1.583 RT di Kota Jambi Jadi Sasaran Program Kampung Bahagia 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) memaparkan tahapan pelaksanaan Program Kampung Bahagia tahun 2026 yang akan menyasar 1.583 RT di seluruh wilayah Kota Jambi.

Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti, menjelaskan bahwa pelaksanaan program secara teknis dibagi ke dalam dua semester.

Semester pertama berlangsung pada Januari hingga Juni 2026, sementara semester kedua dilaksanakan pada Juli hingga Desember 2026.

“Dari total RT di Kota Jambi, sebanyak 67 RT telah menerima dana Kampung Bahagia pada tahun berjalan. Sisanya, 1.583 RT akan menjadi sasaran program pada tahun 2026,” ujar Noverentiwi.

Ia merinci, tahapan awal dimulai pada Januari 2026 dengan seleksi dan rekrutmen tenaga pendamping Kampung Bahagia.

Pada minggu ketiga dan keempat Januari, DPMPPA akan menggelar sosialisasi program kepada masyarakat.

Memasuki Februari 2026, pada minggu pertama dan kedua dilakukan rembuk kesiapan warga, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Bahagia, serta pembuatan rekening RT Pokja.

Selanjutnya, pada minggu pertama hingga ketiga Februari dilaksanakan pemetaan swadaya dan penyusunan Rencana Jangka Menengah (Renja) lima tahun.

Pada minggu ketiga dan keempat Februari, Pokja menyusun Renja satu tahun.

Kemudian pada Maret 2026, RT menyusun proposal Kampung Bahagia. Pencairan dana dari kelurahan ke rekening Pokja dijadwalkan pada April 2026.

Pelaksanaan kegiatan Kampung Bahagia berlangsung pada April hingga Mei 2026.

Selanjutnya, pada minggu pertama dan kedua Juni dilakukan serah terima pekerjaan kepada masyarakat, dan ditutup dengan penyusunan laporan pertanggungjawaban Pokja pada minggu ketiga dan keempat Juni 2026.

Besaran dana Kampung Bahagia yang diterima setiap RT disesuaikan dengan jumlah kepala keluarga (KK).

RT dengan lebih dari 100 KK memperoleh Rp100 juta, RT dengan 60–99 KK menerima Rp70 juta. Sementara RT dengan kurang dari 60 KK mendapatkan Rp50 juta.

Untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan mencegah penyalahgunaan anggaran, Pemkot Jambi menyiapkan tenaga pendamping, petunjuk teknis, peraturan wali kota.

Serta tim monitoring khusus yang akan melakukan pengawasan di lapangan.(*)




Terminal Alam Barajo Dominasi Arus Bus, Selama Posko Nataru Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi mencatat pergerakan penumpang angkutan bus selama masa Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 masih menunjukkan tren naik turun.

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus BPTD dalam menjaga kelancaran serta keselamatan transportasi darat selama periode libur akhir tahun.

Berdasarkan laporan harian Posko Nataru per Senin, 29 Desember 2025, jumlah penumpang yang berangkat dari seluruh Terminal Tipe A di Provinsi Jambi tercatat mencapai 7.910 orang.

Dari total tersebut, mayoritas merupakan penumpang Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, menjelaskan bahwa dari total keberangkatan tersebut, 7.522 penumpang menggunakan layanan AKAP.

Sementara 388 penumpang tercatat sebagai pengguna angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Pada hari yang sama, jumlah bus yang diberangkatkan mencapai 385 unit.

“Untuk data kedatangan, tercatat sebanyak 2.197 penumpang tiba di Terminal Tipe A dengan 230 unit bus,” ujar Benny.

Selain arus keberangkatan dan kedatangan, aktivitas transit juga terpantau cukup tinggi.

BPTD mencatat sebanyak 1.804 bus transit dengan jumlah penumpang datang mencapai 43.093 orang, menunjukkan Jambi masih menjadi salah satu jalur perlintasan utama transportasi darat di Sumatera.

Benny menyebutkan, selama periode Posko Nataru yang berlangsung sejak 19 hingga 29 Desember 2025, pergerakan penumpang bus mengalami fluktuasi cukup signifikan.

“Puncak keberangkatan terjadi pada 23 Desember 2025 dengan jumlah 976 penumpang, sedangkan titik terendah tercatat pada 29 Desember 2025 dengan 590 penumpang,” jelasnya.

