Warga Tolak Penimbunan Rawa, WALHI Sebut PT SAS Langgar HAM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi menyatakan penolakan keras terhadap proyek pembangunan jalan dan stockpile batubara yang dilakukan oleh PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) di kawasan Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Proyek ini dinilai mengancam ruang hidup warga dan menyalahi prinsip-prinsip perlindungan lingkungan.

Dalam aksi unjuk rasa warga yang berlangsung Minggu (6/7/2025), WALHI Jambi hadir memberikan dukungan penuh kepada masyarakat yang menolak aktivitas industri ekstraktif di wilayah mereka.

Direktur Eksekutif WALHI Jambi, Oscar Anugerah, mengecam keras proyek PT SAS yang dianggap sebagai bentuk perampasan ruang hidup dan pelanggaran hak dasar atas lingkungan yang sehat.

“Pembangunan tanpa pelibatan masyarakat dan merusak fungsi ekologis seperti rawa adalah bentuk kejahatan lingkungan. Ini bukan pembangunan berkelanjutan, tapi ekspansi korporasi yang mengorbankan warga,” tegas Oscar.

Oscar menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan PT SAS bertentangan dengan berbagai regulasi nasional, termasuk UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta UUD 1945 Pasal 28H dan Pasal 33.

WALHI juga menyoroti dampak ekologis dan sosial dari proyek tersebut, seperti:

  • Pencemaran udara dan kebisingan akibat truk pengangkut batubara

  • Ancaman banjir karena penimbunan rawa yang merupakan kawasan resapan

  • Risiko penyakit pernapasan seperti ISPA

  • Peningkatan potensi kecelakaan lalu lintas

  • Hilangnya ruang terbuka hijau dan konflik sosial di masyarakat

Oscar meminta pemerintah segera menghentikan aktivitas PT SAS dan melakukan audit lingkungan secara transparan yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa proyek seperti ini berpotensi menciptakan bencana ekologis dalam jangka panjang jika dibiarkan terus berjalan.

“Negara harus hadir. Jangan sampai warga dikorbankan demi kepentingan industri. Wilayah resapan air dan ruang hidup warga harus dilindungi, bukan dijadikan lokasi tumpukan batubara,” tambahnya.(*)




Waspada! Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Melanda Jambi Malam Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jambi pada tanggal 6 Juli 2025 pukul 17:55 WIB. Diperkirakan masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang mulai pukul 18:05 WIB.

Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi:

  • Kabupaten Kerinci: Danau Kerinci, Gunung Raya, Sitinjau Laut, Batang Merangin, Keliling Danau, Bukitkerman

  • Kabupaten Sarolangun: Pauh, Mandiangin

  • Kabupaten Batanghari: Batin XXIV, Maro Sebo Ulu

  • Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Renah Mendaluh

  • Kabupaten Tebo: Tebo Tengah, Tebo Ilir, Tengah Ilir, Muara Tabir

  • Kota Sungai Penuh: Kumun Debai, Pondok Tinggi, dan sekitarnya

Selain itu, hujan lebat juga dapat meluas ke wilayah:

  • Kabupaten Merangin: Muara Siau, Lembah Masurai, Pangkalan Jambu

  • Kabupaten Batanghari: Mersam, Muara Tembesi, Muara Bulian, Pemayung, Bajubang, Maro Sebo Ilir

  • Kabupaten Muaro Jambi: Sungai Bahar, Bahar Utara, Bahar Selatan

  • Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Tungkal Ulu, Merlung, Tebing Tinggi, Batang Asam, Muara Papalik, Senyerang

  • Kabupaten Bungo: Pelepat, Pelepat Ilir

  • Kabupaten Tebo: Tebo Ulu, Sumay, Serai Serumpun dan sekitarnya

Kondisi cuaca ekstrim ini diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 20:05 WIB. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi potensi hujan deras, petir, dan angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan.(*)




Harga Sembako di Pasar Aurduri Kota Jambi Naik-Turun, Cabai Turun, Sayur dan Tahu Naik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga sembako di Pasar Tradisional Aurduri, Kota Jambi, mengalami fluktuasi pada Minggu, 6 Juli 2025.

Sejumlah komoditas seperti bawang merah, tomat, dan sayur-sayuran mengalami kenaikan, sementara cabai merah dan cabai rawit justru turun dibanding hari sebelumnya.

Pedagang pasar, Sahli Boru, menyebutkan bahwa perubahan harga seperti ini sudah biasa terjadi setiap pekan, meskipun kali ini cukup banyak bahan yang mengalami pergeseran harga.

“Hari ini bawang merah naik jadi Rp 38.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 36.000. Lengkuas dari Rp 14.000 jadi Rp 20.000 per kilogram. Tomat juga naik dari Rp 13.000 jadi Rp 17.000,” jelas Sahli saat diwawancarai di kiosnya.

