HIVI!, The Jansen, dan Vieratale Bikin Heboh di Konser Unity Fest 2025 Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ribuan penonton memadati kawasan Bandara Lama Jambi pada Rabu (2/7/2025) dalam gelaran konser Bullmotion Unity Fest 2025 yang sukses digelar dengan tema “Unity Fest 2025.”

Konser ini menjadi ajang ekspresi kreatif bagi generasi Z melalui beragam genre musik seperti pop, indie, dan folk-alternatif.

Deretan musisi papan atas seperti Vieratale, HIVI!, The Jansen, dan Jason Ranti tampil memukau dan berhasil membangkitkan antusiasme ribuan pengunjung.

Selain musik, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai games interaktif, stand kuliner kekinian, dan spot foto tematik yang membuat pengalaman selama konser semakin berkesan.

Amanda Salsabila, pengunjung asal Kota Jambi, mengatakan, “Musiknya sangat cocok untuk Gen Z, vibes-nya keren, dan suasananya sangat menyenangkan. Saya datang bersama teman-teman dan puas sekali.”

Penampilan HIVI! dengan lagu hits seperti “Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi” dan “Remaja” berhasil memicu sorakan penonton.

The Jansen melanjutkan dengan aksi panggung yang atraktif, sedangkan Jason Ranti menyuguhkan warna musik unik dengan lirik satir yang menghibur sekaligus mengajak refleksi sosial.

Penampilan penutup dari Vieratale menghadirkan lagu-lagu hits yang menjadi klimaks kemeriahan acara.

Acara berjalan aman dan tertib dengan dukungan pengamanan dari aparat dan tenaga medis. Fasilitas umum seperti toilet, titik informasi, dan jalur evakuasi juga disediakan untuk kenyamanan pengunjung.(*)




Tim Bulutangkis Polda Jambi Melaju ke Perempat Final Kapolri Cup 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tim Bulutangkis Polda Jambi menunjukkan semangat juang tinggi dalam Kejuaraan Nasional Bulutangkis Kapolri Cup 2025.

Bertanding di GOR Kampus B Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, Tim Polda Jambi berhasil mengalahkan Tim Polda Papua Barat dengan skor meyakinkan 3-0 tanpa balas.

Kemenangan ini memastikan langkah Tim Polda Jambi melaju ke babak perempat final, menjadi kebanggaan bagi institusi dan masyarakat Jambi.

Di tengah persaingan ketat antar kontingen Polda se-Indonesia, tim asuhan AKP Hardi, SH., MH. tampil solid dan penuh determinasi.

“Ini bukan sekadar pertandingan, tapi pengabdian kami sebagai Bhayangkara untuk mengharumkan nama Jambi dan Polri,” ungkap AKP Hardi usai laga.

Susunan Pemain Tim Polda Jambi di Kapolri Cup 2025:

  1. AKP Hardi, SH., MH. (Official Tim)

  2. IPTU Ambo Asse

  3. IPDA Syahrial

  4. BRIGADIR Tri Pramono Rusyman, SE

  5. BRIGADIR Debi Seftiandi

  6. BRIPDA Zenda Nahri Julian

  7. BRIPDA Alhafid Arraffi

  8. BRIPDA Mhd Syapiq

Kegiatan ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1384/VI/PP.3.1.16./2025 tertanggal 19 Juni 2025, dan berlangsung dengan aman dan tertib.

Dengan hasil positif ini, Tim Polda Jambi akan melanjutkan perjuangan di babak perempat final melawan lawan-lawan kuat dari seluruh Indonesia.

“Kami percaya semangat kebersamaan dan kerja keras akan membawa kami lebih jauh. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Jambi,” tambah AKP Hardi.(*)




Wawako Diza Temui Mendikdasmen, Bawa Aspirasi Pendidikan Kota Jambi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., berperan aktif dalam audiensi antara Pemerintah Provinsi Jambi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, yang berlangsung di Kantor Kementerian Dikdasmen, Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Dalam pertemuan yang langsung dipimpin Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia (RI) Abdul Mu’ti itu, Wawako Diza tak sekedar hadir sebagai pendamping Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., namun tampil mengambil peran penting dengan menyuarakan langsung berbagai persoalan dan kebutuhan pendidikan di Kota Jambi.

