota Jambi, Maulana, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Anggaran Pemerintah Kota Jambi serta Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Jambi atas kerja keras dan kolaborasi yang telah terjalin. Ia menilai, banyaknya rekomendasi konstruktif yang disampaikan merupakan bentuk perhatian dan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola anggaran yang lebih tepat sasaran. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam mengawal pembangunan ke depan.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk memastikan program dan anggaran kita berjalan lebih terarah. Banyaknya masukan dan rekomendasi harus kita sikapi bersama dengan semangat kolaboratif. Jika kita kompak, maka pembangunan daerah untuk kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah terwujud,” pungkas Maulana.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha turut pula menyampaikan pandangan terkait dengan pengoptimalan asset-asset daerah yang mempunyai potensi untuk dilakukan kerja sama

“Tumpah Ruah adalah salah satunya, kawasan dan asset yang lama tidak terpakai kita optimalkan, sehingga dampaknya juga bagi perekonomian. Dan juga telah dipersiapkan sebagai wadah kreativitas anak-anak muda melalui salah satu Program Kota Jambi Bahagia, yaitu Ruang Milenial (RUMEL),” ujar Diza.

“Alhamdulillah nya setelah kegiatan tersebut pengelolaan nya banyak teman-teman swasta yang membuat kegiatan-kegiatan. Kami hanya mendorong agar asset kota ini bisa dioptimalkan pemanfaatannya bagi PAD dan tentunya meningkatkan perekonomian,” singkatnya.

Pada kesempatan tersebut, juga digelar Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Kerja Badan Anggaran DPRD Kota Jambi terhadap Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Jambi Tahun Anggaran 2025.

Laporan hasil kerja tersebut secara langsung disampaikan oleh Sekretaris Dewan, Noviarman, kepada pimpinan dan anggota dewan dalam sidang paripurna.

Turut hadir para paripurna itu, Sekretaris Daerah (Sekda) A Ridwan beserta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Jambi.(*)




The Changcuters Siap Guncang Singphoria Jambi dengan Rock 60-an yang Nyentrik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Grup musik rock and roll asal Bandung, The Changcuters, dipastikan akan mengguncang panggung Pesta Musik Istimewa Singphoria SKJ Vol 5 yang digelar di Lapangan Bandara Lama, Kota Jambi, pada Minggu malam, 15 Juni 2025.

Band yang dikenal dengan gaya nyentrik dan aksi panggung enerjik ini siap membawakan nuansa garage rock ala era 60-an yang menjadi ciri khas mereka.

Dengan perpaduan riff gitar bertenaga, beat cepat, dan lirik-lirik yang tajam, penampilan The Changcuters diprediksi bakal menjadi magnet utama di ajang musik tahunan tersebut.

Band yang digawangi oleh Tria (vokal), Qibil dan Alda (gitar), Dipa (bass), serta Erick (drum) ini dikenal sebagai salah satu band Indonesia yang konsisten mengusung genre garage rock.

Musik mereka terinspirasi dari semangat “do-it-yourself” khas rock klasik, yang membuat setiap penampilan mereka penuh energi dan visual yang teatrikal.

“Kami memilih The Changcuters sebagai bentuk apresiasi terhadap band dengan karakter musikal kuat. Biasanya Singphoria menghadirkan genre dangdut koplo atau hip hop, tapi tahun ini kami ingin membawa sesuatu yang berbeda – rock and roll,” ujar Klara, promotor Singphoria, kepada media pada Jumat (14/06/2025).

Tak hanya The Changcuters, Singphoria SKJ Vol 5 juga akan dimeriahkan oleh deretan musisi lintas genre seperti NDX AKA, Mr. Jono & Joni, serta Lavora.

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian konser musik tahunan yang telah menjadi agenda penting bagi pecinta musik di Jambi dan sekitarnya.

Dengan kehadiran The Changcuters yang membawa energi rock khas era 60-an, Singphoria 2025 dipastikan akan menjadi malam yang tak terlupakan bagi para penggemar musik lintas generasi.(*)