Tak hanya itu, harga sayuran dan tahu juga mengalami kenaikan:

  • Bayam: Rp 3.000/ikat (sebelumnya Rp 2.000)

  • Kangkung: Rp 3.000/ikat (sebelumnya Rp 2.000)

  • Tahu: Rp 1.000/kotak (sebelumnya Rp 800)

  • Terong: Rp 15.000/kg (sebelumnya Rp 6.000)

  • Timun: Rp 8.000/kg (sebelumnya Rp 6.000)

Di sisi lain, dua jenis cabai yang biasanya menjadi pemicu inflasi justru mengalami penurunan:

  • Cabai merah: Rp 24.000/kg (sebelumnya Rp 28.000)

  • Cabai rawit: Rp 42.000/kg (sebelumnya Rp 46.000)

Sahli mengatakan bahwa sebagian harga kebutuhan pokok lainnya seperti kentang, wortel, dan bawang putih masih dalam kondisi stabil.

“Harga bahan pokok ini naik-turun tergantung stok dan kondisi di lapangan. Kadang pengaruh cuaca, ongkos kirim, dan terutama kalau petani gagal panen. Itu sangat terasa efeknya,” tambahnya.

Ia juga berharap ada pengawasan dan kebijakan yang lebih baik dari pemerintah agar harga di pasar tetap stabil dan tidak memberatkan konsumen.

“Stabilitas harga ini penting. Pemerintah harus hadir untuk mengontrol pasar dan memastikan tidak ada spekulasi harga yang merugikan,” pungkasnya.(*)




Masalah Stockpile PT SAS, Ketua DPRD Kota Jambi Desak Komisi XII DPR RI Ambil Sikap

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, secara tegas meminta keterlibatan DPR RI, khususnya Komisi XII, dalam menangani polemik pembangunan stockpile batu bara oleh PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) di kawasan permukiman Kelurahan Aur Kenali.

Permintaan itu disampaikan Kemas Faried saat menghadiri aksi damai warga RT 03 Aur Kenali pada Minggu (6/7/2025), yang menolak rencana pembangunan stockpile batu bara di wilayah mereka.

“Kami di DPRD Kota Jambi memiliki keterbatasan kewenangan. Oleh karena itu, kami sangat berharap rekan-rekan di DPR RI, khususnya Komisi XII, bisa ikut turun tangan menyelesaikan persoalan ini,” ujar Kemas Faried di hadapan warga.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas seperti stockpile batu bara harus merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Jambi Nomor 5 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2024–2044, yang dengan tegas menetapkan kawasan Aur Kenali sebagai zona permukiman, bukan zona industri atau pertambangan.

“Di peta RTRW jelas tertulis dan berwarna oranye. Itu artinya zona permukiman. Tidak boleh ada kegiatan industri berat seperti stockpile di sana,” tegasnya.

Kemas Faried juga mengingatkan bahwa meskipun investasi penting, semua kegiatan bisnis harus patuh terhadap regulasi dan tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat atau merusak lingkungan.

“Kami tidak anti-investasi, tapi semua harus sesuai aturan. Jangan sampai timbul konflik sosial atau kerusakan lingkungan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mendesak agar PT SAS menghentikan semua aktivitas land clearing di wilayah tersebut sampai ada kejelasan hukum dan kesepakatan dengan masyarakat.

“Kami juga meminta Pemprov Jambi dan kementerian terkait di pusat untuk ikut mengawal persoalan ini sesuai kewenangan masing-masing,” tutupnya.(*)




Aksi Damai Warga Aur Kenali, Ketua DPRD Desak PT SAS Hentikan Aktivitas dan Patuh RTRW

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyatakan dukungannya terhadap aksi damai yang digelar oleh warga RT 03 Kelurahan Aur Kenali pada Minggu (6/7/2025).

Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan stockpile batu bara oleh PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) yang berlokasi di kawasan permukiman mereka.

Dalam orasinya di hadapan warga, Kemas Faried menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi akan tetap konsisten menjalankan ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2024–2044.

Ia menegaskan bahwa kawasan Aur Kenali dan Penyengat Rendah telah ditetapkan sebagai zona permukiman, bukan untuk aktivitas tambang atau industri berat.

“Sudah sangat jelas di RTRW, zona ini berwarna oranye yang berarti permukiman. Tidak boleh ada kegiatan tambang atau industri berat di wilayah ini,” ujarnya.

Faried menekankan bahwa dirinya tidak menolak investasi, tetapi investasi harus sejalan dengan regulasi dan tidak menimbulkan konflik sosial maupun kerusakan lingkungan.

“Kami minta PT SAS untuk menghormati Perda RTRW. Jangan sampai terjadi konflik atau kerusakan lingkungan akibat aktivitas ini,” tegasnya.