Dengan pendekatan yang komunikatif dan penuh inisiatif, Wakil Wali Kota Diza menyampaikan sejumlah hal krusial yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat, di antaranya pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta dukungan terhadap perbaikan dan pembangunan infrastruktur sekolah.

Keterlibatan aktif Wakil Wali Kota Jambi dalam forum tersebut menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota Jambi untuk terus memperjuangkan hak atas pendidikan yang layak bagi seluruh warganya.

Audiensi ini menjadi langkah konkret untuk mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil, merata, dan berkualitas di Provinsi Jambi.

Wawako Diza, turut menyampaikan sejumlah usulan penting yang sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota, Provinsi, maupun Pemerintah Pusat dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor pendidikan.

“Pertama, kami mengusulkan tambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan, khususnya untuk membenahi sarana dan prasarana pendidikan di jenjang PAUD, SD, dan SMP, serta untuk memperluas pembangunan sekolah di wilayah pengembangan baru,” ujar Diza.

Dalam rangka mengoptimalkan potensi SDM secara berkelanjutan, Diza juga mendorong agar pemerintah pusat membuka peluang rekrutmen ASN khususnya tenaga pendidik bagi lulusan baru atau fresh graduate, sebagai langkah strategis dalam menjawab kebutuhan guru dan tenaga pengajar di daerah.

Ia berharap, melalui momentum pertemuan bersama Mendikdasmen ini, Pemerintah Kota Jambi dapat memperoleh dukungan konkret berupa bantuan sarana dan prasarana pendidikan yang mampu menunjang kebutuhan sekolah inklusif secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris, dalam forum itu menegaskan kembali komitmen Pemprov Jambi yang menitikberatkan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Sehingga ada perubahan yang meningkat, mulai dari peningkatan mutu sekolah, demikian juga angka harapan sekolah dan lainnya.

“Selain itu kita juga mendorong peningkatan sarana prasarana pendidikan dan juga masalah guru, serta SDM yang besar kaitannya pada dunia pendidikan,” tegas Gubernur Al Haris.

Dikatakan Al Haris, dengan penyampaian langsung kepada Menteri diharapkan dapat mengakselerasi peningkatan pendidikan di seluruh daerah Provinsi Jambi.

“Dengan Pak Menteri tadi sudah disampaikan banyak hal, banyak hal yang mereka sudah buat kebijakan. Insya Allah nantinya bisa memberikan yang terbaik bagi pendidikan di Jambi,” singkat Al Haris.

Seperti diketahui, dalam menciptakan generasi Indonesia Emas tahun 2045, melalui Dunia Pendidikan saat ini Pemkot Jambi telah memiliki Sekolah Digital Kota Jambi Bahagia yang akan mulai diujicobakan untuk jenjang SMP.

Selain itu, juga telah diserahkan sebanyak 2.000 beasiswa bagi siswa/i tingkat SD dan SMP melalui program Kartu Bahagia.

Selain itu pula, Pemerintah Kota Jambi juga berkomitmen mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun, dengan memberikan layanan PAUD berkualitas. Dalam bal ini, Pemkot Jambi bercita-cita menghadirkan PAUD Negeri disetiap Kecamatan dengan akses gratis, yang hingga kini baru ada 5 lima PAUD Negeri di kota Jambi.

Selain Wakil Wali Kota Jambi, tampak pula hadir dalam acara itulKepala Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi turut hadir dalam usaha bersama-sama meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Provinsi Jambi.

Sebagaimana diketahui, dalam upaya mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 melalui sektor pendidikan, Pemerintah Kota Jambi terus melakukan berbagai terobosan dan penguatan kebijakan.

Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah Sekolah Digital Kota Jambi Bahagia, yang dalam wajktu dekat akan mulai diujicobakan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program ini dirancang untuk mendorong pembelajaran berbasis teknologi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Selain itu, Pemkot Jambi juga telah menyalurkan sebanyak 2.000 beasiswa kepada siswa-siswi tingkat SD dan SMP melalui program Kartu Bahagia, sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap pemerataan akses pendidikan yang layak bagi seluruh anak-anak di Kota Jambi.

