Keren! KFA Hidupkan Semangat Tani, Lewat Saka Taruna Bumi Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelantikan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Saka Pramuka Taruna Bumi tingkat Cabang Kota Jambi untuk masa bakti 2025–2030 resmi digelar.

Kegiatan ini berlangsung khidmat dan menjadi tonggak kebangkitan kembali Saka Taruna Bumi yang sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pelantikan tersebut, Evridal Asri, S.Pi., M.E dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Pembimbing, sementara Fianti, S.Pt., M.Si resmi menjabat sebagai Ketua Pimpinan Saka Taruna Bumi tingkat Cabang Kota Jambi.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly (KFA), menegaskan bahwa pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi merupakan langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana tercantum dalam visi Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

“Kota Jambi memang minim lahan pertanian, tapi melalui urban farming dan pemanfaatan lahan sempit, kita bisa melibatkan generasi muda untuk aktif di sektor pertanian,” ujar KFA.

Pelantikan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Pramuka Kota Jambi siap ambil bagian dalam menghadapi tantangan masa depan, khususnya di bidang pangan dan lingkungan.

Sekretaris Daerah Kota Jambi, A. Ridwan, yang hadir mewakili Wali Kota, menyampaikan dukungannya terhadap kiprah Saka Taruna Bumi sebagai wadah pendidikan dan pembinaan Pramuka di bidang pertanian.

“Saka Taruna Bumi harus menjadi ruang bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk menyalurkan minat dan bakat di sektor pertanian,” tegas Ridwan.

Ia juga menyoroti urgensi perubahan iklim dan dampaknya terhadap ketahanan pangan. Menurutnya, penguatan sektor pertanian melalui pendekatan teknologi dan partisipasi generasi muda adalah langkah strategis yang perlu segera diwujudkan.

“Perlu kolaborasi antara pendidikan vokasi dan gerakan Pramuka, khususnya dalam mendorong pertanian modern berbasis teknologi informasi yang mampu menciptakan produktivitas tinggi dan membuka lapangan kerja,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Ridwan juga mendorong agar dilakukan perekrutan anggota baru dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang memiliki minat di bidang pertanian dan wirausaha muda.

Menurutnya, sektor seperti hortikultura, peternakan, perikanan, dan urban farming adalah peluang besar yang bisa digarap oleh Pramuka untuk membangun ketahanan pangan di level lokal hingga nasional.

Menutup sambutannya, A. Ridwan mengajak semua pihak untuk terus berkarya dan mengabdi demi kemajuan generasi muda dan pembangunan sektor pertanian.

“Kami menunggu karya kakak-kakak untuk mencetak Pramuka Penegak dan Pandega yang mampu menjaga ketahanan pangan dan menjadi agen perubahan. Semoga Allah SWT selalu menyertai langkah kita. Aamiin,” pungkasnya.(zen)




Wali Kota Jambi Maulana: Aktivitas PT SAS akan Dievaluasi Jika Langgar RTRW

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menyatakan akan mengevaluasi aktivitas PT SAS jika terbukti melanggar ketentuan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Jambi.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyusul inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Komisi XII DPR RI ke lokasi stockpile batu bara PT SAS di kawasan Aurduri, Jambi.

“Kami berpikir bagaimana menegakkan aturan sesuai kewenangan kami. Kalau memang ada pelanggaran terhadap RTRW, tentu akan ada tindakan,” ujar Maulana, Senin (23/6/2025).

Maulana menjelaskan bahwa, Peraturan Daerah tentang RTRW Kota Jambi menjadi landasan utama dalam menentukan kesesuaian sebuah kegiatan usaha dengan peruntukan wilayahnya.

“Kami punya Perda RTRW yang menjadi dasar. Jika ada aktivitas yang tidak sesuai dengan peruntukan ruang, maka tentu akan ada tindakan,” tegasnya.

Wali Kota Maulana menambahkan bahwa, pihaknya juga  telah melihat dokumen Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik PT SAS.