Ia juga mendorong perhatian dari pemerintah pusat, mengingat izin operasional PT SAS berada di bawah kewenangan nasional. Ia meminta Komisi XII DPR RI untuk turun tangan menyelesaikan masalah ini.

“Kewenangan kami di DPRD Kota terbatas. Kami minta Komisi XII DPR RI untuk ikut menyelesaikan polemik ini secara tuntas,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Ketua DPRD Kota Jambi itu meminta agar PT SAS menunda dan menghentikan seluruh aktivitas land clearing di kawasan Aur Kenali sampai ada kejelasan hukum dan kesepakatan bersama warga.

“Kami juga mendorong keterlibatan Pemprov Jambi dan instansi terkait lainnya agar masalah ini segera diselesaikan sesuai kewenangan masing-masing,” tutup Faried.(*)




Rawan Banjir, Warga Protes Penimbunan Rawa oleh PT SAS di Wilayah RT 03

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga RT 03, Kelurahan Aur Kenali, secara tegas menolak aktivitas penimbunan rawa-rawa yang dilakukan oleh PT SAS.

Warga menilai kawasan tersebut merupakan daerah resapan air dan jalur aliran limpahan dari hulu, sehingga sangat vital untuk mencegah banjir.

Menurut warga sekitar, Minggu 6 Juli 2025, rawa-rawa yang kini mulai ditutup oleh PT SAS, bukan hanya berfungsi sebagai rawa alami, tetapi juga menjadi tempat mengalirnya air dari hulu sungai.

Di kawasan tersebut juga terdapat sungai yang menjadi satu kesatuan dengan ekosistem rawa yang ada.

“Kami dulu sering mancing dan mandi di sana. Air dari atas larinya ke sini semua. Belum ditimbun aja kadang daerah sini bisa banjir, apalagi kalau rawa-rawanya ditutup,” ujar seorang warga RT 03 yang enggan disebut namanya.

Warga khawatir jika rawa ditimbun untuk pembangunan atau kepentingan industri, maka potensi banjir akan semakin tinggi, terutama saat musim hujan tiba.

Selain itu, perubahan fungsi lahan juga dinilai mengancam keseimbangan lingkungan dan menghilangkan ruang terbuka hijau alami yang menjadi bagian penting dari kehidupan warga sekitar.

Penolakan warga RT 03 terhadap aktivitas PT SAS ini menjadi sorotan penting dalam upaya menjaga lingkungan dan mencegah bencana ekologis yang bisa terjadi akibat alih fungsi kawasan resapan air.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT SAS belum memberikan keterangan resmi terkait penolakan warga dan dampak lingkungan dari aktivitas mereka.(*)




Tim Formatur KONI Jambi Ajak Fokus Bangun Prestasi Olahraga Pasca Musorprovlub

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tim Formatur Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi, Adri SH, mengajak seluruh pihak untuk kembali fokus membangun prestasi olahraga di Provinsi Jambi.

Ajakan ini disampaikannya menyusul selesainya polemik seputar keabsahan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Jambi.

Menurut Adri, pelaksanaan Musorprovlub telah berjalan sesuai aturan organisasi dan tidak mengalami hambatan.

Bahkan, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari KONI Pusat, TPP, dan Karateker. Hal ini mempertegas bahwa proses Musorprovlub sah dan demokratis.

“Musorprovlub berjalan lancar dan sesuai aturan. Tidak ada cacat administrasi. Ketua KONI terpilih juga tidak berasal dari BUMN maupun BUMD, sehingga sah secara regulasi,” tegas Adri.

Ia menekankan pentingnya semua elemen olahraga di Jambi bersatu untuk mengejar prestasi.

Saat ini, ada banyak agenda penting yang membutuhkan fokus bersama, seperti persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), dan berbagai kompetisi cabang olahraga lainnya.

“Polemik sudah selesai. Sekarang saatnya kita fokus menatap ke depan demi kemajuan olahraga Jambi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Adri juga mengingatkan bahwa pembinaan atlet dan penguatan organisasi keolahragaan harus menjadi prioritas utama agar Jambi bisa bersaing dan meraih prestasi yang membanggakan.(*)




Keren! 56 Karya Foto Tampilkan Harmoni Manusia dan Hutan di Pameran

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pameran foto bertajuk “Karbon, Hutan dan Harapan” resmi dibuka pada Jumat sore di Taman Budaya Jambi, Sei Kambang, Telanaipura, Kota Jambi.

Acara ini merupakan kolaborasi antara Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jambi.

Sebanyak 56 karya foto dipamerkan, menampilkan kehidupan masyarakat adat dan interaksi mereka dengan hutan, khususnya pengelolaan hutan adat serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.