Di sisi lain, komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun turut diwujudkan melalui penyediaan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas. Dalam hal ini, Pemkot mencita-citakan kehadiran PAUD Negeri di setiap kecamatan dengan akses pendidikan yang gratis dan inklusif.

Saat ini, telah berdiri 5 PAUD Negeri di Kota Jambi, dan upaya untuk memperluas cakupannya terus diakselerasi secara bertahap.(*)




Protes Pangkalan Gas Nakal, Warga RT 23 Datangi Gedung DPRD Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Puluhan warga RT 23 Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Jambi Timur, menggelar aksi protes di depan Gedung DPRD Kota Jambi pada Kamis pagi (3/7/2025).

Mereka menyuarakan keluhan atas sulitnya mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kilogram di lingkungan mereka.

Sayangnya, aksi yang digelar sekitar pukul 09.00 WIB itu tidak direspons langsung oleh anggota dewan. Gedung DPRD terlihat kosong tanpa kehadiran satu pun anggota legislatif.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan keluhan ke RT, lurah, dan camat, tapi tidak ada solusi. Terakhir kami datang ke DPRD, berharap ada perhatian, tapi ternyata kosong,” ujar Fahrul Hariyadi, koordinator aksi.

Dalam aksinya, warga menuntut agar pangkalan gas elpiji 3 kg milik Sopar Pangihutan Sitanggang yang berlokasi di RT 23 segera ditutup.

Mereka menilai pangkalan tersebut memberlakukan aturan sepihak yang menyulitkan warga.

Beberapa keluhan yang disampaikan antara lain:

  • Jam pelayanan terbatas hanya dari pukul 06.00–09.00 WIB, meski stok masih tersedia.

  • Gas bocor tidak diganti.

  • Pemilik pangkalan bersikap kasar kepada pembeli.

  • Warga tanpa kartu kendali dikenai harga melebihi HET.

“Kami merasa dirugikan. Ini bukan hanya soal distribusi, tapi soal hak warga untuk mendapatkan gas subsidi dengan harga dan layanan yang wajar,” tambah Fahrul.

Menanggapi aksi tersebut, Rully, perwakilan dari Sekretariat DPRD Kota Jambi, menyampaikan bahwa anggota DPRD sedang menjalankan kegiatan di luar kantor.

“Nanti akan dijadwalkan audiensi resmi dengan memanggil RT, lurah, dan pihak terkait agar persoalan ini segera ditindaklanjuti,” jelas Rully kepada massa aksi.(*)




Antusias Warga Tinggi, Trans Bahagia Jambi Capai 11 Ribu Penumpang di Bulan Kedua

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Layanan transportasi publik ramah lingkungan milik Pemerintah Kota Jambi, Trans Bahagia, terus menunjukkan performa positif sejak diluncurkan pada 28 Mei 2025.

Selama bulan Juni 2025, dua unit bus listrik Trans Bahagia dengan kode SAG 6 dan SAG 7 berhasil melayani total 11.280 penumpang.

Capaian ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi berbasis listrik yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

“Selama bulan Juni, Bus SAG 6 mencatatkan 4.345 penumpang, sementara SAG 7 mencatat 6.935 penumpang. Ini menjadi indikator awal keberhasilan program Trans Bahagia yang baru berjalan kurang dari dua bulan,” ujar Abu Bakar, Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi, pada Kamis (3/7/2025).

Dengan rata-rata jam operasional harian lebih dari 10 jam per unit, armada bus listrik Kota Jambi dinilai efisien dalam penggunaan energi.

Pemerintah Kota Jambi juga mencatat performa kendaraan dan kepuasan pengguna sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh.

“Kami tidak hanya melihat jumlah penumpang, tapi juga rasio efisiensi energi, performa kendaraan, dan kepuasan pengguna. Semua ini menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan di masa mendatang,” tambah Abu Bakar.