Ia menekankan bahwa, meskipun perizinan berada di bawah kewenangan pusat, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab mengawasi kesesuaian aktivitas usaha dengan peruntukan ruang.

“Perizinan memang dari pusat, tapi soal RTRW itu kewenangan kita. Kalau ada pembangunan yang tidak sesuai, apalagi melanggar RTRW baru, ya akan dievaluasi,” jelasnya.

Terkait aktivitas land clearing yang terjadi di lokasi, Pemkot Jambi masih mendalami informasi dan fakta lapangan.

Wali Kota Maulana menyatakan bahwa belum ada kesimpulan resmi karena aktivitas tersebut harus dilihat dari maksud dan tujuannya.

“Kalau hanya bersih-bersih lahan tanpa tujuan yang jelas, tentu kami pelajari dulu. Tapi kalau sudah masuk ke tahap pembangunan yang melanggar RTRW, itu jelas pelanggaran,” pungkasnya.(*)




Buka Bimtek LAM Kota Jambi, Walikota Maulana: Adat Berperan Penting

JAMBI , SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM., secara resmi membuka Bimtek Lembaga Adat Melayu (LAM) dan Banmus Adat RT/LIT se-Kota Jambi, Senin (23/6/2025) di Gedung LAM, Kecamatan Kotabaru.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan keterampilan adat para ketua LAM kelurahan dan Banmus Adat dalam menyelesaikan sengketa masyarakat dengan pendekatan musyawarah.

 Maulana menekankan bahwa adat harus tetap hidup di tengah masyarakat, sejalan dengan program unggulan “Bahagia Berbudaya”.

Bimtek LAM bukan hanya pelatihan teknis, tetapi juga penguatan nilai budaya dan kearifan lokal.

Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa lembaga adat berperan penting dalam menciptakan masyarakat harmonis tanpa harus bergantung pada proses hukum formal.

“Kalau bisa selesai dengan adat dan musyawarah, kenapa harus ke meja hijau?” kata Maulana.

Selain membuka Bimtek LAM, Wali Kota Maulana juga menegaskan komitmen sosial Pemkot Jambi melalui penyediaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pemangku adat dan pekerja rentan.

Maulana menyebut bahwa kebijakan ini bagian dari “kehadiran pemerintah untuk semua lapisan masyarakat”.

“Kami ingin masyarakat merasa aman secara budaya, sosial, dan kesehatan,” ungkapnya.(zen)




Usai Diluncurkan, Maulana Harap Program Kampung Bahagia Bawa Berkah dan Kesejahteraan untuk Masyarakat Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –Program Kampung Bahagia dinilai sebagai inovasi baru Pemerintah Kota Jambi dalam bidang pemberdayaan masyarakat.

Program ini memadukan berbagai pendekatan perencanaan pembangunan – mulai dari politik, teknokratik, partisipatif, hingga top-down dan bottom-up – menjadi satu strategi terintegrasi.

Dengan menjadikan masyarakat sebagai aktor utama, program ini bertujuan memperkuat peran RT sebagai pusat koordinasi pembangunan wilayah.

“Kami ingin RT tidak hanya sebagai unit administratif, tapi juga motor penggerak perubahan,” jelas Wali Kota Maulana.

Program ini sejalan dengan misi ke-4 dalam RPJMD 2025–2029, yaitu penguatan ketertiban dan ketentraman lingkungan serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Dalam peluncuran Program Kampung Bahagia, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan harapan besar agar program ini dapat membawa kesejahteraan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Jambi.

“Semoga maksud dan tujuan kita berkumpul hari ini mendapat ridho dan keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya penuh harap.

Ia juga mengajak seluruh stakeholder – mulai dari Ketua RT, OPD, hingga masyarakat – untuk bersama-sama menjaga semangat kolaborasi dan gotong royong sebagai kunci suksesnya pembangunan berkelanjutan.

Peluncuran Program Kampung Bahagia oleh Wali Kota Jambi juga disertai dengan sosialisasi Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 18 Tahun 2025, yang menjadi dasar hukum dan petunjuk teknis program.