Pameran ini menggambarkan bagaimana hutan menjadi pusat kehidupan, budaya, dan ekonomi masyarakat lokal.

Tujuh hutan adat terdokumentasikan dalam pameran ini, antara lain:

  • Hutan Adat Serampas (Merangin)

  • Hutan Adat Talun Sakti dan Bukit Tamulun (Sarolangun)

  • Hutan Adat Bukit Sembahyang Padun Gelanggang (Kerinci)

  • Hutan mangrove di Tanjab Barat

  • Hutan Harapan di perbatasan Jambi-Sumsel

  • Hutan Adat Nenek Limo Hiang Tinggi dan Nenek Empat Betung Kuning (Kerinci)

Ketua PFI Jambi, Irma Tambunan, mengatakan bahwa foto-foto ini adalah bentuk dukungan terhadap masyarakat adat yang menjaga hutan dalam diam.

“Ini adalah pengingat bahwa mereka ada, mereka berjuang untuk kita semua,” ujar Irma.

Direktur KKI Warsi, Adi Junaidi, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian diseminasi buku dan film dokumenter “Karbon, Hutan dan Harapan”.

Menurutnya, pameran ini mengajak masyarakat merenungi pentingnya hutan sebagai penyangga kehidupan.

“Hutan tidak hanya menyediakan udara bersih, tetapi juga menyatukan manusia dan alam. Tanpa hutan, tak ada nafas, tak ada kehidupan,” ungkap Adi.

Ia juga menyinggung keberhasilan beberapa desa di Jambi yang telah mengelola hutan secara berkelanjutan dan mendapatkan pendanaan karbon komunitas untuk program pendidikan.

Melalui pameran ini, penyelenggara berharap masyarakat kota juga sadar bahwa keberadaan hutan di desa sangat berdampak pada keberlangsungan hidup semua pihak, tanpa batas wilayah.(*)




PWI Kota Jambi Beri Penghargaan untuk Dirresnarkoba Polda Jambi, Ini Alasannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi, Irwansyah, memberikan penghargaan kepada Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Jambi, Kombes Pol Dr Ernesto Saiser.

Ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras dalam pemberantasan tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polda Jambi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PWI di ruang kerja Dirresnarkoba sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya Polri menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba.

“Apresiasi ini kami berikan atas dedikasi Dirresnarkoba Kombes Pol Dr Ernesto Saiser dalam mengungkap jaringan narkoba. Narkoba adalah musuh bersama, dan kami siap bersinergi dalam memerangi penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan remaja,” ujar Irwansyah.

Ia juga menegaskan bahwa PWI Kota Jambi siap mendukung penuh upaya Polri, khususnya Ditresnarkoba, dalam menyosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat luas.

Menanggapi penghargaan tersebut, Kombes Pol Dr Ernesto Saiser menyampaikan terima kasih dan menegaskan bahwa sinergi antara institusi penegak hukum, organisasi pers, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan Provinsi Jambi yang bersih dari narkoba.

“Penghargaan ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja. Sinergi yang telah terjalin baik ini harus terus kita jaga demi keamanan dan ketertiban masyarakat,” tuturnya.(*)




Dalam Rangka Hari Bhayangkara, Polda Jambi Bantu Warga Pesisir Batanghari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Masih dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi terus menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat pesisir.

Pada Jumat (4/7/2025), Dirpolairud Kombes Pol Agus Tri Waluyo menyambangi warga Desa Sukaramai RT 06, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, yang terletak di tepi Sungai Batanghari.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus penyaluran bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan, khususnya kepada Mbah Mukinem, seorang lansia berusia 116 tahun.

Dalam kunjungan tersebut, Kombes Pol Agus Tri memberikan bantuan sembako dan tali asih kepada Mbah Mukinem.

“Masih dalam suasana Hari Bhayangkara dan bulan Muharram, kita hadir untuk bersilaturahmi dan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan hanya di kota, tapi juga hingga ke pelosok desa, termasuk wilayah pesisir sungai dan pantai.

“Kami hadir menyambangi masyarakat selain memberikan bantuan sosial juga turut mendengarkan aspirasi dari masyarakat pesisir sungai,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Sukaramai dan warga setempat. Dalam sambutannya, Kepala Desa mengucapkan terima kasih atas kepedulian Polda Jambi.

“Kami mendoakan semoga Polri selalu dicintai masyarakat dan senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” ujarnya.

Silaturahmi ini ditutup dengan makan bersama masyarakat menggunakan tradisi lokal, di mana nasi dan lauk pauk disajikan di atas daun pisang sebagai simbol kebersamaan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolsek Muara Tembesi Iptu Sugeng beserta anggota, Kades Sukaramai, anggota Koramil Muara Tembesi, serta tokoh masyarakat setempat.(*)