Pemerintah Kota Jambi saat ini sedang menyusun evaluasi teknis serta rencana ekspansi rute bus Trans Bahagia.

Tujuannya adalah menjangkau lebih banyak warga dan meningkatkan aksesibilitas transportasi publik di berbagai wilayah kota.

“Target kami ke depan bukan hanya menambah unit armada, tetapi juga memperluas jangkauan rute agar bisa melayani lebih banyak lapisan masyarakat,” ungkap Abu Bakar.

Trans Bahagia merupakan bagian dari inisiatif transportasi hijau di Kota Jambi.

Kehadirannya diharapkan menjadi solusi mobilitas harian yang tidak hanya nyaman dan efisien, tetapi juga mendukung pengurangan emisi karbon di kawasan perkotaan.

Dengan performa awal yang menjanjikan, bus listrik Trans Bahagia diyakini akan menjadi tulang punggung transportasi publik masa depan di Kota Jambi.(*)




Diduga Timbun Rawa, Warga Tolak Stockpile PT SAS di Aur Kenali, Ancam Gelar Aksi Protes

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Rencana pembangunan stockpile batu bara oleh PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) di Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, memicu gelombang penolakan dari warga setempat.

Warga RT 03 secara tegas menolak proyek tersebut karena dinilai membahayakan lingkungan dan mengancam keselamatan permukiman.

Aktivitas pembukaan akses jalan menuju lokasi stockpile batu bara disebut mulai dilakukan baru-baru ini.

Jalan tersebut diduga akan melintasi kawasan rawa yang selama ini menjadi tampungan air saat musim hujan.

Dalam pesan yang beredar luas melalui WhatsApp, Ketua RT 03 Mahfuddin mengungkapkan keresahan warga.

Ia menyebutkan bahwa rawa-rawa di sekitar permukiman akan ditimbun untuk jalur angkutan batu bara, yang berpotensi memperparah banjir saat musim hujan.

“Kalau rawa-rawa ditimbun, dampaknya sangat mengkhawatirkan. Saat hujan lebat saja air sudah cepat naik. Kalau rawa hilang, bisa-bisa permukiman kami tenggelam,” tulis Mahfuddin.

Warga juga menyatakan telah menyampaikan keberatan mereka kepada berbagai pihak, termasuk Lurah Aur Kenali, Ketua Forum RT,  serta tokoh masyarakat setempat.

Namun hingga saat ini, belum ada tindakan tegas dari pemerintah maupun instansi terkait.

Sebagai bentuk perlawanan, warga merencanakan aksi damai pada Minggu (6/7/2025) dengan memasang spanduk penolakan di sekitar lokasi proyek.

“Kami sudah rapat. Hari Minggu akan ada aksi. Warga akan pasang spanduk tolak penimbunan rawa dan aktivitas batu bara di sekitar permukiman,” ujar Mahfuddin.

Dari sekitar 80 Kepala Keluarga (KK) di RT 03, mayoritas menolak pembangunan stockpile PT SAS.

Hanya sebagian kecil warga yang belum menyatakan sikap.

Satu unit alat berat disebut sudah mulai beroperasi di area belakang perumahan, yang menguatkan dugaan bahwa aktivitas pembangunan telah berjalan tanpa sosialisasi atau persetujuan warga.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Sinar Anugerah Sukses maupun pemerintah Kota Jambi terkait tuntutan warga.(*)




Transformasi Pelayanan Publik, E-Paspor Kini Hadir di Gerai di MPP Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menghadirkan inovasi untuk memperluas akses layanan publik bagi masyarakat.

Kali ini, Pemkot mengoptimalkan sistem layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Jambi dengan menghadirkan layanan pengurusan Paspor Elektronik (E-paspor).

Layanan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kantor Imigrasi Jambi, yang dihadirkan guna memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus atau mengganti paspor, sembari menikmati berbagai layanan perizinan lainnya yang tersedia di MPP Kota Jambi.

“Dengan sistem yang lebih modern dan efisien, integrasi layanan ini turut mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan efisien,” ungkap Kepala DPMPTSP Kota Jambi, Yon Heri, pada Rabu sore (2/7/2025).