Perwal ini menjabarkan prinsip pelaksanaan Kampung Bahagia yang meliputi transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan kesinambungan.

Sebanyak 67 Ketua RT yang menjadi bagian dari proyek percontohan hadir dalam kegiatan ini untuk menerima pemahaman langsung mengenai teknis implementasi program.

“Program ini dibangun atas dasar regulasi yang jelas, agar pelaksanaannya terarah, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Maulana.

Program ini juga mengacu pada UU No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, serta menjadi bagian dari pelaksanaan RPJMD Kota Jambi 2025–2029.

Program ini dirancang untuk mendorong percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat mulai dari level terkecil, yakni RT

Dengan mengusung prinsip transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan keberlanjutan, Kampung Bahagia diharapkan menjadi model pembangunan berbasis masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.

“Program ini bukan sekadar slogan, tapi bentuk nyata komitmen kami menjadikan RT sebagai garda terdepan pembangunan,” ujar Maulana.(*)




Tak Sekedar Seremonial, Walikota Maulana Beberkan Dasar Hukum dan Teknis Program Kampung Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Peluncuran Program Kampung Bahagia oleh Wali Kota Jambi juga disertai dengan sosialisasi Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 18 Tahun 2025, yang menjadi dasar hukum dan petunjuk teknis program.

Perwal ini menjabarkan prinsip pelaksanaan Kampung Bahagia yang meliputi transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan kesinambungan.

Sebanyak 67 Ketua RT yang menjadi bagian dari proyek percontohan hadir dalam kegiatan ini untuk menerima pemahaman langsung mengenai teknis implementasi program.

“Program ini dibangun atas dasar regulasi yang jelas, agar pelaksanaannya terarah, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Maulana.

Program ini juga mengacu pada UU No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, serta menjadi bagian dari pelaksanaan RPJMD Kota Jambi 2025–2029.

Program ini dirancang untuk mendorong percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat mulai dari level terkecil, yakni RT

Dengan mengusung prinsip transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan keberlanjutan, Kampung Bahagia diharapkan menjadi model pembangunan berbasis masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.

“Program ini bukan sekadar slogan, tapi bentuk nyata komitmen kami menjadikan RT sebagai garda terdepan pembangunan,” ujar Maulana.

Selain itu, dalam rangka mendukung keberhasilan Program Kampung Bahagia, Pemerintah Kota Jambi telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk pemilihan Ketua RT secara serentak beberapa waktu lalu, pelantikan RT terpilih, hingga pelaksanaan retret pembekalan.

Program ini menempatkan Ketua RT sebagai tokoh sentral yang akan memimpin pelaksanaan pembangunan berbasis komunitas secara partisipatif dan berkelanjutan.

“Kami ingin Ketua RT memiliki integritas dan kemampuan manajerial dalam menjalankan program pembangunan, termasuk Kampung Bahagia,” ungkap Wali Kota Jambi, Maulana.

Pemkot menilai bahwa kunci sukses program ini terletak pada kepemimpinan lokal yang kuat, adaptif, dan memahami kebutuhan warganya.(*)




67 RT Jadi Pilot Project, Walikota Maulana Luncurkan Program Kampung Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, secara resmi melaunching Program Kampung Bahagia, Senin (23/6), sebagai bagian dari 11 program unggulan dalam visi besar Kota Jambi Bahagia.

Program ini dirancang untuk mendorong percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat mulai dari level terkecil, yakni RT

 Dengan mengusung prinsip transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan keberlanjutan, Kampung Bahagia diharapkan menjadi model pembangunan berbasis masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.

Sebanyak 67 RT terpilih menjadi pilot project dan akan menerima sosialisasi terkait Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 18 Tahun 2025 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kampung Bahagia.

“Program ini bukan sekadar slogan, tapi bentuk nyata komitmen kami menjadikan RT sebagai garda terdepan pembangunan,” ujar Maulana.