Dalam pantauan BPTD, Terminal Tipe A Alam Barajo masih menjadi terminal dengan tingkat aktivitas tertinggi di Provinsi Jambi.

Pada 29 Desember 2025, jumlah penumpang yang berangkat dari terminal ini mencapai 7.501 orang, seluruhnya merupakan penumpang AKAP, dengan 318 unit bus diberangkatkan.

Sementara itu, untuk arus kedatangan, Terminal Alam Barajo menerima 2.108 penumpang dengan 171 unit bus.

Aktivitas transit juga terpantau padat, yakni 201 bus transit dengan total penumpang datang sebanyak 5.305 orang.

BPTD Kelas II Jambi juga mencatat bahwa selama masa Posko Nataru 2025/2026, pergerakan penumpang di Terminal Alam Barajo turut mengalami fluktuasi.

Lonjakan tertinggi keberangkatan tercatat pada 23 Desember 2025 dengan 941 penumpang, sedangkan penurunan paling signifikan terjadi pada 29 Desember 2025 dengan 526 penumpang.

“Data ini menjadi bahan evaluasi kami dalam meningkatkan pelayanan transportasi darat, khususnya saat momentum libur besar seperti Natal dan Tahun Baru, agar keamanan, keselamatan, serta kelancaran arus penumpang di Provinsi Jambi tetap terjaga,” pungkas Benny.(*)




Warga Jangan Khawatir, Walikota Jambi: Kami Siap Membela Masyarakat yang Terkena Zona Merah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Maulana, memberikan kabar baik bagi masyarakat yang terkena zona merah di Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Beliau menyatakan bahwa, pemerintah kota siap membela dan membantu masyarakat yang terkena dampak zona merah.

“Warga jangan khawatir, kami siap membela dan membantu masyarakat yang terkena zona merah,” kata Walikota Maulana.

Beliau menegaskan bahwa, pemerintah kota telah membentuk tim yang terdiri dari berbagai pihak untuk menangani masalah ini.

Menurut Walikota, pemerintah kota tidak bisa intervensi langsung dalam masalah KPR karena ada fakta hukum yang dibuat oleh notaris.

Namun, pemerintah kota siap memfasilitasi penyelesaian masalah ini melalui proses yang ada.

“Prinsipnya kami sangat mendukung, Pansus nanti rekomendasinya apa, kita selesaikan secara bersama-sama, kita akan memperjuangkan hak-hak masyarakat,” tambah Walikota Maulana.

Walikota juga menekankan bahwa, masyarakat yang terkena zona merah tidak perlu khawatir karena pemerintah kota akan memperjuangkan hak-hak mereka.

“Pokoknya masyarakat yang bermasalah kita akan bela melalui proses dari Pansus, rekomendasinya apa kita akan melakukan,” tambahnya.(*)




Pemkot Jambi Tak Bisa Intervensi Langsung, Soal KPR di Zona Merah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID- Walikota Jambi, Maulana, menyatakan bahwa pemerintah kota siap membela masyarakat yang terkena zona merah di Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Hal ini terkait dengan masalah KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang dialami oleh masyarakat di daerah tersebut.

“Prinsipnya kami sangat mendukung, Pansus nanti rekomendasinya apa, kita selesaikan secara bersama-sama, kita akan memperjuangkan hak-hak masyarakat,” kata Walikota Maulana.

Menurut Walikota, pemerintah kota telah membentuk tim yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk bagian hukum, BPN, dan OPD lain, untuk menangani masalah ini.

“Kami akan menjalankan apa yang direkomendasikan dari pansus secara masing-masing,” tambahnya.

Walikota juga menyatakan bahwa, pemerintah kota tidak bisa intervensi langsung dalam masalah KPR karena ada fakta hukum yang dibuat oleh notaris.

Namun, pemerintah kota siap memfasilitasi penyelesaian masalah ini melalui proses yang ada.

“Kami pemerintah siap memfasilitasi tapi tidak bisa nyeberang masalah internal,” kata Walikota.

Walikota juga menekankan bahwa, masyarakat yang terkena zona merah tidak perlu khawatir karena pemerintah kota akan memperjuangkan hak-hak mereka.