Terkait proses pembuatan E-paspor ini, Kepala DPMPTSP Kota Jambi itu juga menjelaskan tidak jauh berbeda dengan pengurusan yang ada di Kantor Imigrasi.

“Pemohon disarankan untuk mendaftar antrean secara online terlebih dahulu melalui aplikasi M-Paspor (download di googleplaystore atau appstore) untuk meminimalisir waktu tunggu di lokasi. Setelah mendapatkan jadwal, pemohon dapat datang ke loket Imigrasi di MPP dengan membawa persyaratan lengkap seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran/Ijazah/Buku Nikah (untuk paspor baru), dan untuk perpanjangan petugas akan melakukan verifikasi dokumen, pengambilan data biometrik (sidik jari dan foto),” jelasnya.

Dengan hadirnya layanan pembuatan E-paspor ini, Yon Heri menyebut, maka MPP Kota Jambi saat ini telah memiliki 31 gerai atau loket layanan, baik dari Instansi Pusat, Provinsi dan Kota Jambi.

“Pelayanan penerbitan paspor di MPP Kota Jambi ini telah hadir sejak tanggal 25 Juni yang lalu untuk melayani kuota perharinya 20 orang, tentunya pelayanan ini akan mempermudah masyarakat,” sebutnya.

“Dalam mendukung pelayanan publik, MPP Kota Jambi juga dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang, seperti ruang bermain anak, ruang laktasi bagi ibu menyusui, fasilitas bagi penyandang disabilitas, hingga perpustakaan,” terang Yon Heri.

Ia juga menjelaskan, masyarakat dapat mengakses layanan pengurusan di MPP Kota Jambi pada jam operasional, yakni setiap hari kerja : pukul 08.00 hingga 15.00 WIB untuk hari Senin sampai Kamis, dan pukul 08.00 hingga 11.00 WIB khusus hari Jumat.

Sementara itu, mewakili Kantor Imgrasi Jambi Ruly Sandy Kusuma selaku pengelola layanan mengatakan, lama proses pembuatan E-paspor selama 5 hari kerja setelah tahapan foto dan wawancara.

Dia juga menyatakan, untuk proses pembayaran, pihaknya telah melakukan kerja sama, antara lain dapat di lakukan di bank yang bekerja sama dengan Imigrasi, termasuk Pos Indonesia, Indomart dan Alfamart.

“Dengan hadirnya pelayanan ini di MPP Kota Jambi diharapkan dapat memberikan kemudahan pelayanan dan menjangkau masyarakat secara lebih luas dengan sistem yang sama dengan yang ada di kantor Imigrasi,” tutup Ruly.(*)




Tren Stunting Menurun, Kota Jambi Jadi Percontohan di Provinsi Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi kembali menegaskan posisinya sebagai Ibu Kota Provinsi yang layak menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lainnya.

Hal ini dibuktikan dengan diraihnya penghargaan tingkat Provinsi Jambi atas keberhasilan dalam tren penurunan stunting pada tahun 2024.

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, kepada Staf Ahli Wali Kota Jambi Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Ir. Moncar Widaryanto, yang hadir mewakili Wali Kota Jambi, dalam sebuah seremoni di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (2/7/2025).

Pemberian penghargaan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Penilaian Kinerja (PK) Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Provinsi Jambi, dan dibuka secara langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris.

Keberhasilan Kota Jambi dalam menurunkan angka stunting menjadi bukti nyata dari komitmen dan sinergi berbagai elemen, mulai dari jajaran pemerintah hingga masyarakat, dalam membangun generasi yang sehat dan unggul.

Usai menerima penghargaan atas capaian Tren Penurunan Stunting Terbaik tingkat Provinsi Jambi itu, Staf Ahli Wali Kota Jambi, Moncar, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak atas diraihnya capaian itu, khsususnya komitmen kuat dari Kepala Daerah.

Moncar juga mengatakan penghargaan bukanlah tujuan tapi menjadi motivasi untuk terus berkinerja.