Selain itu, dalam rangka mendukung keberhasilan Program Kampung Bahagia, Pemerintah Kota Jambi telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk pemilihan Ketua RT secara serentak beberapa waktu lalu, pelantikan RT terpilih, hingga pelaksanaan retret pembekalan.

Program ini menempatkan Ketua RT sebagai tokoh sentral yang akan memimpin pelaksanaan pembangunan berbasis komunitas secara partisipatif dan berkelanjutan.

“Kami ingin Ketua RT memiliki integritas dan kemampuan manajerial dalam menjalankan program pembangunan, termasuk Kampung Bahagia,” ungkap Wali Kota Jambi, Maulana.

Pemkot menilai bahwa kunci sukses program ini terletak pada kepemimpinan lokal yang kuat, adaptif, dan memahami kebutuhan warganya.(*)




Pemkot Jambi dan Konjen India Gelar Peringatan Hari Yoga Internasional ke-11, Dukung Gaya Hidup Sehat Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID- Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bekerja sama dengan Konsulat Jenderal India menggelar peringatan Hari Yoga Internasional (International Day of Yoga) ke-11 Tahun 2025, yang dipusatkan di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi, Minggu pagi (22/6/2025).

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemkot Jambi dalam mendukung pola hidup sehat bagi masyarakat, serta mendorong gaya hidup seimbang secara fisik dan mental. Acara bertajuk “Yoga for one earth, one health” ini, dihadiri langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG.

Diawali dengan senam Yoga bersama, ratusan peserta turut serta dalam berbagai tantangan gerakan Yoga seperti Backbend, Arm Balance, Inversion, dan Balancing, dengan hadiah doorprize menarik yang turut menambah semarak acara.

Hari Yoga Internasional sendiri diperingati setiap tanggal 21 Juni. Penetapan ini diresmikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2014 atas usulan Pemerintah India. Tujuannya adalah untuk menghargai pentingnya Yoga bagi kesehatan fisik dan mental, serta meningkatkan kesadaran global akan manfaat Yoga secara spiritual

Disambut antusias oleh komunitas pecinta Yoga di Jambi, Wali Kota Maulana menyampaikan dukungan penuhnya terhadap berkembangnya olahraga ini di tengah masyarakat. Ia mengatakan, Pemkot Jambi siap memfasilitasi aktivitas Yoga di berbagai wilayah Kota Jambi.

“Alhamdulillah, jumlah pecinta Yoga di Kota Jambi terus meningkat. Harapan kita, kegiatan seperti ini bisa bersinergi dengan program Kampung Bahagia, karena Yoga juga berkontribusi menciptakan kebahagiaan masyarakat hingga ke tingkat RT,” ujar Wali Kota Maulana.

Menurutnya, Yoga bukan sekedar olahraga, namun juga sarana menyatukan tubuh, pikiran, pernapasan, dan alam, yang penting untuk dijalankan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Sebagai dukungan nyata, Wali Kota Maulana juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan Taman Remaja sebagai alun-alun kota yang akan dilengkapi fasilitas olahraga dan ruang publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Tempat ini nanti akan bisa digunakan tidak hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” terangnya.

Ia berharap olahraga, termasuk Yoga, dapat dijadikan gaya hidup oleh warga Kota Jambi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern, agar tetap memperoleh ketenangan batin dan kebahagiaan.

“Melalui Dispora, kita akan lakukan sosialisasi hingga ke tingkat komunitas dan menurunkan pelatih ke lokasi-lokasi aktif kegiatan olahraga,” tambahnya.

“Sejalan dengan visi Kota Jambi Bahagia, kami ingin masyarakat hidup damai dan tenang. Yoga menjadi salah satu cara untuk mencapainya karena mampu memberi efek rileks secara fisik dan mental,” tutup Wali Kota Maulana.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Jambi, Erwandi menyampaikan, bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 250 peserta yang berasal dari berbagai sanggar dan komunitas Yoga di Kota Jambi.