“Pokoknya masyarakat yang bermasalah kita akan bela melalui proses dari Pansus, rekomendasinya apa kita akan melakukan,” tambahnya.(*)




Wali Kota Jambi Minta OPD Jemput Bola, Maksimalkan Layanan Publik Digital

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan seluruh pejabat Perangkat Daerah (OPD) harus mampu berinovasi dan memanfaatkan sistem digital dalam pelayanan publik.

“Jangan ada lagi keluhan dari masyarakat. Jika masih ada, berarti belum bekerja maksimal,” tegas Maulana saat pelantikan pejabat Eselon II Pemkot Jambi, Rabu 7 Januari 2026.

“Inovasi dan digitalisasi harus menjadi prioritas dalam setiap OPD,” timpalnya.

Dalam arahannya, Maulana menekankan bahwa inovasi bukan pilihan, tapi kewajiban untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan efektivitas birokrasi.

Pejabat baru diberikan waktu 3 bulan untuk menunjukkan perubahan nyata sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Jika dalam 3 bulan kinerjanya tidak meningkat, saya tidak ragu menurunkan jabatan Bapak/Ibu,” ujarnya.

Wali Kota juga meminta seluruh pejabat memahami program prioritas Kota Jambi Bahagia yang telah tertuang dalam Perda.

“Visi-misi Kota Jambi Bahagia bukan sekadar jargon, tetapi dasar kerja resmi seluruh OPD,” kata Maulana.

Pelantikan pejabat ini merupakan hasil seleksi terbuka JPT Pratama 2025, yang telah melalui seluruh tahapan resmi dan mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Maulana menegaskan bahwa, pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penguatan birokrasi berbasis inovasi dan pelayanan publik yang responsif.

Berikut daftar pejabat Eselon II yang dilantik:

  • Kepala Dinas Pendidikan: Sugiyono

  • Kepala Dinas Kesehatan: Elvi Roza

  • Kepala BPBD: Doni Sumatriadi

  • Kepala BKPSDMD Kota Jambi: Rizalul Fikri

  • Kepala DPPKB: Misman

  • Kepala BPKAD: Poppy Isnaini

  • Kepala Satpol PP: Iper Riyansuni

  • Kepala Perkim: M. Wildan Murtadho

Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat birokrasi inovatif, meningkatkan layanan digital, dan memastikan pejabat mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.(*)




Wali Kota Jambi Dorong Anjungan Budaya Jadi Destinasi Wisata dan Kreatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, aktif mengikuti serangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-69.

Agenda yang diikuti meliputi rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Jambi, launching Jambi Elok Nian, Parade Budaya Kabupaten/Kota, pembukaan Pameran Jambi Mantap Expo, peninjauan Anjungan Kabupaten/Kota, hingga Malam Keagungan Melayu 2026 dengan tema “Kalavibhaga: Sang Kala Jejak Melayu Jambi”.

Salah satu fokus Wali Kota Maulana adalah kunjungan ke Anjungan Budaya Kota Jambi, yang berada di Komplek Taman Mini Melayu Jambi (eks Arena MTQ Provinsi Jambi).

Anjungan ini berperan sebagai pusat edukasi dan rekreasi budaya, yang memperkenalkan kearifan lokal dan rumah adat Jambi, namun kini fungsinya mulai redup.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Maulana menginisiasi rencana menghidupkan kembali Anjungan Budaya Kota Jambi dengan memaksimalkan potensi wisata dan ruang publik.

“Bapak Gubernur menyampaikan bahwa aset ini, baik tanah maupun bangunan, akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah masing-masing. Oleh karena itu, kami akan membentuk tim untuk optimalisasi anjungan ini agar dapat difungsikan untuk berbagai kegiatan,” ujar Maulana usai menghadiri rangkaian kegiatan.

Wali Kota Jambi menekankan, anjungan ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan multi fungsi, mulai dari pelatihan adat dan budaya, pengembangan UMKM, hingga kafe dan pusat kuliner.

Lokasinya yang strategis, dikelilingi kawasan wisata keluarga dan sebagai salah satu pintu masuk Provinsi Jambi, menjadi nilai tambah yang besar.

“Tadi Ibu Jaksa Agung dan Ibu Gubernur sempat menikmati kuliner dari UMKM kita di sini dan merasa nyaman. Sayang jika sesuatu yang memiliki potensi ini tidak dimanfaatkan,” tambahnya.

Inisiasi ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk kembali mengaktifkan seluruh Anjungan Kabupaten/Kota sebagai etalase promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif masing-masing daerah.