“Meskipun berbagai inovasi dalam upaya pencegahan stunting yang dilakukan telah diapresiasi, namun Pemerintah Kota Jambi tetap akan terus meningkatkan kinerja, khususnya melalui penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Jambi,” ujarnya.

“Alhamdulillah, Kota Jambi menerima penghargaan dalam kategori tren penurunan stunting. Namun, tentu saja kami tidak akan berhenti di sini. Pemerintah akan terus mendorong lahirnya lebih banyak inovasi yang langsung menyentuh aspek penanganan, penurunan, dan pencegahan stunting secara konkret,” sambungnya.

Salah satu perhatian khusus, lanjut Moncar, adalah pola pengasuhan anak di perkotaan yang turut berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

“Di Kota Jambi, masih banyak anak yang dititipkan, baik di lembaga pengasuhan maupun kepada pihak lain, sehingga kedekatan emosional dengan orang tua menjadi berkurang. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal,” jelasnya.

Mendampingi Staf Ahli Wali Kota, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, M. Jaelani, menambahkan bahwa ke depan masih dibutuhkan berbagai terobosan baru dari Pemerintah Kota Jambi dalam upaya percepatan penurunan stunting, sesuai dengan masukan dan arahan dari Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Jambi.

“TAG menilai bahwa dari sisi sarana dan prasarana, seperti ketersediaan air bersih maupun akses permukiman, Kota Jambi sudah cukup lengkap. Karena itu, aspek tersebut tidak lagi menjadi fokus utama dalam penilaian. Maka yang diperlukan adalah inovasi lain yang lebih menyentuh langsung pada penanganan stunting, seperti program ‘Bapak Asuh Anak Stunting’ serta intervensi langsung dari para Kepala Perangkat Daerah untuk bersama-sama terlibat dalam penanganan masalah ini,” kata Jaelani.

Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi dengan jumlah penduduk yang cukup besar.

Kondisi ini menurutnya menuntut kerja yang lebih keras dan kolaboratif dari semua pihak.

“Sebagai ibu kota provinsi, tantangan kita tentu jauh lebih kompleks. Oleh karena itu, ke depan, terutama untuk penilaian tahun 2025 yang akan dievaluasi pada 2026, kita harapkan lebih banyak terobosan konkret yang bisa dilakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam forum itu, Staf Ahli Wali Kota Jambi Moncar Widaryanto memaparkan berbagai inovasi Pemerintah Kota Jambi dalam Percepatan Penurunan Stunting.

Di mana Kota Jambi berhasil menurunkan angka stunting setiap tahunnya dengan angka dibawah Provinsi dan Nasional.

Bahkan di tahun 2022 telah mencapai target nasional lebih awal, yang hingga kini kasus stunting di Kota Jambi pada periode 2024 berada di angka 10,3 persen.

Sekaligus menjadi landasan kokoh untuk menurunkan stunting.

Katanya, dari satu langkah kecil nanun penuh inovasi, akan lahir sejuta harapan untuk masa depan anak bebas stunting menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini dilaksanakan adalah bagian dari upaya monitoring dan evaluasi terhadap program nasional penurunan stunting, yang bertujuan untuk menilai capaian kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam melaksanakan 8 aksi konvergensi penanganan stunting pada Tahun Anggaran 2024.

Penilaian ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan Kementerian Dalam Negeri terkait pelaksanaan aksi konvergensi dalam rangka percepatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi di seluruh daerah.

Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris dalam sambutannya saat membuka acara itu menyampaikan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah.

Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 80 miliar untuk mendanai berbagai program dan kegiatan strategis terkait stunting.

“Penganggaran ini terbagi ke dalam 14 program, 16 kegiatan, yang tersebar di 6 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan total 25 sub kegiatan. Saya minta kepada Pak Wakil Gubernur bersama Kepala BKKBN selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi, agar dapat menjabarkan rincian ini lebih lanjut kepada tim stunting di kabupaten/kota. Pastikan semua program menyentuh sasaran, dengan fokus utama pada aspek lingkungan kesehatan, lingkungan permukiman, ketahanan pangan dan gizi, kondisi sosial ekonomi, serta tata kelola data stunting,” ujar Al Haris.