Ia berharap peringatan Hari Yoga ini bisa menjadi agenda tahunan Pemkot Jambi, dengan jumlah peserta yang terus bertambah setiap tahunnya.

“Yoga sangat bermanfaat, apalagi saat ini banyak ancaman keropos tulang yang menyerang pada usia tertentu. Ini bisa menjadi solusi mencegah pengapuran tulang yang sangat menyiksa di usia lanjut,” ujarnya.

Erwandi juga menyebut, bahwa Dispora akan mengintegrasikan program olahraga masyarakat, termasuk Yoga dan senam, dengan program unggulan Kampung Bahagia. Salah satunya melalui pelatihan instruktur.

“Saat ini kami tengah menyiapkan pelatihan bagi 62 calon instruktur senam yang nantinya akan disebar ke seluruh wilayah Kota Jambi. Mereka akan memberikan edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat melalui olahraga,” pungkas Erwandi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah mentor Yoga dari Indo Yoga Club (IYS) seperti Ira dan Nico Demos Diana, serta komunitas Yoga dari berbagai penjuru Kota Jambi.(*)




Wisuda 30 Juz di Arrahman, Wali Kota Maulana: Jadi Hafizh Itu Karunia, Jadikan Alquran Pedoman Hidup

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menghadiri Haflah Khotmil Quran 30 Juz, pelepasan santri, sekaligus peringatan Milad ke-7 Pondok Pesantren Arrahman, yang digelar khidmat di EV Garden, Kecamatan Paal Merah, Sabtu (21/6/2025).

Kegiatan ini menjadi momen istimewa dengan agenda utama wisuda para santri penghafal Al-Quran 30 juz, yang berlangsung dalam suasana penuh keberkahan dan nilai-nilai spiritual. Rangkaian kegiatan keagamaan yang digelar tidak hanya sebagai bentuk syukur atas capaian para santri, tetapi juga menjadi refleksi keberhasilan Pondok Pesantren Arrahman dalam tujuh tahun perjalanannya mendidik generasi muda menjadi insan Qurani yang berilmu dan berakhlak.

Hadir sebagai tokoh kehormatan, Wali Kota Maulana menyampaikan motivasi langsung kepada para santri dan apresiasi mendalam kepada para pengasuh serta tenaga pendidik pondok pesantren yang telah membimbing santri hingga mampu mengkhatamkan Al-Quran secara utuh.

“Hari ini kita berkumpul dalam majelis yang insyaAllah dikelilingi oleh orang-orang terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Menjadi penghafal Al-Quran adalah anugerah yang luar biasa. Namun, yang lebih esensial adalah bagaimana menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup, serta menebarkan nilai-nilai Qurani di manapun berada,” ujar Maulana dalam sambutannya.

Ia juga berpesan kepada para santri untuk terus mengamalkan ilmu dan ajaran yang telah diperoleh selama berada di pondok pesantren, serta menjadi agen perubahan yang membawa semangat kebaikan di tengah masyarakat.

“Kepada para santri, ke depan tinggal bagaimana mengaplikasikan setiap ajaran yang telah didapat dalam setiap langkah kehidupan. Jadilah agen perubahan, tebarkan kebaikan dan nilai-nilai Qurani. Karena percuma kalau infrastruktur kita bangun, namun rohaninya tidak didasarkan oleh pendidikan agama,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Maulana menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi terus menunjukkan komitmen dalam mendukung tumbuh-kembangnya nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Salah satunya melalui fasilitasi jaminan sosial bagi para petugas keagamaan serta keberlanjutan program guru tahfizh Al-Quran.

“Dengan regulasi dimana pemerintah tidak lagi diperkenankan merekrut tenaga honorer. Sementara kita membutuhkan guru tahfizh untuk anak-anak kita, maka kami mengambil langkah strategis dengan tetap menempatkan tenaga hafizh Al-Quran di bawah naungan Bagian Kesra Setda Kota Jambi sebagai petugas keagamaan. Sebelumnya mereka berada di bawah pembinaan Dinas Pendidikan. Inilah bentuk komitmen kami dalam mendukung lahirnya generasi muda yang berakhlakul karimah,” tegas Maulana.