Harapannya, Anjungan Budaya Kota Jambi menjadi pusat kegiatan budaya sekaligus daya tarik wisata yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.(*)




Pejabat Baru Diberi Waktu 3 Bulan, Walikota Jambi: Tingkatkan Kinerja atau Turun Jabatan!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan kepada seluruh pejabat Perangkat Daerah (OPD) agar memahami dan menjalankan tugasnya dengan penuh amanah.

“Sebagai pemimpin, saya tekankan agar seluruh pejabat OPD mengetahui tugas dan fungsinya, yang tentunya akan semakin banyak. Jangan sampai kinerjanya menurun, harus terus meningkat,” tegas Maulana saat pelantikan pejabat Eselon II Pemkot Jambi, Rabu 7 Januari 2026.

Dalam arahannya, Maulana memberikan waktu 3 bulan kepada pejabat baru untuk menunjukkan perubahan nyata sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Jika dalam 3 bulan tidak ada peningkatan kinerja, saya tidak ragu menurunkan jabatan Bapak/Ibu,” ujarnya.

Wali Kota Maulana juga menekankan pentingnya inovasi berbasis digital dalam birokrasi untuk meningkatkan pelayanan publik.

“Tidak boleh ada lagi keluhan dari masyarakat. Jika masih ada, itu berarti belum bekerja maksimal dan menjadi peringatan bagi pimpinan OPD,” tambahnya.

Selain itu, seluruh pejabat diminta untuk menghafal program prioritas Kota Jambi Bahagia yang telah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda).

“Visi-misi Kota Jambi Bahagia bukan sekadar jargon, tetapi menjadi dasar kerja resmi seluruh OPD,” ujar Maulana.

Pelantikan pejabat ini merupakan hasil seleksi terbuka JPT Pratama 2025, yang telah melalui seluruh tahapan resmi dan mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dalam kesempatan ini, Maulana menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, tetapi momentum penguatan kinerja birokrasi dan pelayanan publik.

Berikut daftar pejabat Eselon II yang dilantik hari ini:

  • Kepala Dinas Pendidikan: Sugiyono

  • Kepala Dinas Kesehatan: Elvi Roza

  • Kepala BPBD: Doni Sumatriadi

  • Kepala BKPSDMD Kota Jambi: Rizalul Fikri

  • Kepala DPPKB: Misman

  • Kepala BPKAD: Poppy Isnaini

  • Kepala Satpol PP: Iper Riyansuni

  • Kepala Perkim: M. Wildan Murtadho

Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat birokrasi Pemkot Jambi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik secara nyata.(*)




Alhamdulillah! Honor PHL Kebersihan Naik, Ini Besarannya dan Penjelasan Kadis DLH Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi memberikan kabar gembira bagi petugas kebersihan dan pekerja pendukung di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Mulai awal tahun 2026, mereka menerima kenaikan insentif harian, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi menjaga kebersihan kota.

Kenaikan insentif ini berlaku untuk berbagai tenaga kerja, mulai dari petugas kebersihan, kru armada pengangkut sampah, sopir, operator alat berat, teknisi mekanik dan listrik, hingga pengawas lapangan.

Besaran tambahan insentif berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per hari, menyesuaikan jabatan dan tanggung jawab.

Data DLH menunjukkan, insentif petugas kebersihan yang sebelumnya Rp65.750 per hari kini naik menjadi Rp75 ribu hingga Rp80 ribu.

Sedangkan pengawas non-PNS pengangkutan sampah menerima Rp100 ribu per hari, naik dari sebelumnya Rp75 ribu.

Tak ketinggalan, sopir dump truck dan fuso kini menikmati Rp100 ribu per hari, naik dari Rp80.750.

Kepala DLH Kota Jambi, Mahruzar, menekankan bahwa peningkatan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan garda terdepan pelayanan publik di bidang kebersihan.

“Peningkatan insentif ini telah kami hitung berdasarkan kemampuan daerah. Tujuannya agar kesejahteraan petugas meningkat, sekaligus memacu semangat kerja mereka di lapangan,” kata Mahruzar.

“Per 1 Januari naik,” singkatnya.

Ia menambahkan, beban kerja petugas kebersihan terus bertambah seiring meningkatnya volume sampah di kota.