Selain itu, Gubernur Jambi Al Haris turut menyoroti kelemahan dalam pola penganggaran pemerintah saat ini, khususnya dalam penanganan isu kesehatan.

Ia mengungkap bahwa alokasi anggaran masih belum proporsional, di mana sebagian besar difokuskan pada penyelenggaraan kesehatan yang mencapai 66,34 persen, sementara untuk pembiayaan kesehatan hanya 33,010 persen.

Bahkan, porsi anggaran untuk fasilitas pelayanan kesehatan hanya 0,18 persen, dan untuk penguatan SDM kesehatan lebih kecil lagi, yakni 0,09 persen.

Al Haris menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang unggul sebagai kunci dalam menurunkan prevalensi kasus stunting.

Hal ini, menurutnya, harus berjalan seiring dengan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.

“Ini artinya, fokus penganggaran kita perlu dioptimalkan, terutama terhadap pos-pos yang saat ini masih mendapat porsi kecil, agar lebih terstruktur dan tepat sasaran. Saya berharap adanya perbaikan perencanaan lintas sektor dan penguatan koordinasi, sehingga seluruh aspek penentu percepatan penanganan stunting, mulai dari kesehatan, gizi, infrastruktur dasar, kondisi sosial ekonomi masyarakat, hingga tata kelola data dapat ditangani secara lebih masif dan menyeluruh,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Al Haris juga mendorong keberlanjutan program-program yang telah berjalan dalam percepatan pencegahan stunting, seperti program ‘Bapak Asuh’ yang harus lebih di efektifkan dan ditingkatkan.

“Saya harap program ini juga menggandeng pihak swasta dan memaksimalkan CSR yang ada di daerah. Serta mari bersama-sama perkuat peran dan fungsi TPPPS di semua tingkatan termasuk penguatan regulasi kelembagaan dan dukungan anggaran yang tepat sasaran, dengan memastikan perencanaan kompetensi program kegiatan lapangan dengan fokus pada kelompok sasaran utama yaitu ibu hamil dan ibu menyusui,” tutup Gubernur.

Kegiatan Penilaian Kinerja (PK) Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi diikuti 227 orang peserta yang terdiri dari para para Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi bersama Tim Percepatan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Kabupaten/Kota, serta para Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Akademisi, Organisasi Profesi, serta Mitra Pembangunan dan Tim Penggerak PKK se-Provinsi Jambi.

Dalam forum itu juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama dalam mendukung penurunan stunting melalui sistem rujukan yang berstandar oleh Kepala Daerah didampingi Kepala RSUD se-Provinsi Jambi yang disaksikan langsung Gubernur bersama Wakil Gubernur Jambi.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Dalam Daerah III Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri RI yang tersambung secara virtual. Selain itu juga tampak pula hadir langsung Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, mewakili BKKBN dan BPS Provinsi Jambi, serta Tim Panelis Penilaian Kinerja Stunting Provinsi Jambi.(*)




Staf Ahli Wali Kota Jambi Paparkan Keberhasilan Inovasi Si Paling Demen di Ajang Konvergensi Stunting

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ir. Moncar Widaryanto, Staf Ahli Wali Kota Jambi Bidang Kemasyarakatan dan SDM, mewakili Wali Kota Jambi dalam Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Stunting se‑Provinsi Jambi.

Acara resmi ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi Jambi di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (2/7/2025).

Acara dibuka langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris dan merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi Program Nasional Pencegahan Stunting Tahun Anggaran 2024.

Kegiatan ini bertujuan mengukur dan menilai pelaksanaan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri untuk mendorong kolaborasi lintas sektor pemerintahan daerah.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan Penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama oleh Kepala Daerah dan Kepala RSUD se‑Provinsi Jambi, yang disaksikan langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur.

Langkah ini menegaskan kesepakatan sistem rujukan berstandar untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Ir. Moncar mempresentasikan keberhasilan Kota Jambi dalam menurunkan angka stunting secara konsisten.