Ia juga menyampaikan pandangannya bahwa keberadaan pesantren dan lembaga-lembaga keagamaan di Kota Jambi merupakan sumber keberkahan daerah yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

“Menghafal Kalam Ilahi bukan semata tentang mengingat ayat-ayat suci, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang mentransformasi diri, membawa berkah dan kebahagiaan yang tak terhingga. Menjadi penghafal Al-Qur’an adalah anugerah luar biasa yang tidak dapat diukur dengan materi,” ungkapnya penuh makna.

Dalam bagian akhir sambutannya, Maulana menyoroti pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman, terutama dalam era modern yang dipenuhi dengan pergaulan dan pengaruh negatif. Ia berharap, para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren mampu menjadi pilar dan penggerak dalam memperkuat pendidikan agama di tengah masyarakat.

“Saya berharap, para santri yang kembali ke tengah masyarakat dapat menjadi pondasi kuat untuk mengajak masyarakat terus mendukung pendidikan agama. Ini penting dalam membentuk karakter bangsa yang berakhlak mulia,” pesannya.

Sebagai penutup, Wali Kota Jambi menyampaikan rasa syukur dan harapannya atas lahirnya generasi Qurani yang sejalan dengan tujuan besar pembangunan Kota Jambi, yakni mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

“Mudah-mudahan, secara berkelanjutan, anak-anak muda generasi penerus bangsa di Kota Jambi semakin giat dalam belajar ilmu agama. Karena inilah salah satu tujuan dari visi-misi Pemerintah Kota Jambi, za.menghadirkan kebahagiaan tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat,” pungkasnya.

Sementara itu, pendiri Pondok Pesantren Arrahman, Ayah H.M. Asfihani, turut menyampaikan harapan dan pesan bagi para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Quran 30 juz. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Quran di kehidupan sehari-hari.

“Teruslah istiqamah saat kembali di tengah-tengah masyarakat. Patuhi orang tua dan orang-orang di sekitar, serta yang terpenting adalah amalkan apa yang telah diajarkan dan sebarkan kebaikan. Karena Al-Quran-lah yang akan membimbing kita di akhirat nanti,” ucapnya singkat namun penuh pesan.

Turut hadir dalam acara itu, Camat Paal Merah M. Toyib, perwakilan Kementerian Agama Kota Jambi, Baznas Kota Jambi, para pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, pengurus Pesantren Arrahman, serta para wali santri.(*)




PT SAS Diduga Langgar Tata Ruang Jambi, DPR RI Siap Panggil Direksi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi stockpile batu bara milik PT SAS di kawasan Aurduri, Jambi, pada Kamis (19/6/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Bambang menyoroti ketidaksesuaian lokasi stockpile dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Jambi, serta potensi ancaman pencemaran lingkungan yang ditimbulkan.

Menurut Bambang, lokasi stockpile berada di kawasan yang secara resmi masih tercatat sebagai wilayah permukiman dalam Peraturan Daerah tentang RTRW Kota Jambi.

“Ini jelas tidak sesuai dengan peruntukan lahan. Karena itu, kami akan memanggil Direksi PT SAS, PT RMK, serta pihak Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Jambi untuk memberikan penjelasan menyeluruh terkait perizinan operasionalnya,” ujar Bambang di sela sidak.

Selain persoalan tata ruang, Komisi XII DPR juga menyoroti potensi pencemaran lingkungan, khususnya terhadap kualitas air baku dari intake PDAM yang berada tak jauh dari lokasi.

Diketahui, jarak stockpile batu bara hanya ratusan meter dari intake Aurduri milik Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, yang menyuplai air bersih bagi lebih dari 24.000 rumah tangga di kawasan Alam Barajo hingga Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi.