Dengan kenaikan insentif ini, diharapkan pelayanan kebersihan, pengelolaan sampah, dan perawatan fasilitas publik serta ruang terbuka hijau semakin optimal.(*)




Kemas Faried: Sinergi DPRD dan Pemkot Jadi Fondasi Kota Jambi Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menginisiasi kegiatan coffee morning bersama Wali Kota Jambi sebagai langkah awal memperkuat sinergi, silaturahmi, dan kolaborasi antara legislatif dan eksekutif di awal tahun 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Rabu (7/1/2026).

Kemas Faried menyampaikan bahwa, forum diskusi santai ini menjadi ruang strategis bagi DPRD untuk menyampaikan dan menyinergikan aspirasi masyarakat dengan program Pemerintah Kota Jambi.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan menjadi kunci dalam mendorong kemajuan daerah.

“Di awal tahun 2026 ini, kita memulai dengan langkah yang baik,” sebutnya.

“Sinergitas, silaturahmi, dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menata kemajuan Kota Jambi dan mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” ujar Kemas Faried.

Ia menegaskan, DPRD Kota Jambi menerima banyak aspirasi masyarakat yang perlu dikawal dan diselaraskan dengan kebijakan pemerintah daerah agar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi warga.

“Sebagai wakil rakyat, kami menerima banyak aspirasi masyarakat. Melalui forum seperti ini, aspirasi tersebut bisa kita sinergikan bersama pemerintah daerah agar Kota Jambi semakin baik,” jelasnya.

Kemas Faried juga menegaskan komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Termasuk terhadap program strategis Pemerintah Kota Jambi seperti program 100 juta per RT yang selama ini menjadi perhatian publik.

“DPRD memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah daerah dan tetap menjalankan fungsi pengawasan secara terintegrasi bersama masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Ketua DPRD Kota Jambi dan dukungan DPRD terhadap program-program Pemerintah Kota Jambi.

Ia menegaskan bahwa Kota Jambi Bahagia merupakan program resmi pemerintah daerah yang telah ditetapkan dalam RPJMD dan Perda, bukan program personal kepala daerah.

“Saya selaku pihak eksekutif mengucapkan terima kasih atas dukungan DPRD selama ini. Program Kota Jambi Bahagia sudah menjadi RPJMD dan ditetapkan melalui Perda,” ujar Maulana.

Maulana juga menyatakan bahwa kegiatan coffee morning seperti ini akan dilakukan secara rutin guna memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara eksekutif dan legislatif demi kepentingan masyarakat Kota Jambi.(*)




Awal 2026, Wali Kota dan DPRD Kota Jambi Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi bersama DPRD Kota Jambi menggelar kegiatan coffee morning yang diinisiasi oleh Ketua DPRD Kota Jambi, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Jambi dalam suasana santai dan dialogis sebagai ruang diskusi bersama membahas berbagai aspirasi masyarakat.

Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan DPRD Kota Jambi terhadap program-program Pemerintah Kota Jambi.

Khususnya visi dan misi Kota Jambi Bahagia yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda).

“Saya selaku pihak eksekutif mengucapkan terima kasih atas dukungan DPRD selama ini,” kata dia.

“Program dan visi-misi Kota Jambi Bahagia sudah menjadi RPJMD dan ditetapkan melalui Perda,” ujar Maulana.

Maulana menegaskan, Kota Jambi Bahagia bukanlah program pribadi wali kota, melainkan program resmi pemerintah daerah yang telah disepakati bersama DPRD.

Oleh karena itu, forum diskusi seperti coffee morning akan dilakukan secara rutin untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi.

“Program Kota Jambi Bahagia bukan program wali kota, tetapi program pemerintah daerah karena sudah menjadi Perda,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mengatakan bahwa di awal tahun 2026 DPRD dan Pemerintah Kota Jambi memulai langkah bersama dengan semangat sinergi, silaturahmi, dan kolaborasi.

“Sinergitas, silaturahmi, dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menata kemajuan Kota Jambi dan mewujudkan Kota Jambi Bahagia,” ujarnya.

Ia menambahkan, pola diskusi coffee morning akan terus dijadwalkan mengingat banyaknya aspirasi masyarakat yang diterima DPRD dan perlu disinergikan dengan program pemerintah daerah

Terrmasuk pengawasan program strategis seperti program 100 juta per RT.

Kemas Faried menilai kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Jambi dalam membangun daerah dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.(*)