Data menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kota Jambi tahun 2022 tercatat 14%, turun signifikan dari 17,4% pada 2021, dan berada di bawah rata-rata nasional (21,6%) ([sibangman.jambikota.go.id][1], [jambikota.go.id][2]).

Kota Jambi juga telah mencatat pencapaian awarded penghargaan berturut-turut:

* Juara 1 Lomba Inovasi Daerah Provinsi Jambi (2022–2024)

* Innovative Government Award dari Kemendagri (2020)

* Status Kota Sangat Inovatif dari Kemendagri (2023–2024)

Informasi disampaikan melalui video singkat, Moncar menjelaskan inovasi unggulan “Si Paling Demen” — Payo Libas Stunting menggunakan suplemen gizi.

Hasilnya, prevalensi stunting Kota Jambi terus menurun hingga 10,3% pada 2024, serta tercapainya zero stunting di Kecamatan Alam Barajo.

“Langkah kecil penuh inovasi ini lahir sejuta harapan untuk masa depan anak bebas stunting menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Moncar.

Penilaian kinerja ini dihadiri antara lain oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Fahmi,  Plt. Kepala DPPKB , M Jaelani, Kepala Dinas Sosial, Yunita Indrawati, Kepala DPMPPA, Noverentiwi Dewanti, Kepala BKPPD, Diskes, dan Forkopimda lainnya. (*)




Diklat Pemadam 1 Kota Jambi: Dinas Damkar Tingkatkan Kompetensi SDM Damkar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi menggelar Diklat Teknis Pemadam 1 In House Training bagi aparatur internal, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM pemadam kebakaran.

Kegiatan ini berlangsung selama 7 hari, mulai dari 1 Juli hingga 7 Juli 2025, bertempat di Mako Damkartan Kota Jambi.

Pelatihan ini merupakan implementasi dari Permendagri Nomor 86 Tahun 2022 tentang Pendidikan dan Pelatihan Bagi Aparatur Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Diklat ini terselenggara berkat kerja sama dengan Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (MBK), Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri sebagai pembina SDM pemadam kebakaran nasional.

Sebanyak 44 aparatur sipil negara (ASN) yang terdiri dari PNS dan PPPK Damkartan Kota Jambi mengikuti pelatihan.

Materi pelatihan mencakup 70 jam pelajaran (JP) yang terdiri dari teori dan praktik, termasuk:

* Teori dan praktik pemadaman kebakaran (API, APAR, SCBA)

* Keselamatan petugas

* Formasi regu, tali-temali, PBB

* Proteksi kebakaran, tangga, gelar gulung selam, fire ground

* Pola pemadaman dan penyelamatan

Peserta juga mendapat pelatihan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD).

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, AP, M.E., menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, perilaku, dan profesionalisme aparatur dalam melayani masyarakat.

“Diklat teknis ini menjadi skala prioritas dalam Renstra Damkartan. Kami akan terus alokasikan kegiatan pelatihan seperti Pemadam 1, MMR, Rescue, Operator, hingga Inspektur Pemadam untuk meningkatkan kompetensi aparatur,” tegas Mustari.

Staf Ahli Wali Kota Jambi Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Ir. Muncar Widyanto, mewakili Wali Kota Jambi dalam pembukaan acara menyampaikan harapan agar pelatihan ini berdampak pada peningkatan pelayanan publik.

“Pelayanan Damkar sudah mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat. Mari kita jaga itu dengan meningkatkan kualitas, fisik, dan disiplin,” ujar Muncar.

Sementara itu, Direktur MBK Ditjen BAK Kemendagri, Edi Suhermanto, M.Si., mengapresiasi Damkartan Kota Jambi yang mampu menyelenggarakan diklat secara efisien menggunakan anggaran APBD dan menjadikan peningkatan SDM sebagai skala prioritas daerah.

Ia menyebut, persetujuan pelaksanaan Diklat Pemadam 1 diberikan karena Damkartan Kota Jambi telah memenuhi standar sarana dan prasarana seperti ruang belajar, ruang makan, barak, aula, musholla, tempat refling, dan area praktik pemadaman.(*)