Anggota Komisi XII DPR RI dari Dapil Jambi, Syarif Fasha, yang turut hadir dalam sidak, memperingatkan PT SAS agar mematuhi aturan yang berlaku.

“Saya ingatkan PT SAS untuk mematuhi aturan ya. RTRW Kota Jambi belum berubah, kawasan Penyengat Rendah itu dalam RTRW-nya merupakan kawasan permukiman,” tegas Fasha.

Ia menambahkan, kehadiran stockpile batu bara di dekat sumber air baku merupakan masalah serius yang tidak bisa ditoleransi.

“Pemerintah daerah dan perusahaan harus mengambil langkah segera sebelum dampaknya meluas ke masyarakat,” ujarnya.

Komisi XII DPR RI berencana menggelar rapat kerja khusus dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pihak perusahaan, Pemkot Jambi, dan Pemprov Jambi, guna melakukan klarifikasi dan evaluasi terhadap keberadaan stockpile tersebut.(*)




Wali Kota Jambi Ajak Warga Subuhan, Sarapan, dan Sampaikan Aspirasi Langsung

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Program Subuh Berkah Bahagia yang digagas langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, kini menjadi sebuah gerakan positif yang kian menginspirasi di Kota Jambi. Tidak sekedar sebagai sarana mempererat komunikasi internal di jajaran Pemerintah Kota Jambi, program ini juga menjadi medium untuk membangun semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, dalam suasana ibadah yang penuh makna dan kekhusyukan.

Program yang resmi diluncurkan pada April lalu itu, secara rutin digelar di Masjid Al-Amanah, Griya Mayang Rumah Dinas Wali Kota Jambi. Kali ini Subuh Berkah Bahagia itu memasuki pelaksanaan untuk yang ke 3 kalinya, seperti tampak pada hari ini, Sabtu (21/6/2025). Antusias jajaran Pemkot Jambi dan masyarakat tampak jelas dalam kegiatan itu. Kehadiran langsung Wali Kota Jambi, sebagai sosok pemimpin utama di Kota Jambi, semakin menambah semangat dan kekhusyukan dalam pelaksanaan program yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan tersebut.

Selain dihadiri jajaran Pemkot Jambi, Subuh Berkah Bahagia itu, turut pula dihadiri jajaran pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Jambi, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Jambi, hingga masyarakat dari berbagai kecamatan dalam Kota Jambi.

Dihadapan jamaah Subuh Berkah Bahagia, Wali Kota Maulana kembali menegaskan, bahwa kegiatan itu bukan hanya sekedar ibadah berjamaah, melainkan juga menjadi ruang silaturahmi dan dialog antara pemerintah dengan masyarakatnya. Ia menegaskan pentingnya komunikasi terbuka agar aspirasi masyarakat dapat lebih cepat didengar dan direspon oleh jajarannya.

“Kegiatan ini kami gagas untuk mempererat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat. Selain shalat Subuh berjamaah, kita lanjutkan dengan diskusi santai untuk mendengar langsung keluhan, ide, dan harapan warga, setelah itu ditutup dengan sarapan bersama,” ujar Maulana.

Program Subuh Berkah Bahagia ini terbuka untuk seluruh warga Kota Jambi. Wali Kota mengajak masyarakat untuk turut hadir, tidak hanya beribadah, tetapi juga menjadikan forum ini sebagai sarana menyampaikan aspirasi secara langsung.

“Siapapun boleh datang. Kami ingin membangun tradisi positif ini. Kami juga fasilitasi masyarakat yang ingin berolah raga di rumah dinas. Disini kita gelar senam sehat bersama setiap minggunya, sementara bagi yang mau main tenis juga bisa memanfaatkan lapangan tenis di rumah dinas Wali Kota ini,” tambahnya.

Subuh Berkah Bahagia ini, selain memberikan manfaat spiritual, kata Wali Kota juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Katanya, waktu Subuh adalah saat terbaik untuk menghirup udara bersih yang kaya oksigen dan sangat bermanfaat bagi tubuh.

Kepada jamaah, Wali Kota Maulana juga menyampaikan pentingnya program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai sejak jenjang PAUD. Menurutnya, kebijakan strategis dari pemerintah pusat ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Program wajib belajar ini seiring dengan berbagai upaya yang kita lakukan di daerah, seperti peluncuran Sekolah Digital untuk menumbuhkan semangat belajar anak-anak sejak dini. Ini juga menjadi bagian dari ikhtiar kita dalam membentuk karakter generasi penerus yang tangguh, sekaligus mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia yang selaras dengan semangat Indonesia Hebat,” jelasnya.

Wali Kota juga memaparkan sejumlah program unggulan yang saat ini telah berjalan dan dirasakan langsung manfaatnya. Di antaranya adalah layanan Call Center Bahagia 112 dan 119 sebagai layanan respon cepat darurat masyarakat, jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan petugas keagamaan, serta program Kampung Bahagia yang mendorong pembangunan berbasis partisipasi dan gotong royong dari tingkat RT sebagai garda terdepan komunitas masyarakat.

Selain penyampaian langsung oleh Wali Kota, kegiatan Subuh Berkah Bahagia kali ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan sejumlah informasi strategis dari Perangkat Daerah. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Amran, hadir memberikan pemaparan seputar upaya pemerintah dalam meningkatkan perlindungan konsumen dan penataan sektor perdagangan rakyat.

Dalam penyampaiannya, Amran menyoroti pentingnya pengawasan pasar melalui program tera ulang alat ukur, serta pengendalian harga dan ketersediaan gas LPG 3 kilogram bersubsidi. Selain itu, Ia juga menekankan langkah penataan dan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang saat ini tengah dilakukan Pemkot Jambi.

“Relokasi ini bukan untuk menyulitkan pedagang, justru sebaliknya, ini adalah bagian dari upaya mengembalikan fungsi jalan bagi kepentingan umum, terutama untuk kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan. Kita ingin mengurangi potensi terjadinya kecelakaan serta memastikan keadilan bagi seluruh pedagang, termasuk yang selama ini berjualan secara resmi di dalam pasar,” terang Amran.

Ia juga menegaskan bahwa relokasi pedagang bukan semata-mata soal penertiban, tetapi juga bagian dari upaya Pemkot Jambi untuk memberikan ruang usaha yang lebih layak dan manusiawi. Para pedagang yang direlokasi tidak hanya dikembalikan ke lokasi yang semestinya di dalam pasar, tetapi juga difasilitasi dengan tempat yang lebih tertata dan nyaman untuk menjalankan usaha.

“Mereka kita arahkan ke dua lokasi, yaitu Pasar Rakyat Talang Banjar dan Pasar Induk Angso Duo. Khusus di Pasar Angso diberi kebijakan pembebasan biaya sewa selama enam bulan sebagai bentuk keberpihakan dan dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan usaha mereka,” jelas Amran.

Penyampaian tersebut menarik perhatian para jemaah yang hadir. Suasana pun berkembang menjadi dialog yang hangat dan konstruktif. Beberapa jemaah menyampaikan pertanyaan, masukan, hingga keluhan terkait persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Diskusi yang terbentuk menjadi ruang aspiratif yang memperkuat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus mencerminkan semangat keterbukaan yang diusung dalam program Subuh Berkah Bahagia ini.

Menjelang akhir kegiatan, Wali Kota Jambi secara simbolis menyerahkan bingkisan Al-Qur’an kepada sejumlah perwakilan jamaah yang hadir. Penyerahan ini sebagai bentuk dukungan spiritual dan dorongan untuk terus menjaga semangat ibadah serta memperkuat nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sarapan bersama Wali Kota Jambi, jajaran Pemerintah Kota, dan masyarakat yang hadir. Momen sederhana namun hangat ini semakin mempererat kebersamaan, sekaligus menjadikan Subuh Berkah Bahagia sebagai ruang silaturahmi dan komunikasi yang produktif antara pemimpin dan warganya.(*)